Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja ke u geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seu totdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh n jang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"

Expand Messages
  • Acheh Watch
    Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa ! http://www.youtube.com/watch?v=9kFTIbL48Og   Tengku Hasan
    Message 1 of 27 , Aug 1, 2010
    • 0 Attachment
      Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
      Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
       
       Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
      http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
       
      Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
      http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

      Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
      http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

      Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
      http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
       
      Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
      http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

      MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
      MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
      http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

      DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
       
      http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."


    • Acheh Watch
      Tue, Aug 3rd 2010, 15:40 Hasan Tiro “Lahir” Kembali Kutaraja Buku Hasan Tiro “Hasan Tiro; the Unfinished Story of Aceh”. SERAMBI/BUDI FATRIA KAMIS 3
      Message 2 of 27 , Aug 3, 2010
      • 0 Attachment
        Tue, Aug 3rd 2010, 15:40

        Hasan Tiro “Lahir” Kembali

        Buku Hasan Tiro “Hasan Tiro; the Unfinished Story of Aceh”. SERAMBI/BUDI FATRIA
        KAMIS 3 Juni 2010, Tgk Hasan Muhammad Ditiro (Hasan Tiro), meninggal dunia di usia 86 tahun. Seluruh masyarakat Aceh berkabung. Seorang tokoh besar yang juga kunci lahirnya perdamaian di Aceh, pergi untuk selama-lamanya. Banyak pesan dan sejarah yang ditinggalkan Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini, meski pesan-pesan dan sejarah itu tak sempat tertulis dengan rapi.

        Menyadari akan banyaknya pesan dan sejarah yang ditinggalkan Hasan Tiro, yang patut untuk diceritakan kembali kepada generasi penerus bangsa, sejumlah penulis mencoba “melahirkan” kembali perjalanan hidup dan sosok Tgk Hasan Tiro, dalam tulisan. Tulisan-tulisan itu kemudian dibingkai dan disajikan dalam buku berjudul “Hasan Tiro; the Unfinished Story of Aceh”.

        Minggu tanggal 1 Agustus 2010, tepat pada 60 hari meninggalnya Tgk Hasan Tiro, BANDAR Publishing (BP) Banda Aceh meluncurkan buku yang ditulis oleh 44 penulis dengan latar belakang suku, agama, dan bangsa yang berbeda. Buku itu diluncurkan untuk mengenang Hasan Tiro, sekaligus merekam jejak peradaban Aceh.

        Banyak sisi menarik dan mengandung nilai-nilai sosial yang tersurat dalam buku setebal 308 halaman itu. Para penulis melepaskan semua atribut yang melekat pada dirinya, lalu melihat dan menulis sosok Tgk Hasan Tiro sebagai seorang yang berpengaruh dan telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Aceh.

        “Coretan-coretan” dalam buku ini memang mayoritas ditulis oleh mereka yang berdarah Aceh, dari berbagai kalangan. Namun, tak sedikit penulis yang berasal dari luar Aceh seperti Sumatera Utara, Jakarta, Bandung, Jawa. Bahkan, juga ditulis oleh warga negara asing seperti Lilianne Fan dan Prof James P Siegel.

        Ada yang melihat Hasan Tiro sebagai seorang pemikir yang kritis dan pejuang yang tangguh, ada pula yang menceritakan pengalaman saat bertemu Sang Wali. Ada yang menyematkan Hasan Tiro sebagai figur jati diri Aceh, pembangkit sejarah yang disembunyikan, juga ada yang menggambarkan kembali masa-masa yang dilalui Hasan Tiro, dalam buku yang disunting oleh Husaini Nurdin.

        “Kami sadar bahwa sedikit sekali yang kita ketahui tentang sosok Wali (Tgk Hasan Tiro-red). Karena itu, kami mencoba mengajak teman-teman yang punya referensi tentang Wali, untuk menulisnya menjadi sebuah buku. Kami berharap, buku ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Direktur BANDAR Publishing, Mukhlisuddin Ilyas, usia seremoni peluncuran buku tersebut.

        Mukhlis didampingi Manajer BP, Lukman Emha, mengatakan peluncuran buku “Hasan Tiro” sama sekali tidak mengandung unsur politis. Buku itu hanya untuk melukiskan peradaban Aceh, baik ataupun buruk. Mukhlis dan Lukman menganggap, sejarah Hasan Tiro perlu dicatat dan direkam dengan baik.

        “Selama ini, orang tua kita sering mewariskan sejarah dengan hanya bercerita dan jarang sekali ditulis dalam bentuk buku atau catatan. Ini pula yang menyebabkan sering kali sejarah Aceh hanya dianggap sebagai mitos belaka. Kami tidak ingin sejarah dan peradaban Aceh hilang begitu saja,” papar Lukman Emha.

        Mukhlis dan Lukman berharap, dengan peluncuran buku tersebut tidak ada kriminalisasi terhadap BANDAR Publishing yang didirikan pada 2007 lalu. Pasalnya, Mukhlis dan Lukman serta semua yang terlibat dalam pelncuran buku itu mengaku “mencium” riak-riak ke arah itu.

        “Kami sama sekali tidak berniat mencari keuntungan melalui peluncuran buku ini. Kami hanya bertekad untuk merekam sejarah dan peradaban Aceh, seperti Hasan Tiro pula yang telah menulis sejarah-sejarah Aceh dalam puluhan bukunya,” pungkas Lukman Emha.(safriadi syahbuddin)
         
         
        Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
        Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
         Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
        http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
        Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
        http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

        Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
        http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

        Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
        http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
        Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
        http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

        MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
        MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
        http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

        DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
         
        http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."



      • Acheh Watch
        Wed, Aug 4th 2010, 08:56 Misteri ‘Tas Hitam’ Wali Munawardi Ismail - Opini MENGULAS sosok yang satu ini, kita seperti tak kehabisan kata mengulitinya.
        Message 3 of 27 , Aug 4, 2010
        • 0 Attachment
          Wed, Aug 4th 2010, 08:56

          Misteri ‘Tas Hitam’ Wali

          MENGULAS sosok yang satu ini, kita seperti tak kehabisan kata mengulitinya. Fenomena yang terekam dari kehidupannya bak selimut di puncak gunung Seulawah. Membahas ide-idenya juga tak cukup satu meja, apalagi kalau cuma sekadar meja bundar. Begitulah dia hidup dalam imaji rakyat Aceh. Meski jasadnya sudah tiada, tapi ‘nafas’nya seakan masih terasa.

          Begitulah Teungku Hasan Muhammad di Tiro hidup. Siapa tokoh ini, saya pikir tak usah lagi kita ulas lebih detil. Apalagi tokoh yang disapa Wali itu sudah 62 hari pergi. Bicara figur militan itu, saya yakin semua orang sudah memahami, kecuali kalau ada yang tak mau tahu. Yang paling diketahui banyak orang sudah pasti, dia tokoh pemberontak, penggagas sebuah gerakan perlawanan dan ungkapan lain. Akan tetapi, di balik semua itu, nyaris tak banyak orang ‘mengenal’ wataknya yang keras, disiplin, telaten, dan sarat wibawa.

          Semua pujian, saya yakin selalu mengalir ke sosok pria kelahiran Tanjong Bungong, 25 September 1925 itu. Sebagai penulis, Hasan Tiro adalah contoh yang patut ditiru. Catatannya terdata rapi, gagasan dan idenya menjulang awan. Ketika orang lain baru berpikir, dia malah sudah berbuat, secara tersirat mungkin ini bisa kita lihat dari karyanya yang berjudul ‘Demokrasi Untuk Indonesia’.

          Dus, kekaguman pengikutnya, bukan pula pada unsur karena Hasan terlahir dari trah Tiro; klan pejuang yang membuat penjajah merinding. Tapi ada sisi lain-mungkin--yang abai dipahami, pengikut, simpatisan dan orang-orang dekat. Itulah yang menambah kemisterian sampai menembus batas imaji.

          Hasan Tiro adalah sosok yang sangat rapi dalam pendokumentasian. Bayangkan saja, ketika masih bergerilya pun dia mampu membuat catatan berupa stensilan, meski belum selesai. Namanya, “The Price of Freedom; The Unfinished Diary of Teungku Hasan di Tiro”. Buku setebal 238 halaman terbit di London pada 1981.

          Beranjak dari situ bukan mustahil, sejak dia cabut dari Aceh pada 29 Maret 1979, cukup banyak tulisan dan arsip-arsip yang disimpan rapi. Mungkin saja sudah ada yang hendak dia bukukan, tapi belum sampai, sama seperti cita-cita yang membentur damai. Atau bahkan ada catatan hariannya yang lain, tapi di mana? Sayangnya, sampai ayah Karim Tiro itu mengembuskan nafas terakhir, kita tidak tahu bagaimana nasib kertas-kertas usang itu.  

          Berangkat dari rasa ingin tahu yang menyergap, tak ada salahnya kita juga melacak posisi dokumen yang dimaksud, dengan harapan ini bagian bukti sejarah tokoh besar Aceh abad 20. Sebab kita tahu, Hasan Tiro itu pelaku sejarah dan mungkin saja bisa kita sebut pencatat sejarah; minimal sejarah perjuangannya yang belum kelar.

          Belum tersingkap
          Kekuatan tabir misteri itu, kian utuh setelah kepergiannya. Sebab banyak tanya belum terungkap. Di antaranya, kenapa orang bisa takzim di depannya, meski sebelum itu sudah pasang aksi sedikit wibawa. Kenapa namanya agung dan disanjung ribuan pengikut. Atau karena aura yang melingkupi tokoh legendaris ini amat kuat. Sayang, belum satu pun tersingkap.

          Sama seperti belum tersibaknya, apa saja isi ‘tas hitam’ yang acap ditunjukkan Wali pada setiap tamu yang bertandang ke kamar 0075 Apartemen Alby Blok 11 Norsborg, Stockholm, Swedia. Kata sejumlah penulis yang sudah bersua langsung di kediamannya, Wali menyimpan dengan rapi setiap dokumen tentang Aceh, termasuk kliping koran.  

          Sejumlah sumber lain ikut berkisah, Wali juga masih menyimpan dengan aman sebuah mesin ketik tua, foto kakek dan foto cantik sang istri saat muda serta gambar anak tunggal mereka. Tentu semua dokumen-dokumen itu masih tersimpan di dinding kamar dan almari rumah pria necis yang selalu berdasi dengan jas rapi.

          Salah satu yang patut dicermati adalah, isi ‘tas hitam’ Wali. Boleh jadi, ‘tas hitam’ ini akan menyibak misteri siapa Wali berikutnya yang direkomendir Hasan Tiro. Bila pun tidak, bisa pula bahwa hanya dirinya Wali terakhir. Setelah dimangkat--kecuali keturunannya--maka yang lain belum berhak. Ini juga belum ada peunutoh. Dan banyak arsip-arsip lain soal Aceh yang sedikitnya bisa memberi pencerahan kepada masyarakat.

          Belajar dari kasus lampau juga, ketika S.M. Kartosuwiryo yang berhasrat mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat. Saat Kartosuwiryo mangkat, muncul kabar, yang mengklaim dirinyalah pemegang mandat untuk melanjutkan perjuangannya. Sama seperti halnya Hasan tiro, apakah tongkat estafet gerakan perjuangan yang dicetusnya sudah ada ‘diwariskan’? Kepada siapa, Karim Tiro atau yang lain? Ini belum terjawab. Lalu, betapa urgensinya “black bag” itu? Saya pikir ini sama mahalnya dengan “black box” milik pesawat terbang. Untuk mendapat jawaban kenapa `burung besi’ naas, cuma dengan menemukan kotak hitam itu, baru misteri tersingkap. Sebenarnya tak jauh beda pula dengan “black bag Wali.

          Namanya memang hitam, tapi sebenarnya kotak yang dimaksud itu berwarna jingga atau oranye. Begitu juga dengan ‘tas hitam’ Wali, warnanya tidak hitam, tapi coklat tua. Dan ada seperti tas komputer jinjing. Penting “black bag” itu dibuka guna menjawab kemisteriusan yang melilit selama ini. Salah satunya, kenapa tidak sembarang orang bisa menjumpainya? Termasuk kabar kematiannya, bagaimana dia menanggapi serta tanggapan dia terhadap tentara-tentaranya yang terus berperang sebelum damai datang. Banyak yang yakin “black bag” itu menyimpan banyak catatan peristiwa perjalanan hidupnya. Termasuk yang kita terka-terka tadi.

          Pada sisi lain, pendukung dan simpatisan fanatiknya pun, tidak terus dihinggapi rasa itu dan ini “Peunutoh” Wali. Jika yang bersangkutan masih hidup, tentu “peunutoh” masih berlaku. Tapi ketika dia sudah mangkat, tentu akan akan ada yang namanya “wasiet” Wali. Dari mana orang tahu bahwa itu “peunutoh” atau “wasiet” wali? Sekali lagi sulit menjawabnya. Tapi dengan membuka `tas hitam’ dengan segala makna, paling tidak kita bisa mencerna mana saja pusakanya. Memang, membuka `tas hitam’ tak segampang membaca kotak hitam.

          Kendati, isi yang kita lihat dan terima tak sesuai harapan, itu bukan problem. Yang penting, informasinya berguna bagi Aceh dan dunia. Seperti bergunanya cinta di mata bening Dora bagi Hasan Tiro yang fotonya menghias dinding rumah. Dengan cintanya pula, Hasan Tiro menduniakan Aceh. Pun begitu, kita berharap isi ‘tas hitam’ tersebut bisa pula terdokumentai dengan rapi. Seperti kompilasi tulisan soal Wali dalam buku “Hasan Tiro, The Unfinished Story of Aceh” yang diluncurkan Minggu 1 Agustus lalu. Dalam diskusi pada peluncuran tersebut juga mencuat soal ‘tas hitam’ Wali.

          Kita tunggu opisode Wali yang lain. Syukur, jika topiknya isi ‘tas hitam’ serta pemikiran yang belum diketahui khalayak dari tokoh yang dikultuskan pengikutnya. Dengan harapan semoga ‘tas hitam’ itu membuka tabir misteri yang selama ini sedikit sumir.

          * Penulis adalah jurnalis di Banda Aceh.

          Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
          Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
           Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
          http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
          Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
          http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

          Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
          http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

          Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
          http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
          Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
          http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

          MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
          MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
          http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

          DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
           
          http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."



        • Acheh Watch
          Peuë makna 17 Agustus keu geutanjoë Bansa Atjèh Alhamdulillahirabbil alamin. Wassalatu wassalamu ala rasulillah,wa ala alihi,wa ashabihi, wasjsjuhadai,
          Message 4 of 27 , Aug 8, 2010
          • 0 Attachment

            Peuë makna 17 Agustus
            keu geutanjoë Bansa Atjèh



            Alhamdulillahirabbil 'alamin. Wassalatu wassalamu 'ala rasulillah,wa 'ala alihi,wa ashabihi, wasjsjuhadai, wasshalihin. Rabbishrahli shadri wa jassirli amri, wahlul 'uqdatam millisani, jafqahu qauli.

            Njang ulôntuan peumulia Tengku-tengku gurèë ulôntuan, ureuëng-ureuëng tuha Atjèh dan Mi ulôntuan di nanggroë. Njang ulôntuan hôreumat aduën-aduën ulôntuan bak Déjah-déjah Manjang atawa University, njang piké keu nasib bangsa Atjèh. Njang that lôn weuëh haté sjèëdara-sjèëdara ulôn bangsa Atjèh njang djinoë teungoh meundeurita, meutèng panèng akibat peunganiaja-an dan peundjadjahan Republik Indonesia. Njang that lôn gasèh sjèëdara-sjèëdara ulôn, adoë-adoë ulôn mahasiswa-mahasiswi Atjèh njang teungoh bila nasib bangsa Atjèh, pat mantong dalam dônja njoë. Njang that lôn sajang sjèëdara sjèëdara Atjèh Meurdéhka sadjan ulôn dan bandum bangsa Atjèh njang ka bri keureubeuën teunaga, hareuta dan djawong geuh bak buët bila bangsa Atjèh nibak ranté peundjadjahan Republik Indonesia.

            Assalamu'alaikum warahmatulllahi wabarakatuh.
             
            Padum-padum uroë treuk 17 Agustus ka rhap trôih. Bak uroë njoë, di Atjèh, uléh Republik Indonesia, djipaksa bandum ureuëng djak tarék bandira mirah putéh, djak tabék bandira njan, djak peurajek-rajek uroë 17 agustus njoë, sibagoë uroë keumeunangan RI ka meuhasé djitipèë bangsa Atjèh dan bandum bangsa-bangsa Melaju, njang baroë kon na djimijub peundjadjahan Hindia Beulanda, bak uroë 17 Agustus 1945, ka rhôt djimijub peundjadjahan Republik Indoseia, ukeuë njoë ta singkat mantong deungon RI.
             
            Peuë makna uroë 17 Agustus njoë keu geutanjoë Atjèh? Uroë njoë nakeuh uroë njang seudéh that keu geutanjoë Atjèh, uroë malang, uroë njang hina, sabab bak uroë 17 agustus njoëkeuh, uroë geutanjoë Atjèh keunong taki, keuneung peungeut, keunong tipèë bak RI, Indonesia-Jawa. Bak uroë njoëkeuh Sukareuno djipeunjata, Atjèh ka djeuët keu lamiët “Indonesia”.
             
