Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Saudi king snatched Media Freedom

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    PENDUDUK DUNIA SUDAH MEMAHAMI SEKARANG BAHWA ARAB SAUDI ITU BUKAN ISLAM TETAPI AGAMA QABIL YANG MENJADI LAKNAT BAGI MANUSIA. SEDANGKAN AGAMA HABIL PASTI
    Message 1 of 1 , Apr 30 11:55 AM
      PENDUDUK DUNIA SUDAH MEMAHAMI SEKARANG BAHWA ARAB SAUDI ITU BUKAN ISLAM TETAPI AGAMA "QABIL" YANG MENJADI LAKNAT BAGI MANUSIA. SEDANGKAN AGAMA "HABIL" PASTI RAHMNATAN LIL 'ALAMIN (alasytar, Acheh - Sumatra)

      Raja Saudi Rampas Kebebasan Media
      Arab Saudi telah menerapkan pembatasan baru di bidang media, mengancam organisasi berita yang diduga melemahkan keamanan nasional dengan denda berat dan penutupan.

      Berdasarkan keputusan yang dikeluarkan Raja Abdullah pada hari Jumat (29/4), media akan dilarang meliput apapun yang bertentangan dengan hukum Islam atau kepentingan asing, kata laporan AFP.


      Aturan itu juga mengharuskan media untuk tetap melakukan kritik "objektif dan konstruktif" yang melayani kepentingan umum. Denda bagi pelanggar keputusan baru itu bisa mencapai 500.000 riyal Saudi atau 133.000 dolar.

      Media-media Saudi mendapat pengawasan yang sangat ketat dari Dinasti Al Saud, yang berkuasa dan sebagian besar surat kabar terkemuka di negara itu dimiliki oleh pemerintah atau pihak yang dekat dengan kekuasaan.

      Pembatasan baru dikeluarkan sebagai upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran pemberontakan regional dan revolusi ke Arab Saudi. Namun dalam beberapa bulan terakhir, wilayah timur Saudi yang kaya minyak telah menjadi tempat protes anti-pemerintah.

      Pada hari Jumat, polisi anti huru-hara menyerang sebuah unjuk rasa damai di kota Qatif, melukai sedikitnya lima orang. Para demonstran turun ke jalan-jalan untuk mengutuk peran Riyadh dalam penindasan brutal terhadap rakyat Bahrain. Mereka juga menuntut reformasi hak asasi manusia, kebebasan berekspresi dan pembebasan tahanan politik yang ditahan tanpa pengadilan selama lebih dari 16 tahun.

      Human Rights Watch mengatakan lebih dari 160 pemrotes telah ditahan sejak Februari, sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah Saudi terhadap para demonstran anti-pemerintah.

      Menurut Human Rights First Society (HRFS) yang berbasis di Saudi, banyak tahanan menghadapi penyiksaan fisik dan mental. (IRIB/RM/PH)

      WORLD POPULATION IS NOW UNDERSTAND THAT SAUDI ARABIA IS BUT NOT THE ISLAMIC RELIGION "Cain" THAT IS THE MAN FOR anathema. Whereas religion "Abel" RAHMNATAN SURE LIL 'Alamin (alasytar, Aceh - Sumatra)

      Saudi king snatched Media Freedom
      Saudi Arabia has implemented new restrictions on the media, news organizations that allegedly threaten national security weakened by heavy fines and closure.

      Based on the decision issued by King Abdullah on Friday (29 / 4), the media will be barred from covering anything that contradicts with Islamic law or foreign interests, the AFP report said.


      The rules also require the media to keep doing the criticism "an objective and constructive" that serves the public interest. Fines for violators of the new decision could reach 500,000 Saudi riyals, or 133,000 dollars.

      Saudi media have a very strict supervision of the Al Saud dynasty, which ruled and most of the leading newspapers in the country owned by the government or the party closer to power.

      New restrictions issued as the government's efforts to prevent the spread of a regional rebellion and revolution to Saudi Arabia. But in recent months, the eastern Saudi oil-rich have become places of anti-government protests.

      On Friday, anti-riot police attacked a peaceful demonstration in the city of Qatif, wounding at least five people. The demonstrators took to the streets to condemn the Riyadh role in the brutal repression against the people of Bahrain. They also demanded reform of human rights, freedom of expression and release of political prisoners detained without trial for more than 16 years.

      Human Rights Watch says more than 160 protesters have been detained since February, as part of the Saudi government's crackdown against anti-government demonstrators.

      According to Human Rights First Society (HRFS) based in Saudi, many detainees face physical and mental torture. (IRIB / RM / PH)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.