Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Komentar Nyak Makam: " Kon salah anggota dewan,tapi salah rakyat Aceh,kap dipileh awaknyan,A buta han ditukri,ka tapileh keu anggota dewan,jinoe tapeusalah awaknyan,rot touh salah, yg dipileh bangai,yg pileh leubeuh bangai lom.nyan cok PILEH LOM,BAK BUE TAYUE ATO NANGGROE !

Expand Messages
  • Acheh Watch
    Dua Tahun Kinerja DPRA Dinilai BobrokBanda Raya - 1 October 2011 | 8 KomentarBanda Aceh | Harian Aceh – Puluhan mahasiswa Unsyiah berunjuk rasa di DPRA,
    Message 1 of 1 , Sep 30, 2011
    • 0 Attachment

      Dua Tahun Kinerja DPRA Dinilai Bobrok

      Banda Raya - 1 October 2011 | 8 Komentar

      Banda Aceh | Harian Aceh – Puluhan mahasiswa Unsyiah berunjuk rasa di DPRA, Jumat (30/9). Mereka menilai dua tahun kinerja dewan periode 2009-2014 sangat mengecewakan, bahkan masuk kategori berkinerja bobrok.

      Mahasiswa memegang poster saat mereka berunjukrasa di Gedung DPRA, Jum'at (30/9) terkait lemahnya kinerja anggota DPRA selama dua tahun belakangan. Mahasiswa menilai, hingga akhir September 2011, DPRA hanya menyelesaikan dua qanun padahal qanun-qanun yang lain masih belum terbahas.(Harian Aceh/Junaidi Hanafiah)

      Presiden Mahasiswa Unsyiah Furqan Ishak dalam orasinya mengatakan publik sempat menaruh harapan besar pada anggota DPRA yang dilantik September 2009 lalu itu. Apalagi, para dewan kerap menebar janji-janji manis saat kampanye dulu. “Tapi setelah dua tahun menikmati kursi empuk, hasilnya jauh panggang dari api, begitu mengecewakan,” katanya.

      Menurut Furqan, barometer kendurnya kinerja dewan ini terlihat dari aspek tanggung jawab, seperti lemahnya fungsi pengawasan terhadap jalannya pembangunan, pengesahan anggaran yang selalu terlambat, dan proses pembuatan qanun prioritas yang berjalan tersendat-sendat. “Dewan hanya berhasil mengesahkan delapan qanun pada 2010. Satu di antaranya adalah qanun APBA 2010 dan tujuh lainnya juga disahkan tergesa-gesa,” katanya.

      Bukannya membaik, kata Furqan, justru kinerja dewan semakin bobrok pada 2011. “Hanya dua Qanun yang dihasilkan DPRA di 2011. Satu di antaranya bahkan tidak mendapat persetujuan dari eksekutif,” katanya.

      Situasi ini, kata dia, tak lepas dari peran DPRA yang hanya sibuk memainkan agenda politik untuk keuntungan partai. “Kisruh Pemilukada membuat komunikasi eksekutif-legislatif macet, alhasil pembahasan dan pengesahan RAPBA 2012 bisa dipastikan akan molor lagi,” katanya. “Lagi-lagi, rakyat yang harus menanggung bebannya.”

      DPRA, lanjutnya, semestinya sadar. Sebagai representasi masyarakat, seharusnya bisa memaksimalkan tugasnya di sisa tiga tahun jabatannya. Para anggota legislatif harus fokus pada pembangunan serta peningkatan taraf hidup masyarakat. “Atau bila memang tak mampu memperbaiki kondisi Aceh, sebaiknya tahu diri, dan mundur saja,” katanya.

      Ketua DPRA Hasbi Abdullah yang turun menemui pengunjuk rasa mengakui bahwa kinerja DPRA memang masih lemah. “Kami berterimakasih atas koreksi ini,” katanya. Tapi, lanjut Hasbi, bukan berarti DPRA tidak bekerja sama sekali. “Ke depan, kami berjanji untuk terus memacu kinerja kami,” katanya.

      Kendurnya kinerja DPRA juga dirasakan kalangan aktivis antikorupsi. Gerak Aceh menilai, dari tiga fungsi yang melekat di DPRA—legislasi, pengawasan dan anggaran—, belum ada yang berjalan efektif, bahkan lambat dan mandul.

      Dari aspek legislasi, menurut penilaian Gerak, kinerja dewan justru lebih parah. “Tahun 2010 DPRA hanya mampu mengesahkan lima Raqan menjadi qanun dari total 21 Raqan Prioritas, yakni Qanun Badan Bencana Aceh, Qanun Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Qanun Dinas Registrasi Kependudukan Aceh, Qanun Kesehatan dan Qanun Perikanan,” kata Koordinator Gerak Aceh Askhalani.