            Deungon tadjak tabék bandira Indonsia, mirah putéh, mumakna geutanjoë ka ta meungaku droëteuh djeuët keu bangsa Indonesia, njang hana meu asai-usui, hana mupat sapat. Ka tadjak djôk Nanggroë Atjèh keu Republik Indonesia deungon hana pajah djimuprang. Peuë njang ka geupeutheun uléh Endatu geutanjoë djameun, nibak Beulanda, nibak Tjeupang ka tadjôk bulat-bulat keu RI. Darah Endatu geutanjoë njang ka meutabu ban siluruh Atjèh, dan manjèt para sjuhada bangsa Atjèh njang ka meugulé, maté sjahid bak geupeutheun nanggroë Atjèh keu geutanjoë aneuk tjutjo geuh, ka sia-sia. Perdjuangan dan keureubeuën njang ka neubri lé droë-droëneuhnjan bandum hana mumakna lé sapeuë keu geutanjoë. Keubit geutanjoë keuturunan Atjèh uroë njoë ka teumeureuka keu Endatu teuh. Sipatôt djih bak uroë 17 agustus njoë geutanjoë bandum bangsa Atjèh patôt ta moë, ta ba-e, ta peudeuh rasa meunjeusai dan tèëbat geutanjoë. Pakon djeuët geutanjoë dép nan bangai, ka tadjôk mantong nanggrroë Atjèh meutuah njoë keu Republik Indonesia, deungon hana ôseuha ta peutheun beuthat deungon meusibak bak padé pih.
            Deungon tadjak tarék bandira mirah putih RI, mumakna, geutanjoë Atjèh ka gadoh keubangsaan teuh, ka gadoh nanggroë teuh, ka gadoh marwah teuh, ka gadoh identitet teuh. Nanggroë dan bangsa Atjèh hana lé lam peuta dônja. Nanggroë Atjèh ka djeuët keu propinsi RI, wilajah peundjadjahan RI. Deungon ta meungaku droëteuh sibagoë bangsa Indonesia, maka hana lé hak geutanjoë ateuëh nanggroë droëteuh, handjeuët lé ta peuduëk-peudong, kri njang meuheut dan njang got keu droëteuh keu bangsa Atjèh. Geutanjoë Atjèh kon lé ureuëng Po nanggroë Atjèh, meutapi ka meutuka . Ureuëng Po nanggroë Atjèh njoë nakeuh RI-Jawa. Peuë mantong njang ta teumeung peugot di Atjèh, pajah ta djak lakèë izin nibak Jawa di Jakareuta. Tjara hudép geutanjoë pih ka pajah ta ubah, ta peuseusuai lagèë kri njang djimeuheut dan djikeuheundak lé Jakareuta. Ka pajah ta seutot falsafah pungo “Pantjasilap” RI, tadjak peu-sjarikat falsafah droëteuh, falsafah Islam, tjara hudép Islam. Dalam keuseumpatan peu-ingat uroë 17 agustus njoë, neupeu-izin ulôntuan marit padum-padum boh peukara njang peureulèë tapham lé geutanjoë Atjèh.
            Identitet: Deungon ta meungaku droëteuh bangsa “Indonesia”, maka geutanjoë Atjèh ka ta ubah identitet, ka taboih identitet Atjèh tadjak tuka deungon identitet Indonesia. Pakri djeuët keu peunténg that teuma keu identitet njan? Pakri djeuët keu han peunténg teuma. Bandum peuneudjeuët Po teuh Allah lam alam njoë na identitet djih maséng2, supaja djeuët ta turi dan ta tukri pakriban rupa dan sifeuët benda-benda njan. Lat batat kajèë batèë, tanoh, apui, tjahja dan gaih bandum na identitet djih maséng-maséng. Meunantjit deungon manusia, iblih,dan malaikat, na identitet geuh maséng-maséng.
             
            Manusia njoë neupeudjeuët lé Po teuh Allah meubagoë-bagoë rupa, mubangsa-bangsa, supaja nak djeuët geumeuturi-turi.
            Makna meuturi, meukeusud djih supaja djeuët tapeubida. Tji neubajangkan meungnjo Tuhan neupeugot geutanjoë manusia njoë bandum saban. Pakriban djeuët ta turi si A njoë ngon si B djéh, ngon si C. Meu-'èt tingkat keumeuë duwa mantong ka pajah ta peubida. Pakri teuma meungnjo keumeuë siribèë, dan bandum manusia lam dônja njoë saban, pakriban keumah ta turi-meuturi.? Djadi Tuhan ka geupeudjeuët manusia njoë meubida-bida, na identitet djih maséng-maséng-maséng. Singoh di akhirat, hana peunténg lé identitet njan. Watèë geupeugoë geutanjoë di jaumil mahsjar singoh, bandum saban. Hana peureulèë lé passport international. Meutapi disinoë lam dônja uroë njoë, mantong peureulèë KTP, mantong peureulèë passport. Seudangkan neudjak keudéh u baitullah di Mekah, pajah na passport. Beuthat neupeugah droëneuh ureuëng Islam, dan neupeugah droëneuh djamèë Allah neukeumeung djak peubuët rukôn Hadji. Han djibri tamong u Arab Saudi meungnjo droëneuh hana passport, hana tanda identitet, soë droëneuh.
            Dan peunténg that keu geutanjoë Atjèh beutaturi soë droëteuh. Meungnjo hana ta turi soë droëteuh maka hana ta tupat peuduëk droëteuh. Saban lagèë meungnjo neususôn barang, meungnjo hana neuteupeuë peuë identitet barang njan maka hana neutukri, lam hôn toh neupeuduëk barang njan, lam kawan toh neukeubaih, hingga singoh wateë neu keuneuk tjok bak sot ka neutupat, hana meudjampu lawok bandum peukara.
             
            Geutanjoë Atjèh ka na identitet droë teuh “identitet Atjèh”. Geutanjoë na nanggroë droëteuh nanggroë Atjèh, njang ka neuteukeudi lé Po teuh Allah, teumpat lahé geutanjoë, teumpat hudép geutanjoë, teumpat maté geutanjoë, meuasai nibak Endatu geutanjoë tren-teumurôn, trôih bak geutanjoë dan pajah ta pulang keu aneuk tjutjo geutanjoë singoh. Nanggroë Atjèh njang tjukôp tjeudaih, tjukôp tari dan tjukôp kaja, ka neu-teukeudi lé Po teuh geutanjoë Atjèh keu ureuëng Po, ta ngui, ta peulahra dan ta bila nibak musôh teuka lagèë ka neubri tjeunto lé Endatu-endatu geutanjoë. Gunong Seulawah, Gunong Geurutèë, Gunong Halimon, Kruëng Tangsé, Kruëng Meureudu, Kruëng Woyla, njan bandum tjeudaih that rupa dan le that makna dan ingatan atawa nilai Sedjarah keu geutanjoë Atjèh; han keumah ta bandéng deungon Kali Tjiliwung, atawa geudông meutingkat di Jakareuta, njang keubit buët hana makna dan hana peurasaan sapeuë keu geutanjoë Atjèh sibagoë saboh bangsa. Geutanjoë na basa droëteuh, Basa Atjèh , njang dhiët that dan tjukôp meurasôk dan mumakna keu geutanjoë Atjèh. Tjit meu geutanjoë Atjèh, njang tu'oh pakriban meu-jum basa Atjèh keu geutanjoë dan pakriban meu-njum watèë ta marit basa ma-ku teuh njoë.
             
            Geutanjoë na adat-istiadat droëteuh, adat-reusam Atjèh, tjara hudép Atjèh njang ka geusaréng, geupeugléh lé Endatu dan Ulama-ulama rajek geutanjoë Atjèh, geupeuseusuai deungon Hukôm Islam, tjara hudép Islam. Ka geuboih bandum unsur-unsur Hindu dan khurafat-khurafat njang meulawan deungon Islam. Watèë ta marit peukara adat reusam Atjèh mumakna geutanjoë ta marit peukara Islam. Sabab Hukôm Islam ka geupeutamong lam adat reusam Atjèh. Njoë mubida that deungon adat istiadat Indonesia. Njang keubit buët hana njang geukheuh adat istiadat Indonesia. Njang na djinoë nakeuh adat reusam Jawa njang djipaksa djeuët keu adat Indonesia dan djipaksa lé peumeurintah RI, beudjiteurimong lé bandum bangsa-bangsa Melaju. Adat reusam Jawa mubida that deungon adat reusam Atjèh. Di Jawa, adat reusam djih leubèh teuga nibak peungarôh Islam. Sabab peungarôh Hindu leubèh teuga di Jawa, deuh takalon sampoë uroë njoë pakriban Tjandi-tjandi Hindu djipeulahra; lagèë tjandi Borobudur, Mendut, Kalasan dll. Inong Suharto keudroë djih watèë djih hudép , didjak ban saboh dônja didjak mita sumbangan untuk peugot keulai tjandi-tjandi njan. Teu-ingat ulôn keu sidroë Professor Atjèh dari UGM Jogyakarta, geudjak urumoh ulôntuan di Stockholm, bak thôn 1986, geudjak djôk hadiah Tjandi Borobudur,sibagoë keumuliaan nibak droëneuhnjan, got that meu-uké dan djibôh lam plôk, sang lôn got that meu-jum keu awak njan, meusadja geudjak ba dari blahdéh dônja. Meulikôt droëneuhnjan , lôn tjok barang njan keudéh ladju lôn tiëk lam raga brôih. Njoë teurmasuk kampanje regim Suharto bak watèë njan njang djih juë soë mantong njang teubit uluwa nanggroë djak ba kampanje djak peuhudép keulai kebudajaan Hindu-Jawa. Njoëkeuh sabab ulama–ulama Islam Melaju njang muphôm , geukheun Islam ureuëng Jawa deungon Islam Keudjawèn. Praktek Islam di Jawa njan mubida that, deungon praktek Islam Atjèh.
             
            Di geutanjoë Atjèh, watèë ta marit peukara adat-reusam, meukeusud djih ta marit peukara Islam. Pakon watèë ta marit peukara Islam geutanjoë Atjèh , ta peuduëk lam peukara adat reusam. Sabab agama Islam di Atjèh djitamong dalam tjara hudép, “way of life” ureuëng Atjèh, kon keu merek mantong. Disampéng nibak njan watèë ta meutjeukot / ta djak ba masalah Atjèh dalam dônja Internasional, leubèh djiteurimong ta meutjeukot masalah adat-reusam, nibak ta meutjeukot peukara Islam. Bagi ummat Islam lam dônja pih watèë ta meutjeukot peukara Islam Atjèh, awaknjan djibantah geutanjoë, pakon tadjak meutjeukot peukara Islam di Atjèh mantong, pakon han ta peurôh peukara Islam di Jawa, atawa di Asia Teunggara, atawa Islam lam dônja. Keuneulheuëh buët hana soë meutjeukot peukara Islam di Atjèh. Keu geutanjoë Atjèh, Islam di Atjèh leubèh peunténg, sabab masalah njan meusangkôt paôt deungon hudép maté geutanjoë Atjèh. Watèë ta meutjeukot peukara geutanjoë Atjèh ka rab habéh djipoh lé Indonesia, hareuta teuh djih rampok, ureuëng Po djih poh, djipeugah lé awak njan pakon awak Atjèh geudjak mupaké sabé-sabé Islam. Geukira Republik Indonesia njan nanggroë Islam njang paléng rajek dalam dônja, deungon 200 djuta penduduk geuh bandum Islam. Njoëkeuh sabab peukara Islam hana ta peurajek-rajek, beuthatpih njang hakiki buët, ta peudjuang lé geutanjoë hana laén nibak Islam. Keu lhèë boh peukara njoë, keu Islam, keu nanggroë Atjèh, dan keu basa sibagoë identitet geutanjoë Atjèh , handjeuët ta tuka taki deungon identitet Indonazia njang hana meu-arti sapeuë keu geutanjoë Atjèh, dan njang keubiët buët han keumah ta tuka, Saban deungon darah geutanjoë, utak geutanjoë, pakriban djeuët ta tuka? Meunjo ta tuka tjit, njan geutanjoë kon droëteuh lé . Kesimpulan djih keu geutanjoë Atjèh, njang peureulèë nakeuh KTP Atjèh, sabab droëneuh ureuëng Atjèh, kon KTP Indonesia!!! Njang peureulèë keu geutanjoë Atjèh nakeuh Passport Neugara Atjèh, kon Passport Indonesia; Nationality Atjèh kon Nationality Indonesia.
             
            Decentralisasi: dalam era globalisasi dônja masa njoë, dengan kemadjuan-kemadjuan teknik IT hubungan antara manusia dalam masjarakat dônja ka makén toë, makén mudah. Akibat kemudahan njoë maka ureuëng-ureuëng njang baroë kon djeu-ôh meuklèh bak sagoë dônja, pih hana tinggai lé nibak peuë njang teudjadi dalam dônja uroë njoë., maknadjih ureuëng-ureuëng dalam dônja uroë njoë ka leubèh le geuteupeuë, ka leubèh tjarong. Ta kalon bak aneuk miët geutanjoë djinoë njang djiduëk dikeuë computer geunap uroë njan djih leubèh le djiteupeuë nibak geutanjoë. Sabab djih ka leubèh le djiteupeuë nibak geutanjoë maka awak njan han keumah ta atô lé, meungnjo hana meukri djilawan teuh. System pemerintahan ala Negara Kesatuan Republik Indonesia njan hana sesuai sagai keu geutanjoë Atjèh. Peuë pasai didjak atô geutanjoë Atjèh djéh pat di Jawa? Hana sapeuë leubèh awaknjan nibak geutanjoë Atjèh. Nanggroë Atjèh ka neubri lé Po teuh Allah deungon hareuta meulimpah, minjeuk, LNG, meuih, hasé huteuën, hasé laôt, hasé blang, hasé lampôih njang tjukôp that leuhu, njoë bandum, tjukôp that leubèh kaja nibak Jawa. Ureuëng geutanjoë Atjèh pih le njang tjarong-tjarong hana kureuëng nibak ureuëng Jawa. Geutanjoë Atjèh leubèh nibak keumaih untôk djeuët keu ”Tuan” di nanggroë droëteuh disinoë di Atjèh, hana patôt sagai tadjak teurimong peurintah nibak ureuëng Jawa disidéh di Jakareuta.
            Masalah decentralisasi, federasi, peuë lom otonomi njan hana peunténg lé keu geutanjoë Atjèh djinoë, masa djih ka liwat. Bandum system njan teutap peuduëk geutanjoë Atjèh mantong dimijub Republik Indonesia, Meungnjo mantong tadjak seutot system federasi atawa otonomi, maka hana kursi Atjèh lam PBB. Bangsa Atjèh handjeuët geumeusu keudroë geuh lam dônja. Hana su Atjèh lam PBB njang na deuh tjhit su RI. Su RI hana saban deungon su Atjèh. Teuma peureulèë ta peugot system decentralisasi keudroëteuh di Atjèh, watèë geutanjoë Atjèh ka meurdèhka singoh, watèë Neugara Atjèh ka teudong maka system pemerintahan geutanjoë got ta peugot system ”decentralisasi” keu wilajah-wilajah geutanjoë. Supaja meu-atô pembagian keuridja dan bandum na sama rasa tanggông djaweuëb, nanggroë njoë atra droëteuh, sama-sama ta bangun, sama-sama ta djaga. Kon lagèë djinoë pegawè-pegawè RI djikeuridja keu djimita ke-untungan keudroëdjih dan djitarék sjufu'at ukeuë droëdjih, hana tanggông djaweuëb keu rakjat , sabab hana kong perasaan saboh bangsa, sabab meubida identitet, dan hana tanggông djaweuëb djih keu aneuk tjutjo bangsa masa ukeuë. Njang djipiké tjit meu aneuk tjutjo djih keudroë, golongan droëdjih, kon keu bangsa djih, sabab ”bangsa indonesia ” njoë kabur dan hana djeulaih identitet djih. Njang keubit buët tjit tan na ”bangsa Indonesia”, makadjih djikorupsi, djitjeumeutjuë ban saboh nanggroë mulai bak Presidendjih trôih keudéh bak pradjurit djih.
             
            Self determination: System centralisasi ala NKRI Jawa, han lagôt lé uroë njoë. Peuë lom dalam keuadaan pemerintahan RI njang that leumoih uroë njoë, krisis dalam sigala bideuëng, terutama lam ekonomi, politik, dan militer. Sagai-sagai han keumah didjak atô geutanjoë Atjèh, peuë tadjak prèh dahoh kesejahteraan Atjèh nibak awak njan. Droë keudroë djih djéh pat di Jawa han keumah dji-atô droë djih lé, pakriban djikeumeung djak atô geutanjoë Atjèh. Sabé keudroë-droë teungoh djidjak meuseunoh pangkat dan kuasa, peuë pasai Tengku Atjèh djak seumah-seumah léklék di Jakarta djak peuteuntèë nasib Atjèh. Geutanjoë Atjèh pajah ta peuteuntèë nasib droë keudroëteuh-self determination, peuë njang got ta piké keudroëteuh, ta duëk ta muwafakat saré keudroë-droëteuh bangsa Atjèh, hana peureulèë ta peurhôh awak njan, meunasihat pih hana peureulèë teuh nibak awaknjan, sabab keupeunténgan awaknjan hana saban deungon keupeunténgan geutanjoë, njang na djitu'oh tjit djak peureuloih nanggroë.
             
