Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

KAGEMPAR : LAPORAN PERISTIWA DI ACHEH BARAT DAN SELATAN, FEB 2002

Expand Messages
  • Reyza Zain
    Date:Thu, 28 Feb 2002 23:51:50 -0800 (PST)From: musli adi
    Message 1 of 1 , Mar 1, 2002
    • 0 Attachment

      Date:Thu, 28 Feb 2002 23:51:50 -0800 (PST)
      From:Send an Instant Message "musli adi" <musli_adi@...

      LAPORAN BERBAGAI PERISTIWA KEKERASAN DALAM WILAYAH ACEH BARAT DAN ACEH SELATAN SELAMA PERIODE FEBRUARI 2002

      Unconverted Image
      1. Metode Investigasi
       

        Dalam memperoleh data dari lapangan, KAGEMPAR telah membentuk jaringan-jaringan yang ada di berbagai kecamatan dan direkrut dari pemuda setempat untuk melakukan pemantauan secara terselubung terhadap berbagai macam pelangaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamanan yang bertugas dalam Kabupaten Aceh barat dan Aceh selatan. 

      1. Laporan Per hari
       

        1. Februari 2002
       

        Aparat TNI BKO Kuala Batee Aceh Selatan memaksa seluruh masyarakat untuk menaikkan bendera merah putih disetiap rumah dan toko mulai tanggal 2 Februari sampai seterusnya tanpa batas waktu yang jelas. Aparat mengancam bagi yang tidak mengindahkan seruan tersebut rumah dan toko masyarakat akan dibakar.

      1. Februari 2002
       

        Hari minggu siang saat korban sedang membuka praktek pengobatan pada hari peukan Desa Pasie Mali, Kecamatan Woyla � Aceh Barat tiba � tiba datang dua orang tak dikenal melepaskan tembakan kearah korban yang mengenai bagian dada, perut, serta lengan kiri hingga menyebabkan korban jatuh dan meninggal ditempat, setelah melepaskan tembakan pelaku langsung melarikan diri. Adapun indentitas kedua korban adalah sebagai berikut : 

        Nama  : Jamaluddin

        Umur  : 43 tahun

        Pekerjaan  : Mantri Keliling

        Alamat  : Desa Suak Geudeubang, Kecamatan Sama Tiga � Aceh Barat. 

      1. Februari 2002
       

        1. Desa Alue Siron, Desa Paya Mantok, Desa Cot Mu merupakan tiga desa yang terletak dalam Kecamatan Kuala � Aceh Barat yang berjarak 25 KM dari Meulaboh ibu kota Aceh Barat. Aktvitas sehari � hari masyarakat tiga daerah tersebut pada umumnya adalah sebagai petani sawah dengan kondisi alam penuh semak � semak dan hutan belantara.
       

          Pada tanggal 1 Februari 2002 sekitar pukul 09.00 wib Aparat TNI BKO LINUD 700/Hasanuddin dengan menggunakan lima Truk Reo dan satu Panser bergerak dari kota Meulaboh dan juga diperkuat oleh pasukan � pasukan dari pos lainnya disekitar lokasi. Sekitar 3 KM hampir mendekati lokasi kejadian, Aparat tersebut dihadang oleh Pasukan GAM dengan menggunakan berbagai jenis senjata serta memutuskan hubungan transportasi dengan cara menebang pohon kayu. Setelah kontak senjata tersebut berakhir dan pasukan GAM kabur, Aparat terpaksa meninggalkan Truk di lokasi kontak senjata tersebut dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki serta melakukan penyisiran selama 3 hari berturur � turut mulai tanggal 1 � 3 pebruari 2002. 

          Setelah informasi kehadiran Aparat tersebut diketahui oleh masyarakat setempat karena takut maka para kaum laki � laki dan perempuan melarikan diri kehutan � hutan. Saat berada di hutan mereka berpapasan dengan aparat tersebut. Mereka lalu di tangkap serta di bantai satu persatu. Eksekusi ini dilakukan pada hari terakhir yaitu tanggal 3 pebruari 2002. 

          Adapun nama � nama korban adalah sebagai berikut :

          A. Wanita.  

          1. Nama : Nur Aini

          Umur : 30 tahun

          Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

          Alamat : Desa Alue Siron, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

          2. Nama : Era

          Umur : 3 tahun

          Pekerjaan : -

          Alamat : Desa Alue Siron, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

          3. Nama : Nyak Bon

          Umur : 26 tahun

          Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

          Alamat : Desa Paya Mantok, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

          4. Nama : Miming

          Umur : 35 tahun

          Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

          Alamat : Desa Alue Siron, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

          B. Pria. 

          5. Nama : Tahir

          Umur : 20 tahun

          Pekerjaan : Tani

          Alamat : Desa Alue Siron, Kecamatan Kuala � Aceh Barat.

