Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Revolusi Asyura dan Peran Perempuan (Bagian 6, Habis)

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Hari ini kita bicarakan Karbala dimana nama ini kita pakai sebagai nama blog kita,
    Message 1 of 16 , Nov 24, 2012
    • 0 Attachment
      Hari ini kita bicarakan Karbala dimana nama ini kita pakai sebagai nama blog kita, http://achehkarbala.blogspot.com/2009/07/akhirnya-kutemukan-kebenaran-muhammad_9405.html

      Karbala adalah benang merah yang menghubungkan kita saat berhadapan dengan fenomena yang dihadapi Imam Hussein, keluarga dan sahabat setianya. Orang-orang yang belum memahami "karbala" kerap menduga bahwa itu hal yang tidak memiliki makna buat kehidupan masa kini. Tetapi realitanya di Iran, satu-satunya komunitas yang memahami Karbala, bukan saja mampu meluluhlantakkan rezim despotik, prototype rezim Yazid bin Muawiyah bin Abi Sofyan bin Harb tetapi juga mampu merumuskan system yang Islami (baca Wilayatul Fakih-.Imam Khomaini).

      Realitanya kendatipun bangsa Iran/Parsi yang senantiasa dimusuhi AS, sebahagian Eropa dan Zionis Israel plus sebahagian bangsa Arab namun lihatlah sampai hari ini betapa membanggakan bagi orang-orang yang telah menemukan kebenaran Islam bahwa AS, sebahagian negara-negara di Eropa dan Zionis Israel tidak berani berhadapan dengan Republik Islam Iran yang berideology Karbala.

      Realitanya ratusan tahun yang lalu bangsa-bangsa Arab senantiasa kalah berhadapan dengan Zionis Israel tetapi dalam perang 33 hari, Hizbullah Libanon, komunitas kecil didikan Imam Khomaini mampu meluluh lantakkan Zionis. Namun sayangnya "domba-domba Arab" belum mampu memahami kebenaran Republik Islam Iran dan Hizbullah Libanon, sebaliknya mereka sendiri tenggelam dalam pelukan Israel secara terang-terangan.

      Realitanya sekarang kita saksikan baik di AS maupun di Eropa dan bahkan seluruh Dunia, rakyat senantiasa terzalimi oleh kaki tangan rezim-rezim despotik (baca polisi dan tentara), namun para Occupy Wall Street tetap sabar menahan derita tersebut sebagaimana sabarnya rakyat Bahrain dan Yaman dibawah kekejaman tentara dan polisi yang dibantu langsung oleh pasukan yang dikirim penguasa despotik Arab Saudi.

      Ketika kita saksikan perlakuan yang zalim itu otomatis kita teringat penderitaan Imam Hussein, keluarga dan sahabat setianya di medan Karbala Irak. Kapan saja kita mampu mengidentifikasi fenomena "Yazid" saat itulah kita bersemangat walaupun terasa pedih dan menderita. Justeru itulah kita saksikan pengikut Ahlulbayt tidak pernah takut saat bomb berkali-kali dijatuhkan oleh para "Yazid-yazid modern" di Karbalka Irak, demikian juga saat mereka menziarahi kuburan para Imam suci. Itulah pintu kesyahidan terbuka disetiap hari 'Asyura" dan juga kapan saja sebagaimana selogan Syahid DR 'Ali Syari'ati: Setiap bulan adalah Muharram, seiap hari adalah 'Asyura dan setiap tempat adalah Karbala"

      Saya sendiri tidak mampu membendung air mata, kapan saja menyaksikan penderitaan rakyat biasa sebagaimana dapat kita saksikan juga di http berikut ini:
      1. http://www.youtube.com/watch?v=EvdpPggY04M2. http://www.youtube.com/watch?v=kb2grqp6XSw&feature=related

      Today we are talking about Karbala in which we use this name as the name of our blog, "http://achehkarbala.blogspot.com/html"Karbala is the common thread that connects us when confronted with a phenomenon faced Imam Hussein, his family and his loyal companions. People who do not understand the "Karbala" is often assumed that was the thing has no meaning for life today. But the reality in Iran, the only community to understand Karbala, not only capable of devastating despotic regime, regime of Yazid bin Muawiyah prototype bin Abi Sofyan ibn Harb but also able to formulate an Islamic system (read-.Imam Fakih Wilayatul Khomaini).

      The reality is that although the Iranians / Persians who always despised the U.S., partly European and partly plus the Israeli Arabs and behold to this day how much pride for the people who have discovered the truth of Islam that the U.S., settled some countries in Europe and Israel Zionists do not dare dealing with the Islamic Republic of Iran which berideology Karbala.The reality is that hundreds of years ago the Arabs always lose against the Zionist Israel but within the 33 days, the Lebanese Hezbollah, a small community of educated Imam Khomaini able devastating Zionist devastated. But unfortunately "Arab sheep" have not been able to understand the truth of the Islamic Republic of Iran and the Lebanese Hezbollah, instead they themselves immersed in Israel's arms openly.

      The reality is we are now witnessing in both the U.S. and in Europe and even the whole world, people always accomplice victimization by despotic regimes (read police and army), but the Occupy Wall Street still wait patiently endure such as Bahrain and Yemen under the people's cruelty soldiers and police assisted by troops sent directly despotic rulers of Saudi Arabia.When we see the unjust treatment we automatically think of the suffering of Imam Hussein, his family and his loyal companions in the battlefield of Karbala Iraq.I myself was unable to stem the tears, at any time witnessed the suffering of ordinary people as well as we can see in the following http:

      2. http://www.youtube.com/watch?v=kb2grqp6XSw&feature=related
      1. http://www.youtube.com/watch?v=EvdpPggY04M

      Revolusi Asyura dan Peran Perempuan (Bagian 6, Habis) - hidden-2 - indonesian
      indonesian.irib.ir
      Sejarah telah membuktikan bahwa kaum...


    • Jasuli Ahmad
      ‎ Ayatullah Emami Kashani juga mengisyaratkan konspirasi yang digelar Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel terhadap Islam dan mengingatkan, jika Dunia
      Message 2 of 16 , Nov 24, 2012
      • 0 Attachment

        ‎"Ayatullah Emami Kashani juga mengisyaratkan konspirasi yang digelar Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel terhadap Islam dan mengingatkan, jika Dunia Islam bersatu maka AS dan Israel tidak akan mendapat tempat di kawasan."

        Jasuli: Islam yang bagaimana saja dimaksudkan Ayatullah Emami Kashani? Islam Abu Dzar Ghifari mustahil dipersatukan dengan "Islam" Marwan bin Hakam, menantunya Usman yang membuat surat palsu atas nama Khalifah Usman untuk memenggal leher semua iring-iringan jamaah yang dipimpin oleh Muhammad bin Abubakar (murid Imam Ali) 

        Untuk kesekian kali kita katakan bahwa hal seperti ini tidak mampu dijangkau dengan kacamata Syar'i tetapi membutuhkan kacamata Ideology. Untuk ini, sebahagian orang Iran harus belajar pada Syahid DR 'Ali Syari'ati. Meninggalkan literatur Ali Syariati, membuat persoalan yang dikaji, melenceng dari hakikatnya.

        Ketika tawanan dari keluarga Imam Hussein digiring ke Istana Yazid yang mengaku beragama Islam tetapi seorang Nasrani, mempersiapkan makanan (roti) untuk keluarga Imam. Dari fenomena ini kita mampu menarik kesimpulan, untuk apa Yazid yang beragama Islam namun menzalimi Imam Hussein dan keluarganya tetapi seorang Nasrani yang non Islam memiliki rasa kemanusiaan yang sangat mendalam. Bahkan Nasrani tersebut sempat menangis, merenungkan kesengsaraan yang dialami keluarga Imam Hussein

        Sehubungan dengan fenomena diatas, renungkanlah bahwa mayoritas rakyat di Timur Tengah sekarang mendukung bangsa Palestina yang dizalimi Zionis di Gaza. Diantara mereka banyak juga yang bukan Islam agama mereka. Mereka memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi. Lalu bandingkan dengan sebahagian orang Islam di Timur Tengah yang menjadi pendukung rezim-rezim despotik atau "domba-domba Arab" yang dimaksudkan Sayyed Nasrullah (sekjen Hizbullah). Mungkinkah mereka yang berideology Marwan bin Hakam dipersatukan dengan mereka yang berideology Abu Dzar Ghifari?

        Di AS dan Eropa mayoritas Nasrani memihak Republik Islam Iran dan juga peduli kepada penderitaan banbgsa Palestina, sementara penguasa mereka yang juga beragama Nasrani menjadi support utama bagi musuh dari bangsa Palestina, sama sepak terjang mereka dengan penguasa Qatar, Saudi Arabia dan rezim-rezim yang masih mengaku beragama Islam lainnya diseluruh dunia.

        Konklusinya, justeru bukan orang-orang Islam yang harus dipersatukan tetapi manusia-manusia "kutub Habil" yang memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi untuk meluluhlantakkan manusia-manusia "kutub Qabil" (penguasa-penguasa despotik) apapun latar belakang agama mereka dan juga "Domba-domba Arab" di atas.


        "Ayatollah Emami Kashani also hints at conspiracy, held the United States and the Zionist regime of Israel against Islam and warned, if the Islamic World united the U.S. and Israel will not have a place in the region."

        Jasuli: how Islam Ayatollah Emami Kashani it meant? Islam Abu Dhar Ghifari impossible united with "Islam" Marwan bin Hakam, son Usman who made a fake letter on behalf of Caliph Uthman to decapitate all the procession of pilgrims led by Muhammad bin Abubakar (students of Imam Ali)

        For the umpteenth time we are told that things like this are not able to reach with glasses Syar'i but need glasses Ideology. For this, partly Iranians should learn the DR Shahid 'Ali. Leaving the literature Ali Shariati, making the issue under review, deviated from nature.

        When the family of Imam Hussein prisoners were herded into the palace of Yazid who consider themselves Muslims but as a Christian, preparing food (bread) for a family priest. From this phenomenon we are able to draw conclusions, for what Yazid who are Muslims but menzalimi Imam Hussein and his family but a Christian non-Muslims who have a very deep sense of humanity. Even Christians are unheard cry, contemplate the family's arduous Imam Hussein

        In connection with this phenomenon, consider that the majority of people in the Middle East are now supporting the Palestinian people who have been wronged Zionists in Gaza. Among their many non-Islamic religion. They have a high sense of humanity. Then compare with partly Muslims in the Middle East who support despotic regimes or "Arab sheep" that is meant Sayyed Nasrallah (Hezbollah Secretary General). Could those Marwan bin Hakam berideology united with those who berideology Abu Dhar Ghifari?

        In the U.S. and Europe the majority of Christians sided with the Islamic Republic of Iran, and also concerned about the suffering of the Palestinian banbgsa, while their rulers who are also Christian, a key support for the enemies of the Palestinian people, as they lunge to the ruler of Qatar, Saudi Arabia and the regimes are still claiming other Muslims throughout the world.

        Conclusion, is precisely not the Muslims who should be united but human beings "pole Abel" which has a high sense of humanity for humans devastated "pole Cain" (despotic rulers) whatever their religious background as well as the "Lamb- Arab sheep "above.

        "Ayatollah Emami Kashani hint også på konspirasjon, holdt av USA og det sionistiske regimet i Israel mot islam og advart, hvis den islamske verden forent USA og Israel ikke vil ha en plass i regionen."

        Jasuli: Ayatollah Emami Kashani hvordan islam det betydde? Islam Abu Dhar Ghifari umulig forent med "Islam" Marwan bin Hakam, sønn Usman som gjorde en falsk brev på vegne av kalifen Uthman å halshogge alle prosesjon av pilegrimer ledet av Muhammad bin Abubakar (studenter av Imam Ali)

        For n'te gang vi blir fortalt at ting som dette ikke er i stand til å komme med briller Syar'i men trenger briller ideologi. For dette, bør delvis iranere lære DR Shahid Ali. Forlater litteratur Ali Shariati, noe som gjør problemet under vurdering, avvek fra naturen.

        Når familien til Imam Hussein fangene ble gjetet inn i palasset til Yazid som anser seg selv muslimer, men som en kristen, forbereder mat (brød) for en familie prest. Fra dette fenomenet er vi i stand til å trekke konklusjoner, for hva Yazid som er muslimer, men menzalimi Imam Hussein og hans familie, men en kristen ikke-muslimer som har en veldig dyp følelse av menneskeheten. Selv kristne er Unheard gråte, tenke på familiens vanskelige Imam Hussein

        I forbindelse med dette fenomenet, mener at de fleste mennesker i Midtøsten er nå støtte det palestinske folk som har lidt urett sionister i Gaza. Blant deres mange ikke-islamske religion. De har en høy følelse av menneskeheten. Deretter sammenligne med delvis muslimer i Midtøsten som støtter despotiske regimer eller "arabiske sauer" som er ment Sayyed Nasrallah (Hizbollah generalsekretær). Kunne Marwan bin Hakam berideology de forent med dem som berideology Abu Dhar Ghifari?

