Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

UNDANGAN: Agenda politik Perempuan Aceh menjelang 2011 (Illiza Sa'aduddin Djamal)

Expand Messages
  • Aceh.Net
    Kami mengundang rekan-rekan untuk hadir pada DKK, Kamis, 4 November 2010 pukul. 19.30 - 22.00 WA bertempat di Keude Kupi SOLONG Ulee Kareng B.Aceh Saleum, Reza
    Message 1 of 1 , Oct 31, 2010
    • 0 Attachment
      Kami mengundang rekan-rekan untuk hadir pada DKK, Kamis, 4 November 2010 pukul. 19.30 - 22.00 WA bertempat di Keude Kupi SOLONG Ulee Kareng B.Aceh

      Saleum, Reza



      Dialog Keude Kupi


      Agenda politik Perempuan Aceh menjelang 2011


      Keterlibatan perempuan dalam politik di era demokrasi saat ini sudah terbuka lebar. Secara kuantitatif, partisipasi politik perempuan semakin membaik, mengingat banyak diantara kaum perempuan yang mulai tertarik memasuki rung-rung public baik itu sebagi aktivis sosial, pekerja kebudayan, aktivis ormas hingga mereka yang aktif di partai politik.

      Secara kualitatif juga jelas terlihat dengan semakin banyaknya kaum perempuan yang terlibat dalam politik eketoral, seperti menjadi calon legislative, juru kampanye saat pemilu bahkan sebagai pengurus ormas dan parpol. Kader perempuan dalam ormas dan parpol ikut aktif melakukan mobilisasi konsensus dan aksi. Kenyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa partisipasi dan perempuan dalam politik mulai bergerak.

      Namun representasi politik kaum perempuan ini akan tidak ada artinya jika kita pakai parameter “subtantif” yang diperjuangkan oleh kaum feminis yang tidak hanya menuntut perempuan untuk "standing for", tapi lebih daripada itu harus "acting for" perempuan sebagai sebuah kelompok sosial. Inilah bentuk pengujian terhadap bukti bagi suara perempuan. Bukan sekedar sebagai alat akan tetapi termasuk sebagai pelaku. (Alfi Rahman, 2007)

      Kita patut menyayangkan keputusan kontoversial oleh Makamah Konstitusi (MK) yang menghapuskan Quwota 30% bagi perempuan dalam pencalonan pada pemilu legislatif. Sehingga semakin memperkecil peluang keterwakilan perempuan diparlemen, sejak di tingkat pusat hingga legislatif kabupaten/kota. Formasi perempuan di legislatif Aceh pada pemilu 2009 Jauh merosot dibandingkan dengan pemilu 2004.

      Walaupun disisi lain, ketiadaan ticket istimewa bagi kaum perempuan justru dipandang positif, sehingga diharapkan perempuan yang tampil diarena politik memang mempersiapkan kualitas dan kapasitas diri menuju kompetisi penuh.

      Apapun kontroversi itu, tidak lama lagi (dalam hitungan bulan) rakyat Aceh, akan menyongsong pemilukada kedua pasca perdamaian 15 Agustus 2005. Pemilu kali ini diharapkan lebih berkualitas dari sisi partisipasi masyarakat khususnya kaum perempuan sebagai pemilik suara terbesar serta kandidat yang mampu memperjuangkan isu/kepentingan politik kaum perempuan di pemerintahan.

      Lalu, apa agenda politik perempuan Aceh menjelang pemilukada 2011? Mungkinkah kaum perempuan Aceh meningkatkan posisi tawar, kepada seluruh calon kepala daerah yang berlaga di pemilukada mendatang?

      Representasi perempuan tidak saja berarti meningkatnya jumlah perempuan dalam lembaga-lembaga politik formal, atau terpilih menjadi gubernur, bupati atau walikota, tetapi terutama terwakilinya kepentingan perempuan dalam proses pengambilan keputusan.

       

      Bahan Diskusi

      • Menemukan wacana-wacana baru tentang peran perempuan dalam ekonomi politik, tentang perspektif alternative untuk konsep gerakan perempuan melalaui pemerintahan dan parlemen.
      • Mengetahui sisi-sisi lemah perjuangan perempuan dalam politik pemilu 2009 di Aceh, memetik pebelajaran politik menjelang pemilukada Aceh 2011.
      • Bagiamana memanfaatkan peluang posisi kepala daerah dan anggota legislative bagi terbukanya akses politik bagi perempuan khususnya di Aceh?

       

      Pelaksanaan Kegiatan

      Kegiatan Dialog Keude Kupi ini dilaksanakan pada;

      Hari/Tanggal   : Kamis, 4 November 2010

      Waktu            : 19.30 – 21.30 WA

      Pembicara >

      1.      Theresia EE Pardede (Anggota DPR-RI dari Partai Demokrat)

      2.      Illiza Sa'aduddin Djamal (Wakil Wali Kota Banda Aceh)

       

      Tempat            : Keude Kupi Solong, Banda Aceh

      Acara ini disiarkan oleh Kantor Berita Radio ANTERO 102 FM dipancarkan langsung melalui satelit dan bagi anda yang berada diluar kota Banda Aceh, dapat mengikuti melalui Live Streaming www.antero.tv


      http://aceh.net
      http://twitter.com/aceh

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.