Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Bendera GAM Sempat Berkibar Di Jambo Aye

Expand Messages
  • Acheh Watch
    Bendera GAM Sempat Berkibar Di Jambo Aye Aceh Utara - Bersamaan dengan Milad GAM ke-36, dua bendera berlambang bulan bintang sempat berkibar di salah satu
    Message 1 of 15 , Dec 5, 2012
      Bendera GAM Sempat Berkibar Di Jambo Aye









      Aceh Utara - Bersamaan dengan Milad GAM ke-36, dua bendera berlambang bulan bintang sempat berkibar di salah satu pohon kapas setinggi 30 meter di pinggir jalan sawah, antara perbatasan Desa Matang Maneh dengan Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Selasa (04/12/2012).

      Keberadaan bendera GAM tersebut pertama kali diketahui oleh warga yang melintas sekitar pukul 09.00 WIB, kemudian temuan itu dilaporkan kepada anggota TNI dan Polri yang sedang melakukan patroli.

      “Setelah mendapatkan laporan dari warga, anggota langsung menuju lokasi untuk menurunkan bendera yang dibantu anggota Koramil,“ sebut Kapolres Aceh Utara melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Mukhtar.

      Sementara itu, mantan Panglima Daerah IV Pase, Abu Kasem, terkait temuan bendera tersebut mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan pengibaran bendera yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab.

      “Yang lelas pihak KPA tidak terlibat karena sebelumnya sudah ada instruksi untuk tidak mengibarkan bendera bulan bintang pada saat milad,”  terang Abu Kasem.[] http://wartaaceh.com/bendera-gam-sempat-berkibar-di-jambo-aye/



       
      Peringatan Milad 4 Desember Di Alam Maya 

      Oleh: Sekretariat ASNLF

      http://www.youtube.com/watch?v=n_LArpd-sso


      Foto: Perayaan milad Aceh Merdeka oleh perwakilan ASNLF Malaysia di Kuala Lumpur


      Kru seumangat...!! Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT. perayaan hari besar Pernyataan Kembali Kemerdekaan Aceh yang ke-36 pada tanggal 4 Desember 2012 berjalan dengan lancar. 

      Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Aceh di seluruh dunia tak pernah absen dalam merayakan peringatan hari ulang tahun Aceh Merdeka. Hiruk pikuk konflik dan ancaman senjata militer Indonesia bahkan tak pernah mampu meredam semangat suka cita masyarakat dalam mensyukuri dan mengenang jasa para syuhada yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka demi mempertahankan kedaulatan Negara Aceh Merdeka. 

      Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, yang telah memungkinkan para aktivis untuk melakukan pergerakan massa di dunia maya tanpa harus mengadakan mobilisasi terang-terangan yang tentunya dapat menimbulkan resiko tinggi, ide-ide baru pun bermunculan untuk memeriahkan salah satu hari yang paling bersejarah dalam perjuangan bangsa Aceh tersebut. Salah satu aksi paling aktual dalam rangka memperingati ulang tahun AM ini dapat ditemukan pada jejaring sosial terkemuka, facebook.com. 

      Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF), secara terang-terangan mempublikasikan acara peringatan 4 Desember pada halaman Facebook resminya yang beralamat di www.facebook.com/AchehSumatraNationalLiberationFront. Jauh-jauh hari mereka sudah mengirimkan undangan elektronik yang secara spontan menyebar hampir ke 3.000 undangan. Aksi yang mereka lakukan tidaklah sia-sia. 

      Hasilnya mereka pun banyak menerima komentar-komentar positif dari komunitas Aceh yang berupa ucapan selamat, do’a, serta dukungan moral atas perjuangan yang sedang dijalankan. Bahkan rekan-rekan dari Papua Barat pun turut menyampaikan suka cita dan ucapan selamat seperti yang disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Papua Kota Yogyakarta dalam untaian kalimat: “Tetaplah Semangat dan Teruslah Berjuang Untuk Merebut Kembali Kemerdekaan Bangsa Aceh” 

      Selain event perayaan yang digagas oleh ASNLF, terdapat pula bentuk peringatan unik lainnya yang menyebar di jejaring Facebook yang sudah dimulai dari tanggal 1 Desember 2012, yaitu himbauan untuk menggunakan gambar bendera bintang bulan (bendera Aceh) sebagai foto profil. Cara unik tersebut merupakan gagasan dari seorang aktivis muda di komunitas maya Mundzir Bin Muntasir. Himbauannya tersebut ternyata mendapat sambutan hangat dari pengguna FB lainnya. Satu per satu foto profil Facebookers Aceh pun berubah merah. 

      Mundzir, penggagas ide tersebut, menyatakan bahwa ia secara spontan berinisiatif untuk mengajak rekan-rekan Aceh pengguna Facebook mengganti foto profil mereka dengan gambar bendera bintang bulan mulai dari tanggal 1 Desember 2012 sampai dengan tanggal 5 Desember 2012. Menurutnya, ide tersebut muncul dari spekulasi yang beredar di jejaring sosial terhadap rencana pengibaran bendera Aceh pada perayaan ulang tahun Aceh Merdeka. Mengingat besarnya resiko yang harus dihadapi untuk melakukan pengibaran bendera secara massal, maka ia mengajukan opsi kepada facebookers Aceh untuk bersuara lewat jalur maya.

      Mundzir menambahkan, “Tentunya kita masih teringat akan peristiwa tragedi Simpang KKA, Rumoh Geudong, Arakundo, dan lain sebagainya, dimana rakyat sipil Aceh telah dihilangkan hak-haknya secara brutal oleh kebiadaban militer Republik. Kita berharap dengan izin Allah, agar kejadian-kejadian tersebut tidak akan terulang lagi di bumi Serambi Mekah. 

       Namun kita juga tidak menginginkan jika perjuangan bangsa Aceh harus diredam dan ditiadakan oleh sikap ketakutan yang ditanamkan oleh sistem penjajahan Indonesia. Maka kita harus menggunakan segala kemudahan dan kesempatan yang ada untuk meneriakkan suara hati rakyat, termasuk dengan memobililasi massa di alam maya,” ujarnya melalui chating Facebook

      http://www.youtube.com/watch?v=n_LArpd-sso


      21 views 
         





    • Acheh Watch
      Jubir ASNLF Pasee : Mengutuk Atas Penurunan Bendera Bintang Bulan Di Lhoksemawe   ...   Peringatan Milad 4 Desember Di Alam Maya  Oleh: Sekretariat ASNLF
      Message 2 of 15 , Dec 6, 2012

        Jubir ASNLF Pasee : Mengutuk Atas Penurunan Bendera Bintang Bulan Di Lhoksemawe

         
        Banda Aceh,Acehheadline. Wartawan The Aceh Headline tadi setelah shalat subuh (05.15) di hubungi oleh Abu Sumatra yang mengaku dirinya sebagai juru bicara Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF/AM) wilayah pasee melalui telfon selulernya. Selasa, 4 Desember 2012 
         
        Ia, mengatakan melalui telfon selulernya dan diperkuat melalui sms kepada The Aceh Headline, mereka telah menaikkan Bendera Bintang Bulan dalam rangka memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ke 36 dan ini sebagai wujud pembuktian kepada Negara internasional bahwa inilah Bendera Aceh yang sebenarnya.
         
        Adapun tujuan pengibaran bendera Bintang Bulan ini adalah sebagai bentuk memlanjutkan perjuangan Tgk. Muhammad Hasan DI Tiro yaitu untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia. Kami dari ASNLF/AM mengutuk aparat kepolisian dan KPA lhoksemawe atas pengejaran anggota dan penurunan bendera kami di Desa Banda Masen Kota Lhoksemawe. Ujar Abu Sumatra.
         
        Di sela sela penutupan perbincangannya denga Wartawan The Aceh Headline, ia sempat berpesan yang bahwa kalau ada yang ingin klarifikasi tentang pernyataan saya ini dari pihak manapun baik itu kepolisian silahkan telfon saya melauli nomor Handphoen saya yang telah saya titipkan kepada Redaksi. Tutupnya The Aceh Headline. (Mirdha P)
         
        Isi SMS Yang Masuk Ke Redaksi The Aceh Headline :
        ABU SUMATRA : JURU BICARA ASNLF
        BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENGIBARAN BENDERA BINTANG BULAN YANG DIKIBARKAN OLEH ANGGOTA ASNLF DISELURUH ACEH, KAMI MENGUTUK SERDADU INDONESIA DAN KELOMPOK MILISI (KPA) YANG MENGEJAR ANGGOTA KAMI DE DESA BANDA MASEN KOTA LHOKSEMAWE
        .
        -----------------------------------------------
         
        Peringatan Milad 4 Desember Di Alam Maya 

        Oleh: Sekretariat ASNLF

        http://www.youtube.com/watch?v=n_LArpd-sso

        Foto: Perayaan milad Aceh Merdeka oleh perwakilan ASNLF Malaysia di Kuala Lumpur


        Kru seumangat...!! Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT. perayaan hari besar Pernyataan Kembali Kemerdekaan Aceh yang ke-36 pada tanggal 4 Desember 2012 berjalan dengan lancar. 

        Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Aceh di seluruh dunia tak pernah absen dalam merayakan peringatan hari ulang tahun Aceh Merdeka. Hiruk pikuk konflik dan ancaman senjata militer Indonesia bahkan tak pernah mampu meredam semangat suka cita masyarakat dalam mensyukuri dan mengenang jasa para syuhada yang telah mengorbankan jiwa dan raga mereka demi mempertahankan kedaulatan Negara Aceh Merdeka. 

        Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, yang telah memungkinkan para aktivis untuk melakukan pergerakan massa di dunia maya tanpa harus mengadakan mobilisasi terang-terangan yang tentunya dapat menimbulkan resiko tinggi, ide-ide baru pun bermunculan untuk memeriahkan salah satu hari yang paling bersejarah dalam perjuangan bangsa Aceh tersebut. Salah satu aksi paling aktual dalam rangka memperingati ulang tahun AM ini dapat ditemukan pada jejaring sosial terkemuka, facebook.com. 

        Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF), secara terang-terangan mempublikasikan acara peringatan 4 Desember pada halaman Facebook resminya yang beralamat di www.facebook.com/AchehSumatraNationalLiberationFront. Jauh-jauh hari mereka sudah mengirimkan undangan elektronik yang secara spontan menyebar hampir ke 3.000 undangan. Aksi yang mereka lakukan tidaklah sia-sia. 

        Hasilnya mereka pun banyak menerima komentar-komentar positif dari komunitas Aceh yang berupa ucapan selamat, do’a, serta dukungan moral atas perjuangan yang sedang dijalankan. Bahkan rekan-rekan dari Papua Barat pun turut menyampaikan suka cita dan ucapan selamat seperti yang disampaikan oleh Aliansi Mahasiswa Papua Kota Yogyakarta dalam untaian kalimat: “Tetaplah Semangat dan Teruslah Berjuang Untuk Merebut Kembali Kemerdekaan Bangsa Aceh” 

        Selain event perayaan yang digagas oleh ASNLF, terdapat pula bentuk peringatan unik lainnya yang menyebar di jejaring Facebook yang sudah dimulai dari tanggal 1 Desember 2012, yaitu himbauan untuk menggunakan gambar bendera bintang bulan (bendera Aceh) sebagai foto profil. Cara unik tersebut merupakan gagasan dari seorang aktivis muda di komunitas maya Mundzir Bin Muntasir. Himbauannya tersebut ternyata mendapat sambutan hangat dari pengguna FB lainnya. Satu per satu foto profil Facebookers Aceh pun berubah merah. 