          6. Nama : Adi

          Umur : 24 tahun

          Pekerjaan : Tani

          Alamat : Desa Cot Mu, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

          7. Nama : Usman

          Umur : 30 tahun

          Pekerjaan : Tani

          Alamat : Desa Paya Mantok, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

          8. Nama : Ibnu Hasan

          Umur : 25 tahun

          Pekerjaan : Tani

          Alamat : Desa Paya Mantok, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

          9. Nama : Mahyar

          Umur : 40 tahun

          Pekerjaan : Tani

          Alamat : Desa Cot Mu, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

          10.Nama : Polem

          Umur : 35 tahun

          Pekerjaan : Tani

          Alamat : Desa Alue Siron, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

        1. Aparat TNI BKO di Desa Sungai Alur Pinang Aceh Selatan memaksa masyarakat untuk memberikan kendaran roda dua milik masyarakat keposko mereka untuk pelaksanaan operasi secara bergiliran. Bila tidak diberikan akan didenda sebesar Rp. 50.000.
       

        1. Aparat TNI LINUD 700/Hasanuddin BKO Pulo Ie Aceh Barat menangkap seorang masyarakat sipil dengan alasan di curigai sebagai anggota GAM dan dibawa keposko mereka. Hingga kini belum diketahui nasib korban. Adapun indentitas korban adalah sebagai berikut :
       

          Nama  : Ansari

          Umur : 33 tahun

          Pekerjaan  : Tani

          Alamat : Desa Blang Teungoh, Kecamatan Kuala � Aceh Barat. 

           

           

           

           

      1. Februari 2002
       

        Sekitar pukul 10.00 wib masyarakat Desa Suak Bidok Kecamatan sama Tiga menemukan dua sosok mayat tak dikenal didalam parit jalan Meulaboh � Banda Aceh. Setelah dievakuasi dan dijenguk oleh keluarganya baru diketahui bahwa korban adalah warga desa Padang Kecamatan Setia Bhakti yang tangkap oleh aparat pada tanggal 15 Januari 2002 yang lalu. Korban pada saat ditangkap sedang menjaga padi di sawah , sekitar jam 22 wib korban dijemput oleh pasukan TNI dari kesatuan Linud 700 yang di BKO kan pada pos Koramil Lageun. Menurut informasi dari keluarga korban mereka adalah sebagai simpatisan GAM yang telah menyatakan ikrar penyerahan diri. Indentitas kedua korban adalah sebagai berikut: 

        1. Nama  : Syamsuddin

        Umur  : 30 tahun

        Pekerjaan  : Tani

        Alamat  : Desa Padang, Kecamatan Setia Bhakti - Aceh Barat.

        Kondsi mayat hidung dipotong serta kepala dibakar. 

        2. Nama  : Sangkut

        Umur  : 35 tahun

        Pekerjaan  : Tani

        Alamat  : Desa Padang, Kecamatan Setia Bhakti - Aceh Barat.

        Kondisi mayat tanggan kiri dipotong hampir putus.  

      1. Januari 2002
       

        Sekitar pukul 10.00 wib, aparat TNI ( tidak diketahui kesatauannya) mendatangi PT. PIR Peulanteu Aceh Barat mencari pimpinan proyek PT PIR tersebut dengan tujuan meminta uang sebesar RP.50.000.000 sebagai uang keamanan. Pada saat itu pimpinan proyek tidak berada ditempat lalu mereka meminta uang kepada kelima korban. karena tidak mampu menyediakan sejumlah uang yang diminta, maka aparat tersebut menangkap dan membawa korban, menurut saksi mata semua korban yang ditangkap tersebut dibawa ke arah meulaboh.pada pagi hari tanggal 8 pebruari masyarakat dikawasan rantou peribu melihat ada mayat yang dicampakkan kepingir jalan Banda Aceh Meulaboh dan mereka segera melaporkan kepada PMI cabang Meulaboh dan setelah dievakuasi ternyata semua korban adalah yang ditangkap pada perkebunan PT.PIR tersebut Adapun indentitas kelima korban tersebut adalah sebagai berikut :  

        1. Nama  : Basir

        Umur  : 35 tahun

        Pekerjaan  : Sopir truk PT. PIR Peulanteu.

        Alamat  : Desa Seuneubok Teungoh, Kecamatan arongan - Aceh Barat.

        2. Nama  : Ahmad

        Umur  : 32 tahun

        Pekerjaan  : Kernet truk PT. PIR Peulanteu.

        Alamat  : Desa Simpang Lambalek, Kecamatan arongan - Aceh Barat. 

