Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka

Expand Messages
  • Acheh Watch
    Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka http://www.youtube.com/watch?v=sZrEONMLKHE Aceh Barat – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh
    Message 1 of 9 , Oct 9, 2012
    • 0 Attachment
      Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka

      Aceh Barat – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh berjuang bukan untuk merdeka atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

      “Aceh berjuang bukan untuk merdeka, tapi menuntut kejujuran dan keikhlasan dari pemerintah pusat terhadap Aceh,” katanya di Meulaboh, Ahad (8/10/2012) malam.

      Di hadapan tokoh masyarakat, adat, alim ulama, dan Muspida Aceh Barat, gubernur Zaini Abdullah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat perdamaian yang telah terjalin selama ini.

      Menurut dia, perdamaian sebagai isyarat berakhirnya konflik bersenjata yang terjadi puluhan tahun di Aceh harus dipertahankan, sehingga terwujud kesejahteraan dan kemakmuran bersama di provinsi ini.

      “Perdamaian Aceh di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla ketika itu, sudah sepakat Aceh tetap dalam bingkai NKRI,” kata gubernur.

      Yang penting sekarang, kata dia, menjaga perdamaian, meski beberapa waktu lalu hampir terjadi kericuhan sesama yang dikhawatirkan dapat merusak perdamaian tersebut.

      Di pihak lain, gubernur menyatakan Aceh Berat khususnya merupakan salah satu daerah yang menyimpan cukup banyak potensi seperti sektor perkebunan, kehutanan dan pariwisata.

      “Saya melihat potensi ini akan mampu mendongkrak pendapatan daerah terutama sektor pariwisata jika memang dikelola secara baik dengan memperhatikan pelestarian alam,” kata gubernur Aceh.

      “Indahnya panorama alam Aceh dari Aceh Besar hingga ke Aceh Barat ini. Itu semua menjadi aset bagi kita untuk modal pembangunan dimasa mendatang dan kelestarian alam itu harus dijaga,” kata dia menambahkan.

      Untuk sektor pendidikan Aceh Barat, gubernur berjanji akan terus ditingkatkan dimasa mendatang. Khusus upaya penegerian Universitas Teuku Umar, Insya Allah dalam waktu dekat akan menjadi universitas negeri, kata gubernur Zaini Abdullah.[antarahttp://wartaaceh.com/zaini-abdullah-aceh-berjuang-bukan-untuk-merdeka/

      Jenazah Mukhtar(24) satpam kantor Dinas Sosial Prov NAD,yang meninggalakibat penganiayaan oknum polisi, diciumi ibu kandungnya sesaat sebelum dikafankan di rumah duka Desa Puni Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar, Jumat (27/10/2006). SERAMBI /MANSHAR

      Family and colleagues mourn a farmer as he
      is prepared for burial.

      Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces


      Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces 


      The Victims tortures before they kills


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
       
      Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said. 

       
      MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: REUTERS)

       
      Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh 
      secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa

       
      Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa

      Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya 
       

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur

       
       

        
        
        
        

      Pihak keluarga, sejak awal tidak setuju otopsi dilakukan. Karena dari awal kejadian mereka sudah bawa korban ke rumah sakit. “Jadi, mengapa setelah sampai dua bulan kemudian baru diotopsi. Ini pun dipaksa,” kata Yusuf, abang Muslem. Se-usai otopsi. “Kami melihat, meski ada tuntutan tapi tidak ada proses. Apalagi, kami masyarakat awam. Kalau pun ada hukum, yang pegang hukum nggak adil,” tambahnya.
       




      The wife and children of an Acehnese farmer 
      killed by Indonesian soldiers

      Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by TNI 

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 


      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

      Men in Aceh are questioned by 
      Indonesian soldiers

      KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 

       
      BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael) 

       
      Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI
       
      Salah seorang masyarakat biasa yg 
      dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan Nilam, Aceh Utara

       
       
       
       

      Press Release
       
      To News Editors
      July 21, 1999
      For Immediate Release
      ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD
      In a rare interview from his exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22.
      The uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized."
      Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools."
      The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya.
      Two battalions of troops--backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh.