        Mundzir, penggagas ide tersebut, menyatakan bahwa ia secara spontan berinisiatif untuk mengajak rekan-rekan Aceh pengguna Facebook mengganti foto profil mereka dengan gambar bendera bintang bulan mulai dari tanggal 1 Desember 2012 sampai dengan tanggal 5 Desember 2012. Menurutnya, ide tersebut muncul dari spekulasi yang beredar di jejaring sosial terhadap rencana pengibaran bendera Aceh pada perayaan ulang tahun Aceh Merdeka. Mengingat besarnya resiko yang harus dihadapi untuk melakukan pengibaran bendera secara massal, maka ia mengajukan opsi kepada facebookers Aceh untuk bersuara lewat jalur maya.

        Mundzir menambahkan, “Tentunya kita masih teringat akan peristiwa tragedi Simpang KKA, Rumoh Geudong, Arakundo, dan lain sebagainya, dimana rakyat sipil Aceh telah dihilangkan hak-haknya secara brutal oleh kebiadaban militer Republik. Kita berharap dengan izin Allah, agar kejadian-kejadian tersebut tidak akan terulang lagi di bumi Serambi Mekah. 

        Namun kita juga tidak menginginkan jika perjuangan bangsa Aceh harus diredam dan ditiadakan oleh sikap ketakutan yang ditanamkan oleh sistem penjajahan Indonesia. Maka kita harus menggunakan segala kemudahan dan kesempatan yang ada untuk meneriakkan suara hati rakyat, termasuk dengan memobililasi massa di alam maya,” ujarnya melalui chating Facebook

         
        Milad 4 Désèmbèr 2012 uléh ASNLF Sagoë Malaya:
         
        Milad 4 Désèmbèr 2012 uléh ASNLF Sagoë Swedia:
         
        Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Denmark:
         
         
         




         
      • Acheh Watch
        ASNLF Klaim Berhasil Rayakan Hari Kemerdekaan Aceh Kamis, 6 Desember 2012 | 10:11:10 | 66 Views Dokumentasi ketika GAM di deklarasikan oleh Hasan Tiro tempo
        Message 3 of 15 , Dec 6, 2012

          ASNLF Klaim Berhasil Rayakan Hari "Kemerdekaan" Aceh

          Kamis, 6 Desember 2012 | 10:11:10 | 66 Views
          Dokumentasi ketika GAM di deklarasikan oleh Hasan Tiro tempo dulu.[Facebook]











          Banda Aceh,BN-"Kru Seumangat, Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, perayaan hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh pada tanggal 4 Desember 2012 yang dikoordinir oleh Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah berhasil diselenggarakan dengan selamat".Itulah penggalan kata ketika ASNLF memulai release nya yang di terima media ini, Kamis [6/12] pukul 07.25 WIB.


          Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara global, yakni mencakup berbagai belahan dunia. Melalui jaringan Perwakilan ASNLF di berbagai negara, serta melalui kerja sama yang baik dengan masyarakat Aceh di negara yang bersangkutan, ASNLF sukses memperingati milad AM lintas benua - mulai dari Kanada sampai dengan Australia, lanjut mereka dalam release yang di tanda tangani oleh Madinatul Fajar.


          "Kemajuan pesat di tahun pertama setelah pengaktifan kembali organisasi ASNLF ini, telah membangkitkan kembali semangat juang bangsa Aceh, yang berusaha dipadamkan dengan berbagai ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung-jawab. Tipu muslihat yang mereka publikasikan untuk menggagalkan aksi-aksi rakyat dalam menyambut 4 Desember pun telah berhasil kita lumpuhkan dengan bukti nyata kerja pejuang-pejuang AM di lapangan. Hasilnya, Bendera Bulan Bintang pun berkibar di berbagai belahan dunia", urai kepala sekretariat ASNLF itu.


          Kerja sama yang solid, sambung dia, dari anggota dan pendukung ASNLF di Aceh khususnya, memang patut mendapatkan pujian. Mulai dari tanggal 1 Desember 2012, bendera Aceh sudah mulai dikibarkan di beberapa tempat di kawasan Lhokseumawe. Pada hari-hari selanjutnya, bintang bulan berhasil pula dikibarkan di tempat lainnya seperti di Banda Aceh, Pidie, Ulee Gle, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan di berbagai kawasan lainnya di seluruh Aceh.


          Selain kegiatan penaikan Bendera, aktivis-aktivis ASNLF juga melakukan aksi penempelan stiker bergambarkan burak-singa dan bendera Aceh Merdeka pada kendaraan-kendaraan bermotor di seputaran kota Banda Aceh. Kegiatan yang dilakukan dini hari tanggal 4 Desember tersebut menargetkan mobil-mobil berplat merah (pemerintah) dan juga loreng (militer), seperti pada kendaraan yang terparkir di Polantas kota Banda Aceh, Kesdam Iskandar Muda, Hotel Medan, Hotel Madinah, Jembatan RSUZA, termasuk juga pada kendaraan patroli polisi yang sedang berhenti di lampu merah simpang Safiatuddin.


          Meskipun mendapat ancaman dari polri dan penguasa-penguasa lokal yang pro-Indonesia melalui publikasi media lokal, aksi-aksi tersebut telah dilaksanakan dengan sukses sebagai bentuk kebebasan berekspresi masyarakat. Kebebasan ini lah yang secara nyata telah diinjak-injak dengan segala macam ancaman yang tidak mengindahkan penerapan hak-hak azasi manusia. Sebagai contoh, ketua DPW KPA/PA Aceh Barat menyatakan: "... kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak di tempat." Ancaman tersebut merujuk pada ultimatum ketua PA itu sendiri yang mengharamkan penggunaan bendera bulan bintang dalam aksi peringatan 4 Desember.


          Ironisnya, di saat legislatif lokal Aceh sedang berusaha meloloskan qanun bendera untuk menggunakan bulan bintang sebagai bendera daerah Aceh, petinggi partai lokal justru mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang melarang rakyat mengekspresikan diri menggunakan bendera yang dimaksud. Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati Jakarta saja. 


          Ultimatum senada juga disampaikan Kapolda Aceh bahwa siapa saja yang menaikkan bendera bintang bulan akan ditindak. Sebagai tambahan, pengawalan ketat juga dilakukan oleh gabungan pihak militer dan polisi Indonesia yang bekerja sama dengan pasukan milisi partai lokal yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal satu Desember. Pengawalan tersebut dilakukan dengan cara ronda ke pelosok-pelosok kampung untuk menimbulkan intimidasi di masyarakat dalam mengantisipasi penaikan Bendera Aceh Merdeka - bulan bintang.


          Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat tersebut, para aktivis kemerdekaan bersikeras mengambil resiko demi menyampaikan pernyataan sikap dan menyuarakan aspirasi rakyat. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Aceh sudah sadar akan hak-hak mereka, sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan di Aceh termanifestasikan dalam aksi-aksi yang dimaksud.


          Seperti yang telah diberitakan di media massa, juru bicara ASNLF untuk wilayah Pase, Abu Sumatra, mengutuk tindakan penurunan bendera-bendera Aceh Merdeka yang telah dilakukan oleh aparat keamanan dan satgas KPA/PA. Ia menegaskan bahwa penaikan Bintang Bulan tersebut adalah bentuk pernyataan kepada dunia internasional, ?inilah bendera Aceh yang sebenarnya?. Ia juga menambahkan bahwa aksi tersebut juga merupakan bentuk kelanjutan perjuangan untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia.


          Dari luar negeri, dedikasi yang tinggi dari perwakilan ASNLF di Malaysia juga patut mendapatkan penghargaan istimewa. Sudah lama bangsa Aceh menanti aksi-aksi baru dari pejuang AM di Malaysia yang sedari dulu terkenal sebagai salah satu negara basis Aceh Merdeka. Dan pada perayaan milad kali ini, mereka telah membuktikan bahwa komunitas pejuang di negara tersebut masih wujud. Dalam kata sambutannya, yang ia dibacakan secara langsung, ketua perwakilan menghimbau masyarakat Aceh di negara tersebut untuk bersatu padu dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa Aceh dibawah payung ASNLF, yang telah diaktifkan kembali di Denmark pada April lalu.


          "Di Australia, perayaan 4 Desember dipusatkan di sebuah lapangan di kota Sydney dengan aksi pengibaran bendera Bintang Bulan pada jam 11 di pagi hari. Penggerekan bendera tersebut diiringi dengan kumandang azan dan disaksikan oleh sekitar dua puluh orang warga Aceh yang bermukim di seputar kota Sydney. Pada kesempatan tersebut, ketua ASNLF perwakilan Australia, yang bertindak sebagai inspektur acara, berkesempatan menyampaikan amanat ketua presidium ASNLF Pusat. Sedangkan di malam harinya, telah pula dilakukan do?a samadiah bersama oleh 80 orang peserta, termasuk kaum hawa berserta anak-anak, yang ditujukan kepada para syuhada yang gugur memperjuangkan Aceh Merdeka," sampai mereka ke berbagai redaksi media massa. 


          Selain itu, kegiatan serupa telah berhasil juga dilaksanakan di negara-negara lain, seperti di Swedia dan Denmark. Keglobalan perayaan Hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh tahun ini menandakan bahwa perjuangan bangsa Aceh dalam menuntut kemerdekaan masih terus berlanjut di berbagai belahan dunia.


          "Untuk itu, kami dari ASNLF pusat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua bangsa Aceh, khususnya yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi terlaksananya milad 4 Desember tahun ini. Penghargaan kami yang setinggi-tinginya juga kami sampaikan kepada perwakilan-perwakilan ASNLF di luar negeri yang juga telah sukses mengibarkan alam pusaka di tempat masing-masing," demikian isi release yang mengaku dari ketua Sekretariat ASNLF itu[release].
          http://bongkarnews.com/beta/view.php?newsid=3943


        • Acheh Watch
          Aceh » Milad GAM Di Peringati Berbeda Di Luar Negeri, Ini Dia Fotonya? Kamis, 06 Desember 2012 Share berita ini : Sydney | acehtraffic.com- Organisasi yang
          Message 4 of 15 , Dec 6, 2012
            Aceh »

            Milad GAM Di Peringati Berbeda Di Luar Negeri, Ini Dia Fotonya?

            Kamis, 06 Desember 2012

            Share berita ini :

































            Sydney | acehtraffic.comOrganisasi yang mengaku Aceh Sumatera National Liberation Front (Asnlf) dalam rilis yang diterima redaksi mengaku memperingati hari lahir Gerakan Aceh Merdeka bentukan Hasan Tiro di berbagai belahan dunia? Kamis 6 Desember 2012.


            Dalam rilisnya organisasi yang dikirim oleh Tengku Madinatul Fajar itu mengklaim telah merayakan hari pendeklarasikan Aceh Merdeka di Australia yang dipusatkan di sebuah lapangan di kota Sydney dengan aksi pengibaran bendera Bintang Bulan pada jam 11 di pagi hari.


            Penggerekan bendera tersebut diiringi dengan kumandang azan dan disaksikan oleh sekitar dua puluhan warga Aceh yang bermukim di seputar kota Sydney Australia.


            Sedangkan di malam harinya, katanya telah dilakukan do’a samadiah bersama oleh 80 orang peserta, termasuk kaum hawa berserta anak-anak, yang ditujukan kepada para syuhada yang gugur memperjuangkan Aceh Merdeka.


            Selain itu, kegiatan serupa telah berhasil juga dilaksanakan di negara-negara lain, seperti di Swedia,Denmark, Malaysia dan Australia. Dalam rilis tersebut juga disebutkan bahwa ASNLF telah diaktifkan kembali di Denmark pada April lalu 2012 lalu dan melakukan kegiatan kembali seperti Asnlf dimasa silam.