        3. Nama  : Affifuddin alias tito

        Umur  : 37 tahun

        Pekerjaan  : Buruh perusahaan tersebut

        Alamat  : Desa Lambalek, Kecamatan arongan � Aceh Barat. 

        4. Nama  : Rahmad

      Umur  : 36 tahun

        Pekerjaan  : Buruh Perusahaan tersebut

        Alamat  : Desa Kep. Lambalek, Kecamatan arongan � Aceh Barat. 

        5. Nama  : M.Nasir

        Umur  : 33 tahun

        Pekerjaan  : tani

        Alamat  : Desa Alue bagok, Kecamatan Arongan � Aceh Barat. 

        Kondisi mayat korban rata-rata diseluruh tubuhnya mengalami luka tembak dan bekas penyiksaan yang sangat berat 

      1. Februari 2002
       

          I. Sejak beberapa hari terakhir aparat sedang gencar � gencarnya melakukan operasi pada malam hari didesa � desa dalam beberapa kecamatan diAceh Selatan, diantaranya adalah sebagai sebagai berikut : 

        1. Desa Blang Dalam, Kecamatan Susoh � Aceh Selatan.
        2. Desa Kampung Rawa, Kecamatan Susoh � Aceh Selatan.
        3. Desa Drien, Kecamatan Susoh � Aceh Selatan.
        4. Desa Padang Panyang, Kecamatan Susoh � Aceh Selatan.
        5. Desa Kota Tinggi, Kecamatan Blang Pidie � Aceh Selatan.
        6. Desa Panton, Kecamatan Blang Pidie � Aceh Selatan.
        7. Desa Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee � Aceh Selatan.
       

          Didesa Kota Tinggi dan Desa Panton aparat melakukan penggerebekan terhadap rumah � rumah masyarakat serta merampas harta benda masyarakat setempat. Didesa Krueng Batee, aparat TNI / POLRI merayap dibeberapa ruas jalan setapak sekitar desa tersebut. Ketika melakukan operasi aparat tersebut tidak mengenakan uniform, tapi memakai sandal jepit dan kain sarung serta menyembunyikan senjata. Tujuannnya supaya aparat yang melakukan operasi dan tindakan lainnya dianggap sebagai anggota GAM.

          Selain itu aparat yang berpos diKuala Batee mengancam apara pengusaha kilang padi di sekitar Desa Krueng Batee agar tidak memberi sumbangan kepada GAM, apabila kedapatan, semua kilang padi yang ada akan dibakar. 

          II. Sekitar pukul 11.00 wib pasukan gabungan TNI BKO KORAMIL Teunom dan KOPASSUS menangkap seorang warga masyarakat sipil yang sedang berbelanja di pasar Teunom. Aparat tersebut menangkap korban tanpa alasan yang jelas. Selain menangkap aparat jug merampas sepeda motor milik korban. Adapun indentitas korban adalah sebagai berikut : 

          Nama  : Asnawi bin Yakob

          Umur  : 45 tahun

          Pekerjaan  : tani

          Alamat  : Desa Krueng Beukah Kecamatan Teunom � Aceh Barat. 

          Hingga saat ini belum diketahui keberadaan dan nasib korban. 

      1. Februari 2002
       

          I. Sepanjang hari mulai pukul 07.00 wib � 18.00 wib aparat melakukan penyisiran dibeberapa desa dalam Kecamatan Kluet Selatan dengan alasan mencari markas GAM, diantaranya : 

        1. Desa Pasi Limbang, Kecamatan Kluet Selatan � Aceh Selatan.
        2. Desa Ujung Padang, Kecamatan Kluet Selatan � Aceh Selatan.
        3. Desa Indra Damai, Kecamatan Kluet Selatan � Aceh Selatan.
        4. Desa Kubang Gajah, Kecamatan Kluet Selatan � Aceh Selatan.
        5. Desa Suak Panyang, Kecamatan Kluet Selatan � Aceh Selatan.
        6. Desa Paya Laba, Kecamatan Kluet Selatan � Aceh Selatan.

          Dalam melakukan melakukan penyisiran, aparat menggeledah rumah masyarakat dan sejumlah barang � barang berharga masyarakat turut dirampas bahkan ada yang dibakar. 

          II. Sekitar pukul 08.00 Wib Aparat gabungan dari kesatuan TNI/POLRI yang berposko di Makoramil dan Mapolsek Teunom melakukan penyisiran ke Desa Seunebok Padang Kecamatan Teunom - Aceh Barat. Aparat menuduh beberapa warga desa setempat mempunyai hubungan keluarga dengan GAM. Kemudian aparat gabungan tersebut menangkap dua warga masyarakat desa setempat.  