      For further information, please contact:
      Michael Vatikiotis
      Far Eastern Economic Review
      Tel 852 2508 4420
      Fax 852 2503 1530 
       

      The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT) 
       
      The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities by his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over Syafii's killing. (AT) 

      Dari awai
       







       

      Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime 

      "KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh.
       Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang biadab itu.
      Wassalam, 
      Puteh Sarong 



      Sampoë uroë njoe
       









      *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
    • Acheh Watch
      Peureulèë kamoë peutrang tjit bahwa geutanjoë Atjèh Meurdéhka, khusus djih njang diluwa nanggroë, hana kepentingan sapeuë pih, soë njang akan djeuët
      Message 2 of 9 , Oct 10, 2012
      • 0 Attachment
        "Peureulèë kamoë peutrang tjit bahwa geutanjoë Atjèh Meurdéhka, khusus djih njang diluwa nanggroë, hana kepentingan sapeuë pih, soë njang akan djeuët keu gubernur, bupati atawa walikota ukeuë njoë. Awaknjan bandum sarông djaroë peundjadjah di Atjèh. Teutapi keu bansa kamoë di nanggroë akan na akibat meunjo salah piléh. Njan keuh sabab, sigohlom piléh peumimpin ukeuë, paréksa beugot. Bèk rôh sagai2 meupiléh peureuté labon Teungku Khatib njang teungoh batja khutbah! Atawa neudjak piléh keu wali nanggroë Tjina2 Akek dari Pulo Batam, njang barô padum uroë tinggai di Atjèh ka peugah droë keuturônan wali Songo, dan juë bôh droë keu "radja Atjèh" -- Na'uzubillahi min zaalik."

      • Acheh Watch
        Tgk Hasan di Tiro: Leumo djawa dum di Atjèh http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=relmfu Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka Aceh
        Message 3 of 9 , Oct 12, 2012
        • 0 Attachment

          Tgk Hasan di Tiro: Leumo djawa dum di Atjèh


          Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka




          Aceh Barat – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh berjuang bukan untuk merdeka atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

          “Aceh berjuang bukan untuk merdeka, tapi menuntut kejujuran dan keikhlasan dari pemerintah pusat terhadap Aceh,” katanya di Meulaboh, Ahad (8/10/2012) malam.

          Di hadapan tokoh masyarakat, adat, alim ulama, dan Muspida Aceh Barat, gubernur Zaini Abdullah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat perdamaian yang telah terjalin selama ini.

          Menurut dia, perdamaian sebagai isyarat berakhirnya konflik bersenjata yang terjadi puluhan tahun di Aceh harus dipertahankan, sehingga terwujud kesejahteraan dan kemakmuran bersama di provinsi ini.

          “Perdamaian Aceh di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla ketika itu, sudah sepakat Aceh tetap dalam bingkai NKRI,” kata gubernur.

          Yang penting sekarang, kata dia, menjaga perdamaian, meski beberapa waktu lalu hampir terjadi kericuhan sesama yang dikhawatirkan dapat merusak perdamaian tersebut.

          Di pihak lain, gubernur menyatakan Aceh Berat khususnya merupakan salah satu daerah yang menyimpan cukup banyak potensi seperti sektor perkebunan, kehutanan dan pariwisata.

          “Saya melihat potensi ini akan mampu mendongkrak pendapatan daerah terutama sektor pariwisata jika memang dikelola secara baik dengan memperhatikan pelestarian alam,” kata gubernur Aceh.

          “Indahnya panorama alam Aceh dari Aceh Besar hingga ke Aceh Barat ini. Itu semua menjadi aset bagi kita untuk modal pembangunan dimasa mendatang dan kelestarian alam itu harus dijaga,” kata dia menambahkan.

          Untuk sektor pendidikan Aceh Barat, gubernur berjanji akan terus ditingkatkan dimasa mendatang. Khusus upaya penegerian Universitas Teuku Umar, Insya Allah dalam waktu dekat akan menjadi universitas negeri, kata gubernur Zaini Abdullah.[antarahttp://wartaaceh.com/zaini-abdullah-aceh-berjuang-bukan-untuk-merdeka/

          Jenazah Mukhtar(24) satpam kantor Dinas Sosial Prov NAD,yang meninggalakibat penganiayaan oknum polisi, diciumi ibu kandungnya sesaat sebelum dikafankan di rumah duka Desa Puni Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar, Jumat (27/10/2006). SERAMBI /MANSHAR

          Family and colleagues mourn a farmer as he
          is prepared for burial.

          Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces


          Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian Occupation Forces 


          The Victims tortures before they kills


          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
           
          Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was killed in the crossfire, he said. 

           
          MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL 1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA. (en/str: REUTERS)

           
          Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh 
          secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa

           
          Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa

          Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya 
           

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur

           
           

            
            
            
            

          Pihak keluarga, sejak awal tidak setuju otopsi dilakukan. Karena dari awal kejadian mereka sudah bawa korban ke rumah sakit. “Jadi, mengapa setelah sampai dua bulan kemudian baru diotopsi. Ini pun dipaksa,” kata Yusuf, abang Muslem. Se-usai otopsi. “Kami melihat, meski ada tuntutan tapi tidak ada proses. Apalagi, kami masyarakat awam. Kalau pun ada hukum, yang pegang hukum nggak adil,” tambahnya.
           




          The wife and children of an Acehnese farmer 
          killed by Indonesian soldiers

          Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by TNI 

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh
          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh


          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 


          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 


          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh

          Men in Aceh are questioned by 
          Indonesian soldiers

          KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap Bangsa Aceh 

           
          BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10 NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael) 

           
          Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus oleh anjing-anjing TNI
           
          Salah seorang masyarakat biasa yg 
          dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan Nilam, Aceh Utara

           
           
           
           

          Press Release
           
          To News Editors
          July 21, 1999
          For Immediate Release
          ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD
          In a rare interview from his exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22.
          The uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized."
          Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools."
          The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya.
          Two battalions of troops--backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh.

          For further information, please contact:
          Michael Vatikiotis
          Far Eastern Economic Review
          Tel 852 2508 4420
          Fax 852 2503 1530 
           

          The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle. Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT) 
           
          The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities by his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over Syafii's killing. (AT) 

          Dari awai
           







           

          Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime 

          "KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh.
           Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2 Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang biadab itu.
          Wassalam, 
          Puteh Sarong 



          Sampoë uroë njoe
           









          *Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai bangsa terjajah"
        • Acheh Watch
          http://www.asnlf.org/files/5513/4955/4638/SuAM_02.pdf
          Message 4 of 9 , Oct 12, 2012
          • 1 Attachment
          • 5.8 MB
        • Acheh Watch
          Teungku Matang Lada Wednesday http://www.facebook.com/teungku.lada   Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka Aceh Barat – Gubernur Aceh Zaini
          Message 5 of 9 , Oct 13, 2012
          • 0 Attachment
             

            Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka




            Aceh Barat – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh berjuang bukan untuk merdeka atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

            “Aceh berjuang bukan untuk merdeka, tapi menuntut kejujuran dan keikhlasan dari pemerintah pusat terhadap Aceh,” katanya di Meulaboh, Ahad (8/10/2012) malam.

            Di hadapan tokoh masyarakat, adat, alim ulama, dan Muspida Aceh Barat, gubernur Zaini Abdullah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat perdamaian yang telah terjalin selama ini.

            Menurut dia, perdamaian sebagai isyarat berakhirnya konflik bersenjata yang terjadi puluhan tahun di Aceh harus dipertahankan, sehingga terwujud kesejahteraan dan kemakmuran bersama di provinsi ini.

            “Perdamaian Aceh di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla ketika itu, sudah sepakat Aceh tetap dalam bingkai NKRI,” kata gubernur.

            Yang penting sekarang, kata dia, menjaga perdamaian, meski beberapa waktu lalu hampir terjadi kericuhan sesama yang dikhawatirkan dapat merusak perdamaian tersebut.

            Di pihak lain, gubernur menyatakan Aceh Berat khususnya merupakan salah satu daerah yang menyimpan cukup banyak potensi seperti sektor perkebunan, kehutanan dan pariwisata.

            “Saya melihat potensi ini akan mampu mendongkrak pendapatan daerah terutama sektor pariwisata jika memang dikelola secara baik dengan memperhatikan pelestarian alam,” kata gubernur Aceh.

