Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Mahasiswa Unsoed Sukses Ciptakan Terigu 'Cap Jenderal' dari Singkong

Expand Messages
  • Sunny
    Ref: Gandum digiling menjadi, hasilnya disebut “terigu”, tetapi kalau endapan kering dari singkong yang diparut dan ditapis namanya “tapioka”. Bukankah
    Message 1 of 3 , Nov 3, 2012
    • 0 Attachment
      Ref: Gandum digiling menjadi, hasilnya disebut “terigu”, tetapi kalau endapan kering dari singkong yang diparut dan ditapis namanya “tapioka”. Bukankah begitu? Jadi kalau dibilang terigu dari singkong itu terigu palsu. Kalau capnya Jenderal, jadi jenderal palsu yang dipakai sebagai cap. hehehe
       

      Mahasiswa Unsoed Sukses Ciptakan Terigu 'Cap Jenderal' dari Singkong

      Arbi Anugrah - detikfinance
      Kamis, 18/10/2012 11:54 WIB
      Jakarta - Kondisi tanah dan iklim Indonesia yang cocok untuk tanaman umbi-umbian membuat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah berinovasi dan berhasil menciptakan tepung yang terbuat dari bahan dasar Singkong.

      Mereka berhasil menjadi pemenang Technopreunership Pemuda 2012 tingkat nasional di Intitut Teknologi Bandung (ITB) dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

      Tim Mahasiswa Unsoed diketuai oleh Slamet Sulistiadi dan beranggotakan Deny Muldiyanto dan Maslikan tersebut berhasil menciptakan terigu dari singkong yang diberi nama Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) Cap Sang Jenderal. Dengan begitu tepung ini menjadi harapan baru bahan pangan di Indonesia untuk bersaing dengan fungsi Gandum.

      Menurut Ketua Tim Slamet Sulistiadi, Tepung Mocaf merupakan inovasi produk turunan dari tepung singkong yang menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong secara fermentasi. Slamet dan timnya mengembangkan Mocaf menjadi tidak berbau dan tidak berasa singkong asli.

      "Dengan teknologi kearifan lokal sederhana, kami menjadikan Mocaf tidak berbau dan tidak berasa singkong serta warnanya putih seperti tepung terigu," kata Slamet kepada detikFinance Kamis (18/10/2012).

      Ia menjelaskan Tepung Mocaf memiliki kelebihan lainnya yaitu dalam pembuatannya memanfaatkan limbah dari pasar sebagai media kultur bakteri asam laktat. Dengan limbah tersebut, bakteri asam laktat diperbanyak dan dihidrolisis selolusanya lebih maksimal sehingga hasil tepung Mocafnya bagus.

      "Teknologi kearifan lokal yang kami gunakan adalah dengan menggunakan tempayan (keramik tanah) dimana penggunaan tempayan ini akan menghasilkan bakteri asam laktat, antibakteri, antikanker, dan antioksidan yang lebih banyak dalam tepung mocaf dibanding dengan menggunakan wadah lainnya," jelasnya.

      Ia mengungkapkan, dalam proses pembuatannya juga tidak menghasilkan limbah yang berbahaya, justru limbah padat dari pembuatan Mocaf bisa digunakan untuk pakan ternak dan limbah cairnya dapat dimanfaatkan untuk biogas.

      "Limbah padat sisa pembuatan tepung bisa digunakan untuk pakan ternak dan limbah cairnya dapat digunakan sebagai biogas," ungkapnya.

      Mocaf hasil inovasi para mahasiswa Unsoed ini memiliki potensi paten dan dapat digunakan untuk berbagai produk kue basah, kue kering, dan bahkan aman untuk penderita autis, dimana penderita autis dilarang mengkonsumsi makanan yang mengandung glutein seperti tepung terigu.

      "Tepung ini bisa menjadi solusi dan menjadi harapan baru untuk menggantikan dominasi gandum yang bukan tumbuhan asli Indonesia," tutupnya.
    • Jafar G Bua
      Komentar sunny atau siapapun namanya ini gak bermutu he he he. Tamatan mana sih? Sampe bodoh banget begitu. Itu kan dimodifikasi, jadi bukanlah lagi seperti
      Message 2 of 3 , Nov 3, 2012
      • 0 Attachment
        Komentar sunny atau siapapun namanya ini gak bermutu he he he. Tamatan mana sih? Sampe bodoh banget begitu. Itu kan dimodifikasi, jadi bukanlah lagi seperti tapioka. Lagi pula bukan mahasiswa unsoed yang bilang itu terigu, tapi wartawan yang nulis berita. Jadi: hargailah prestasi anak bangsa. Kalau anda apa sih yang anda sudah buat buat bangsa ini?
        Powered by Telkomsel BlackBerry®

