Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Pemangku Wali Nanggroe Aceh ??? Ilmu Agama hana. Baca Quran tanjeuet ! Male-ek-ek teuh mansaboh nanggroe !

Expand Messages
  • Acheh Watch
    Mantan Petinggi GAM Hadiri HUT TNI Posted On Saturday, 06 Oct 2012 By admin2. Under Berita     BANDA ACEH - Pemangku Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud
    Message 1 of 10 , Oct 28, 2012

    Mantan Petinggi GAM Hadiri HUT TNI

    Posted On Saturday, 06 Oct 2012 By admin2Under Berita    

    BANDA ACEH 
    - Pemangku Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al – Haytar menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI)  ke-67, Jumat (5/10 ) pagi, di Lapangan Blang Padang Banda Aceh.

    Usai acara tersebut, Mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini mengatakan, kehadirannya merupakan wujud dari keinginan seluruh masyarat Aceh untuk perdamaian yang abadi di Aceh, guna membangun dan memperbaiki Aceh kedepannya yang lebih baik. “Perdamaian ini merupakan kewajiban semua pihak untuk menjaganya,” kata Malik Mahmud.
    Selain Malik Mahmud, sejumlah Petinggi Partai Aceh, jajaran Muspida Aceh, Muspika Kota Banda Aceh, juga menghadiri acara peringatan HUT TNI tersebut. Mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan mantan Jubir militer GAM Sofyan Dawood terlihat hadir. Sementara, Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh tidak hadir, dikarenakan sedang berada di Jakarta, diwakilkan oleh Sekda Aceh T Setia Budi.

    Peringatan HUT TNI ke-67 diwarnai dengan sejumlah atraksi, seperti Terjun Payung, Ketangkasan Militer, Beladiri, serta berbagai atraksi lain. Saat atraksi terjun payung, delapan penerjun yang diturunkan dalam atraksi tersebut terjun di ketinggian 10 ribu kaki dari helikopter. Mereka merupakan atlet terjun payung Aceh yang menyumbangkan medali emas dan perunggu di PON XVIII di Pekanbaru, Riau.

    Empat penerjun di antaranya membawa bendera ukuran besar. Empat bendera tersebut, yakni bendera Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, bendera Pemerintah Aceh, bendera Kodam Iskandar Muda, dan bendera merah putih.

    Usai terjun payung, warga disungguhi atraksi helikopter TNI terbang rendah, dengan pemberian hormat oleh prajurit yang berdiri disamping heli yang terbang rendah tersebut. Selain atraksi udara tersebut, warga juga mendapat kesempatan menaiki tank dan panser TNI.
    Kendaraan lapis baja tersebut berkonvoi mengeliling Lapangan Blang Padang.  Selain warga, Wali Nanggroe Malik Mahmud didamping Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Zahari Siregar dan sejumlah unsur muspida lainnya turut menaiki panser tersebut.

    Pangdam Iskandar Muda, Zahari Siregar, saat menyampaikan amanat Panglima TNI, meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk meningkatkan kinerja. Kualitas, dan profesionalisme dalam kemiliteran. Selain itu, Pangdam juga meminta kepada prajurit untuk tetap menjaga netralitas dalam praktik politik. (JPN) 




    Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh

    "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
    http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

    ##########################

    __.
  • Acheh Watch
    Bupati Jemur PNS Pemalsu Daftar Hadir Kamis, 1 November 2012 09:21 WIB * Pemalsuan juga Terjadi di Kantor Camat Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib bersama
    Message 2 of 10 , Nov 1, 2012
      Bupati Jemur PNS Pemalsu Daftar Hadir
      Kamis, 1 November 2012 09:21 WIB

      * Pemalsuan juga Terjadi di Kantor Camat

      011112foto_6.jpg
      Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib bersama Wakil Bupati, Syahrul Syamaun memberikan sanksi kepada puluhan PNS di sekretariat daerah dengan hukuman jemur di halaman sekretariat, Rabu (31/10). Para PNS itu dihukum karena memalsukan tanda tangan absen dan tidak hadir sejak hari pertama masuk kerja setelah Hari Raya Idul Adha 1433 H.

      IDI – Bupati Aceh Timur, Hasballah M Thaib, menjemur sekitar 40 pegawai negeri sipil (PNS) sekretariat daerah di halaman kantor tersebut, gara-gara ketahuan meneken daftar hadir, padahal tidak masuk kantor. Namun, karena tiba-tiba turun hujan gerimis, sanksi jemur itu pun berubah menjadi hukuman berdiri ala militer di ruangan beratap. 