            Para pejabat atau tengku-tengku dalam organisasi itu sepertinya berada di kejauhan diluar negeri sana,  juga mengklaim telah berhasil mengibarkan bendera Aceh Merdeka di sejumlah tempat di Aceh | AT | RD | RILIS|



















            ======================================

             

            ASNLF Klaim Berhasil Rayakan Hari "Kemerdekaan" Aceh

            Kamis, 6 Desember 2012 | 10:11:10 | 66 Views


            Dokumentasi ketika GAM di deklarasikan oleh Hasan Tiro tempo dulu.[Facebook]



            Banda Aceh,BN-"Kru Seumangat, Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, perayaan hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh pada tanggal 4 Desember 2012 yang dikoordinir oleh Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah berhasil diselenggarakan dengan selamat".Itulah penggalan kata ketika ASNLF memulai release nya yang di terima media ini, Kamis [6/12] pukul 07.25 WIB.


            Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara global, yakni mencakup berbagai belahan dunia. Melalui jaringan Perwakilan ASNLF di berbagai negara, serta melalui kerja sama yang baik dengan masyarakat Aceh di negara yang bersangkutan, ASNLF sukses memperingati milad AM lintas benua - mulai dari Kanada sampai dengan Australia, lanjut mereka dalam release yang di tanda tangani oleh Madinatul Fajar.


            "Kemajuan pesat di tahun pertama setelah pengaktifan kembali organisasi ASNLF ini, telah membangkitkan kembali semangat juang bangsa Aceh, yang berusaha dipadamkan dengan berbagai ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung-jawab. Tipu muslihat yang mereka publikasikan untuk menggagalkan aksi-aksi rakyat dalam menyambut 4 Desember pun telah berhasil kita lumpuhkan dengan bukti nyata kerja pejuang-pejuang AM di lapangan. Hasilnya, Bendera Bulan Bintang pun berkibar di berbagai belahan dunia", urai kepala sekretariat ASNLF itu.


            Kerja sama yang solid, sambung dia, dari anggota dan pendukung ASNLF di Aceh khususnya, memang patut mendapatkan pujian. Mulai dari tanggal 1 Desember 2012, bendera Aceh sudah mulai dikibarkan di beberapa tempat di kawasan Lhokseumawe. Pada hari-hari selanjutnya, bintang bulan berhasil pula dikibarkan di tempat lainnya seperti di Banda Aceh, Pidie, Ulee Gle, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan di berbagai kawasan lainnya di seluruh Aceh.


            Selain kegiatan penaikan Bendera, aktivis-aktivis ASNLF juga melakukan aksi penempelan stiker bergambarkan burak-singa dan bendera Aceh Merdeka pada kendaraan-kendaraan bermotor di seputaran kota Banda Aceh. Kegiatan yang dilakukan dini hari tanggal 4 Desember tersebut menargetkan mobil-mobil berplat merah (pemerintah) dan juga loreng (militer), seperti pada kendaraan yang terparkir di Polantas kota Banda Aceh, Kesdam Iskandar Muda, Hotel Medan, Hotel Madinah, Jembatan RSUZA, termasuk juga pada kendaraan patroli polisi yang sedang berhenti di lampu merah simpang Safiatuddin.


            Meskipun mendapat ancaman dari polri dan penguasa-penguasa lokal yang pro-Indonesia melalui publikasi media lokal, aksi-aksi tersebut telah dilaksanakan dengan sukses sebagai bentuk kebebasan berekspresi masyarakat. Kebebasan ini lah yang secara nyata telah diinjak-injak dengan segala macam ancaman yang tidak mengindahkan penerapan hak-hak azasi manusia. Sebagai contoh, ketua DPW KPA/PA Aceh Barat menyatakan: "... kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak di tempat." Ancaman tersebut merujuk pada ultimatum ketua PA itu sendiri yang mengharamkan penggunaan bendera bulan bintang dalam aksi peringatan 4 Desember.


            Ironisnya, di saat legislatif lokal Aceh sedang berusaha meloloskan qanun bendera untuk menggunakan bulan bintang sebagai bendera daerah Aceh, petinggi partai lokal justru mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang melarang rakyat mengekspresikan diri menggunakan bendera yang dimaksud. Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati Jakarta saja. 


            Ultimatum senada juga disampaikan Kapolda Aceh bahwa siapa saja yang menaikkan bendera bintang bulan akan ditindak. Sebagai tambahan, pengawalan ketat juga dilakukan oleh gabungan pihak militer dan polisi Indonesia yang bekerja sama dengan pasukan milisi partai lokal yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal satu Desember. Pengawalan tersebut dilakukan dengan cara ronda ke pelosok-pelosok kampung untuk menimbulkan intimidasi di masyarakat dalam mengantisipasi penaikan Bendera Aceh Merdeka - bulan bintang.


            Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat tersebut, para aktivis kemerdekaan bersikeras mengambil resiko demi menyampaikan pernyataan sikap dan menyuarakan aspirasi rakyat. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Aceh sudah sadar akan hak-hak mereka, sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan di Aceh termanifestasikan dalam aksi-aksi yang dimaksud.


            Seperti yang telah diberitakan di media massa, juru bicara ASNLF untuk wilayah Pase, Abu Sumatra, mengutuk tindakan penurunan bendera-bendera Aceh Merdeka yang telah dilakukan oleh aparat keamanan dan satgas KPA/PA. Ia menegaskan bahwa penaikan Bintang Bulan tersebut adalah bentuk pernyataan kepada dunia internasional, ?inilah bendera Aceh yang sebenarnya?. Ia juga menambahkan bahwa aksi tersebut juga merupakan bentuk kelanjutan perjuangan untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia.


            Dari luar negeri, dedikasi yang tinggi dari perwakilan ASNLF di Malaysia juga patut mendapatkan penghargaan istimewa. Sudah lama bangsa Aceh menanti aksi-aksi baru dari pejuang AM di Malaysia yang sedari dulu terkenal sebagai salah satu negara basis Aceh Merdeka. Dan pada perayaan milad kali ini, mereka telah membuktikan bahwa komunitas pejuang di negara tersebut masih wujud. Dalam kata sambutannya, yang ia dibacakan secara langsung, ketua perwakilan menghimbau masyarakat Aceh di negara tersebut untuk bersatu padu dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa Aceh dibawah payung ASNLF, yang telah diaktifkan kembali di Denmark pada April lalu.


            "Di Australia, perayaan 4 Desember dipusatkan di sebuah lapangan di kota Sydney dengan aksi pengibaran bendera Bintang Bulan pada jam 11 di pagi hari. Penggerekan bendera tersebut diiringi dengan kumandang azan dan disaksikan oleh sekitar dua puluh orang warga Aceh yang bermukim di seputar kota Sydney. Pada kesempatan tersebut, ketua ASNLF perwakilan Australia, yang bertindak sebagai inspektur acara, berkesempatan menyampaikan amanat ketua presidium ASNLF Pusat. Sedangkan di malam harinya, telah pula dilakukan do?a samadiah bersama oleh 80 orang peserta, termasuk kaum hawa berserta anak-anak, yang ditujukan kepada para syuhada yang gugur memperjuangkan Aceh Merdeka," sampai mereka ke berbagai redaksi media massa. 


            Selain itu, kegiatan serupa telah berhasil juga dilaksanakan di negara-negara lain, seperti di Swedia dan Denmark. Keglobalan perayaan Hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh tahun ini menandakan bahwa perjuangan bangsa Aceh dalam menuntut kemerdekaan masih terus berlanjut di berbagai belahan dunia.


            "Untuk itu, kami dari ASNLF pusat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua bangsa Aceh, khususnya yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi terlaksananya milad 4 Desember tahun ini. Penghargaan kami yang setinggi-tinginya juga kami sampaikan kepada perwakilan-perwakilan ASNLF di luar negeri yang juga telah sukses mengibarkan alam pusaka di tempat masing-masing," demikian isi release yang mengaku dari ketua Sekretariat ASNLF itu[release].
            http://bongkarnews.com/beta/view.php?newsid=3943






          • Acheh Watch
            http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/siaran-pers-06122012/ Siaran Pers 6 Desember 2012 PERINGATAN HUT ACEH MERDEKA YANG KE-36 4
            Message 5 of 15 , Dec 6, 2012
              http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/siaran-pers-06122012/


              Siaran Pers
              6 Desember 2012


              PERINGATAN HUT ACEH MERDEKA YANG KE-36

              4 Desember 1976 – 4 Desember 2012


              Kru Seumangat, Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, perayaan hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh pada tanggal 4 Desember 2012 yang dikoordinir oleh Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah berhasil diselenggarakan dengan selamat.


              Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara global, yakni mencakup berbagai belahan dunia. Melalui jaringan Perwakilan ASNLF di berbagai negara, serta melalui kerja sama yang baik dengan masyarakat Aceh di negara yang bersangkutan, ASNLF sukses memperingati milad AM lintas benua - mulai dari Kanada sampai dengan Australia.


              Kemajuan pesat di tahun pertama setelah pengaktifan kembali organisasi ASNLF ini, telah membangkitkan kembali semangat juang bangsa Aceh, yang berusaha dipadamkan dengan berbagai ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung-jawab. Tipu muslihat yang mereka publikasikan untuk menggagalkan aksi-aksi rakyat dalam menyambut 4 Desember pun telah berhasil kita lumpuhkan dengan bukti nyata kerja pejuang-pejuang AM di lapangan. Hasilnya, Bendera Bulan Bintang pun berkibar di berbagai belahan dunia.


              Kerja sama yang solid dari anggota dan pendukung ASNLF di Aceh khususnya, memang patut mendapatkan pujian. Mulai dari tanggal 1 Desember 2012, bendera Aceh sudah mulai dikibarkan di beberapa tempat di kawasan Lhokseumawe. Pada hari-hari selanjutnya, bintang bulan berhasil pula dikibarkan di tempat lainnya seperti di Banda Aceh, Pidie, Ulèë Glé, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan di berbagai kawasan lainnya di seluruh Aceh.


              Selain kegiatan penaikan Bendera, aktivis-aktivis ASNLF juga melakukan aksi penempelan stiker bergambarkan burak-singa dan bendera Aceh Merdeka pada kendaraan-kendaraan bermotor di seputaran kota Banda Aceh. Kegiatan yang dilakukan dini hari tanggal 4 Desember tersebut menargetkan mobil-mobil berplat merah (pemerintah) dan juga loreng (militer), seperti pada kendaraan yang terparkir di Polantas kota Banda Aceh, Kesdam Iskandar Muda, Hotel Medan, Hotel Madinah, Jembatan RSUZA, termasuk juga pada kendaraan patroli polisi yang sedang berhenti di lampu merah simpang Safiatuddin.


              Meskipun mendapat ancaman dari polri dan penguasa-penguasa lokal yang pro-Indonesia melalui publikasi media lokal, aksi-aksi tersebut telah dilaksanakan dengan sukses sebagai bentuk kebebasan berekspresi masyarakat. Kebebasan ini lah yang secara nyata telah diinjak-injak dengan segala macam ancaman yang tidak mengindahkan penerapan hak-hak azasi manusia. Sebagai contoh, ketua DPW KPA/PA Aceh Barat menyatakan: “... kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak di tempat.” Ancaman tersebut merujuk pada ultimatum ketua PA itu sendiri yang mengharamkan penggunaan bendera bulan bintang dalam aksi peringatan 4 Desember.


              Ironisnya, di saat legislatif lokal Aceh sedang berusaha meloloskan qanun bendera untuk menggunakan bulan bintang sebagai bendera daerah Aceh, petinggi partai lokal justru mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang melarang rakyat mengekspresikan diri menggunakan bendera yang dimaksud. Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati Jakarta saja.


