Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

SEJARAH BAHRAIN TIDAK TEELEPAS DENGAN RAJA PENJAJAH DI DUNIA. SUDAH SAATNYA INGGERIS MENERIMA BALASAN PENJAJAHAN DARI ORANG-ORANG YANG BANGKIT SEKARANG INI

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Meninjau Kembali Transformasi di Bahrain Selasa, 2013 Februari 19 16:48 1788 Views Font Size Print SHARE Tweet it Digg it Google Revolusi rakyat Bahrain
    Message 1 of 9 , Feb 19, 2013
    • 0 Attachment
      Meninjau Kembali Transformasi di Bahrain
      Selasa, 2013 Februari 19 16:48
      1788 Views
      Font Size
      Print
      SHARE


      Tweet it
      Digg it
      Google



      Revolusi rakyat Bahrain melawan rezim Al Khalifa telah melewati 24 bulan. Hingga kini rakyat negara itu terus menggelar berbagai demonstrasi menuntut perubahan dan peningkatan peran rakyat dalam pemerintahan. Namun tuntutan damai rakyat Bahrain tidak digubris sama sekali oleh pemerintah Manama, bahkan tuntutan itu ditanggapi dengan kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan.



      Protes damai rakyat Bahrain dimulai pada tanggal 14 Februari 2011. Rezim Al Khalifa dengan bantuan pasukan regional khususnya pasukan keamanan Arab Saudi berusaha membubarkan demonstrasi dengan kekerasan, intimidasi dan penyiksaan. Kebijakan rezim Manama itu dilakukan setelah mendapat lampu hijau dari kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat. Menjaga kekuasaan rezim Al Khalifa adalah prioritas sejumlah pemimpin Arab termasuk Raja Saudi dan kekuatan-kekuatan hegemoni dunia.



      Tak diragukan lagi bahwa akar utama protes rakyat Bahrain terhadap rezim Al Khalifa berkaitan erat dengan masalah politik, ekonomi dan sosial. Keluarga Al Khalifa bukan asli orang Bahrain tetapi berasal dari Kuwait yang masuk ke negara ini dan mendapat dukungan dari imperialis Inggris. Mereka masuk ke Bahrain ketika terjadi konflik sektarian dengan suku Bani Kaab di masa pemerintahan Sheikh Nasrullah Khan, putra mahkota Karim Khan Zand.



      Berkuasanya Al Khalifa di Bahrain pada masa itu tidak sesuai dengan tuntutan rakyat, tetapi terlaksana berkat dukungan Inggris. Oleh karena itu, kebijakan rezim Al Khalifa dalam membentuk sebuah pemerintahan diktator dan hanya mengedepankan kepentingan keluarga telah menambah kebencian rakyat Bahrain.



      Di bidang politik, Raja Bahrain memiliki banyak kewenangan di pemerintahannya. Ia mendominasi semua sektor politik termasuk tiga badan penting negara; legislatif, yudikatif dan eksekutif. Semua posisi penting di Bahrain di bawah kewenangan rezim Al Khalifa. Sebagai contohnya, Khalifa bin Salman Al Khalifa, 80 tahun, adalah paman Raja Bahrain yang menjadi perdana menteri sejak tahun 1971 hingga sekarang.



      Selain itu, pemerintahan Al Khalifa tidak transparan, korup dan dipenuhi dengan kekerasan. Sebelum revolusi 14 Februari, banyak aktivis politik dan HAM dijebloskan ke dalam penjara. Rezim Al Khalifa juga mengontrol media massa dan menyensornya ketat, sehingga kebobrokan-kebobrokannya dapat ditutupi. Masyarakat Bahrain hampir tidak memiliki peran dalam pemerintahan dan bahkan tidak ada persaingan politik di antara partai dan kelompok-kelompok politik di negara itu .



      Di sektor ekonomi, rezim Al Khalifa dan kroni-kroninya menguasai sumber-sumber keuangan dan ekonomi Bahrain, sehingga terjadi korupsi yang tak terkendali. Sementara di bidang sosial, banyak terjadi diskriminasi. Selain terjadi diskriminasi antara kroni-kroni Al Khalifa dan rakyat, terjadi pula diskriminasi antara warga Syiah dan Sunni. Padahal 75 persen penduduk Bahrain adalah warga Syiah.