            Meurdéhka: Pakriban tadjak atô Atjèh keudroëteuh,njang got ta piké keudroëteuh, keu nasib geutanjoë djinoë dan keu nasib aneuk tjutjo Atjèh masa ukeuë, meungnjo geutanjoë Atjèh mantong djiatô djéh pat di Jakareuta; meungnjo peumimpin-peumimpin Atjèh mantong geudjak theun paleuët, geudjak djôk bruëk ulèë geuh, geudjak teurimong peurintah nibak Jenderal-Jenderal Jawa??! Hukôm Atjèh njang seusuai deungon adat isitiadat dan tjara hudép Atjèh han keumah ta peudong di Atjèh meungnjo geutanjoë Atjèh mantong dimijub wilajah NKRI, meungnjo geutanjoë Atjèh mantong takheun droë teuh bangsa Indonazia, meungnjo geutanjoë Atjèh mantong galak teuh sibagoë lamiët Indonazia. Sibagoë lamiët han keumah ta peudong hukôm droëteuh, teuntèë dan handjeuët han musti ta peudjalan hukôm Tuan pat njang ta peuhamba droëteuh. Beugi biëk Atjèh njang hakiki njang keubit tjutjo Endatu, ka geupeulamiët droëgeuh keu sidroë Po teuh Allah, hana geutu'oh dan hana ruweuëng lé untôk djak peulamiët drroë geuh bak manusia. Njoëkeuh sabab ureuëng Atjèh musti hudép meurdéhka pat mantong geuhudép ateuëh rhuëng dônja. Meungnjo kon meunan maka hudép njoë hana mumakna.
             
            Referendum: Pakriban teuma ta teumeung keumeurdehkaan njan?
            Meurdéhka han ta teumeung meungnjo geutanjoë han keumah ta dong keudroë. Untuk njan peureulèë na identitèt. Beu ta turi soë droëteuh, soë bangsa Atjèh. Pat asai usui geutanjoë. Peuë bida geutanjoë deungon bangsa laén. Pat geutanjoë djinoë , pakriban geutanjoë bak masa ukeuë. Phôn tat geutanjoë peureulèë meurdéhka bak ta seumiké. Bèk seumiké tjara lamiët seumiké. Dumpeuë pajah, dumpeuë han keumah, sabé meugantung pakriban njang ka djipeuteuntèë lé gop. Teurimong dan 'uët bandum peuë njang na djiseulingka, njang ka djisurung ukeuë, lagèë leumo, padjôh ladju peuë njang geusuleuëng, peuëkeuh tukok u, peuëkeuh ôn pisang, peuëkeuh aneuk tikôh, hidông ka meu-ikat, tinggai hah habah mantong, taluëm peuë njang ka geusuleuëng.
            Meunankeuh birokrat-birokrat, tokoh-tokoh Atjèh njang ka meuteumeung sjufa'at nibak pemerintah Indonazia, umumdjih ka mangat lagèë njan. Peuë njang ka djipeuputôih sidéh di Jawa teurimong bandum, ”inggéh” deungon hôreumat dan takzim djak puwoë u Atjèh djak peudjalan ateuëh ureuëng Atjèh. Pané saban ukuran Jawa deungon ukuran geutanjoë Atjèh. Di Jawa ka sép deungon boh bi. Ék djih hudép meusapat-sapat bak binèh kali Tjiliwung djimanoë ladju teulhôn-lhôn hana pajah palang mon. Di geutanjoë Atjèh hansép ngon boh bi, beuna bu ngon ungkôt sigohlom tadjak u blang, meungnjo kon lagèë njan han ék ta tjeumeulho. Beuthat taduëk djibinèh kruëng, ta manoë bak mon, beuna idja basahan, beuthat sidroëteuh. Le that bida lom bida geutanjoë Atjèh deungon Jawa njang han keumah ta urai bandum disinoë, njang peunténg seunipat geutanjoë Atjèh meubida that deungon seunipat Jawa. Dan keupeunténgan geutanjoë Atjèh meutulak rhuëng deungon keupeunténgan Jakarta.
             
            Meungnjo ka meurdéhka bak ta seumiké, maka buët geutanjoë pih ka meunudju u meurdéka. Tinggai watèë mantong. Insja Allah geutanjoë Atjèh han keumah lé djipeungeut lé gob, peuë lom lé sipai-sipai dari Jakareuta. Jalan njang paléng mudah dan paléng ridjang untuk ta teumeung tudjuan meurdéhka njan djinoë siat nakeuh deungon djalan referendum. Mumakna bandum rakjat Atjèh geubri su geupiléh peuë njang harok geuh keu nasib Atjèh. Teuma referendum han keumah dan rugoë keu geutanjoë meungnjo ureuëng geutanjoë Atjèh hana muphôm lom peuë tudjuan referendum njan, hana geuturi soë droëgeuh lom, hana geutukri bahwa droëgeuh nakeuh sibagoë saboh bangsa dalam dônja na hak bak geupeuteuntèë nasib droë keudroëgeuh. Lagèë ta meutjeukot diateuëh bunoë bèk 'an rakjat biasa, rakjat Atjèh, meu tokoh-tokoh DPR, tjamat dan djaroë gaki pemerintah RI mantong geurasa leubèh got ”meurdéhka” dimijub Jawa, dumpeuë ka djipeuteuntèë dan djipeukeumah sidéh di Jakareuta , hana pajah piké sapeuë le. Teuntèë kudoë-kudoë lagèë njoë hana galak djih keu meurdéhka, dan naiv that tjara seumiké, sabab dumpeuë pajah ta peuteuntèë keudroëteuh sibagoë saboh bangsa njang meurdéhka lagèë bangsa-bangsa laén dalam dônja.
             
            Teuma referendum njoë pih keumah tjit dji manipulasi lé awak pemerintah perampok RI, deungon djipeutakôt, dan dji-antjam rakjat Atjèh supaja bèk piléh meurdéhka. Soë njang piléh meurdéhka akan putôh takuë dan handjeuët duëk lé di nanggroë terantjam djiwa dan mata pentjaharian aneuk peurumoh /sjèëdara siumu hudép sipanjang masa. Disampéng nibak njan akan djipeulaku tjit, bak watéë kira su, disinan pih djeuët djisunglap lé djih, djiboih tông su njang asli djituka deungon tông su njang ka djipeukeumaih lé awak njan. Njoë bandum djeuët djipeugot meungnjo hana kontroll nibak geutanjoë. Teuman peuë geutanjoë ka ék keumah ta atasi manipulasi-manipulasi njang akan djipeugot lé awak RI njoë, barô djeuët ta kheun referendum njan nakeuh bit-bit ”genuine” su/tuntutan/aspirasi nibak rakjat Atjèh. Djadi sigohlom ta peudjak referendum njoë, maka kontrol dan pengarôh/antjaman nibak RI/TNI njoë pajah ta peugléh leubèh awai. Beuthat na pih badan keu-lhèë singoh njang awasi buët referendum njan pih handjeuët ta peutjaja 100%. Maséng-maséng awaknjan na keupeunténgan droëdjih njang meuteuntèë, handjeuët ta patéh bahwa bangsa-bangsa luwa njan bandum putéh haté djih djidjak bantu bangsa Atjèh, peuë njo biëk ma djih geutanjoë Atjèh.
             
            Persatuan bangsa Atjèh: Njang paléng peunténg djinoë keu geutanjoë Atjèh nakeuh geutanjoë Atjèh bandum djinoë handjeuët han musti ta meusaboh. Keuadaan RI djinoë njang leumoh that-that njoëkeuh kesempatan keu geutanjoë Atjèh untuk ta peulheuëh droëteuh nibak peundjadjahan RI. Keuseumpatan njoë hana sabé-sabé dan handjeuët ta meu-ajeuëm hingga na watèë awaknjan djiatô baréhsan djih dan djan dang djipeupuléh droë djih. Njoë bandum meugantung bak geutanjoë Atjèh pakriban ta organize droëteuh. Meungnjo geutanjoë Atjèh han keumah ta meusaboh bak watèë njoë, maka hana lé harapan Atjèh akan meurdéhka, djeu-ôh that-that. Dan teumakôt ulôn Atjèh akan hantjô si hantjô-hantjôdjih, sabab RI han akan djipijôh djipupok geutanjoë saré Atjèh.
            Kamoë dari MPGAM ka meu-ôseuha sabé dalam siaran-siaran kamoë dan dalam buët kamoë meutawôk bangsa Atjèh supaja ta meusaboh lam saboh baréhsan, ta atô droëteuh dalam saboh organisasi persatuan Bangsa Atjèh. Bandum komponen bangsa Atjèh supaja geuduëk santeut bahô, geubri pikéran, hareuta dan teunaga keu nasib bangsa Atjèh djinoë dan keu masa ukeuë. Geutanjoë Atjèh keudroë njang peuteuntèë pakriban nasib bangsa Atjèh njoë ukeuë, insja Allah. Allah hana akan neu-ubah nasib saboh-saboh bangsa meungnjo bangsa njan hana geu-ôseuha dan geu-iëm droëgeuh mantong. Keumeurdéhkaan hana rhôt dari langét. Han sép deungon ta meudo'a mantong, pajah tadjak u blang tadjak pula padé, meungnjo geutanjoë keumeung ta padjôh bu.
             
            Njang lôn mantong hana muphôm pakriban ladôm ureuëng geutanjoë na njang seumiké keumah geupeudong nanggroë njoë sidroëgeuh. Dan deungon padum-padum droë sjèëdara dan ureuëng njan fanatik deungon droëneuhnjan; hana peureulèë geupeurôh geutanjoë bangsa Atjèh njang laén? Peuë teumakôt geuh meungnjo geupeurôh geutanjoë akan kureuëng djeumba droëneuhnjan? Deungon meutjré bré geutanjoë dan maséng-maséng ta ba hôn droëteuh maséng-maséng maka mudah that djitamong musôh lam kawan geutanjoë dan djipeubitjah blah geutanjoë. Ulon tawôk bandum sjèëdara njang mantong rasa droë bangsa Atjèh supaja ta mumat djaroë, ta bantu membantu dan taduëk meusapat ta susôn saboh program bersama untuk ta tuëng bila sjèëdara-sjèëdara geutanjoë bangsa Atjèh njang ka djipoh lé peundjadjah TNI/ABRI.
            Ho droëneuh sjèëdara2 ulôntuan, Tengku-tengku, Tuanku, ampôn, Ulama, para sardjana, mahasiswa, ureuëng meukat, ureuëng meugoë, ureuëng meulaôt, inong agam, tjhik, putik tuha.muda bandum beudoh beusaré djak bila bangsa. Ta lét TNI, ABRI dan POLRI dari nanggroë geutanjoë Atjèh, ta juë woë keudéh bak sot u pulo Jawa. Djak ta peugisa keulai marwah Endatu bangsa Atjéh, ta peudong keulai nangroë droëteuh, Neugara Atjèh ateuëh dasar musjawarah, demokrasi ala Islam, Atjèh darussalam, baldatun thaijjibah, wa rabbun ghafur. Insja Allah.
            Wassalamu'alaikum warahmatullah

            Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
            Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
             Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
            http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
            Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
            http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

            Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
            http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

            Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
            http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
            Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
            http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

            MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
            MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
            http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

            DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
             
            http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."


          • Acheh Watch
            Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa ! http://www.youtube.com/watch?v=9kFTIbL48Og   Tengku Hasan
            Message 5 of 27 , Aug 11, 2010
            • 0 Attachment
              Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
              Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
               
               Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
              http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
               
              Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
              http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

              Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
              http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

              Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
              http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
               
              Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
              http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

              MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
              MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
              http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

              DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
              http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
               
              http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."



            • Acheh Watch
              Sat, Aug 14th 2010, 14:07 Soal RPP Sabang Presiden SBY Harus Tegur Menkeu Utama JAKARTA - Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR/DPD RI asal Aceh, M Nasir Djamil dan
              Message 6 of 27 , Aug 14, 2010
              • 0 Attachment
                Sat, Aug 14th 2010, 14:07

                Soal RPP Sabang

                Presiden SBY Harus Tegur Menkeu

                JAKARTA - Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR/DPD RI asal Aceh, M Nasir Djamil dan Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Farhan Hamid menyesalkan sikap Menteri Keuangan yang mementahkan atau menganulir butir-butir kesepakatan yang sudah dicapai dalam  pembahasan finalisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Kawasan Sabang. Akibatnya, pembahasan RPP Sabang harus dilakukan dari awal lagi. “Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus bertanggung jawab dan menegur keras Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang dinilai tidak memperlihatkan sikap simpati dalam proses finalisasi RPP Sabang. Ada kesan menteri yang baru itu sama sekali tak memahami kedudukan UU Pemerintahan Aceh,” tukas Nasir Djamil menjawab Serambi di Jakarta, Jumat (13/8).

                Pandangan serupa diutarakan Ahmad Farhan Hamid yang sedang berada di Maroko. “Terus terang kita benar-benar dikagetkan oleh sikap Menteri Keuangan yang baru. Persoalan ini sangat serius,” ujar Farhan Hamid yang juga anggota DPD RI asal Aceh. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M Nasir Djamil mengatakan, sebagai pembantu Presiden, Menteri Keuangan (Menkeu) seharusnya menyampaikan hal-hal yang belum disepakati antara Pemerintah Aceh dan pusat kepada Presiden RI. Bukan malah langsung mengeksekusi dengan menutup rapat negosiasi.

                Nasir mengusulkan dan menyerukan kepada rakyat Aceh agar mendesak Presiden SBY menyelamatkan UUPA dari rongrongan para menteri yang masih terkesan menampakan egosektoral. UUPA itu harus dipahami oleh para pembantu Presiden sebagai lex spesialis atau hukum yang berlaku khusus. “Kacau pemerintahan sekarang. Para menterinya masih memiliki paradigma lama. Seharusnya membangun daerah itu ya dari perspektif daerah, bukan dari perspektif pusat. Kalau begini terus Indonesia bisa bubar,” tukas Nasir Djamil dalam nada tinggi. Ia berjanji Forbes akan segera merespons tanggapan dan sikap Menkeu yang mengakibatkan tertundanya kelahiran PP Sabang. “PP Sabang adalah urat nadi perekonomian Aceh. Karena itu harus didesak penerbitannya. Ini juga sudah terlambat tiga setengah tahun,” kata Nasir.

                Rencananya, Tim Pemantau Otonomi Khusus Aceh dan Papua akan mengundang Menko Perekonomian, Menko Kesra, dan sejumlah menteri terkait guna mendengarkan kelanjutan sejumlah RPP dan Perpres yang belum selesai. “Kami mengagendakan pertemuan akhir Agustus atau awal September 2010. Secara resmi kami juga akan menanyakan khusus RPP Sabang,” ujar Nasir yang juga Wakil Ketua Tim Pemantau Implementasi Otsus Aceh dan Papua. Farhan Hamid mengatakan rakyat Aceh sudah pasti kecewa terhadap kebijakan Menkeu pengganti Sri Mulyani yang dinilai telah berusaha mementahkan kembali pembahasan RPP tentang Sabang. “Sebelumnya kita diberi tahu bahwa pembahasan sudah final dan sudah dilakukan harmonisasi oleh Kementerian Hukum dam HAM. Sebetulnya RPP itu tinggal diteken Presiden saja. Kita betul-betul kaget mendengar perkembangan terakhir,” sebut Farhan Hamid.

                Secara terpisah, mantan anggota DPRA, Mukhlis Mukhtar SH pesimis pemerintah pusat akan menerbitkan PP tentang Sabang dan PP Migas. “Yakinlah Saudara-saudaraku di Aceh, RPP Sabang dan Migas akan lahir bila RI bubar,” tukas Mukhlis bernada ketus. Watak seperti itu, kata Mukhlis, sudah dirasakan sejak pembahasan Otonomi Khusus Aceh dulu. “Saya ikut beberapa pansus. Kesan yang saya peroleh ya seperti itu, terutama menyangkut Sabang dan pengelolaan Migas,” ulang Mukhlis Mukhtar lagi. (fik)
                _____________________________
                 
                Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                 Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                 
                http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
                _______________
                 
                Press Release
                To News Editors
                July 21, 1999

                For Immediate Release
                 

                ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD

                 

                In a rare interview from his exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22.

                 

                The uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized."

                 

                Di Tiro puts the overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all the same. Uneducated fools."

                 

                The REVIEW obtained the interview amid mounting concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters of East Timor and Irian Jaya.

                 

                Two battalions of troops--backed by 1,700 paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered across Aceh.

                For further information, please contact:
                Michael Vatikiotis
                Far Eastern Economic Review
                Tel 852 2508 4420
                Fax 852 2503 1530



              • Acheh Watch
                WN: Ureuëng2 lagèë lôn 1000 x go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa ! Tgk Hasan di Tiro Cs di Glé Atjèh, 1976 Udép geutanjoë hana juëm
                Message 7 of 27 , Aug 15, 2010
                • 0 Attachment

                  WN: Ureuëng2 lagèë lôn 1000 x go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !


                  Tgk Hasan di Tiro Cs
                  di Glé Atjèh, 1976

                  "Udép geutanjoë hana juëm
                  meusaboh aneukmanok meunjo hana tapeutheun peuë njang ka geukeubah lé éndatu. Udép sibagoë lamiët dan djadjahan gob njan hana juëm meu-sikeuëh ! Meunjo tateupuë(peuë) arti keumuliaan!
                  Tgk Hasan di Tiro

                   


                  Almarhum Sjahid Dr. Muchtar J. A. Hasbi:
                  Dr. Mokhtar nakeuh saboh tjeunto, symbol nibak sidroë Sardjana, Intellektual Atjèh njang geungui nan, 'eleumèë, pikéran, hareuta, seureuta deungon darah dan djawongneuh bak buët bila bangsa Atjèh .Sampoë sjahidneuh. Ka trôih lumpoë droëneuhnjan. Ka trôih tjita-tjita droëneuhnjan. Inna lillahi wa inna ilaih radji'un.