            “Indahnya panorama alam Aceh dari Aceh Besar hingga ke Aceh Barat ini. Itu semua menjadi aset bagi kita untuk modal pembangunan dimasa mendatang dan kelestarian alam itu harus dijaga,” kata dia menambahkan.

            Untuk sektor pendidikan Aceh Barat, gubernur berjanji akan terus ditingkatkan dimasa mendatang. Khusus upaya penegerian Universitas Teuku Umar, Insya Allah dalam waktu dekat akan menjadi universitas negeri, kata gubernur Zaini Abdullah.[antarahttp://wartaaceh.com/zaini-abdullah-aceh-berjuang-bukan-untuk-merdeka/


          • Acheh Watch
            Razia Syariat Islam Di Kota Bireuen   Personil polisi Syariat Islam (WH) Bireuen kembali melakukan razia seputar Kota Bireuen, Minggu (3/6/2012). Dalam razia
            Message 6 of 9 , Oct 13, 2012
            • 0 Attachment

              Razia Syariat Islam Di Kota Bireuen

               
              Personil polisi Syariat Islam (WH) Bireuen kembali melakukan razia seputar Kota Bireuen, Minggu (3/6/2012). Dalam razia itu, puluhan wanita berpakaian ketat berhasil terjaring. (Yon Bahari/WartaAceh.com)

              DIBAWAH INI ADALAH FOTO ANAK GUBERNUR ACEH ZAINI ABDULLAH
               
              http://www.facebook.com/teungku.lada

              Photo: MADE IN ATJEH DI LUA NANGGROE
               

              Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka




              Aceh Barat – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh berjuang bukan untuk merdeka atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

              “Aceh berjuang bukan untuk merdeka, tapi menuntut kejujuran dan keikhlasan dari pemerintah pusat terhadap Aceh,” katanya di Meulaboh, Ahad (8/10/2012) malam.

              Di hadapan tokoh masyarakat, adat, alim ulama, dan Muspida Aceh Barat, gubernur Zaini Abdullah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat perdamaian yang telah terjalin selama ini.

              Menurut dia, perdamaian sebagai isyarat berakhirnya konflik bersenjata yang terjadi puluhan tahun di Aceh harus dipertahankan, sehingga terwujud kesejahteraan dan kemakmuran bersama di provinsi ini.

              “Perdamaian Aceh di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla ketika itu, sudah sepakat Aceh tetap dalam bingkai NKRI,” kata gubernur.

              Yang penting sekarang, kata dia, menjaga perdamaian, meski beberapa waktu lalu hampir terjadi kericuhan sesama yang dikhawatirkan dapat merusak perdamaian tersebut.

              Di pihak lain, gubernur menyatakan Aceh Berat khususnya merupakan salah satu daerah yang menyimpan cukup banyak potensi seperti sektor perkebunan, kehutanan dan pariwisata.

              “Saya melihat potensi ini akan mampu mendongkrak pendapatan daerah terutama sektor pariwisata jika memang dikelola secara baik dengan memperhatikan pelestarian alam,” kata gubernur Aceh.

              “Indahnya panorama alam Aceh dari Aceh Besar hingga ke Aceh Barat ini. Itu semua menjadi aset bagi kita untuk modal pembangunan dimasa mendatang dan kelestarian alam itu harus dijaga,” kata dia menambahkan.

              Untuk sektor pendidikan Aceh Barat, gubernur berjanji akan terus ditingkatkan dimasa mendatang. Khusus upaya penegerian Universitas Teuku Umar, Insya Allah dalam waktu dekat akan menjadi universitas negeri, kata gubernur Zaini Abdullah.[antarahttp://wartaaceh.com/zaini-abdullah-aceh-berjuang-bukan-untuk-merdeka/




            • Acheh Watch
              Wawancara Zaini Abdullah Zaini Abdullah: Saya mengutuk gerakan separatis   Apa ada indikasi gerakan separatis tetap hidup di Aceh? Kami mengutuk keras hal-hal
              Message 7 of 9 , Oct 14, 2012
              • 0 Attachment
                Wawancara Zaini Abdullah

                Zaini Abdullah: Saya mengutuk gerakan separatis

                 
                Apa ada indikasi gerakan separatis tetap hidup di Aceh?
                Kami mengutuk keras hal-hal seperti itu. Itu tidak sehat. Semua saya serahkan kepada pihak berwenang.