        From: "Sunny" <ambon@...>
        Sender: PPDi@yahoogroups.com
        Date: Sun, 4 Nov 2012 07:29:21 +0100
        To: <Undisclosed-Recipient>
        ReplyTo: PPDi@yahoogroups.com
        Subject: �PPDi� Mahasiswa Unsoed Sukses Ciptakan Terigu 'Cap Jenderal' dari Singkong

         

        Ref: Gandum digiling menjadi, hasilnya disebut “terigu”, tetapi kalau endapan kering dari singkong yang diparut dan ditapis namanya “tapioka”. Bukankah begitu? Jadi kalau dibilang terigu dari singkong itu terigu palsu. Kalau capnya Jenderal, jadi jenderal palsu yang dipakai sebagai cap. hehehe
         

        Mahasiswa Unsoed Sukses Ciptakan Terigu 'Cap Jenderal' dari Singkong

        Arbi Anugrah - detikfinance
        Kamis, 18/10/2012 11:54 WIB
        Jakarta - Kondisi tanah dan iklim Indonesia yang cocok untuk tanaman umbi-umbian membuat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah berinovasi dan berhasil menciptakan tepung yang terbuat dari bahan dasar Singkong.

        Mereka berhasil menjadi pemenang Technopreunership Pemuda 2012 tingkat nasional di Intitut Teknologi Bandung (ITB) dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

        Tim Mahasiswa Unsoed diketuai oleh Slamet Sulistiadi dan beranggotakan Deny Muldiyanto dan Maslikan tersebut berhasil menciptakan terigu dari singkong yang diberi nama Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) Cap Sang Jenderal. Dengan begitu tepung ini menjadi harapan baru bahan pangan di Indonesia untuk bersaing dengan fungsi Gandum.

        Menurut Ketua Tim Slamet Sulistiadi, Tepung Mocaf merupakan inovasi produk turunan dari tepung singkong yang menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong secara fermentasi. Slamet dan timnya mengembangkan Mocaf menjadi tidak berbau dan tidak berasa singkong asli.

        "Dengan teknologi kearifan lokal sederhana, kami menjadikan Mocaf tidak berbau dan tidak berasa singkong serta warnanya putih seperti tepung terigu," kata Slamet kepada detikFinance Kamis (18/10/2012).

        Ia menjelaskan Tepung Mocaf memiliki kelebihan lainnya yaitu dalam pembuatannya memanfaatkan limbah dari pasar sebagai media kultur bakteri asam laktat. Dengan limbah tersebut, bakteri asam laktat diperbanyak dan dihidrolisis selolusanya lebih maksimal sehingga hasil tepung Mocafnya bagus.

        "Teknologi kearifan lokal yang kami gunakan adalah dengan menggunakan tempayan (keramik tanah) dimana penggunaan tempayan ini akan menghasilkan bakteri asam laktat, antibakteri, antikanker, dan antioksidan yang lebih banyak dalam tepung mocaf dibanding dengan menggunakan wadah lainnya," jelasnya.

        Ia mengungkapkan, dalam proses pembuatannya juga tidak menghasilkan limbah yang berbahaya, justru limbah padat dari pembuatan Mocaf bisa digunakan untuk pakan ternak dan limbah cairnya dapat dimanfaatkan untuk biogas.

        "Limbah padat sisa pembuatan tepung bisa digunakan untuk pakan ternak dan limbah cairnya dapat digunakan sebagai biogas," ungkapnya.

        Mocaf hasil inovasi para mahasiswa Unsoed ini memiliki potensi paten dan dapat digunakan untuk berbagai produk kue basah, kue kering, dan bahkan aman untuk penderita autis, dimana penderita autis dilarang mengkonsumsi makanan yang mengandung glutein seperti tepung terigu.

        "Tepung ini bisa menjadi solusi dan menjadi harapan baru untuk menggantikan dominasi gandum yang bukan tumbuhan asli Indonesia," tutupnya.
      • Sunny
        Sekalipun modifikasi tambah substansi kimia tetapi bukan terigu. From: Jafar G Bua Sent: Sunday, November 04, 2012 7:39 AM To: PPDi@yahoogroups.com Subject:
        Message 3 of 3 , Nov 4, 2012
        • 0 Attachment
          Sekalipun modifikasi tambah substansi  kimia tetapi bukan terigu.
           
          Sent: Sunday, November 04, 2012 7:39 AM
          Subject: �PPDi� Re: ?PPDi? Mahasiswa Unsoed Sukses Ciptakan Terigu 'Cap Jenderal' dari Singkong
           
           

          Komentar sunny atau siapapun namanya ini gak bermutu he he he. Tamatan mana sih? Sampe bodoh banget begitu. Itu kan dimodifikasi, jadi bukanlah lagi seperti tapioka. Lagi pula bukan mahasiswa unsoed yang bilang itu terigu, tapi wartawan yang nulis berita. Jadi: hargailah prestasi anak bangsa. Kalau anda apa sih yang anda sudah buat buat bangsa ini?