                  Sjahid Dr. Zubir Mahmud. "Bahthatpih umu-geuh barô 28 thôn, Dr. Zubir nakeuh sidroë Meuntroë dan sidroë Gubernur njang paléng tjarong dan meuhasé di Wilayah Peureulak" Tgk Hasan di Tiro

                   


                  "People who call themselves Indonesians are having an identity crisis." Syahid Tgk Abdullah Syafie





                  Panglima Operasi Gerakan Aceh Merdeka Wil Peureulak Tgk Ishak Daud:
                  "Hakikat nibak OTONOMI hana laén nibak tapeusah droë teutap djeuët keu aneuk djadjahan gob"

                   

                  Pelabuhan Bebas Sabang Yang Terpasung




                  Pelabuhan Bebas Sabang

                  "Kelemahan dan kelalaian Pemerintah Daerah Acheh sekarang tidak lain karena permainan dan skenario indonesia yang memang sudah diatur sedemikian rupa. Untuk memajukan perekonomian daerah sendiri dengan biaya sendiri masih juga harus mengemis minta izin ke Jakarta. Itulah salah satu contoh kebijakan indonesia yang sangat rancu, padahal katanya hak-hak tersebut adalah milik Pemerintah Daerah Acheh
                  "

                  Oleh: Jaffaniel Alamsyah

                   

                  Hari demi hari kebohongan kolonial RI terhadap rakyat Acheh semakin terang dan terus bertambah. Sikap yang tidak jujur dalam menjalankan apa yang diharapkan rakyat sebagaimana yang sudah mereka janjikan sebelumnya, adalah suatu kenyataan. Tapi masalahnya, kepekaan mereka yang mengaku sebagai pemimpin Acheh juga sangat kurang, bahkan mau diperbodoh terus oleh Jakarta.

                  Kelemahan dan kelalaian Pemerintah Daerah Acheh sekarang tidak lain karena permainan dan skenario indonesia yang memang sudah diatur sedemikian rupa. Padahal kita tahu hal yang paling mendesak untuk memajukan roda perekonomian Acheh sekarang, yang salah satunya yaitu dengan menghidupkan kembali pelabuhan bebas, supaya bisa terlepas dari ketergantungan kepada provinsi Sumatera Utara, yang hanya memanfaatkan keburukan sistem manajemen pemerintah Acheh selama ini. Bagaimna tidak, hampir 100 persen barang yang masuk ke Acheh datang melalui bahkan dari provinsi tersebut. Begitu juga seluruh barang mentah dari Acheh mau tak mau harus di-eksport melalui provinsi itu dengan menggunakan segala fasiliti milik mereka. Sudah tentu pajak dan retribusi masuk ke pemerintah setempat.

                  Kita mundur ke belakang. Saat pelabuhan bebas Sabang coba untuk dihidupkan kembali beberapa tahun lalu, ada beberapa provinsi lain di indonesia yang berteriak atas kebijakan itu, terutama Sumatera Utara. Sebagai contoh Ketika mobil import bekas dari Singapore masuk ke pelabuhan bebas sabang.

                  Ketika gula pasir masuk melalui pelabuhan di ujung Acheh tersebut, saat itu kita lihat roda perekonomian sudah mulai bergerak. Namun seiring dengan itu, banyak pula para pedagang dari Medan yang dilanda ketakutan yang kesehariannya sangat banyak meraup keuntungan dari rakyat Acheh. Bagaimana tidak, sebelumnya Acheh adalah pasar yang sangat baik buat mereka. Pada saat itu mereka merancang satu skenario bekerjasama dengan apparatus pemerintah setempat untuk menghentikan import gula lewat pelabuhan Sabang.

                   

                  Hingga kini Badan Pelaksana Kawasan Sabang (BPKS) dan Dublin Port Company belum dapat membuka Pelabuhan Bebas Sabang sebagaimana seharusnya. Kondisi itu terjadi karena sejak setahun lalu sampai kini, penyerahan aset pelabuhan dari PT Pelindo ke BPKS belum dilakukan. Demikian, antara lain, dikatakan Kepala BPKS, Teuku Syaiful Achmad beberapa waktu lalu. Menurutnya, surat untuk penyerahan asset dari Pelindo sebenarnya sudah keluar. Namun, secara resmi belum dilakukan pemerintah pusat indonesia.

                   

                  Hal itu tidak masuk akal sama sekali, untuk memajukan perekonomian daerah sendiri dengan biaya sendiri masih juga harus mengemis minta izin ke Jakarta. Itulah salah satu contoh kebijakan indonesia yang sangat rancu, padahal katanya hak-hak tersebut adalah milik Pemerintah Daerah Acheh.

                  Jaffaniel Alamsyah


                   =============================

                  Menanggapi Hasil Temuan Migas Raksasa
                  di Nanggroe Acheh


                   

                   


                  Temuan Migas Raksasa di Nanggroe Acheh

                  “ Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama lembaga riset geologi dan kelautan Jerman (BGR) menemukan sumber daya minyak dan gas berskala raksasa di timur laut Pulau Simeulue, Aceh. Potensi hidrokarbon itu ditaksir mencapai 50 miliar barel. Lebih besar dari yang terdapat di Banyu Urip, Jawa Timur, yang hanya 450 juta barel.
                  Jika dibandingkan dengan negara negara lain, penemuan ini termasuk kategori kakap. Arab Saudi, misalnya, cadangan terbuktinya 264,21 miliar barel, sehingga bisa dieksplorasi selama 250 tahun. "
                  .
                  Jaffaniel Alamsyah
                  Sepertinya keadaan propinsi Acheh semakin hari semakain rumit. Kekangan R.I terhadap propinsi Acheh semakin kuat. Indonesia semakin yakin dan pasti dengan segala daya upaya Acheh harus mereka pertahankan agar tetap berada di dalam negara kesatuan republik Indonesia. Salah satu alasannya di samping letak propinsi Acheh yang sangat srategis, juga hasil alamnya yang sangat menjanji kan. Bagaimana tidak, Sebagaimana yang dinyatakan sebuah koran terbitan Acheh pada Selasa (12/2/2008) di mana “Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama lembaga riset geologi dan kelautan Jerman (BGR) menemukan sumber daya minyak dan gas berskala raksasa di timur laut Pulau Simeulue, Aceh. Potensi hidrokarbon itu ditaksir mencapai 50 miliar barel. Lebih besar dari yang terdapat di Banyu Urip, Jawa Timur, yang hanya 450 juta barel. Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi BPPT Yusuf Surahman menjelaskan, potensi itu berdasarkan perhitungan dengan porositi 15 persen. Porositi merupakan kemungkinan batuan menyimpan cairan (termasuk minyak) di dalam gugusannya”. Jika dibandingkan dengan negara negara lain, penemuan ini termasuk kategori kakap. Arab Saudi, misalnya, cadangan terbuktinya 264,21 miliar barel, sehingga bisa dieksplorasi selama 250 tahun. Sedangkan potensi migas di Banyu Urip, Jawa Timur, sebesar 450 juta barel. Adapun lapangan migas yang dapat dikategorikan sebagai giant field adalah apabila volume cadangan terhitung mencapai 500 juta barel. Menanggapi penemuan Migas raksasa yang ditemukan di Acheh, semakin berat tantangan yang harus sama-sama kita hadapi yang artinya semakin berat tugas kita untuk memisahkan diri dari kesatuan republik indonesia. Di Acheh sendiri yang suasana politik semakin tak menentu. Mereka para mantan GAM semakin merajalela menerima suapan R.I tanpa memperdulikan akibatnya. Kecemburuan sosial merupakan salah satu penyakit yang menjadi rahasia umum dalam keseharian di Acheh akhir-akhir ini. Ketidakmampuan pemerintah mengontrol harga bahan pokok mengakibatkan suatu krisis yang semakin tajam di kalangan masyarakat pada umumnya. Berdasarkan paparan di atas, ruang apa kiranya yang bisa kita ambil untuk meng-eksis-kan diri kita. Kita harus berbuat sesuatu. Keharusan menjawab tantangan ini adalah urgent sifatnya. Bagaimana kita dapat mengambil langkah untuk memacu perjuangan dalam membebaskan diri dengan lebih cepat dan bertenaga, baik itu dengan kekuatan yang kita miliki di luar ataupun di dalam Acheh. Sebab keinginan ini bukan saja berangkat dari keinginan kita untuk memperoleh hak kelola dari hasil bumi yang kita miliki untuk kepentingan dan kesejahteraan bangsa kita sendiri, tetapi yang perlu juga perlu kita hindari adalah kemungkinan rakyat kita akan lebih menderita dan lebih terjajah apabila kolonial indonesia menemukan sumber daya alam baru untuk mereka kuras.
                  ____________________
                   

                  Peusan Kumite Ateuëh Ulang Thôn Atjèh Meurdéhka Njang keu-31
                  4 Desember 1976 - 4 Desember 2007
                   

                  Gurèë A. Rahman
                  Video bak YouTube (Part-5)
                  Video bak YouTube (Part-6)

                  Video Part-7: Doa Seulamat

                  Uléh: Tgk Ramli A. Baka
                  r

                  "Untuk tapeugisa keulai marwah bansa dan rakjat Atjèh njang ka leubèh lhèë plôh thôn djigilho-gilho uléh RI, dan djinoë djitamah tjatjah lom uléh MA’OB Helsinki, njang djibantu uléh padum-padum droë biëk Atjèh (lhoh) njang ka keumah djingui lé musôh, maka tjit saboh treuk sagai tjara njang mantong teuhah keu geutanjoë uroë njoë nakeuh ta gisa keulai bak asai: gisa bak Proklamasi 1976, mumat bak sumpah Atjèh Meurdéhka dan sampôh beugléh kumeun-kumeun MA’OB Helsinki njang tiëp uroë dan djeuëb minet djisuleuëng dalam babah bansa Atjèh uléh RI dan kawôm lhoh di Atjèh, meulalui mass-media dan surat haba di nanggroë njang djeuët keu tjurong peundjadjah Indonesia"
                  Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
                   
                  Phôn-phôn that saleuëm seudjahtra dan dôá seulamat dari Kumite keu bandum bansa Atjèh njang kamoë gaséh, pat mantong ateuëh rhuëng dônja njoë, mudah2an beuna sabé dalam lindôngaan Po Teuh Allah. Amin…
                   
                  Uroë njoë nakeuh uroë 4 Desember 2007, geunap 31 thôn Atjèh Meurdéhka ka neupeunjata keulai ubak dônja uléh Tengku Hasan di Tiro di wilajah meudèëlat Putjôk Gunong Tjokkan, Mamprèë. Lhèë plôh sa thôn geutanjoë bansa Atjèh ka tapeunjata droë-teuh tameudong keudroë, hana lé ta seutot peurintah dari Djakareuta dan bibeuëh nibak bandum hubôngan politék, seudjarah, militè dan ekonomi deungon bansa pura-pura, nakeuh peundjadjah Indonesia. Dan geutanjoë ka tameusumpah tjit ateuëh nan Allah dan ateuëh nan para sjuhada njang ka leubèh awai neupeulikôt geutanjoë bak neupeutheun nanggroë dan bandèra pusaka, bahwa geutanjoë han ta tém lé djidjadjah, djihina dan djipeugot saban sakri uléh bansa luwa njang teuka dari blahdéh laôt.
                   
                  Kareuna peunutôh njang ka ta tjok njan, maka seulama 31 thôn njoë meuplôh-plôh ribèë bansa geutanjoë ka djipoh mate uléh sidadu Indonesia: meuribèë-ribèë manjèt peudjuang Atjèh Meurdéhka hana mupat djeurat; meuribèë aneuk jatim hana soë hiroë dan meuribèë ureuëng binoë seureuta aneuk2 dara Atjèh ka djipeulaku uléh peundjadjah biadab Indonesia kri njang galak djih. Kurubeuën2 njang dumnan rajek njang ka geubri uléh bansa Atjèh njang tudjuan djih nakeuh untôk peugisa keulai kedèëlatan Neugara Atjèh dan untôk tubôih keulai jum meurdéhka njang ka gadoh njan. Uroënjoë ka djisampôh bandum uléh peurdjandjian “bangai” MoU deungon peurupaganda self-government- djih.
                   
                  Bansa Atjèh njang kamoë peumulia!
                   
                  Meuhubông deungon ulang thôn Atjèh Meurdéhka njang keu-31 njoë, Kumite meulakèë bak bandum bansa Atjèh, pat mantong ateuëh rhuëng dônja, supaja saban-saban ta kalon, ta tilék keulai dan ta peunjum-peunjum deungon ban peuët pantja indra teuh teuntang peuë seubutôi djih makna ”dame” njang djitèkèn di Helsinki bak uroë neuhaih 15 Agustus, 2005, keu bansa Atjèh?
                   
                  Deungon lahé peurdjandjian atawa MA’OB Helsinki, maka akibat djih handjeuët han, antara laén:
                   
                  1. Bansa Atjèh ka gadoh Nanggroë Seunambông (Successor State) njang meuseubôt dalam surat Peunjata Atjèh Meurdéhka njang neupeunjata uléh Wali Neugara Tengku Hasan Muhammad di Tiro di Gunong Tjokkan bak uroë 4 Desember 1976 – 31 thôn njang ka ulikôt
                   
                  2. Ubéna keudjeuhatan dan keubiadaban sidadu Indonesia ateuëh rakjat Atjèh seulama lhèë plôh thôn njoë, teumasôk meuplôh ribèë kurubeuën masa DOM, handjeuët soë ungkét-ungké lé dan bandum ka djimensoh deungon meusadja that uléh peurundéng2 di Helsinki. Seudangkan bansa dan rakjat Atjèh njang ka meugulé maté sjahid bak peutheun nanggroë dan bandéra pusaka éndatu ka djianggap lagèë ôn geurusông, hana makna sapeuë-pih keu awaknjan.
                   
                  3. Bansa Atjèh njang ka meusumpah akan geubri ”djawong dan hareuta” geuh untôk tubôih keumeurdéhkan ka meulanggéh bandum. Meumakna bansa Atjèh njang teurimong MoU njan deungon trang-trang ka geukhianat keu sumpah dan Proklamasi Atjèh Meurdéhka 1976, sibagoë teumpat meudong dan sibagoë teumpat rudju’k peurdjuangan sutji keumeurdéhkaan Atjèh.
                   
                  4. Hak bansa Atjèh untôk djak tuntut meurdéhka atawa referendum ka djipeugadoh.
                  Djadi, bansa Atjèh njang mantong seutia keu peurdjuangan sutji éndatu, deungon padum-padum boh tjunto njang teuseubôt di ateuëh, mudah2an ka leubèh trang lom keu geutanjoë bandum bahwa peurdjandjian atawa MA’OB Helsinki njan nakeuh saboh buët teumipèë njang paléng trang dan paléng djeuheut dalam abad njoë, njang ka djipeugot ateuëh saboh Geurakan Keumeurdéhkaan uléh saboh Neugara peundjadjah.
                   
                  Bansa Atjèh njang dumnan kha dalam seudjarah bak peutheun nanggroë dan agama geuh, keuneulheuëh djih keumah djitipèë deungon tjara njang paléng hina, nakeuh deungon tjara djipeudijeuëng- dijeuëng dan disuleung Dollar Amerika (bantuan tsunami), djimeudjandji ”self-government” (nan laén nibak otonomi) dan djipeutaba pangkat njang “raja-raja” lagèëna (gubernur, bupati dan anggèëta dewan), bah that njang atô dan peunteuntèë dumpeuë peukara teutap di Djawakarta. Wali Nanggroë geutanjoë ka lheuëh geukheun njang bahwa tjamat, bupati ngon gubernur njan nakeuh nan laén dari Tjokan, Guntjo, Suntjo njang djingui uléh Djeupang, dan ureuëng2 njang teurimong pangkatnjan bandum hana laén nibak bansa Atjèh njang ka djeuët keu “lhoh”, atawa pengkhianat. Peuë keuh ureuëng2 njang peugah droe geuseutot peurdjuangan Atjèh Meurdéhka ka geu peutuwo haba Wali Nanggroë? Atawa ureuëng2 njan ka buta ngon pèng dan pangkat?
                   
                  Pakriban njan ék teudjadi, dan pakriban na biëk Atjèh atawa siteungoh Atjèh djitém khianat dan djitém tuka meuplôh-plôh ribèë kurubeuën konflik dan darah sjuhada deungon ajeuëm siat njan (pèng dan pangkat)? Gohlom peurnah teudjadi dalam seudjarah keumeurdéhkaan modèrèn njoë ureuëng djitém peupré meunan-meunan mantong dumnan rajek peulanggaran HAM, keutjuali di Atjèh.
                   
                  Bansa Atjèh njang that teugaséh dan teusajang…
                   
                  Untuk tapeugisa keulai marwah bansa dan rakjat Atjèh njang ka leubèh lhèë plôh thôn djigilho-gilho uléh RI, dan djinoë djitamah tjatjah lom uléh MA’OB Helsinki, njang djibantu uléh padum-padum droë biëk Atjèh (lhoh) njang ka keumah djingui lé musôh, maka tjit saboh treuk sagai tjara njang mantong teuhah keu geutanjoë uroë njoë nakeuh ta gisa keulai bak asai: gisa bak Proklamasi 1976, mumat bak sumpah Atjèh Meurdéhka dan sampôh beugléh kumeun-kumeun MA’OB Helsinki njang tiëp uroë dan djeuëb minet djisuleuëng dalam babah bansa Atjèh uléh RI dan kawôm lhoh di Atjèh, meulalui mass-media dan surat haba di nanggroë njang djeuët keu tjurong peundjadjah Indonesia.
                   