              Ultimatum senada juga disampaikan Kapolda Aceh bahwa siapa saja yang menaikkan bendera bintang bulan akan ditindak. Sebagai tambahan, pengawalan ketat juga dilakukan oleh gabungan pihak militer dan polisi Indonesia yang bekerja sama dengan pasukan milisi partai lokal yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal satu Desember. Pengawalan tersebut dilakukan dengan cara ronda ke pelosok-pelosok kampung untuk menimbulkan intimidasi di masyarakat dalam mengantisipasi penaikan Bendera Aceh Merdeka - bulan bintang.


              Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat tersebut, para aktivis kemerdekaan bersikeras mengambil resiko demi menyampaikan pernyataan sikap dan menyuarakan aspirasi rakyat. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Aceh sudah sadar akan hak-hak mereka, sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan di Aceh termanifestasikan dalam aksi-aksi yang dimaksud.


              Seperti yang telah diberitakan di media massa, juru bicara ASNLF untuk wilayah Pase, Abu Sumatra, mengutuk tindakan penurunan bendera-bendera Aceh Merdeka yang telah dilakukan oleh aparat keamanan dan satgas KPA/PA. Ia menegaskan bahwa penaikan Bintang Bulan tersebut adalah bentuk pernyataan kepada dunia internasional, “inilah bendera Aceh yang sebenarnya”. Ia juga menambahkan bahwa aksi tersebut juga merupakan bentuk kelanjutan perjuangan untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia.



              Dari luar negeri, dedikasi yang tinggi dari perwakilan ASNLF di Malaysia juga patut mendapatkan penghargaan istimewa. Sudah lama bangsa Aceh menanti aksi-aksi baru dari pejuang AM di Malaysia yang sedari dulu terkenal sebagai salah satu negara basis Aceh Merdeka. Dan pada perayaan milad kali ini, mereka telah membuktikan bahwa komunitas pejuang di negara tersebut masih wujud. Dalam kata sambutannya, yang ia dibacakan secara langsung, ketua perwakilan menghimbau masyarakat Aceh di negara tersebut untuk bersatu padu dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa Aceh dibawah payung ASNLF, yang telah diaktifkan kembali di Denmark pada April lalu.


              Di Australia, perayaan 4 Desember dipusatkan di sebuah lapangan di kota Sydney dengan aksi pengibaran bendera Bintang Bulan pada jam 11 di pagi hari.  Penggerekan bendera tersebut diiringi dengan kumandang azan dan disaksikan oleh sekitar dua puluh orang warga Aceh yang bermukim di seputar kota Sydney. Pada kesempatan tersebut, ketua ASNLF perwakilan Australia, yang bertindak sebagai inspektur acara, berkesempatan menyampaikan amanat ketua presidium ASNLF Pusat. Sedangkan di malam harinya, telah pula dilakukan do’a samadiah bersama oleh 80 orang peserta, termasuk kaum hawa berserta anak-anak, yang ditujukan kepada para syuhada yang gugur memperjuangkan Aceh Merdeka.


              Selain itu, kegiatan serupa telah berhasil juga dilaksanakan di negara-negara lain, seperti di Swedia dan Denmark. Keglobalan perayaan Hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh tahun ini menandakan bahwa perjuangan bangsa Aceh dalam menuntut kemerdekaan masih terus berlanjut di berbagai belahan dunia.


              Untuk itu, kami dari ASNLF pusat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua bangsa Aceh, khususnya yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi terlaksananya milad 4 Desember tahun ini. Penghargaan kami yang setinggi-tinginya juga kami sampaikan kepada perwakilan-perwakilan ASNLF di luar negeri yang juga telah sukses mengibarkan alam pusaka di tempat masing-masing.


              ###

              Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
              Madinatul Fajar, Ketua Sekretariat ASNLF
              Email:
              madinatul.fajar@...
              _______________________________________________________


              Milad 4 Désèmbèr 2012 uléh ASNLF Sagoë Malaya:
              http://www.youtube.com/watch?v=n_LArpd-sso
               
              Milad 4 Désèmbèr 2012 uléh ASNLF Sagoë Swedia:
               
              Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Denmark:
               

              74 views 
                 
              Published on 4 Dec 2012 by Madinatul Fajar
              Kru Seumangat Atjèh Meurdéhka!!!

               
































            • Acheh Watch
              Mengikuti Perayaan Milad GAM ke 36 di Denmark Lukman Taher | Citizen Journalism Jum`at, 07 Desember 2012 10:10 WIB Foto: IstMasyarakat Aceh di Denmark Cuaca
              Message 6 of 15 , Dec 7, 2012
                Mengikuti Perayaan Milad GAM ke 36 di Denmark
                Lukman Taher | Citizen Journalism
                Jum`at, 07 Desember 2012 10:10 WIB












                Cuaca dingin yang mencekam tidak meruntuhkan semangat bangsa Aceh yang bermukim di Denmark untuk memperingati hari ulang tahun pendeklarasian kembali kemerdekaan Aceh yang ke 36 (1976-2012) pada Selasa (4/12).


                Satu-persatu masyarakat yang bermukim di Denmark datang ke tempat acara. Untuk tahun ini, di Denmark sepakat untuk memperingati di kota Bronderslev (baca: Bronesliu), sedangkan ketua panitia untuk tahun 2012 ini adalah Muhammad Jafaruddin Rasyit.


                Tepat jarum jam menunjukan angka 11:00 bersamaan itu pula peringatan pendeklarasian kembali kemerdekaan Aceh di mulai.  Bertindak sebagai pembuka dan sekaligus protokol adalah Salehati S.Hum. MA, dan dalam amanat singkat beliau memperingatkan kita sebagai generasi Aceh agar jangan pernah melupakan sejarah.  


                “Sejarah telah membuktikan bahwa Aceh adalah sebuah negara merdeka dan berdaulat dan diakui oleh dunia Internasional, bahkan Aceh telah maju di saat Belanda sendiri masih menjadi salah satu provinsi dari Spanyol” ulas Salehati.  Tambahnya pula, Aceh juga termasuk salah satu negara-negara yang mengakui kemerdekaan Belanda yang di proklamirkan pada tahun 1576, tapi justru 300 tahun kemudian pada tahun 1873 Belanda-lah yang mencaplok Aceh dan menjadikan Aceh bagian dari anak jajahannya,"ucap Salehati.


                Acara selanjutnya adalah pembaca teks proklamasi kemerdekaan Aceh yang dibacakan oleh Muhammad Adam Zainal.  Teks tersebut menyatakan kepada dunia bahwa mulai tanggal 4 Desember 1976 secara hukum Aceh berjuang untuk merdeka dan berdaulat kembali sama seperti sebelum Belanda mencaplok Aceh pada tahun 1873.


                Selanjutnya dilakukan acara pengibaran bendera pusaka bintang bulan.  Prosesi pengibaran bendera dilakukan oleh Aminah Lukman, Muhammad Jafaruddin Rasyit dan Saiful Taher. Walaupun dalam rintikan salju dan cuaca dingin yang mencekam bendera pusaka secara perlahan-lahan naik ke angkasa dengan megah dan penuh khidmat.


                Acara peringatan kemerdekaan Aceh di Denmark dilanjutkan dengan membaca amanat dari ketua Presidium ASNLF yang di bacakan oleh Adnan Daud. Dalam amanat tersebut beliau menyinggung beberapa kemajuan yang telah dicapai oleh ASNLF dalam memperjuangkan untuk mendapat pengakuan kemerdekaan Aceh dari masyarakat Internasional. 


                Setelah diaktifkan kembali ASNLF pada bulan April 2012 di Denmark. ASNLF  telah mengirim perwakilannya di Sidang HAM dunia di Jenewa dan baru-baru ini mengirim beberapa anggotanya untuk pelatihan HAM yang diadakan oleh UNPO di Belanda.


                Beliau menyinggung juga tentang hak merdeka bagi bangsa masih terjajah.  Trend merdeka bukanlah masalah dari bangsa yang miskin saja, tapi sentimen kemerdekaan di perjuangkan juga oleh bangsa-bangsa yang ada di Eropa yang secara ekonomi sudah mapan seperti Bangsa Skotlandia yang di masih dijajah oleh Inggris dan Bangsa Catalonia yang masih di cengkram oleh Spanyol.


                Walaupun kedua bangsa tersebut dari segala bidang sudah maju, tapi mareka tetap menuntut kebebasan.  Dalam kesempatan tersebut, ketua presidium ASNLF juga mengajak seluruh orang-orang Aceh di seluruh dunia,untuk sama-sama memperjuangkan kemerdekaan Aceh.


                Acara peringati kemerdekaan Aceh di Denmark di tutup dengan doa yang dipimpin oleh Tgk Saiful Taher.
                Penulis adalah Ketua ASNLF Denmark
                 http://theglobejournal.com/feature/mengikuti-perayaan-milad-gam-ke-36-di-denmark/index.php
                [004-rel]
                ___________________________________________


                 
                http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/siaran-pers-06122012/


                Siaran Pers
                6 Desember 2012


                PERINGATAN HUT ACEH MERDEKA YANG KE-36

                4 Desember 1976 – 4 Desember 2012


                Kru Seumangat, Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, perayaan hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh pada tanggal 4 Desember 2012 yang dikoordinir oleh Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah berhasil diselenggarakan dengan selamat.


                Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara global, yakni mencakup berbagai belahan dunia. Melalui jaringan Perwakilan ASNLF di berbagai negara, serta melalui kerja sama yang baik dengan masyarakat Aceh di negara yang bersangkutan, ASNLF sukses memperingati milad AM lintas benua - mulai dari Kanada sampai dengan Australia.


                Kemajuan pesat di tahun pertama setelah pengaktifan kembali organisasi ASNLF ini, telah membangkitkan kembali semangat juang bangsa Aceh, yang berusaha dipadamkan dengan berbagai ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung-jawab. Tipu muslihat yang mereka publikasikan untuk menggagalkan aksi-aksi rakyat dalam menyambut 4 Desember pun telah berhasil kita lumpuhkan dengan bukti nyata kerja pejuang-pejuang AM di lapangan. Hasilnya, Bendera Bulan Bintang pun berkibar di berbagai belahan dunia.


                Kerja sama yang solid dari anggota dan pendukung ASNLF di Aceh khususnya, memang patut mendapatkan pujian. Mulai dari tanggal 1 Desember 2012, bendera Aceh sudah mulai dikibarkan di beberapa tempat di kawasan Lhokseumawe. Pada hari-hari selanjutnya, bintang bulan berhasil pula dikibarkan di tempat lainnya seperti di Banda Aceh, Pidie, Ulèë Glé, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan di berbagai kawasan lainnya di seluruh Aceh.


                Selain kegiatan penaikan Bendera, aktivis-aktivis ASNLF juga melakukan aksi penempelan stiker bergambarkan burak-singa dan bendera Aceh Merdeka pada kendaraan-kendaraan bermotor di seputaran kota Banda Aceh. Kegiatan yang dilakukan dini hari tanggal 4 Desember tersebut menargetkan mobil-mobil berplat merah (pemerintah) dan juga loreng (militer), seperti pada kendaraan yang terparkir di Polantas kota Banda Aceh, Kesdam Iskandar Muda, Hotel Medan, Hotel Madinah, Jembatan RSUZA, termasuk juga pada kendaraan patroli polisi yang sedang berhenti di lampu merah simpang Safiatuddin.


                Meskipun mendapat ancaman dari polri dan penguasa-penguasa lokal yang pro-Indonesia melalui publikasi media lokal, aksi-aksi tersebut telah dilaksanakan dengan sukses sebagai bentuk kebebasan berekspresi masyarakat. Kebebasan ini lah yang secara nyata telah diinjak-injak dengan segala macam ancaman yang tidak mengindahkan penerapan hak-hak azasi manusia. Sebagai contoh, ketua DPW KPA/PA Aceh Barat menyatakan: “... kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak di tempat.” Ancaman tersebut merujuk pada ultimatum ketua PA itu sendiri yang mengharamkan penggunaan bendera bulan bintang dalam aksi peringatan 4 Desember.