      Sanksi untuk penegakan disiplin itu dijatuhkan Bupati Hasballah karena dia pergoki ramai PNS yang tidak masuk kantor sejak hari pertama aktif kembali kerja pascalibur Idul Adha 1433 Hijriah, tapi di dalam daftar hadir tekenan mereka terisi penuh. 


      Saat bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Camat Simpang Ulim dan Pante Bidari, Selasa (30/10), ia temukan lagi “penyakit” serupa. Bahwa banyak PNS di kecamatan itu yang tidak langsung masuk kerja pascalibur Idul Adha, tapi nekat membubuhkan tanda tangan di dalam daftar hadir. 


      Sesuai perintah bupati, Asisten I Setdakab Aceh Timur, Munir, dan Kabag Hukum, Iskandar langsung menindak para PNS yang indisipliner tersebut. Penindakan ditujukan kepada dua kelompok sekaligus. Pertama, para PNS yang pada hari sebelumnya tidak masuk kantor. Kedua, para PNS yang sudah nyata-nyata tidak masuk kantor, tapi nekat membubuhkan tanda tangan seolah-olah dia hadir.


      Penerapan sanksi dimulai pukul 08.00 WIB, sesuai arahan Bupati Hasballah M Thaib alias Rocky. Sanksi tersebut baru akan berakhir apabila bupati menyatakannya sudah cukup. Tapi baru satu jam penjemuran itu berlangsung, mendadak dialihkan ke dalam ruangan beratap, karena sekitar pukul 09.00 WIB tiba-tiba turun “pertolongan dari atas” berupa hujan gerimis. Mereka diuntungkan karena hujan.


      Setelah menjalani hukuman berdiri tegap beberapa jam, barulah para PNS itu diperkenankan masuk ke ruang kerja masing-masing. Namun, mereka tetap dikategorikan sebagai PNS yang indisipliner, sehingga terancam kehilangan tunjangan insentifnya.


      Bupati Hasballah yang ditanyai Serambi mengatakan, ia hanya mendapati 62 PNS yang masuk kantor saat diabsen, sementara jumlah PNS di sekretariat itu 253 orang. Ini yang membuat bupati berang. Apalagi saat daftar hadir di sejumlah unit kerja diteliti secara saksama, ternyata terdapat 40 tanda tangan yang diteken belakangan untuk menutupi ketidakhadiran pada hari sebelumnya. 


      Hasballah mengatakan, sangat kecewa dengan sikap aparatur pemerintahan yang demikian. Terlebih karena mereka berdinas di sekretariat daerah, artinya sekantor dengan sang bupati. 


      “Saya telah beberapa kali menegaskan bahwa pegawai Kabupaten Aceh Timur berkantor di Idi, tapi saya hanya mendapati 62 PNS yang masuk kantor. Ke depan, saya tidak akan segan-segan mengambil tindakan ala militer terhadap para PNS di jajaran Pemkab Aceh Timur,” tegasnya.


      Dia nyatakan bahwa PNS yang tidak disiplin sangatlah merugikan masyarakat, daerah, dan negara, mengingat gaji mereka dibayar oleh negara ataupun daerah yang tak lain merupakan uang rakyat. “Baju yang kalian pakai, gaji, dan fasilitas yang kalian terima semuanya dari uang rakyat. Jadi, jangan semena-mena dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat,” imbuhnya. (yuh)


