Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [Lantak] APABILA KITA TIDAK KEMBALI KESEJARAH PEMBUNUHAN MANUSIA PERTAMA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK NABI ADAM AS SENDIRI (BACA QABIL MEMBUNUH HABIL), PENDUDUK BUMI INI YANG MENGAKU BERAGAMA ISLAM JADI CONFUSED KENAPA KOMUNITAS ISLAM AL QAEDA MEMBUNUH KOMUNITAS ISLAM LAINNYA DI SIRIA. ANDAIKATA YAHUDI YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN MUDAH DIPAHAMI SEBAB MEREKA TIDAK MAMPU MELIHAT ORANG ISLAM SEBAGAI SAUDARA KEMANUSIAAN. NAMUN BILA KITA KEMBALI KE QABIL DAN HABIL BARU MUDAH DIPAHAMI BAHWA ISLAM QABIL YANG PALSU MEMBUNUH KOMUNITAS HABIL YANG MURNI.

Expand Messages
  • Jasuli Ahmad
    Saudi Arabia yang mengaku beragama Islam mengirim pasukan tentara untuk membunuh rakyat Bahrain yang menuntut haknya. Di yaman juga komunitas Qabil
    Message 1 of 13 , Sep 2, 2012
    • 0 Attachment
      Saudi Arabia yang mengaku beragama Islam mengirim pasukan tentara untuk membunuh rakyat Bahrain yang menuntut haknya. Di yaman juga "komunitas Qabil" bekerjasama dengan kaum arogan luar negeri untuk membunuh rakyat Yaman. Di Indonesia komunitas yang mayoriti tega membunuh komunitas yang minoriti dengan alasan mereka itu sesat. Padahal andaikata pembunuh itu benar Islam murni, mustahil melakukan kezaliman terhadap komunitas Syiah dan Ahmadiah. Hal ini sesuai firman Allah dalam surah al Kafirun yang artinya bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Demikian menyangkut perbedaan agama. Dalam hal ini berarti jangankan sesama Islam terhadap orang non Islampun haram membunuhnya kecuali memang komunitas pembunuh itu sama dengan "komunitas Qabil", Jangankan orang lain, saudaranya sendiri dibunuhnya. Apakah terlalu sukar untuk dipahami oleh pendukung pembunuhan tersebut? Berarti mereka sudah tertutup mata hatinya hingga demikian kalap dalam hidup ini (jsl)


      From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@...>
      To: "PPDi@yahoogroups.com" <PPDi@yahoogroups.com>; "Lantak@yahoogroups.com" <Lantak@yahoogroups.com>; "ambon@yahoogroups.com" <ambon@yahoogroups.com>; "sueue@yahoogroups.com" <sueue@yahoogroups.com>; "politikmahasiswa@yahoogroups.com" <politikmahasiswa@yahoogroups.com>
      Sent: Sunday, September 2, 2012 4:36 PM
      Subject: [Lantak] APABILA KITA TIDAK KEMBALI KESEJARAH PEMBUNUHAN MANUSIA PERTAMA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK NABI ADAM AS SENDIRI (BACA QABIL MEMBUNUH HABIL), PENDUDUK BUMI INI YANG MENGAKU BERAGAMA ISLAM JADI CONFUSED KENAPA KOMUNITAS ISLAM AL QAEDA MEMBUNUH KOMUNITAS ISLAM LAINNYA DI SIRIA. ANDAIKATA YAHUDI YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN MUDAH DIPAHAMI SEBAB MEREKA TIDAK MAMPU MELIHAT ORANG ISLAM SEBAGAI SAUDARA KEMANUSIAAN. NAMUN BILA KITA KEMBALI KE QABIL DAN HABIL BARU MUDAH DIPAHAMI BAHWA ISLAM QABIL YANG PALSU MEMBUNUH KOMUNITAS HABIL YANG MURNI.

