Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Batalkan Beli Pesawat Intai Israel

Expand Messages
  • Sunny
    Refl: Tahun 2011 sejumlah pakar ilmu kesehatan Universitas Hassanudin (Makassar) pergi belajar tentang kemajuan bidang kesehatan di Israel. Dulu zaman Pak
    Message 1 of 1 , Feb 5, 2012
      Refl: Tahun 2011 sejumlah pakar ilmu kesehatan Universitas Hassanudin (Makassar) pergi belajar tentang kemajuan bidang kesehatan di Israel. Dulu zaman Pak Harto dibeli 16 pesawat A-4E Skyhawk dari Israel. Apa perbedaan antara zaman Soeharto dan sekarang?
       
       
       
      SABTU, 04 Februari 2012 |
       
       
      Militer
      Batalkan Beli Pesawat Intai Israel

      Anggota Komisi I DPR, Al Muzzammil Yusuf meminta TNI membatalkan rencana beli pesawat intai milik Israel. Permintan politisi PKS itu didasari dua alasan, yakni alasan teknis dan alasan yuridis.


      “Secara teknis, Kemenhan akan kesulitan dalam pengadaan suku cadangnya karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Sedangkan alasan yuridis, konstitusi melarang berurusan dengan negara penjajah, seperti Israel” tegas Muzzammil, di gedung DPR, Senayan Jakarta, Jumat (3/2).

      Dalam Pembukaan UUD 1945, ujarnya, jelas-jelas dinyatakan Indonesia tidak mengakui penjajahan yang dilakukan oleh negara manapun, termasuk Israel. “Bagaimana mungkin ini tidak dijadikan pertimbangan TNI dan Kemenhan dalam membeli pesawat intai atau alutsista lainnya?” tanya Muzzammil.

      Muzzammil mengungkap, tender pesawat intai ini sudah dilakukan sejak pertengahan tahun 2006. Tiga besar calon pemenang tender adalah perusahaan berasal dari Filipina, Rusia, dan Indonesia.

      Perusahaan dari Filipina inilah yang merupakan perwakilan dari Israel yang diduga telah menjadi pemenang dalam tender pesawat intai di Kemenhan. “Apakah ini benar” Saya berharap penjelasan dari Kemenhan secepatnya,” imbuh Muzzammil.

      Lebih lanjut dia mempertanyakan perbedaan pernyataan di media massa pada Kamis (2/2) antara Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Brigjen Hartind Asrin dengan Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Azman Yunus terkait pengadaan pesawat intai dari Israel.

      “Kata Pak Hartind, Kemenhan sudah memutuskan membeli pesawat intai dari Israel dengan pertimbangan matang makanya sudah masuk dalam daftar belanja TNI AU periode 2010-2014. Sedangkan Pak Azman bilang TNI sebagai pihak pemakai tidak akan membeli dari Israel. Kalaupun tetap harus beli, TNI akan beli ke PT DI. Mana yang benar?” tanya Muzzammil.

      Muzzammil berharap agar TNI dan Kemenhan benar-benar mempertimbangkan kedua aspek tersebut dan konsisten untuk mendukung kemajuan dan kemandirian industri pertahanan strategis dalam negeri. “Jika tidak, saya yakin TNI dan Kemenhan akan mendapat kecaman dari masyarakat,” katanya. \
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.