                Ironisnya, di saat legislatif lokal Aceh sedang berusaha meloloskan qanun bendera untuk menggunakan bulan bintang sebagai bendera daerah Aceh, petinggi partai lokal justru mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang melarang rakyat mengekspresikan diri menggunakan bendera yang dimaksud. Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati Jakarta saja.


                Ultimatum senada juga disampaikan Kapolda Aceh bahwa siapa saja yang menaikkan bendera bintang bulan akan ditindak. Sebagai tambahan, pengawalan ketat juga dilakukan oleh gabungan pihak militer dan polisi Indonesia yang bekerja sama dengan pasukan milisi partai lokal yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal satu Desember. Pengawalan tersebut dilakukan dengan cara ronda ke pelosok-pelosok kampung untuk menimbulkan intimidasi di masyarakat dalam mengantisipasi penaikan Bendera Aceh Merdeka - bulan bintang.


                Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat tersebut, para aktivis kemerdekaan bersikeras mengambil resiko demi menyampaikan pernyataan sikap dan menyuarakan aspirasi rakyat. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Aceh sudah sadar akan hak-hak mereka, sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan di Aceh termanifestasikan dalam aksi-aksi yang dimaksud.


                Seperti yang telah diberitakan di media massa, juru bicara ASNLF untuk wilayah Pase, Abu Sumatra, mengutuk tindakan penurunan bendera-bendera Aceh Merdeka yang telah dilakukan oleh aparat keamanan dan satgas KPA/PA. Ia menegaskan bahwa penaikan Bintang Bulan tersebut adalah bentuk pernyataan kepada dunia internasional, “inilah bendera Aceh yang sebenarnya”. Ia juga menambahkan bahwa aksi tersebut juga merupakan bentuk kelanjutan perjuangan untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia.



                Dari luar negeri, dedikasi yang tinggi dari perwakilan ASNLF di Malaysia juga patut mendapatkan penghargaan istimewa. Sudah lama bangsa Aceh menanti aksi-aksi baru dari pejuang AM di Malaysia yang sedari dulu terkenal sebagai salah satu negara basis Aceh Merdeka. Dan pada perayaan milad kali ini, mereka telah membuktikan bahwa komunitas pejuang di negara tersebut masih wujud. Dalam kata sambutannya, yang ia dibacakan secara langsung, ketua perwakilan menghimbau masyarakat Aceh di negara tersebut untuk bersatu padu dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa Aceh dibawah payung ASNLF, yang telah diaktifkan kembali di Denmark pada April lalu.


                Di Australia, perayaan 4 Desember dipusatkan di sebuah lapangan di kota Sydney dengan aksi pengibaran bendera Bintang Bulan pada jam 11 di pagi hari.  Penggerekan bendera tersebut diiringi dengan kumandang azan dan disaksikan oleh sekitar dua puluh orang warga Aceh yang bermukim di seputar kota Sydney. Pada kesempatan tersebut, ketua ASNLF perwakilan Australia, yang bertindak sebagai inspektur acara, berkesempatan menyampaikan amanat ketua presidium ASNLF Pusat. Sedangkan di malam harinya, telah pula dilakukan do’a samadiah bersama oleh 80 orang peserta, termasuk kaum hawa berserta anak-anak, yang ditujukan kepada para syuhada yang gugur memperjuangkan Aceh Merdeka.


                Selain itu, kegiatan serupa telah berhasil juga dilaksanakan di negara-negara lain, seperti di Swedia dan Denmark. Keglobalan perayaan Hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh tahun ini menandakan bahwa perjuangan bangsa Aceh dalam menuntut kemerdekaan masih terus berlanjut di berbagai belahan dunia.


                Untuk itu, kami dari ASNLF pusat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua bangsa Aceh, khususnya yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi terlaksananya milad 4 Desember tahun ini. Penghargaan kami yang setinggi-tinginya juga kami sampaikan kepada perwakilan-perwakilan ASNLF di luar negeri yang juga telah sukses mengibarkan alam pusaka di tempat masing-masing.


                ###

                Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
                Madinatul Fajar, Ketua Sekretariat ASNLF
                Email:
                madinatul.fajar@...
                _______________________________________________________


                Milad 4 Désèmbèr 2012 uléh ASNLF Sagoë Malaya:
                http://www.youtube.com/watch?v=n_LArpd-sso
                 
                Milad 4 Désèmbèr 2012 uléh ASNLF Sagoë Swedia:
                 
                Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Denmark:







                 

              • Acheh Watch
                Australia ... http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/siaran-pers-06122012/ Siaran Pers 6 Desember 2012 PERINGATAN HUT ACEH MERDEKA
                Message 7 of 15 , Dec 7, 2012
                  Australia
                  Video Milad Aceh Merdeka 4 Desember 2012 Ke - 36  Uléh ASNLF Sagoë Australia
                  http://www.youtube.com/watch?v=q7JGSxo5leM


                  Denmark

                  Milad Aceh Merdeka 4 Desember 2012.  Brønderslev, Denmark
                  http://www.youtube.com/channel/UCAKzuMa__jAHDFf3ZTqtuxw?feature=watch


                  Malaysia

                  Milad Atjèh Meurdéhka Njang keu-36 di Malaja - 4 Desember 2012
                  http://www.youtube.com/watch?v=n_LArpd-sso


                  Sweden
                  Uroë Peu-ingat 36 Thôn Atjèh Meurdéhka di Sweden
                  http://www.youtube.com/watch?v=3BW7qRVM280

                  ____________________________________________________


                  http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/siaran-pers-06122012/


                  Siaran Pers
                  6 Desember 2012


                  PERINGATAN HUT ACEH MERDEKA YANG KE-36

                  4 Desember 1976 – 4 Desember 2012


                  Kru-Seumangat, Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, perayaan hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh pada tanggal 4 Desember 2012 yang dikoordinir oleh Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah berhasil diselenggarakan dengan selamat.

                  Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara global, yakni mencakup berbagai belahan dunia. Melalui jaringan Perwakilan ASNLF di berbagai negara, serta melalui kerja sama yang baik dengan masyarakat Aceh di negara yang bersangkutan, ASNLF sukses memperingati milad AM lintas benua - mulai dari Kanada sampai dengan Australia.

                  Kemajuan pesat di tahun pertama setelah pengaktifan kembali organisasi ASNLF ini, telah membangkitkan kembali semangat juang bangsa Aceh, yang berusaha dipadamkan dengan berbagai ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung-jawab. Tipu muslihat yang mereka publikasikan untuk menggagalkan aksi-aksi rakyat dalam menyambut 4 Desember pun telah berhasil kita lumpuhkan dengan bukti nyata kerja pejuang-pejuang AM di lapangan. Hasilnya, Bendera Bulan Bintang pun berkibar di berbagai belahan dunia.

                  Kerja sama yang solid dari anggota dan pendukung ASNLF di Aceh khususnya, memang patut mendapatkan pujian. Mulai dari tanggal 1 Desember 2012, bendera Aceh sudah mulai dikibarkan di beberapa tempat di kawasan Lhokseumawe. Pada hari-hari selanjutnya, bintang bulan berhasil pula dikibarkan di tempat lainnya seperti di Banda Aceh, Pidie, Ulèë Glé, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan di berbagai kawasan lainnya di seluruh Aceh.

                  Selain kegiatan penaikan Bendera, aktivis-aktivis ASNLF juga melakukan aksi penempelan stiker bergambarkan burak-singa dan bendera Aceh Merdeka pada kendaraan-kendaraan bermotor di seputaran kota Banda Aceh. Kegiatan yang dilakukan dini hari tanggal 4 Desember tersebut menargetkan mobil-mobil berplat merah (pemerintah) dan juga loreng (militer), seperti pada kendaraan yang terparkir di Polantas kota Banda Aceh, Kesdam Iskandar Muda, Hotel Medan, Hotel Madinah, Jembatan RSUZA, termasuk juga pada kendaraan patroli polisi yang sedang berhenti di lampu merah simpang Safiatuddin.

                  Meskipun mendapat ancaman dari polri dan penguasa-penguasa lokal yang pro-Indonesia melalui publikasi media lokal, aksi-aksi tersebut telah dilaksanakan dengan sukses sebagai bentuk kebebasan berekspresi masyarakat. Kebebasan ini lah yang secara nyata telah diinjak-injak dengan segala macam ancaman yang tidak mengindahkan penerapan hak-hak azasi manusia. Sebagai contoh, ketua DPW KPA/PA Aceh Barat menyatakan: “... kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak di tempat.” Ancaman tersebut merujuk pada ultimatum ketua PA itu sendiri yang mengharamkan penggunaan bendera bulan bintang dalam aksi peringatan 4 Desember.

                  Ironisnya, di saat legislatif lokal Aceh sedang berusaha meloloskan qanun bendera untuk menggunakan bulan bintang sebagai bendera daerah Aceh, petinggi partai lokal justru mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang melarang rakyat mengekspresikan diri menggunakan bendera yang dimaksud. Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati Jakarta saja.

                  Ultimatum senada juga disampaikan Kapolda Aceh bahwa siapa saja yang menaikkan bendera bintang bulan akan ditindak. Sebagai tambahan, pengawalan ketat juga dilakukan oleh gabungan pihak militer dan polisi Indonesia yang bekerja sama dengan pasukan milisi partai lokal yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal satu Desember. Pengawalan tersebut dilakukan dengan cara ronda ke pelosok-pelosok kampung untuk menimbulkan intimidasi di masyarakat dalam mengantisipasi penaikan Bendera Aceh Merdeka - bulan bintang.

                  Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat tersebut, para aktivis kemerdekaan bersikeras mengambil resiko demi menyampaikan pernyataan sikap dan menyuarakan aspirasi rakyat. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Aceh sudah sadar akan hak-hak mereka, sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan di Aceh termanifestasikan dalam aksi-aksi yang dimaksud.

                  Seperti yang telah diberitakan di media massa, juru bicara ASNLF untuk wilayah Pase, Abu Sumatra, mengutuk tindakan penurunan bendera-bendera Aceh Merdeka yang telah dilakukan oleh aparat keamanan dan satgas KPA/PA. Ia menegaskan bahwa penaikan Bintang Bulan tersebut adalah bentuk pernyataan kepada dunia internasional, “inilah bendera Aceh yang sebenarnya”. Ia juga menambahkan bahwa aksi tersebut juga merupakan bentuk kelanjutan perjuangan untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia.

                  Dari luar negeri, dedikasi yang tinggi dari perwakilan ASNLF di Malaysia juga patut mendapatkan penghargaan istimewa. Sudah lama bangsa Aceh menanti aksi-aksi baru dari pejuang AM di Malaysia yang sedari dulu terkenal sebagai salah satu negara basis Aceh Merdeka. Dan pada perayaan milad kali ini, mereka telah membuktikan bahwa komunitas pejuang di negara tersebut masih wujud. Dalam kata sambutannya, yang ia dibacakan secara langsung, ketua perwakilan menghimbau masyarakat Aceh di negara tersebut untuk bersatu padu dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa Aceh dibawah payung ASNLF, yang telah diaktifkan kembali di Denmark pada April lalu.

                  Di Australia, perayaan 4 Desember dipusatkan di sebuah lapangan di kota Sydney dengan aksi pengibaran bendera Bintang Bulan pada jam 11 di pagi hari.  Penggerekan bendera tersebut diiringi dengan kumandang azan dan disaksikan oleh sekitar dua puluh orang warga Aceh yang bermukim di seputar kota Sydney. Pada kesempatan tersebut, ketua ASNLF perwakilan Australia, yang bertindak sebagai inspektur acara, berkesempatan menyampaikan amanat ketua presidium ASNLF Pusat. Sedangkan di malam harinya, telah pula dilakukan do’a samadiah bersama oleh 80 orang peserta, termasuk kaum hawa berserta anak-anak, yang ditujukan kepada para syuhada yang gugur memperjuangkan Aceh Merdeka.