                  Geutanjoë bansa Atjèh njang mantong seutia keu peurdjuangan éndatu, njang mantong djilé darah Atjèh dalam tubôh teuh, njang mantong djeuët tameututô deungon basa watèë geupeulahé teuh, dan mantong tapeujum darah sjuhada njang ka djilé rata kruëng Atjèh, bandum karônja Allah dan pusaka éndatu njoë wadjéb ta peutheun dan tapeulahra deungon peuë mantong resiko. Geutanjoë musti saban-saban ta tjok tanggông djaweuëb bak ta hadapi malapeutaka Helsinki, njang ka djidjak peuhaleuë peundjadjah Indonesia di bumoë Atjèh, ka djidjak sampôh bandum djeudjak identiti dan tapak éndatu droë teuh.
                   
                  Uléh sababnjan, Kumite Peukeumah Atjeh Merdehka Demokratik, sibagoë alat atawa forum untôk peurapat seuëh dan peusaboh keulai bangsa Atjèh njang ka djipeutjré-bré uléh MA’OB Helsinki, teungoh meubuët ladju untôk peu-udjud saboh tudjuan dan tjita-tjita sutji bansa Atjèh bak peubibeuëh droë dan peumeurdéhka nanggroë dari peundjadjah Indonesia. Insja Allah deungon peukara MoU Helsinki ka geu pham uléh bansa Atjèh, maka neuduëk peurdjuangan geutanjoë untuk masa ukeuë akan leubèh teupat lom, beu teuglong lagèë bak watèë geu peu lahé peurdjuangan njoë 31 thôn u likôt. Kru seumangat ukeuë bansa Atjèh njang gagah peurkasa, deungon beureukat rahmat Allah, dôa para sjuhada, asoë proklamasi 4 Desember 1976 akan djeuët keu peutunjok bagi geutanjoë untôk ta peusampoë tjita-tjita aneuk bansa, njang hana laén tudjuan maléngkan untôk MERDÉHKA.
                   
                  Stockholm, 4 Desember 2007

                  Sekretariat Kumite
                  =========================
                  Kumite Peukeumah Atjèh Meurdéhka Demokratik (Komite Persiapan Aceh Merdeka Demokratik/Preparatory Committee of the Free Acheh Democratic) E-mail: committee@freeacheh .info www.freeacheh. info



                  Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                  Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                   Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                  http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                  Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                  http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                  Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                  http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                  Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                  http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                  Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                  http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                  MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                  MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                  http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                  DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                   
                  http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."



                • Acheh Watch
                  Wed, Aug 18th 2010, 11:52 Gubernur Terharu Saat Pidato di Depan Veteran Utama Peringatan HUT RI di Aceh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Selasa 17 Agustus 2010
                  Message 8 of 27 , Aug 18, 2010
                  • 0 Attachment
                    Wed, Aug 18th 2010, 11:52

                    Gubernur Terharu Saat Pidato di Depan Veteran


                    Peringatan HUT RI di Aceh
                    Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Selasa 17 Agustus 2010 bertindak sebagai inspektur upacara HUT ke-65 Kemerdekaan RI di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. Dari kiri ke kanan, Gubernur Irwandi Yusuf, Wagub Muhammad Nazar, Pangdam IM Mayjen TNI Hambali Hanafiah, dan Kapolda Irjen Pol Fajar Prihantoro memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.SERAMBI/BEDU
                     
                    BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sempat terharu saat berpidato pada temu ramah di depan veteran, keluarga veteran, kawaveri, warakawuri, dan purnawirawan TNI/Polri di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (17/8).  “Bagi masyarakat Aceh, HUT ke-65 RI punya makna tersendiri. Sebelum Aceh damai pada 15 Agustus 2005, perayaan HUT RI di Aceh tak bisa dilakukan. Kalau pun dilaksanakan, seperti di Banda Aceh dalam keadaan penuh waspada,” kata Irwandi dalam pidato tanpa teks.

                    Irwandi sempat terdiam sesaat, kemudian dengan suara terpatah-patah dia melanjutkan pembicaraan. Dikatakannya, sebelum Aceh damai, belum empat bulan setelah peringatan HUT RI, GAM juga memperingati HUT tandingan, yaitu Milad GAM setiap 4 Desember. Peringatan itu pun banyak memakan korban. Maka dari itu, kemerdekaan yang telah kita rasakan saat ini patut kita syukuri. Sedangkan yang sudah terjadi sebelumnya adalah takdir untuk Aceh, sehingga Aceh kini memperoleh kedamaian,” kata Irwandi.

                    Selanjutnya, Irwandi meminta izin kepada Pangdam IM Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapolda Aceh Irjen Pol Fajar Prihantoro, dan Kajati Aceh Halili Toha. Kepada Unsur Muspida Aceh yang duduk di barisan depan itu, Irwandi mengungkapkan bahwa sebagian veteran Aceh kembali melanjutkan perjuangan saat pemberontakan DI-TII bergejolak di Aceh tahun 50-an, dan terakhir bergabung dalam perjuangan GAM.

                    “Ini semua dilakukan karena mereka menilai Aceh ketika itu belum mendapatkan kemerdekaan yang paripurna. Maka dari itu, hari ini kita semua menyadari bagaimana kemerdekaan itu diperjuangkan. HUT ke-65 RI sungguh sangat berarti bagi generasi penerus bangsa. Kita semua bertanggungjawab dan harus memiliki komitmen moral untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan,” kata Irwandi disambut tepuk tangan seisi ruangan.

                    Beri penghargaan
                    Irwandi menambahkan, atas jasa yang telah diberikan para pejuang sebelumnya, maka Pemerintah Aceh berhak memberi penghargaan dan bingkisan. “Bingkisan tersebut harus dimaknai sebagai sebuah ketulusan dari anak cucu atas apa yang telah bapak-bapak dan ibu-ibu berikan kepada negeri ini,” ucap Irwandi.

                    Irwandi juga mengatakan, pemerintah menyerahkan Satya Lencana kepada pegawai negeri sipil di Aceh yang telah setia, jujur, disiplin, dan cakap dalam mengabdi secara terus menerus selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Sehingga para PNS ini bisa dijadikan teladan oleh pihak lain.

                    Kemudian, mantan Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah ini berseloroh, “Sebetulnya pada momen ini saya juga berhak mendapat dua penghargaan, pertama sebagai veteran, dan kedua penghargaan sebagai PNS karena telah mengabdi mengajar selama 26 tahun. Lagi-lagi hadirin bertepuk tangan.

                    Sebelumnya, dalam acara temu ramah itu, panitia menyerahkan secara simbolis santunan kepada beberapa veteran dan keluarga veteran. Bantuan Rp 5 juta per orang itu diberikan kepada 70 veteran dan keluarga veteran di seluruh Aceh. Sedangkan sejumlah PNS di Aceh mendapat penghargaan Satya Lencana Satya 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.   

                    Pada kesempatan itu, Darwis, seorang pewakilan veteran dan keluarga veteran dari seluruh Aceh mengucapkan terima kasih atas bantuan itu. Meski tidak dalam bentuk uang, dia berharap Pemerintah Aceh peduli terhadap veteran dan keluarga veteran, tak hanya pada perayaan 17 Agustus, tapi juga pada momentum lain, seperti pada peringatan hari pahlawan.

                    Kembali jadi irup
                    Acara ramah tamah itu digelar usai upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan di Lapangan Balangpadang Banda Aceh. Untuk kedua kali sejak terpilih menjadi Gubernur Aceh pada 2006, Gubernur Irwandi bertindak sebagai inspektur upacara (irup) HUT Kemerdekaan RI, sedangkan pada 2008, Irwandi sakit dan pada 2009, diundang mengikuti HUT ke-64 RI di Istana Merdeka, Jakarta.

                    Kemarin, teks proklamasi dibacakan Ketua DPRA Hasbi Abdullah. Wagub Aceh Muhammad Nazar serta Unsur Muspida Aceh, seperti Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapolda Irjen Pol Fajar Prihantoro, dan Kajati Halili Toha turut hadir. Dari Muspida Banda Aceh, antara lain, Wali Kota Mawardy Nurdin.

                    Seluruh Unsur Muspida dan istri masing-masing, termasuk istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani juga hadir pada upacara itu maupun saat ramah tamah di Anjong Mon Mata. Sekira pukul 14.00 WIB kemarin, Gubernur Irwandi dan rombongan muspida berangkat ke Rutan Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

                    Remisi
                    Di Rutan Kajhu, Gubernur Irwandi menyerahkan SK remisi. Dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A, Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (17/8) sebanyak 282 narapidana mendapat remisi dari Pemerintah Indonesia. SK Remisi tersebut diberikan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Dari jumlah itu 87 orang narapidana yang terkait berbagai kasus mendapat remisi. Bahkan tiga narapidana yang belakangan diketahui dua orang berasal dari LP Kajhu dan satu dari LP Lhoknga, langsung bebas. Dua mantan narapidana yang mendapat SK Remisi dari LP Kajhu itu yakni Hendri Gunawan (28) dan Ansari BM Hasan. Sementara satu orang lainnya mantan narapidana dari LP Lhoknga yang langsung bebas adalah Heriadi (23).(sal/mir)
                    Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                    Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !
                    http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ

                     Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                    http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                    Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                    http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                    Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                    http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                    Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                    http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                    Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                    http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                    MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                    MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                    http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                    DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1) http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
                     
                    http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."

                  • Acheh Watch
                    ....//Saboh tjunto seudjarah Atjèh njang tjeudaih lagèëna nakeuh, seudjak djameun Beulanda kon sampé uroë njoë, hana meusidroë peumimpin thjik tjhik
                    Message 9 of 27 , Aug 20, 2010
                    • 0 Attachment
                      ....//Saboh tjunto seudjarah Atjèh njang tjeudaih lagèëna nakeuh, seudjak djameun Beulanda kon sampé uroë njoë, hana meusidroë peumimpin thjik tjhik Atjèh njang na rôh djak meujeurah bak musôh. Meunan bak masa Beulanda dilèë, meunan watèë DI-TII thôn limongplôhan , dan meunantjit watèë GAM banban njoë.

                      Tjut Njak Dhien hana neumeunjeurah keu Beulanda, tapi djkhianat uléh ureuëng2 njang na sadjan, watèë droëneuhnjan han deuh neukalon sapeuë lé; Abu Beureuéh han neumeunjeurah watèë Iqrar Lamteh djitèkèn thôn 1957, teutapi neutren u gampông limong thôn lheuëhnjan kareuna ka djikhianat uléh ureuëng2 njang droëneuh peutjaja njan; Wali Neugara, Njang Mulia Tengku Hasan Muhammad di Tiro, hana neuwoë u nanggroë lheuëh meutèkèn MoU Helsinki thôn 2005, tapi ka djikhianat uléh ureuëng2 sadjan droë-neuh dan ka keumah djipuwoë u nanggroë lhèë thôn siteungoh lheuëhnjan, watèë droëneuhnjan handjeuët neubila droëneuh lé dan handjeuët neumarit lé dalam basa Atjèh.

                      Keusimpôlan djih: keudjadian ateuëh Wali bak uroë 11 Oktober 2008, saban that lagèë keudjadian ateuëh Tjut Najk Dhiën thôn 1910 buet Pang laot
                      Djadi seudjarah sabé meu-ulang dan peurdjuangan untôk peuteuntèë nasib droë teutap meusambông, hana peungarôh peuë njang akan teudjadi ateuëh peumimpin peurdjuangan njan.

                      Bansa Islam Chechenia njang ka 300 thôn geulawan Rusia, dalam masa 10 thôn njoë 4 droë presiden awaknjan ka sjahid meuturôt-turôt dalam mideuën prang: Presiden Dzhokhar Dudayev, Zelimkhan Yandarbiyev, Aslan Maskhadov dan Abdul-Khalim Sudalayev. Maté saboh meugantoé saboh, namun peurdjuangan awaknjan hana meusurôt meusilangkah. Meunan keu njang akan teudjadi di Atjèh ukeuë, Insja Allah....// ...


                       
                      Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa ! http://www.youtube.com/watch?v=9kFTIbL48Og
                       
                      Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                       
                       Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                      http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                       
                      Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                      http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related
                      Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                      http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                      Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                      http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                       
                      Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                      http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                      MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                      MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                      http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                      DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                      http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
                       
                      http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."


                    • Acheh Watch
                      Re: Bls: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) Sunday 22 augusti 2010 06:50 From: lukman thaib  To:
                      Message 10 of 27 , Aug 22, 2010
                      • 0 Attachment
                        Re: Bls: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                        Sunday 22 augusti 2010 06:50
                        From:
                        "lukman thaib" <cottring@...>
                         To: IACSF@yahoogroups.com
                         
                        Hasejih mandum ka meuramah ek manok lom. Adakpih meunan mandum geutanyo mantongna uro singoh yang taharap leubeh got. Bek sagai putoeh asa Tgk.
                         
                        From: aydil fida <sobat_fida@...>
                        To: IACSF@yahoogroups.com
                        Sent: Saturday, August 21, 2010 18:04:21
                        Subject: Re: Bls: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                        Meutuah!!! loen setuju dengan sikap sira!! nyoe na perle nyawoeng lam perjuangan ureung droenueh, nyoempat na nyawoeng loeng!! Jangan biarkan yg mungkar itu merajalela!!! Semoga tanyoe Aceh tetap berani mati demi kebenaran lagee darah yg ka2... Amien!
                         
                        From:
                        azazi azazi <azwirnazar@...>
                        To: IACSF@yahoogroups.com
                        Sent: Fri, August 20, 2010 5:22:32 AM
                        Subject: Bls: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                        menyoe na yang dalam bahasa Inggreh neu foward keu lon saboh,
                        thanks,

                        --- Pada Jum, 20/8/10, Aba Allev <allevaba@...> menulis:

                        Dari: Aba Allev <allevaba@...>
                        Judul: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                        Kepada: IACSF@yahoogroups.com
                        Tanggal: Jumat, 20 Agustus, 2010, 6:39 AM
                        Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                        Banda Aceh, 15 Agustus 2010
                        Sehubungan dengan peringatan hari bersejarah penandatangan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, SIRA merasa perlu mengingatkan kepada pemerintah RI atas kewajiban-kewajibannya yang belum dipenuhi dalam mengadakan dan melaksanakan undang-undang serta peraturan yang diperlukan sebagaimana ditentukan dalam MoU RI-GAM tersebut. Kegagalan, penundaan yang berlarut-larut, pelaksanaan yang tidak maksimal, telah menimbulkan kegelisahan yang berat di kalangan rakyat Aceh, apalagi mengingat pernyataan Presiden SBY bahwa Pemerintah Pusat akan mengakhiri semua komitmennya terhadap UUPA pada akhir tahun 2010 ini, yang hanya tinggal beberapa bulan saja lagi. Kekecewaan rakyat Aceh telah mencapai puncaknya ketika Menteri Keuangan menyatakan akan menganulir RPP Sabang sehingga menimbulkan reaksi demikian keras yang mengancam proses perdamaian yang sedang berjalan baik di Aceh. SIRA melihat insiden terakhir ini, dari serangkaian tindakan-tindakan Pemerintah Pusat yang lain, seolah-olah membuktikan kecurigaan rakyat Aceh bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah jujur atau ikhlas dalam menyelesaikan perselisihannya dengan rakyat Aceh.
                        Dalam soal berbagai RPP yang belum diselesaikan, kita melihat beberapa yang krusial, termasuk:
                        RPP Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Kawasan Sabang (DKS) yang bahkan mau dianulir setelah mencapai titik akhir penyelesaiannya,
                        RPP MIGAS yang masih terkatung-katung,
                        RPP tentang pengaturan Kewenangan Pemerintah Aceh Seringkali hambatan yang terjadi bukan atas kebijakan pimpinan tertinggi Pemerintah Pusat, tapi dipermainkan ditingkat birokrasi, sehingga Pemerintah Aceh merasa ditipu. Keadaan ini jelas terjadi dalam peristiwa RPP Sabang ini, dimana Menteri Keuangan menyatakan tidak tahu menahu tentang keputusan hendak menganulir RPP Sabang oleh kementeriannya.
                        Kita mencatat dengan bangga tindakan segera Wakil Gubernur Muhammad Nazar dala menangani kejadian terakhir ini, tetapi tetap beranggapan bahwa hal itu tidak cukup. Kewajiban memelihara perdamaian adalah kewajiban seluruh rakyat Aceh. Oleh karena itu, SIRA mengambil kesempatan ini untuk menyatakan:
                        Kami menganggap pemerintah tidak serius dalam menangani pelaksanaan MoU/UUPA dan terkesan selalu menunda-nunda proses yang semestinya telah berjalan sejak 3 tahun yang lalu, namun tersendat tanpa alasan yang jelas. rakyat Aceh sudah jenuh dengan sikap pemerintah yang hanya menjadikan Aceh sebagai praktek regulasi tanpa kewenangan yang jelas. Tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden SBY untuk seluruh penyelesaian UU yang menyangkut dengan UUPA/2006 berakhir pada bulan Desember 2010, telah membuat keresahan di tingkat pembuat kebijakan di Aceh dan juga masyarakat Aceh,
                        Kami menghimbau dan menyerukan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh agar bekerja serius dalam memperjuangkan ketetapan-ketetapan yang berlaku yang telah disepakati bersama untuk penyelesaian konflik di Aceh agar perdamaian yang adil dan bermartabat di Aceh benar-benar terwujud.
                        Sentra Informasi Referendum Aceh (SIRA) demi ikut serta mempertahankan proses perdamaian dan hak-hak Aceh sebagaimana di MoU, akan:
                        a. mengaktifkan dan menggerakkan seluruh kantor SIRA di wilayah Aceh,
                        b. menghidupkan kembali gerakan sipil rakyat untuk memonitor dan kalau perlu melakukan pembangkangan sipil secara damai guna menekan pemerintah secara demokrasi agar menjalankan amanah ini dengan baik,
                        c. SIRA akan melakukan aksi-aksi penyadaran dan pendidikan kepada masyarakat tentang pasal-pasal UUPA yang tidak sesuai dengan amanat MoU Helsinki dan semangat perdamaian
                        Kami disini ingin mengutip pernyataan Direktur CMI, mantan Presiden Finlandia, Marti Ahtisaari yang menjadi orang tengah perdamaian RI-GAM, sebagai menutup pernyataan pers ini:
                        "Tidak ada kekuasaan di dunia ini yang bisa menjamin berlanjutnya perdamaian jika salah satu pihak yang bertikai tidak jujur atau ikhlas dalam melaksanakan kesepakatan yang telah dipersetujui bersama."
                        Dewan Presidium SIRA,
                        Shadia Marhaban,
                        Jurubicara


                         
                        Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                        Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                         Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                        http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                        Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                        http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                        Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                        http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                        Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                        http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                        Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                        http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                        MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                        MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                        http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                        DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                         
                        http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."

