Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

BAK ipeutimang Malek Mamud PA dan DPRA siap lawan Tuhan

Expand Messages
  • Acheh Watch
    Benarkah Qanun Wali Nanggroe untuk Rakyat Aceh? Syamsul Arifin | The Globe Journal Selasa, 13 November 2012 07:25 WIB Aceh Utara - Munculnya Qanun Wali
    Message 1 of 111 , Nov 13, 2012
    Benarkah Qanun Wali Nanggroe untuk Rakyat Aceh?
    Syamsul Arifin | The Globe Journal
    Selasa, 13 November 2012 07:25 WIB

    Aceh Utara - Munculnya Qanun Wali Nangroe (QWN) yang belum lama ini telah disahkan oleh DPR Aceh menimbulkan aksi pro dan kontra dari dari sejumlah akademisi, mahasiswa, LSM dan organisasi lainnya. Malah sebuah gerakan mahasiswa yang menamakan dirinya 'Gayo Merdeka' pun muncul sebagai respon terhadap qanun ini.


    Gayo Merdeka bahkan mengancam akan melakukan aksi demo besar-besaran di DPRA, jika QWN tidak segera dievaluasi kembali. Diyakini mereka terus membuat berbagai gerakan baik yang terang-terangan ataupun yang terselubung.


    Menanggapi hal ini, The Globe Journal melakukan wawancara dengan Koordinator Gerakan Persatuan Mahasiswa Nisam (GAPMAN), Bustami. Ia merupakan seorang mahasiswa jurusan Sosiologi, fakultas Sosial dan Politik di Universitas Malukussaleh (Unimal) Lhokseumawe. Berikut petikan wawancaranya dengan The Globe Journal, Senin (12/11/2012).


    TGJ: Bagaimana tanggapan anda terkait pengesahan Qanun Lembaga Wali Nanggroe ?


    GAPMAN: Qanun Wali Nangroe yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) perlu diperbaiki, dikarenakan telah bertentangan dengan Undang-undang Nomor 11 tahun 2006. Dan ini perlu dievaluasi kembali dengan melibatkan semua tokoh adat, ulama, aktivis LSM yang ada di Aceh.


    Dan saya jelas sangat tidak setuju jika QWN disahkan oleh DPRA tanpa melibatkan semua tokoh yang ada di Aceh. dalam ketentuan keberadaan dan fungsi Wali Nanggroe disebutkan bahwa lembaga Wali Nanggroe merupakan kepemimpinan adat sebagai pemersatu masyarakat yang independen.


    Bukan dijadikan lembaga politik yang memperkuat suatu partai. Nyatanya qanun tersebut terjadi penyimpangan dan dijadikan sebagai lembaga politik, dimana Wali Nanggroe mempunyai kewenangan yang kuat melebihi kewenangan seorang Gubernur. Diantaranya adalah mengatur dan mengelola pendidikan, pertambangan, ekonomi, kehutanan, dan ini sangat bertentangan dengan perundang-undangan.


    Dengan munculnya QWN di Aceh, berkemungkinan akan melahirkan konflik baru di provinsi Aceh.


    TGJ: Apa yang menjadi masalah dalam QWN?


    GAPMAN: Poin pertama ialah :
    - Tidak diwajibkan uji baca Al-qur'an, sehingga menimbulkan kontroversi sesama parlemen pemerintah Aceh sendiri dan bisa menjadi isu publik yang timbul dalam masyarakat sehingga masyarakat awam menjadi hilang kepercayaan terhadap pemerintah dikarenakan isu uji baca Al-qur'an dihapuskan untuk menjadi seorang wali nanggroe.


    - Pengesahan QWN nampak jelas hanya kepentingan, sebagai penghargaan untuk Malek Mahmud. Karena petinggi PA menganggap penting sehingga mengutamakan (ipeutimang malek) dia, daripada masyarakat kedepan sesuai historis Aceh dan kajian yuridis serta Aceh-ismenya.


    - Tak tanggung-tanggung demi ipeutimang Malek Mahmud, wajib baca Al-qur'an dihapus. Jadi, Tuhan saja dilawan apalagi masyarakat dengan kondisi ekonomi yang masih morat marit.


    TGJ: Tanggapan aksi Gayo Merdeka yang ingin pisah dari Aceh?


    GAPMAN: Hahaha... Itukan ancaman terbalik, sebenarnya mereka mendukung QWN. Faktanya, mereka ingin syarat berbahasa ditambah boleh berbahasa gayo, mengingat keberagaman suku bangsa Aceh. Kalau memang tidak terakomodir mereka minta merdeka itu hal wajar, buat apa mereka menjadi masyarakat Aceh tetapi aspirasinya tidak diterima.


    Jika kita tidak menghargai mereka, pastinya mereka lebih-lebih tidak menghargai kita dan seandainya mereka menggugat qanun tersebut pasti berhasil, karena mereka tidak diakui keberadaannya di Aceh. Dan kami mendukung Gayo Merdeka dalam konteks negara berdemokrasi, dengan azas HAM, Al qur'an dan hadist.