                  Selain itu, kegiatan serupa telah berhasil juga dilaksanakan di negara-negara lain, seperti di Swedia dan Denmark. Keglobalan perayaan Hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh tahun ini menandakan bahwa perjuangan bangsa Aceh dalam menuntut kemerdekaan masih terus berlanjut di berbagai belahan dunia.

                  Untuk itu, kami dari ASNLF pusat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua bangsa Aceh, khususnya yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi terlaksananya milad 4 Desember tahun ini. Penghargaan kami yang setinggi-tinginya juga kami sampaikan kepada perwakilan-perwakilan ASNLF di luar negeri yang juga telah sukses mengibarkan alam pusaka di tempat masing-masing.

                  ###

                  Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
                  Madinatul Fajar, Ketua Sekretariat ASNLF
                  Email:
                  madinatul.fajar@...
                  __________________________



                • Acheh Watch
                  Welcome Bienvenue Willkommen Velkommen Välkommen Welkom Amanat Ketua Presidium ASNLF pada hari ulang tahun Aceh Merdeka ke-36 Bismillahirrahmanirrahim
                  Message 8 of 15 , Dec 9, 2012

                    Welcome Bienvenue Willkommen Velkommen Välkommen Welkom

                    banner-web.jpg

                    Amanat Ketua Presidium ASNLF

                    pada hari ulang tahun Aceh Merdeka ke-36


                    Bismillahirrahmanirrahim

                    Assalammu’alaikum w.w.

                    Yang saya muliakan semua bangsa Aceh di seluruh dunia.

                    Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, yang sudah memberikan nikmat hidup, langkah dan rezeki kepada kita semua. Salawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. Begitu pula kepada para syuhada, kita panjatkan do’a semoga dilapangkan kuburnya dan mendapatkan syurga.

                    Pada tanggal 4 Desember ini, sama-sama kita memperingati hari proklamasi kemerdekaan Aceh. Hari yang begitu bersejarah bagi bangsa Aceh dalam abad ini. Hari ini dapat kita gunakan untuk mengevaluasi usaha kita dalam mengembalikan daulat bangsa Aceh dan sudah tentu pula dapat kita gunakan untuk merancang apa-apa yang harus kita lakukan agar dapat sampai pada tujuan tersebut.

                    Akhir tahun yang lalu kita sepakat untuk mengumpulkan rekan-rekan yang setia ke perjuangan di bawah payung perjuangan Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) atau dalam bahasa Melayu kita sebut Aceh Merdeka (AM).

                    Empat bulan setelah itu, pada tanggal 6-8 April 2012, kita telah berhasil bermusyawarah dengan hasil keputusan-keputusan penting yang menentukan bagaimana dan siapa yang meneruskan kerja-kerja perjuangan Aceh Merdeka. Dalam masa tiga hari tersebut, telah kita sahkan sebuah konstitusi sebagai pegangan kita semua dalam barisan ini, supaya kerja-kerja yang kita laksanakan dapat lebih teratur, terencana dan tidak bergeser ke arah yang bukan dalam tujuan mendirikan daulat bangsa.

                    Pada hari terakhir, peserta musyawarah ini telah memilih ketua, wakil ketua, dan juga anggota-anggota presidium, sebagai salah satu badan ASNLF untuk melaksanakan amanah-amanah perjuangan Aceh Merdeka.

                    Dalam masa kerja delapan bulan ini, pihak presidium telah mengambil langkah-langkah konsolidasi ASNLF, memperkenalkan diri pada badan-badan yang berkaitan dengan masalah Aceh dan yang paling penting adalah pemberitahuan dan pemberian penerangan kepada rakyat dan bangsa Aceh, bahwa perjuangan Aceh Merdeka masih berdiri dengan kokoh, belum lagi berakhir.

                    Untuk meningkatkan kemampuan kerja pengurus dan menjalin hubungan dengan pihak-pihak lain, ASNLF telah mengirim peserta dalam acara-acara pelatihan, misalnya dalam acara-acara yang diadakan oleh United Nations Human Rights Council (UNHRC) di Jenewa, Swiss dan Unrepresented Nations and People Organization (UNPO) di Belanda.

                    Berbagai media seperti website, blog, facebook, buletin pun telah kita buat dan kita gunakan untuk penerangan masalah dan alasan Aceh Merdeka dan publikasi berita-berita resmi ASNLF.

                    Pada awal kita bergerak kembali, ramai yang belum mengerti apa dan mengapa kita mengaktifkan kembali ASNLF, malah sering kita terima kata-kata penghinaan, terutama dalam akun facebook kita. Namun, dengan usaha-usaha penerangan yang kita lakukan secara teratur dan tidak henti-hentinya, dapat kita lihat adanya perubahan cara pandang dan cara berfikir orang-orang tersebut. Media-media yang ada di Aceh pun sudah sering memuat berita-berita tentang kita.

                    Walaupun begitu, masih banyak sekali pekerjaan dan masih sangat banyak orang yang dibutuhkan untuk bisa kita katakan bahwa perjuangan AM akan berhasil. Ramai yang bertanya, “Sejauh manakah sudah perjuangan AM?”. Waktu kita tanyakan kembali pada orang tersebut, “Apa yang sudah saudara perbuat hari ini untuk perjuangan AM?”. Sering sekali orang tersebut tidak  mampu memberikan jawaban.

                    Apakah pernah terpikirkan oleh kita bahwa kemerdekaan Aceh akan datang begitu saja, tanpa usaha? Apakah pekerjaan besar ini akan mampu dijalankan oleh beberapa orang saja? Saya yakin, kita sepakat, bahwa Aceh tidak akan merdeka tanpa usaha dan do’a dari kita semua. Jadi sudah sepatutnya kita laksanakan agenda-agenda kerja ASNLF bersama-sama, menurut ilmu, serta kemampuan yang ada pada diri kita masing-masing.

                    Keyakinan kita dan tidak ragu-raguan hati kita dalam memerdekakan tanah leluhur kita adalah modal dasar dalam melaksanakan pekerjaan ini. Walaupun begitu, tidak dapat kita kesampingkan, bahwa kemampuan ekonomi adalah salah satu faktor penting yang menentukan apakah agenda-agenda kerja mampu ataupun tidak dapat kita laksanakan.

                    Dalam hidup kita ada masa senang, ada masa susah, ada masa berhasil, dan ada masa patah hati. Kegagalan sampai pada kekecewaan dalam perjuangan Aceh Merdeka adalah seperti masalah-masalah lain dalam hidup sehari-hari. Kita selalu ada harapan berhasil, kalau kalau kita mampu berdiri teguh kembali. Harapan Aceh Merdeka hanya akan punah kalau kita berhenti dalam berusaha (menyerah).

                    Perubahan dalam sejarah politik dunia dapat kita saksikan, begitu banyak contohnya, bahwa tidak ada masalah yang tidak mungkin dalam dunia ini.

                    Sebagai contoh, Skotlandia, salah satu negara dan bangsa di Eropa, walaupun sudah disatukan ke dalam kerajaan Inggris Raya selama lebih dari 300 tahun, mereka tidak menyerah dalam memperjuangkan  kemerdekaan. Bahkan pada tahun 2013 akan diadakan sebuah referendum untuk menentukan kemerdekaan negeri tersebut.

                    Dalam pekara ini sudah sepatutnya kita berfikir dan mengambil pelajaran, mengapa bangsa Skotlandia tersebut menginginkan kemerdekaan dari Inggris, yang kita sadari sebagai suatu negeri yang sangat maju di dunia ini. Seperti yang kita ketahui Skotlandia sendiripun rakyatnya sejahtra dan negerinya merupakan salah satu pusat ekonomi di Eropa.

                    Contoh lain adalah Katalania, salah satu bangsa lain di Eropa, dengan klub sepak bola yang sangat terkenal dan kota besar Barcelona, mereka juga sedang berusaha untuk memisahkan diri dari Spanyol. Katalania sendiri adalah salah satu wilayah industri dan perdagangan yang sudah maju, tapi tetap menginginkan untuk berdiri sendiri, merdeka dari negara Spanyol.

                    Dari kedua bangsa tersebut, dapat kita lihat dengan jelas bahwa keinginan bangsa-bangsa tersebut untuk merdeka tidak bergeming, walaupun sudah begitu maju dan makmur. Bagaimana dengan kita bangsa Aceh? Apakah sudah cukup atawa boleh seperti itu?

                    Pada akhir bulan Agustus 2012, kita telah mengajukan permohonan untuk kembali menjadi anggota UNPO, agar ada pegangan yang lebih kuat untuk melakukan hubungan dengan pihak-pihak lain di tingkat internasional. Baru-baru ini, pada tanggal 28 November 2012, pihak ASNLF sudah diundang oleh pihak UNPO untuk menyampaikan berita masalah Aceh.

                    Hal ini bermakna bagi kita bangsa Aceh untuk lebih giat dalam bekerja dan juga agar lebih teratur, supaya cita-cita untuk mengembalikan daulat bangsa kita cepat berhasil di tanah pusaka. Akhir kata, salam rindu kami ke pada seluruh bangsa Aceh yang masih setia pada perjuangan leluhur dimana saja berada di dunia ini.

                    4 Desember 2012

                    Ariffadhillah
                    Ketua Presidium

                    *Terjemahan dari salinan resmi berbahasa Aceh
                     http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/amanat-4-desember-2012/

                    """""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

                     
                    Australia
                    Video Milad Aceh Merdeka 4 Desember 2012 Ke - 36  Uléh ASNLF Sagoë Australia
                    http://www.youtube.com/watch?v=q7JGSxo5leM


                    Denmark

                    Milad Aceh Merdeka 4 Desember 2012.  Brønderslev, Denmark
                    http://www.youtube.com/channel/UCAKzuMa__jAHDFf3ZTqtuxw?feature=watch


                    Malaysia

                    Milad Atjèh Meurdéhka Njang keu-36 di Malaja - 4 Desember 2012
                    http://www.youtube.com/watch?v=n_LArpd-sso


                    Sweden
                    Uroë Peu-ingat 36 Thôn Atjèh Meurdéhka di Sweden
                    http://www.youtube.com/watch?v=3BW7qRVM280

                    ____________________________________________________


                    http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/siaran-pers-06122012/


                    Siaran Pers
                    6 Desember 2012


                    PERINGATAN HUT ACEH MERDEKA YANG KE-36

                    4 Desember 1976 – 4 Desember 2012


                    Kru-Seumangat, Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, perayaan hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh pada tanggal 4 Desember 2012 yang dikoordinir oleh Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah berhasil diselenggarakan dengan selamat.

                    Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara global, yakni mencakup berbagai belahan dunia. Melalui jaringan Perwakilan ASNLF di berbagai negara, serta melalui kerja sama yang baik dengan masyarakat Aceh di negara yang bersangkutan, ASNLF sukses memperingati milad AM lintas benua - mulai dari Kanada sampai dengan Australia.

                    Kemajuan pesat di tahun pertama setelah pengaktifan kembali organisasi ASNLF ini, telah membangkitkan kembali semangat juang bangsa Aceh, yang berusaha dipadamkan dengan berbagai ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung-jawab. Tipu muslihat yang mereka publikasikan untuk menggagalkan aksi-aksi rakyat dalam menyambut 4 Desember pun telah berhasil kita lumpuhkan dengan bukti nyata kerja pejuang-pejuang AM di lapangan. Hasilnya, Bendera Bulan Bintang pun berkibar di berbagai belahan dunia.