       
      Pejabat Israel Akan Jadi Korban Pertama Serangan Israel
       
      Seorang komandan senior Pengawal Islam Revolusi Iran (IRGC) mengatakan dalam kasus serangan Israel ke Tehran, para pejabat rezim Tel Aviv akan menjadi korban pertama dari serangan balasan.
      Hal itu dikemukakan Brigadir Jenderal Mohammad Ali Asoudi (1/9). Ditambahkannya, "Dalam kasus serangan militer Israel terhadap Iran, para pejabat rezim Zionis [Israel] akan berada di antara korban pertama dari serangan tersebut," kata.
      Asoudi mengatakan kebijakan gila perang Israel memantik kebencian di antara warga wilayah Palestina pendudukan terhadap para pejabat Tel Aviv.
      Menyinggung gelombang eksodus sebagian besar orang Yahudi ke tanah air mereka di Eropa, pejabat militer Iran mengatakan bahwa "Mereka kembali ke negara mereka karena krisis ekonomi, sosial dan politik di Israel."
      "Ini terjadi di saat sejumlah warga Israel membakar diri karena masalah ekonomi," kata Asoudi.
      Empat warga Israel melakukan aksi bakar diri sebagai protes atas masalah kemiskinan dan ekonomi sejak pertengahan Juli setelah seorang pria 57-tahun membakar diri saat "protes sosial" di Tel Aviv.
      Moshe Silman, yang meninggal akibat luka-bakarnya sepekan setelah insiden, mengkritik Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan mengatakan "Negara Israel merampok saya dan tidak menyisakan apapun."
      Beberapa jam sebelum pemakaman Silmon itu, Akiva Mafa'I, seorang veteran militer cacat berusia 45 tahun, meninggal setelah membakar diri di sebuah halte bus di kota Yehud sekitar 15 kilometer di sebelah timur Tel Aviv.
      Asoudi menambahkan pula bahwa sejumlah anggota kabinet Israel menyadari fakta dan menentang serangan militer ke Iran.
      Pemerintah Iran berulang kali memperingatkan bahaya dari segala bentuk tindakan militer terhadap Republik Islam dan menyatakan bahwa jika Israel membuat kekeliruan dengan meluncurkan serangan, maka ini akan menjadi akhir hayat rezim Zionis.(IRIB Indonesia/MZ)
       
        


    • Jasuli Ahmad
      http://indonesian.irib.ir/suara/-/asset_publisher/f4kY/content/file-suara-doa-bersama-untuk-korban-sampang-orasi-doktor-muhsin-labib?
      Message 2 of 13 , Sep 2, 2012
      • 0 Attachment


        From: Jasuli Ahmad <ahmad_msia@...>
        To: "Lantak@yahoogroups.com" <Lantak@yahoogroups.com>; "PPDI@yahoogroups.com" <PPDI@yahoogroups.com>; "politikmahasiswa@yahoogroups.com" <politikmahasiswa@yahoogroups.com>; "kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com" <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>; "oposisi-list@yahoogroups.com" <oposisi-list@yahoogroups.com>; "sueue@yahoogroups.com" <sueue@yahoogroups.com>; "ambon@yahoogroups.com" <ambon@yahoogroups.com>; "Komunitas_Papua@yahoogroups.com" <Komunitas_Papua@yahoogroups.com>; "GAMRMSOPM@yahoogroups.com" <GAMRMSOPM@yahoogroups.com>
        Sent: Sunday, September 2, 2012 4:55 PM
        Subject: Re: [Lantak] APABILA KITA TIDAK KEMBALI KESEJARAH PEMBUNUHAN MANUSIA PERTAMA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK NABI ADAM AS SENDIRI (BACA QABIL MEMBUNUH HABIL), PENDUDUK BUMI INI YANG MENGAKU BERAGAMA ISLAM JADI CONFUSED KENAPA KOMUNITAS ISLAM AL QAEDA MEMBUNUH KOMUNITAS ISLAM LAINNYA DI SIRIA. ANDAIKATA YAHUDI YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN MUDAH DIPAHAMI SEBAB MEREKA TIDAK MAMPU MELIHAT ORANG ISLAM SEBAGAI SAUDARA KEMANUSIAAN. NAMUN BILA KITA KEMBALI KE QABIL DAN HABIL BARU MUDAH DIPAHAMI BAHWA ISLAM QABIL YANG PALSU MEMBUNUH KOMUNITAS HABIL YANG MURNI.

        Saudi Arabia yang mengaku beragama Islam mengirim pasukan tentara untuk membunuh rakyat Bahrain yang menuntut haknya. Di yaman juga "komunitas Qabil" bekerjasama dengan kaum arogan luar negeri untuk membunuh rakyat Yaman. Di Indonesia komunitas yang mayoriti tega membunuh komunitas yang minoriti dengan alasan mereka itu sesat. Padahal andaikata pembunuh itu benar Islam murni, mustahil melakukan kezaliman terhadap komunitas Syiah dan Ahmadiah. Hal ini sesuai firman Allah dalam surah al Kafirun yang artinya bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Demikian menyangkut perbedaan agama. Dalam hal ini berarti jangankan sesama Islam terhadap orang non Islampun haram membunuhnya kecuali memang komunitas pembunuh itu sama dengan "komunitas Qabil", Jangankan orang lain, saudaranya sendiri dibunuhnya. Apakah terlalu sukar untuk dipahami oleh pendukung pembunuhan tersebut? Berarti mereka sudah tertutup mata hatinya hingga demikian kalap dalam hidup ini (jsl)