                Sisa-sisa keriuhan masih terlihat di kediaman gubernur Aceh terpilih Zaini Abdullah di Desa Teureubeu, Kabupaten Pidie. Tenda masih berdiri di halaman, meja prasmanan masih dipenuhi bekas makanan. Kerabat juga masih berkumpul.  

                Maklum saja, Ahad (15/4) sore, sang tuan rumah baru selesai menggelar acara syukuran setelah menang pada pemilihan kepala daerah. Zaini yang berpasangan dengan Muzakkir Manaf berhasil menenggelamkan pesaing terbesar mereka duet Gubernur Irwandi Yusuf dan Muhyan Yunan. 

                Sebagai bekas pentolan Gerakan Aceh Merdeka, banyak orang mengenal di mana rumah Zaini. Rumah yang menempati lahan sekitar 2.500 meter persegi itu terletak di Desa Teureubeu. Persis 50 meter dari Jalan Raya Kota Bakti Km 1. Untuk sampai di sana, butuh sekitar 3-4 jam perjalanan dengan mobil dari Banda Aceh. Lantas menyusuri jalan tanah bebatuan yang cukup dilalui satu mobil saja. 

                Sebelum perjanjian damai diteken di Ibu Kota Helsinki, Finlandia, Zaini yang bermukim di Ibu Kota Stockholm, Swedia, menjabat menteri luar negeri. Sedangkan Muzakkir panglima angkatan bersenjata GAM. 

                Wawancara berlangsung sekitar sejam di teras samping rumah. Zaini berkemeja lengan pendek warna hitam dengan corak garis putih tanpa alas kaki ditemani ajudannya. Obrolan berjalan serius, minus cemilan atau segelas air. 

                Kepada Eko Prasetya dan juru foto Arie Basuki dari merdeka.com, Zaini menjelaskan mimpinya membangun Aceh setelah dilantik menjadi orang nomor satu di sana. Berikut penuturannya:  

                Apa arti jabatan gubernur bagi Anda setelah berjuang bertahun-tahun bersama GAM?

                Konflik lama di Aceh berakhir dengan kesepakaan bersama dalam perdamaian. Perjuangan kami capai dengan kesimpulan kita berdamai dengan Negara kesatuan Republik Indonesia dan sebagai kunci, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya, Jusuf Kalla dengan adanya perjanjian. Membenarkan agar boleh dibuat partai lokal. Terpanggil dari hati mengingat kondisi Aceh

                Imbalan apa Anda janjikan dengan memakai tiga purnawirawan TNI dalam tim sukses? 

                Tidak ada. Mereka merasa terpanggil mengingat apa yang di lapangan. Sejak 15 Agustus 2005 - 2012 belum ada hasil signifikan

                Komentar Anda soal rencana Irwandi menggugat hasil pemilihan? 

                Saya tidak pnya penjelasan apa-apa, Sah-sah saja, siapa pun bisa menggugat. Saya harap KIP (Komite Independen Pemilihan) dapat jujur, tidak ada manipulasi.

                Selama kampanye Anda berjani meningkatkan kesejahteraan rakyat Aceh. Bagaimana mewujudkan itu?
                 
                Di samping visi dan misi, program 100 hari telah kami siapkan. Kemiskinan, harta benda akbat konflik, dan bencana kita fokuskan. Pendidikan akan gratis. Kesehatan juga tidak kalah penting dan jaminan kesehatan. Di tiap-tiap kabupaten kita perlu tingkatkan pelayanan kesehatan.

                Bagaimana menjaga hubungan harmonis dengan pemerintah pusat?

                Sejak kita memperoleh kemenangan, melakukan konsolidasi supaya menjalin hubungan baik.

                Apa harapan Anda kepada Jakarta?

                Keadilan dan komitmen dalam Undang-undang. Kejujuran, keikhlasan, dan keterbukaan. Semoga tidak ada penghalang bagi perdamaian abadi.

                Apa ada indikasi gerakan separatis tetap hidup di Aceh?