                    Kerja sama yang solid dari anggota dan pendukung ASNLF di Aceh khususnya, memang patut mendapatkan pujian. Mulai dari tanggal 1 Desember 2012, bendera Aceh sudah mulai dikibarkan di beberapa tempat di kawasan Lhokseumawe. Pada hari-hari selanjutnya, bintang bulan berhasil pula dikibarkan di tempat lainnya seperti di Banda Aceh, Pidie, Ulèë Glé, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan di berbagai kawasan lainnya di seluruh Aceh.

                    Selain kegiatan penaikan Bendera, aktivis-aktivis ASNLF juga melakukan aksi penempelan stiker bergambarkan burak-singa dan bendera Aceh Merdeka pada kendaraan-kendaraan bermotor di seputaran kota Banda Aceh. Kegiatan yang dilakukan dini hari tanggal 4 Desember tersebut menargetkan mobil-mobil berplat merah (pemerintah) dan juga loreng (militer), seperti pada kendaraan yang terparkir di Polantas kota Banda Aceh, Kesdam Iskandar Muda, Hotel Medan, Hotel Madinah, Jembatan RSUZA, termasuk juga pada kendaraan patroli polisi yang sedang berhenti di lampu merah simpang Safiatuddin.

                    Meskipun mendapat ancaman dari polri dan penguasa-penguasa lokal yang pro-Indonesia melalui publikasi media lokal, aksi-aksi tersebut telah dilaksanakan dengan sukses sebagai bentuk kebebasan berekspresi masyarakat. Kebebasan ini lah yang secara nyata telah diinjak-injak dengan segala macam ancaman yang tidak mengindahkan penerapan hak-hak azasi manusia. Sebagai contoh, ketua DPW KPA/PA Aceh Barat menyatakan: “... kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak di tempat.” Ancaman tersebut merujuk pada ultimatum ketua PA itu sendiri yang mengharamkan penggunaan bendera bulan bintang dalam aksi peringatan 4 Desember.

                    Ironisnya, di saat legislatif lokal Aceh sedang berusaha meloloskan qanun bendera untuk menggunakan bulan bintang sebagai bendera daerah Aceh, petinggi partai lokal justru mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang melarang rakyat mengekspresikan diri menggunakan bendera yang dimaksud. Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati Jakarta saja.

                    Ultimatum senada juga disampaikan Kapolda Aceh bahwa siapa saja yang menaikkan bendera bintang bulan akan ditindak. Sebagai tambahan, pengawalan ketat juga dilakukan oleh gabungan pihak militer dan polisi Indonesia yang bekerja sama dengan pasukan milisi partai lokal yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal satu Desember. Pengawalan tersebut dilakukan dengan cara ronda ke pelosok-pelosok kampung untuk menimbulkan intimidasi di masyarakat dalam mengantisipasi penaikan Bendera Aceh Merdeka - bulan bintang.

                    Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat tersebut, para aktivis kemerdekaan bersikeras mengambil resiko demi menyampaikan pernyataan sikap dan menyuarakan aspirasi rakyat. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Aceh sudah sadar akan hak-hak mereka, sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan di Aceh termanifestasikan dalam aksi-aksi yang dimaksud.

                    Seperti yang telah diberitakan di media massa, juru bicara ASNLF untuk wilayah Pase, Abu Sumatra, mengutuk tindakan penurunan bendera-bendera Aceh Merdeka yang telah dilakukan oleh aparat keamanan dan satgas KPA/PA. Ia menegaskan bahwa penaikan Bintang Bulan tersebut adalah bentuk pernyataan kepada dunia internasional, “inilah bendera Aceh yang sebenarnya”. Ia juga menambahkan bahwa aksi tersebut juga merupakan bentuk kelanjutan perjuangan untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia.

                    Dari luar negeri, dedikasi yang tinggi dari perwakilan ASNLF di Malaysia juga patut mendapatkan penghargaan istimewa. Sudah lama bangsa Aceh menanti aksi-aksi baru dari pejuang AM di Malaysia yang sedari dulu terkenal sebagai salah satu negara basis Aceh Merdeka. Dan pada perayaan milad kali ini, mereka telah membuktikan bahwa komunitas pejuang di negara tersebut masih wujud. Dalam kata sambutannya, yang ia dibacakan secara langsung, ketua perwakilan menghimbau masyarakat Aceh di negara tersebut untuk bersatu padu dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa Aceh dibawah payung ASNLF, yang telah diaktifkan kembali di Denmark pada April lalu.

                    Di Australia, perayaan 4 Desember dipusatkan di sebuah lapangan di kota Sydney dengan aksi pengibaran bendera Bintang Bulan pada jam 11 di pagi hari.  Penggerekan bendera tersebut diiringi dengan kumandang azan dan disaksikan oleh sekitar dua puluh orang warga Aceh yang bermukim di seputar kota Sydney. Pada kesempatan tersebut, ketua ASNLF perwakilan Australia, yang bertindak sebagai inspektur acara, berkesempatan menyampaikan amanat ketua presidium ASNLF Pusat. Sedangkan di malam harinya, telah pula dilakukan do’a samadiah bersama oleh 80 orang peserta, termasuk kaum hawa berserta anak-anak, yang ditujukan kepada para syuhada yang gugur memperjuangkan Aceh Merdeka.

                    Selain itu, kegiatan serupa telah berhasil juga dilaksanakan di negara-negara lain, seperti di Swedia dan Denmark. Keglobalan perayaan Hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh tahun ini menandakan bahwa perjuangan bangsa Aceh dalam menuntut kemerdekaan masih terus berlanjut di berbagai belahan dunia.

                    Untuk itu, kami dari ASNLF pusat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua bangsa Aceh, khususnya yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi terlaksananya milad 4 Desember tahun ini. Penghargaan kami yang setinggi-tinginya juga kami sampaikan kepada perwakilan-perwakilan ASNLF di luar negeri yang juga telah sukses mengibarkan alam pusaka di tempat masing-masing.

                    ###

                    Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
                    Madinatul Fajar, Ketua Sekretariat ASNLF
                    Email:
                    madinatul.fajar@...
                    __________________________














                  • Acheh Watch
                    Welcome Bienvenue Willkommen Velkommen Välkommen Welkom Amanat Ketua Presidium ASNLF pada hari ulang tahun Aceh Merdeka ke-36 Bismillahirrahmanirrahim
                    Message 9 of 15 , Dec 9, 2012

                      Welcome Bienvenue Willkommen Velkommen Välkommen Welkom

                      banner-web.jpg

                      Amanat Ketua Presidium ASNLF

                      pada hari ulang tahun Aceh Merdeka ke-36


                      Bismillahirrahmanirrahim

                      Assalammu’alaikum w.w.

                      Yang saya muliakan semua bangsa Aceh di seluruh dunia.

                      Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, yang sudah memberikan nikmat hidup, langkah dan rezeki kepada kita semua. Salawat dan salam kita sampaikan kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW. Begitu pula kepada para syuhada, kita panjatkan do’a semoga dilapangkan kuburnya dan mendapatkan syurga.

                      Pada tanggal 4 Desember ini, sama-sama kita memperingati hari proklamasi kemerdekaan Aceh. Hari yang begitu bersejarah bagi bangsa Aceh dalam abad ini. Hari ini dapat kita gunakan untuk mengevaluasi usaha kita dalam mengembalikan daulat bangsa Aceh dan sudah tentu pula dapat kita gunakan untuk merancang apa-apa yang harus kita lakukan agar dapat sampai pada tujuan tersebut.

                      Akhir tahun yang lalu kita sepakat untuk mengumpulkan rekan-rekan yang setia ke perjuangan di bawah payung perjuangan Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) atau dalam bahasa Melayu kita sebut Aceh Merdeka (AM).

                      Empat bulan setelah itu, pada tanggal 6-8 April 2012, kita telah berhasil bermusyawarah dengan hasil keputusan-keputusan penting yang menentukan bagaimana dan siapa yang meneruskan kerja-kerja perjuangan Aceh Merdeka. Dalam masa tiga hari tersebut, telah kita sahkan sebuah konstitusi sebagai pegangan kita semua dalam barisan ini, supaya kerja-kerja yang kita laksanakan dapat lebih teratur, terencana dan tidak bergeser ke arah yang bukan dalam tujuan mendirikan daulat bangsa.

                      Pada hari terakhir, peserta musyawarah ini telah memilih ketua, wakil ketua, dan juga anggota-anggota presidium, sebagai salah satu badan ASNLF untuk melaksanakan amanah-amanah perjuangan Aceh Merdeka.

                      Dalam masa kerja delapan bulan ini, pihak presidium telah mengambil langkah-langkah konsolidasi ASNLF, memperkenalkan diri pada badan-badan yang berkaitan dengan masalah Aceh dan yang paling penting adalah pemberitahuan dan pemberian penerangan kepada rakyat dan bangsa Aceh, bahwa perjuangan Aceh Merdeka masih berdiri dengan kokoh, belum lagi berakhir.

                      Untuk meningkatkan kemampuan kerja pengurus dan menjalin hubungan dengan pihak-pihak lain, ASNLF telah mengirim peserta dalam acara-acara pelatihan, misalnya dalam acara-acara yang diadakan oleh United Nations Human Rights Council (UNHRC) di Jenewa, Swiss dan Unrepresented Nations and People Organization (UNPO) di Belanda.

                      Berbagai media seperti website, blog, facebook, buletin pun telah kita buat dan kita gunakan untuk penerangan masalah dan alasan Aceh Merdeka dan publikasi berita-berita resmi ASNLF.

                      Pada awal kita bergerak kembali, ramai yang belum mengerti apa dan mengapa kita mengaktifkan kembali ASNLF, malah sering kita terima kata-kata penghinaan, terutama dalam akun facebook kita. Namun, dengan usaha-usaha penerangan yang kita lakukan secara teratur dan tidak henti-hentinya, dapat kita lihat adanya perubahan cara pandang dan cara berfikir orang-orang tersebut. Media-media yang ada di Aceh pun sudah sering memuat berita-berita tentang kita.

                      Walaupun begitu, masih banyak sekali pekerjaan dan masih sangat banyak orang yang dibutuhkan untuk bisa kita katakan bahwa perjuangan AM akan berhasil. Ramai yang bertanya, “Sejauh manakah sudah perjuangan AM?”. Waktu kita tanyakan kembali pada orang tersebut, “Apa yang sudah saudara perbuat hari ini untuk perjuangan AM?”. Sering sekali orang tersebut tidak  mampu memberikan jawaban.

                      Apakah pernah terpikirkan oleh kita bahwa kemerdekaan Aceh akan datang begitu saja, tanpa usaha? Apakah pekerjaan besar ini akan mampu dijalankan oleh beberapa orang saja? Saya yakin, kita sepakat, bahwa Aceh tidak akan merdeka tanpa usaha dan do’a dari kita semua. Jadi sudah sepatutnya kita laksanakan agenda-agenda kerja ASNLF bersama-sama, menurut ilmu, serta kemampuan yang ada pada diri kita masing-masing.

                      Keyakinan kita dan tidak ragu-raguan hati kita dalam memerdekakan tanah leluhur kita adalah modal dasar dalam melaksanakan pekerjaan ini. Walaupun begitu, tidak dapat kita kesampingkan, bahwa kemampuan ekonomi adalah salah satu faktor penting yang menentukan apakah agenda-agenda kerja mampu ataupun tidak dapat kita laksanakan.

                      Dalam hidup kita ada masa senang, ada masa susah, ada masa berhasil, dan ada masa patah hati. Kegagalan sampai pada kekecewaan dalam perjuangan Aceh Merdeka adalah seperti masalah-masalah lain dalam hidup sehari-hari. Kita selalu ada harapan berhasil, kalau kalau kita mampu berdiri teguh kembali. Harapan Aceh Merdeka hanya akan punah kalau kita berhenti dalam berusaha (menyerah).