        From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@...>
        To: "PPDi@yahoogroups.com" <PPDi@yahoogroups.com>; "Lantak@yahoogroups.com" <Lantak@yahoogroups.com>; "ambon@yahoogroups.com" <ambon@yahoogroups.com>; "sueue@yahoogroups.com" <sueue@yahoogroups.com>; "politikmahasiswa@yahoogroups.com" <politikmahasiswa@yahoogroups.com>
        Sent: Sunday, September 2, 2012 4:36 PM
        Subject: [Lantak] APABILA KITA TIDAK KEMBALI KESEJARAH PEMBUNUHAN MANUSIA PERTAMA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK NABI ADAM AS SENDIRI (BACA QABIL MEMBUNUH HABIL), PENDUDUK BUMI INI YANG MENGAKU BERAGAMA ISLAM JADI CONFUSED KENAPA KOMUNITAS ISLAM AL QAEDA MEMBUNUH KOMUNITAS ISLAM LAINNYA DI SIRIA. ANDAIKATA YAHUDI YANG MELAKUKAN PEMBUNUHAN MUDAH DIPAHAMI SEBAB MEREKA TIDAK MAMPU MELIHAT ORANG ISLAM SEBAGAI SAUDARA KEMANUSIAAN. NAMUN BILA KITA KEMBALI KE QABIL DAN HABIL BARU MUDAH DIPAHAMI BAHWA ISLAM QABIL YANG PALSU MEMBUNUH KOMUNITAS HABIL YANG MURNI.

         
        Pejabat Israel Akan Jadi Korban Pertama Serangan Israel
         
        Seorang komandan senior Pengawal Islam Revolusi Iran (IRGC) mengatakan dalam kasus serangan Israel ke Tehran, para pejabat rezim Tel Aviv akan menjadi korban pertama dari serangan balasan.
        Hal itu dikemukakan Brigadir Jenderal Mohammad Ali Asoudi (1/9). Ditambahkannya, "Dalam kasus serangan militer Israel terhadap Iran, para pejabat rezim Zionis [Israel] akan berada di antara korban pertama dari serangan tersebut," kata.
        Asoudi mengatakan kebijakan gila perang Israel memantik kebencian di antara warga wilayah Palestina pendudukan terhadap para pejabat Tel Aviv.
        Menyinggung gelombang eksodus sebagian besar orang Yahudi ke tanah air mereka di Eropa, pejabat militer Iran mengatakan bahwa "Mereka kembali ke negara mereka karena krisis ekonomi, sosial dan politik di Israel."
        "Ini terjadi di saat sejumlah warga Israel membakar diri karena masalah ekonomi," kata Asoudi.
        Empat warga Israel melakukan aksi bakar diri sebagai protes atas masalah kemiskinan dan ekonomi sejak pertengahan Juli setelah seorang pria 57-tahun membakar diri saat "protes sosial" di Tel Aviv.
        Moshe Silman, yang meninggal akibat luka-bakarnya sepekan setelah insiden, mengkritik Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan mengatakan "Negara Israel merampok saya dan tidak menyisakan apapun."
        Beberapa jam sebelum pemakaman Silmon itu, Akiva Mafa'I, seorang veteran militer cacat berusia 45 tahun, meninggal setelah membakar diri di sebuah halte bus di kota Yehud sekitar 15 kilometer di sebelah timur Tel Aviv.
        Asoudi menambahkan pula bahwa sejumlah anggota kabinet Israel menyadari fakta dan menentang serangan militer ke Iran.
        Pemerintah Iran berulang kali memperingatkan bahaya dari segala bentuk tindakan militer terhadap Republik Islam dan menyatakan bahwa jika Israel membuat kekeliruan dengan meluncurkan serangan, maka ini akan menjadi akhir hayat rezim Zionis.(IRIB Indonesia/MZ)
         
          




      • Ali Al Asytar
        http://indonesian.irib.ir/suara/-/asset_publisher/f4kY/content/file-suara-doa-bersama-untuk-korban-sampang-orasi-agus-abu-bakar-al-habsyi Related News File
        Message 3 of 13 , Sep 2, 2012
        • 0 Attachment
        • Jasuli Ahmad
          Menuju memecahkan monopoli kekuasaan Barat Sun Sep 2, 2012 18:34 GMT http://www.presstv.com/detail/259325.html Dengan Salami Ismail Sudah saatnya AS berhenti
          Message 4 of 13 , Sep 3, 2012
          • 0 Attachment
            Menuju memecahkan monopoli kekuasaan Barat
            Sun Sep 2, 2012 18:34 GMT


            Dengan Salami Ismail

            Sudah saatnya AS berhenti bermain guru, dan berpikir dan membuat keputusan untuk negara-negara lain. Sebagai langkah pertama, NAM negara anggota harus melakukan upaya untuk membebaskan Dewan Keamanan PBB dari perusahaan penangkaran budak ke Amerika Serikat dan sekutunya. "
            Meskipun kurangnya perhatian yang disengaja Barat ke dan mengabaikan yang disengaja untuk KTT Gerakan Non-Blok di Teheran, tidak ada menyangkal fakta bahwa KTT telah disebabkan kecewa ekstrim di Washington dan Israel dan bahwa dialog antar peradaban dalam mencapai perdamaian global masih kelayakan kuat.