      Editor : bakri

      #1 | Agus | Kamis, 1 November 2012 18:53 WIB | Reply
      Nyan pie PNS bangai jitem geuperlakukan lagee aneuk SD, maka jih pelajari PP 53 Tahun 2010, pue na hukuman berjemur. Maka jih jeut ke PNS bek hanya baca koran manteung, beucareung bacut ek geupeubangai le ureung bangai.
      #2 | pakpati | Kamis, 1 November 2012 18:38 WIB | Reply
      Beu guet kah meu kawan, bek mita musuh... So teupu singoh na kejadian bupati dipoh mate le pns? Kan malee tanyo militer taloh ngon pns.
      #3 | tuli | Kamis, 1 November 2012 18:19 WIB | Reply
      Hukuman militer diterapkan ke PNS? Memangnya bupati militer? Bupati aja minta ampun sama militer minta damai waktu di tumpas dulu, ingat? kalau ada jiwa militer ya jangan mau damai, perang aja lagi sampe sibak rukok teuk abeh..... he he he. Takot prang Kah!!!
      #4 | rimakulit | Kamis, 1 November 2012 18:09 WIB | Reply
      Yang membedakan pns dengan bupati/walikota: 1. Bupati/walikota menggunakan uang haram dari merampas dan memeras pengusaha dan pns untuk memberi sumbangan mesjid dan anak yatim dan juga untuk menyogok rakyat supaya menang pilkadal, dan juga untuk memberi makan orang tua dan anak bininya. 2. PNS bekerja menyukseskan pembangunan daerah sesuai peraturan yang berlaku.
      #5 | ahmad | Kamis, 1 November 2012 16:58 WIB | Reply
      geot that neu pap ma neuh lam uro tarek,gara2 baje bupati nyan nanggroe neu publo,ubena ureung syahid gara2 baje bupati ok ma nyan..
      Disinilah fungsi pimpinan untuk menciptakan lapangan kerja, begitu banyak tenaga PNS yg nganggur, kalau itupun tidak bisa dipergunakan artinya pimpinan juga tidak bekerja.
      #7 | reji | Kamis, 1 November 2012 15:48 WIB | Reply
      Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati sepertinya nggak percaya lagi kpd semua staf, kok urusan sidak dan menghukum pegawai aja harus dilakukan sendiri setiap hari, apa nggak ada kerjaan lain yang lebih penting.........
      #8 | refy | Kamis, 1 November 2012 15:16 WIB | Reply
      Aku mendengar Rasulullah Saw memprihatinkan umatnya dalam enam perkara: (1) diangkatnya anak-anak sebagai pemimpin (penguasa); (2) terlampau banyak petugas keamanan; (3) main suap dalam urusan hukum; (4) pemutusan silaturahmi dan meremehkan pembunuhan; (5) generasi baru yang menjadikan Al Qur'an sebagai nyanyian; (6) Mereka mendahulukan atau mengutamakan seorang yang bukan paling mengerti fiqih dan bukan pula yang paling besar berjasa tapi hanya orang yang berseni sastra lah. (HR. Ahmad)
      #9 | refy | Kamis, 1 November 2012 15:08 WIB | Reply
      Pak Bupati, kami mohon pengertian Bapak, karena pada waktu sidak dilakukan, memang banyak pegawai yang terlambat, ini dikarenakan sebagian besar pegawai berdomisili di Langsa, dan pada hari Selasa pagi tgl 30 Okt 2012 di Langsa turun hujan lebat sekali sementara di Idi tdk hujan, hal inilah yang membuat banyak pegawai terlambat.....
      #10 | adi | Kamis, 1 November 2012 15:08 WIB | Reply
      saya setuju dngan cara bpk bupati mendisiplinkan PNS, tp jngan pakai ala militer. negara kita punya hukum dan aturan sndri bila para PNS bolos kerja. wahai para PNS cobak anda berfikir secara ber akal.apa sprt itu cara bekerja yg baik.bagai mn mau melayani masyarakat.pantesan aj masyarakat sll ngeluh.bagai mn mau mensejahterakan rakyat, sedang'k para PNS tidak sejahtera. cbk klu di dpn ad uang baru mau disiplin. bek pajoh akai.bravo pk bupati. kami sll mendukung klu itu benar.
      Jabatan bukan untuk selamanya. sebetulnya PNS itu kawan apa lawan. pemimpin itu harus menjadi contoh baik
      #12 | raqul | Kamis, 1 November 2012 14:36 WIB | Reply
      Kalau Bapak Bupati mau nerapkan sanksi ala militer kpd PNS, berarti PNS boleh dihukum tabok dan tendang ya Pak????????
      #13 | nektu | Kamis, 1 November 2012 14:19 WIB | Reply
      Pak Bupati, kalau mau menghukum PNS pakailah aturan yang berlaku di negara Republik Indonesia, jangan mengikuti selera Bapak, PNS itu bukan militer nggak perlu diberi sanksi seperti TNI atau Polri, kalau Bapak mau menerapkan sanksi militer bapak sadah salah minum obat..... seharusnya jadi Pangdam bukan jadi Bupati
      #14 | Tony | Kamis, 1 November 2012 13:54 WIB | Reply
      Bpk Bupati, jangan asal ngomong saja, baju dinas kami bukan dibeli dari uang rakyat tahu, kami beli pakai uang sendiri......
      #15 | eman | Kamis, 1 November 2012 13:53 WIB | Reply
      bravo buat pak bupati. Lanjutkan mendisiplinkan pegawai yang hanya makan gaji tanpa bekerja. Salut buat bapak, semoga Aceh Timur semakin maju
      Pak Bupati kalo itu baju yang kami pakai, gaji dan lain2 khan Uang rakyat apa bapak juga ngak malu Bapak Juga Pakai uang rakyat lebih banyak... Terima kasih
      #17 | Mocking bird | Kamis, 1 November 2012 12:42 WIB | Reply
      uroe rayeuk islam hana dipeurayeuk,,kaj peurayeuk uro kape...alahomkeuh.
      #18 | Ridwan | Kamis, 1 November 2012 11:57 WIB | Reply
      Bek brat-brat that hai pak Bupati, krn nyan pegawai rendahan hana sama lage Bapak-bapak yg giduek moto dinas, adak jeut keu Bapak-bapak yg lage nyan ile neu tindak (krn bapak-bapaknya sep peng)
      #19 | haris | Kamis, 1 November 2012 11:14 WIB | Reply
      Pak Bupati kayak guru saya waktu stm dulu, klau telat datang dijemur.knpa harus begitu propesional donk pak buat surat peringatan sampai 3 kali ke pada semua personil. berulang 3 kali kasih sangsi (hukam). hingga pemecatan dll. ngitu pak
      #20 | pns | Kamis, 1 November 2012 10:43 WIB | Reply
      suatu terobosan yg baek yg telah pak roki lakukan,km mendukung anda,koq mang gk disiplin berhentikan saja masih bnyak yg laen yg mau kerja.
      peuturuet aju aturan yahudi....bagi yahudi adak juet libur uroe raya Islam beu ditiadakan....
      #22 | apa chik | Kamis, 1 November 2012 10:21 WIB | Reply
      "Baju yang kalian pakai, gaji, dan fasilitas yang kalian terima semuanya dari uang rakyat. Jadi, jangan semena-mena dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat" kata bupati ini benar, tapi maukah pak bupati ini menertibkan mobil atau kereta dinas y notabenenya punya rakyat, tidak dibawa pulang u jalan2 keluarga kepala dinas atau diluar operasional dinas/kantor. perlu Bpk bupati menertibkannya....ini petua apa chik
      #23 | muller | Kamis, 1 November 2012 10:00 WIB | Reply
      PANDAI GOBLOK GAJI SAMA, ITULAH PNS
      #24 | iwaa | Kamis, 1 November 2012 09:56 WIB | Reply
      Nyan Baro Mantap, Baro Pak Bupati Komo, Tapih Bek Kejam - Kejam That Pak ,..You Teuh..Yang Beuo - Beuo Nu Pansion Dini Kedeeh,.. Tapih Beuleu Neubi Peusangon,.. Bek Meumang Geuh Enteuk ..Sayang teuh Cit..Kon Nyou Dilee...Kiban Meuneurot Drou Neuh
      #25 | NUR | Kamis, 1 November 2012 09:54 WIB | Reply
      kalau di ulangi lagi pecatsaja pak masih banyak yang antri jadi PNS, soalnya kerja sambil dagang atau jalan2....



      Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh

      "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
      http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

      ##########################

      __.
    • Acheh Watch
      DPRA Sahkan Qanun Wali Nanggroe Banda Aceh – 4 Rancangan Qanun Aceh sore tadi disahkan oleh DPRA menjadi Qanun Aceh dalam sidang pembahasan dan pengesahan
      Message 3 of 10 , Nov 3, 2012

        DPRA Sahkan Qanun Wali Nanggroe




        Banda Aceh – 4 Rancangan Qanun Aceh sore tadi disahkan oleh DPRA menjadi Qanun Aceh dalam sidang pembahasan dan pengesahan Qanun di gedung DPRA pada pukul 16.20 WIB. Ke-4 Qanun tersebut adalah Qanun Lembaga Wali Nanggroe, Qanun Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Aceh 2012-2032, Qanun Perkebunan dan Qanun tentang Dana Abadi Pengembangan SDM Aceh, Jum’at (2/11).

        Dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh Sekda Aceh mewakili Gubernur Aceh, assisten, kepala biro dalam lingkup Pemerintahan Aceh dan seluruh SKPA tidak sampai menimbulkan kontra yang terlalu panjang walaupun pada pagi tadi sempat diwarnai aksi protes oleh massa yang mengatasnamakan Gayo Merdeka yang menuntut agar Qanun Lembaga Wali Nanggroe harus mampu mengakomodir suku minoritas.

        Dari empat Qanun yang disahkan sore tadi, sesuai dengan laporan dari Sekretaris DPRA yang dibacakan dalam sidang pengesahan, tiga Qanun merupakan usulan dari pihak eksekutif dan hanya Qanun Lembaga Wali Nanggroe yang merupakan inisiatif dari DPRA.

        Terkait dengan Qanun Perkebunan, disebutkan bahwa hak atas tanah tidak dapat dipindahkan tanpa izin dari pemerintah Aceh, selain itu pemerintah Aceh juga mempunyai hak untuk mencabut izin jika saja pemegang hak kelola tidak memanfaatkan selama tiga tahun berturut-turut.