                        ==============================
                         
                        ....//Saboh tjunto seudjarah Atjèh njang tjeudaih lagèëna nakeuh, seudjak djameun Beulanda kon sampé uroë njoë, hana meusidroë peumimpin thjik tjhik Atjèh njang na rôh djak meujeurah bak musôh. Meunan bak masa Beulanda dilèë, meunan watèë DI-TII thôn limongplôhan , dan meunantjit watèë GAM banban njoë.

                        Tjut Njak Dhien hana neumeunjeurah keu Beulanda, tapi djkhianat uléh ureuëng2 njang na sadjan, watèë droëneuhnjan han deuh neukalon sapeuë lé; Abu Beureuéh han neumeunjeurah watèë Iqrar Lamteh djitèkèn thôn 1957, teutapi neutren u gampông limong thôn lheuëhnjan kareuna ka djikhianat uléh ureuëng2 njang droëneuh peutjaja njan; Wali Neugara, Njang Mulia Tengku Hasan Muhammad di Tiro, hana neuwoë u nanggroë lheuëh meutèkèn MoU Helsinki thôn 2005, tapi ka djikhianat uléh ureuëng2 sadjan droë-neuh dan ka keumah djipuwoë u nanggroë lhèë thôn siteungoh lheuëhnjan, watèë droëneuhnjan handjeuët neubila droëneuh lé dan handjeuët neumarit lé dalam basa Atjèh.

                        Keusimpôlan djih: keudjadian ateuëh Wali bak uroë 11 Oktober 2008, saban that lagèë keudjadian ateuëh Tjut Najk Dhiën thôn 1910 buet Pang laot
                        Djadi seudjarah sabé meu-ulang dan peurdjuangan untôk peuteuntèë nasib droë teutap meusambông, hana peungarôh peuë njang akan teudjadi ateuëh peumimpin peurdjuangan njan.

                        Bansa Islam Chechenia njang ka 300 thôn geulawan Rusia, dalam masa 10 thôn njoë 4 droë presiden awaknjan ka sjahid meuturôt-turôt dalam mideuën prang: Presiden Dzhokhar Dudayev, Zelimkhan Yandarbiyev, Aslan Maskhadov dan Abdul-Khalim Sudalayev. Maté saboh meugantoé saboh, namun peurdjuangan awaknjan hana meusurôt meusilangkah. Meunan keu njang akan teudjadi di Atjèh ukeuë, Insja Allah....// ...

                      • eddy yukisna
                        ... From: Acheh Watch Subject: «PPDi» LUKMAN THAIB: HASÉDJIH MANDUM KA MEURAMAH ÉK LOM To: achehnews@yahoogroups.com,
                        Message 11 of 27 , Aug 22, 2010
                        • 0 Attachment


                          --- On Sun, 22/8/10, Acheh Watch <rajabakoi@...> wrote:

                          From: Acheh Watch <rajabakoi@...>
                          Subject: «PPDi» LUKMAN THAIB: HASÉDJIH MANDUM KA MEURAMAH ÉK LOM
                          To: achehnews@yahoogroups.com, aceh_milist@yahoogroups.com
                          Received: Sunday, 22 August, 2010, 4:26 PM

                           
                          Re: Bls: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                          Sunday 22 augusti 2010 06:50
                          From:
                          "lukman thaib" <cottring@...>
                           To: IACSF@yahoogroups.com
                           
                          Hasejih mandum ka meuramah ek manok lom. Adakpih meunan mandum geutanyo mantongna uro singoh yang taharap leubeh got. Bek sagai putoeh asa Tgk.
                           
                          From: aydil fida <sobat_fida@...>
                          To: IACSF@yahoogroups.com
                          Sent: Saturday, August 21, 2010 18:04:21
                          Subject: Re: Bls: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                          Meutuah!!! loen setuju dengan sikap sira!! nyoe na perle nyawoeng lam perjuangan ureung droenueh, nyoempat na nyawoeng loeng!! Jangan biarkan yg mungkar itu merajalela!!! Semoga tanyoe Aceh tetap berani mati demi kebenaran lagee darah yg ka2... Amien!
                           
                          From:
                          azazi azazi <azwirnazar@...>
                          To: IACSF@yahoogroups.com
                          Sent: Fri, August 20, 2010 5:22:32 AM
                          Subject: Bls: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                          menyoe na yang dalam bahasa Inggreh neu foward keu lon saboh,
                          thanks,

                          --- Pada Jum, 20/8/10, Aba Allev <allevaba@...> menulis:

                          Dari: Aba Allev <allevaba@...>
                          Judul: |IACSF| .Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                          Kepada: IACSF@yahoogroups.com
                          Tanggal: Jumat, 20 Agustus, 2010, 6:39 AM
                          Siaran Pers Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
                          Banda Aceh, 15 Agustus 2010
                          Sehubungan dengan peringatan hari bersejarah penandatangan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, SIRA merasa perlu mengingatkan kepada pemerintah RI atas kewajiban-kewajibannya yang belum dipenuhi dalam mengadakan dan melaksanakan undang-undang serta peraturan yang diperlukan sebagaimana ditentukan dalam MoU RI-GAM tersebut. Kegagalan, penundaan yang berlarut-larut, pelaksanaan yang tidak maksimal, telah menimbulkan kegelisahan yang berat di kalangan rakyat Aceh, apalagi mengingat pernyataan Presiden SBY bahwa Pemerintah Pusat akan mengakhiri semua komitmennya terhadap UUPA pada akhir tahun 2010 ini, yang hanya tinggal beberapa bulan saja lagi. Kekecewaan rakyat Aceh telah mencapai puncaknya ketika Menteri Keuangan menyatakan akan menganulir RPP Sabang sehingga menimbulkan reaksi demikian keras yang mengancam proses perdamaian yang sedang berjalan baik di Aceh. SIRA melihat insiden terakhir ini, dari serangkaian tindakan-tindakan Pemerintah Pusat yang lain, seolah-olah membuktikan kecurigaan rakyat Aceh bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah jujur atau ikhlas dalam menyelesaikan perselisihannya dengan rakyat Aceh.
                          Dalam soal berbagai RPP yang belum diselesaikan, kita melihat beberapa yang krusial, termasuk:
                          RPP Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Kawasan Sabang (DKS) yang bahkan mau dianulir setelah mencapai titik akhir penyelesaiannya,
                          RPP MIGAS yang masih terkatung-katung,
                          RPP tentang pengaturan Kewenangan Pemerintah Aceh Seringkali hambatan yang terjadi bukan atas kebijakan pimpinan tertinggi Pemerintah Pusat, tapi dipermainkan ditingkat birokrasi, sehingga Pemerintah Aceh merasa ditipu. Keadaan ini jelas terjadi dalam peristiwa RPP Sabang ini, dimana Menteri Keuangan menyatakan tidak tahu menahu tentang keputusan hendak menganulir RPP Sabang oleh kementeriannya.
                          Kita mencatat dengan bangga tindakan segera Wakil Gubernur Muhammad Nazar dala menangani kejadian terakhir ini, tetapi tetap beranggapan bahwa hal itu tidak cukup. Kewajiban memelihara perdamaian adalah kewajiban seluruh rakyat Aceh. Oleh karena itu, SIRA mengambil kesempatan ini untuk menyatakan:
                          Kami menganggap pemerintah tidak serius dalam menangani pelaksanaan MoU/UUPA dan terkesan selalu menunda-nunda proses yang semestinya telah berjalan sejak 3 tahun yang lalu, namun tersendat tanpa alasan yang jelas. rakyat Aceh sudah jenuh dengan sikap pemerintah yang hanya menjadikan Aceh sebagai praktek regulasi tanpa kewenangan yang jelas. Tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden SBY untuk seluruh penyelesaian UU yang menyangkut dengan UUPA/2006 berakhir pada bulan Desember 2010, telah membuat keresahan di tingkat pembuat kebijakan di Aceh dan juga masyarakat Aceh,
                          Kami menghimbau dan menyerukan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh agar bekerja serius dalam memperjuangkan ketetapan-ketetapan yang berlaku yang telah disepakati bersama untuk penyelesaian konflik di Aceh agar perdamaian yang adil dan bermartabat di Aceh benar-benar terwujud.
                          Sentra Informasi Referendum Aceh (SIRA) demi ikut serta mempertahankan proses perdamaian dan hak-hak Aceh sebagaimana di MoU, akan:
                          a. mengaktifkan dan menggerakkan seluruh kantor SIRA di wilayah Aceh,
                          b. menghidupkan kembali gerakan sipil rakyat untuk memonitor dan kalau perlu melakukan pembangkangan sipil secara damai guna menekan pemerintah secara demokrasi agar menjalankan amanah ini dengan baik,
                          c. SIRA akan melakukan aksi-aksi penyadaran dan pendidikan kepada masyarakat tentang pasal-pasal UUPA yang tidak sesuai dengan amanat MoU Helsinki dan semangat perdamaian
                          Kami disini ingin mengutip pernyataan Direktur CMI, mantan Presiden Finlandia, Marti Ahtisaari yang menjadi orang tengah perdamaian RI-GAM, sebagai menutup pernyataan pers ini:
                          "Tidak ada kekuasaan di dunia ini yang bisa menjamin berlanjutnya perdamaian jika salah satu pihak yang bertikai tidak jujur atau ikhlas dalam melaksanakan kesepakatan yang telah dipersetujui bersama."
                          Dewan Presidium SIRA,
                          Shadia Marhaban,
                          Jurubicara


                           
                          Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                          Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                           Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                          http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                          Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                          http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                          Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                          http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                          Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                          http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                          Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                          http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                          MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                          MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                          http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                          DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                           
                          http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."

                          ==============================
                           
                          ....//Saboh tjunto seudjarah Atjèh njang tjeudaih lagèëna nakeuh, seudjak djameun Beulanda kon sampé uroë njoë, hana meusidroë peumimpin thjik tjhik Atjèh njang na rôh djak meujeurah bak musôh. Meunan bak masa Beulanda dilèë, meunan watèë DI-TII thôn limongplôhan , dan meunantjit watèë GAM banban njoë.

                          Tjut Njak Dhien hana neumeunjeurah keu Beulanda, tapi djkhianat uléh ureuëng2 njang na sadjan, watèë droëneuhnjan han deuh neukalon sapeuë lé; Abu Beureuéh han neumeunjeurah watèë Iqrar Lamteh djitèkèn thôn 1957, teutapi neutren u gampông limong thôn lheuëhnjan kareuna ka djikhianat uléh ureuëng2 njang droëneuh peutjaja njan; Wali Neugara, Njang Mulia Tengku Hasan Muhammad di Tiro, hana neuwoë u nanggroë lheuëh meutèkèn MoU Helsinki thôn 2005, tapi ka djikhianat uléh ureuëng2 sadjan droë-neuh dan ka keumah djipuwoë u nanggroë lhèë thôn siteungoh lheuëhnjan, watèë droëneuhnjan handjeuët neubila droëneuh lé dan handjeuët neumarit lé dalam basa Atjèh.

                          Keusimpôlan djih: keudjadian ateuëh Wali bak uroë 11 Oktober 2008, saban that lagèë keudjadian ateuëh Tjut Najk Dhiën thôn 1910 buet Pang laot
                          Djadi seudjarah sabé meu-ulang dan peurdjuangan untôk peuteuntèë nasib droë teutap meusambông, hana peungarôh peuë njang akan teudjadi ateuëh peumimpin peurdjuangan njan.

                          Bansa Islam Chechenia njang ka 300 thôn geulawan Rusia, dalam masa 10 thôn njoë 4 droë presiden awaknjan ka sjahid meuturôt-turôt dalam mideuën prang: Presiden Dzhokhar Dudayev, Zelimkhan Yandarbiyev, Aslan Maskhadov dan Abdul-Khalim Sudalayev. Maté saboh meugantoé saboh, namun peurdjuangan awaknjan hana meusurôt meusilangkah. Meunan keu njang akan teudjadi di Atjèh ukeuë, Insja Allah....// ...


                           
                        • Acheh Watch
                          ....//Saboh tjunto seudjarah Atjèh njang tjeudaih lagèëna nakeuh, seudjak djameun Beulanda kon sampé uroë njoë, hana meusidroë peumimpin thjik tjhik
                          Message 12 of 27 , Aug 24, 2010
                          • 0 Attachment
                            ....//Saboh tjunto seudjarah Atjèh njang tjeudaih lagèëna nakeuh, seudjak djameun Beulanda kon sampé uroë njoë, hana meusidroë peumimpin thjik tjhik Atjèh njang na rôh djak meujeurah bak musôh. Meunan bak masa Beulanda dilèë, meunan watèë DI-TII thôn limongplôhan , dan meunantjit watèë GAM banban njoë.

                            Tjut Njak Dhien hana neumeunjeurah keu Beulanda, tapi djkhianat uléh ureuëng2 njang na sadjan, watèë droëneuhnjan han deuh neukalon sapeuë lé; Abu Beureuéh han neumeunjeurah watèë Iqrar Lamteh djitèkèn thôn 1957, teutapi neutren u gampông limong thôn lheuëhnjan kareuna ka djikhianat uléh ureuëng2 njang droëneuh peutjaja njan; Wali Neugara, Njang Mulia Tengku Hasan Muhammad di Tiro, hana neuwoë u nanggroë lheuëh meutèkèn MoU Helsinki thôn 2005, tapi ka djikhianat uléh ureuëng2 sadjan droë-neuh dan ka keumah djipuwoë u nanggroë lhèë thôn siteungoh lheuëhnjan, watèë droëneuhnjan handjeuët neubila droëneuh lé dan handjeuët neumarit lé dalam basa Atjèh.

                            Keusimpôlan djih: keudjadian ateuëh Wali bak uroë 11 Oktober 2008, saban that lagèë keudjadian ateuëh Tjut Najk Dhiën thôn 1910 buet Pang laot
                            Djadi seudjarah sabé meu-ulang dan peurdjuangan untôk peuteuntèë nasib droë teutap meusambông, hana peungarôh peuë njang akan teudjadi ateuëh peumimpin peurdjuangan njan.

                            Bansa Islam Chechenia njang ka 300 thôn geulawan Rusia, dalam masa 10 thôn njoë 4 droë presiden awaknjan ka sjahid meuturôt-turôt dalam mideuën prang: Presiden Dzhokhar Dudayev, Zelimkhan Yandarbiyev, Aslan Maskhadov dan Abdul-Khalim Sudalayev. Maté saboh meugantoé saboh, namun peurdjuangan awaknjan hana meusurôt meusilangkah. Meunan keu njang akan teudjadi di Atjèh ukeuë, Insja Allah....// ...

                            ======================================

                            Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                            Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                             
                             Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                            http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                             
                            Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                            http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                            Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                            http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                            Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                            http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                             
                            Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                            http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                            MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                            MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                            http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                            DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                            http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
                             
                            http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."



                          • Ali Al Asytar
                            Pesan Imam Khomeini Soal Pentingnya Hari Quds Sedunia Hari Quds Sedunia adalah hari sedunia. Hari Quds Sedunia sejatinya tidak khusus untuk al-Quds. Tapi
                            Message 13 of 27 , Aug 24, 2010
                            • 0 Attachment

                              Pesan Imam Khomeini Soal Pentingnya Hari Quds Sedunia
                              Hari Quds Sedunia adalah hari sedunia. Hari Quds Sedunia sejatinya tidak khusus untuk al-Quds. Tapi Hari Quds Sedunia merupakan hari perlawanan kaum tertindas menghadapi kekuatan arogan. Hari Quds Sedunia merupakan hari perlawanan bangsa-bangsa yang hidup di bawah tekanan kezaliman Amerika dan non-Amerika menghadapi para kekuatan adidaya. Hari Quds Sedunia merupakan hari di mana kaum tertindas harus dipersenjatai melawan kekuatan arogan. Hari Quds Sedunia adalah hari di mana wajah kekuatan arogan harus tersungkur mencium tanah.

                              Hari Quds Sedunia merupakan hari yang memisahkan kaum munafik dari kelompok yang berkomitmen. Pihak yang berkomitmen mengetahui benar akan hari ini dan akan berbuat sesuai dengan kewajiban yang ada di pundaknya. Sementara kaum munafik, mereka berhubungan baik dengan para kekuatan adidaya di balik tabir dan berteman dengan Zionis Israel, di hari ini akan bersikap acuh tak acuh, atau mencegah masyarakat untuk turun ke jalan-jalan melakukan aksi unjuk rasa di Hari Quds Sedunia.


