Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Su Atjèh Meurdéhka. Oktober, 2012

Expand Messages
  • Acheh Watch
    http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf
    Message 1 of 13 , Oct 20, 2012
    • 1 Attachment
    • 5.8 MB
  • Acheh Watch
    http://www.asnlf.org/index.php/asnlf-website-atjeh/haba-bar/maklumat-15-10-2012/ cide in Liberia   Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has
    Message 2 of 13 , Oct 20, 2012
    • 0 Attachment

      cide in Liberia
       
      Former Liberian president Charles Taylor, April 2006, has flown from Freetown to the Netherlands where he will stand trial for war crimes (AFP/File)
      =====



      ''You name any human rights violations, Aceh has it. If anybody wants to research human rights violation, Aceh would be a perfect place to go.'' Debra Yatim, The Nation, Bangkok, October 14, 1999

      Geonocide in Bosnia
       

      Trial of Slobodan Milosevic in Den Haag



      Salah saboh cell teumpat tinggai Charles Taylor dan Milosovic di den Haag.
      (Pakon bgs atjeh han keumah geuba algojo2 jawa keuno?)
       
      Genocide in Acheh
       


      Drop dan ba u Mahkamah International !

      Wiranto Cs
       
      Drop dan ba u Mahkamah International !

      SBY Cs
       
       
       

      A family returns to its burned-out house 
      by Indonesian military

       
      A mass grave has been unearthed
      "The darkest chapter in Indonesia's history" Grim evidence of the army's campaign against separatism in Aceh is only now being uncovered. Only now can the real grieving begin. The BBC's Jonathan Head: 


       
      One of the sixty burned-alive Achehnese 
      civilians by Indonesian army in the village of Lancok, Syamtalira Bayu, North Acheh, on 19/03/2002 

       
      Investigators have found a number of mass graves in Acheh committed by the Indonesian regime 
       

      Indonesian troops shot dead up to 60 peopleand wounded 10 last Friday in two villagesin Beutong Ateuh of West Aceh. And the bodies were thrown into an abandoned wel

      ''Name any human rights violations, Aceh has it. If anybody wants to research human rights violation, Aceh would be a perfect place to go.'' Debra Yatim, The Nation, Bangkok, October 14, 1999

       
      2-7 Achehnese killed everyday by
      Indonesian Colonialism Regime 

       
       
       


      Jenazah Mukhtar(24) satpam kantor Dinas Sosial Prov NAD,yang meninggalakibat penganiayaan oknum polisi, diciumi ibu kandungnya sesaat sebelum dikafankan di rumah duka Desa Puni Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar, Jumat (27/10/2006). SERAMBI /MANSHAR


      Family and colleagues mourn a farmer as he
      is prepared for burial.


      Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces


      Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces 


      The Victims tortures before they kills


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

       
      Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said. 

       
      MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: REUTERS)

       
      Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh 
      secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa

       
      Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa


      Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya 
       

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur

       
       

        
        
        
        


      Pihak keluarga, sejak awal tidak setuju otopsi dilakukan. Karena dari awal kejadian mereka sudah bawa korban ke rumah sakit. “Jadi, mengapa setelah sampai dua bulan kemudian baru diotopsi. Ini pun dipaksa,” kata Yusuf, abang Muslem. Se-usai otopsi. “Kami melihat, meski ada tuntutan tapi tidak ada proses. Apalagi, kami masyarakat awam. Kalau pun ada hukum, yang pegang hukum nggak adil,” tambahnya.
       




      The wife and children of an Acehnese farmer 
      killed by Indonesian soldiers

      Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by TNI 

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      Men in Aceh are questioned by 
      Indonesian soldiers


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 

       
      BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael) 

       
      Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI
       
      Salah seorang masyarakat biasa yg 
      dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan Nilam, Aceh Utara

       
       
       
       

      Press Release
       
      To News Editors
      July 21, 1999

      For Immediate Release

      ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD

      In a rare interview from his exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22.

      The uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized."

      Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools."

      The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya.

      Two battalions of troops--backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh.

