Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

OPM (dibantu asing?) vs Masyarakat Papua & seluruh warga negara RI (pemerintah RI apakah mendukung warganya?)

Expand Messages
  • Nanang Heriyanto
    Bulan Desember 2012, menjelang perayaan OPM (Organisasi Papua merdeka) yang dengan jelas OPM menyebut telah membentuk militer angkatan perang, bahkan
    Message 1 of 2 , Dec 1, 2012
    • 0 Attachment
      Bulan Desember 2012, menjelang perayaan OPM (Organisasi Papua merdeka) yang dengan jelas OPM menyebut telah membentuk militer angkatan perang, bahkan panglimanya menyebut diri sebagai jenderal...
      3 anggota Polri disalah satu Polsek disana tewas diserbu puluhan orang yang menyerbu dengan senjata api, bahkan kapolseknya tewas dengan anggota tubuh dipotong dan dibakar..
      bahkan rombongan kapolda juga diserbu

      Apakah pembantaian para anggota Polri yang notabene juga berasal dari warga asli papua itu menjadi berita nasional?
      ternyata tidak.....
      tapi coba jika salah satu penyerbu tewas... atau luka2 saja...
      pasti akan jadi berita hangat diluar negeri dan kemudian beritanya akan disadur oleh media massa nasional..
      bagaimana tanggapan presiden? seperti biasa menyesalkan dan berharap ada solusi damai... konkret langkah & kebijaksanaannya bagaimana?

      Memang benar harus ada solusi damai untuk papua dan juga seluruh wilayah Indonesia, yakni bahwa harus ada kemakmuran di papua khususnya dan Indonesia umumnya..
      Tapi yang perlu diingat bahwa perbuatan pidana, dalam hal ini pembunuhan juga harus diselesaikan secara hukum..

      Karena jika hukum tidak ditegakkan baik pada aparat maupun pada masyarakat... adalah merupakan sebuah himbauan atau ajakan dari pemerintah agar masyarakatnya anarkis
      Jika kemakmuran masyarakat tidak merupakan prioritas dari sebuah pemerintahan maka hal itu merupakan dorongan atau ajakan dari pemerintah agar di masyarakatnya terjadi disintegrasi

      Salam untuk masa depan Indonesia yang lebih baik
      Dari sisa2 rakyat Indonesia yang masih peduli pada masyarakat, bangsa & negara
    • Jasuli Ahmad
      QULILLHAQ WALAUKAANA MURRA (HADIST NABI SUCI INI BERMAKNA; KATAKANLAH YANG BENAR WALAUPUN PAHIT ) Qalbu diciptakan Tuhan bukan untuk di jadikan musuh yang
      Message 2 of 2 , Dec 1, 2012
      • 0 Attachment
        QULILLHAQ WALAUKAANA MURRA (HADIST NABI SUCI INI BERMAKNA; "KATAKANLAH YANG BENAR WALAUPUN PAHIT")

        Qalbu diciptakan Tuhan bukan untuk di jadikan musuh yang selalu merintangi dan menentang segala gerak dan tindak kita, kita di perlengkapi dengan hati agar dapat memanfaatkan akal berlandaskan hati, jadikan hati nurani itu penasehat untuk memudahkan segala tindak dan gerak, dan memberi arah bagi segala amal dan usaha.
        (Jasuli Ahmad)
        Acheh - Sumatra

        Mungkin judulnya begini: OPM & Masyarakat Papua (dibantu asing?) vs seluruh warga negara RI (pemerintah RI apakah mendukung warganya?)

        Dalam buku yang dituliskan oleh Ideolog Acheh - Sumatra, Tgk DR Hasan Tiro dikatakan bahwa luarnya kepulauan Nusantara lebih-kurang sama dengan benua Eropa. Kalau di Eropa ada kira-kira 23 buah Negara, di Nusantara sebelum dijajah oleh Belanda juga kira-kira ada 23 buah negara dimana Acheh -.Sumatra termasuk dalam 10 negara Super Power kala itu. Walaupun negara-negara di Eropa itu luas tanahnya kecil-kecil namun rata-rata negara tersebut jauh lebih maju dibandingkan negara-negara di benua lainnya kala itu. 

        Eropa kala itu bagaikan seorang yang punya tanah sawah satu hektar hingga mampu memberikan pupuk secara maksimal hingga hasilpun melimpah sedangkan Indonesia bagaikan seseorang yang punya tanah 100 hektar tetapi tidak mampu mengelolanya apalagi memberikan pupuk secara maksimal. Tetangga hidup melarat tetapi malah bermusuhan dengan tetangga (Apakah terlalu sukar untuk dipahami?)

        Kalau begitu majunya suatu negara tidaklah tergantung pada luasnya tanah tetapi pada kemampuan pemimpin dan rakyat dalam mengurusinya. Logikanya Indonesia (bekas jajahan Belanda dan menjadi peuseudo Beulanda) yang mengambil alih atas West Papua, Acheh - Sumatra, Maluku Selatan (RMS) dan sekitar 20 buah negara lainnya yang sedang "tertidur pulas", sebetulnya tidak mampu berpikir secara benar bahwa andaikata bertaubat menyerahkan kembali "hak" bangsa-bangsa lain hingga masing-masing dapat mengurusnya hingga maju macam negara-negara Eropa dulu, kita tidak perlu menumpahkan darah yang walaupun kita mengaku beragama Islam tetapi disisi Allah tetap dihukum sebagai pihak yang bersatu padu untuk membunuh bangsa-bangsa lain dan tempatnya pasti dalam neraka (Tidak pernah berpikirkah kalian seperti ini?).