        I USA og Europa de fleste kristne parti med den islamske republikken Iran, og også bekymret for lidelsene til de palestinske banbgsa, mens deres herskere som også kristen, en viktig støtte for fiender av det palestinske folk, som de utfall til herskeren av Qatar, er Saudi-Arabia og regimene fortsatt hevde andre muslimer over hele verden.

        Konklusjon, er nettopp ikke muslimene som burde være forent men mennesker "pole Abel" som har en høy følelse av menneskeheten for mennesker ødelagt "pole Cain" (despotiske herskere) uansett religiøs bakgrunn, så vel som "Lamb-Arab sau" ovenfor

        Suka ·  ·  · Bagikan · 15 ini.

        From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@...>
        To: "sueue@yahoogroups.com" <sueue@yahoogroups.com>; "Lantak@yahoogroups.com" <Lantak@yahoogroups.com>; "PPDI@yahoogroups.com" <PPDI@yahoogroups.com>; "Komunitas_Papua@yahoogroups.com" <Komunitas_Papua@yahoogroups.com>; "ambon@yahoogroups.com" <ambon@yahoogroups.com>; "oposisi-list@yahoogroups.com" <oposisi-list@yahoogroups.com>; "politikmahasiswa@yahoogroups.com" <politikmahasiswa@yahoogroups.com>; "kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com" <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>; "achehnews@yahoogroups.com" <achehnews@yahoogroups.com>
        Sent: Saturday, November 24, 2012 11:18 AM
        Subject: [http://acehnews.net.tc] Revolusi Asyura dan Peran Perempuan (Bagian 6, Habis)

         
        Hari ini kita bicarakan Karbala dimana nama ini kita pakai sebagai nama blog kita, http://achehkarbala.blogspot.com/2009/07/akhirnya-kutemukan-kebenaran-muhammad_9405.html

        Karbala adalah benang merah yang menghubungkan kita saat berhadapan dengan fenomena yang dihadapi Imam Hussein, keluarga dan sahabat setianya. Orang-orang yang belum memahami "karbala" kerap menduga bahwa itu hal yang tidak memiliki makna buat kehidupan masa kini. Tetapi realitanya di Iran, satu-satunya komunitas yang memahami Karbala, bukan saja mampu meluluhlantakkan rezim despotik, prototype rezim Yazid bin Muawiyah bin Abi Sofyan bin Harb tetapi juga mampu merumuskan system yang Islami (baca Wilayatul Fakih-.Imam Khomaini).

        Realitanya kendatipun bangsa Iran/Parsi yang senantiasa dimusuhi AS, sebahagian Eropa dan Zionis Israel plus sebahagian bangsa Arab namun lihatlah sampai hari ini betapa membanggakan bagi orang-orang yang telah menemukan kebenaran Islam bahwa AS, sebahagian negara-negara di Eropa dan Zionis Israel tidak berani berhadapan dengan Republik Islam Iran yang berideology Karbala.

        Realitanya ratusan tahun yang lalu bangsa-bangsa Arab senantiasa kalah berhadapan dengan Zionis Israel tetapi dalam perang 33 hari, Hizbullah Libanon, komunitas kecil didikan Imam Khomaini mampu meluluh lantakkan Zionis. Namun sayangnya "domba-domba Arab" belum mampu memahami kebenaran Republik Islam Iran dan Hizbullah Libanon, sebaliknya mereka sendiri tenggelam dalam pelukan Israel secara terang-terangan.

        Realitanya sekarang kita saksikan baik di AS maupun di Eropa dan bahkan seluruh Dunia, rakyat senantiasa terzalimi oleh kaki tangan rezim-rezim despotik (baca polisi dan tentara), namun para Occupy Wall Street tetap sabar menahan derita tersebut sebagaimana sabarnya rakyat Bahrain dan Yaman dibawah kekejaman tentara dan polisi yang dibantu langsung oleh pasukan yang dikirim penguasa despotik Arab Saudi.

        Ketika kita saksikan perlakuan yang zalim itu otomatis kita teringat penderitaan Imam Hussein, keluarga dan sahabat setianya di medan Karbala Irak. Kapan saja kita mampu mengidentifikasi fenomena "Yazid" saat itulah kita bersemangat walaupun terasa pedih dan menderita. Justeru itulah kita saksikan pengikut Ahlulbayt tidak pernah takut saat bomb berkali-kali dijatuhkan oleh para "Yazid-yazid modern" di Karbalka Irak, demikian juga saat mereka menziarahi kuburan para Imam suci. Itulah pintu kesyahidan terbuka disetiap hari 'Asyura" dan juga kapan saja sebagaimana selogan Syahid DR 'Ali Syari'ati: Setiap bulan adalah Muharram, seiap hari adalah 'Asyura dan setiap tempat adalah Karbala"

        Saya sendiri tidak mampu membendung air mata, kapan saja menyaksikan penderitaan rakyat biasa sebagaimana dapat kita saksikan juga di http berikut ini:
        1. http://www.youtube.com/watch?v=EvdpPggY04M2. http://www.youtube.com/watch?v=kb2grqp6XSw&feature=related

        Today we are talking about Karbala in which we use this name as the name of our blog, "http://achehkarbala.blogspot.com/html"Karbala is the common thread that connects us when confronted with a phenomenon faced Imam Hussein, his family and his loyal companions. People who do not understand the "Karbala" is often assumed that was the thing has no meaning for life today. But the reality in Iran, the only community to understand Karbala, not only capable of devastating despotic regime, regime of Yazid bin Muawiyah prototype bin Abi Sofyan ibn Harb but also able to formulate an Islamic system (read-.Imam Fakih Wilayatul Khomaini).

        The reality is that although the Iranians / Persians who always despised the U.S., partly European and partly plus the Israeli Arabs and behold to this day how much pride for the people who have discovered the truth of Islam that the U.S., settled some countries in Europe and Israel Zionists do not dare dealing with the Islamic Republic of Iran which berideology Karbala.The reality is that hundreds of years ago the Arabs always lose against the Zionist Israel but within the 33 days, the Lebanese Hezbollah, a small community of educated Imam Khomaini able devastating Zionist devastated. But unfortunately "Arab sheep" have not been able to understand the truth of the Islamic Republic of Iran and the Lebanese Hezbollah, instead they themselves immersed in Israel's arms openly.

        The reality is we are now witnessing in both the U.S. and in Europe and even the whole world, people always accomplice victimization by despotic regimes (read police and army), but the Occupy Wall Street still wait patiently endure such as Bahrain and Yemen under the people's cruelty soldiers and police assisted by troops sent directly despotic rulers of Saudi Arabia.When we see the unjust treatment we automatically think of the suffering of Imam Hussein, his family and his loyal companions in the battlefield of Karbala Iraq.I myself was unable to stem the tears, at any time witnessed the suffering of ordinary people as well as we can see in the following http:

        2. http://www.youtube.com/watch?v=kb2grqp6XSw&feature=related
        1. http://www.youtube.com/watch?v=EvdpPggY04M

        Revolusi Asyura dan Peran Perempuan (Bagian 6, Habis) - hidden-2 - indonesian
        indonesian.irib.ir
        Sejarah telah membuktikan bahwa kaum...




      • Ali Al Asytar
        http://www.livestation.com/en/alalam http://www.presstv.ir/live.html Ketika kita saksikan acara karbala yang ditayangkan oleh Presstv dan TV Alalam Iran, apa
        Message 3 of 16 , Nov 25, 2012
        • 0 Attachment

          Ketika kita saksikan acara karbala yang ditayangkan oleh Presstv dan TV Alalam Iran, apa yang signifikan bagi orang-orang non Syiah?  Kesatuannya. Ya kesatuan dalam gerak. Ini dekat hubungannya dalam realita komunitas Syiah Imamiah 12 atau pengikut Ahlulbayt Rasulullah saww. Mereka atau Ummah Syiah bersatupadu dibawah poros seorang Imam. Realita yang demikian banyak ditulis oleh pemikir-pemikir Syiah, terutama literatur Syahid DR 'Ali Syari'ati (Rausyanfikr) dalam bukunya berjudul: "Ummah dan Imamah"

          Orang-orang yang anti Syiah memanfaatkan atraksi pemukulan diri yang berdarah-darah sebagai perbuatan yang negatif. Padahal justeru itu menggambarkan kepedihan penderitaan Imam Hussein, keluarga dan sahabat setianya dan sekaligus merupakan latihan ketahanan dalam setiap pertempuran yang bermandikan darah dan air mata. 

          Atraksi itulah yang diperlihatkan komunitas Syiah Iran saat berhadapan dengan "mesin perang" Syah Redha Palevi. Ketika itu barisan berpakaian serba hitam menahan dadanya diterjang peluru tentara despotik hingga jalan-jalan berkubangan darah. Lalu barisan berbaju serba putih mencelupkan tangan mereka dalam genangan darah tadi. Tangan yang berlumuran darah mereka acungkan ke arah tentara despotik sambil mengucapkan "Allahuakbar" dengan serentak berkali-kali hingga senjata ditangan tentara despotik berjatuhan dengan kehendak Allah swt. Mengapa hal seperti itu bisa terjadi? Mengapa tangan para tentara itu bisa gementar?  Allah menolong hambanya disaat mayoritas Iman mereka sudah benar.

          Allah berfirman: "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia"(Q.S. Ar Ra'du:11) 

          Itu bermakna Allah tidak akan menolong bangsa Iran kecuali bangsa Iran itu atau bangsa manapun mau merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Realitanya bangsa Iran telah merobahnya apa yang ada pada diri mereka. Mereka merobah dari tunduk patuh kepada trinitas Api Majusi kepada Moinetheisme, Tuhan yang satu (Allah swt) Mereka menerima keimanan melalui Imam Ali bin Abi Thalib, bagaimana prosesnya?

          Ketika Allah menurunkan surah Jum'at ayat 3 (wa akharina minhum lamma yal haqu bihim wahual 'azizul hakim), para sahabat bertanya kepada Rasulullah saww: "Siapakah mereka itu ya Rasulallah?" Rasulullah meletakkan telapak tangannya diatas kepala Salman al Faraisi (orang Parsi Iran) sambil berkata: "Golongan inilah. Andaikata Iman itu berada di bintang Suraiya, namun mereka sanggup menggapainya". 

          Hadist Rasulullah itu meggambarkan keutamaan bangsa Parsi diatas bangsa manapun di Dunia termasuk bangsa Arab sendiri. Hal ini disebabkan kesangupan bangsa tersebut menerima Islam secara kaffah sebagaimana dinyatakan Rasulullah sendiri berkenaan Al Qur-an Surah Jum'at ayat 3 itu. Hal ini juga dibuktikan realitanya sampai hari ini tidak ada sebuah negarapun yang berideologiy Islam termasuk Saudi Arabia dan Mesir, kecuali Republik Islam Iran.

          Secara historis kita dapat menelusuri bagaimana bangsa Parsi itu mendapat pernyataan Allah sendiri yang dikuatkan lagi oleh Rasul Nya ketika para sahabat menanyakan pengertian daripada ayat 3 Surah Jum'at tersebut. Ketika bangsa Arab mengalahkan Parsi, mereka membawa tawanan Mada'in (Taisfun) itu ke Madinah. Umar bin Khattab memerintahkan kesemua tawanan wanita dijadikan hamba Muslim. Imam 'Ali melarang dan berkata bahwa puteri-puteri dikecualikan dan perlu dihormati. 

          Dua orang putri yang cantik bernama Syahbanu dan Syahzanan adalah anak dari raja Yardigerd yang harus dimuliakan. Umar bertanya kepada Imam 'Ali apa yang seharusnya dilakukan. Imam 'Ali as berkata bahwa setiap mereka diperkenankan memilih suami dari orang Islam. Dari itu Syahzanan memilih Muhammad bin Abubakar, orang yang telah "dibesarkan" oleh Imam 'Ali. Sedangkan Syahbanu memilih Imam Hussein bin 'Ali, cucu Rasulullah saww sendiri.

          Dari hasil perekawinan Cucu Rasulullah Hussein bin 'Ali dengan Syahbanu, putri Parsi inilah kelak membawa keturunan yang cikal - bakal dalam bangsa Parsi yang dapat kita saksikan sampai hari ini, dimana mereka menggunakan sorban hitam sementara keturunan non Rasulullah mengenakan sorban putih. Hal ini memang sangat unik. Saya katakan unik disebabkan tidak ada seorangpun dari keturunan non Rasulullah saww yang memprotes persoalan sorban hitam dan putih itu, kecuali sepertinya suatu keyakinan juga agar identitas keluarga Rasulullah dapat di lestarikan sampai kiamat dunia. Disamping itu di Parsi (baca Iran dan Irak) juga terdapat gelar Ayatullah yang berarti ayat Allah untuk para ulama, dimana gelar seperti itu tidak kita dapati di kawasan lainnya. Dengan kata lain gelar tersebut hanya disandang oleh ulama-ulama Syi'ah Imamiyah 12 sebagaimana juga terdapat di Libanon sekarang.

