Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: HASBI ABDULLAH KETUA DPRA BEKERJASAMA DENGAN DENSUS 88 UNTUK MEMBUNUH BANGSA ACEH

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Ya Allah.......meunje beuteue lagee tgk ,Matang Lada infonjoe, betapa le keutanjoe salah pandang terhadap ureueng Acheh njeng mentreng pakaian tapi rupadjih
    Message 1 of 1 , Aug 31, 2010
    • 0 Attachment
      Ya Allah.......meunje beuteue lagee tgk ,Matang Lada infonjoe, betapa le keutanjoe salah pandang terhadap ureueng Acheh njeng mentreng pakaian tapi rupadjih hana mentreng tjara seumikedjih..Njoe peureulee taseumike beulhok, ken peukara peupheb pribadi,m meuseubab awaknjan kaduek bak rang peumimpin bahpih dijub kuasa musoh njeng geutanjoe prang baroedjehken. Bansa Acheh na lon kontek di nanggroe, djeunaweuebdjih mayoritas rakjat Atjeh hanale dipeutjaja keupeumimpin njeng ka salah padjoh ubatnjan............meutapi rakjat teumakot keu awaknjan........lam masa prang hanja teumakot keu sipa-i manteng..........djinoe kameutamahlom ngen sipa-i.........njankeuh awak njeng teungeh mita tjan di Acheh dan njeng kameuteumeu tjan lagee wandi cs dan hasbi abedullah cs dan cs cs laenlom. Hoka awak ilmiah gadongan......bek gadoh peugah haba mameh sabe, rakjat sabe duroe ruku djipeulop lam ...... le awak tjareng tapi bangainjan........
      NJAN PUASA TJULATJALOE BUET RAB SABAN LAGEE ABU LAHAB DAN ABU .................



      From: Fadli Hasan <fadlihasan@...>
      To: walikota@...; wakilwali@...; sekda@...; sekwan@...; as1@...; as2@...; as3@...; sapem@...; sahupol@...; kasatpol@...; camatuk@...; kadisbudpar@...; kadissi@...; kappkb@...; istimewa@...; romi_fahri@...; tapol.aceh@...; luthfi_aceh@...; azharreyhal@...; putroe24@...; yamiskin@...; khairialfaruq85@...; am_har@...; akmaruddin@...; daudadnan@...; putroe24@...
      Cc: acHehwatch@...; Atjeh Lon Sajang <atjehlonsajang@...>; fadlontripa@...; kutaradja@...; hadi@...; warzain@...; beuransah@...; amnikandang@...; husaini54daud@...; muzakkir_hamid@...; nazar_sira@...; andilala_79@...; teuku@...; djuli@...; taufik@...; meurahsilu@...; JUNISHAR Al <ALJUNISHAR@...>; bek_munafekbeh@...; yarmen_dinamika@...; rpidie@...; rambideunacheh@...; zulkarnaen.hs@...; bujok_paya@...; n_nasruddin@...; universityofwarwickofceulaka <asieurop@...>; tang_ce@...; abusisia@...; abu_dipeureulak@...; Ali Al Asytar <alasytar_acheh@...>; sisinga maharaja <sisingamaharaja@...>; tapolnapol.aceh@...; syahfitrihakim@...; arjuna_idp@...; nazar.skp@...; tmirza07@...; gunci.ruda@...; riadybarna@...; awak.gampong@...; akmaruddin@...; zulkarnain.hs@...; putroe24@...; sira_jaringan2000@...; tengku_agam@...; suhadi_laweung@...; muhammad59iqbal@...; ndin_armadaputra2002@...; acheh_karbala@...; sarena48@...; universityofwarwick@...; agambeureugoh@...; balepanyak@...; zulkarnain.hs@...; Yusra Habib Abd Gani Yusra Habib <yusrahabib21@...>; nani_mahmud@...; Niklin Jusuf <nikjusnz@...>; info@...; cottring@...; redaksi@...; FAISAL@...; SUDIRMAN@...; seumangat_newsletter@...; albiruny@...; atjeh.post@...; am_har@...; Ppn_joes@...; luthfi_aceh@...
      Sent: Tue, August 31, 2010 1:48:09 AM
      Subject: HASBI ABDULLAH KETUA DPRA BEKERJASAMA DENGAN DENSUS 88 UNTUK MEMBUNUH BANGSA ACEH

      Satu ketika dahulu Hasbi Abdullah pernah ditangkap oleh pihak serdadu hindunesia jawa kerana dituduh terlibat dalam GAM, walaupun sebenarnya ia bukan orang GAM tetapi hanya penjilat punggong Ibrahim Hasan di Fakultas Ekonomi Unsyiah. Dia pernah ditahan di penjara Lhoknga atas tuduhan tersebut dan pernah dianiaya dengan cara dijepit pelernya hingga tidak berfungsi sampai sekarang ini.