            Hanya sehari sebelum peresmian KTT GNB, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan sinisme yang khas dan membanting kehadiran high-profile perwakilan dari lebih dari 120 negara di pertemuan puncak itu, dan mengatakan itu adalah "noda pada kemanusiaan." Penyebab kemarahan putus asa Netanyahu adalah namun cukup jelas.

            KTT GNB ke-16 yang resmi terbungkus di Teheran pada Jumat menyimpulkan resolusi, termasuk lebih dari 700 klausa. Penyelesaian akhir yang dibacakan oleh Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyatakan dukungan untuk program energi nuklir Iran, menolak sanksi sepihak AS terhadap Republik Islam, dan menyerukan upaya yang lebih besar untuk juara penyebab Palestina dan menghentikan diskriminasi ras di seluruh dunia.

            KTT GNB ditujukan sejumlah isu berduri yang Barat salah mengartikan seperti program energi nuklir Iran atau meremehkan seperti masalah Palestina dan AS tidak sah pesawat tak berawak serangan yang sejauh ini merenggut nyawa banyak warga sipil di Pakistan, Afghanistan, Somalia dan Yaman .

            Sebagai kesempatan bagi para peserta untuk menyuarakan keluhan mereka yang telah mencengkeram negara-negara mereka dengan leher, Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar menyatakan keprihatinan negaranya atas serangan pesawat tak berawak ilegal di Pakistan dan mendesak Washington untuk segera mengakhiri mesin pembunuh mereka di Pakistan.

            "Kau melihat posisi Pakistan jelas hari ini dan telah jelas di masa lalu. Posisi kami adalah bahwa ini adalah sesuatu yang kontra-produktif. Merupakan pelanggaran hukum. Ini adalah ilegal, dan karena itu mereka harus berhenti. Inilah parlemen Pakistan telah jelas mengatakan, "Rabbani Khar mengatakan pada hari Rabu.

            Namun, pusat puncak adalah pidato bernas disampaikan oleh Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam di mana ia jelas menegaskan kembali sikap resmi Republik Islam pada beberapa isu utama termasuk senjata nuklir dan menjelaskan bahwa Iran tidak pernah berusaha untuk memproduksi senjata nuklir, tidak akan menginjak-injak seperti jalan menghebohkan dan bahwa pengejaran tersebut, penggunaan dan produksi senjata tersebut merupakan dosa yang tidak terampuni. Analisis mendalam dari kebijakan paradoks Washington layak perhatian. Menunjuk ke "ironi pahit zaman kita", Ayatollah Khamenei diperkuat fakta bahwa pemerintah AS "memiliki stok terbesar dan paling mematikan dari senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya dan satu-satunya negara bersalah karena penggunaannya, saat ini ingin melakukan bendera oposisi terhadap proliferasi nuklir "dan bahwa rezim yang sama telah mempersenjatai rezim Zionis dengan merebut senjata nuklir dan menciptakan ancaman besar bagi daerah ini sensitif."

            Bahkan, Washington dan Tel Aviv sedang bermain di tangan iblis dalam upaya mereka untuk membagi bangsa dan menjajah negara mereka dengan menciptakan 'musuh global' dan kejam memobilisasi orang lain terhadap mereka.

            Dalam hal ini, KTT GNB dapat memainkan peran penting dalam pengalihan peran destruktif pemerintah AS dan kekuatan intimidasi lainnya dalam mendorong maju dengan agenda globalis mereka untuk peran konstruktif di bawah naungan anggota GNB. Dalam melawan efek dari pertemuan puncak penting substansial seperti, media barat pingsan pada kebenaran dan menahan diri dari pelaporan fakta-fakta yang dalam satu atau lain cara menunjukkan agenda tersembunyi mereka. The pemadaman media Barat mengenai KTT di Teheran baik sama saja dengan pemadaman kebenaran dan iman, tanda mengerikan yang dengan jelas menunjukkan mengapa upaya global dalam mencapai perdamaian dan harmoni yang akhirnya didorong ke dalam jurang kegagalan. Dalam rangka untuk menghancurkan cengkraman media mafia, kepala Republik Islam Iran Broadcasting (IRIB) Ezzatollah Zarghami telah menyarankan Gerakan Non-Blok mendirikan sebuah blok media alternatif. Inisiatif tersebut memang terpuji dan harus dianggap sebagai cara efektif untuk mengimbangi bias media yang buta.