      For further information, please contact:
      Michael Vatikiotis
      Far Eastern Economic Review
      Tel 852 2508 4420
      Fax 852 2503 1530 
       

      The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT) 

       
      The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities by his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over Syafii's killing. (AT) 

      Dari awai
       







       

      Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime 


      "KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh.
       Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang biadab itu.
      Wassalam, 
      Puteh Sarong 



      Sampoë uroë njoe
       









      *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
      *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
    • Acheh Watch
      Published On: Mon, Oct 22nd, 2012 Kriminal | By Redaksi Rumah Petinggi Partai Aceh Dilempar Granat Banda Aceh - Aksi kekerasan bersenjata kembali terjadi
      Message 3 of 13 , Oct 22, 2012
      • 0 Attachment
        Published On: Mon, Oct 22nd, 2012

        Rumah Petinggi Partai Aceh Dilempar Granat




        Banda Aceh - Aksi kekerasan bersenjata kembali terjadi di Aceh setelah rumah petinggi Partai Aceh, Kamaruddin alias Abu Radak di Gampong (desa) Lamgugob Kota Banda Aceh, digranat orang tak dikenal, Senin (22/10/2012) sekitar pukul 03.05 WIB,
        Namun tidak ada korban jiwa dalam insiden penggranatan tersebut, kata pemilik rumah Kamaruddin di lokasi kejadian perkara di gampong Lamgugob.
        Jajaran kepolisian Polda Aceh sedang menyelidiki dan beberapa barang bukti seperti rekaman CCTV dan serpihan granat telah diamankan untuk pengembangan kasus kekerasan pascakonflik di provinsi ujung barat Indonesia itu.
        Bahan peledak (granat) yang jatuh di teras halaman depan rumah tokoh partai politik lokal (Partai Aceh) di ruas jalan desa tersebut, mengakibatkan kerusakan perabotan yakni kursi tamu, dinding berlubang dan kaca-kaca rumah permanen tersebut juga pecah. Pelaku diduga dua orang laki-laki dengan mengendarai sepeda motor.
        Kamaruddin menjelaskan, sekitar pukul 03.00 WIB suara sepeda motor melintas. Dari rekaman CCTV terlihat seorang laki-laki turun dan seorang lagi berada di atas motor tersebut.
        “Pria yang turun dari sepeda motor itu kemudian langsung melemparkan granat dan mengenai teras depan rumah. Di dalam rumah saya bersama isteri dan anak-anak,” kata dia menjelaskan. Selain keluarga, Kamaruddin juga ditemani sejumlah anggota Partai Aceh/Komite Peralihan Aceh (KPA).
        Kamaruddin yang juga mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu mengharapkan semua pihak tetap menjaga situasi Aceh yang aman dan tertib.
        “Situasi Aceh yang aman dan damai itu perlu bersama-sama kita pertahankan. Jangan ada lagi rasa permusuhan di antara kita dan harus bersatu untuk membangun Aceh yang adil dan makmur,” kata Kamaruddin.[antarahttp://wartaaceh.com/rumah-petinggi-partai-aceh-dilempar-granat/]
        ####################################################

        Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
        Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

        Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh

        Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
         
        Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

        Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

        Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

        Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
        http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
         

        HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
        http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

        KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin
        http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

        Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
        http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

        ###########################

        "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."

        ###############################################################
      • Acheh Watch
        ... From: info asnlf To: info@asnlf.org  Sent: Wednesday, October 24, 2012 1:15 AM Subject: Siaran Pers 24 Oktober 2012 Siaran Pers 24
        Message 4 of 13 , Oct 24, 2012
        • 0 Attachment
          ---- Forwarded Message -----
          From: info asnlf <info@...>
          To: info@... 
          Sent: Wednesday, October 24, 2012 1:15 AM
          Subject: Siaran Pers 24 Oktober 2012

          Siaran Pers
          24 Oktober 2012

          ASNLF kirim wakilnya ke UNPO Belanda

          ASNLF kembali mengirimkan tiga peserta dalam satu pelatihan yang diselenggarakan oleh UNPO di Den Haag, Belanda pada akhir minggu ini.  Acara pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 25-27 Oktober 2012, akan diikuti oleh anggota UNPO, perwakilan bangsa-bangsa dari berbagai penjuru dunia yang sedang menuntut hak-hak penentuan nasib sendiri.