      Saya sangat mengenal keluarga Hasbi Abdullah itu termasuk adiknya Muhammad Abdullah yang bekrja di Exxon-Mobil Landing satu ketika dahulu. Muhammad Abdullah ini adalah juga sosok yang paling sombong dalam hidupnya, dia tidak akan pernah bertegur sapa dengan orang-orang miskin yang tinggal di sekeliling rumahnya. Begitu juga Hasbi Abdullah dan Zaini Abdullah. Maka tidak heran begitu mereka menjadi anggota DPRA, maka rumah semua anggota DPRA yang difikirkan untuk dibangun dengan uang rakyat, bukannya rumah rakyat miskin.

      Sekarang pula dia yang mengundang anjing-anjing jawa Densus 88 untuk membunuh rakyat Aceh dengan alasan pengamanan proyek. Kita tahu bahawa proyek-proyek tersebut semuanya dipegang, atau dikerjakan atau hanya dimakan komisi oleh mereka-mereka itu termasuk Hasbi Abdullah dan anggota DPRA lainnya, Gubernur, Wakil Gubernur, para bupati dan wakil, para walikota dan wakil, dan para tokoh-tokoh KPA. Mereka bekerjasama dengan anjing-anjing Polri dan TNI dalam mendapat dan mengerjakan projek-projek tersebut.

      Maka dengan itu pihak Hasbi Abdullah yang telah bersetuju dengan gubernur jawa di Aceh untuk menggunakan anjing-anjing Densus 88 untuk menjaga kepentingan ekonomi mereka.

      Saya sebagai Bangsa Aceh yakin bahwa Bangsa Aceh bukanlah seperti anjing-anjing jawa yang merampas hak orang lain, kecuali orang Aceh yang sudah menjadi anjing jawa NKRI. Bangsa Aceh adalah akan tunduk kepada pemimpinnya kalau melihat pemimpin itu jujur dan adil. Akan tetapi mereka yang mengaku pemimpin dan anggota DPRA serta yang lain-lainnya hanyalah perampok hak rakyat untuk memperkayakan dirinya, keluarganya dan kroni-kroninya. Makanya sikap Bangsa Aceh sekarang ini ada yang mengambil jalan pintas untuk melakukan perkara yang menentang anjing-anjing "pemimpin" itu.

      Rakyat Aceh selalu dianiaya setelah harta negerinya dijarah dan dikuras. Seperti yang berlaku selama ini misalnya pengeboran minyak dan gas alam di Matangkuli dan sekitarnya, anjing-anjing Polri jawa telah digunakan oleh penjarah tersebut untuk mengamankan mereka menjarah harta Bangsa Aceh sementara Bangsa Aceh hanya menonton saja di pinggir kawasan tersebut tidak mendapat apa-apa.

      Sikap Hasbi Abdullah wajib dicatat oleh Bangsa Aceh semua dan kita akan ambil tindakan tertentu terhadapnya.


      Mon, Aug 30th 2010, 11:30

      DPRA Undang Densus 88

      * Minta Pendapat Atasi Teror terhadap Kontraktor

      BANDA ACEH - Menanggapi maraknya aksi teror kepada kontraktor yang sedang mengerjakan proyek fisik APBN, APBA, dan APBK, Pimpinan DPRA melakukan pertemuan dengan Kadensus 88 Antiteror Polda Aceh, AKBP Sutry Hamdani untuk mencarikan solusi bagaimana mengatasi persoalan yang sedang terjadi. Kadensus 88 secara tegas mengatakan, salah satu penyebab maraknya aksi teror karena kontraktor takut melapor ke pihak keamanan.

      “Jadi, aksi pembakaran alat berat dan pencurian komponen alat berat yang terjadi di lokasi proyek, bukan karena aparat keamanan belum memberikan keamanan kepada kontraktor dan lokasi proyek tapi karena banyak kontraktor yang diteror takut melaporkan peneror kepada aparat keamanan dan Densus 88,” ungkap Kadensus 88 Antiteror Polda Aceh, AKBP Sutry Hamdani kepada Serambi usai pertemuan dengan Wakil Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda, Minggu (30/8) di Banda Aceh.

      Sutry menjelaskan, pertemuannya dengan Pimpinan DPRA atas undangan Wakil Ketua II DPRA Drs H Sulaiman Abda. Pimpinan DPRA meminta pendapat dan pemikirannya, bagaimana cara yang tepat untuk mengamankan pelaksanaan proyek fisik di lapangan agar kontraktor bisa mengerjakan proyek dengan aman dan pada akhir tahun semua proyek APBN, APBA, dan APBK 2010 bisa selesai tepat waktu dengan kualitas yang standar.

      Sebelumnya, Kapolda Aceh Irjen Pol Fajar Prihantoro pernah menyatakan Polda Aceh bersama Densus 88 siap mengamankan pelaksanaan proyek APBN, APBA, dan APBK 2010 dari ancaman dan gangguan teror yang dapat menghambat pelaksanaan pembangunan di Aceh. Kepada panitia tender maupun kontraktor yang merasa diancam, diminta segera melapor kepada aparat kemanan terdekat dan Densus 88 jika ada ancaman atau teror.

