Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tentara Penguasa Militer Mesir Serang Bundaran Al Tahrir, 200 Warga Cidera

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Tentara Serang Bundaran Al Tahrir, 200 Warga Cidera Minimal 200 pengunjuk rasa yang berkemah di Bundaran Al Tahrir, mengalami luka-luka setelah terlibat
    Message 1 of 1 , Aug 1, 2011
    Tentara Serang Bundaran Al Tahrir, 200 Warga Cidera
    Minimal 200 pengunjuk rasa yang berkemah di Bundaran Al Tahrir, mengalami luka-luka setelah terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan Mesir

    Bentrokan meletus ketika pasukan keamanan, memasuki Bundaran Al Tahrir untuk membubarkan pengunjuk rasa yang sudah tinggal selama tiga pekan di sana. Puluhan tentara memasuki alun-alun dengan kendaraan militer.

    Saksi mata mengatakan, tentara menembakkan peluru ke udara untuk membubarkan dan menakut-nakuti para pendemo yang berkemah di Bundaran Al Tahrir. Menyusul serangan tersebut, minimal 200 pengunjuk rasa dilaporkan terluka, sedangkan sejumlah korban cidera berada dalam kondisi kritis.

    Para pendemo menuntut pembubaran pemerintah yang dikendalikan Dewan Militer. Diktator Husni Mobarak sudah lengser dari jabatannya sebagai Presiden Mesir, namun Dewan Militer tidak membiarkan Revolusi Rakyat Mesir berjalan lancar tanpa kendala. Masyarakat pun mencium niat busuk Dewan Militer yang berusaha menyimpangkan tekad kuat rakyat Mesir. Revolusi Rakyat Mesir tahap kedua kembali meletus dengan tuntutan pembubaran Dewan Militer dan pembentukan pemerintah sipil.

    Banyak pendemo yang menghendaki berdirinya sebuah negara Islam untuk menggantikan pemerintah transisi yang dipimpin militer. Di antara tuntutan utama mereka adalah pembersihan semua bekas antek rezim lama. Dengan demikian, Dewan Militer yang dikendalikan oleh Mantan Menhan Rezim Mubarak, harus bubar yang kemudian diganti dengan pemerintah yang murni sipil.

    Mereka mengeluh bahwa semakin banyak warga sipil yang diadili di pengadilan militer, sementara anggota rezim Mubarak belum menghadapi pengadilan. Bahkan laporan dari Lembaga Hak Asasi Manusia memperkirakan bahwa junta militer yang kini berkuasa di Mesir mengadili lebih dari 5.000 warga sipil di pengadilan militer. Mereka yang diadili adalah para warga yang terlibat dalam demonstrasi anti-pemerintah pada bulan Februari yang menggulingkan Mubarak.

    Setelah lengsernya rezim Mubarak, Dewan Militer mengambil alih kekuasaan di Mesir. Meski demikian, banyak warga Mesir yang percaya bahwa Dewan Militer berusaha menggagalkan gerakan revolusi di Mesir. Revolusi tahap kedua di Mesir ini diharapkan dapat mempercepat proses revolusi total di negara ini dan membersihkan bekas antek-antek rezim Mubarak. (IRIB/PressTV/AR)
Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.