      Warga Syiah yang merupakan mayoritas penduduk Bahrain selalu diperlakukan tidak adil dan ditindas. Mereka tidak puas terhadap berbagai kebijakan diskriminatif rezim Al Khalifa. Sebelum Revolusi 14 Februari, dari 23 menteri di kabinet hanya satu menteri yang bermazhab Syiah. Menurut pandangan pemerintah Manama, warga Syiah Bahrain adalah warga kelas dua. Rezim Al Khalifa juga berupaya memberikan kewarganegaraan kepada para imigran asing supaya dapat menyeimbangkan populasi penduduk di Bahrain.



      Kondisi yang diciptakan oleh rezim Al Khalifa di Bahrain telah menyulut protes rakyat negara itu, meski sebelum Revolusi 14 Februari protes-protes itu telah ada. Protes rakyat anti-pemerintahan otoriter di Afrika Utara yang dimulai dari Tunisia dan berhasil menggulingkan diktator Zine El Abidine Ben Ali telah memberikan semangat baru kepada rakyat Bahrain dan negara-negara Arab lainnya untuk melanjutkan unjuk rasa damai mereka demi menuntut hak-hak legalnya.



      Tanggal 14 Februari 2011, rakyat Bahrain memulai unjuk rasa damai menentang rezim Al Khalifa. Pemerintah Manama yang menyadari bahwa kekuasaannya terancam, langsung mengambil langkah-langkah tegas dan keras untuk memadamkan protes rakyat. Meski rezim Al Khalifa selama dua tahun ini menggunakan tangan besi untuk memberantas demonstrasi, namun upaya keras itu hingga kini belum membuahkan hasil, bahkan rakyat semakin keras dan bersemangat untuk menuntut hak-hak mereka.



      Tuntutan utama rakyat Bahrain adalah amandemen konstitusi untuk meningkatkan kewenangan parlemen dalam melawan korupsi dan kebobrokan sistem politik, di akhirinya diskriminasi dan penghentian pembagian tidak adil di sektor pemilu, di mana kemenangan mayoritas suara warga Syiah di parlemen selalu dihalangi, serta pembentukan pemerintahan yang dipilih rakyat. Namun tuntutan itu kini telah berubah. Peningkatan tuntutan rakyat Bahrain berhubungan langsung dengan sikap keras pemerintah.



      Pemerintah Bahrain seperti diktator-diktator Arab lainnya, di mana mereka tidak mengindahkan tuntutan rakyat tetapi justru mengambil jalan kekerasan untuk membungkam suara rakyat. Pemberangusan, penangkapan, penyiksaan, pemutusan hubungan kerja, ancaman, intimidasi, dan pengadilan ilegal adalah sederet tindakan rezim Al Khalifa untuk mempertahankan kekuasaannya.



      Sejak 14 Februari 2011, puluhan warga tewas di tangan pasukan keamanan Bahrain dan ratusan lainnya terluka. Para pemimpin kelompok oposisi ditangkap dan disiksa serta diadili di pengadilan militer dengan hukuman penjara selama bertahun-tahun.



      Rezim Al Khalifa juga meminta Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) untuk membantu menumpas demonstran di Bahrain. Berdasarkan permintaan itu, pasukan keamanan P-GCC yang mayoritasnya adalah pasukan Saudi dikirim ke Bahrain. Pasukan yang disebut dengan Perisai Jazirah ini berperan besar dalam menumpas pengunjuk rasa di negara itu.



      Pengiriman pasukan tersebut dinilai sebagai langkah ilegal. Sebab berdasarkan undang-undang P-GCC, pembelaan terhadap salah satu anggota organisasi ini dapat dilakukan ketika terdapat ancaman dari pihak asing. Padahal pemerintah Bahrain tidak sedang menghadapi ancaman asing tetapi hanya menghadapi masalah internal. Dua hal itu pulalah yang menyebabkan rakyat Bahrain terus melanjutkan protes mereka.



      Selain mengambil langkah kekerasan untuk menumpas demonstran Bahrain atau paling tidak mengurangi gelombang protes yang semakin gencar, rezim Al Khalifa juga menggunakan strategi lainnya seperti menyulut perpecahan mazhab, pembentukan tim pencari fakta dan dialog nasional. Namun sayangnya, cara-cara tersebut tetap tidak dapat menghentikan tuntutan rakyat.