          Kemuliaan bangsa Parsi nampaknya difasilitasi oleh perpaduan Keluarga Rasul yang 'Arabiy dengan bangsa Arya, ras unggul Jerman. 'Ali Zai nal 'abidin bin Hussein bin 'Ali kembali ke Parsi, negeri bundanya Syah Banu. Setelah keluarga Rasul dibantai di Karbala, Kesimpulan apa yang dapat kita petik dari realita ini adalah kemuliaan yang disandang bangsa Parsi setelah mereka menerima Islam secara kaffah melalui Ahlulbayt Rasulullah saww.

          Di surah Jum'at, mula-mula Allah memberikan kurnia kepada bangsa Arab dengan diangkatnya seorang Rasul (baca Nabi Muhammad saww) Kemudian kurnia itu juga diberikan kepada kaum yang lain yang belum berhubungan dengan mereka saat itu (baca bangsa Parsi/Iran) Lalu Allah memberitahukan kita bahwa Dia memberikan kurnia itu kepada siapa yang dikehendakinya. Selanjutnya dalam surat ini, Allah mengecam sikap orang-orang Yahudi yang tidak mengamalkan Tawrât padahal mereka mengetahui isinya. Allah membantah pernyataan bahwa hanya merekalah, bukan yang lain, yang menjadi penolong-penolong Allah. Allah menantang mereka untuk mengharapkan kematian jika memang mereka benar. Ternyata orang Yahudi tidak berani menemui kematian disewbabkan kesalahan yang banyak sekalki dilakukannya. 

          Berarti walaupun Allah di surah yang lain pernah mengangkat derajat orang Yahudi, namun Allah mencabut kembali disebabkan mereka tidak mampu melestarikannya. Demikian juga bangsa Arab realitanya tidak mampu melestarikan derajat yang tinggi itu. Hal ini diperlihatkan realitanya oleh rezim Saudi, Qatar, Yaman, Bahrain dan sebagainya. Kita mengharapkan sangat kepada bangsa Arab dan juga bangsa-bangsa yang lain termasuk bangsa Acheh - Sumatra, dapat "merobah apa yang ada pada diri mereka" sebagaimana Republik Islam Iran hingga mampu melestarikan kurnia yang diberikan Allah swt kembali paska rezim despotik Palevi.

          Kita tutup tulisan ini dengan ayat.ayat Allah yang kita sebutkan diatas tadi: 

          "Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (QS. 62:3) 

          Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang bersar. (QS. 62:4) 

          Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya 1475 adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. 62:5) 

          Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar. (QS. 62:6) 

          Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim. (QS. 62:7)

          Google Translation:
          When we see the show broadcast on PressTV Karbala and TV Alalam Iran, what is significant for the non Shia? Unity. Yes unity in motion. It is closely related to the reality of a Shiite Imamate 12 or followers of Ahlulbayt Prophet saww. Shia Ummah bersatupadu them or under the shaft of an Imam. Reality so much written by Shia thinkers, especially literature DR Shahid 'Ali (Rausyanfikr) in his book entitled: "Ummah and Imamah"

          People who take advantage of the attractions anti Shia beating themselves bloody as a negative act. Yet it is precisely describe the pain the suffering of Imam Hussein, his family and his loyal friend and is a resistance training in every battle bathed in blood and tears.

          Places shown that the Iranian Shiite community when dealing with "war machine" Redha Palevi Shah. When the line was dressed all in black hold his chest hit by bullets despotic army to the streets berkubangan blood. Then row dressed in white dipping their hands in a pool of blood before. Their blood-stained hands held up to the despotic army while saying "Allah akbar" with simultaneous multiple times until the gun fell to the hands of the army despotic will of Allah swt. Why would such a thing happen? Why hand the soldiers could tremble? God helped his servant when the majority of their faith is correct.

          He said: "With men there are angels who always followed her turn, in front and behind, they are keeping the commandments of God Allah is not something the state merobah so they merobah circumstances that exist in themselves. And if Allah willed evil against something people, then no one can resist, and occasionally there is no protector for them besides Him "(Surah Ar Ra'du: 11)

          That means God is not going to help the Iranian people except the Iranian nation or any nation that would merobah circumstances that exist in themselves. The reality of the Iranian nation has merobahnya what is in themselves. They merobah of surrender to the Zoroastrian Fire Moinetheisme Trinity, one God (Allah swt) They received the faith through Imam Ali bin Abi Talib, what is the process?

          When Allah revealed the surah Friday paragraph 3 (wa lamma akharina minhum yal haqu bihim wahual 'Azizul hakim), the companions asked the Prophet saww: "Who are they, O Allah's Apostle?" Prophet put his hands on the head of Salman al Faraisi (Persians of Iran), saying: "Group here. Suppose Faith in star Suraiya, but they can reach."

          Prophet's Hadiths meggambarkan Parsi primacy of the nation above any other nation in the world including the Arabs themselves. This is due to the nation kesangupan kaffah accept Islam as the Prophet himself stated regarding Al Qur'an Surah verse 3 it Friday. It also proved the reality today there is not an Islamic country is berideologiy including Saudi Arabia and Egypt, with the exception of the Islamic Republic of Iran.

          Historically we can trace how it got statements Parsi nation God Himself confirmed again by His Apostles when the companions asked notion than the verse 3 of Surah Friday. When the Arabs defeated Persia, they took captive Mada'in (Taisfun) it to Medina. Umar bin Khattab ordered the woman be a slave all these Muslim prisoners. Imam 'Ali ban and said that daughters are excluded and should be respected.

          Two beautiful daughters named Syahbanu and Syahzanan was the son of the king Yardigerd that must be honored. Omar asked the Imam 'Ali what to do. Imam 'Ali as saying that each was allowed to choose a husband from the Muslims. From it Syahzanan chose Muhammad bin Abubakar, who has been "raised" by Imam 'Ali. While Syahbanu chose Imam Hussein bin Ali, the grandson of Prophet saww own.

          From the results perekawinan Prophet's grandson Hussein ibn 'Ali by Syahbanu, daughter of Parsi descent is later brought the embryo - the nation will Parsi can we see to this day, where they used a black turban while the offspring of non Prophet wearing a white turban. It is indeed very unique. I say unique because none of the descendants of the Prophet saww protesting non-issue black and white turban, but it seems a belief also that the Messenger of family identity can be preserved until the end of the world. Besides, in Persia (read Iran and Iraq) there is also the title of Ayatullah Allah means to the clergy, in which such a title did not we see in other areas. In other words, the title is only carried by the Twelver Shi'i clerics are 12 as well as in Lebanon now.

          The glory of the nation appears to be facilitated by a combination Parsi family Apostles' Arabiy with the Aryans, superior German race. 'Ali Zai nal' abidin son of Hussein ibn 'Ali returned to Persia, the Shah Banu mother country. After the Prophet's family were massacred at Karbala, what conclusions can we draw from this reality is that carried the glory of Parsi nation after they receive through Ahlulbayt Islamic fanatic Prophet saww.

          In sura Friday, first God gives grace to the Arabs by the appointment of an Apostle (read Prophet Muhammad saww) then gift was also given to the others who have not been in touch with them at the time (read nation Persia / Iran) Then Allah tells us that the grace that He gives to whom He pleases. Later in this letter, God condemned the Jews who did not practice Tawrat when they knew it. God denied claims that only they, and not the other, the helpers of God. God challenged them to expect death if they are true. Apparently the Jews did not dare to meet death disewbabkan sekalki mistake that many do.

          Meaning even though God in the other chapters have raised the degree of the Jews, God revoked because they were unable to preserve. Similarly, the Arabs are not able to preserve the reality that high degree. This is shown by the reality of the Saudi regime, Qatar, Yemen, Bahrain and so on. We expect very to the Arabs as well as other nations including the nation Acheh - Sumatra, could "merobah what is in themselves" as the Islamic Republic of Iran to be able to preserve the grace given by God Almighty back post Palevi despotic regime.

          We close this paper with ayat.ayat God that we mentioned above was:

          "And (also) to people other than those who have not been in touch with them., And He is the Mighty, the Wise". (Qur'an 62:3)

          That is the gift of God, given unto whom He wills, and Allah has the gift of using large. (Qur'an 62:4)

          The likeness of those who dipikulkan him Torah, then they carry no 1475 is like a donkey carrying books thick. It is very bad that the parable reject God. And Allah is not to give guidance to a people unjust. (Qur'an 62:5)

          Say: "O ye who embraced Judaism, if you claimed that ye beloved of God alone and not other human beings, then hope for death, if ye are truthful. (Qur'an 62:6)

          They will not expect death forever due to the evil they have done with their own hands. Allah is aware of will be those who do wrong. (Qur'an 62:7)





        • Ali Al Asytar
          Allahlah yang Mengecam Bangsa Arab Dan Membanggakan Serta Mengandalkan Bangsa Persia/Iran! dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan
          Message 4 of 16 , Nov 25, 2012
          • 0 Attachment

            Allahlah yang Mengecam Bangsa Arab Dan Membanggakan
            Serta Mengandalkan Bangsa Persia/Iran!

            dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 62:3)
            Demikianlah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia yang bersar (QS. 62:4)

            Kedatangan para rasul di tengah-tengah umatnya selalu disambunt dengan keimnan oleh sekelompok dari mereka sementara sekelompok lainnya menentangnya dengan keras. Mereka yang menerima, beriman dan membela para rasul akan dipuji Allah dan digolongkan sebagai hamba-hamba yang dicintainya. Sedangkan mereka yang kafir dikecam, ditelantarkan dan disiksa Allah baik di dunia dan di akhirat kelak bagi mereka disiapkan siksa pedih yang menghinakan.

            Nabi Muhammad saw. tidak terkecuali dari hukum di atas. Kedatangan beliau saw. disambut oleh sebagian dan ditentang bahkan diperangi oleh sebagian lainnya. Mereka yang menentang adalah bangsa Arab, khususnya suku Quraisy. Mereka sangat ganas, sehingga berulang kali mereka merencanakan untuk membunuh Nabi saw. akan tetapi Allah SWT selalu menyelamantkan Nabi-Nya dari makar jahat mereka. Setelah Nabi saw. berhijrah ke kota suci Madinah pun, kaum kafir itu tidak puas, sehingga peperangan demi peperangan mereka kobarkan. Dan Allah selalu memenangkan nabi-Nya berkat perjuangan Sayyidina Ali as. yang gigih tanpa mengenal lelah dan gentar serta lari dari pedan pertempuran! Parang Badr, Uhud, Khandak, Khaibar, Hunain dan lainnya menjadi saksi kegigihan dan ketangguhan perjuangan Imam Ali as.

            Sepeninggal Nabi pun agama ini pasti akan dibela oleh hamba-hamba pilihan Allah SWT!

            Nabi saw. Datang Memberi Peringatan kepada Bangsa Yang Degil lagi Angkuh!

            Ayat-ayat Al Qur’an menjelaskan kepada kita watak dan karakteristik bangsa Arab, khususnya suku Quraisy… mereka adalah bangsa dan suku yang degil lagi angkuh. Perhatikan ayat di abawah ini:
            فَإِنَّما يَسَّرْناهُ بِلِسانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقينَ وَ تُنْذِرَ بِهِ قَوْماً لُدًّا

            “Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.”(QS. Maryam [19];97)

            Kata Luddan dala ayat di atas memberikan arti:
            Yang sangat berkeras kepala dalam menentang.
            Yang zalim.
            Doyan mendebat dengan kebatilan dan gemar menentang.
            Kaum fujjâr/durhaka dan durjana.
            Tuli dari mendengar kebenaran.

            Mereka itu adalah bangsa Arab dan suku Quraisy[1]. Demikian Allah menjelaskan kepada kita karakteristik bangsa Arab dan khususnya suku Quraisy. Bangsa yang tidak dapat diandalkan untuk membela al Haq dan misi suci kerasulan.

            Allah Membanggakan Dan Mengandalkan Bangsa Iran Untuk Membela Agama-Nya!

            Bukan ramalan Joyoboyo! Tapi ia adalah firman Tuhan Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi… ternyata bangsa Arab tidak dapat diandalkan untuk membela agama Allah … mereka adalah qauman luddan/bangsa degil, angkuh, zalim, keras kepala disampin labil keimanan dan semangat perjuangannya! Dan disampin semua itu, mereka adalah bangsa yang kikir dari mengingfakkan hartanya di jalan Allah SWT!

            Apa yang dapat dinanti dan diharap dari suatu bangsa yang demikian sifatnya! Bangsa seperti itu harus segera diganti…. harus segera dimusiumkan… tentunya jika pengurus musium itu tidak keberatan… atau bahkan harus digilas habis ditelan siksa Allah.

            Apakah Allah akan “kehabisan stok” umat yang siap membela agama-Nya?

            Tentu tidak!! Allah akan segera menyingkirkan bangsa itu dan mendatangkan bangsa lain untuk membela agama-Nya. Dan bangsa ini jauh lebih berkualitas dibanding bangsa Arab yang disingkirkan karena kemurtadannya dan keberpalingannya dari membela agama Allah. Bangsa ini tidak kikir seperti bangsa Arab yang berpailing itu…. tidak angkuh… tidak degil dan siap berjuang demi agama Allah SWT.

