Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

MaTA: Zaini Abdullah Lantik Pejabat Cacat Moral

Expand Messages
  • Acheh Watch
    MaTA: Zaini Abdullah Lantik Pejabat Cacat Moral Afifuddin Acal | The Globe Journal Selasa, 19 Februari 2013 16:29 WIB Banda Aceh – Pergantian kabinet baru di
    Message 1 of 111 , Feb 19, 2013
      MaTA: Zaini Abdullah Lantik Pejabat Cacat Moral
      Afifuddin Acal | The Globe Journal
      Selasa, 19 Februari 2013 16:29 WIB


      Banda Aceh – Pergantian kabinet baru di jajaran Pemerintah Aceh selalu menuai badai yang tak sedap, seakan-akan tidak pernah lekang dari persoalan. Pelantikan jilid dua dalam tahun 2013 kembali cacat dengan dilantiknya seorang pejabat yang bermasalah. Zaini Abdullah kembali melantik pejabat yang cacat moral kemarin sore, kali ini Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang menuai kritikan dari elemen sipil Aceh.

      "Pelantikan kemarin (18/2/2013) masih belum menunjukkan kredibilitas yang baik, karena masih terdapat pejabat yang dilantik cacat hukum dan moral," kata Koordinator Bidang Advokasi Kebijakan Publik, Masyarakat Trasnparansi Aceh (MaTA), Hafidh saat diminta tanggapan Selasa (19/2/2013).

      Safwan,SE yang dipercayakan oleh Zaini selaku Kepala Dinas Perdagangan dan Perinsutrian Aceh ternyata pernah mengalami cacat hukum sebelumnya. Ia yang pernah menjabat sebagai Sekda Kota Lhokseumawe masa kepemimpinan Wali Kota Munir Usaman sempat dijadikan tersangka tindak pidana penipuan.

      Pada tahun 2010, kata Hafidh, seorang hakim di Pengadilan Negeri Tapaktuan pernah melaporkan Safwan sebagai tersangka penipuan ke Polres Kota Lhokseumawe. Kemudian, tidak berselang lama, Polisi menetapkan Safwan sebagai tersangka penipuan dan sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Lhokseumawe.

      Ternyata tidak hanya sampai disitu dosa yang pernah dibuat olehnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Hafidh. Selama menjabat sebagai Sekda Lhokseumawe, ia juga pernah bermasalah dalam pembebasan lahan di desa Blang Panyang Kecamatn Muara Satu.

      "Waktu itu terjadi permasalah dalam hal ganti rugi," tukasnya.

      Ada upaya penipuan dalam pembayaran harga tanah. Pada kesepakatan awal, kata Hafidh, harga tanah Rp.20 ribu/meter. Kemudian yang dibayarkan oleh Safwan hanya sebesar Rp.10 ribu/meter.

      "Waktu juga banyak menabrak prosedur dalam pembebasan lahan oleh Safwan, yaitu tidak melalui musyawarah dengan masyarakat untuk menentukan harga," imbuhnya.

      Meskipun sengketa itu diselesaikan secara perdata di pengadilan Negeri Lhokseumawe. Karena pengadilan memerintahkan untuk membayar sisa harga tanah tersebut. Meskipun telah diselesaikan secara perdata, secara moral,  Safwan harus bertanggungjawab, karena itu merupakan tupoksi kerjanya.

      "Persoalan ini, Safwan harus bertanggungjawab, karena dia yang menjadi penanggungjawab saat itu," tambahnya.

      Kembali menuai masalah dalam pelantikan jilid dua ini, telah menunjukkan lemahnya pengawasan dalam melakukan rekam jejak setiap pejabat yang dilantik. Hal ini sangat terlihat lolosnya orang yang sebelumnya pernah cacat hukum dalam struktural pemerintah Aceh.

      "Kecolongan ini, menandakan bahwa masih buruknya sistem administrasi kepegawaian di pemerintah Aceh,"tambahnya.

      Bila ini terus menerus dipertahankan pejabat-pejabat bermasalah dijajaran Pemerintah Aceh, kata Hafidh. Upaya melakukan reformasi birokrasi sebagai yang selalu Zaini umbar-umbar akan menjadi mimpi belaka.

      "Kami berharap Gubernur Aceh harus tegas untuk membersihkan orang-orang yang cacat secara hukum dan cacat secara moral dari Pemerintah Aceh," imbuhnya.




      WN: Njang paléng bahaja keu geutanjoë uroë njoë 

      WN: Gata kadjiparôh lé djawa lagèë djiparôh iték

      WN: Soë njang djeuët takheun musôh dan pengkhianat ?

      Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

      Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

      Acheh Sumatra National Liberation Front


    • DARAH SYUHADA
      Pasca Pengesahan Qanun Bendera Aceh, Abu Sumatera Tunding DPRA Pengkhianat
      Message 111 of 111 , Mar 25, 2013
        Lhokseumawe-ANP : Panglima wilayah pasee, ASNLF-AM, Abu Sumatera, seyogyanya menuding anggota DPRA Aceh adalah pengkhianat bangsa. Pasalnya, pengesahan Qanun Bendera Aceh berlambang bulan bintang Sabtu 23 Maret 2013 dinilai telah menyalahi komitmen dan sumpah sejarah perjuangan Aceh.

        Menurut Abu Sumatera, kebijakan DPRA Aceh mengesahkan Qanun bendera berlambang bintang, itu murni untuk kepentingan kelompok tertentu. Sayangnya, demi kepentingan kelompoknya rela mengorbankan bangsa Aceh. Dimana, bendera yang disahkan itu lebih rendah dari pada bendera RI karena pengibarannya setelah merah putih baru dibawahnya bendera berlambang bulan bintang.

        Dia menambahkan, nah....! secara terang-terangan kebijakan DPRA aceh telah merendahkan wibawa bangsa aceh dan melawan dengan perjanjian Aceh Merdeka. Karena dalam komitmen perjuangan bahwa bendera aceh harus setingkat dengan bendera seperti negara lainnya. Tetapi, kenapa hari ini bendera pusaka bangsa telah dipermainkan oleh sekelompok orang demi meraih kepentinganya dan rela menjual Aceh kepada pemerintah RI.

        Itu sebabnya, kami atas nama ASNLF wilayah pase tetap menyatakan Aceh tidak ada istilah tawar menawar kecuali Merdeka. Maka mari semua bangsa untuk bersatu padu, satu arah, satu tujuan memperjuangkan kemerdekaan di bumi aceh dari tangan penjajah, yang kini telah dikuasai oleh kelompok tertentu , harap Abu Sumatera. (Redaksi)
         

         
        *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
        *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
         
         

        Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

        Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

        Acheh Sumatra National Liberation Front

        WN: Gata kadjiparôh lé djawa lagèë djiparôh iték

        WN: Soë njang djeuët takheun musôh dan pengkhianat ?

        Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

        Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

        Acheh Sumatra National Liberation Front

        WN: Njang paléng bahaja keu geutanjoë uroë njoë 

        WN: Gata kadjiparôh lé djawa lagèë djiparôh iték

        WN: Soë njang djeuët takheun musôh dan pengkhianat ?

        Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

        Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

        Acheh Sumatra National Liberation Front

















      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.