           

           

           

           

          Adapun indentitas kedua korban adalah sebagai berikut :  

          1. Nama  : Darwis

          Umur  : 60 Tahun

          Pekerjaan : Guru Ngaji

          Alamat  : Desa Seunebok Padang, Kecamatan Teunom � Aceh Barat. 

          2. Nama  : Muhammad Kasem

          Umur  : 65 Tahun

          Pekerjaan : Tokoh Masyarakat

          Alamat  : Desa Seunebok Padang, Kecamatan Teunom � Aceh Barat.  

          Sampai dengan saat ini belumdiketahui keberadaan dan nasib kedua korban. Selain itu, Aparat juga membakar rumah dan mengambil barang-barang berupa; perhiasan (emas), Uang, Minyak Nilam, dan binatang ternak (ayam & bebek) milik korban.  

          Hal serupa (perampasan dan pembakaran) juga dialami oleh beberapa masyarakat desa setempat, diantaranya : 

          1. Nama  : Ny. Hindon

          Umur  : 58 Tahun

          Pekerjaan : Janda Pensiunan ABRI

          Alamat  : Desa Seunebok Padang, Kecamatan Teunom � Aceh Barat. 

          2. Nama  : Abdul Rani

          Umur  : 67 Tahun

          Pekerjaan : Pensiunan Veteran

          Alamat  : Desa Seunebok Padang, Kecamatan Teunom � Aceh Barat.

          3. Nama  : Muhammad Shaleh

          Umur  : 50 Tahun

          Pekerjaan : Bilal Masjid

          Alamat  : Desa Seunebok Padang, Kecamatan Teunom � Aceh Barat. 

          4. Nama  : Azhar

          Umur  : 45 Tahun

          Pekerjaan : Tokoh Masyarakat

          Alamat  : Desa Seunebok Padang, Kecamatan Teunom � Aceh Barat. 

        12. Februari 2002

        Sekitar pukul 11.30 wib masyarakat Desa Peribu, Kecamatan Arongan Lambalek menemukan dua sosok mayat yang tergeletak disisi kanan pangkal jembatan lintasan jalan Meulaboh � Banda Aceh disekitar kawasan perkebunan karet Desa Peribu, Kecamatan Arongan Lambalek � Aceh Barat. Salah satu dari mayat tersebut telah diketahui indentitasnya, Sedangkan yang satunya lagi hingga kini belum diketahui indentitasnya.  

        Adapun indentitas korban adalah sebagai berikut : 

        Nama : Mahdani

        Umur : 41 tahun

        Pekerjaan : Pegawai Dinas P dan K Calang.

        Alamat : Desa Suak Siron, Kecamatan Sama Tiga � Aceh Barat. 

        Menurut pengakuan keluarga korban yang bersangkutan berangkat dari Calang menuju ke kota meulaboh dengan tujuan untuk pengambilan Gaji dan sampai dikota meulaboh korban diculik oleh orang tak Dikenal yang mengunakan mobil kijang warna gelap mereka diduga sebagai pasukan inteligen burgap aparat keamanan yang banyak berkeliaran di kota meulaboh. 

        14. Februari 2002 

        Sekitar pukul 15.00 wib aparat TNI /POLRI yang berposko di Kecamatan Susoh � Aceh Selatan menangkap dua warga masyarakat sipil tanpa alasan yang jelas. Adapun indentitas korban adalah sebagai berikut : 

        1. Nama : Buyung

      Umur : 30 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat : Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh � Aceh Selatan. 

        2. Nama : Agus

        Umur : 32 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat : Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh � Aceh Selatan. 

        Hingga saat ini korban masih ditahan diKoramil Blang Pidie � Aceh Selatan. 

        15. Februari 2002  

          I. Sejak sepekan terakhir aparat melakukan penyisiran secara besar � besaran dikawasan kecamatan Jaya, Sampoiniet dan Setia Bakti � Aceh Barat. Diantaranya aparat menggeledah rumah � rumah masyarakat yang dituduh sebagai pendukung GAM. Seperti di desa Krueng Tunong Kecamatan Jaya, Aparat mengobrak abrik peralatan rumah tangga milik masyarakat. 

           

           

          II. Sekitar pukul 15.00 wib pasukan GAM menyerang Mapolsek Jaya dengan menggunakan berbagai jenis senjata api hingga menyebabkan tiga personil aparat tewas. Setelah kejadian tersebut aparat melakukan pengejaran terhadap pasukan GAM yang menyerang tersebut. Sesampai dikawasan Puruy, aparat menembak mati seorang masyarakat sipil. Adapun indentitas korban adalah sebagai berikut :  

          Nama  : Iswandi

          Umur  : 20 tahun

          Pekerjaan : buruh kilang kayu

          Alamat : Desa Bak Pauh, Kecamatan Jaya � Aceh Barat. 