            Bengsa itu adalah bangsa Persia/Iran! Ya. Allah membanggakan dan mengandalkan mereka untuk membela agama-Nya di saat bangsa Arab tel;ah berpaling meninggalkan agama Allah… di saat mereka lebih senang mendemonstrasikan kemurtadan dengan berangkulan dan bermesraan dengan musuh-musuh Allah; Zionis Yahudi dan Nashrani serta kaum Musyrik!

            Perhatikan firman Allah di bawah ini:
            ها أَنْتُمْ هؤُلاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا في‏ سَبيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَ مَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّما يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَ اللَّهُ الْغَنِيُّ وَ أَنْتُمُ الْفُقَراءُ وَ إِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثالَكُمْ

            “Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QS. Muhammad [47];38)

            Asy Syaukâni berkata, “Jika kalian berpaling dari keimanan dan ketaqwaan pasti Allah akan mengganti kalian dengan satu bangsa/kaum yang lain yang mana mereka itu lebih taat kepada Allah dibanding kalian. Dan mereka itu tidak seperti kalian yang berpaling dari dari keimanan dan ketaqwaan. … “[2]

            Ibnu Jarir ath Thabari menjelaskan bagian akhir ayat tersebut dengan mengatakan: “dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)” dalam kekikiran dalam berinfak di jalan Allah seperti yang kalian diperintahkan dan mereka itu tidak menyia-nyiakan hukum-hukum Allah sedikitpun, akan tetapi mereka akan menegakkannya semua sesuai yang diperintahkan. Dan dengan tafsir yang saya sebutkan ini para ahli tafsir berpendapat. Kemudian beliau menyebutkan ketarangan para ahli tafsir klasik seperti Qatadah, Ibnu Zaid.[3]

            Semua ahli tafsir sepakat bahwa yang dimaksud dengan bangsa yang akan didatangkan menggantikan bangsa Arab yang berpaling itu adalah bangsa Persia/Iran.

            Ibun Jarir ath Thabari, asy Syaukani, Ibnu Katsir, as Suyuthi dan lainnya menyebutkan beberapa riwayat yang menegaskan sabda Nabi Muhammad saw. banga bangsa yang diandalkan Allah untuk membela agama-Nya itu adalah bangsa Perisi, bangsanya Salman al Farisi…

            Hadis Nabi Saw. Menafsirkan Ayat Al Qur’an

            Para ulama dan ahli tafsir meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika turun ayat: “dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” Salman ada di samping Rasulullah saw., lalu para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah! Siapakah mereka yang jika kami berpaling Allah akan menggantikan kita dengan suatu kaum itu? Maka beliau menepuk pundak Salman seraya bersabda, ”dari orang ini dan kaumnya. Demi Dzat yang jiwaku di Tangan-Nya, andai keimanan itu bergantung di bintang Sturayya pastilah akan digapai oleh manusia-manusia hebat dari bangsa Persia.”

            Imam Alâuddîn al Baghdâdi al Khâzin berkata setelah menyebutkan hadis di atas, “Dan hadis ini memiliki banyak jalur dalam hadis shahih akan dipaparkan dalam tafsir surah Jum’ah.[4]

            Riwayat-riwayat tentangnya dapat Anda saksikan langsung dalam”
            Tafsir ath Thabari,26/42.
            Tafsir al Qurthubi,16/258.
            Tafsir Fathu al Qadîr,5/43.
            Ad Durr al Mantsûr,6/55-56.
            Tafsir Ma’âlim at Tanzîl; Imam al Bangawi,6186.
            Tafsir Lubâb at Ta’wîl; Imam al Khâzin,6/186.

            Dari firman Allah dan sabda Nabi saw. di atas dapat dimengerti bahwa bangsa Persia adalah bangsa yang gigih dalam mencari kebenaran sehingga andai keimnan itu bergantungan di bintang Tsurayya yang sangat tinggi niscaya mereka akan terbang untuk mencapainya, tidak seperti bangsa yang Nabi diutus di tengah-tengah mereka dan dari bangsa mereka tetapi mereka berpaling darinya dan menelantarkan pembelaan terhadapnya!

            Sekali lagi Allah dan rasul-Nya membanggakan dan mengandalkan bangsa Iran untuk membela agama-Nya khususnya di akhir zaman di saat bangsa Arab telah berpaling dan menjual kesetiaannya kepada Allah dan rasul-Nya!

            Jadi, akan sia-sialah setiap uyapa dan usuha dari siapapun untuk mengancurkan bangsa Iran sebab merekan adalah bangsa “Kebanggaan dan Andalan Allah” untuk membela agama-Nya… mereka adalah prajurit Imam Mahdi yang dijanjikan Nabi saw. akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dikotori oleh kezaliman kaun zalim… .

            Hanya ada satu pulihan di hadapan umat manusia dan khususnya bangsa Arab, bergabung bersama “Bangsa Kebanggaan dan Andalan Allah” atau bergabung dengan Dajjal dan antek-anteknya yang terkutuk!

            [1] Tentang ketarangan tafsiran ayat di atas saya persilahkan pembaca melihat langsung tafsir ath Thabari,16/101, ad Durr al Mantsur,4/513.

            [2] Tafsir Fathu al Qadîr,5/42.

            [3] Tafsir ath Thabari,26/42.

            [4] Tafsir Lubâb at Ta’wîl,6/186.
            ★Suka
            Be the first to like this.

            25 Tanggapan

            ALfat, on Maret 31, 2012 at 7:47 am said:

            ALLAHUMMASALLI ‘ALA MUHAMMAD,,,,,,REVOLUSI ISLAM IRAN yg d Prakarsai oleh IMAM KHOMEINI adalah bukti NYATA dari keHEBATan ISLAM menuju keJAYAan,,,,,kenapa saudara MUSLIM lain masih menutup diri seakan-akan BUTA dan TULI bahkan sok “IDIOT”akan FAKTA yg sudah JELAS-JELAS di AKUI oleh seluruh Negara di DUNIA, pada hal satu2nya SOLUSI KITA adalah; terus DAKWAHkan perSATUan ISLAM menuju “REVOLUSI ISLAM SEDUNIA”,,, bukan terus berdebat yg sok hebat,, Kita tdk sadar bahwa d mata para yahudi dan nasrani kita di pandang BODOH/DUNGU ,,,!!! Yaa ALLAH,,, Lindungilah UmatMU ini dari keDZALIMan orang2 MUNAFIK,,,,
            Balas

            sayednoordin, on April 1, 2012 at 8:20 am said:

            orang-orang iran kala ini sudah berjaya menghantar satelit ke orbit dan mungkin masa mendatang berjaya menghantar insan beriman ke planet yang tidak dicapai oleh amerika dan rusia sekarang.atas sebab inilah mereka berusaha memusnahkan teknologi nukliar iran.orang arab hanya beli teknologi as dan rusia..yang kaya orang baratlah.itu sebab barat memperbesarkan isu syiah iran agar orang islam berpecah…tiada yang menyokong iran.dengan itu mereka senang ganyang iran. syabas iran..semoga negara anda dan para mukmin di sana membawa obor kecemerlangan untuk islam seluruhnya.
            Balas

            Hussein Alie Azzegaff, on November 22, 2012 at 12:58 pm said:

            afwan akhy…
            bukannya rusia bekerja sama dengan iran??
            dan yg mengajarkan iran membuat nuklir adalah rusia??
            jadi kalau ada ceritanya saudi membeli senjata kepada rusia itu tidak benar…
            Balas

            hiroali, on April 2, 2012 at 11:01 am said:

            negri Iran adalah bukti Kebenaran Hujjah Allah, Ketetapan Allah di muka bumi, sama halnya dengan Allah tidak akan membiarkan Bumi ini tanpa kehadiran Imam Jaman walau sedetikpun…logikanya bumi ini sudah penuh oleh para pemimpin/negara-negara penzolim tentunya pasti akan Allah Swt sisakan sedikit tanah di bumi ini untuk Kebenaran yakni dengan keberadaan Pemimpin/negara yg baldatuntoyyibatunwarrobungofur sebagai buktti Hujjah Allah Swt…dan Negeri Iran adalah bukti Hujjah Allah SWT. Allahummasholli’ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajjilfarojahum…
            Balas

            sarah, on Juni 29, 2012 at 8:17 pm said:

            iran sok berani sama amerika/yahudi padahal mereka hanya main perang-perangan. karena mereka sebenarnya sama 2 orang YAHUDI.
            buktinya iran jelas2 berbantah2(tapi pura2) dengan amerika dan israel tapi ndak ada rudal meluncur ke sana. bahkan rudal iran meluncurnya (katanya meleset!!! BOHONG!!!!) negara islam. bandingkan dengan afganistan, hanya karena tuduhan seorang amerika (BUSH-uk) sudah di gempur habis2an. allah akan tolong hambanya kelak, yakinlah itu!!.
            Balas

            Alisang, on April 6, 2012 at 9:51 pm said:

            Sejarah tidak akan pernah melupakan bahwa bangsa persia adalah majusi sebelum ditaklukkan oleh umar bin khattab. Karena itu, majusi ini memendam dendam kesumat kepada bangsa arab, bangsanya nabi dan umar. Tapi majusi tidak kehabisan akal untuk balas dendam, maka islampun di ubah menjadi agama syiah. Yaitu agama yang lahir dari dendam kesumat yang mendalam dari generasi ke generasi. Supaya lebih jelas, bacalah kitab-kitab syiah, bacalah yang banyak, maka akan didapati ungkapan demi ungkapan, ratapan demi ratapan yang mengekspresikan kebencian dan dendam kesumat yang terlalu dalam. Kemudian perhatikan juga ritual-ritualnya. Semua itu adalah ungkapan kebencian dan dendam yang bersangatan. Kalau sekarang ada yang kemudian membanding-bandingkan bangsa arab dengan bangsa persia, ini hanyalah perkara yang ringan. Tapi walau demikian, sangat jelas tergurat prinsip kebencian dan dendam itu. Maka tidak heran jika bangsa persia berencana untuk menaklukkan bangsa arab atau mengambil alih tiga kota suci. Sekali lagi, ini adalah dendam lama. Mari kita lihat apakah mereka akan berhasil.

            ________________

            Ibnu Jakfari:

            *)Sejarah tidak akan pernah melupakan bahwa bangsa Arab, khususnya suku Quraisy adalah KAUM MUSYRIK DAN musuh bebuyutan Nabi Islam dan agamanya!
            *) Menagapakan orang-orang seperti Anda mendadak mengecam bangsa Persia dan mengungkit-ungkit lagi kemajusian mereka ketika mayoritas bangsa Persia sekarang menjadi Syi’ah! Mengapaka dahulu ketika masih Sunni dan menjadi tertipu oleh Islam Umawi, bangsa ini dibanggakan oleh para pendahulu kalian?! Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Ibnu Majah, al Hakim dan ratusan lainnya bukankah mereka itu berkebangsaan Persia? Bangsa Persia pertama kali memeluk Islam, mazhab mereka adalah Sunni bukan Syi’ah! Mengapakah saat itu kalian tidak mengatakan bahwa dengan memeluk mazhab Sunni dan bahkan menjadi para imam dan panutan mazhab Sunni mereka itu hendak menghancurkan Islam yang dibawa Nabi saw. dan diwarisi oleh AHlulbait sucinya as.?!
            *) Akan lebih baik apabila Anda berbicara dengan berdasar ilmu. itu akan lebih membuat Anda terhormat!
            Wassalam.
            Balas

            Alisang, on April 11, 2012 at 2:02 pm said:

            Saudaraku, jangan mengubah persangkaan saya terhadap dirimu. Dengan seabreq tulisan di blog ini sepintas lalu, anda ini setidaknya banyak membaca atau berusaha memiliki jalan pikiran yang lurus.
            *) Perhatikanlah kalimat pertama anda dalam tanggapan ini. Apakah anda lupa pelajaran logika, ketika anda menanggapi tanggapan saya ? Bacalah kembali kalimat itu. Apakah anda merasa ada yang perlu dikoreksi ? Tidak ? Baik, cobalah koreksi kalimat berikut: bangsa indonesia khususnya suku sunda adalah musyrik dan musuh bebuyutan kang jalal dan syiahnya.
            *) “Menagapakan orang-orang seperti Anda….” Seharusnya, sebelum saya menjawabnya, pertanyakan dulu kepada dirimu sendiri saudaraku, mengapa dirimu menulis dengan judul seperti di atas.
            *) Karena itu, “Akan lebih baik apabila Anda berbicara dengan berdasar ilmu. itu akan lebih membuat Anda terhormat!”
            Balas

            ibnu, on April 16, 2012 at 6:42 pm said:

            Saudaraku, jangan mengubah persangkaan saya terhadap dirimu. Dengan seabreq tulisan di blog ini sepintas lalu, anda ini setidaknya banyak membaca atau berusaha memiliki jalan pikiran yang lurus.
            *) Perhatikanlah kalimat pertama anda dalam tanggapan ini. Apakah anda lupa pelajaran logika, ketika anda menanggapi tanggapan saya ? Bacalah kembali kalimat itu. Apakah anda merasa ada yang perlu dikoreksi ? Tidak ? Baik, cobalah koreksi kalimat berikut: bangsa indonesia khususnya suku sunda adalah kaum musyrik dan musuh bebuyutan kang jalal dan syiahnya.
            *) “Menagapakan orang-orang seperti Anda….” Seharusnya, sebelum saya menjawabnya, pertanyakan dulu kepada dirimu sendiri saudaraku, mengapa dirimu menulis dengan judul seperti di atas.
            *) Karena itu, “Akan lebih baik apabila Anda berbicara dengan berdasar ilmu. itu akan lebih membuat Anda terhormat!”
            Balas

            ibnu, on April 17, 2012 at 9:44 pm said:

            Saudaraku, ada apa dengan dirimu, jangan mengubah persangkaan saya terhadap dirimu. Dengan seabreq tulisan di blog ini sepintas lalu, anda ini setidaknya banyak membaca atau berusaha memiliki jalan pikiran yang lurus.
            *) Perhatikanlah kalimat pertama anda dalam tanggapan ini. Apakah anda lupa pelajaran logika, ketika anda menanggapi tanggapan saya ? Bacalah kembali kalimat itu. Apakah anda merasa ada yang perlu dikoreksi ? Tidak ? Baik, cobalah koreksi kalimat berikut: bangsa indonesia khususnya suku sunda adalah kaum musyrik dan musuh bebuyutan kang jalal dan syiahnya.
            *) “Menagapakan orang-orang seperti Anda….” Seharusnya, sebelum saya menjawabnya, pertanyakan dulu kepada dirimu sendiri saudaraku, mengapa dirimu menulis dengan judul seperti di atas.
            *) Karena itu, “Akan lebih baik apabila Anda berbicara dengan berdasar ilmu. itu akan lebih membuat Anda terhormat!”
            Balas

            ibnu, on April 21, 2012 at 9:48 pm said:

            Saudaraku, ada apa denganmu, jangan mengubah persangkaan saya terhadap dirimu. Dengan seabreq tulisan di blog ini sepintas lalu, anda ini setidaknya banyak membaca atau berusaha memiliki jalan pikiran yang lurus.
            *) Perhatikanlah kalimat pertama anda dalam tanggapan ini. Apakah anda lupa pelajaran logika, ketika anda menanggapi tanggapan saya ? Bacalah kembali kalimat itu. Apakah anda merasa ada yang perlu dikoreksi ? Tidak ? Baik, cobalah koreksi kalimat berikut: bangsa indonesia khususnya suku sunda adalah kaum musyrik dan musuh bebuyutan kang jalal dan syiahnya.
            *) “Menagapakan orang-orang seperti Anda….” Seharusnya, sebelum saya menjawabnya, pertanyakan dulu kepada dirimu sendiri saudaraku, mengapa dirimu menulis dengan judul seperti di atas.
            *) Karena itu, “Akan lebih baik apabila Anda berbicara dengan berdasar ilmu. itu akan lebih membuat Anda terhormat!”
            Balas

            Alisang, on April 6, 2012 at 9:53 pm said:

            He, he, he…. dasar…
            Balas

            Aries Muhammad, on April 22, 2012 at 4:33 pm said:

            Ayo buktikan..!

            Klo Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Ibnu Majah, al Hakim dan lainnya bukan berkebangsaan Persia\Majusi…

            Krn klo mereka itu benar berkembangsaan persia\majusi… SESUAI KATA-KATA ANDA… Ajaran dan kitab-kitab mereka wajib di curigai punya kepentingan utk membalas dendam…

            Ayo buktikannnnn….!!!
            Balas

            ibnu, on April 29, 2012 at 8:49 pm said:

            Aries, apanya yang dibuktikan ? Tak nyambung !

            Imam bukhari dkk itu ahlussunnah, pengikutnya umar yang pernah menaklukkan bangsa persia, yang sebelum itu adalah majusi. Imam bukhari adalah salah satu imam ahlussunnah.

            Yang patut dicurigai adalah syiah iran…yang menggunakan bahasa persia itu

            Ibnu Jakfari:
            Alhamdulullah, Maha Suci Allah yang membagi akal kepada hamba-Nya secara berbeda… ada yang cerdas… ada yang dungu … ada yang super dungu!

            Hadiapriadi, on April 13, 2012 at 3:02 pm said:

            Sejarah, ditutup rapat2. Akhirnya islam pada umumnya kris Imamamah. Let go Iran
            Balas

            salafy is dead, on April 14, 2012 at 6:31 am said:

            Saya percaya dan yakin, pengikut Rasulullah Dan Imam Ali akan jaya!

            InsyaAllah. Semoga Allah menjayakan Iran karena kecintaanya pada ahlul bait nabi.
            Balas

            Aswaja As Salapi, on Mei 19, 2012 at 6:48 am said:

            Aneh para salapi wahabi ini, ketika mereka diperlihatkan keutamaan bangsa persia, maka mereka dengki dan mengungkit2 kemajusian bangsa parsi sebelum datang islam ..
            bukankah sebelum datangnya islam bangsa arab/quraisy itu terkenal adalah bangsa yg jahiliyah .. anak perempuan dianggap memalukan lalu dikubur hidup2, khamr, maupun perzinaan .. makanya masa2 sebelum itu disebut “zaman jahiliyah” …
            ayo bangsa siapa yang dulu pernah melempar tahi ke wajah suci Rasulullah ??
            Balas

            sarah, on Juni 29, 2012 at 8:07 pm said:

            membanggakan orang2 persia, lupa klo sendirinya bukan bangsa yang sama… berlebih2an pemilik blog ini…
            Balas

            Aswaja As Salapi, on Mei 19, 2012 at 6:58 am said:

            Para A’râab/ Arab baduwi adalah bangsa yang telah dicap Allah sebagai bangsa yang paling parah dalam kemunafiqan dan tak tahu hukum2 Allah tapi faktanya berlagak sok tahu …

            Allah berfirman:
            “Orang-orang A’râab (Arab Badui) itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. “(QS At Taubah 97)

            Di antara orang-orang Arab Badui itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu (Rasul), merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS At Taubah 98)

            Di antara orang-orang A’râab (Arab Badui) yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. (QS At Taubah 101)

            tepat sekali jika kita alamtkan ayat ini buat para raja saudi munafiq .. dan syaikh2 salafy saudi.
            Balas

            radna, on Mei 21, 2012 at 8:41 am said:

            Apakah begini cara “ISLAM” saling menjelekkan?
            Balas

            Aswaja As Salapi, on Mei 21, 2012 at 9:16 am said:

            Hadits keutamaan bangsa persia juga diriwayatkan jelas dalam hadits2 sunni Muttafaq ‘alaih tershahih Bukhari Muslim sebagai berikut:

            “Diriwayatkan daripada Abu Hurairah yang berkata, “Kami sedang duduk bersama para sahabat Rasulullah saw ketika Surah Jumuah turun kepada baginda lalu baginda membacakan ayat ” … Dan juga (telah mengutuskan Nabi Muhammad kepada) orang-orang yang lain dari mereka, yang masih belum datang …”Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw sebanyak dua atau tiga kali tetapi baginda tidak menjawab. Bersama kami ada Salman al-Farisi. Rasulullah saw berpaling kepadanya dan meletakkan tangan baginda ke atas paha Salman seraya bersabda, “Sekiranya iman berada di bintang Tsuraya sekalipun, niscaya lelaki dari bangsanya Salman (Persia) yang akan mencapainya.” (Sahih Muslim, Kitab al-Fada’il as-Sahabah hadis 6178).

            Rasulullah saw. bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari bangsa Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya. (Shahih Muslim No.4618)

            Didalam shahih Bukhari
            Rasulullah saw bersabda: “Andaikan iman terletak di bintang tsurayya (bintang kejora), orang-orang dari bangsanya Salman ini (maksudnya: Iran) akan dapat menggapainya.” (Sahih Bukhari, Kitab Tafsir, Jilid 5, halaman 108 dalam kitab Alu’lu Wal Marjan jilid II, juga oleh at-Turmudzi, dan an-Nasai).
            Balas

            cahaya musafir, on Juni 15, 2012 at 2:36 pm said:

            Salam Semua,

            Mengapa orang2 ketika berbicara tentang Syi’ah Itsna Asyariyyah harus dikaitkan dengan negara Iran?

            Jujur saja, pengatahuan saya tentang negara Iran tidak terlalu banyak (belum pernah kesana hehehe); hanya sebatas hasil googling dan nonton acara BBC di televisi, judulnya “Welcome to Teheran” ada dua seri dan pembawa acaranya Omaar Rageh.

            Hasil dari nonton dokumenter itu ditambah hasil googling-an paling tidak saya jadi sedikit, baca: sedikiiiit sekali {^_^} tahu tentang negara Iran dan juga dampak dari revolusi Islam di Iran.

            Bwt teman2 yang bml pernah ke Iran dan ingin tahu ttg Iran. Boleh cari dokumenter BBC itu (lebih menarik nonton ketimbang googling, soalnya banyak info masih dalam bahasa persia dan arab gundul hehehe) dengan judul “Welcome to Teheran” di youtube. ada yang posting cuma kepotong-potong tdk full.

            Akhir kata, eh sebelumnya maaf kalo dah ngelantur komen ga jelas. Semoga artikel mas Ibnu Jakfari ini tidak disalah artikan!

            Allahumma salli `ala muhammadin wa’ali muhammad 3x

            salam Damai
            Balas

            hasan, on Juni 17, 2012 at 1:44 am said:

            salam,
            krn saya pedagang,jadi …ma’af alur jalan pendapatnya pun juga sedikit banyak kaya pedagang…,maksud sy begini …
            marilah sunni-syi’i dllnya ga usah ber-debat ttg problema2 yg sudah benar2 usang & tak terselesaikan,tapi …
            marilah kita ber-lomba2 utk menuju yg lebih baik & bersatu, spt pedagang,presentasikan lah anda & dagangan anda sebaik mungkin,
            tanpa harus menghina,menyakiti,jelek2 in pedagang yg lain,
            mmg itu spt menyederhanakan masalah,namun kalo bisa dibuat sederhana kenapa harus dibuat ruwet….
            saya juga bisa keliru……
            Balas

            hasmoz, on Agustus 5, 2012 at 1:10 pm said:

            liat saja mana yg berbuat untuk menumpas kedholiman dan mana yg menari” di atas kedholiman ummat
            Balas

            hasmoz, on Agustus 5, 2012 at 1:15 pm said:

            hanya bangsa persi yg paling getol berbuat banyak untuk kemaslahatan umat manusia, sementara bangsa arab yg lain foya” dengan harta yg sementara dia kuasai
            Balas

            hasmoz, on Agustus 5, 2012 at 1:16 pm said:

            iran jg yg bekerja sama dengan Hezbullah…
            labbaika ya nasrulloh..
            Tinggalkan Balasan

            Kategori

            Komentar Terakhir andi on Membantah Tuduhan Salafy …
            abu zuhry on Kata al Albani, Imam Syafi…
            Hussein Alie Azzegaf… on Allah Mengecam Bangsa Arab Dan…
            mimbar on Galery Foto
            liriomyzar on Bid’ah Puasa Asyurâ’; Usaha Li…
            IKHSAN on Mengintip Kehidupan Rumah Tang…
            hariy on Ahlusunnah Kehilangan Puluhan …
            hariy on Ahlusunnah Kehilangan Puluhan …
            hariy on Ulama Ahlusunnah Menteror Ulam…
            hariy on Ulama Ahlusunnah Menteror Ulam…
            hariy on Ulama Ahlusunnah Menteror Ulam…
            hariy on Benarkan Para Ulama Ahlusunnah…
            hariy on Benarkan Para Ulama Ahlusunnah…
            hariy on Benarkan Para Ulama Ahlusunnah…
            hariy on Benarkan Para Ulama Ahlusunnah…