                Kami mengutuk keras hal-hal seperti itu. Itu tidak sehat. Semua saya serahkan kepada pihak berwenang.

                Setelah dilantik, apa Anda bakal meneruskan program gubernur sebelumnya? 

                Dalam program 100 hari kita sudah bikin seksama dan terlalu dini berbicara hal ini.

                Bagaimana mengantasi masalah peredaran ganja di Aceh? 

                Kita akan lihat, di sana-sini banyak menanam ganja. Ini juga tanggung jawab kami dan perlu ditanyakan ke polisi.

                Soal syariat Islam, apa dipertahankan?

                Islam di Aceh sudah mendarah daging, amalan untuk rakyat Aceh, dari lahir sudah mendapat ajaran. Bila pencuri dipotong, sedangkan korupsi dibiarkan, ini tidak seimbang, Insya Allah kita membuat peraturan mendetail. Kita ikutkan semua ulama untuk fokus membahas peraturan ini. Hukum cambuk adanya saat Gus Dur. Mereka menyudutkan Aceh sebagai Islam fanatik sehingga membuat hubungan dengan negara lain putus. Insya Allah kalau saya naik, ini akan kami utamanakan

                Bagaimana Anda melihat Aceh dibanding daerah lain di Indonesia?
                Aceh begitu kaya. Alam Aceh mengandung gas, minyak, dan timah. Semua tinggal sedikit, tanah Aceh banyak hasil bumi tetapi rakyat miskin dan paling miskin dibanding daerah lain. Pascakonflik ada kesepakatan harus dijalankan, kita hanya memantau dari luar.

                Korupsi masalah yang dihadapi semua kepala daerah. Bagaimana Anda mengatasi ini?

                Itu urusan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyelidiki, kalau salah harus dihukum. Korupsi merupakan penyakit kanker, kita harus buang

                Apa yang menarik selama proses pemilihan?

                Mereka yang datang ke tempat kami kampanye seperti lautan manusia tanpa mendapat upah, mendengarkan orasi kami, Itu hati yang berbicara. Saya tafsirkan mereka belum mendapat hasil memuaskan. Mereka ingin perubahan, rakyat juga tahu siapa bertanggung jawab.

                Konflik di Aceh dan mendapat perdamaian itu mempunyai makna yang bertanggung jawab GAM dan Partai Aceh bertanggung jawab atas peristiwa itu.

                Sejauh mana popularitas Partai Aceh?
                Pemahaman undang-undang pemerintahan Aceh, saya kira hampir semua orang tahu, menjaga dan melanjutkan perdamaian, sedangkan partai nasional tidak berkewajiban. Inilah tugas pokok Partai Aceh. Di pelosok-pelosok, kami kuat, ini nyata saat kami kampanye. Saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Aceh.

                Anda panik saat gempa Rabu lalu?
                Panik sih tidak, waktu itu kami di mess, lima kilometer dari Masjid Baiturahman. Lari ke masjid di lambaru yang jauh dari pantai. Bagi saya tidak sedemikian panik. Saya kasihan kepada rakyat biasa karena trauma. 

                Apa hobi dan kegiatan Anda sehari -hari?
                Saya tidak banyak menjalankan hobi sejak terlibat dalam GAM. Saya suka pimpong.
                Di samping bekerja, saya juga mengurus famili dan menghabiskan waktu dengan keluarga. (http://www.merdeka.com/khas/zaini-abdullah-saya-mengutuk-gerakan-separatis-wawancara-zaini-abdullah.html
                DIBAWAH INI ADALAH FOTO ANAK GUBERNUR ACEH ZAINI ABDULLAH
                 
                http://www.facebook.com/teungku.lada

                Photo: MADE IN ATJEH DI LUA NANGGROE
                 

                Zaini Abdullah: Aceh Berjuang Bukan Untuk Merdeka




                Aceh Barat – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan Aceh berjuang bukan untuk merdeka atau memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

                “Aceh berjuang bukan untuk merdeka, tapi menuntut kejujuran dan keikhlasan dari pemerintah pusat terhadap Aceh,” katanya di Meulaboh, Ahad (8/10/2012) malam.