      Rezim Al Khalifa berupaya menunjukkan bahwa pemrotes Bahrain adalah orang-orang Syiah yang tidak puas dengan pemerintahan Sunni dan ingin membentuk pemerintahan Syiah di negara itu. Upaya tersebut gagal dan malah berakibat sebaliknya. Warga Sunni dan Syiah di Bahrain bersama-sama menggelar demonstrasi anti-rezim Al Khalifa. Meski protes di Bahrain dimulai oleh warga Syiah namun sebenarnya kelanjutan protes itu dilakukan oleh warga Sunni juga dan mereka bersatu menentang rezim Manama.



      Pembentukan komite pencari fakta adalah trik lain dari rezim Al Khalifa untuk mengurangi protes rakyat. Raja Bahrain pada tanggal 29 Juni 2011 membentuk Komisi Penyelidik Independen yang diketuai oleh Cherif Bassiouni. Komisi ini bertugas mengevaluasi transformasi di Bahrain dan melaporkannya.



      Namun sayangnya, laporan komisi ini tidak sesuai dengan permintaan dan pandangan pemerintah Manama. Sebab komite ini dalam laporannya menegaskan sikap keras pasukan keamanan Bahrain terhadap para pendemo dan membantah klaim rezim Al Khalifa bahwa Iran turut campur dalam urusan internal negara itu.



      Bassiouni dalam laporan setebal 500 halaman lebih menilai bahwa penggunaan senjata untuk menumpas demonstran sebagai faktor pemicu meningkatnya gelombang protes rakyat dan tuntutan mereka. Komisi Independen itu juga menuntut rezim Al Khalifa untuk menghentikan penangkapan ilegal dan penyiksaan terhadap para demonstran.



      Selain itu, komisi tersebut juga menuntut pemerintah Bahrain melakukan reformasi. Namun tuntutan itu tidak digubris oleh rezim Al Khalifa dan tetap melanjutkan kekerasan terhadap pemrotes.



      Dialog nasional adalah cara ketiga pemerintah Bahrain untuk mengurangi protes rakyat. Namun karena tidak ada keseriusan pemerintah, cara ini tidak berpengaruh apapun. Meski pemerintah Bahrain telah menggelar dialog nasional dalam beberapa tahap, namun para demonstran dan oposisi tidak bersedia ikut. Hal itu disebabkan pemerintah tidak serius untuk menggelarnya dan hanya digunakan untuk propaganda.



      Fakta di Bahrain menunjukkan bahwa tawaran pemerintah untuk mengadakan dialog nasional tidak serius dan hanya sekedar propaganda. Pasalnya, rezim Al Khalifa tidak memperhatikan rekomendasi Komisi Penyelidik Independen Bahrain yang ia bentuk sendiri. Secara global dapat dikatakan bahwa berbagai strategi Al Khalifa untuk menghentikan atau mengurangi gelombang protes rakyat Bahrain hingga kini tidak berdampak positif terhadap pemerintah, tetapi justru menyebabkan meluasnya aksi unjuk rasa dan melemahkan kekuatan rezim diktator ini.



      Kini setelah dua tahun berlalu, ketidakpercayaan kubu-kubu oposisi pemerintah Bahrain semakin bertambah. Rakyat Bahrain menegaskan akan melanjutkan demonstrasi mereka hingga tuntutannya dipenuhi. Mereka menentang dialog nasional yang diklaim pemerintah. Sebab, menurut mereka, tawaran itu bertentangan dengan tindakan keras dan keji pemerintah terhadap para pengunjuk rasa.



      Perilaku keras pemerintah Manama berdampak langsung terhadap peningkatan protes rakyat. Setiap kali pemerintah meningkatkan kekerasan, maka unjuk rasa dan protes akan semakin luas. Dalam dua tahun revolusi, rakyat Bahrain menuntut pembentukan pemerintahan transisi dan perhatian serius dari masyarakat internasional terhadap transformasi di negara ini.



      Tampaknya rezim Al Khalifa akan bernasib sama dengan pemerintahan Ben Ali di Tunisia, Hosni Mubarak di Mesir, Muammar Gaddafi di Libya dan Ali Abdullah Saleh di Yaman. Meningkatnya protes rakyat di Saudi dan rumitnya masalah yang di hadapi oleh rezim Al Saud berpengaruh besar terhadap masalah di Bahrain. Dan hal ini akan menambah tekanan terhadap rezim Al Khalifa pada tahun 2013 ini. (IRIB Indonesia/RA/NA)


    • Jasuli Ahmad
      Perundingan Rahasia Petinggi Israel dan Mesir Rabu, 2013 Februari 20 02:27   Menjelang lawatan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke Timur Tengah petinggi
      Message 2 of 9 , Feb 19, 2013
      • 0 Attachment

        Perundingan Rahasia Petinggi Israel dan Mesir

        Menjelang lawatan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke Timur Tengah petinggi Rezim Zionis Israel menggelar perundingan rahasia dengan pejabat Mesir.
         