          UNPO (The Unrepresented Nations and Peoples Organization) adalah sebuah badan international, yang didirikan pada tahun 1991, terdiri dari 41 anggota dari bangsa-bangsa pribumi yang tidak diakui, minoritas dan wilayah-wilayah jajahan. Secara bersama-sama, anggota UNPO berjuang untuk melindungi dan mengkampanyekan hak-hak mereka dalam berbagai forum-forum international. Selain memiliki kantor pusat di Den Haag, Belanda, UNPO juga punya kantor advokasi di Brussel, Belgia, dimana sebagian besar institusi-institusi Uni Eropah berkedudukan.

          Dalam pelatihan ini peserta akan dibekali dengan pengetahuan tentang PCM (Project Cycle Management), mekanisme dalam badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pelatihan Hak Asasi Manusia berstandar internasional dan even ini menciptakan peluang besar untuk membangun kerjasama dengan berbagai pihak terkait.

          “Melalui pelatihan-pelatihan internasional seperti ini, ASNLF akan mampu menjalankan agenda kerjanya dengan semakin baik di masa depan," ucap Ketua Presidium ASNLF, Ariffadhillah.

          ASNLF (Acheh-Sumatra National Liberation Front) adalan front pembebasan bangsa Acheh yang didirikan oleh almarhum Tgk. Hasan Muhammad Di Tiro pada tahun 1976, yang bertujuan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat Acheh, sebagai sebuah bangsa dan negara.

          Sebelumnya, pada bulan Agustus lalu, dua orang perwakilan ASNLF dari Swedia dan seorang dari Belanda mengikuti pelatihan diplomasi serupa. "Kali ini, kita mengirimkan dua orang perwakilan ASNLF dari Amerika dan seorang dari Norwegia," kata Ariffadhillah.

          Menurut ketua Presidium ASNLF, yang saat ini berkedudukan di Jerman, pendidikan diplomasi internasional di UNPO sudah pernah dirintis oleh almarhum Tgk. Hasan Muhammad di Tiro semasa beliau hidup. Kala itu, ASNLF adalah salah satu anggota UNPO, yang terdaftar sejak 6 Agustus 1991, namun kemudian dihentikan pada 1 Maret 2008.

          "Acheh melalui ASNLF sudah mendaftarkan diri kembali di UNPO, semua persyaratan administrasi sudah dipenuhi tinggal menunggu keputusan resmi dari badan eksekutif UNPO", demikian  Ariffadhillah.
           
          Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
          Aceh-Sumatra National Liberation Front
          Postfach 10 15 26
          99805 Eisenach
          Germany
          Tel. +49 1577 3431 335
          Fax. +49 3691 8548 984
          E-Mail: info@...
          Website: www.asnlf.org
          Facebook: http://www.facebook.com/AcehSumatraNationalLiberationFront





          ####################################################

          Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
          Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

          Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
          http://www.youtube.com/watch?v=vB76_c2Y6IA 

          Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
           
          Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

          Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

          Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

          Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
          http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
           

          HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
          http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

          KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin
          http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

          Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
          http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

          ###########################

          "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
          http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

          ###############################################################
        • Acheh Watch
          ASNLF Ikut Pertemuan Kumpulan Bangsa Pribumi Diwilayah Jajahan Rabu, 24 Oktober 2012 Swedia |acehtraffic.com - ASNLF (Acheh-Sumatra National Liberation Front)
          Message 5 of 13 , Oct 24, 2012
          • 0 Attachment

            ASNLF Ikut Pertemuan Kumpulan Bangsa Pribumi Diwilayah Jajahan

            Rabu, 24 Oktober 2012



            Swedia |acehtraffic.com
            -
             ASNLF (Acheh-Sumatra National Liberation Front) adalan front pembebasan bangsa Acheh  nyatakan telah  mengirimkan tiga peserta dalam satu pelatihan yang diselenggarakan oleh UNPO (The Unrepresented Nations and Peoples Organization)  di Den Haag, Belanda , Rabu 24 Oktober 2012.