                              Hari Quds Sedunia adalah hari penjelas masa depan bangsa-bangsa tertindas. Bangsa-bangsa tertindas harus menyatakan keberadaannya di Hari Quds Sedunia dalam menghadapi kekuatan arogan.


                              Sebagaimana bangsa Iran bangkit dan membuat kekuatan arogan takluk mencium tanah dan hal itu akan terjadi, seluruh bangsa di dunia juga harus bangkit dan menghempaskan virus perusak ini ke tempat sampah.


                              Hari Quds Sedunia adalah hari di mana para pembebek rezim terdahulu di Iran, segala konspirasi busuk rezim dispotik dan para kekuatan adidaya di seluruh dunia, khususnya di Lebanon telah mengetahui kewajibannya. Hari Quds Sedunia merupakan di mana kalian dan kita semua harus lebih berusaha keras demi menyelamatkan al-Quds. Kita harus menyelamatkan para saudara kita di Lebanon dari segala bentuk tekanan ini.


                              Hari Quds Sedunia merupakan hari di mana kita membebaskan seluruh bangsa-bangsa tertindas dari cengkeraman kekuatan arogan. Hari Quds Sedunia adalah hari di mana masyarakat muslim menyatakan keberadaannya dan mengeluarkan peringatan kepada para kekuatan arogan dan sampah-sampah yang tersisa darinya baik di Iran maupun di mana saja.


                              Hari Quds Sedunia adalah hari di mana kita memperingatkan para cendikiawan yang punya hubungan di balik tabir dengan Amerika dan anasir-anasir Amerika. Beri peringatan bahwa bila kalian tidak menghentikan sikap intervensif, sudah pasti kalian akan ditumpas! Kami memberikan batas waktu kepada mereka.


                              Selama ini kami berlaku lemah lembut dengan mereka dengan harapan mereka dapat memutuskan hubungannya dari sikap nakal ini, tapi mereka keras kepala dan tidak mau melakukannya. Kata terakhir yang akan kami sampaikan dan dipahamkan kepada mereka adalah ini. Rezim sebelumnya sudah tidak akan kembali lagi. Amerika juga sudah tidak dapat berkuasa di sini. Bahkan seluruh kekuatan adidaya tidak akan menguasai negara ini. Hari Quds Sedunia adalah hari di mana seluruh kekuatan adidaya harus diperingatkan agar tetap berada di tempatnya dan tidak menekan dan menzalimi bangsa-bangsa tertindas.


                              Zionis Israel adalah musuh kemanusiaan. Israel adalah musuh manusia. Setiap harinya mereka memunculkan masalah dan membantai saudara-saudara kita di Lebanon Selatan. Zionis Israel harus tahu bahwa para tuannya sudah tidak berdaya di dunia dan harus menerima dirinya terisolasi. Mereka harus memutuskan ketamakannya dari Iran. Tangan-tangan mereka harus diputuskan dari seluruh negara-negara Islam. Para anasir mereka juga harus dipinggirkan dari negara-negara Islam.


                              Hari Quds Sedunia merupakan hari untuk mengungkapkan pernyataan yang semacam ini. Di Hari Quds Sedunia harus dinyatakan kepada para setan yang menginginkan agar bangsa-bangsa Islam termarjinalkan dan hanya para kekuatan adidaya yang berada di tengah kancah internasional. Hari Quds Sedunia adalah saatnya memotong segala harapan mereka, sekaligus memperingatkan kepada mereka masa mereka telah berlalu.


                              Hari Quds Sedunia adalah hari besar Islam. Hari Quds Sedunia adalah hari di mana Islam harus kembali dihidupkan dan undang-undang Islam harus diterapkan di negara-negara Islam. Hari Quds Sedunia adalah hari di mana kita harus memperingatkan kekuatan-kekuatan aidaya bahwa Islam tidak akan berada di bawah kekuasaan kalian lewat para anasir busuk kalian. Hari Quds Sedunia merupakan hari kehidupan Islam.


                              Seluruh umat Islam harus menyadari bahwa kekuatan yang dimiliki umat Islam termasuk kekuatan materi dan non-materi. Umat Islam dengan jumlah populasi 1 milyar dengan bantuan Allah Swt, Islam dan iman mereka mengapa harus takut? Kami dengan jumlah penduduk yang sedikit bangkit melawan musuh yang sangat banyak. Hasilnya kami dapat mengalahkan para adidaya dunia. Saat ini tidak ada lagi yang dapat beranggapan bahwa sebagian dari kelompok rusak ini, sebagian dari simpatisan sayap kiri Amerika atau non-Amerika dapat menyatakan keberadaannya di negara ini.


                              Hari di mana kami dan bangsa Iran menginginkan, hanya dalam jangka waktu beberapa jam seluruh dari anasir ini telah dibuang ke tong sampah kemusnahan. Bangsa besar kami saat ini sudah tidak akan takut dengan gerakan sembrono seperti ini. Gerakan Zionis Israel di Lebanon Selatan dan terkait dengan Palestina adalah gerakan sembrono. Gerakan yang hanya dilakukan oleh orang-orang busuk di akhir-akhir hidupnya. Sama seperti yang dilakukan Syah kita, Syah yang terusir melakukan gerakan seperti ini dan akhirnya adalah kemusnahannya.


                              Negara-negara di dunia harus tahu bahwa Islam tak terkalahkan. Islam dan ajaran al-Quran harus menyebar dan menguasai seluruh negara di dunia. Agama harus agama ilahi. Islam adalah agama Allah dan harus menyebar di seluruh penjuru dunia Islam.


                              Hari Quds Sedunia sejatinya hari untuk mengumumkan masalah ini. Harus dinyatakan bahwa umat Islam sedang merangsek maju! Demi kemajuan di seluruh penjuru alam.


                              Hari Quds Sedunia tidak terbatas pada hari Palestina, tapi hari besar Islam. Hari Quds Sedunia merupakan hari kedaulatan dan pemerintahan Islam. Hari di mana Republik Islam mengibarkan bendera Hari Quds Sedunia di seluruh negara-negara di dunia. Hari di mana para kekuatan adidaya harus memahami bahwa mereka sudah tidak lagi memiliki kemampuan untuk maju dan menguasai negara-negara Islam.


                              Saya menamakan Hari Quds Sedunia sebagai hari besar Islam dan hari Rasulullah Saw. Hari di mana kita harus mempersenjatai diri dengan segala kemampuan yang ada. Kita harus mengeluarkan umat Islam dari kondisinya yang terisolasi dan dengan segenap kekuatan yang ada menghadapi kekuatan-kekuatan asing. Kita harus berdiri kokoh menghadapi kekuatan-kekuatan asing. Kita jangan biarkan ada pihak asing yang mencampuri urusan negara kita. Umat Islam tidak boleh mengizinkan ada pihak asing yang mengitervensi urusan dalam negerinya.


                              Di Hari Quds Sedunia, bangsa-bangsa harus memperingatkan pemerintahannya yang berkhianat. Hari Quds Sedunia adalah hari di mana kita akan memahami tokoh-tokoh dan rezim-rezim mana yang sepakat dengan para perumus konpirasi internasional dan menentang Islam. Mereka yang tidak ikut berarti menolak Islam dan setuju dengan rezim Zionis Israel. Sementara mereka yang ikut adalah orang-orang yang berkomitmen. Mereka adalah orang-orang yang menentang para musuh Islam yang puncaknya adalah Amerika dan Zionis Israel.


                              Hari Quds Sedunia adalah hari pemisahan hak dan batil.

                              Saya memohon kepada Allah agar memenangkan Islam di dunia. Semoga Allah memenangkan kaum tertindas atas kalangan arogan.


                              Saya juga memohon kepada Allah agar menyelematkan saudara-saudara kita di Palestina, Lebanon Selatan dan di mana saja berada dari cengkeraman kekuatan arogan dan para penjarah.


                              Wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala Aimmah al-Muslimin
                              25 Mordad 1358 / 22 Ramadhan 1399 / 16 Agustus 1979

                              http://indonesian.irib.ir/index.php/berita/headline/24671.html
                              http://achehkarbala.blogspot.com/2009/06/kabar-gembira-dalam-al-qur-anulkarim.html




                              Sumber: Shahifah Nour (IRIB/SL/MZ)

                            • Acheh Watch
                              http://www.adnan-prang.com/ BUKTI PENGKHIANATAN MALEK MAHMUD DAN ZAINI ABDULLAH CS.TERHADAP WALI STATUS ACHEH DALAM NKRI* Penulis Yusra Habib abdul Gani.Dan
                              Message 14 of 27 , Aug 25, 2010
                              • 0 Attachment
                                http://www.adnan-prang.com/

                                BUKTI PENGKHIANATAN MALEK MAHMUD DAN ZAINI ABDULLAH CS.TERHADAP WALI

                                STATUS ACHEH DALAM NKRI* Penulis Yusra Habib abdul Gani.Dan sebelumnya saya minta maaf kana saya ingin menulis sedikit isi buku tersebut,tentang bagai mana saat saat penandatanganan MoU,karna kami di dalam nanggro masih banyak yang belum tau tentang cerita tersebut,mulai halaman,129, 130,131,132, 133,yang isinya sebagai berikut : Yang membuktikan bahwa Tengku Hasan di Tiro memang benar benar ditipu oleh staff terdekatnya. Itupun,setelah Fadlon Musa ( salah satu anggota GAM di Belanda )mendapat teks MoU Helsinki dari Arif Fadilah (salah seorang anggota GAM di Jerman )pada tgl.6 Agustus 2005.Arif Fadilah sendiri memperolehnya dari Teuku Hadi ( salah seorang anggota GAM di Jerman ) yang ikut magang beberapa kali ke Helsiki. Setelah membaca teks MoU Helsinki,Fadlon terkejut dengan kalimat :" The parties commit themselves creating within which the government of the Acehnese people can be manifested through a fair and democratic processs within the unitary state and constituion of the Republic of Indonesia ".Sehubungan dengan itu,Fadlon segera menghubungi Tengku Hasan di tiro via tlp.pada 7 Agustus 2005,jam 19:30 waktu Eropah. FADLON MUSA : Assalamu'alaikum, Tengku TENGKU HASAN M.DI TIRO : Wa'alaikum salam FADLON MUSA : Saya mau tanya sedikit : " Apakah tengku sudah membaca teks asli ( original ) MoU Helsinki yang yang akan ditandatangani pada 15 Agustus 2005 nanti ? TENGKU HASAN M.DI TIRO : Belum TENGKU HASAN M.DI TIRO : Boleh saya mendapatkan teks asli itu ? FADLON MUSA : Tentu saja tengkuSegera setelah dialog itu,Fadlon musa minta tolong kepada tengku Abdullah Ilyas untuk mengirimkan via fax ke nomor 0046-853191275. Teks MoU Helsinki akhirnya berada di tangan Tengku Hasan M.di Tiro.Pada hari yang sama pula,Fadlon musa menghubungi Zakaria Saman,Muzakkir Manaf dan Sofya Daud via tlp. prihal isi MoU Helsinki.Inilah diantara petikan pembicaraan antara Fadlon Musa dengan Muzakkir Manaf. FADLON MUSA : Apakah panglima sudah diberitahu oleh pimpinan dari Swedia tentang isi MoU Helsinki ? MUZAKKIR MANAF : Belum FADLON MUSA : Kita telah terjebak kedalam NKRI MUZAKKIR MANAF : Apa benar itu ? FADLON MUSA : Kalau tidak percaya saya baca terjemahannya dalam bahasa Acheh MUZAKKIR MANAF : Rahasia ini jangan sampai bocor kepada khalayak ramai.Kita akan konfirmasi ke Swedia. FADLON MUSA : SilakanDalam kesempatan itu,Fadlon juga berbincang dengan Sofyan Daud Dan Zakarya Saman tentang MoU Helsinki.Akhirnya ketiga tokoh penting GAM berkomentar : "Kita akan konfirmasi dan perkara ini urusan pemimpin Swedia". Keesokan harinya,Tengku Malek Mahmud dan Zaini Abdullah dipanggil Tengku Hasan M di Tiro untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dalam pertemuan yang berlangsung tegang itu,keduanya ( Tengku Malek Mahmud dan Tengku Zaini Abdullah ) berhasil menjinakkan kemarahan Tengku Hasan M.di Tiro sehingga suasana dapat terkontrol kembali. Bakhtiar Abdullah,yang ketika itu berada di kuala Lumpur,yang menurut rencana akan menghadiri Rapat pembubaran TNA pada 9 Agustus 2005,terpaksa pulang ke Swedia pada 8 Agustus 2005.Sudah tentu kepulangan yang mendadak ini berhubungan dengan teks MoU Helsinki. Pada waktu itu ( 7-8 Agustus 2005 ) di Malaysia,tengah berlangsung suatu seminar yang membahas tentang Acheh.Dalam seminar ini Prof.Ramasari (salah seorang penasehat GAM ) menyampaikan khutbah politiknya di hadapan ratusan anggota GAM sbb : "Apa yang hendak di harap GAM di dalam negeri ?kekuatan TNA sudah lumpuh.Apa yang hendak di harapkan oleh GAM di luar negeri ?Diplomasi GAM kosong melompong.Sekarang satu satunya pilihan anda adalah menerima konsep self-government. Nanti kalau anda sudah ada dana untuk beli senjata dan mau berperang lagi.angkat senjata." Beberapa bulan sebelumnya,telah berlangsung pertemuan tertutup antara Nur Juli,Fadlon musa dan Abdullah Ilyas dengan tuan Roslan Abd.Rahman ( Intelijen Kerajaan Malaysia di Den haaq,Belanda )" Pertemuan berlangsung pada 13 Februari 2005,jam 20.15-22.110 di Restauran Raden Mas,Rotterdam. Dalam kesempatan itu, Nur Juli telah menceritakan panjang lebar tentang materi rundingan di Helsinki.Padahal ini rahasia negara.Setelah membeberkan rahasia itu,Nur Juli mengaku : ' Saya bukan anggota GAM dan tidak pernah bersumpah setia ( bai`at ) kepada Hasan Tiro sebagai pemimpin.Kehadiran saya ke Helsinki hanyalah atas permintaan pimpinan GAM.' Atas prilaku Nur juli,terjadi cek cok dan pertengkaran antara Nur juli dengan Fadlon dan Abdullah Ilyas,karna Nur juli dinilai telah membeberkan rahasia negara Acheh. Pertemuan ke dua antara Nur Juli, Fadlon Musa dan Abdullah Ilyas berlangsung di rumah kediman Tuan Roslan Abd.Rahman,Pada 1 Maret 2005,jam 19.35-23.20. " dalam pertemuan ini Nur juli sekali lagi membongkar rahasia TNA : 'Sekarang TNA di dalam dan di luar negeri tidak ada apa apanya lagi.TNA berada dalam kedaan kritikal,tidak ada kekuatan dan sudah lumpuh sama sekali'.Penjelasan Nur juli langsung di bantah oleh Abdullah Ilyas di depan Intel Kerajaan Malaysia itu.Pertengkaran antara Nur juli dengan Abdullah Ilyas dan Fadlon berlangsung sengit dan segera di laporkan ke pada pemimpinan GAM Swedia tentang peristiwa itu'.Rentetan peristiwa tersebut merupakan fakta yang menghiasi halaman halaman sejarah Acheh dan siapapun juga tidak berhak menyembunyikannya. Akhirnya ditandatangani juga Perjanjian Helsinki pada 15 Agustus 2005.Setelah selesai Upacara penandatanganan, ke-esokan harinya,16 Agustus 2005,giliran Yusra Habib Abdul Gani menghubungi Tengku Hasan di Tiro via tlp. YUSRA : Apakah Tengku sudah membaca teks asli MoU Helsinki yang di tandatangani kemaren ? TENGKU HASAN DI TIRO : Sudah Yusra. YUSRA : Namun begitu, saya bacakan sekali lagi preambule dan pasal 1 MoU ini dalam versi bahasa Inggris. YUSRA : Apakah Wali sudah menerima sepenuh hati bunyi klausal MoU Helsenki ini. TENGKU HASAN DI TIRO : Bukan begitu Yusra,bukan begitu, Yusra,sekarang, apa yang boleh Yusra bantu untuk rakyat Acheh ? YUSRA : Pertayaan Tengku perkara nomor dua.Sekarang ,apakah Wali menerima bunyi klausal MoU Helsinki ini yang baru saja saya baca tadi ? TENGKU HASA DI TIRO : Bukan begitu Yusra,bukan begitu,Yusra. Akhirnya sepakat menghentikan pembicaraan, demi mengelak hal yang tidak diinginkan. Menjelang tiga tahun kemudian,terjadi pembicaraan antara Tengku Hasan M.di Tiro dan Ampon Sarung*pada minggu pertama Maret 2008, [ *Ampon Sarung adalah menantu dari kakak Tengku Hasan di Tiro satu Ayah lain ibu.Sekarang menetap di Norsborg,Swedia. ]Pembicaraan tersebut sbb : AMPON SARUNG : " Saya ingin menyampaikan informasi penting kepada Tengku bahwa : Inilah perang orang yang paling munafiq,busuk dan jahat dalam sejarah perang Acheh.Tengku telah memberi kuasa penuh kepada orang munafiq dan pengkhianat, yakni : Malik Mahmud dan Zaini Abdullah Cs.kuasa tersebut telah di salah gunakan oleh mereka untuk terima Otonomi Acheh dalam MoU Helsinki" TENGKU HASAN M.DI TIRO : Sambil menangis tersedu-sedu berkata :" Kalau begitu,apa yang harus saya lakukan sekarang Ampon ?" AMPON SARONG : "Tengku mesti membersihkan nama baik.Katakan kepada Bangsa Acheh bahwasanya Tengku telah silap memberi kuasa kepada orang munafiq dan pengkhianat, yakni : Malik - Mahmud dan Zaini Abdullah Cs.Untuk itu,Tengku dengan didampingi oleh Musanna Abdul Wahab*mesti pulang ke Acheh.Bangsa Acheh telah menunggu kepulangan Tengku untuk menjelaskan perkara ini." Musanna Abdul Wahab adalah keponakan Tengku Hasan M.di Tiro.Sekarang menetap di Amerika .Untuk tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari,saya telah meminta izin kepada Ampon Sarung untuk mengutip hasil pembicaraan tersebut dalam buku ini [ pada : tgl.14.April 2008,jam 9.30-10.00 waktu Eropa ] " Silakan dimuat Yusra "Kata beliau. Inilah sebagain kecil dari isi buku'STATUS ACHEH DALAM NKRI'Agar kita yang di nanggro tidak tertipu dengan sandiwara Malek Mahmud dan Zaini Abdulla.