          III. Sekitar pukul 17.20 wib aparat melakukan penyisiran didua Desa dalam Kecamatan Kluet Utara � Aceh Selatan, diantaranya :

          1. Desa Rasian, Kecamatan Kluet Utara � Aceh Selatan.

          2. Desa Lhok, Kecamatan Kluet Utara � Aceh Selatan. 

          Dalam melakukan penyisiran tersebut aparat menyiksa dua warga masyarakat sipil. Adapun indentitas kedua korban adalah sebagai berikut :  

          1. Nama  : Tgk Ahmad

          Umur  : 45 Tahun

          Pekerjaan : tani

          Alamat : Desa Rasian, Kecamatan Kluet Utara � Aceh Selatan.  

          2. Nama  : Nyak Usep

          Umur  : 65 Tahun

          Pekerjaan : tani

          Alamat : Desa Lhok, Kecamatan Kluet Utara � Aceh Selatan. 

        16. Februari 2002 

          I. Sekitar pukul 09.00 wib aparat melakukan penyisiran di beberapa desa dalam Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat, diantaranya : 

        1. Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat.
        1. Desa Heklemen, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat.

          3. Desa Balee, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

          Selain melakukan penyisiran aparat juga menakuti masyarakat dengan cara menghambur � hamburkan sekitar satu jam seolah � olah terjadi kontak senjata. 

           

           

          II. Aparat TNI/ POLRI yang BKO kan di Kecamatan Kuala Batee � Aceh selatan melakukan penggerebekan terhadap sebuah pasantren yaitu pasantren Raudhah pimpinan Abu Taha diDesa Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee � Aceh selatan. Peristiwa bermula ketika aparat memaksa masyarakat setempat dan Desa Alue Pisang untuk menaikkan bendera merah � putih. Karena tidak mematuhi perintah tersebut, aparat menggerebek pasantren dan menyebabkan satu santri luka parah akibat penganiayaan. Adapun indentitas korban adalah sebagai berikut :

          Nama  : Muhammad Iqbal

          Umur  : 19 tahun

          Pekerjaan : Santri

          Alamat  : Desa Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee � Aceh selatan. 

          III. Aparat TNI BKO Lung Gayo dan KOPASSUS BKO Teunom Aceh Barat melakukan pemerasan kepada beberapa pemilik toko diKeude Teunom. Aparat meminta uang kepada pemilik toko sebesar Rp.500.000 per satu toko. Aparat mengancam apabila tidak memberikan sejumlah yang diminta akan dibunuh dan dan juga dilarang untuk melaporkan kepada GAM,apabila tidak tidak dipatuhi maka toko milik korban akan dibakar. Adapun indentitas korban adalah sebagai berikut :   

          1. Nama  : Jamil

          Umur  : 40 Tahun

          Pekerjaan : Dagang

          Alamat : Keude Teunom, Kecamatan Teunom � Aceh Barat. 

          2. Nama  : Hasan

          Umur  : 35 Tahun

          Pekerjaan : Dagang

          Alamat : Keude Teunom, Kecamatan Teunom � Aceh Barat.

          3. Nama  : Hani Cut

          Umur  : 50 Tahun

          Pekerjaan : Dagang

          Alamat : Keude Teunom, Kecamatan Teunom � Aceh Barat. 

        17. Februari 2002 

        Aparat keamanan dari kesatuan TNI LINUD 700 yang di BKO-kan pada Pos gunung Mata Ie, Blang Sapek Pos Seunagan dan Pos Meurebo, pasukan yang berkekuatan 400 personil tersebut masuk ke desa Buloh dengan berjalan kaki dan menggunakan pola pemblokiran empat arah mata angin, Mereka mulai bergerak pada pukul 23 wib tanggal 16 februari 2002 

         

         

        Sekitar pukul 10.00 wib tanggal 17 februari Pasukan tersebut tiba ke tempat yang dituju yaitu desa Buloh Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat menuduh penduduk dalam kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan anggota GAM, dan mencaci maki dengan teriakan �anjing orang Aceh�,aparat menyuruh semua penduduk untuk keluar dari rumah mereka dan aparat langsung menyiramkan bensin yang telah dipersiapkan dalam jerigen ukuran 10 liter.Kemudian langsung menyiram ke dinding-dinding rumah penduduk dan mereka membakar sehingga membumi hanguskan 12 rumah tersebut. 

