Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Tak Ada Pendekatan Pemerintah, Banyak WNI di Luar Negeri Malas Kembali

Expand Messages
  • Sunny
    http://www.suarapembaruan.com/nasional/tak-ada-pendekatan-pemerintah-banyak-wni-di-luar-negeri-malas-kembali/31450 Tak Ada Pendekatan Pemerintah, Banyak WNI di
    Message 1 of 1 , Feb 26, 2013

      Tak Ada Pendekatan Pemerintah, Banyak WNI di Luar Negeri Malas Kembali
      Selasa, 26 Februari 2013 | 13:05

      Ilustrasi pilih studi dan bekerja di luar negeri [google] Ilustrasi pilih studi dan bekerja di luar negeri [google]

      [JAKARTA] Orang-orang muda Indonesia yang belajar di luar negeri seperti di Eropa, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lainnya lebih baik kembali ke Indonesia. Gunakan ilmu pengetahuan yang didapat di luar negeri untuk membangun Indonesia.

      Demikian dikatakan Duta Besar Mexico untuk Indonesia, Melba Pria, dalam acara The Rising Impact of Diaspora on Indonesia di Jakarta, Selasa (26/2).

      Dalam acara yang diselenggarakan Indonesian Diaspora Business Council (IDBC) itu, Melba mengatakan, Indonesia sangat kaya akan sumber daya alamnya, sangat beranekaragam suku dan bahasanya. "Anda harus kembali ke Indonesia, bereksperinlah di Indonesia," kata dia.

      Melba mengatakan, ia juga menghimbaukan hal yang sama kepada orang-orang Mexico di Indonesia dan di negara mana pun berada. "Kita datang ke suatu negara, timbalah pengalaman di sana, dan pulanglah ke negara sendiri dan praktikkan pengalaman yang baik yang didapat di negara kita sendiri," kata dia.

      Sementara Wempy Dyocta Koto, orang Indonesia yang bekerja di sebuah perusahaan konsultan di Inggris mengatakan, ia sekolah menengah (SMA) di Australia dan kuliah di Inggris dan bekerja di negara itu, karena gaji yang diberikan di Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan yang diberikan di perusahaan di Inggris. "Ya, di sana kita digaji dalam dollar, makanya pilih di sana," kata pria yang mengaku berumur 36 tahun ini.

      Selain gaji kecil, kata Wempy, pemerintah Indonesia juga tidak memberikan insentif dan banyak kemudahan terhadap dunia usaha.

      Wempy mengatakan, ada banyak orang Indonesia mempunyai skill di berbagai negara di dunia namun enggan kembali ke Indonesia karena pemerintah Indonesia tidak melakukan pendekatan, terutama kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang cerdas yang belajar di luar negeri.

      Data IDBC menyebutkan, sampai saat ini ada sebanyak 4,6 kelompok diaspora Indonesia yang berada di sejumlah negara di dunia.

      Menurut Gaurav Bhandari, MD of Gold Sachs Investment Partners, Head of Private Equity Business Inc., pemerintah Indonesia bisa meminta para diaspora Indonesia di sejumlah negara agar memberikan kontribusi untuk Indonesia.

      "Ya di sana mereka tentu mendapatkan uang, pengalaman. Maka bagilah semua itu untuk Indonesia. Kembali sejenak ke Indonesia memberi masukkan untuk pemerintah, kemudian silahkan kembali ke negara di mana Anda kerja," Gaurav. [E-8]

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.