                                ===============================
                                 
                                Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                                Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                                 
                                 Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                                http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                                 
                                Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                                http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                                Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                                http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                                Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                                http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                                 
                                Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                                http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                                MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                                MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                                http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                                DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1) http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
                                 
                                http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
                                 
                                ########################################

                                ....//Saboh tjunto seudjarah Atjèh njang tjeudaih lagèëna nakeuh, seudjak djameun Beulanda kon sampé uroë njoë, hana meusidroë peumimpin thjik tjhik Atjèh njang na rôh djak meujeurah bak musôh. Meunan bak masa Beulanda dilèë, meunan watèë DI-TII thôn limongplôhan , dan meunantjit watèë GAM banban njoë.

                                Tjut Njak Dhien hana neumeunjeurah keu Beulanda, tapi djkhianat uléh ureuëng2 njang na sadjan, watèë droëneuhnjan han deuh neukalon sapeuë lé; Abu Beureuéh han neumeunjeurah watèë Iqrar Lamteh djitèkèn thôn 1957, teutapi neutren u gampông limong thôn lheuëhnjan kareuna ka djikhianat uléh ureuëng2 njang droëneuh peutjaja njan; Wali Neugara, Njang Mulia Tengku Hasan Muhammad di Tiro, hana neuwoë u nanggroë lheuëh meutèkèn MoU Helsinki thôn 2005, tapi ka djikhianat uléh ureuëng2 sadjan droë-neuh dan ka keumah djipuwoë u nanggroë lhèë thôn siteungoh lheuëhnjan, watèë droëneuhnjan handjeuët neubila droëneuh lé dan handjeuët neumarit lé dalam basa Atjèh.

                                Keusimpôlan djih: keudjadian ateuëh Wali bak uroë 11 Oktober 2008, saban that lagèë keudjadian ateuëh Tjut Najk Dhiën thôn 1910 buet Pang laot
                                Djadi seudjarah sabé meu-ulang dan peurdjuangan untôk peuteuntèë nasib droë teutap meusambông, hana peungarôh peuë njang akan teudjadi ateuëh peumimpin peurdjuangan njan.

                                Bansa Islam Chechenia njang ka 300 thôn geulawan Rusia, dalam masa 10 thôn njoë 4 droë presiden awaknjan ka sjahid meuturôt-turôt dalam mideuën prang: Presiden Dzhokhar Dudayev, Zelimkhan Yandarbiyev, Aslan Maskhadov dan Abdul-Khalim Sudalayev. Maté saboh meugantoé saboh, namun peurdjuangan awaknjan hana meusurôt meusilangkah. Meunan keu njang akan teudjadi di Atjèh ukeuë, Insja Allah....// ...

                                ###############################################


                              • Acheh Watch
                                From: Seramoe Acheh Sender: IACSF@yahoogroups.com Date: Fri, 27 Aug 2010 04:46:06 -0700 (PDT) To: ReplyTo:
                                Message 15 of 27 , Aug 28, 2010
                                • 0 Attachment
                                  From: Seramoe Acheh <seramoe_acheh@...>
                                  Sender: IACSF@yahoogroups.com
                                  Date: Fri, 27 Aug 2010 04:46:06 -0700 (PDT)
                                  To: <iacsf@yahoogroups.com>
                                  ReplyTo: IACSF@yahoogroups.com
                                  Subject: |IACSF| (unknown)

                                   
                                  Ngeut dan Teungeut
                                  Tulisan ini hanya hendak mengulas sisi penggunaan kata “jipeungeut” dalam menerjemahkan kata “ditipu”. Bahasa Aceh termasuk salah satu bahasa yang kaya dalam khazanah Melayu. Terdapat beberapa kosa kata yang tidak ditemukan kata sepadan untuk menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia. Misalnya, kata “geureupoh” (kandang ayam/bebek), “ceuntra” (kandang burung), dan “weueu” (kandang sapi) sering diterjemahkan sabagai kandang dalam Bahasa Indonesia. Padahal dalam khazanah Aceh kata-kata itu mempunyai ciri dan penempatan tersendiri. Beda jenis binatang, beda pula penyebutannya.

                                  Selanjutnya, orang Aceh kerap menerjemahkan kata “ditipu” sebagai “jipeungeut”. Misalnya, saat muncul sub judul “Pemerintah Aceh Kecewa dan Merasa Ditipu Lagi” di halaman depan Harian Serambi Indonesia (13/08/2010), hampir semua orang Aceh berujar: “Kajipeungeut lom”!

                                  Kata “jipeungeut” berasal dari kata dasar “ngeut” dengan penambahan “ji” dan “peu” sehingga menjadi kata aktif. “Ngeut” tidak bermakna bodoh, melainkan bodoh di atas bodoh atau dungu alias tolol. Sementara kata bodoh dalam Bahasa Aceh adalah “bangai”. Orang “bangai” jika disekolahkan dapat berubah menjadi pandai. Sementara orang “ngeut” walau pun disekolahkan dia tetap saja akan “ngeut”, atau minimal “ngeut ujong”. Jadi, menerjemahkan kata “ditipu” menjadi “jipeungeut” adalah kurang tepat.

                                  Menerjemahkan “ditipu” menjadi “jipeungeut” dapat meruntuhkan martabat orang Aceh. Sebab, secara tidak langsung, orang Aceh telah mengakui adanya benih-benih “ngeut” dalam tubuhnya. Sebenarnya terdapat kata lain yang lebih “santun” untuk menerjemahkan kata ditipu, yakni “jitaki”, “jitipee” atau “jipeubangai”. Tapi, anehnya, hampir semua orang Aceh lebih senang menggunakan kata “jipeungeut” untuk kata ditipu. Apakah ini sebuah kebetulan, kesengajaan atau memang betul-betul adanya benih “ngeut” yang menyatu dengan jasad? Entahlah!

                                  Ngeut dan teungeut
                                  Untuk memperkuat argumentasi bahwa “ngeut” (kata sifat) bermakna dungu, tolol atau la ra’du (reudok tan jiteupeu), di sini kami coba mengaitkan penggunaan kata dasar ngeut itu pada kata teungeut (tertidur, kantuk). Sebagaimana kata “jipeungeut”, kata “teungeut” juga berasal dari kata “ngeut” dengan penambahan “teu”. Orang yang sedang teungeut (tertidur) dipastikan tidak mengetahui apa-apa, karena terlelap dalam tidurnya. Apa pun aktivitas orang-orang di sekitarnya--walau jempolnya dipinjam untuk mensahkan surat-surat penting-- dia tidak menyadarinya sama sekali.

                                  Sementara orang “ngeut”, meskipun kondisi fisiknya berada di alam sadar dan matanya terbelalak bak burung hantu, tapi sesungguhnya dia tidak mengetahui apa-apa, sehingga dengan mudah dapat “jipeungeut” oleh orang lain. Nah, dalam hal ini, perbedaan antara orang yang “jipeungeut” dengan orang “teungeut” hanyalah pada kondisi fisiknya. Kalau orang yang “jipeungeut” matanya membelalak tapi dia tidak mengetahui apa-apa, maka orang “teungeut” secara fisik dan pikiran memang tidak mengetahui apa-apa.

                                  Orang “teungeut” saat terbangun dia akan menyadari bahwa dirinya ada. Sementara orang “ngeut” sepanjang sejarah hidupnya dia tidak tahu dan tidak mau tahu apa-apa, atau dalam bahasa gaul sering disebut “blo on”. Ureung ngeut mata teubleut, ureung teungeut mata teupet (orang tolol matanya terbelalak, sementara orang tertidur matanya terpejam). Begitulah perbedaan antara orang “ngeut” dan orang “teunget”, yang sebenarnya kedua-duanya tidak mengetahui apa-apa.

                                  Kami yakin bahwa bahasa dapat mencerminkan identitas bangsa. Bangsa yang santun akan senang menggunakan bahasa yang santun. Bangsa yang maju dan berperadaban akan selalu memperbaharui bahasanya dengan kosa kata baru yang maju, sehingga menjadi magnit bagi bangsa lain untuk memperlajarinya. Kita tentu berharap agar Aceh mampu memajukan identitas diri sebagai suku bangsa bermartabat dan berperadaban, baik melalui bahasa, intelektual dan aksi sehingga tidak dapat mudah “jipeungeut” di siang bolong karena orang Aceh tidak bergaris keturunan dari endatu yang ngeut. Semoga!

                                  =========================
                                  Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                                  Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                                   
                                   Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                                  http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                                   
                                  Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                                  http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                                  Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                                  http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                                  Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                                  http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                                   
                                  Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                                  http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                                  MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                                  MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                                  http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                                  DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                                  http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
                                   
                                  http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."


                                • Acheh Watch
                                  Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa ! http://www.youtube.com/watch?v=9kFTIbL48Og   Tengku Hasan
                                  Message 16 of 27 , Aug 29, 2010
                                  • 0 Attachment
                                    Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                                    Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                                     
                                     Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                                    http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                                     
                                    Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                                    http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                                    Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                                    http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                                    Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                                    http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                                     
                                    Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                                    http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                                    MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                                    MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                                    http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                                    DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                                    http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
                                     
                                    http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."



                                  • Acheh Watch
                                    Tgk Hasan di Tiro: ...Peuë njang kalheuëh éndatu gata peugot dan peuë njang ka gata peugot uroë njoë. http://www.youtube.com/watch?v=wRSSYpJjAaM    
                                    Message 17 of 27 , Sep 4, 2010
                                    • 0 Attachment
                                      Tgk Hasan di Tiro: "...Peuë njang kalheuëh éndatu gata peugot dan peuë njang ka gata peugot uroë njoë."
                                      http://www.youtube.com/watch?v=wRSSYpJjAaM
                                       

                                       
                                      Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa ! http://www.youtube.com/watch?v=9kFTIbL48Og
                                       
                                      Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                                       
                                       Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                                      http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                                       
                                      Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                                      http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                                      Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                                      http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                                      Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                                      http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                                       
                                      Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                                      http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                                      MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                                      MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                                      http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                                      DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                                      http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
                                       
                                      http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
                                      __________________________________
                                       
                                      ....//Saboh tjunto seudjarah Atjèh njang tjeudaih lagèëna nakeuh, seudjak djameun Beulanda kon sampé uroë njoë, hana meusidroë peumimpin thjik tjhik Atjèh njang na rôh djak meujeurah bak musôh. Meunan bak masa Beulanda dilèë, meunan watèë DI-TII thôn limongplôhan , dan meunantjit watèë GAM banban njoë.

                                      Tjut Njak Dhien hana neumeunjeurah keu Beulanda, tapi djkhianat uléh ureuëng2 njang na sadjan, watèë droëneuhnjan han deuh neukalon sapeuë lé; Abu Beureuéh han neumeunjeurah watèë Iqrar Lamteh djitèkèn thôn 1957, teutapi neutren u gampông limong thôn lheuëhnjan kareuna ka djikhianat uléh ureuëng2 njang droëneuh peutjaja njan; Wali Neugara, Njang Mulia Tengku Hasan Muhammad di Tiro, hana neuwoë u nanggroë lheuëh meutèkèn MoU Helsinki thôn 2005, tapi ka djikhianat uléh ureuëng2 sadjan droë-neuh dan ka keumah djipuwoë u nanggroë lhèë thôn siteungoh lheuëhnjan, watèë droëneuhnjan handjeuët neubila droëneuh lé dan handjeuët neumarit lé dalam basa Atjèh.

                                      Keusimpôlan djih: keudjadian ateuëh Wali bak uroë 11 Oktober 2008, saban that lagèë keudjadian ateuëh Tjut Najk Dhiën thôn 1910 buet Pang laot
                                      Djadi seudjarah sabé meu-ulang dan peurdjuangan untôk peuteuntèë nasib droë teutap meusambông, hana peungarôh peuë njang akan teudjadi ateuëh peumimpin peurdjuangan njan.

                                      Bansa Islam Chechenia njang ka 300 thôn geulawan Rusia, dalam masa 10 thôn njoë 4 droë presiden awaknjan ka sjahid meuturôt-turôt dalam mideuën prang: Presiden Dzhokhar Dudayev, Zelimkhan Yandarbiyev, Aslan Maskhadov dan Abdul-Khalim Sudalayev. Maté saboh meugantoé saboh, namun peurdjuangan awaknjan hana meusurôt meusilangkah. Meunan keu njang akan teudjadi di Atjèh ukeuë, Insja Allah....// .
                                      http://www.youtube.com/watch?v=556xKZ9a5Ig&feature=related


                                       

                                    • Acheh Watch
                                      Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa ! http://www.youtube.com/watch?v=9kFTIbL48Og   Tengku Hasan
                                      Message 18 of 27 , Sep 5, 2010
                                      • 0 Attachment
                                        Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                                        Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                                         
                                         Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                                        http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                                         
                                        Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                                        http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                                        Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                                        http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                                        Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                                        http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                                         
                                        Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                                        http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                                        MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                                        MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                                        http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                                        DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                                        http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
                                         
                                        http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."


                                      • Acheh Watch
                                        Mon, Sep 6th 2010, 11:16 Mantan Panglima Sagoe Ditikam Saat Buka Puasa Utama SIGLI - Suasana buka puasa di Pasar Grong-grong, Pidie, Sabtu (4/9) berubah geger
                                        Message 19 of 27 , Sep 6, 2010
                                        • 0 Attachment
                                          Mon, Sep 6th 2010, 11:16

                                          Mantan Panglima Sagoe Ditikam Saat Buka Puasa

                                          SIGLI - Suasana buka puasa di Pasar Grong-grong, Pidie, Sabtu (4/9) berubah geger ketika terjadi aksi penikaman di sebuah warung. Korban penikaman tersebut bernama M Ridwan MYS alias Raja Wan (41) yang dikenal sebagai mantan Panglima Sagoe Batee, Pidie. Raja Wan ditikam oleh Azhar (37), warga Gampong Neuheun, Kecamatan Batee, Pidie. Korban mengalami luka serius di lengan dan jari kirinya. Pelaku juga sempat terluka karena dihadang oleh rekan-rekan korban.

                                          Kapolres Pidie AKBP Dumadi SStMk didampingi Kasat Reskrim AKP Supriadi SH kepada Serambi, Minggu (5/9) mengatakan, insiden tersebut terjadi ketika Raja Wan bersama tiga rekannya, Jamhur, Darman, dan Anwar sedang berbuka puasa sambil menikmati air kelapa muda di pusat Pasar Grong-grong, Pidie sekitar pukul 19.15 WIB. “Tiba-tiba datang Azhar dengan pisau lalu menikam korban mengenai lengan kiri dan jarinya sehingga memuncratkan darah segar,” ujar AKBP Dumadi.

                                          Mendapat serangan tiba-tiba itu, seorang rekan korban bernama Jamhur dengan gerak cepat mengambil gelas dan melempar Azhar sehingga mengenai bagian bawah matanya. Pertarungan kilat itu berhasil dihentikan. “Pelaku dan korban yang sama-sama mengalami luka diboyong ke ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Sigli untuk mendapat penanganan medis,” kata Kapolres Pidie.

                                          Mengutip pengakuan Azhar kepada polisi, ia beralasan terlebih dahulu dikeroyok oleh kelompok Raja Wan cs sehingga terjadilah aksi penyerangan. Sedangkan dari pihak Raja Wan selaku saksi korban diperoleh keterangan, Azhar melakukan penyerangan secara tiba-tiba ke arah Raja Wan dengan menggunakan pisau. Pihak Polres Pidie masih terus mendalami kasus itu untuk mengungkap motif yang sebenarnya. “Kami sedang tangani kasus itu dan diharapkan bisa terungkap motif yang sebenarnya,” demikian Kapolres Pidie.(c43)
                                          Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                                          Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                                           Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                                          http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                                          Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                                          http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                                          Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                                          http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                                          Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                                          http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                                          Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                                          http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                                          MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                                          MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                                          http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                                          DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                                           
                                          http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."
                                           
                                           

                                        • Acheh Watch
                                          http://www.youtube.com/results?search_query=achehwatch&aq=f   Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa
                                          Message 20 of 27 , Nov 13, 2010
                                          • 0 Attachment
                                             
                                            Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
                                            Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
                                             Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
                                            http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
                                            Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
                                            http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

                                            Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
                                            http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

                                            Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
                                            http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
                                            Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
                                            http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

                                            MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
                                            MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
                                            http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

                                            DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1)
                                             
                                            http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."



                                          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.