        Nama-nama korban pembakaran rumah :

        1. Nama : Zainuddin

        Umur : 35 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        2. Nama  : Mak teng

        Umur : 60 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        3. Nama  : Pak Saini

        Umur : 35 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        4. Nama  : Bukhari

        Umur : 22 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        5. Nama  : Malem

        Umur : 35 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        6. Nama  : Jaihiddin

        Umur : 40 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        7. Nama : Samsuddin

        Umur : 45 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        8. Nama  : Nazaruddin

        Umur : 30 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        9. Nama : Ridwan

        Umur : 40 tahun

        Pekerjaan  : Guru SMP Mereubo

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        10. Nama  : Pak Yusuf

        Umur  : 45 tahun

        Pekerjaan  : Guru SMP Mereubo

        Alamat : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        11. Nama : Bahrul

        Umur : 45 tahun

        Pekerjaan  : Guru SMP Mereubo

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        12. Nama  : Lautuh

        Umur : 45 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

        Setelah proses pembakaran itu berakhir seorang pemilik yang bernama Zainuddin (nomor 1) marah-marah dan mencaci maki aparat sehingga pasukan menembak korban hingga tewas. 

        Disamping itu seorang wanita dari pemilik rumah juga ditembak pada bagian punggung.

        Korban tersebut bernama Mak Saiful berumur 60 tahun.  

        Nama : Mak Siful

        Umur : 60 tahun

        Pekerjaan : -

        Alamat : Desa Buloh, Kecamatan Kaway XVI � Aceh Barat. 

         

      1. Februari 2002
       

          I. Pasukan Kopassus yang di BKO kan pada koramil Blang Pidie Aceh Selatan menangkap dua warga sipil dengan identitas masing-masing: 

           

          1. Nama  : Abas 40 tahun

          Umur  : 40 tahun

          Pekerjaan : Wiraswasta

          Alamat  : Desa Kuta tinggi Kecamatan Blang Pidie Aceh Selatan

          2. Nama  : Muksin

          Umur  : 30 tahun

          Pekerjaan : tani

          Alamat  : Desa Kuta Tinggi Kecamatan Blang Pidie Aceh Selatan 

          Kedua masyarakat sipil tersebut ditahan pada Koramil Blang Pidie, menurut informasi dari masyarakat sekitarnya bahwa pada malam penagkapan tersebut terdengan suara jeritan yang kuat diduga korban disiksa sangat berat

          II. Pasukan Linud 700 yang di Bko kan pada Kantor pertanian Puloe Ie Aceh Barat menembak mati seorang warga sipil dengan identitas sebagai berikut: 

          Nama : Raja Umar

          Umur : 40 tahun

          Pekerjaan : tani

          Alamat : Desa Simpang empat Kec Kuala Aceh Barat 

          Alasan penembakan tersebut karena sejak bulan januari korban dipaksa oleh pasukan tersebut untuk memberikan laporan tentang keberadaan dan aktivitas anggota GAM dalam kawasan tersebut. Namun sejak tugas itu diberikan korban tidak pernah membuat laporan sehingga pada tanggal 17 februari 2002 aparat tersebut menyuruh korban untuk melapor ke pos Puloe Ie tersebut . Korban datang pada tanggal 18 Februari untuk melapor namun sampai pada pos tersebut korban ditembak langsung oleh aparat tersebut tampa adanya proses pemeriksaan. Korban ditembak pada bagian dada sehingga meninggal ditempat. 

        19. February 2002 

        Pukul 09.20 wib.

        Aparat gabungan dari Brimob BKO polsek woyla dan pasukan Linud 700 yang di BKO kan pada PT. KTS Woyla ( PT. Karya tanah Subur yang bergerak dalam bidang perkebunan sawit), bergerak dengan berjalan kaki menuju ke kawasan pedalaman Kecamatan Woyla yang lebih kurang 35 km dari kota meulaboh. Operasi ke desa-desa tersebut dilakukan oleh sekitar 60 personil gabungan tersebut dengan alasan untuk mencari anggota GAM.  

      Pukul 11.0 wib.

        Aparat menembak seorang masyarakat sipil yang berada dalam kawasan tersebut. Korban pada saat kejadiaan berada dalam rumah bersama istrinya kemudiaan aparat menyuruhnya untuk keluar dan sampai di depan pintu lansung dilepaskan tembakan, alasan penembakan menurut pengakuan istrinya karena rumah yang bersangkutan dekat dengan markas GAM, padahal menurut informasi masyarakat setempat korban hanya sebagai petani sawah. Adapun identitas korban adalah sebagai berikut: 

        Nama  : Usman bin Abubakar

        Umur  : 28 tahun

        Pekerjaan : Tani

        Alamat : Desa kuala Plien Bubon, Kecamatan woyla Kabupaten Aceh Barat 

        Kondisi mayat korban luka tembak pada bagian dada dan di iris-iris denga mengunaka pisau di seluruh tubuh. 

      Pukul 12.00 wib.