        Kairo dalam empat pekan terakhir ramai dikunjungi delegasi dan petinggi keamanan Rezim Zionis Israel. Delegasi tersebut mengemban misi yang bersifat rahasia dan keamanan. Demikian dilaporkan MNA mengutip al-Manar.
         
        Delegasi Israel di perundingannya dengan petinggi Mesir membahas berbagai isu kemanan dan kondisi serta transformasi saat ini menjadi pemicu perundingan tersebut. Poin penting di sini adalah perundingan tersebut digelar sangat padat menjelang lawatan Barack Obama ke kawasan.
         
        Televisi al-Manar mengutip sumber-sumber terpercaya menulis, salah satu delegasi ini yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Kairo terlibat di perundingan segitiga Israel, Mesir dan Amerika. Di perundingan ini mengkaji operasi koordinasi dengan tujuan mencegah operasi bersenjata anti rezim Israel di perbatasan Mesir.
         
        Delegasi keamanan Israel yang menindaklanjuti masalah ini tidak memiliki hubungan dengan dinas keamanan Israel lainnya. Masih menurut al-Manar, delegasi lain mengemban misi untuk mensukseskan tahapan final pelaksanaan kesepakatan di perang terbaru rezim ini di Jalur Gaza dengan pengawasan Mesir.
         
        Sumber ini menambahkan, salah satu delegasi keamanan Israel di Kairo selama beberapa jam dan sangat rahasia saling mengkaji kesepakatan terkait pembebasan tawanan masing-masing.
         
        Berdasarkan sumber ini, akar kerenggangan hubungan Mesir dan Rezim Zionis Israel adalah berbagai permasalahan yang harus diselesaikan kedua pihak. (IRIB Indonesia/MF)

        Tags:

      • Jasuli Ahmad
        Kesepakatan Senjata Ungkap Keharmonisan Hubungan Turki-Israel   Rabu, 2013 Februari 20 16:26    Khorsid Deli, seorang pengamat politik Turki menyatakan,
        Message 3 of 9 , Feb 20, 2013
        • 0 Attachment
          Kesepakatan Senjata Ungkap Keharmonisan Hubungan Turki-Israel 
           Rabu, 2013 Februari 20 16:26 
           
          Khorsid Deli, seorang pengamat politik Turki menyatakan, "Kontrak persenjataan terbaru antara rezim Zionis Israel dan Turki senilai 200 juta dolar, mengindikasikan bahwa pada hakikatnya tidak ada krisis dalam hubungan kedua pihak.":

            

           Dalam wawancaranya dengan Alalam (20/2), Deli mengatakan, kesepakatan penjualan senjata senilai ratusan juta dolar itu menunjukkan bahwa hubungan Turki dan Israel yang dalam beberapa tahun terakhir dikabarkan meregang ternyata tidak demikian. Akan tetapi menurut Deli bagi orang yang mengikuti perkembangan hubungan Turki dan Israel, maka akan jelas baginya bahwa kerenggangan hubungan tersebut tidak benar-benar terjadi.

            

           Keterakan hubungan dengan Israel itu dimanfaatkan oleh Turki untuk menggalang dukungan dari dunia Arab dan negara-negara Islam, agar Ankara dapat tampil sebagai kekuatan berpengaruh di kawasan.

            

           Analis politik itu menambahkan, "Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Turki dan Israel dilakukan secara rahasia, sementara di tingkat keamanan, kerjasama para pejabat kedua negara tetap harmonis."

            

           Dikatakannya pula bahwa dengan politik seperti Turki berusaha menyusupkan pengaruhya ke dunia Arab sehingga akan dikenal sebagai sebuah negara penentang program-program Zionis.

            

           Pada tahun 2002, ini Turki memesan empat pesawat AWACS (Airborne Warning and Control System) Boeing 737-700 dari Israel.