          Powered by Telkomsel BlackBerry®

          From: "Sunny" <ambon@...>
          Sender: PPDi@yahoogroups.com
          Date: Sun, 4 Nov 2012 07:29:21 +0100
          To: <Undisclosed-Recipient>
          ReplyTo: PPDi@yahoogroups.com
          Subject: �PPDi� Mahasiswa Unsoed Sukses Ciptakan Terigu 'Cap Jenderal' dari Singkong
           
           

          Ref: Gandum digiling menjadi, hasilnya disebut “terigu”, tetapi kalau endapan kering dari singkong yang diparut dan ditapis namanya “tapioka”. Bukankah begitu? Jadi kalau dibilang terigu dari singkong itu terigu palsu. Kalau capnya Jenderal, jadi jenderal palsu yang dipakai sebagai cap. hehehe
           

          Mahasiswa Unsoed Sukses Ciptakan Terigu 'Cap Jenderal' dari Singkong

          Arbi Anugrah - detikfinance
          Kamis, 18/10/2012 11:54 WIB
          http://openx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=35931&campaignid=4402&zoneid=1982&channel_ids=,&loc=http%3A%2F%2Ffinance.detik.com%2Fread%2F2012%2F10%2F18%2F115443%2F2065880%2F480%2Fmahasiswa-unsoed-sukses-ciptakan-terigu-cap-jenderal-dari-singkong%3Ffsubbs480&referer=http%3A%2F%2Ffinance.detik.com%2F%3Fctf&cb=2297528dcc
          http://us.images.detik.com/content/2012/10/18/480/singkong.jpeg
          Jakarta - Kondisi tanah dan iklim Indonesia yang cocok untuk tanaman umbi-umbian membuat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah berinovasi dan berhasil menciptakan tepung yang terbuat dari bahan dasar Singkong.

          Mereka berhasil menjadi pemenang Technopreunership Pemuda 2012 tingkat nasional di Intitut Teknologi Bandung (ITB) dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

          Tim Mahasiswa Unsoed diketuai oleh Slamet Sulistiadi dan beranggotakan Deny Muldiyanto dan Maslikan tersebut berhasil menciptakan terigu dari singkong yang diberi nama Tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) Cap Sang Jenderal. Dengan begitu tepung ini menjadi harapan baru bahan pangan di Indonesia untuk bersaing dengan fungsi Gandum.

          Menurut Ketua Tim Slamet Sulistiadi, Tepung Mocaf merupakan inovasi produk turunan dari tepung singkong yang menggunakan prinsip memodifikasi sel singkong secara fermentasi. Slamet dan timnya mengembangkan Mocaf menjadi tidak berbau dan tidak berasa singkong asli.

          "Dengan teknologi kearifan lokal sederhana, kami menjadikan Mocaf tidak berbau dan tidak berasa singkong serta warnanya putih seperti tepung terigu," kata Slamet kepada detikFinance Kamis (18/10/2012).

          Ia menjelaskan Tepung Mocaf memiliki kelebihan lainnya yaitu dalam pembuatannya memanfaatkan limbah dari pasar sebagai media kultur bakteri asam laktat. Dengan limbah tersebut, bakteri asam laktat diperbanyak dan dihidrolisis selolusanya lebih maksimal sehingga hasil tepung Mocafnya bagus.

          "Teknologi kearifan lokal yang kami gunakan adalah dengan menggunakan tempayan (keramik tanah) dimana penggunaan tempayan ini akan menghasilkan bakteri asam laktat, antibakteri, antikanker, dan antioksidan yang lebih banyak dalam tepung mocaf dibanding dengan menggunakan wadah lainnya," jelasnya.

          Ia mengungkapkan, dalam proses pembuatannya juga tidak menghasilkan limbah yang berbahaya, justru limbah padat dari pembuatan Mocaf bisa digunakan untuk pakan ternak dan limbah cairnya dapat dimanfaatkan untuk biogas.

          "Limbah padat sisa pembuatan tepung bisa digunakan untuk pakan ternak dan limbah cairnya dapat digunakan sebagai biogas," ungkapnya.

          Mocaf hasil inovasi para mahasiswa Unsoed ini memiliki potensi paten dan dapat digunakan untuk berbagai produk kue basah, kue kering, dan bahkan aman untuk penderita autis, dimana penderita autis dilarang mengkonsumsi makanan yang mengandung glutein seperti tepung terigu.

          "Tepung ini bisa menjadi solusi dan menjadi harapan baru untuk menggantikan dominasi gandum yang bukan tumbuhan asli Indonesia," tutupnya.
        Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.