Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

ABDULAHA SALEH: SEBAB MALIK MAHMUD TAK BISA BACA AL-QURAN, MAKA SYARAT UNTUK ITU TELAH KITA HAPUS !!!

Expand Messages
  • Acheh Watch
    ABDULAHA SALEH: SEBAB MALIK MAHMUD TAK BISA BACA AL-QURAN, MAKA SYARAT UNTUK ITU TELAH KITA HAPUS !!!    Tak Ada Syarat Baca Quran di Pemilihan Wali, Ini
    Message 1 of 111 , Nov 4, 2012
    • 0 Attachment
      ABDULAHA SALEH: SEBAB MALIK MAHMUD TAK BISA BACA AL-QURAN, MAKA SYARAT UNTUK ITU TELAH KITA HAPUS !!! 



       
      Tak Ada Syarat Baca Quran di Pemilihan Wali, Ini Alasannya
      OLEH: AGUS SETYADI - 02/11/2012 - 22:52 WIB

      BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari Fraksi Partai Aceh Abdullah Saleh mengatakan, pemilihan Wali Nanggroe tidak sama dengan pemilihan kepala daerah lainnya yang harus dilakukan tes mampu baca Al-quran di depan umum.


      Demo menolak pengesahan Qanun Lembaga Wali Nanggroe. | Agus Setyadi/ACEHKITA.COM


      “Syarat mampu baca Al-Quran sebenarnya memang sudah termasuk secara implisit pada Qanun Wali Nanggroe dan perangkatnya. Tetapi secara ekplisit tidak kita bahasakan lagi,” kata Abdullah Saleh kepada wartawan di gedung DPRA, Jumat (2/11).

      Sebelumnya, tiga fraksi di DPRA mengusulkan agar dalam Rancangan Qanun Lembaga Wali Nanggroe disebutkan syarat menjadi Wali Nanggroe harus mampu lulus uji baca Quran.

      Persyaratan menjadi wali nanggroe di dokumen rancangan qanun yang diperoleh acehkita.com, tidak disebutkan harus lulus uji membaca Quran.

      Abdullah Saleh beralasan, pemilihan wali nanggroe tidak dilakukan sama seperti pemilihan kepala daerah biasa atau anggota legislatif. Ini dilakukan untuk menjaga kewibawaan wali nanggroe.

      “Kita tidak melakukan proses yang dapat menghilangkan kewibaannya,” jelasnya.

      Untuk mengetahui kemampuan baca Quran, kata Abdullah Saleh, wali nanggroe dipilih oleh tuha peut, tuha lapan dan majelis fatwa.

      “Ada kajian wali nanggroe ini dan juga perangkatya adalah pemimpin yang kita harapkan gezah kewibawaan dan kharisma,” ujar Abdullah Saleh.

      Mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan itu mengungkapkan, proses pemilihan wali nanggroe dilakukan dengan cara yang terhormat tidak seperti pemilihan biasa maupun proses rekrutmen untuk jabatan biasa yang mengharuskan mampu baca Al-Quran di depan umum.

      “Jadi tidak kita perlakukan dengan cara-cara yang seperti orang biasalah, harus mampu baca Al-Quran di depan umum. Itu untuk jabatan yang umumlah,” ungkapnya.

      Menanggapi pendapat anggota DPRA dari Fraksi Partai Demokrat yang mengusulkan agar Wali Nanggroe yang terpilih mampu menjadi khatib dan imam, Abdullah Saleh mengatakan bahwa mampu menjadi imam maupun khatib belum tentu mampu memimpin Aceh.

      “Kapasitasnya dan integritasnya sebagai menjadi pemimpin yang kita lihat,” jelasnya. “Tapi secara implisit itu semua sudah masuk seperti mampu baca Al-Quran dan mampu jadi imam maupun khatib.”[]


      Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com





      Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
      Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

      Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
       
      Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

      Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

      Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

      Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
      http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
       

      HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
      http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

      KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin

      http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

      Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
      http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

      ###########################

      "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
      http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

      ###############################################################








    • DARAH SYUHADA
      Pasca Pengesahan Qanun Bendera Aceh, Abu Sumatera Tunding DPRA Pengkhianat
      Message 111 of 111 , Mar 25, 2013
      • 0 Attachment
        Lhokseumawe-ANP : Panglima wilayah pasee, ASNLF-AM, Abu Sumatera, seyogyanya menuding anggota DPRA Aceh adalah pengkhianat bangsa. Pasalnya, pengesahan Qanun Bendera Aceh berlambang bulan bintang Sabtu 23 Maret 2013 dinilai telah menyalahi komitmen dan sumpah sejarah perjuangan Aceh.

        Menurut Abu Sumatera, kebijakan DPRA Aceh mengesahkan Qanun bendera berlambang bintang, itu murni untuk kepentingan kelompok tertentu. Sayangnya, demi kepentingan kelompoknya rela mengorbankan bangsa Aceh. Dimana, bendera yang disahkan itu lebih rendah dari pada bendera RI karena pengibarannya setelah merah putih baru dibawahnya bendera berlambang bulan bintang.

        Dia menambahkan, nah....! secara terang-terangan kebijakan DPRA aceh telah merendahkan wibawa bangsa aceh dan melawan dengan perjanjian Aceh Merdeka. Karena dalam komitmen perjuangan bahwa bendera aceh harus setingkat dengan bendera seperti negara lainnya. Tetapi, kenapa hari ini bendera pusaka bangsa telah dipermainkan oleh sekelompok orang demi meraih kepentinganya dan rela menjual Aceh kepada pemerintah RI.

        Itu sebabnya, kami atas nama ASNLF wilayah pase tetap menyatakan Aceh tidak ada istilah tawar menawar kecuali Merdeka. Maka mari semua bangsa untuk bersatu padu, satu arah, satu tujuan memperjuangkan kemerdekaan di bumi aceh dari tangan penjajah, yang kini telah dikuasai oleh kelompok tertentu , harap Abu Sumatera. (Redaksi)
         

         
        *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
        *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
         
         

        Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

        Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

        Acheh Sumatra National Liberation Front

        WN: Gata kadjiparôh lé djawa lagèë djiparôh iték

        WN: Soë njang djeuët takheun musôh dan pengkhianat ?

        Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

        Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

        Acheh Sumatra National Liberation Front

        WN: Njang paléng bahaja keu geutanjoë uroë njoë 

        WN: Gata kadjiparôh lé djawa lagèë djiparôh iték

        WN: Soë njang djeuët takheun musôh dan pengkhianat ?

        Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh

        Milad 4 Désèmbèr 2012 Uléh ASNLF Sagoë Malaja

        Acheh Sumatra National Liberation Front

















      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.