                Di hadapan tokoh masyarakat, adat, alim ulama, dan Muspida Aceh Barat, gubernur Zaini Abdullah mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan merawat perdamaian yang telah terjalin selama ini.

                Menurut dia, perdamaian sebagai isyarat berakhirnya konflik bersenjata yang terjadi puluhan tahun di Aceh harus dipertahankan, sehingga terwujud kesejahteraan dan kemakmuran bersama di provinsi ini.

                “Perdamaian Aceh di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla ketika itu, sudah sepakat Aceh tetap dalam bingkai NKRI,” kata gubernur.

                Yang penting sekarang, kata dia, menjaga perdamaian, meski beberapa waktu lalu hampir terjadi kericuhan sesama yang dikhawatirkan dapat merusak perdamaian tersebut.

                Di pihak lain, gubernur menyatakan Aceh Berat khususnya merupakan salah satu daerah yang menyimpan cukup banyak potensi seperti sektor perkebunan, kehutanan dan pariwisata.

                “Saya melihat potensi ini akan mampu mendongkrak pendapatan daerah terutama sektor pariwisata jika memang dikelola secara baik dengan memperhatikan pelestarian alam,” kata gubernur Aceh.

                “Indahnya panorama alam Aceh dari Aceh Besar hingga ke Aceh Barat ini. Itu semua menjadi aset bagi kita untuk modal pembangunan dimasa mendatang dan kelestarian alam itu harus dijaga,” kata dia menambahkan.

                Untuk sektor pendidikan Aceh Barat, gubernur berjanji akan terus ditingkatkan dimasa mendatang. Khusus upaya penegerian Universitas Teuku Umar, Insya Allah dalam waktu dekat akan menjadi universitas negeri, kata gubernur Zaini Abdullah.[antarahttp://wartaaceh.com/zaini-abdullah-aceh-berjuang-bukan-untuk-merdeka/






              • Acheh Watch
                Peureulèë kamoë peutrang tjit bahwa geutanjoë Atjèh Meurdéhka, khusus djih njang diluwa nanggroë, hana kepentingan sapeuë pih, soë njang akan djeuët
                Message 8 of 9 , Oct 14, 2012
                • 0 Attachment
                  "Peureulèë kamoë peutrang tjit bahwa geutanjoë Atjèh Meurdéhka, khusus djih njang diluwa nanggroë, hana kepentingan sapeuë pih, soë njang akan djeuët keu gubernur, bupati atawa walikota ukeuë njoë. Awaknjan bandum sarông djaroë peundjadjah di Atjèh. Teutapi keu bansa kamoë di nanggroë akan na akibat meunjo salah piléh. Njan keuh sabab, sigohlom piléh peumimpin ukeuë, paréksa beugot. Bèk rôh sagai2 meupiléh peureuté labon Teungku Khatib njang teungoh batja khutbah! Atawa neudjak piléh keu wali nanggroë Tjina2 Akek dari Pulo Batam, njang barô padum uroë tinggai di Atjèh ka peugah droë keuturônan wali Songo, dan juë bôh droë keu "radja Atjèh" -- Na'uzubillahi min zaalik."
                • Ali Al Asytar
                  Balasan buat J.H Werinussa: Anda keliru tuan Werinussa. Bukan Palestina yang memulainya tetapi Zionis Israellah yang memulainya. Semoga anda tidak ikut-ikutan
                  Message 9 of 9 , Nov 18, 2012
                  • 0 Attachment

                    Balasan buat J.H Werinussa:

                    Anda keliru tuan Werinussa. Bukan Palestina yang memulainya tetapi Zionis

                    Israellah yang memulainya. Semoga anda tidak ikut-ikutan macam pak Muskitawati yang terkenal hypocrite itu. Atau boleh jadi andalah Mustikawati itu.