            Dengan keyakinan penuh, satu sedih dapat mengatakan bahwa ada sabotase tangan di tempat kerja untuk menggagalkan upaya dalam memperjuangkan perdamaian global dalam terang kepemimpinan bersatu. Apa yang sebenarnya harus atas KTT GNB di masa depan adalah untuk merumuskan suatu pendekatan yang efektif dalam mengatasi krisis global dan berjuang untuk mencapai sebuah konsensus internasional untuk mengurangi pengaruh politik Washington dan self-acclaimed kepemimpinan diktator. Sudah saatnya AS berhenti bermain guru, dan berpikir dan membuat keputusan untuk negara-negara lain. Sebagai langkah pertama, NAM negara anggota harus melakukan upaya untuk membebaskan Dewan Keamanan PBB dari perusahaan penangkaran budak ke Amerika Serikat dan sekutunya.

            Sebuah tatanan dunia baru mulai terbentuk. Dalam tatanan dunia baru, imperialisme mulai menghilang dan gagasan pemasangan ekspedisi militer di bawah bendera memerangi terorisme atau mendikte demokrasi Barat segera menguap. Ide ini mungkin jauh dari kenyataan tapi itu bukanlah sebuah kemustahilan. Hal ini dapat berubah menjadi berkat nyata terhadap kekuatan mengeluarkan dari upaya kolektif dari semua bangsa. Ini adalah apa pimpinan Barat paling takuti dan apa yang paling dibutuhkan dunia: a bangsa bersatu akan terbang dalam menghadapi hak yang salah dan kedua.

            IS / JR

            AKA Salami Ali, Dr Salami Ismail adalah seorang penulis internasional diterbitkan beberapa buku dan ratusan artikel, Shakespeare, Iranologist dan leksikografer. Tulisan-tulisannya telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Seorang Teheran Times, mantan editor-in-chief, Salami memegang gelar PhD dalam Shakespeare Studi dan merupakan penulis Hak Asasi Manusia dalam Islam dan Iran, Cradle of Civilization. Salami Dr meneliti perkembangan sejarah yang berdampak nasional hubungan saat ini, dan cara orang Barat melihat Iran. Lebih TV artikel Pers oleh Salami Ismail


            http://indonesian.irib.ir/hidden-2/-/asset_publisher/q9vX/content/statemen-cerdik-pemimpin-revolusi-islam-iran-soal-suriah?redirect=http%3A%2F%2Findonesian.irib.ir%2Fhidden-2%3Fp_p_id%3D101_INSTANCE_q9vX%26p_p_lifecycle%3D0%26p_p_state%3Dnormal%26p_p_mode%3Dview%26p_p_col_id%3Dcolumn-2%26p_p_col_count%3D1


          • Ali Al Asytar
            Iran: Kami Bisa Memproduksi Sistem yang Lebih Unggul dari S-300 Senin, 2012 September 03 16:18     Panglima Pangkalan Pertahanan Udara Khatamul Anbiya,
            Message 5 of 13 , Sep 3, 2012
            • 0 Attachment

              Iran: Kami Bisa Memproduksi Sistem yang Lebih Unggul dari S-300

               
              Panglima Pangkalan Pertahanan Udara Khatamul Anbiya, Brigjen Farzad Esmaili menyatakan, "Kami akan memproduksi sebuah sistem yang memiliki kemampuan lebih banyak dibandingkan sistem anti-rudal S-300."
               
              Hal itu dikemukakan Brigjen Esmaili hari ini (Senin, 3/9) dalam wawancaranya dengan para wartawan. Dikatakannya, "Tahun lalu kami berada di satu tahap produksinya, akan tetapi tahun ini kami berada di tingkat yang sudah memasuki tahap deteksi ancaman, produksi seluruh komponennya dengan bantuan sektor industri dan universitas, serta telah memasuki tahap perampungan."
               
              Ditambahkannya bahwa sistem tersebut lebih maju dibanding sistem S-300 produksi Rusia. "Kami tidak menemukan masalah dalam sistem radar, identifikasi dan penguncian, yang semuanya telah dirampungkan."
               
              Menurutnya, produksi sistem anti-rudal tersebut melalui proses yang sangat rumit dan proses identifikasi dan penghancuran target memerlukan kesabaran, ketelitian, dan keahlian tinggi. 
               