      Surat perintah Kapolda Aceh itu sudah dikirim ke seluruh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) di provinsi maupun Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten/Kota (SKPK) di kabupaten/kota. Panitia tender dan kontraktor yang diteror atau diancam oleh sekelompok orang dan telah melaporkan penerornya kepada aparat keamanan terdekat atau kepada Densus 88 Antiteror Polda Aceh, pengancamnya telah diingatkan.

      “Tapi jika para kontraktor yang merasa diancam atau diteror tidak melaporkan penerornya kepada Densus 88 Antiteror, bagaimana Densus bisa bertindak dan dasar untuk bertindaknya tidak ada,” ujar Sutry.

      Kadensus 88 Antitetror Polda Aceh menyatakan, Aceh sudah damai dan tidak perlu takut lagi dengan berbagai pengutipan dan pemerasan pajak nanggroe atau lainnya yang dilakukan oleh orang tertentu dengan mengatasnamakan panglima ini dan panglima itu. Di Aceh, tegas Sutry, hanya ada satu panglima yaitu Panglima Kodam Iskandar Muda. Di gampong ada keuchik dan ditingkat kemukiman ada mukim. “Bukan panglima itu dan ini,” tandas Sutry.

      Juga dijelaskan, penguasa wilayah di tingkat kecamatan ada tiga lembaga yang disebut muspika, yaitu camat, kapolsek, dan danramil. “Bukan panglima wilayah ini dan panglima wailayah itu,” lanjutnya menegaskan.

      Menurut Sutry, kalau masyarakat masih terus takut terhadap orang-orang tertentu yang menyatakan dirinya sebagai panglima ini dan panglima itu, dan tidak mau melapor kepada aparat keamanan terdekat atau Densus 88, sama artinya masyarakat masih suka hidup dalam suasana konflik dan dijajah oleh sekelompok orang, seperti pada masa penjajahan kolonial Belanda.

      Padahal, katanya, masyarakat Aceh menyatakan tidak pernah dijajah oleh Belanda, tapi kenapa dengan seseorang atau sekelompok orang saja yang meneror malah ketakutan. Republik ini sudah merdeka 65 tahun, tak perlu ada yang ditakutkan jika kita benar dan tidak melanggar hukum. Karena itu masyarakat dan kontraktor Aceh tidak perlu takut lagi dengan para peneror. “Peneror harus dilawan dengan cara melaporkan kepada aparat keamanan terdekat atau Densus 88,” ujar Sutry dengan geram.

      Otak atau pelaku aksi pembakaran alat berat, ungkap Sutry dengan nada tinggi, dapat diduga adalah peneror yang meminta upeti kepada kontraktor, tapi tak dipenuhi. Atau motif lain, kontraktor pemenang tender disuruh mundur oleh pesaingnya namun tak mau mundur. Maka pada waktu melaksanakan pekerjaan diganggu melalui pihak ketiga yang suka dibayar untuk menjadi peneror. Bentuk gangguannya, antara lain melarang buruh bekerja, mencuri komponen alat berat sampai pada membakar alat berat pada malam hari yang berada di lokasi proyek.

      Tak sehat lagi
      Ketua Gapensi Aceh, Lukman CM mengatakan, iklim usaha kontruksi di Aceh sekarang sudah tak sehat lagi. Persaingan untuk mendapatkan pekerjaan tidak lagi menggunakan azas profesional, transparansi, dan akuntabel kemampuan perusahaan, tapi sudah pada ego wilayah kelompok tertentu. “Kalau ada proyek di daerahnya, pekerjaan itu harus jatuh kepada kelompoknya. Jika tak diberikan kepadanya, maka kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut terus diganggu, dari mulai pemerasan atau minta upeti yang tidak rasional, sampai pada pencurian komponen alat kerja dan pembakaran,” kata Lukman.

      Gangguan yang dialami kontraktor di Aceh, menurutnya hampir pada tahap darurat, karena itu sudah sewajarnya aparat keamanan di Aceh, baik TNI maupun Polri dan Densus 88 Antiteror segera bertindak. Berdasarkan laporan dari anggota Gapensi Aceh dan kabupaten/kota yang sedang bekerja di lapangan, gangguan di lokasi proyek, terutama permintaan uang sudah sangat luar biasa. Bahkan ada yang menggunakan mobil khusus, keliling Aceh masuk ke lokasi proyek melakukan tindakan teror dari mulai minta upeti sampai kepada pencurian komputer, alat berat bahkan pembakaran.

      Wakil Ketua II Bidang Pembangunan DPRA, Drs Sulaiman Abda mengharapkan aparat keamanan perlu memberikan rasa aman kepada dunia kontraktor di Aceh. Apalagi teror yang terjadi terhadap pelaksana proyek sudah meningkat dan sudah sampai tahap meresahkan masyarakat dan pelaku konstruksi. “Aparat keamanan perlu segera bertindak tegas terhadap pelaku teror, agar pada akhir tahun nanti semua proyek fisik APBN, APBA, dan APBK bisa selesai tepat waktu dan rakyat dapat memanfaatkannya,” kata politisi dari Partai Golkar tersebut.(her)



      SBY, TOKOH PERAMPOK HINDUNESIA JAWA NKRI



























    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.