    TGJ: Menurut anda apakah rakyat Aceh setuju dengan QWN?


    GAPMAN: Kalau masyarakat awam tahu hal ini, mereka justru marah besar dan untung saja mereka tidak tahu konspirasi ini. Karena dari dulu sudah dibangun pemahaman betapa pentingnya QWN, kira-kira seperti pencucian otak kepada masyarakat di kampung-kampung.


    Sebenarnya QWN itu sama sekali tidak penting, jadi jangan bermimpi dengan QWN akan mengembalikan Aceh kepada posisi sejarah perjuangan dan itu bohong belaka. Yang ada hanya menambah susunan birokrasi dan struktur saja, dan hanya menghabiskan anggaran alias menciptakan lahan pekerjaan untuk Malek dkk.


    Sementara pengangguran muda di Aceh apakah diperhatikan? Tanya pada diri sendiri?


    TGJ: Selanjutnya apakah GAPMAN akan mengajak mahasiswa dan tokoh-tokoh lainnya untuk melakukan aksi demo seperti Gayo Merdeka?


    GAPMAN: Kami belum siap menantang tantangan yang lebih besar, dikarenakan kesadaran mahasiswa/masyarakat Aceh yang belum begitu faham apa itu wali nanggroe dan wali nanggroe itu untuk siapa,?


    Sekarang organisasi GAPMAN, sedang mempertanyakan jalan strategis kecamatan Nisam, Aceh Utara, yang sampai sekarang masih ditelantarkan oleh Pemkab Aceh Utara, walaupun nota kesepakatan telah ada dengan kami.


    Kendatipun demikian, kami siap berpartisipasi untuk melakukan aksi dengan melakukan audiensi terlebih dahulu dengan para aktivis LSM Aceh, yang bukan berdasarkan keinginan politik praktis, tapi untuk kepentingan publik/masyarakat Aceh.
     

    ===================================================

    http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-melaju/berita-aktual/siaran-pers-11112012/


    Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
    Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

    Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
     
    Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

    Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

    Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

    Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
    http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
     

    HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
    http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

    KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin
    http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

    Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
    http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

    ###########################

    "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
    http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

    ######################################


  • DARAH SYUHADA
    Pasca Pengesahan Qanun Bendera Aceh, Abu Sumatera Tunding DPRA Pengkhianat
    Message 111 of 111 , Mar 25, 2013
      Lhokseumawe-ANP : Panglima wilayah pasee, ASNLF-AM, Abu Sumatera, seyogyanya menuding anggota DPRA Aceh adalah pengkhianat bangsa. Pasalnya, pengesahan Qanun Bendera Aceh berlambang bulan bintang Sabtu 23 Maret 2013 dinilai telah menyalahi komitmen dan sumpah sejarah perjuangan Aceh.

      Menurut Abu Sumatera, kebijakan DPRA Aceh mengesahkan Qanun bendera berlambang bintang, itu murni untuk kepentingan kelompok tertentu. Sayangnya, demi kepentingan kelompoknya rela mengorbankan bangsa Aceh. Dimana, bendera yang disahkan itu lebih rendah dari pada bendera RI karena pengibarannya setelah merah putih baru dibawahnya bendera berlambang bulan bintang.

      Dia menambahkan, nah....! secara terang-terangan kebijakan DPRA aceh telah merendahkan wibawa bangsa aceh dan melawan dengan perjanjian Aceh Merdeka. Karena dalam komitmen perjuangan bahwa bendera aceh harus setingkat dengan bendera seperti negara lainnya. Tetapi, kenapa hari ini bendera pusaka bangsa telah dipermainkan oleh sekelompok orang demi meraih kepentinganya dan rela menjual Aceh kepada pemerintah RI.

      Itu sebabnya, kami atas nama ASNLF wilayah pase tetap menyatakan Aceh tidak ada istilah tawar menawar kecuali Merdeka. Maka mari semua bangsa untuk bersatu padu, satu arah, satu tujuan memperjuangkan kemerdekaan di bumi aceh dari tangan penjajah, yang kini telah dikuasai oleh kelompok tertentu , harap Abu Sumatera. (Redaksi)
       

       
      *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
      *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
       
       

      Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

      Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

      Acheh Sumatra National Liberation Front

      WN: Gata kadjiparôh lé djawa lagèë djiparôh iték

      WN: Soë njang djeuët takheun musôh dan pengkhianat ?

      Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

      Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

      Acheh Sumatra National Liberation Front

      WN: Njang paléng bahaja keu geutanjoë uroë njoë 

      WN: Gata kadjiparôh lé djawa lagèë djiparôh iték

      WN: Soë njang djeuët takheun musôh dan pengkhianat ?

      Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

      Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

      Acheh Sumatra National Liberation Front

















    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.