              Menyinggung penolakan Rusia menyerahkan sistem anti-rudal S-300 kepada Iran, Esmaili mengatakan, "Sejak saat itu pula, kami memulai produksi sistem anti-rudal yang menyerupai S-300." (IRIB Indonesia/MZ)
            • Ali Al Asytar
              Bush, Blair must stand trial for war crimes: Tutu South African Nobel Laureate, Archbishop Desmond Tutu (file photo) Sun Sep 2, 2012 2:13PM GMT 685 54  The
              Message 6 of 13 , Sep 3, 2012
              • 0 Attachment

                Bush, Blair must stand trial for war crimes: Tutu
                South African Nobel Laureate, Archbishop Desmond Tutu (file photo)
                South African Nobel Laureate, Archbishop Desmond Tutu (file photo)
                Sun Sep 2, 2012 2:13PM GMT
                685
                 
                54
                 
                The immorality of the United States and Great Britain's decision to invade Iraq in 2003, premised on the lie that Iraq possessed weapons of mass destruction, has destabilized and polarized the world to a greater extent than any other conflict in history.”
                South African Nobel Laureate, Archbishop Desmond Tutu
                South African Nobel Laureate Desmond Tutu has called for the trial of former US President George W. Bush and former British Prime Minister Tony Blair for their role in the Iraq war.


                “The immorality of the United States and Great Britain's decision to invade Iraq in 2003, premised on the lie that Iraq possessed weapons of mass destruction, has destabilized and polarized the world to a greater extent than any other conflict in history,” Archbishop Desmond Tutu wrote in an article in The Observer on Sunday.

                The Nobel Peace Prize winner called for the trial of the pair at the International Criminal Court (ICC) in The Hague.

                Tutu added that, instead of recognizing the sophistications and issues of the world, “the then-leaders of the US and UK fabricated the grounds to behave like playground bullies and drive us further apart.”

                He further argued that, the suffering and loss of the victims of the war were beyond the killing fields, “in the hardened hearts and minds of members of the human family across the world.”

                Tony Blair, however, responded to Tutu in a statement saying that “this is the same argument we have had many times with nothing new to say.”

                This comes after Tutu boycotted the one-day Discovery Invest Leadership Summit in Johannesburg on Tuesday, saying it would be “inappropriate” for him to share a platform with Blair, because of his “morally indefensible” support for the US-led war in Iraq.

                Tutu has been a prominent peace icon in South Africa, and he won the Noble Peace Prize in 1984 following his campaign against apartheid.

                TNP/JR/AZ
              • Ali Al Asytar
                KTT GNB di Tehran; Menengok Peran Iran di GNB Selasa, 2012 September 04 11:04     Republik Islam Iran dewasa ini menjadi pelopor kebangkitan, persatuan dan
                Message 7 of 13 , Sep 4, 2012
                • 0 Attachment

                  KTT GNB di Tehran; Menengok Peran Iran di GNB

                   
                  Republik Islam Iran dewasa ini menjadi pelopor kebangkitan, persatuan dan kehormatan bangsa dunia. Bangsa-bangsa dunia yang menuntut independensi dan keadilan di benua Asia serta Afrika secara sadar mulai memusatkan perhatiannya ke Iran. Bangsa-bangsa ini menyadari bahwa Revolusi Islam menjadi inspirasi bagi kebangkitan lain di dunia untuk mendobrak ketidakadilan yang tengah berlangsung. Sementara itu, dari segi transformasi internasional, ideologi Republik Islam Iran di kancah internasional dapat menjadi teladan bagi bagi Gerakan Non Blok (GNB) untuk berkiprah dan menjadi kekuatan dunia.
                   
                  Tak diragukan lagi bahwa mengingat besarnya anggota yang dimiliki GNB dan mencakup dua pertiga negara dunia, organisasi ini sangat layak untuk menjadi kekuatan internasional dengan prinsip-prinsip dasar tidak berpihak (netral). Di sisi lain, Republik Islam Iran bertekad mengupayakan GNB menjadi kekuatan dunia yang memainkan peran signifikan. Iran sendiri yang dibentuk berdasarkan doktrin pendiri Republik Islam, Imam Khomeini "tidak Timur dan tidak Barat" sebenarnya sangat dekat dengan ideologi GNB.
                   