            Blogroll
            Abi Azzahra
            Agensi Berita ahlul Bait (ABNA)
            Bayt al-Hikmah Institute
            Blog Agus Nizami
            Bukhari Muslim
            Cahaya Islam
            Dahulukan Islam Diatas Mazhab
            Dialog Sunni Syiah
            Dunia ahlubait
            Era al-Qur'an
            Forum Diskusi Keislaman
            Gencar Ahlulbait Nusantara
            Haula Wahabiyah
            Ibnu Azmi Blog
            Infosyiah
            Inilah Ibnu Taymiah
            Inilah Jalanku
            Irfan Permana
            Islam Aktual
            Islam Syiah
            Jurnal Syiah
            Kajian Tafsir Tematik
            Saleh Lapadi
            Syiah Blog
            Syiahnews
            Unggas Pagi
            Blog pada WordPress.com.
            Blog pada WordPress.com.
            Kitab Hadis Online
            Bukhari, Muslim, An Nasai, At-Turmudzi dll Online
            Link
            12-imam.com
            Aalul-bayt
            Abatasya Islam Web
            Al Burhan
            al-Islam.org
            AL-SHIA.COM
            ANSARWEB
            Do'a-do'a
            Hidayatullah.Com
            Islam Alternatif
            Muslim Indonesia Bersatu
            NAHJUL BALAGHAH
            quran.al-shia.com
            Shia-Search
            Taqrib News Agency (TNA)
            TV Al Kautsar
            موقع الميزان
            المجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الاسلامية
            Link Download E-book
            Aqaed Dot Com
            Download E-book Ulama Sunni
            E-book Al Mustabshirun
            E-book Sayyid Ali Al Milani
            E-book Syaikh Ali Al Kurani
            Narjes Library
            Rafed Dot Net
            موقع خادم أهل البيت
            المكتبة التخصصية للرد على الوهابية
            Ulama/Marajik
            Ali Al-Milani
            Ali al-Sistani
            Allamah Asy Syekh Ali Al Kurani
            Bayynat.org
            Hadi Al-Modarresi
            Sayyid Kamal Al Haidari
            Syekh Jakfar Subhani
            Syekh Muh. al-Bouti
            Yayasan Allamah Husein Fadlullah
            الشيخ حسن بن فرحان المالكي
            Arus Pengunjung

            Negara Pengakses

            Yang Lagi Mampir

            geovisite
            Pengunjung Sejak 20-08-2007
            316,708 hits
            Narjees Library – Download E-book
            زينب في محراب العشق
            نفحات محمدية تفسير احاديث للرسول الاعظم صلى الله عليه واله
            الحداثة العولمة الارهاب في ميزان النهضة الحسينية
            المقرر في توضيح منطق المظفر
            Membedah “Syi’ah Versi Ustad Farid Ahmad Okbah, MA”
            LAGI, USTAD FAO MENEBAR DUSTA TENTANG ABDULLAH BIN SABA
            ‘TAHRIF AL QUR’AN’ DI DALAM KITAB SUNNI (1)
            KEKELIRUAN SOAL IMAMAH ( 3 )
            Dialog Sunni Syiah
            Pernyataan Resmi Dewan Pengurus Pusat Ahlulbait Indonesia Terkait Tragedi Sampang
            Pemasok Senjata Saudia Arabia Adalah Perancis
            Apakah Ali dan Zubair Mengakui Abu Bakar Berhak Menjadi Khalifah?

            Blog pada WordPress.com. Tema: Digg 3 Column oleh WP Designer.



          • Ali Al Asytar
            Refleksi: Bukan demikian. Yang benar bahwa tidak ada Imam yang mampu bertindak saat revolusi diselewengkan. Harga mati Revolusi Mesir atau kemauan Rakyat
            Message 5 of 16 , Dec 5, 2012
            • 0 Attachment
              Refleksi: Bukan demikian. Yang benar bahwa tidak ada Imam yang mampu bertindak saat revolusi diselewengkan. Harga mati Revolusi Mesir atau kemauan Rakyat adalah: Pertama memutuskan hubungan dengan Zionis Israel dan Saudi Arabia. Kedua memutuskan Gas atau pipa gas yang berhubungan dengan Zionis Israel. Ketiga membuka pintu gerbang Ramalla agar kaum mustadhafin disana tidak lagi tersekap macam penjara di negerinya sendiri. 

              Terbukti ketiga harga mati itu tidak dijalkankan oleh Mursi dan malah secara rahasia membuat hubungan dengan Zionis. Kalau presiden Abul Hasan Bani Sadr tidak menjalankan pesan revolusi, dengan mudah dapat dipecat, walaupun presiden pertama RII itu sempat kabur sendiri sebelum dipecat. Adapun Mesir, siapa yang memecat Mursi saat tidak menjalankan amanah rakyat? Itulah persoalan Mesir makanya rakyat sendiri yang melakukan pemecatan namun pasti memakan korban. Dimana-mana revolusi pasti ada korbannya. Yang penting bagi pembela kebenaran karena Allah, pasti mereka mati syahid. sementara yang tujuannya untuk sekedar membela komunitasnya, ya syahid juga tetapi "Syahid Bugreek" namanya.

              Aksi demo di Mesir masih saja terus berlanjut dan ancaman terhadap negara ini kian luas. Kubu anti Mursi memiliki kesempatan hingga hari Jumat mendatang untuk mundur dari sikapnya serta yang ditekankan deklarasi konstitusi baru. Kejaksaan Agung Mesir melalui sebuah statemennya seraya mengancam kubu politik anti Kairo juga menuding mereka melakukan kudeta terhadap pemerintahan Muhammad Mursi dan keamanan nasional.

              Kondisi ini terjadi di saat Mursi dipaksa meninggalkan istana kepresidenan dan pasukan garda presiden juga tidak bersikap pasif lagi dan beberapa hari lalu terlibat bentrok dengan para demonstran yang berkumpul di depan Istana al-Itihadiyah (Istana Kepresidenan Mesir). Bentrokan ini mengakibatkan 29 orang mengalami cidera.

              Sementara itu, kubu oposisi menegaskan tidak akan mundur dari aksinya hingga tuntutan mereka terpenuhi. Hingga kini militer hanya menjadi penonton persitiwa yang tengah terjadi di Mesir, namun terlepas dari berbagai kasak-kusuk terkait kinerja militer, poin penting dan tak dapat diingkari adalah Mesir tengah berada di posisi yang sangat berbahaya. Meski Muhammad Mursi menandaskan bahwa selepas ratifikasi draf undang-undang dasar, ia akan membatalkan dekritnya, namun kubu oposisi seraya menjelaskan poin bahwa Mursi tengah menambah wewenangnya dengan merilis dektrit tersebut, mulai melakukan langkah-langkah propagada dan agitasi iklim dalam negeri Mesir.

              Kondisi dalam negeri Mesir saat ini mengingatkan era revolusi rakyat menggulingkan diktator Hosni Mubarak. Bedanya di era revolusi rakyat Mesir meneriakkan satu slogan anti diktator Mubarak, namun kali ini target mereka adalah pemerintah yang mereka pilih sendiri. Hal ini menimbulkan berbagai asumsi dan prediksi. Muncul beragam analisa akan adanya tangan-tangan di balik kerusuhan terbaru dan tengah berusaha menyalahgunakan iklim revolusi di negara ini.

              Saat ini muncul pengelompokan kubu politik di Mesir. Sejumlah kubu politik menjadi pemicu instabilitas di Mesir saat ini dengan menyelewengkan sejumlah keputusan pemerintah. Aksi demonstrasi yang berjalan setiap hari dan digalang oleh sejumlah kubu politik dengan mengusung berbagai slogan seperti penyelamatan nasional, kehormatan negara dan peringatan final mayoritasnya ditujukan untuk merusak opini publik negara ini. bahkan Front Penyelamat Nasional yang terdiri dari anasir anti Mursi mengancam akan menyeru demo besar-besaran.

              Kini pertanyaan yang muncul adalah, jika kondisi di Mesir saat ini terus berlangsung, Kairo akan mengarah ke mana? Apakah huru hara dan instabilitas di sebuah negara yang berada di fase transisi tidak akan mengancam negara tersebut?

              Wajar jika di negara-negara yang baru saja melewati masa revolusi diuji dengan beragam friksi dan perbedaan pendapat. Namun jika friksi ini kemudian berujung pada bentrokan fisik dan politik, maka harus ditunggu peristiwa menyedihkan lainnya. Dalam beberapa hari mendatang sejumlah warga Mesir dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya cidera. Meski peristiwa tersebut tidak disebabkan tembakan timah panas, namun muncul pertanyaan lain, sampai berapa lama para pemimpin Mesir mampu mempertahankan rasa persaudaraannya? Hingga kini Mursi belum menurunkan instruksi kepada militer untuk turun tangan. Hal ini mengindikasikan jika para pemimpin Mesir masih berusaha menyelesakan friksi melalui jalur diplomasi. Poin penting lainnya adalah kubu oposisi masih menekankan untuk melanjutkan aksi demo mereka.

              Yang pasti jika kondisi seperti saat ini masih terus berlangsung di Mesir, maka yang pertama menerima kerugian adalah revolusi rakyat negara ini sendiri. Oleh karena itu, dua hari lalu Hossam al-Gharyani, ketua Majelis Konstituante Mesir menandaskan, "Ada kemungkinan dua butir yang masih disengketakan di dekrit konstitusi yang diusulkan Mursi akan dibatalkan."

              Kemungkinan ini muncul di saat sejumlah tokoh politik, budaya, pengacara dan bahkan petinggi al-Azhar gencar melakukan lobi dengan pemerintah dan kubu oposisi demi menyelamatkan revolusi dan mengeluarkan negara ini dari krisis saat ini. (IRIB Indonesia/MF)





            • Ali Al Asytar
              KEPADA SAUDARAKU DI MESIR DAN TIMUR TENGAH PADA UMUMNYA Orang Iran tidak pernah berkomentar seperti ini, sebab tidak layak mereka memberitahukan kita tentang
              Message 6 of 16 , Dec 5, 2012
              • 0 Attachment
                KEPADA SAUDARAKU DI MESIR DAN TIMUR TENGAH PADA UMUMNYA

                Orang Iran tidak pernah berkomentar seperti ini, sebab tidak layak mereka memberitahukan kita tentang kebaikan mereka sendiri. Justeru itu pihak non Parsilah yang tepat menginfokan kebaikan mereka. 
                (Bangsa Acheh -.Sumatra)

                Ketika Imam Khomaini mulai Revolusi, banyak pihak yang menganggap remeh, seolah-olah beliau tidak tepat untuk urusan tersebut. Bukan saja politikus Barat tetapi juga politikus dalam golongan Islam modernis juga meragukan kemampuan Imam. Hal ini disebabkan kebanyakan orang alim dalam agama hanya berkemampuan dibidang ritual saja. Dengan kata lain agamawan versi Abu Dzar Ghifari sepertinya sangat langka sekarang ini. Model Ilmuwan macam Ibnu Sina memang banyak bermunculan sampai hari ini tetapi type tersebut bukan modelnya untuk be.revolusi. Type ilmuwan macam itu baru bermanfaat ketika revolusi sudah berhasil atau system Islam sudah Exist seperti Republik Islam Iran sekarang ini.

                Realitanya prediksi politikus Barat dan politikus didikan barat (para modernis) keliru 180 derajat. Imam Khomaini bukan type ulama yang ritual semata tetapi juga Sosial sebagaimana diungkapkan Syahid DR Ali Syariati, rausyanfikr Iran. Imam Khomaini adalah Ulama dua dymnensi (baca hablum minallah dan hablum minannas). Type Ulama seperti itulah yang disebut "Ulama warasatul ambya". Di Republik Islam Iran sekarang lumaian jumlah ulama type tersebut. Hal ini sesuai kata Imam sendiri saat pihak Barat merasa gembira ketika mendapat info bahwa Imam sudah mulai sakit-sakitan. Kata Imam bahwa pihak Barat boleh saja menginginkan kematian Khomaini tetapi mereka harus yakin bahwa seorang Khomaini yang mati, beribu "Khomaini" akan bermunculan.

                Hari ini kita saksikan "Khomaini-khomaini" Iran berada di setiap jajaran pemerintahan hingga Barat kewalahan menghadapinya. Sering kita dengar bahwa revolusi Timur Tengah terinspirasi dari Revolusi Islam Iran. Saya sependapat, tinggal lagi Imam atau bintang revolusi yang tidak mereka miliki. Dari itu kesadaran Rakyat Timur Tengah sangat kita hargai, semoga mereka buat sementara "berimam" kepada Republik Islam Iran, agar revolusi tidak dibajak pihak lain.

                Lihatlah bagaimana prinsip Imam Khomaini dan mendapat ikutan rakyat secara mantap bahwa ketika pihak Barat hendak berhubungan dengan pemerintah Iran, Imam dengan tegas mengatakan "Tidak". Barat berusaha masuk via presiden Abul Hasan Bani Sadr tetapi Imam cepat mengambil tindakan. Yang jelas pihak Barat yang dulu menjadi pendukung kuat Shah Reda Palevi, berdaya upaya agar paska tumbangnya penguasa despotik dapat mendekatkan diri dengan rakyat Iran, dimana tujuannya adalah untuk memba jak revolusi.

                Bangsa Parsilah namanya yang terkenal tajam pikirannya. Hal ini dapat dipelajari kelebihan mereka secara history bahwa keturunan Rasulullah menjadi cikal bakal di Republik Islam Iran melalui perkawinan Imam Hussein bin Ali dengan Shahr Banu, putri raja Parsi. Perlu digaris bawahi bahwa tidak semua orang Iran sekarang baik dari kacamata Allah. Dan realita nya para oposisi juga masih ada walaupun mereka tidak berdaya berhadapan dengan "Khomaini-khomai ni" Iran yang cikal-bakal, utamanya dari keturunan Rasulullah sendiri. Semoga Bangsa Parsi yang masih belum sadar, mempelajari kembali bagaimana bangsa Yahudi yang mulanya diutamakan Allah kemudian terpaksa dikeledaikan (QS, 62:5). Demikian juga bangsa Arab yang pada mulainya dimuliakan tetapi akhirnya juga menyimpang.