        Kenapa kalian tenggelam, ketika orang luar menyebut kalian mayoritas Islam di Dunia? Tidakkah kalian sadari bahwa setiap orang Islam belum tentu beriman tetapi setiap orang beriman pasti orang Islam? Allah berfirman: "Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: "Kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (TQS al-Hujurat [49]: 14).

        Jadi kalian yang bersatu padu untuk membunuh bangsa West Papua, Acheh - Sumatra dan RMS terkena dengan ayat berikut ini: "Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan menusia semuannya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (keterangan-keterangan) yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi." (QS. 5:32)

        Sudah berapa jutakah bangsa Acheh - Sumatra, West Papua dan RMS yang kalian bunuh? Walaupun kalian menipu orang lain agar naik Haji untuk menghapuskan dosa, adalah hal yang mustahil. Islam itu tidak terbatas pada dimensi ritual saja. Itu Islamya orang hypocrite. Makanya mustahil ulama dalam lembaga ulama yang keberadaannya sekedar melanggingkan kekuasaan majikannya. Itu namanya "Bal'am" atau ulama gadongan.

        Renungkanlah sejak jaman Suharto sampai Yudhoyono adakah perubahan bagi Indonesia? Bagaimana sepak terjang para Yudikatif, Eksekutif dan Legislatif? Lalu bagaimana kondisi rakyatnya? Bukankah yang kaya makin kaya via korupsi legitimasi dan yang miskin makin miskin? Dalam negara yang redha Allah, seluruh kekayaan negara adalah milik rakyat tetapi dalam negara yang tidak redha Allah seluruh kekayaan negara milik penguasa dan segenap jajarannya. Mereka mengelola kekayaan negara macam mengelola harta moyangnya. Bagaimana mungkin dikatakan negara itu Islam sementara bagi mayoritas rakyat tidak ada rahmatnya?

          أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آَذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ( الحج:46)

        "Tidakkah mereka berjalan di muka bumi, agar mereka memiliki hati yang dengannya mereka dapat menggunkan akal, dan mereka memiliki telinga yang dengannya mereka dapat mendengar, karena sesungguhnya bukan mata yang buta, tapi hati yang di dalam dada yang buta".(QS, al Hajj: 46)

        DUNIA HAMPIR KIAMAT, AMBILLAH TINDAKAN YANG REDHA ALLAH ATAU IKUTILAH BASYAR-BASYAR HINGGA PENYESALAN YANG TERAMAT SDANGAT KELAK...

        From: Nanang Heriyanto <nan2nk@...>
        To: Pers Indonesia <PersIndonesia@yahoogroups.com>; pks-depok@yahoogroups.com
        Sent: Saturday, December 1, 2012 9:58 AM
        Subject: «PPDi» OPM (dibantu asing?) vs Masyarakat Papua & seluruh warga negara RI (pemerintah RI apakah mendukung warganya?)

         
        Bulan Desember 2012, menjelang perayaan OPM (Organisasi Papua merdeka) yang dengan jelas OPM menyebut telah membentuk militer angkatan perang, bahkan panglimanya menyebut diri sebagai jenderal...
        3 anggota Polri disalah satu Polsek disana tewas diserbu puluhan orang yang menyerbu dengan senjata api, bahkan kapolseknya tewas dengan anggota tubuh dipotong dan dibakar..
        bahkan rombongan kapolda juga diserbu

        Apakah pembantaian para anggota Polri yang notabene juga berasal dari warga asli papua itu menjadi berita nasional?
        ternyata tidak.....
        tapi coba jika salah satu penyerbu tewas... atau luka2 saja...
        pasti akan jadi berita hangat diluar negeri dan kemudian beritanya akan disadur oleh media massa nasional..
        bagaimana tanggapan presiden? seperti biasa menyesalkan dan berharap ada solusi damai... konkret langkah & kebijaksanaannya bagaimana?

        Memang benar harus ada solusi damai untuk papua dan juga seluruh wilayah Indonesia, yakni bahwa harus ada kemakmuran di papua khususnya dan Indonesia umumnya..
        Tapi yang perlu diingat bahwa perbuatan pidana, dalam hal ini pembunuhan juga harus diselesaikan secara hukum..

        Karena jika hukum tidak ditegakkan baik pada aparat maupun pada masyarakat... adalah merupakan sebuah himbauan atau ajakan dari pemerintah agar masyarakatnya anarkis
        Jika kemakmuran masyarakat tidak merupakan prioritas dari sebuah pemerintahan maka hal itu merupakan dorongan atau ajakan dari pemerintah agar di masyarakatnya terjadi disintegrasi

        Salam untuk masa depan Indonesia yang lebih baik
        Dari sisa2 rakyat Indonesia yang masih peduli pada masyarakat, bangsa & negara


      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.