        Dalam Qanun tersebut juga dinyatakan bahwa hak masyarakat mendapat prioritas baik dari segi pengelolaan dan pengembangan yang mesti dilakukan oleh perusahaan perkebunan yang bekerja dimana masyarakat adat hidup.

        Untuk Qanun RPJP Aceh mulai tahun 2012-2032, seluruh program pengembangan di Aceh harus mengacu pada RPJP Aceh dan Qanun tersebut menjadi acuan bagi pembangunan jangka panjang di kabupaten/ kota.

        RPJP Aceh bukan untuk membatasi kabupaten kota melakukan pembangunan di daerah, tapi ini untuk mensinergiskan pembangunan di Aceh di kabupaten dan provinsi dengan mengacu pada pembangunan nasional.

        Dalam hal ini, Pemerintah Aceh juga mempunyai kewenangan untuk membatalkan seluruh program di daerah yang sudah direncanakan jika saja rencana tersebut bertentangan dengan RPJP Aceh, dan dalam 6 bulan ke depan diharapkan sudah ada penyempurnaan untuk program kerja di daerah yang masih belum sesuai dengan RPJP Aceh.

        Selain itu, untuk merealisasikan Qanun Dana Abadi Pengembangan SDM Aceh, dalam waktu dekat akan dibentuk badan khusus untuk mengelola dana tersebut yang besifat non struktural, dengan terbentuknya badan ini maka lembaga yang menangani persoalan pengembangan sumber daya manusia di Aceh yang telah lebih dulu ada semua akan diintegrasikan ke dalam badan yang baru dibentuk ini.

        Terkait dengan Qanun Lembaga Wali Nanggroe yang juga disahkan bersamaan dengan tiga Qanun lain, dengan adanya Wali Nanggroe sebagai lembaga independen diharapkan harus mampu bekerjasama dengan Pemerintah Aceh guna membangun Aceh yang lebih baik.

        Tak hanya itu, Wali Nanggroe juga menjadi wujud dari kekhususan Aceh dalam menghadapai pengaruh globalisasi, juga Wali Nanggroe merupakan suatu kekuatan alternatif ketika pemerintah formal tidak mampu bekerja maksimal untuk mempersatukan dan membangun masyarakat Aceh.

        Menurut Amir Helmi yang dijumpai seusai sidang, untuk aspirasi masyarakat Gayo Merdeka yang melakukan aksi tadi pagi sudah tertampung dalam Qanun Wali Nanggroe.

        “Mulai dari masyarakat pesisir sampai ke masyarakat pegunungan sudah terakomodir dalam Qanun Wali Nanggroe,” ujarnya.

        Ia juga menambahkan bahwa keempat Qanun tersebut akan diberlakukan dalam waktu dekat setelah disahkan oleh pemerintah pusat melalui Mendagri dan dimasukkan dalam lembaran negara. (zamroe)



        Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
        Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

        Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
         
        Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

        Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

        Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

        Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
        http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
         

        HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
        http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

        KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin
        http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

        Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
        http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

        ###########################

        "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
        http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

        ###############################################################



      • Acheh Watch
        Tak Ada Syarat Baca Quran di Pemilihan Wali, Ini Alasannya OLEH: AGUS SETYADI - 02/11/2012 - 22:52 WIB BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Anggota Dewan Perwakilan
        Message 4 of 10 , Nov 3, 2012
          Tak Ada Syarat Baca Quran di Pemilihan Wali, Ini Alasannya
          OLEH: AGUS SETYADI - 02/11/2012 - 22:52 WIB

          BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari Fraksi Partai Aceh Abdullah Saleh mengatakan, pemilihan Wali Nanggroe tidak sama dengan pemilihan kepala daerah lainnya yang harus dilakukan tes mampu baca Al-quran di depan umum.

          Demo menolak pengesahan Qanun Lembaga Wali Nanggroe. | Agus Setyadi/ACEHKITA.COM


          “Syarat mampu baca Al-Quran sebenarnya memang sudah termasuk secara implisit pada Qanun Wali Nanggroe dan perangkatnya. Tetapi secara ekplisit tidak kita bahasakan lagi,” kata Abdullah Saleh kepada wartawan di gedung DPRA, Jumat (2/11).

          Sebelumnya, tiga fraksi di DPRA mengusulkan agar dalam Rancangan Qanun Lembaga Wali Nanggroe disebutkan syarat menjadi Wali Nanggroe harus mampu lulus uji baca Quran.

          Persyaratan menjadi wali nanggroe di dokumen rancangan qanun yang diperoleh acehkita.com, tidak disebutkan harus lulus uji membaca Quran.

          Abdullah Saleh beralasan, pemilihan wali nanggroe tidak dilakukan sama seperti pemilihan kepala daerah biasa atau anggota legislatif. Ini dilakukan untuk menjaga kewibawaan wali nanggroe.