                    Pada mulanya Emiran Qatar datang ke Gaza dan menawarkan bantuan via Per

                    dana Menteri Ismail Haniah dengan syarat:

                    1. Memutuskan Hubungan dengan Iran

                    2. Berdamai dengan Israel tanpa syarat

                    3. mengakui Israel sebagai sebuah negara

                    4. Hentikan perlawanan bersenjata.


                    Ismail Haniah, perdama menteri Hamas menolak tawaran tersebut hingga sebahagian saja bantuan yang diberikan. Secara licik Emir Qatar juga memberikan hadiah jam dan alat tulis yang banyak, dimana via alat tersebut Zionis dapat mendeteksi dimana lokasi pejuang Palestina. Ketika Zionis menyerang, berhasil membunuh salah seorang komandan pejuang dari "Izuddin Kassam". Jadi disini jelas kemunafikan Emir Qatar sebagaimana munafiknya Rezim Arab Saudi dan Turki plus Presiden Mursi yanbg tidak menjalankan amanah rakyat Mesir untuk memutuskan hubungan dengan Zionis dan Saudi Arabia yang identik dengan Zionis.

                    Operasi berdarah militer rezim Zionis di Gaza dimulai sejak Rabu (14/11) ketika mereka meneror Komandan Brigade Syahid Izzuddin al-Qassam, Ahmad al-Jabari, sayap militer Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas). Penembakan lebih dari 100 rudal ke Gaza yang hanya mempunyai luas wilayah 365 kilometer persegi dengan jelas menunjukkan betapa kejamnya kejahatan Israel.




                    [ambon.com] COBA TELUSURI DENGAN CERMAT BAHWA ADA YANG "SALAH MAKAN OBAT BERKALI-KALI". SIAPAKAH ITU YANG MEMASUKKAN "BOLA KE GAWANG" SENDIRI?
                    Hide Details
                    FROM:
                    J.H Werinussa
                    TO:
                    ambon@yahoogroups.com
                    Message flagged
                    Saturday, November 17, 2012 10:23 PM
                    From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@...>
                    To: "sueue@yahoogroups.com"
                    Sent: Saturday, November 17, 2012 8:14 PM
                    Subject: COBA TELUSURI DENGAN CERMAT BAHWA ADA YANG "SALAH MAKAN OBAT BERKALI-KALI". SIAPAKAH ITU YANG MEMASUKKAN "BOLA KE GAWANG" SENDIRI?


                    Laporan Perkembangan Agresi Israel ke Gaza, Sabtu (up date)
                    Sabtu, 2012 November 17 18:36

                    211 roket Palestina menyerang Israel adalah bukti bahwa, Palestina benar benar adalah sarang teroris yang parah. Jadi kalau dibalas oleh Israel, janganlah marah, karena harus ada pembalasan sesuai dengan penyerangannya. Hati semua orang islam bergembira, bila Palestina menyerang Israel, tapi kalau dibalas setimpal dengan perbuatannya, dibilang Zionis, agresif dll, mana yang benar dan adil yang anda maksudkan? kalau jalur Gaza itu hancur lebur menjadi puing puing belaka, janganlah marah dan menyesal, karena itu bukan salahnya Israel melainkan semua Islam yang sengaja membela dan memberikan dorongan kepada Hamas dan teroris di Jalur Gasa untuk menyerang Israel.
                    Anjing lagi tidur, diganggu, akibatnya anjing lagi yang disalahin? Lalu yang mengganggu dibenarkan. Ini dunia sudah terbalik. Saya ini militer, setiap hari berjalan dengan pisau komando dan pistol di pinggangku, jadi kalau anda mencoba mengganggu saya, dan kalau saya menghancurkan kepalamu, jangan menyalahi saya bahwa, sayalah yang bersalah. Dimana logikamu? Jadi Hamas dan teroris Palestinalah yang bersalah dan seluruh dunia juga tau itu dengan tepat dan bukan membuat caritra bohong. Tidak perlu diputarbalikan nanti ketahuan bahwa anda adalah seorang pendusta dan pembohong dalam menyampaikan berita yang benar. Israel tidaklah bersalah, yang bersalah itulah Teroris Hamas di Jalur Gaza itu. Teman saya asalnya dari Palestina dan lagi berlibur di Gaza, saya bertanya kepadanya lewat telefoon, jawabannya, saya harus jujur, bahwa, Hamaslah yang bersalah dan menjadi penyebab perang itu. Ratusan roket yang diluncurkan oleh Hamas ke Israel, itu tidak bisa ditoleransi, melankan harus dibalas. Dan itu benar. Hamas pasti bertanggung jawab penuh atas penyerangan itu kata temanku yang kini berada di Gaza.




                  Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.