            

           Senin (17/2) koran Zaman terbitan Turki melaporkan bahwa  Israel telah menyerahkan  sistem elektronik udara yang akan diintegrasikan dengan pesawat militer AWACS kepada Turki. (IRIB Indonesia/MZ)
        • Ali Al Asytar
          http://www.livestation.com/en/press-tv Skandal dan Kefasadan Tak Berkesudahan Pejabat Zionis Rabu, 2013 Februari 20 15:05   Terungkapnya skandal baru para
          Message 4 of 9 , Feb 20, 2013
          • 0 Attachment
            http://www.livestation.com/en/press-tv

            Skandal dan Kefasadan Tak Berkesudahan Pejabat Zionis
            Rabu, 2013 Februari 20 15:05
             
            Terungkapnya skandal baru para pejabat Israel baru-baru ini memancing reaksi luas opini umum dan menguak parahnya kebobrokan dalam struktur politik rezim Zionis.

            Menyusul pengaduan seorang perempuan terhadap Menteri Pendidikan Israel yang mengaku menjadi korban pelecehan, penasehat kabinet Israel menginstruksikan penyelidikan terhadap skandal baru ini.

            Disebutkan bahwa perempuan itu melayangkan surat kepada PM Israel, Benyamin Netanyahu dan menyatakan bahwa dirinya telah menjadi korban pelecehan Menteri Pendidikan Israel, Gideon Sa'ar, dan meminta Netanyahu untuk tidak memilih Sa'ar dalam susunan kabinet barunya.

            Skandal baru ini mencuat di saat proses pengadilan terhadap Avigdor Lieberman, mantan menteri luar negeri rezim Zionis atas tuduhan korupsi dan penyimpangan politik, baru saja dimulai. Jika ia terbukti bersalah, dan jika ia divonis penjara lebih dari tiga bulan, maka Lieberman tidak akan dapat beraktivitas dalam kabinet selama tujuh tahun, dan akan kehilangan kursinya di parlemen. Lieberman sendiri langsung mengundurkan diri setelah menghadapi gugatan korupsi. Pasca pengunduran diri Lieberman, Netanyahu juga merangkap sebagai menlu untuk sementara.

            Terungkapnya skandal baru terhadap salah satu kandidat anggota kabinet Netanyahu, yang telah disusun oleh Shimon Peres, semakin menambah terjal jalan berliku pembentukan kabinet baru pasca pemilu.

            Rezim Zionis dikenal sebagai rezim penjajah yang memiliki watak anti-kemanusiaan di kancah internasional yang mengidap berbagai macam penyakit kronis korupsi dan kefasadan. Pada hakikatnya rezim Zionis memang sangat menonjol seakan para pejabat Israel saling berlomba dalam hal ini.

            Tzipi Livni, yang juga pernah menjabat sebagai menlu Zionis dalam wawancaranya dengan Times Israel, mengaku bahwa di masa tugasnya di Dinas Rahasia Israel (Mossad), dia harus berhubungan seks dengan sejumlah pejabat Arab untuk mengorek informasi dari mereka.

            Livni mengatakan berusaha keras menciptakan skandal dan menyusun berkas-berkas asusila para tokoh penting Arab dan dia sangat membanggakan aksinya itu dan bahkan jika diperlukan dia "tidak segan-segan melakukannya lagi."

            Masalah ini menunjukkan betapa parahnya dekadensi moral para pejabat rezim Zionis Israel. Melihat pada masyarakat Zionis dapat dipahami pula bahwa tatanan masyarakat Israel terbangun di atas pondasi kefasadan yang semakin meningkat.

            Pada hakikatnya, rezim Zionis merupakan pusat kefasadan yang lebih tinggi dari kefasadan yang terjadi di Barat. Hal ini juga tak jarang diakui media massa mainstream Barat. (IRIB Indonesia/MZ)






          • Jasuli Ahmad
            Menyingkap Hakikat Wahabisme; Allah Dalam Pandangan Ibnu Taimiyyah (Bagian Kedua) Kamis, 2013 Februari 21 11:22 27 ViewsFont Size Print SHARE Tweet it Digg it
            Message 5 of 9 , Feb 21, 2013
            • 0 Attachment

              Menyingkap Hakikat Wahabisme; Allah Dalam Pandangan Ibnu Taimiyyah (Bagian Kedua)

               
              Sepanjang hidupnya Ibnu Taimiyyah menulis banyak buku untuk menjelaskan ajaran dan pemikirannya. Banyak pemikiran dan fatwanya yang bertentangan dengan seluruh ulama, khususnya mengenai Allah dan sifat-sifat-Nya. Dia dan para pengikutnya meyakini bahwa Allah bersifat seperti apa yang difirmankan-Nya secara zahir ayat al-Quran. Dia menolak takwil ayat-ayat itu sehingga terjebak dalam pemikiran yang menyamakan Allah dengan jisim dan bersifat terbatas. Dia bahkan mengatakan bahwa Allah bertempat di suatu tempat tertentu.
               