          “Kita tidak melakukan proses yang dapat menghilangkan kewibaannya,” jelasnya.

          Untuk mengetahui kemampuan baca Quran, kata Abdullah Saleh, wali nanggroe dipilih oleh tuha peut, tuha lapan dan majelis fatwa.

          “Ada kajian wali nanggroe ini dan juga perangkatya adalah pemimpin yang kita harapkan gezah kewibawaan dan kharisma,” ujar Abdullah Saleh.

          Mantan politikus Partai Persatuan Pembangunan itu mengungkapkan, proses pemilihan wali nanggroe dilakukan dengan cara yang terhormat tidak seperti pemilihan biasa maupun proses rekrutmen untuk jabatan biasa yang mengharuskan mampu baca Al-Quran di depan umum.

          “Jadi tidak kita perlakukan dengan cara-cara yang seperti orang biasalah, harus mampu baca Al-Quran di depan umum. Itu untuk jabatan yang umumlah,” ungkapnya.

          Menanggapi pendapat anggota DPRA dari Fraksi Partai Demokrat yang mengusulkan agar Wali Nanggroe yang terpilih mampu menjadi khatib dan imam, Abdullah Saleh mengatakan bahwa mampu menjadi imam maupun khatib belum tentu mampu memimpin Aceh.

          “Kapasitasnya dan integritasnya sebagai menjadi pemimpin yang kita lihat,” jelasnya. “Tapi secara implisit itu semua sudah masuk seperti mampu baca Al-Quran dan mampu jadi imam maupun khatib.”[]


          Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com





          Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
          Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

          Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
           
          Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

          Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

          Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

          Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
          http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
           

          HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
          http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

          KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin

          http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

          Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
          http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

          ###########################

          "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
          http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

          ###############################################################





        • Acheh Watch
          Pilkada Aceh Selatan Pendaftaran Kandidat PA Berlangsung Tegang Sabtu, 3 November 2012 13:56 WIB SERAMBI/TAUFIK ZASS Aksi bentrok dan saling kejar terjadi
          Message 5 of 10 , Nov 3, 2012
            Pendaftaran Kandidat PA Berlangsung Tegang
            Sabtu, 3 November 2012 13:56 WIB




            031112foto_5.jpg
            SERAMBI/TAUFIK ZASS
            Aksi bentrok dan saling kejar terjadi ketika pasangan Tgk Muhammad Natsir/Zulkifli alias Zulfata bakal calon bupati/ wakil bupati yang diusung dan diputuskan DPA-PA hendak mendaftarkan ke KIP Aceh Selatan, Jumat (2/11).


            TAPAKTUAN - Proses pendaftaran pasangan bakal calon (balon) bupati/wakil bupati Aceh Selatan dari Partai Aceh (PA), Jumat (2/11), berlangsung dalam suasana menegangkan dan sempat diwarnai aksi saling kejar. Pergesekan itu terjadi antara sejumlah anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) yang mempersoalkan pencalonan Tgk Muhammad Natsir/Zulkifli alias Zulfata sebagai cabup/cawabup yang diusung PA dengan pihak yang mendukung penuh pencalonan itu. 


            Namun belakang, diperoleh informasi pasangan Muhammad Natsir/Zulkifli telah resmi didaftarkan kepada KIP sekitar pukul 21.00 WIB. Hanya saja, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PA maupun pihak KIP. Karena saat berita ini diturunkan pukul 21.30 WIB, suasana di kantor KIP Aceh Selatan masih cukup tegang. 


            Pantauan Serambi, massa yang sudah berada di kantor KIP sejak Jumat (2/11) siang kemarin, baru mulai berangsur-angsur meninggalkan kantor KIP sekitar pukul 22.00 WIB malam tadi. Itu pun setelah beredar informasi bahwa PA telah resmi mendaftarkan bakal cabup/cawabupnya, dan kandidat yang didaftarkan pun telah meninggalkan kantor KIP Aceh Selatan, melalui pintu belakang.  


            Mencegat 
            Sebelumnya, suasana tegang sudah mulai terjadi saat mobil pasangan Tgk Muhammad Natsir/Zulkifli memasuki pekarangan KIP Aceh Selatan, siang kemarin. Sekelompok orang yang mempersoalkan pencalonan pasangan ini langsung mencegat mobil dimaksud. Mereka sudah menunggu di tempat itu sejak siang. 


            Massa juga sempat mencabut bendera partai yang dipasang di depan mobil dan spanduk pasangan tersebut, kemudian merobeknya. Bentrokan kecil dengan beberapa anggota pendamping rombongan kandidat itu pun tak terelakkan. Kendati tak ada korban yang luka, namun aksi tersebut sempat menyedot perhatian warga dan para pengguna jalan yang sedang melintasi ruas jalan seputar Kantor KIP Aceh Selatan. 