        Setelah eksekusi terhadap korban pertama dilakukan kemudian aparat melanjutkan operasi, sampai di jalan Bubon-tanjung Kaway XVI aparat bertemu salah seorang masyarakat yang saat itu sedang berjalan kaki, karena ketakutan warga masyarakat tersebut mencoba bersembunyi dalam parit jalan tetapi takdir tidak bisa dielakkan timah panas yang ada di moncong senjata pasukan itu langsung dimuntahkan pada bagian kepala korban sampai mengeluarkan sum-sum kepala berhamburan ke tanah. Adapun identitas korban adalah : 

        Nama  : Amri bin madya

        Umur : 24 tahun

        Pekerjaan : wiraswasta

        Alamat  : Desa Ampa kecamatan woyla Aceh Barat 

         

         

        Pukul 12.15 wib.

        Setelah eksekuasi terhadap korban kedua dilakukan pasukan tersebut kembali menangkap dua warga sipil dalam desa tersebut dengan identitas sebagai berikut : 

        1. Nama : Ilyas bin Tabit

        Umur : 32 Tahun

        Pekerjaan : Tani

        Alamat : Desa Ampa kecamatan woyla Aceh Barat 

        2. Nama : Saudah bin Gadin ( wanita)

        Umur : 27 Tahun

        Pekerjaan : Tani

        Alamat : Desa Ampa kecamatan woyla Aceh Barat 

        Saat ini diperkirakan korban ditahan di Kodim atau Kapolres Aceh Barat, tetapi belum ada pihak yang memastikan tentang keberadaan korban. 

         

        Setelah satu jam kemudian aparat juga membakar rumah rumah penduduk dengan alasan yang tidak jelas, adapun nama-nama korban adalah: 

        1. Nama : Tgk. Hasan

        Umur : 35 Tahun

        Pekerjaan : Tani

        Alamat : Desa Ampa kecamatan woyla Aceh Barat 

        2. Nama : Tgk. Din

        Umur : 34 Tahun

        Pekerjaan : Tani

        Alamat : Desa Ampa kecamatan woyla Aceh Barat 

        3. Nama : Samsul

        Umur : 28 Tahun

        Pekerjaan : Tani

        Alamat : Desa Ampa kecamatan woyla Aceh Barat 

        4. Nama : Abdurahman

        Umur : 44 Tahun

        Pekerjaan : Tani

        Alamat : Desa Ampa kecamatan woyla Aceh Barat 

        5. Nama : Intan

        Umur : 40 tahun

        Pekerjaan : Tani

        Alamat : Desa Ampa kecamatan woyla Aceh Barat 

        Selain membakar rumah-rumah penduduuk tersebut aparat jug merusak pasantren Darul Aman yang dipimpin oleh Tgk. Abu Saman. Semua dinding pasantren yang terbuat dari papan tersebut dirobohkan ke tanah. 

        II. Pasukan Kopassus BKO Koramil Blang Pidie Kembali menagkap seorang warga sipil dengan identitas : 

        Nama  : Safruddin

        Umur  : 35 tahun

        Pekerjaan : tani

        Alamat  : Desa Drien, Kecamatan Susoh - Aceh Selatan. 

        Setelah ditangkap korban langsung dibawa ke pos koramil Blang Pidie. Alasan penagkapan korban di Klaim oleh aparat tersebut sebagai anggota GAM, padahal korban berprofesi hanya sebagai nelayan . 

        23. Februari 2002 

        Pada pagi hari raya Idul , masyarakat disekitar sawang menemukan sosok mayat tak dikenal, tepatnya di gunung Alue Kliet Kecamatan Sawang Aceh Selatan Persis tempat kejadian pembunuhan Tgk. Alkamal Angota TMMK. Kondisi mayat korban antara lain leher dipatahkan,di perut tembus bagian kiri dan kanan bekas tusukan Bayonet dan di sekujur tubuh nampak kebiruan bekas sengatan listrik. Setelah di cros cek ternyata mayat tersebut adalah Safruddin(35) yang ditangkap pada tanggal 19 februari 2002. 

        24. Februari 2002 

          I. Masyarakat yang bermukim di sekitar Sungai Puloe Kayee Kecamatan Blang Pidie Aceh selatan Melihat sosok mayat yang sudah terapung dalam air dan dileher korban diikat dengan roda mobil truk, ternyata korban adalah bernama Abbas(40) yang ditangkap Oleh Kopassus BKO koramil Blang Pidie sesuai dengan kronologis tanggal 18 februari. 