              Ibnu Taimiyyah dan muridnya yang bernama Ibnu Qayyim Jauzi mengatakan, sebelum terciptanya alam semesta Allah berada di antara awan tebal, tanpa ada udara di atas maupun di bawahnya. Sementara saat itu tidak ada satupun makhluk di alam semesta. Menurutnya, ‘Arasy atau singgasana Allah berada di atas air.
               
              Kata-kata itu mengandung kontradiksi yang fatal. Sebab, dari satu sisi dia mengatakan saat itu belum ada satupun makhluk tapi di sisi lain dia mengatakan Allah berada di antara awan yang tebal. Padahal, awan adalah satu makhluk ciptaan Allah. Karena itu sulit untuk memahami bagaimana mungkin awan sudah ada sebelum Allah mencipta? Bagaimana mungkin seorang muslim yang mengerti akan ajaran Islam bisa mempercayai kata-kata yang mengesankan Allah laksana satu makhluk lemah yang terperangkap di antara awan tebal yang menyelimuti-Nya? Islam menyatakan bahwa tidak ada suatu apapun yang meliputi Allah. Dialah yang meliputi segala sesuatu, dan bukan diliputi. Ungkapan pemikiran ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang hakiki.
               
              Kaum Wahhabi juga meyakini bahwa Allah berada di suatu tempat dan arah tertentu. Selain meyakini Allah sebagai wujud berjisim dengan kriteria perilaku jasmani, mereka juga berbicara tentang tempat Allah di atas langit. Dalam kitabMinhaj al-Sunnah, Ibnu Taimiyyah mengatakan, "Udara ada di atas bumi. Awan berada di atas udara Langit di atas awan dan bumi. Arasyada di atas semua langit, dan Allah ada di atas semua itu." Ibnu Taimiyyah dengan esktrim menyatakan, "Siapa saja yang mengatakan bahwa Allah bisa dilihat tapi tak memahami arah ketinggian bagi-Nya berarti secara logika kata-katanya tidak benar."
               
              Coba perhatikan kata-kata itu dengan firman Allah di dalam al-Quran yang dengan tegas dan jelas menyebutkan, "Timur dan Barat adalah milik Allah. kemana saja engkau menghadap maka di sanalah Allah. Allah Maha Kaya lagi Maha Mengetahui." (Q.S. al-Baqarah: 115).
               
              Di surat as-Sajdah ayat 4 Allah Swt juga berfirman,"Lalu Dia bersemayam atas Arasy." Ayat 5 surat Thaha menyebutkan,"Ar-Rahman berkuasa atas Arsy". Sedangkan di ayat 4 surat al-Hadid disebutkan,"Lalu dia berada di atas singgasana dan memerintahkan apa yang turun ke bumi." Ayat-ayat ini dimaknai oleh Wahhabi dengan makna lahiriyahnya sehingga mereka mengatakan bahwa Allah berada di atas singgasana dengan kebesaran dan kelayakan penguasa yang terkadang penyifatan ini lebih mirip dengan lelucon. Mereka mengatakan pula bahwa Allah punya berat yang sangat besar dan duduk di atas singgasana-Nya. Ibnu Taimiyyah yang pemikirannya merupakan rujukan utama ajaran Salafi dan Wahhabi mengklaim bahwa dari semua arah, Allah lebih besar seukuran empat jari-Nya dari singgasana-Nya. Dia mengatakan, "Allah Swt ada di atas singgasana danArasyIlahi berbentuk seperti kubah di atas langit. Karena beratnya Allah, ‘Arasyitu mengeluarkan bunyi."
               
              Ibnu Qayyim dan para ulama Wahhabi tidak pernah merasa sungkan untuk berbicara tentang Allah dengan gambaran yang mengingatkan kita pada khayalan anak-anak. Mereka mengatakan, ‘ArasyIlahi memiliki ketebalan yang ukurannya sama dengan jarak antara dua langit.. Menurut mereka di langit ketujuh terdapat hamparan lautan yang luas. Semua itu mereka ucapkan tanpa ada dasar atau penjelasan dari ayat al-Quran maupun hadis Nabi maupun riwayat dari para sahabat.
               