            Puluhan personel polisi dari Polres Aceh Selatan dibantu beberapa personel TNI dari Kodim 0107/Aceh Selatan tampak bersiaga mencegah terjadinya bentrokan.  Pun demikian, bentrokan kecil dan aksi kejar-kejaran tetap saja terjadi.  


            Namun situasi berlangsung tenang setelah Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK didampingi sejumlah Kasat dan personelnya memberikan pemahaman kepada massa yang mulai gaduh itu. Pencerahan yang diberikanKapolres Aceh Selatan itu ternyata ditanggapi positif oleh massa yang sebagiannya sudah masuk ke dalam pekarangan kantor KIP. 


            Massa yang sudah berada di dalam pekarangan KIP itu kemudian meminta rekan- rekannya bersikap tenang dan tidak bertengkar dengan sesama anggota KPA.


            “Sebelum ada instruksi dari Mualim (Muzakir Manaf/Ketua KPA/PA, red) tidak boleh ada calon dari Partai Aceh yang mendaftarkan diri ke KIP. Kami tunggu instruksi langsung dari Mualim supaya masalah pengusungan pasangan balon dari PA ini jelas dan tidak tumpang tindih seperti yang terjadi saat ini,” ucap salah seorang anggota KPA di tengah kerumunan massa tersebut.


            Ia juga meminta pihak KIP untuk jangan dulu menerima berkas pendaftaran balon mana pun yang diusung PA Aceh Selatan sebelum adanya instruksi dari Muzakir Manaf.


             Bukan perpecahan
            Sementara itu, Zulfadhli, kader PA dan anggota KPA Wilayah Tapaktuan ketika ditanyai Serambimengenai aksi tersebut menjelaskan bahwa aksi itu bukanlah bentuk perpecahan dari PA, melainkan mereka hanya berkeinginan memperjelas mengenai pengusungan kandidat yang surat keputusannya dua pasangan. 


            “Perlu saya tegaskan, di sini tidak ada kubu si A dan si B, sebab PA tidak pecah. Kami hanya ingin perjelas surat keputusan DPA tentang pengusungan balon dan menunggu instruksi dari Mualim,” jelas Zulfadhli.


            Dikatakannya, sampai siang kemarin belum diterima surat keputusan mengenai pengusungan pasangan Muhammad Natsir/Zulkifli sebagai balon bupati/wakil bupati kendatipun DPA-PA melalui Juru Bicara (Jubir), Fakhrur Razi yang dilansir Serambi, Jumat (2/11) sudah mengatakan bahwa DPA-PA resmi memutuskan M Natsir dan Zulkifli sebagai balon bupati dan wakil bupati. 


            “Karena ini menyangkut administrasi, maka harus melalui administrasi juga. Tidak mungkin koran kita jadikan bahan administrasi dalam penentuan balon ini,” paparnya sembari mengatakan pihaknya tidak menolak pasangan tersebut, namun perlu adanya instruksi langsung dari Mualim sebagai pimpunan puncak partai.


            Ketua Pokja Pencalonan dan Verifikasi KIP Aceh Selatan, Jasmiadi Jakfar MSi didampingi Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK dan Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Saripuddin SIP di ruang kerja Ketua KIP Aceh Selatan mengatakan, massa pendaftaran bakal calon bupati/wakil bupati Aceh Selatan itu akan berakhir pukul 00.00 WIB, Jumat (2/11) malam tadi. 


            Jika sampai batas waktu tersebut PA tidak juga mendaftarkan diri, maka pihaknya tidak bisa lagi menerima berkas pendaftaran pasangan calon yang diusul partai tersebut. “Kendati demikian, kami tetap berkoordinasi dengan KIP Provinsi,” ucap Jasmiadi Jakfar. (tz)


            Editor : hasyim


             



            Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
            Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

            Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
             
            Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

            Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

            Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

            Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
            http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
             

            HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
            http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

            KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin

            http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

            Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
            http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

            ###########################

            "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
            http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

            ###############################################################




          • Acheh Watch
            Inilah Janji Pasangan Zaini-Muzakkir Berikut janji-janji politik yang disampaikan Tim Kampanye Gubernur Aceh terpilih periode 2012-2017 dr. Zaini Abdullah dan
            Message 6 of 10 , Nov 3, 2012

              Inilah Janji Pasangan Zaini-Muzakkir





              Berikut janji-janji politik yang disampaikan Tim Kampanye Gubernur Aceh terpilih periode 2012-2017 dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir) 