                Via Al Qur-an juga bisa dipelajari keutamnaan bangsa Parsi di Surah Jumah, ayat 3 dan 4, sebagai perban dingan dengan bangsa Arab di ayat 2, dan juga per bandingan dengan bangsa Israel yang pernah di san jung Allah tetapi belakangan mereka dikeledaikan Allah disebabkan mereka memiliki "kitab Taurah" tetapi mereka tidak berpedoman kepadanya dalam hidup bernegara, bermasyarakat dan berkeluarga, kecuali sekedar membaca-.baca saja. Hal ini bisa dilihat dasarnya di ayat 5 samapi ayat 8.

                Nabi Muhammad saww. tidak terkecuali dari hukum di atas. Kedatangan beliau. disambut oleh sebagian dan ditentang bahkan diperangi oleh sebagian lainnya. Mereka yang menentang adalah bangsa Arab, khususnya suku Quraisy. Mereka sangat ganas, sehingga berulang kali mereka merencanakan untuk membunuh Nabi saw. akan tetapi Allah swt selalu menyelamantkan Nabi-Nya dari makar jahat mereka. Setelah Nabi saww. berhijrah ke kota suci Madinah pun, kaum kafir itu tidak puas, sehingga peperangan demi peperangan mereka kobarkan. Dan Allah selalu memenangkan Nabi-Nya berkat perjuangan Imam Ali as. yang gigih tanpa mengenal lelah dan gentar serta tidak pernah lari dari pedan pertempuran! Perang Badr, Uhud, Khandak, Khaibar, Hunain dan lainnya menjadi saksi kegigihan dan ketangguhan perjuangan Imam Ali as.

                Sepeninggal Nabipun agama ini pasti akan dibela oleh hamba-hamba pilihan Allah swt!

                Nabi saww. Datang Memberi Peringatan kepada Bangsa Yang Degil lagi Angkuh!

                Ayat-ayat Al Qur’an menjelaskan kepada kita watak dan karakteristik bangsa Arab, khususnya suku Quraisy… mereka adalah bangsa dan suku yang degil lagi angkuh. Perhatikan ayat di abawah ini:

                فَإِنَّما يَسَّرْناهُ بِلِسانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقينَ وَ تُنْذِرَ بِهِ قَوْماً لُدًّا

                “Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.”(QS. Maryam [19];97)

                Kata Luddan dala ayat di atas memberikan arti:
                Yang sangat berkeras kepala dalam menentang.
                Yang zalim.

                Doyan mendebat dengan kebatilan dan gemar menentang.
                Kaum fujjâr/durhaka dan durjana.
                Tuli dari mendengar kebenaran.

                Mereka itu adalah bangsa Arab dan suku Quraisy[1]. Demikian Allah menjelaskan kepada kita karakteristik bangsa Arab dan khususnya suku Quraisy. Bangsa yang tidak dapat diandalkan untuk membela al Haq dan misi suci kerasulan.

                Allah Membanggakan Dan Mengandalkan Bangsa Iran Untuk Membela Agama-Nya!

                Bukan ramalan sontoloyo! Tapi ia adalah firman Tuhan Yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi… ternyata bangsa Arab tidak dapat diandalkan untuk membela agama Allah … mereka adalah qauman luddan/bangsa degil, angkuh, zalim, keras kepala disampin labil keimanan dan semangat perjuangannya! Dan disampin semua itu, mereka adalah bangsa yang kikir dari mengingfakkan hartanya di jalan Allah SWT!

                Apa yang dapat dinanti dan diharap dari suatu bangsa yang demikian sifatnya! Bangsa seperti itu harus segera diganti…. harus segera dimusiumkan… tentunya jika pengurus musium itu tidak keberatan… atau bahkan harus digilas habis ditelan siksa Allah.

                Apakah Allah akan “kehabisan stok” umat yang siap membela agama-Nya?

                Tentu tidak!! Allah akan segera menyingkirkan bangsa itu dan mendatangkan bangsa lain untuk membela agama-Nya. Dan bangsa ini jauh lebih berkualitas dibanding bangsa Arab yang disingkirkan karena kemurtadannya dan keberpalingannya dari membela agama Allah. Bangsa ini tidak kikir seperti bangsa Arab yang berpailing itu…. tidak angkuh… tidak degil dan siap berjuang demi agama Allah SWT.

                Bengsa itu adalah bangsa Persia/Iran! Ya. Allah membanggakan dan mengandalkan mereka untuk membela agama-Nya di saat bangsa Arab telah berpaling meninggalkan agama Allah disaat mereka lebih senang mendemonstrasikan kemurtadan dengan berangkulan dan bermesraan dengan musuh-musuh Allah; Zionis Yahudi dan Nashrani serta kaum Musyrik!

                Perhatikan firman Allah di bawah ini:

                ها أَنْتُمْ هؤُلاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا في‏ سَبيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَ مَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّما يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَ اللَّهُ الْغَنِيُّ وَ أَنْتُمُ الْفُقَراءُ وَ إِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لا يَكُونُوا أَمْثالَكُمْ

                “Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” (QS. Muhammad [47];38)

                Asy Syaukâni berkata, “Jika kalian berpaling dari keimanan dan ketaqwaan pasti Allah akan mengganti kalian dengan satu bangsa/kaum yang lain yang mana mereka itu lebih taat kepada Allah dibanding kalian. Dan mereka itu tidak seperti kalian yang berpaling dari dari keimanan dan ketaqwaan. … “[2]

                Ibnu Jarir ath Thabari menjelaskan bagian akhir ayat tersebut dengan mengatakan: “dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)” dalam kekikiran dalam berinfak di jalan Allah seperti yang kalian diperintahkan dan mereka itu tidak menyia-nyiakan hukum-hukum Allah sedikitpun, akan tetapi mereka akan menegakkannya semua sesuai yang diperintahkan. Dan dengan tafsir yang saya sebutkan ini para ahli tafsir berpendapat. Kemudian beliau menyebutkan ketarangan para ahli tafsir klasik seperti Qatadah, Ibnu Zaid.[3]

                Semua ahli tafsir sepakat bahwa yang dimaksud de ngan bangsa yang akan didatangkan menggantikan bangsa Arab yang berpaling itu adalah bangsa Persia/Iran.

                Ibun Jarir ath Thabari, asy Syaukani, Ibnu Katsir, as Suyuthi dan lainnya menyebutkan beberapa riwayat yang menegaskan sabda Nabi Muhammad saww. banga bangsa yang diandalkan Allah untuk membela agama-Nya itu adalah bangsa Parsi, bangsanya Salman al Farisi…

                Satu-satunya system Islam atau negara Islam sekarang hanyalah Republik Islam Iran. System ini muncul setelah mengalami penderitaan yang teramat sangat sebelumnya. Justeru itu rakyat Timur Tengah yang sudah sadar kesilapannya dimasa lalu semoga mengenal para Imam untuk diikuti agar revolusi benar-benar berhasil dengan baik sebagaimana revolusi Islam Iran. 

                Orang Iran tidak pernah berkomentar seperti ini, se bab tidak layak mereka memberitahukan kita tentang kebaikan mereka sendiri. Justeru itu pihak non Par silah yang tepat menginfokan kebaikan mereka.
                (dari bangsa Acheh -.Sumatra)







              • Ali Al Asytar
                Dalil tentang : Utamanya Para Imam Ahlulbait dari para Malaikat. Ucapan Rasulullah saw tentang Lebih Utamanya Para Imam Ahlulbait dari para Malaikat.
                Message 7 of 16 , Dec 9, 2012
                • 0 Attachment
                  Dalil tentang : Utamanya Para Imam Ahlulbait dari para Malaikat.

                  Ucapan Rasulullah saw tentang Lebih Utamanya Para Imam Ahlulbait dari para Malaikat.

                  Ash-Shaduq telah meriwayatkan di dalam kitab al-‘Ilal dan kitab Ikmal ad-Din, juga dalam bab 26 dari kitab “Uyun ar-Ridha, dari Abul Qasim Hasan bin Muhammad bin Sa’id al-Hatsimi al-Kufi, di masjidnya di kota Kufah, pada tahun 354 Hijriyah, dari Furat bin Ibrahim bin Furat al-Kufi, dari Muhammad bin Ali bin Ahmad al-Hamadani, dari Abul Fadhl Abbas bin Abdullah al-Bukhari, dari Muhammad bin Qasim bin Ibrahim bin Abdullah bin Qasim bin Muhammad bin Abu Bakr, dari Abdussalam bin Shalih al-Harawi, dari Ali bin Musa ar-Ridha, dari ayahnya Musa bin Ja’far, dari ayahnya Ja’far bin Muhammad, dari Ayahnya Muhammad bin Ali, dari Ayahnya Ali bin Husain, dari Ayahnya Husain bin Ali , dari Ayahnya Ali bin Abi Thalib yang berkata, Rasulullah saw telah bersabda :

                  “Allah tidak menciptakan makhluk yang lebih utama dariku dan lebih mulia dariku.”

                  Ali as berkata, “Wahai Rasulullah, mana yang lebih utama, engkau atau Jibril…?”

                  Rasulullah saw menjawab, “Wahai Ali, sesungguhnya Allah SWT telah mengutamakan para nabi dan para rasul-Nya atas para malikat-Nya, dan Dia telah mengutamakan aku atas seluruh para nabi dan para rasul. Adapun keutamaan setelahku adalah milik engkau hai Ali dan para imam sesudahmu. Sesungguhnya para malaikat adalah pelayan kita dan pelayan para pecinta kita.

                  “Hai Ali, sesungguhnya para malaikat pengangkat ‘Arsy dan para malaikat yang ada di sekelilingnya, semuanya bertasbih sambil memuji Tuhan mereka, dan memohonkan ampunan bagi orang-orang yang beriman kepada wilayah kita.

                  “Hai Ali, sekiranya tidak ada kita niscaya Allah tidak akan menciptakan Adam dan Hawa, surga dan neraka, dan langit dan bumi. Bagaimana kita tidak lebih utama dari malaikat padahal kita telah mendahului mereka dalam mengesakan dan mengenal Allah SWT, dalam bertasbih, mensucikan dan bertahlil kepada-Nya. Karena yang pertama diciptakan oleh Allah adalah roh kita, lalu Allah menjadikan kita berbicara dengan mengesakan dan mengagungkan-Nya.

                  “Kemudian Allah menciptakan para malaikat. Manakala mereka melihat roh kita sebagai sebuah cahaya mereka mengagungkan kita, maka kita bertasbih kepada Allah supaya para malaikat tahu bahwa kita adalah salah satu dari makhlik Allah dan bahwa dia terbebas dari sifat-sifat kita, maka para malaikat pun bertasbih kepada Allah mengikuti tasbih kita dan mensucikan Allah dari sifat-sifat kita.”

                  “Manakala mereka melihat besarnya kedudukan kita, maka kita bertahlil supaya para malaikat tahu bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa kita adalah mahluk dan bukan tuhan yang wajib di sembah bersama Allah atau tidak bersama-Nya maka para malikat pun mengucapkan La ilaha Illallah.

                  “Manakala para malaikat melihat besarnya tempat kita, maka kita membesarkan Allah ( mengucapkan Takbir ) supaya para malikat tahu bahwa Allah lebih besar dari dapat di gapai oleh tempat yang besar.”

                  “Manakala para malikat melihat kemuliaan dan kekuatan yang telah Allah jadikan untuk kita, maka kamipun mengucapkan Lahauwla wala quwwata illa billah, supaya para malaikat tahu bahwa kita tidak menpunyai daya dan kekuatan kecuali dengan daya dan kekuatan Allah.”

                  “Manakala para malaikat melihat berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita dan mewajibkan makhluq untuk menaati kita, maka kami mengucapkan Alhamdulillah, supaya para malaikat tahu bahwa merupakan hak Allah atas kita untuk mengucapkan segala puji bagi Allah atau segala nikmatnya, maka para malaikat pun mengucapkan Alhamdulillah,”

                  “Dengan perantaran kita mereka mendapat petunjuk untuk dapat mengenal Allah meng-Esakan-Nya, bertasbih kepada-Nya, bertahlil kepada-Nya, memuji dan mengagungkan-Nya.”

                  “Kemudian Allah menciptakan Adam lalu meletakan kita di tulang sulbinya. Kemudian Allah memerintahkan para malikat bersujud kepada Adam sebagai penghormatan dan pengaguman kita.”

                  “Sujud para malaikat pada Allah merupakan ibadah kepada-Nya sedangkan sujud mereka kepada Adam merupakan penghormatan dan ketaatan karena kita berada di tulang sulbinya. Bahgaimana kita tidak lebih utama dari para malaikat padahal mereka semua telah sujud kepada Adam.”

                  “Manakala aku di mikhrajkan ke langit, jibril mengumandangkan adzan dua kali-dua kali dan mengumandangkan iqomah dua kali-dua kali. Kemudian dia berkata kepadaku, “Maju, hai Muhammad.”

                  “Aku berkata kepadanya, “Wahai Jibril, “Apakah aku perlu mendahuluimu…?”