              Salah satu sifat Allah adalah Maha Kaya dan tidak memerlukan sesuatu apapun. Hal itu ditegaskan dalam banyak ayat suci al-Quran diantaranyasurat al-Baqarahayat 267,"Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". Sifat ini dikenalkan sendiri oleh Allah Swt dalam firman-firmannya dan melalui pendekatan logika, kita bisa memahami makna ketidakbutuhan Allah kepada yang lain. kitab suci al-Quran mengajak kita untuk memnggunakan akal dan nalar. Dalam banyak kesempatan kitab suci ini menyeru mereka yang mengingkari kebenaran untuk membawakan bukti yang bisa mendukung klaim mereka.
               
              Bersemayamnya Allah di atas ‘Arasyseperti disebutkan secara harfiyah oleh sejumlah ayat al-Quran adalah kinayah atau kiasan mengenai kekuasaan Allah yang mengatur alam semesta ini. Dengan kata lain, manajerial alam semesta ada di tangan-Nya. Ayat-ayat tadi menyatakan bahwa alam semesta berjalan dengan kehendak Allah dan Dialah yang mengatur segala sesuatunya baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Semuanya tunduk pada aturan dan ketentuan Ilahi. Karena itulah Allah mengenalkan diri-Nya dengan nama Rabb yang mengandung arti Tuhan yang mengatur alam.
               
              Sayangnya, meski akal bisa menalar dan mencarikan penyelesaian untuk memahami ayat-ayat seperti ini, kaum Salafi dan Wahhabi justeru melangkah di jalan yang lain. Mereka menyebut ‘Arasytak ubahnya bagai singgasana tempat para penguasa duduk dengan kebesarannya. Pengartian‘Arasyseperti ini jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam dan aturan logika. Mereka mengatakan bahwa Allah duduk di atas singgasana yang sangat besar yang dipikul oleh delapan makhluk dengan tubuh raksasa di lautan yang terhampar di atas langit ketujuh. Mereka juga mengatakan bahwa singgasana Ilahi disangga oleh beberapa pilar yang jika salah satunya tidak ada maka arasy akan ambruk dan jatuh ke bumi.
               
              Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as yang oleh Nabi Saw disebut dengan gelar pintu kota ilmu mengatakan, "Allah menciptakan ‘Arasy untuk menunjukkan kekuasaan-Nya bukan untuk duduk di atasnya."(IRIB Indonesia)
            • Jasuli Ahmad
              Zig Zag Ankara yang Menuai Hujan Protes Kamis, 2013 Februari 21 13:12 88 ViewsFont Size Print SHARE Tweet it Digg it Google   Ratusan warga Turki berunjuk
              Message 6 of 9 , Feb 21, 2013
              • 0 Attachment

                Zig Zag Ankara yang Menuai Hujan Protes

                 
                Ratusan warga Turki berunjuk rasa menentang vonis terhadap lebih dari 300 orang yang dinyatakan terlibat aksi subversif melawan pemerintah Ankara. Para tersangka termasuk figur berpengaruh di tubuh militer, kepolisian, pengacara, akademisi dan jurnalis. Keputusan final terhadap nasib mereka akan ditetapkan dalam beberapa pekan mendatang. Para pemrotes berkeyakinan bahwa penangkapan dan putusan terhadap mereka tidak adil dan sepenuhnya politis karena tidak didukung bukti yang memadai. Kini pengadilan terhadap para tokoh terkemuka terutama dari kalangan militer dari yang masih aktif hingga pensiun menjadi isu media paling panas di negara itu.
                 
                Keputusan tersebut ditinjau dari kacamata kubu oposan memiliki tiga tujuan. Pertama, langkah ini dilakukan pemerintah untuk melemahkan kekuatan oposisi terutama pihak militer, dan menjauhkan mereka dari arena politik.Kedua, menciptakan sarana yang lebih kuat untuk meningkatkan kekuatan politik Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) sebagai incumbentKetiga, sebagai bentuk "balas dendam" individu dan kelompok terhadap pihak lain.
                 
                Sejumlah analis politik berkeyakinan bahwa AKP mengkhawatirkan ancaman kudeta militer pada tiga dekade, 60, 70 dan 80. Untuk itu, sebagian dari mereka berupaya membatasi peran militer di ranah politik dan mengembalikannya ke barak. Selain itu, negara demokratis yang dipahami penguasa Ankara adalah meminimalisir peran militer yang begitu kuat di Turki.
                 