                      Perubahan dalam sejarah politik dunia dapat kita saksikan, begitu banyak contohnya, bahwa tidak ada masalah yang tidak mungkin dalam dunia ini.

                      Sebagai contoh, Skotlandia, salah satu negara dan bangsa di Eropa, walaupun sudah disatukan ke dalam kerajaan Inggris Raya selama lebih dari 300 tahun, mereka tidak menyerah dalam memperjuangkan  kemerdekaan. Bahkan pada tahun 2013 akan diadakan sebuah referendum untuk menentukan kemerdekaan negeri tersebut.

                      Dalam pekara ini sudah sepatutnya kita berfikir dan mengambil pelajaran, mengapa bangsa Skotlandia tersebut menginginkan kemerdekaan dari Inggris, yang kita sadari sebagai suatu negeri yang sangat maju di dunia ini. Seperti yang kita ketahui Skotlandia sendiripun rakyatnya sejahtra dan negerinya merupakan salah satu pusat ekonomi di Eropa.

                      Contoh lain adalah Katalania, salah satu bangsa lain di Eropa, dengan klub sepak bola yang sangat terkenal dan kota besar Barcelona, mereka juga sedang berusaha untuk memisahkan diri dari Spanyol. Katalania sendiri adalah salah satu wilayah industri dan perdagangan yang sudah maju, tapi tetap menginginkan untuk berdiri sendiri, merdeka dari negara Spanyol.

                      Dari kedua bangsa tersebut, dapat kita lihat dengan jelas bahwa keinginan bangsa-bangsa tersebut untuk merdeka tidak bergeming, walaupun sudah begitu maju dan makmur. Bagaimana dengan kita bangsa Aceh? Apakah sudah cukup atawa boleh seperti itu?

                      Pada akhir bulan Agustus 2012, kita telah mengajukan permohonan untuk kembali menjadi anggota UNPO, agar ada pegangan yang lebih kuat untuk melakukan hubungan dengan pihak-pihak lain di tingkat internasional. Baru-baru ini, pada tanggal 28 November 2012, pihak ASNLF sudah diundang oleh pihak UNPO untuk menyampaikan berita masalah Aceh.

                      Hal ini bermakna bagi kita bangsa Aceh untuk lebih giat dalam bekerja dan juga agar lebih teratur, supaya cita-cita untuk mengembalikan daulat bangsa kita cepat berhasil di tanah pusaka. Akhir kata, salam rindu kami ke pada seluruh bangsa Aceh yang masih setia pada perjuangan leluhur dimana saja berada di dunia ini.

                      4 Desember 2012

                      Ariffadhillah
                      Ketua Presidium

                      *Terjemahan dari salinan resmi berbahasa Aceh
                       http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/amanat-4-desember-2012/

                      """""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

                       
                      Australia
                      Video Milad Aceh Merdeka 4 Desember 2012 Ke - 36  Uléh ASNLF Sagoë Australia
                      http://www.youtube.com/watch?v=q7JGSxo5leM


                      Denmark

                      Milad Aceh Merdeka 4 Desember 2012.  Brønderslev, Denmark
                      http://www.youtube.com/channel/UCAKzuMa__jAHDFf3ZTqtuxw?feature=watch


                      Malaysia

                      Milad Atjèh Meurdéhka Njang keu-36 di Malaja - 4 Desember 2012
                      http://www.youtube.com/watch?v=n_LArpd-sso


                      Sweden
                      Uroë Peu-ingat 36 Thôn Atjèh Meurdéhka di Sweden
                      http://www.youtube.com/watch?v=3BW7qRVM280

                      ____________________________________________________


                      http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/siaran-pers-06122012/


                      Siaran Pers
                      6 Desember 2012


                      PERINGATAN HUT ACEH MERDEKA YANG KE-36

                      4 Desember 1976 – 4 Desember 2012


                      Kru-Seumangat, Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, perayaan hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh pada tanggal 4 Desember 2012 yang dikoordinir oleh Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) telah berhasil diselenggarakan dengan selamat.

                      Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan ulang tahun Aceh Merdeka kali ini berhasil dilaksanakan secara global, yakni mencakup berbagai belahan dunia. Melalui jaringan Perwakilan ASNLF di berbagai negara, serta melalui kerja sama yang baik dengan masyarakat Aceh di negara yang bersangkutan, ASNLF sukses memperingati milad AM lintas benua - mulai dari Kanada sampai dengan Australia.

                      Kemajuan pesat di tahun pertama setelah pengaktifan kembali organisasi ASNLF ini, telah membangkitkan kembali semangat juang bangsa Aceh, yang berusaha dipadamkan dengan berbagai ulah sekelompok orang yang tidak bertanggung-jawab. Tipu muslihat yang mereka publikasikan untuk menggagalkan aksi-aksi rakyat dalam menyambut 4 Desember pun telah berhasil kita lumpuhkan dengan bukti nyata kerja pejuang-pejuang AM di lapangan. Hasilnya, Bendera Bulan Bintang pun berkibar di berbagai belahan dunia.

                      Kerja sama yang solid dari anggota dan pendukung ASNLF di Aceh khususnya, memang patut mendapatkan pujian. Mulai dari tanggal 1 Desember 2012, bendera Aceh sudah mulai dikibarkan di beberapa tempat di kawasan Lhokseumawe. Pada hari-hari selanjutnya, bintang bulan berhasil pula dikibarkan di tempat lainnya seperti di Banda Aceh, Pidie, Ulèë Glé, Lhokseumawe, Langsa, Meulaboh, dan di berbagai kawasan lainnya di seluruh Aceh.

                      Selain kegiatan penaikan Bendera, aktivis-aktivis ASNLF juga melakukan aksi penempelan stiker bergambarkan burak-singa dan bendera Aceh Merdeka pada kendaraan-kendaraan bermotor di seputaran kota Banda Aceh. Kegiatan yang dilakukan dini hari tanggal 4 Desember tersebut menargetkan mobil-mobil berplat merah (pemerintah) dan juga loreng (militer), seperti pada kendaraan yang terparkir di Polantas kota Banda Aceh, Kesdam Iskandar Muda, Hotel Medan, Hotel Madinah, Jembatan RSUZA, termasuk juga pada kendaraan patroli polisi yang sedang berhenti di lampu merah simpang Safiatuddin.

                      Meskipun mendapat ancaman dari polri dan penguasa-penguasa lokal yang pro-Indonesia melalui publikasi media lokal, aksi-aksi tersebut telah dilaksanakan dengan sukses sebagai bentuk kebebasan berekspresi masyarakat. Kebebasan ini lah yang secara nyata telah diinjak-injak dengan segala macam ancaman yang tidak mengindahkan penerapan hak-hak azasi manusia. Sebagai contoh, ketua DPW KPA/PA Aceh Barat menyatakan: “... kalaupun ada memasang bendera bulan bintang, silahkan tembak di tempat.” Ancaman tersebut merujuk pada ultimatum ketua PA itu sendiri yang mengharamkan penggunaan bendera bulan bintang dalam aksi peringatan 4 Desember.

                      Ironisnya, di saat legislatif lokal Aceh sedang berusaha meloloskan qanun bendera untuk menggunakan bulan bintang sebagai bendera daerah Aceh, petinggi partai lokal justru mengeluarkan ultimatum-ultimatum yang melarang rakyat mengekspresikan diri menggunakan bendera yang dimaksud. Kebijakan kontra-produktif dari penguasa lokal ini jelas-jelas mencerminkan politik cari muka untuk menyenangkan hati Jakarta saja.

                      Ultimatum senada juga disampaikan Kapolda Aceh bahwa siapa saja yang menaikkan bendera bintang bulan akan ditindak. Sebagai tambahan, pengawalan ketat juga dilakukan oleh gabungan pihak militer dan polisi Indonesia yang bekerja sama dengan pasukan milisi partai lokal yang sudah mulai beroperasi sejak tanggal satu Desember. Pengawalan tersebut dilakukan dengan cara ronda ke pelosok-pelosok kampung untuk menimbulkan intimidasi di masyarakat dalam mengantisipasi penaikan Bendera Aceh Merdeka - bulan bintang.

                      Namun demikian, di tengah ancaman dan penjagaan yang sangat ketat tersebut, para aktivis kemerdekaan bersikeras mengambil resiko demi menyampaikan pernyataan sikap dan menyuarakan aspirasi rakyat. Hal ini membuktikan bahwa bangsa Aceh sudah sadar akan hak-hak mereka, sehingga kejenuhan rakyat terhadap janji-janji Helsinki dan ketidak-percayaan mereka terhadap sistem Indonesia yang sedang dijalankan di Aceh termanifestasikan dalam aksi-aksi yang dimaksud.

                      Seperti yang telah diberitakan di media massa, juru bicara ASNLF untuk wilayah Pase, Abu Sumatra, mengutuk tindakan penurunan bendera-bendera Aceh Merdeka yang telah dilakukan oleh aparat keamanan dan satgas KPA/PA. Ia menegaskan bahwa penaikan Bintang Bulan tersebut adalah bentuk pernyataan kepada dunia internasional, “inilah bendera Aceh yang sebenarnya”. Ia juga menambahkan bahwa aksi tersebut juga merupakan bentuk kelanjutan perjuangan untuk memerdekakan Aceh dari Indonesia.

                      Dari luar negeri, dedikasi yang tinggi dari perwakilan ASNLF di Malaysia juga patut mendapatkan penghargaan istimewa. Sudah lama bangsa Aceh menanti aksi-aksi baru dari pejuang AM di Malaysia yang sedari dulu terkenal sebagai salah satu negara basis Aceh Merdeka. Dan pada perayaan milad kali ini, mereka telah membuktikan bahwa komunitas pejuang di negara tersebut masih wujud. Dalam kata sambutannya, yang ia dibacakan secara langsung, ketua perwakilan menghimbau masyarakat Aceh di negara tersebut untuk bersatu padu dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa Aceh dibawah payung ASNLF, yang telah diaktifkan kembali di Denmark pada April lalu.

                      Di Australia, perayaan 4 Desember dipusatkan di sebuah lapangan di kota Sydney dengan aksi pengibaran bendera Bintang Bulan pada jam 11 di pagi hari.  Penggerekan bendera tersebut diiringi dengan kumandang azan dan disaksikan oleh sekitar dua puluh orang warga Aceh yang bermukim di seputar kota Sydney. Pada kesempatan tersebut, ketua ASNLF perwakilan Australia, yang bertindak sebagai inspektur acara, berkesempatan menyampaikan amanat ketua presidium ASNLF Pusat. Sedangkan di malam harinya, telah pula dilakukan do’a samadiah bersama oleh 80 orang peserta, termasuk kaum hawa berserta anak-anak, yang ditujukan kepada para syuhada yang gugur memperjuangkan Aceh Merdeka.

                      Selain itu, kegiatan serupa telah berhasil juga dilaksanakan di negara-negara lain, seperti di Swedia dan Denmark. Keglobalan perayaan Hari Pendeklarasian Kembali Kemerdekaan Aceh tahun ini menandakan bahwa perjuangan bangsa Aceh dalam menuntut kemerdekaan masih terus berlanjut di berbagai belahan dunia.

                      Untuk itu, kami dari ASNLF pusat mengucapkan terimakasih banyak kepada semua bangsa Aceh, khususnya yang berada di Aceh, yang telah mengambil resiko yang sangat besar demi terlaksananya milad 4 Desember tahun ini. Penghargaan kami yang setinggi-tinginya juga kami sampaikan kepada perwakilan-perwakilan ASNLF di luar negeri yang juga telah sukses mengibarkan alam pusaka di tempat masing-masing.

                      ###

                      Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
                      Madinatul Fajar, Ketua Sekretariat ASNLF
                      Email:
                      madinatul.fajar@...
                      __________________________













                    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.