                  Republik Islam Iran pada tahun 1979 setelah kemenangan Revolusi Islam dan di KTT GNB ke 6 di Havana secara resmi menjadi anggota organisasi ini. Iran yang bergabung dengan Pakta Militer Baghdad, tidak dapat menghadiri KTT GNB pertama di Belgrad pada tahun 1961. Sejak saat itu keanggotaan Iran di GNB tidak pernah disinggung. Tahun 1979 setelah kemenangan Revolusi Islam, tumbangnya rezim Shah Palevi, bubarnya Pakta Cento dan menyusul kebijakan baru luar negeri Iran, keanggotaan Tehran di GNB mulai dibahas secara serius. Isidoro Malmierca Peoli, Menteri Luar Negeri Kuba waktu itu menyatakan bahwa setelah menyaksikan kebijakan baru luar negeri Iran, negara ini diterima secara resmi menjadi anggota GNB.
                   
                  Partisipasi Iran di organisasi ini senantiasa aktif. Upaya-upaya Iran selama menjadi anggota GNB adalah melontarkan isu Palestina, menentang kekerasan antar-mazhab dan rasisme, meminta dibukanya pasar negara-negara utara bagi ekspor negara-negara selatan. Sebaliknya GNB sangat aktif membela hak legal nuklir sipil Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Di sidang Dewan Gubernur IAEA yang membahas aktivitas nuklir Iran, GNB dalam sikapnya berulang kali meminta Dewan ini untuk menjahui pemanfaatan represi. GNB juga meminta IAEA teliti dalam mengkaji kondisi senjata seluruh negara anggota.
                   
                  Secara global dapat dikatakan keanggotaan Iran di GNB mampu membuat organisasi ini semakin mengarah ke peran internasional, khususnya Iran bersama Kuba, Malaysia dan Afrika Selatan menempati urutan keempat negara-negara pelopor kebijakan netral. Sejak bergabung dengan GNB, Iran senantiasa menekankan direalisasikannya misi organisasi.
                   
                  Sikap serius Iran tercermin dalam setiap statemen dan pidato pejabat resmi negara ini di setiap KTT GNB. Para petinggi Iran menyeru ditingkatkannya peran GNB di kancah internasional guna merealisasikan kesetaraan hukum di tingkat internasional. Dengan dasar ini Iran meyakini perlu diadakan reformasi di prinsip-prinsip dasar GNB guna menyempurnakan filsafat eksistensi organisasi ini, khususnya mengingat tuntutan dan transformasi dunia modern. Iran mengharapkan GNB bergerak ke arah positif, menggapai peran internasional serta memimpin dunia.
                   
                  Iran juga memiliki keinginan, di masa mendatang GNB akan semakin kuat dengan menggalang kerjasama budaya dan politik sesama anggota, mengaktifkan perangkat organisasi, menseriusi kapasitas besar politik dan meninjau ulang tujuan serta struktur Dewan Keamanan PBB serta mengupayakan keanggotaan tetap di Dewan Keamanan berdasarkan asas keadilan.
                   
                  Para pengamat menilai keharusan independensi politik mewajibkan negara-negara anggota GNB untuk menjahui kekuatan arogan dunia. Dan sebaliknya GNB harus aktif berpartisipasi dalam membentuk struktur dan sistem baru sehingga proses satu kutub kekuatan besar dunia di kancah internasional dapat dibendung atau setidaknya dikurangi.
                   
                  Usulan Ayatullah Shahroudi, mantan Ketua Mahkamah Agung Iran untuk menciptakan rancangan bagi pembentukan struktur hukum dan peradilan oleh GNB dapat berpengaruh langsung bagi nasib dan masa depan organisasi ini. Oleh karena itu, untuk menyimak peran dan posisi GNB terlebih dahulu harus dibahas kemampuan dan kapasitas politik, ekonomi dan budaya serta identitas negara-negara anggota sehingga akan berpengaruh pada kemajuan tujuan kolektif GNB dan gerakan organisasi ini di bidang perdamaian dan keamanan, independensi serta terbebas dari pengaruh kekuatan besar dunia.
                   
                  Menurut para pengamat, Iran sebagai pemain aktif dan penting internasional di GNB dapat memainkan peran dan memberikan pengaruh bagi terealisasinya ide-ide penggerak ke arah kemajuan di organisasi ini. Iran telah melakukan berbagai langkah penting untuk merealisasikan perubahan hubungan ekonomi dan politik internasional. Upaya Iran ini sangat sesuai dengan tujuan dan misi negara-negara anggota Gerakan Non Blok.
                   
                  Republik Islam Iran sejak menjadi anggota GNB hingga kini senantiasa berupaya merealisasikan misi organisasi ini dan memainkan peran penting dalam memajukan misi dan cita-cita GNB dalam menolak pengaruh kekuatan besar dunia serta memerangi ketidakadilan di sistem internasional. Pengalaman gemilang Iran sebagai salah satu anggota GNB dalam menentang pengaruh kekuatan imperialis dunia membuat para anggota sepakat menunjuk Iran sebagai ketua periodik GNB selanjutnya setelah Mesir.
                   