              Janji tersebut dirilis dalam kampanye dari tanggal  22 Maret s/d 5 April 2012 di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Aceh, 

              Sebagaimana dirilis harian Serambi Indonesia (Senin, 25 Juni 2012) yaitu: 


                  1. Wewujudkan pemerintahan Aceh yang bermartabat dan amanah;
                  2. Mengimplementasikan dan menyelesaikan turunan UUPA;
                  3.  Komit menjaga perdamaian Aceh sejalan dengan MoU Helsinki;
                  4. Menerapkan nilai-nilai budaya Aceh dan Islam di semua sector kehidupan masyarakat;
                  5. Menyantuni anak yatim dan kaum duafa;
                  6. Mengupayakan jumlah penambahan kuanto haji Aceh;
                  7. Pemberangkatan jamaah haji dengan kapal pesiar;
                  8. Naik haji gratis bagi Anak Aceh yang sudah akil baliq;
                  9. Menginventarisir kekayaan dan sumber daya alam Aceh;
                 10. Menata kembali sector pertambangan di Aceh;
                 11. Menjadikan Aceh layaknya berunei Darussalam dan Singapura;
                 12. Mewejudkan pelayanan kesehatan gratis yang lebih bagus;
                 13. Mendatangkan dokter spesialis dari luar negeri;
                 14. Pendidikan gratis dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi;
                15.  Pemberian Rp.1.000.000  per KK perbulan hasil dana minyak dan gas (migas);
                 16. Mengangkat hononer PNS;
                 17.  Meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh;
                  18. Membuka lapangan kerja baru;
                 19.  Meningkatkat pemberdayaan ekonomi rakyat;
                 20.  Memberantas kemiskinan dan menurunka angka pengangguran; serta
                21.   Mengajak kandidat lain  bersama-sama membangun Aceh. | AT | R | Sumber Serambi |
               



              Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
              Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

              Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
               
              Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

              Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

              Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

              Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
              http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
               

              HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
              http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

              KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin

              http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

              Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
              http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

              ###########################

              "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
              http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

              ###############################################################




            • Acheh Watch
              Teungku Matang Lada Wednesday http://www.facebook.com/teungku.lada  anak gubernur aceh zaini abdullah Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka Aceh
              Message 7 of 10 , Nov 3, 2012
                 anak gubernur aceh zaini abdullah

                Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka





                Aceh Barat :“ Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh berjuang bukan untuk merdeka atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

                "Aceh berjuang bukan untuk merdeka, tapi menuntut kejujuran dan keikhlasan dari pemerintah pusat terhadap Aceh,†katanya di Meulaboh, Ahad (8/10/2012) malam.

                Di hadapan tokoh masyarakat, adat, alim ulama, dan Muspida Aceh Barat, gubernur Zaini Abdullah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat perdamaian yang telah terjalin selama ini.

                Menurut dia, perdamaian sebagai isyarat berakhirnya konflik bersenjata yang terjadi puluhan tahun di Aceh harus dipertahankan, sehingga terwujud kesejahteraan dan kemakmuran bersama di provinsi ini.

                “Perdamaian Aceh di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla ketika itu, sudah sepakat Aceh tetap dalam bingkai NKRI,†kata gubernur.

                Yang penting sekarang, kata dia, menjaga perdamaian, meski beberapa waktu lalu hampir terjadi kericuhan sesama yang dikhawatirkan dapat merusak perdamaian tersebut.

                Di pihak lain, gubernur menyatakan Aceh Berat khususnya merupakan salah satu daerah yang menyimpan cukup banyak potensi seperti sektor perkebunan, kehutanan dan pariwisata.

                “Saya melihat potensi ini akan mampu mendongkrak pendapatan daerah terutama sektor pariwisata jika memang dikelola secara baik dengan memperhatikan pelestarian alam,†kata gubernur Aceh.

                “Indahnya panorama alam Aceh dari Aceh Besar hingga ke Aceh Barat ini. Itu semua menjadi aset bagi kita untuk modal pembangunan dimasa mendatang dan kelestarian alam itu harus dijaga,†kata dia menambahkan.

                Untuk sektor pendidikan Aceh Barat, gubernur berjanji akan terus ditingkatkan dimasa mendatang. Khusus upaya penegerian Universitas Teuku Umar, Insya Allah dalam waktu dekat akan menjadi universitas negeri, kata gubernur Zaini Abdullah.[antarahttp://wartaaceh.com/zaini-abdullah-aceh-berjuang-bukan-untuk-merdeka/

                 
                 



                Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
                Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

                Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
                 
                Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

                Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

                Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

                Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
                http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
                 

                HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
                http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

                KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin

                http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

                Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
                http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

                ###########################

                "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
                http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

                ###############################################################


              Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.