           

          II. Pada pukul 9, 15 wib, Pasukan TNI dari kesatuan Marinir yang BKO kan di Kuala Batee melakukan penyisiran di Desa Cot Simantoek Kecamatan Babah Rhot Kabupaten Aceh Selatan, pasukan tersebut bergerak dengan kekuatan sekitar 40 orang, Pada saat mereka pulang (sekitar jam 12 Siang), menangkap tiga warga sipil, masing-masing: 

          1. Nama  : M. Nawi

          Umur  : 55 Tahun

          Pekerjaan : Tani

          Alamat  : Desa Cot Seumantoek, Kecamatan Babah Rhot - Aceh Selatan.  

          2. Nama  : Nasir

          Umur  : 27 Tahun

          Pekerjaan : Tani

          Alamat  : Desa Cot Seumantoek, Kecamatan Babah Rhot - Aceh Selatan.  

          3. Nama  : Saumi

          Umur  : 25 Tahun

          Pekerjaan : Wiraswasta

          Alamat  : Desa Cot Seumantoek, Kecamatan Babah Rhot - Aceh Selatan.  

          Ketiga warga tersebut belum diketahui nasibnya. Menurut saksi mata korban dibawa ke pos mereka (aparat) yang ada di Babah Root (sebuah rumah penduduk yang dijadikan pos mereka). 

           

           

        25. Februari 2002 

        Sekitar jam 11.00 Siang, aparat TNI dari kesatuan LINUD 700 dan BRIMOB BKO yang berposko di Makoramil dan Mapolsek Calang melakukan penyisiran di Desa Lhok Buya Kecamatan Setia Bakti Aceh Barat dengan kekuatan sekitar 60 orang Dalam penyisiran itu mereka menangkap salah seorang penduduk, yaitu: 

      Nama  : M. Daud

      Umur  : 30 Tahun

      Pekerjaan: Petani

      Alamat : Desa Lhok Buya, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Barat.  

        Setelah menangkap korban, mereka (aparat) membawanya ke posko mereka yang ada di Calang. Pada saat keluarga korban meminta untuk bertemu, aparat mengatakan telah membawanya ke Banda Aceh. 

        Disamping itu aparat jug membakar satu lumbung padi milik masyarakat Lhok Buya bernama Kasem (30) alasan pembakaran tersebut aparat membuat rekayasa dengan meletakkan sebuah pistol FN dalam tong padi tersebut. Jumlah padi yang dalam tong tersebut adalah sebanyak 2 Ton.  

      1. Kesimpulan
       

      Eskalasi kekerasan dalam kedua wilayah pemantauan lembaga Kami menunjukkan kondisi kekerasan semakin meningkat selama dibentuknya Kodam Iskandar Muda dan Perpanjangan Inpres No. I tahun 2002. Kondisi Objektif masyarakat di dalam dua wilayah tersebut, saat ini dalam pada tahap yang sangat memprihatinkan hal ini terlihat pada beberapa aspek : 

      1. Aspek ekonomi, urat nadi perekonomian masyarakat tidak bisa berjalan dengan semestinya, hal ini disebabkan terjadinya pola-pola pemerasan pada toko-toko masyarakat, Pungli-pungli di jalan raya, perampokan dan berbagai kejahatan ekonomi lainnya yang dilakukan oleh aparat keamanan yang bertugas di Aceh.
       

      1. Aspek sosial, Kehidupan masyarakat saat ini pada tahap yng sangat memprihatinkan dimana banyak diantara mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan kondisi kesehatan yang sangat buruk dimana banyak diantara mereka yang kena wabah penyakit kulit. Disamping itu ditinjau dari aspek psikologis mereka saat dilanda truma yang sangat berat, dan banyak jug diantara mereka yang mengalami ganguan kejiwaan.
       

      1. Aspek hukum, sejak dikelurkan Inpres No. IV tahun 2001 sampai dengan perpanjangan Inpres No I tahun 2002 ,Aparat keamanan Indonesia tidak pernah mengunakan prosedur hukum sebagai barometer mereka dalam bertindak, baik itu ditinajau dari hukum positif Negara Indonesia, maupun ditinjau dari sudut hukum humaniter, yang ada hanya tindakan � tindakan ekstra yudisial yang dilakukan oleh Militer Indonesia.

      IV. Rekomendasi 

        Kami mendesak kepada semua pihak untuk dapat melakukan tekanan terhadap Pemerintah Indonesia supaya dapat menghentikan kejahatan-kejahatan kemanusian di Aceh. Dalam hal pola penyelesaian konflik di Aceh pemerintah Indonesia harus kembali ke meja perundingan dan tidak mengunakan standar ganda untuk kepentingan politik mereka . 

                        Banda Aceh 1 Maret 2002

                        KAGEMPAR Banda Aceh 

                         

                         

                        Musliadi
                        Koordinator 



      Do You Yahoo!?
      Yahoo! Greetings - Send FREE e-cards for every occasion!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.