Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: KOMUNITAS PAPUA KITA ORANG MUKMIN DITUNTUT AGAR KRITIS ATAS BERITA YANG DATANG KEHADAPAN KITA. BUKANKAH PEMIMPIN RII YANG BRILLIAN SERING JUGA MENGUTUK KEZALIMAN SEBAGIAN PENGUASA DI TIMUR TENGAH. BUKANKAH NABI KITA JUGA MENGUTUK SEBAHAGIAN SAHABAT YANG HYPOKRITE?.

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Refleksi: BUKANKAH REPUBLIK ISLAM IRAN BERADA DIATAS KEBENARAN DALAM PERSOALAN TUDUHAN PIHAK G5+1? Kalau begitu dimanakah keadilan mereka kalau sekedar
    Message 1 of 6 , Feb 26, 2013
      Refleksi: BUKANKAH REPUBLIK ISLAM IRAN BERADA DIATAS KEBENARAN DALAM PERSOALAN TUDUHAN PIHAK G5+1?
      Kalau begitu dimanakah keadilan mereka kalau sekedar mengurangi sanksi terhadap RII, bukan mencabut semua sanksi sepihak yang menggerogoti hukum Internasional? (PBB). Andaikata kita simak prinsip pernyataan Rahbar, beliau berprinsip pantang mengemis agar mendapat keringanan dari G5+1, bukan? 

      Dulu ketika kaum yang keliru meminta Abbas, paman Nabi agar menasehati orang-orang yang tidak setuju atas kekuasaan mereka, Abbas mengatakan bahwa beliau adalah bahagian dari "pohon Islam" sedangkan kaum yang keliru itu adalah tetangganya (pohon yang lain). Andaikata kalian yakin seperti itu, kami tidak akan memberikan sedikitpun hak kami kepada kalian. Andaikata anda khawatir terhadap keselamatan kami, kami tidak pernah mengharapkan belas kasihan kalian. Hanya kepada Allahlah kami harapkan pertolongan.

      Demikianlah kira-kira jawaban paman Nabi yang mungkin redaksinya tidak tepat 100 %, tetapi maksudnya benar demikian, dalam mempertahankan kebenaran, tidak memfokuskan pada keberuntungan andaikata masuk perangkap belaskasihan dari pihak yang bathil.  


      Perudingan Dimulai, Barat Tawarkan Keringanan Sanksi Anti-Iran
      Selasa, 2013 Februari 26 13:22
       Perundingan nuklir antara Republik Islam Iran dan Kelompok 5+1 di Almaty, Kazakhstan dimulai hari ini (Selasa, 26/2). Laporan menyebutkan Kelompok 5+
      1 berencana mengajukan tawaran baru untuk meringankan sanksi terhadap Iran pada perundingan di Kazakhstan.

      Kelompok 5+1 (Inggris, Cina, Perancis, Rusia, dan Amerika Serikat ditambah Jerman) berencana menyodorkan usulan keringanan sanksi terhadap sektor perdagangan emas, industri petrokimia, dan perbankan pada skala kecil.

      Michael Mann, juru bicara Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, mengatakan, "Kami telah menyiapkan tawaran baik dan telah diperbarui dalam perundingan, dan kami yakin tawaran tersebut seimbang dan adil untuk perundingan konstruktif."

      "Tawaran tersebut mengacu pada kekhawatiran internasional ... terhadap status program nuklir Iran, namun sekaligus responsif terhadap ide-ide Iran," tambahnya.

      Sebelumnya, Sabtu (23/2), Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Said Jalili, menjelang perundingan nuklir di Kazakhstan menyatakan, "Jika negara-negara Kelompok 5+1 ingin memasuki perundingan konstruktif, maka mereka harus tampil dengan strategi baru dan usulan kongkret."

      Iran dan Kelompok 5+1 telah menggelar beberapa putaran perundingan. Putaran sebelumnya diselenggarakan di Moskow pada Juni 2012.(IRIB Indonesia/MZ/PH)

      Baca juga:

      Jalili: Dunia Menanti Jawaban Konstruktif Kelompok 5+1

      Rusia Optimis Perundingan Almaty Bisa Kurangi Sanksi bagi Iran

      Jalili: Kerjasama Kunci untuk Menjamin Keamanan Regional


    • Jasuli Ahmad
      Ada yang lebih ngeri lagi berpenampilan ulama tetapi otaknya sama dengan otak penzina. Baru-baru ini badut yang saya maksudkan itu mengeluarkan fatwa halal
      Message 2 of 6 , Feb 26, 2013

      Ada yang lebih ngeri lagi berpenampilan "ulama" tetapi otaknya sama dengan otak penzina. Baru-baru ini badut yang saya maksudkan itu mengeluarkan fatwa "halal memperkosa wanita yang berdemo di Mesir. Di Indonesia ada hakim yang mengatakan pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama enak hingga diancam pemecatan. Kalau sudah macam itu fenomena makhluk yang mengaku beragama Islam, kemana orang awwam hendak berkaca kalau bukan kepada keturunan Rasulullah yang masih murni agamanya?


      Oposisi Suriah Siap Hadiri Konferensi “Friends of Syria”


      Pemimpin oposisi Suriah Ahmed Moaz al-Khatib kembali menyatakan kesiapannya untuk menghadiri apa yang disebut dengan konferensi "Friends of Syria" di Roma pekan ini setelah sebelumnya menolak untuk menghadirinya.

      Kesiapan itu diumumkan oleh al-Khatib dalam sebuah pernyataan yang diposting pada halaman Facebook-nya pada Senin (25/2).
       
      Ia mengatakan bahwa dirinya berubah pikiran setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menlu Inggris William Hague berjanji akan memberikan bantuan khusus kepada kelompoknya.

      "Kami akan pergi dan kami akan melihat apakah janji-janji  itu berbeda kali ini," katanya.

      Sebelumnya, Hague dan Kerry dalam konferensi pers bersama di London sepakat akan meningkatkan bantuan kepada oposisi Suriah. Kerry juga mendorong al-Khatib untuk hadir dalam konferensi di Roma.
       
      Menlu Suriah Walid al-Muallem dalam pertemuan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov di Moskow menegaskan kesiapan pemerintah Suriah untuk berdialog dengan oposisi, bahkan dengan mereka yang mengangkat senjata. Namun mereka harus meletakkan senjatanya. (IRIB Indonesia/RA
      )
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.