Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Fw: [pantau-komunitas] Dosen Unimal Luncurkan Buku

Expand Messages
  • Sunny
    ... From: masriadi sambo To: milis flpaceh ; milis gemasastrin ;
    Message 1 of 1 , Jan 3, 2009
      ----- Original Message -----
      From: "masriadi sambo" <masriadi_sambo@...>
      To: "milis flpaceh" <flp_aceh@yahoogroups.com>; "milis gemasastrin"
      <gemasastrin@yahoogroups.com>; "unimal info" <info@...>; "Milis
      UniversitasMalikussaleh" <malikussaleh@yahoogroups.com>; "Milis
      Sastra-Pembebasan" <sastra-pembebasan@yahoogroups.com>; "Komunitas SINDO"
      <komunitas-sindo@yahoogroups.com>; "Milis InfoTjute"
      <infotjute@yahoogroups.com>; "Milis KAwan"
      <pantau-komunitas@yahoogroups.com>
      Sent: Wednesday, December 31, 2008 5:15 AM
      Subject: [pantau-komunitas] Dosen Unimal Luncurkan Buku


      Dosen Unimal Luncurkan BukuJunaidi | The Globe Journal

      Banda Aceh – Setelah sukses menerbitkan buka Aceh Dari Sultan Iskandar Muda
      ke Helsinki, penerbit Bandar Publishing di Banda Aceh meluncurkan buku
      dosen Universitas Malikusaleh Amrizal J.Prang berjudul, Aceh Dari
      Konflik Ke Damai yang mengupas fenomena hukum di Aceh mulai dari masa
      konflik hingga masa Aceh damai. "Hari ini kami meluncurkan buku Aceh
      Dari Konflik Ke Damai, karya intelektual muda Aceh Amrizal J. Prang,
      kami sangat bangga dapat menerbitkan karya intelektual muda Aceh, tugas
      kami adalah merekam seluruh pemikiran dan peradaban Aceh," ujar Manager
      Bandar Publishing, Lukman Emha, Selasa (30/12) di Banda Aceh saat
      peluncuran buku tersebut yang dihadiri penyunting Mukhlisuddin Ilyas
      dan jajaran redaksi.

      Buku yang dibagi dalam dua bab tersebut
      mengupas fenomena hukum pada era konflik dan fenomena hukum di era
      damai. “Secara keseluruhan, buku Aceh Dari Konflik Ke Damai adalah
      kritikan sosial tentang kondisi Aceh dalam perspektif hukum dan politik
      antara Aceh dengan Jakarta,” sebut tokoh intelektual Aceh, Fuad
      Marhatillah dalam pengantar buku tersebut yang diberi judul Republik
      Paradoks; Ibarat Orang-orang Buta Meraba Gajah.

      Menurut Fuad Mardhatillah, gambaran politik dan hukum yang digambarkan oleh
      Amrizal
      J. Prang dalam relasi antara Aceh dengan Negara Republik Indonesia
      merupakan suatu gambaran tentang banyaknya paradoks yang melahirkan
      banyaknya kontroversi dan konflik dalam dunia politik dan hukum
      Indonesia. “Di sini, antara keharusan akomodatif terhadap tuntutan
      pluralitas warga bangsa berhadapan secara frontal dengan keinginan
      unifikasi dalam artian sempit yang lebih menekankan perlunya kemutlakan
      kekuasaan terpusat. Di mana hukum yang diproduksi pemerintah Pusat
      lebih menjadi alat untuk terus dapat memelihara dominasi kekuasaan
      pusat, tanpa kesediaan memadai untuk menghargai tuntutan pluralitas
      dari masyarakat Aceh,” sebut Fuad Mardhatillah.

      Oleh karena
      itu, dalam konteks menjaga perdamaian yang kini telah berhasil
      ditetaskan di Aceh, kiranya harus terus dijaga melalui strategi politik
      dan hukum yang akomodatif terhadap hasrat etnisitas rakyat Aceh.
      "Untuk itu, berbagai catatan kritis yang telah coba disuguhkan oleh
      Amrizal J. Prang, hendaknya patut menjadi butir-butir perhatian dan
      pertimbagan pemerintah Pusat, untuk kemudian secara bijak dan adil
      dapat dilaksanakan dengan sepenuh hati," puji Fuad dalam pengantarnya.
      [003]





      ------------------------------------

      Yayasan Pantau bertujuan meningkatkan mutu jurnalisme berbahasa Melayu lewat
      pelatihan media dan penerbitan buku. Yahoo! Groups Links
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.