      Sementara pada 2011, dari 31 Raqan Prioritas, baru dua Raqan yang disahkan oleh DPRA yakni Qanun Aceh tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup oleh tim Pansus DPRA dan Qanun Aceh tentang Retribusi Pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) oleh Komisi F DPRA. Dari dua tahun periode DPRA, fungsi legislasi hanya menghasilkan sedikit Qanun dan masih menumpuk tugas besar dalam mengesahkan Raqan.

      Dari aspek anggaran, proses pengesahan APBA dari tahun 2009 selalu terlambat. APBA Tahun Anggaran 2009 disahkan pada akhir Januari 2010 dan APBA Tahun Anggaran 2011 disahkan pada Mai 2011. “Seharusnya APBA sudah harus disahkan pada Desember tahun sebelum APBA dijalankan,” sebut Askhal.

      Karena itu, Gerak mendesak DPRA segera melakukan reformasi kinerja fungsi legislasi, budgeting dan monitoring, agar ke depan DPRA selaku wakil rakyat bisa menjadi tumpuan dan harapan bagi rakyat Aceh dalam memberikan aspirasi. Gerak juga mendesak DPRA untuk bekerja maksimal dalam melakukan pembahasan RAPBA 2012 dan penuntasan Raqan Prioritas 2011 yang masih tersisa.(dad)

      Follow Twitter @harianaceh dan Facebook Ha

      8 Komentar

      1. Bgmn mo bkrja,kemampuannya gak ada,latar blkg pendidikn tdk jelas,bukan produck intelektual,mknya utk aggota dewan ke depan pilih yg berilmu,minimal tamatan S2.smg terealisasi.amiin


        Oleh Ahsan, pada 01/10/2011 - 11:53
      2. AWAK DPRA GADOH NGEN PEMILUKADA, GADOH MITA MITA CELAH UNTUK BEK JADEH INDEPENDEN. NGEN IJAZAH PALSU PANE MUNGKEN KINERJA BAIK, KUALITAS ANGGOTA SESUAI DENGAN HASIL YG KA TANGING JINOU.


        Oleh Awak Puko Asee, pada 01/10/2011 - 11:58
      3. Rakyat aceh sekarang tahu dan sadar bahwa wakilnya di DPRA adalah sekumpulan para PECUNDANG….yang hanya makan uang rakyat utuk kerja NOL BESAR…


        Oleh Aminuloh, pada 01/10/2011 - 12:00
      4. gmana gak bobrok?
        sekolah smp aja gak lulus udah naek anggota dewan,,taunya cuman uang uang uang


        Oleh darmawan, pada 01/10/2011 - 12:15
      5. Mereka semua maling teriak maling…, dulu mereka bilang orang lain tidak beres, tapi kini giliran mereka yg bekerja, apa hasilnya…? Nol besar, yg dipikirkan oleh mereka cuma bagaimana mengumpulkan kekayaan sebanyak2nya biar bisa nginap dihotel mewah dan membuoking cewek cantik utk memuaskan nafsu syahwatnya…


        Oleh Meuntro Malek, pada 01/10/2011 - 12:22
      6. Mahasiswa hana meu peu cap lee, kamoe yg na bak parlemen nyoe teungoh sibok ngon urusan PILKADA, jadi meunyoe keu masaslah rakyat han ek that meu jak pikee, yg penteng kelompok kamoe di lei beu abaeh kaya mandum,
        thon ukeu neu pilem kamoe lom beh rakyat meutuah. !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
        Ttd

        Hasbi Abullahhab


        Oleh Hasbi Abdullah, pada 01/10/2011 - 12:43
      7. Kami mohon maaf.atas kinerja kami yang buruk.hai para mahasiswa jangan terusan mengkeritik orang. gak malu apa?bukankah kamu juga sering berbohong ama ortu mu.apa lagi dewan yg harus mamuaskan orang banyak


        Oleh Dewan, pada 01/10/2011 - 13:00
      8. Kon salah anggota dewan,tapi salah rakyat Aceh,kap dipileh awaknyan,A buta han ditukri,ka tapileh keu anggota dewan,jinoe tapeusalah awaknyan,rot touh salah, yg dipileh bangai,yg pileh leubeuh bangai lom.nyan cok PILEH LOM,BAK BUE TAYUE ATO NANGGROE.


        Oleh 
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.