                  “Jibril berkata, “Tentu. Karena Allah telah mengutamakan para nabi-Nya atas seluruh malaikatnya, dan terutama telah mengutamakanmu. ‘Maka aku maju dan menjadi imam Sholat bagi mereka. Tidak ada kesombongan disini.”

                  “Ketika kami telah sampai kepada tirai cahaya, jibril berkata kepadaku, “Maju, Wahai Muhammad, ‘lalu Jibril mundur dariku, “Aku berkata dalam keadaan seperti ini engkau meninggalkanku, ‘Jibril berkata, ‘Wahai Muhammad ini batas akhirku. Allah telah menetapkan batas akhirku sampai tempat ini jika aku melewatinya niscaya sayapku terbakar, karena telah melanggar batas-batas Allah.”

                  “Kemudian tuhanku mendorongku kedalam cahaya hingga aku sampai ketempat Masya Allah dari ketinggian kerajaan-Nya kemudian aku di panggil wahai Muhammad.” Aku menjawab, ‘Aku menyambut seruan-Mu dan siap menerima perintah-Mu, wahai tuhanku, Maha Suci dan Maha Tinggi Engaku,.’

                  “Lalu aku diseru kembali, ‘Hai Muhammad, engkau hambaku dan Aku Tuhanmu, hanya kepada-Ku engkau menyembah dan hanya kepada-Ku engkau bertawakal. Engakau adalah cahaya-Ku ditengah hamba-hamba-Ku, rasul-Ku kepada para makhlu-Ku, dan hujjah-Ku atas ciptaan-Ku. Aku ciptakan surga bagi orang yang mengikutimu dan Aku ciptakan neraka bagi orang yang menentang dan melawanmu. Aku wajibkan kemulian-Ku bagi para wasihmu dan Aku wajibkan ganjaran-Ku bagimu.”

                  “Aku berkata. “Siapakah para wasihku…?:”

                  “Maka terdengar seruan, ‘Wahai Muhammad, para wasihmu tertulis pada tiang Arsy. ‘

                   “Maka di hadapan tuhanku aku melihat kearah arsy, diasana aku melihat ada dua belas cahaya, dan pada masing-masing cahaya terdapat garis hijau dimana tertulis diatasnya nama seseorang wasihku. Yang pertama Ali bin Abu Thalib dan yang terakhir Mahdi dari ummatku.”

                  “Aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, apakah mereka ini para wasihku sepeninggalku..?’

                  “Lalu terdengar seruan, ‘Hai Muhammad, mereka itu para wali-Ku, para kekasih-Ku, para sahabat sejati-Ku, dan para hujjah-Ku atas makhluk-Ku. Mereka adalah para wasih dan khalifahmu, dan makhluk terbaik-Ku setelah kamu. Demi kemulian dan keagungan-Ku, Aku akan menangkan agama-Ku dengan perantaraan mereka, Aku akan tinggikan kalimat-Ku dengan perantaraan mereka, dan Aku akan bersihkan bumi-Ku dari musuh-musuh-Ku dengan perantaraan yang terakhir dari mereka, dan Aku akan jadikan dia sebagai pemilik bumi belahan barat dan bumi belahan timur, serta Aku akan tundukan baginya angin dan awan yang susah di atur, Aku akan mengangkatnya dari sebab akibat, Aku akan menolongnya dengan tentara-Ku, dan Aku akan membantunya dengan para malaikat-Ku, hingga seruan-Ku menjadi tinggi dan dia mampu menghimpun seluruh makhluk-Ku dalam meng-Esakan-Ku. Kemudian Aku akan kekalkan kekuasaanya, dan Aku akan gilirkan hari-hari diantara para wali-Ku hingga hari kiamat.”

                  ====================================

                   Musa bin Abdullah, penyusun Kitab ini berkata, “Hadist ini shahih dan dapat di percaya.” Hadist ini datang dalam bentuk redaksi yang berbeda-beda, namun isi kandungannya mutawatir dan di sepakati di kalangan imamiyah. Mereka mempunyai beragam teks dan seluruh penggalan hadis ini. Kami tidak dapat menyebutkan semuanya…..

                  (karena panjangnya penjelasan ini, maka saya cukupkan sampai di sini )







                • Ali Al Asytar
                  Sumber:  http://www.presstv.ir/detail/2012/12/13/277870/palestinian-teen-shot-dead-in-west-bank/ Palestina remaja tewas oleh tembakan Israel di Tepi Barat
                  Message 8 of 16 , Dec 14, 2012
                  • 0 Attachment

                    Palestina remaja tewas oleh tembakan Israel di Tepi Barat

                    Kerabat remaja Palestina Ziad Mohammad Salaymeh meratap di samping tubuhnya saat pemakaman di kota Tepi Barat al-Khalil (Hebron) pada tanggal '

                    13 Desember 2012.Thu 13 Desember 2012 18:03 GMT1130 7
                    Tentara Israel telah menembak mati seorang remaja Palestina pada hari ulang tahunnya setelah ia diduga mengancam mereka dengan pistol mainan di Tepi Barat yang diduduki.

                    Tujuh belas tahun Mohamed Ziad Salayma tewas pada Rabu malam di sebuah pos pemeriksaan Israel di selatan kota al-Khalil (Hebron)."

                    Seorang pria Palestina muda mendekati sebuah pos dijaga oleh penjaga perbatasan. Salah satunya bertanya kepadanya untuk kartu identitasnya. The Palestina menyerangnya, mengacungkan pistol yang ia ditujukan kepala penjaga perbatasan," kata seorang juru bicara polisi Israel."

                    Lain penjaga perbatasan yang terdekat melepaskan tembakan membunuh Palestina," tambahnya.

                    Namun, paman Muhammad mengatakan bahwa versi Israel kematian keponakannya adalah "palsu."'

                    "Cerita pistol plastik tidak benar dan itu adalah fabrikasi semua. Kemarin adalah hari ulang tahunnya dan ia merayakannya di sekolah dan akan merayakan di rumah, tapi tidak pernah terjadi," Nasser al-Salayma kata.

                    Kerabat lain mengatakan remaja Palestina dibunuh sedang dalam perjalanan untuk membeli kue ulang tahun ketika insiden itu terjadi.

                    Bentrokan meletus setelah penembakan, dan dilanjutkan pada Kamis pagi.

                    Pejabat kesehatan Palestina mengatakan 25 orang menderita inhalasi gas air mata dan tiga terluka dengan peluru karet yang ditembakkan oleh pasukan Israel.

                    Pada hari Kamis, ribuan warga Palestina di al-Khalil meratapi kematian Muhammad.

                    Keluarganya mengatakan pasukan Israel mencegah mereka mengubur Mohammad di pemakaman al-Rass samping rumah mereka karena dekat dengan pemukiman Arba Kiryat ilegal.

                    Prosesi pemakaman dipimpin bukan dari al-Ansar masjid sebelum meletakkan dia untuk beristirahat di sebuah pemakaman di Limboa utara al-Khalil.

                    Comments (11)Tambahkan Komentar Klik DisiniCatatan: Pandangan dan link yang disediakan pada halaman komentar kami adalah pandangan pribadi dari kontributor individual dan tidak mencerminkan pandangan dari Press TV.Chris Roubis

                    14 Desember 2012 08:36Apakah kalian benar-benar percaya cerita israel bahwa anak itu menunjuk pistol palsu, untuk membenarkan kejahatannya Pidana Zionis Yahudi sangat menguasai penipuan?.Klik untuk Tingkat ReplyRating0A 'Eddo

                    14 Desember 2012 01:00Bank barat dan pejabat yang harus menghadapi kenyataan dan bergabung persatuan dengan Hamas dan berurusan dengan tumor kanker kepala zion on dengan satu-satunya bahasa yang mereka pahami dan itu adalah perjuangan bersenjata dengan cara apapun yang diperlukan.Klik untuk Tingkat ReplyRating10Ayo balasan Cleanin ke A 'Eddo2012/12/14 01:31:50Tepi Barat pejabat harus mendengarkan tuntutan rakyat dan menghentikan kompromi dengan entitas zion sebagai imbalan dari gaji dan pajak kembali mereka dapatkan.Klik untuk Tingkat Rating4Sangat menyedihkan ......

                    13 Desember 2012 11:59Pertanyaannya adalah mengapa orang Israel biasa yang diam? Saya berbicara tentang orang-orang yang untuk sementara waktu datang ke jalan beberapa dari mereka menempatkan diri mereka di atas api dan kemudian mereka berhenti memprotes, mereka tidak memiliki emosi dan sick.The tidak merasakan apa kita merasakan sebagai manusia normal, makhluk ini monster lengkap yang berbahaya bagi dunia.Klik untuk Tingkat ReplyRating8riaz

                    13 Desember 2012 23:05pengecut menembak orang tak berdaya dalam komunitas kaum muda, tua, wanita yang sudah lemah dan sakit karena embargo pada makanan dan obat-obatan tidak masuk ke barat bank dan Gaza.they dilengkapi dengan semua peralatan pembunuhan (dipasok oleh USA ) tapi tidak bisa melawan di medan perang cowardsthey mengatakan Hitler adalah buruk, mengulang sejarah itu di courtesy timur tengah Israel, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Inggris dan Europe.And dunia sedang menyaksikan ketidakadilan terjadi, hanya sedikit negara yang membantu Palestina.Klik untuk Tingkat ReplyRating10David James Vickery

                    13 Desember 2012 22:47Terima kasih kepada Press TV untuk menulis laporan yang jelas tentang apa yang terjadi di Al Khalil kemarin malam dengan seorang pria muda yang hanya ingin merayakan ulang tahun ke-17 dengan keluarganya. Kejadian ini hanyalah salah satu dari beberapa yang terjadi di Tepi Barat akhir-akhir ini. Saya berpendapat, bahwa Israel mungkin mencoba untuk memprovokasi lain pemberontakan Palestina atau Intifada, yang akan sesuai dengan agenda mereka pengusiran.Klik untuk ReplyRating13 TingkatSakit Zionis Nazi '

                    13 Desember 2012 09:11Bahkan Hitler memiliki belas kasihan BEBERAPA .....Klik untuk ReplyRating

                    13 Tingkathungarian13 Desember 2012 09:11Israel harus menentukan bagaimana untuk merayakan ulang tahun sendiri. Perayaan ini tidak akan kurang berdarah. Hal ini dijamin.Klik untuk Tingkat ReplyRating6Inggris dan Disgusted

                    13 Desember 2012 08:51Seperti biasa, diam dari Wayang Zionis William Hague.DISGUSTING.Klik untuk Tingkat ReplyRating11Roslan bayu

                    13 Desember 2012 19:45zionis kotor, bahkan kuburan berada di bawah kendali mereka, bayangkan sisa materi lainnya.Klik untuk Tingkat ReplyRating24Roslan bayu

                    13 Desember 2012 07:23Setelah gencatan senjata, idf harus dihilangkan, setiap hari membunuh, bahkan tanah pemakaman adalah kontrol oleh bandit kotor zionis kotor. Beberapa hal yang harus dilakukan. Sad kejadian sehari-hari dari Falastin.Klik untuk Tingkat ReplyRating21









                  • Ali Al Asytar
                    Emir “Pengkhianat” Qatar Berencana ke Ramallah Minggu, 2012 Desember 16 19:29   Sumber-sumber Palestina menyebutkan Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa
                    Message 9 of 16 , Dec 16, 2012
                    • 0 Attachment
                      Emir “Pengkhianat” Qatar Berencana ke Ramallah
                      Minggu, 2012 Desember 16 19:29
                       
                      Sumber-sumber Palestina menyebutkan Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa al-Thani, Jumat pekan ini (21/12) akan berkunjung ke Yordania dan dari sana akan terbang menuju Ramallah dengan menggunakan helikopter militer.

                      FNA (16/12) menyebutkan, Syeikh Hamad bin Khalifa al-Thani, Jumat akan bertolak ke Amman dan melanjutkan perjalanannya ke Ramallah di Tepi Barat Sungai Jordan.

                      Ini merupakan kunjungan perdananya ke Tepi Barat Sungai Jordan dan tujuannya adalah menciptakan keseimbangan setelah kunjungannya ke Jalur Gaza Oktober lalu bersama istrinya.

                      Berita rencana kunjungan Emir Qatar ini langsung memantik kemarahan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Otorita Ramallah.

                      Diperkirakan Raja Yordania akan menyambut kunjungan Emir Qatar di bandara internasional Amman. Sementara itu, sebelum kunjungan Emir Qatar ke Ramallah, beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri Qatar Syeikh Hamad bin Jassem al-Thani, menuntut revisi program perdamaian Arab, yang ditentang oleh Mahmoud Abbas, Ketua Otorita Ramallah.

                      Kelompok-kelompok muqawama Palestina menentang kunjungan Emir Qatar yang dianggap sebagai pengkhianat bangsa tertindas ini setelah membantu Israel meneror tokoh muqawama, komandan operasi Brigade Izzuddin Qassam, Ahmad al-Jaabari.(IRIB Indonesia/MZ)











                    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.