                  Kepemimpinan Iran di GNB untuk tiga tahun mendatang akan diserahkan Mesir di KTT GNB ke 16 di Tehran. Terdapat harapan bahwa dengan kepemimpinan Iran, GNB akan semakin aktif dan dapat memainkan peran lebih besar di tingkat internasional. Salah satu kebijakan luar negeri Iran adalah memperluas hubungan dengan negara-negara independen. Oleh karena itu, Iran sebagai ketua periodik baru GNB dan organisasi terbesar kedua dunia setelah PBB dapat memainkan peran signifikan dalam memimpin organiasasi ini. Sekali lagi KTT GNB ke 16 di Tehran merupakan kesempatan emas untuk merealisasikan misi dan cita-cita Gerakan Non Blok.
                   
                  Dapat disimpulkan bahwa dewasa ini setelah beberapa dekade dari pembentukan Gerakan Non Blok dan terealisasinya kerjasama serta partisipasi negara-negara anggota di berbagai bidang politik, ekonomi dan budaya mulai terasa kebutuhan bahwa GNB harus meningkatkan perannya di kancah internasional untuk mencegah petualangan dan arogansi kekuatan arogan dunia sehingga organisasi ini dapat tampil lebih memuaskan di transformasi dunia.
                   
                  Sementara itu, kehadiran pemimpin dan perwakilan lebih dari 120 negara dunia beserta negara pengamat, tamu dan organisasi internasional di KTT GNB Tehran dapat menjadi titik tolak untuk membuat Barat dan sekutu kawasannya semakin pasif serta menjadi simbol kemajuan kekuatan regional dan internasional Iran di hubungan internasional.
                   
                  Kehadiran para pemimpin dunia dan perwakilan organisasi internasional di Tehran dari sisi ekonomi juga patut untuk diperhatikan. Hal ini dapat menjadi jembatan baru bagi Iran untuk meruntuhkan sanksi ekonomi serta menggagalkan Barat mencapai ambisinya. Iran dapat memanfaatkan momen ini dengan melakukan berbagai lobi ekonomi serta meningkatkan volume hubungannya khususnya dengan negara-negara yang baru mengalami perubahan dengan menjalin berbagai kontrak. Dengan demikian diharapkan Iran akan mencapai puncak ekonomi dan kemajuan. (IRIB Indonesia)

                  Tags:

                  Related News

                  Suriah dan Kebohongan Media Mainstream



                  From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@...>
                  To: "PPDi@yahoogroups.com" <PPDi@yahoogroups.com>; "Lantak@yahoogroups.com" <Lantak@yahoogroups.com>; "ambon@yahoogroups.com" <ambon@yahoogroups.com>; "sueue@yahoogroups.com" <sueue@yahoogroups.com>; "politikmahasiswa@yahoogroups.com" <politikmahasiswa@yahoogroups.com>
                  Sent: Monday, September 3, 2012 6:14 PM
                  Subject: Iran: Kami Bisa Memproduksi Sistem yang Lebih Unggul dari S-300


                  Iran: Kami Bisa Memproduksi Sistem yang Lebih Unggul dari S-300

                   
                  Panglima Pangkalan Pertahanan Udara Khatamul Anbiya, Brigjen Farzad Esmaili menyatakan, "Kami akan memproduksi sebuah sistem yang memiliki kemampuan lebih banyak dibandingkan sistem anti-rudal S-300."
                   
                  Hal itu dikemukakan Brigjen Esmaili hari ini (Senin, 3/9) dalam wawancaranya dengan para wartawan. Dikatakannya, "Tahun lalu kami berada di satu tahap produksinya, akan tetapi tahun ini kami berada di tingkat yang sudah memasuki tahap deteksi ancaman, produksi seluruh komponennya dengan bantuan sektor industri dan universitas, serta telah memasuki tahap perampungan."
                   
                  Ditambahkannya bahwa sistem tersebut lebih maju dibanding sistem S-300 produksi Rusia. "Kami tidak menemukan masalah dalam sistem radar, identifikasi dan penguncian, yang semuanya telah dirampungkan."
                   
                  Menurutnya, produksi sistem anti-rudal tersebut melalui proses yang sangat rumit dan proses identifikasi dan penghancuran target memerlukan kesabaran, ketelitian, dan keahlian tinggi. 
                   
                  Menyinggung penolakan Rusia menyerahkan sistem anti-rudal S-300 kepada Iran, Esmaili mengatakan, "Sejak saat itu pula, kami memulai produksi sistem anti-rudal yang menyerupai S-300." (IRIB Indonesia/MZ)


                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.