                Di sisi lain, Uni Eropa senantiasa mendesak pemerintah Ankara untuk memperbaharui peran militer di arena politik sebagai salah satu persyaratan tidak tertulis bagi keanggotaan Turki di organisasi negara-negara Eropa itu. Sebagian analis politik lainnya memandang sejak Turki modern berdiri, militer memainkan peran sentral sebagai benteng yang melindungi pemerintahan sekular bentukan Kemal Ataturk. Bahkan militer meminta Uni Eropa untuk menerima model khas militer sebagai "pengawal setia" Ataturkisme di negara mayoritas Muslim itu.
                 
                Para politikus dan pejabat Turki terutama dari Partai Keadilan dan Pembangunan yang memiliki kecenderungan sebagai Islamis, berupaya menyingkirkan kubu militer sebagai pendukung setia Sekularisme.
                 
                Para analis politik lainnya menilai menuver politik pemerintah Ankara dipicu oleh friksi pribadi antara tokoh partai Keadilan dan Pembangunan terutama Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dengan para komandan militer Turki. Sebelumnya Erdogan pernah berkata "Menara masjid adalah senjata-senjata kami dan kubahnya adalah penutup kepalanya," Bagi kubu militer, statemen Erdogan itu menjadi lonceng peringatan naiknya kubu Islamis yang akan menggusur sekularisme Ataturk.
                 
                 
                Keputusan pemerintah Ankara menyeret sejumlah tokoh militer dan lapisan masyarakat lainnya yang memicu protes luas di tengah masyarakat Turki memiliki agenda tersembunyi untuk mengamankan kepentingan politik pemerintah yang kini dikuasai Partai Keadilan dan Pembangunan. Dan kini penentangan terhadap keputusan kubu AKP tersebut semakin meluas.
                 
                Di luar kekhawatiran kubu militer terhadap manuver AKP tersebut, rakyat Turki mempersoalkan sikap zig zag partai yang dicap "kubu Islamis" ini, yang ternyata  justru mengekor kebijakan Barat terutama Amerika Serikat di kawasan. Gelombang protes mengalir deras dari rakyat Turki yang menentang intervensi Ankara dalam urusan internal negara tetangganya Suriah. Mereka juga menentang ambiguitas Ankara terhadap Tel Aviv. Inilah hujan protes yang sedang menyiram Ankara.(IRIB Indonesia/PH)
              • Jasuli Ahmad
                Arab Saudi Sewa Militer Yordania Tumpas Demonstrasi di Dalam Negeri Arab Saudi menyewa tentara Yordania untuk menumpas aksi demo damai rakyatnya.   Kantor
                Message 7 of 9 , Mar 15, 2013
                • 0 Attachment

                  Arab Saudi Sewa Militer Yordania Tumpas Demonstrasi di Dalam Negeri


                  Arab Saudi menyewa tentara Yordania untuk menumpas aksi demo damai rakyatnya.
                   
                  Kantor Berita Irak, Buratha News Jumat (15/3) melaporkan, petinggi keamanan Arab Saudi menandatangani kesepakatan pengiriman ribuan militer Yordania ke Riyadh dengan sejawat mereka dari Amman untuk menumpas demonstran di negara ini.
                   
                  Laporan Buratha News menunjukkan, berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada 11 Maret 2013 di Amman, Yordania akan mengirim 4.000 tentaranya ke Arab Saudi untuk membantu militer negara ini menumpas aksi demo damai rakyat.
                   
                  Di laporan ini disebutkan, empat ribu tentara Yordania tersebut akan mendapat gaji bulanan dan tempat tinggal serta mendapat berbagai fasilitas lainnya.
                   
                  Pengamat politik meyakini bahwa rezim al-Saud dengan berbagai dalih termasuk meluasnya aksi demo rakyat dan bergabungnya sejumlah petinggi militer serta pengadilan ke barisan demonstran mulai menarik militer asing untuk membantunya menumpas aksi demo rakyatnya sendiri.
                   
                  Para pemerhati juga menilai pengunduran diri Nayef bin Ali al-Qafari, jaksa agung Arab Saudi menunjukkan solidaritas sejumlah petinggi negara ini terhadap para demonstran.
                   
                  Aksi demo anti pemerintah di Arab Saudi meletus sejak April 2011, khususnya di wilayah timur Arab Saudi. (IRIB Indonesia/MF/NA)



                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.