            Dalam rilis yang diterima acehtraffic.com acara pelatihan tersebut berlangsung tiga hari, 25-27 Oktober 2012, akan diikuti oleh anggota UNPO, perwakilan bangsa-bangsa dari berbagai penjuru dunia yang sedang menuntut hak-hak penentuan nasib sendiri.


            UNPO (The Unrepresented Nations and Peoples Organization) adalah sebuah badan international, yang didirikan pada tahun 1991, terdiri dari 41 anggota dari bangsa-bangsa pribumi yang tidak diakui, minoritas dan wilayah-wilayah jajahan.


            Katanya mereka secara bersama-sama berjuang untuk melindungi dan mengkampanyekan hak-hak mereka dalam berbagai forum-forum international. Selain memiliki kantor pusat di Den Haag, Belanda, UNPO juga punya kantor advokasi di Brussel, Belgia, dimana sebagian besar institusi-institusi Uni Eropah berkedudukan.


            Dalam pelatihan ini peserta akan dibekali dengan pengetahuan tentang PCM (Project CycleManagement), mekanisme dalam badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pelatihan Hak Asasi Manusia berstandar internasional dan even ini menciptakan peluang besar untuk membangun kerjasama dengan berbagai pihak terkait.


            “Melalui pelatihan-pelatihan internasional seperti ini, ASNLF akan mampu menjalankan agenda kerjanya dengan semakin baik di masa depan," ucap Ketua Presidium ASNLF, Ariffadhillah.


            ASNLF (Acheh-Sumatra National Liberation Front) adalan front pembebasan bangsa Acheh yang didirikan oleh almarhum Tgk. Hasan Muhammad Di Tiro pada tahun 1976, yang bertujuan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat Acheh, sebagai sebuah bangsa dan negara.


            Sebelumnya, pada bulan Agustus lalu, dua orang perwakilan ASNLF dari Swedia dan seorang dari Belanda mengikuti pelatihan diplomasi serupa. "Kali ini, kita mengirimkan dua orang perwakilan ASNLF dari Amerika dan seorang dari Norwegia," kata Ariffadhillah.


            Menurut ketua Presidium ASNLF, yang saat ini berkedudukan di Jerman, pendidikan diplomasi internasional di UNPO sudah pernah dirintis oleh almarhum Tgk. Hasan Muhammad di Tiro semasa beliau hidup. Kala itu, ASNLF adalah salah satu anggota UNPO, yang terdaftar sejak 6 Agustus 1991, namun kemudian dihentikan pada 1 Maret 2008.


            "Acheh melalui ASNLF sudah mendaftarkan diri kembali di UNPO, semua persyaratan administrasi sudah dipenuhi tinggal menunggu keputusan resmi dari badan eksekutif UNPO", demikian Ariffadhillah. | AT | Rilis |



            ####################################################

            Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
            Tengku Hasan di Tiro: Seuntimèn keu Mardéka mantong hansép!

            Tengku Hasan di Tiro: gandjéthat, 'aébteuh lagoina peuë njang ka teudjadi di atjèh
            http://www.youtube.com/watch?v=vB76_c2Y6IA 

            Tengku Hasan di Tiro: Minimum nibak keupeunténgan Bansa Atjèh
             
            Tengku Hasan di Tiro: Keupeunténgan nasional atjèh hana lé lam pikéran ureuëng geutanjoë

            Tengku Hasan di Tiro: Pakriban tapeu-ék seumangat njang karhet ?

            Tengku Hasan di Tiro: Kru-Seumangat Bansa Atjèh !

            Pham beugot seudjarah Atjèh @ Tudjuan Pendídékan Atjèh ! 
            http://www.youtube.com/watch?v=psq5tz6w9wA&feature=related
             

            HIKAJAT SEUMANGAT IMAN. Uléh: Sjahid Tgk Idris Ahmad
            http://www.youtube.com/watch?v=gCiemmLRlwg&feature=related 

            KISAH SEUDJARAH BARÔ. Keunarang: Tgk M. Daud Husin
            http://www.youtube.com/watch?v=PL4N61Pxq4E

            Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
            http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

            ###########################

            "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
            http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf

            ###############################################################
            __.
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.