Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [PEMBEBASAN PAPUA] Re: [acehkita] KEMENANGAN OBAMA

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Saya senang atas info tambahan dari anda. Sayapun entah kenapa sejak kecil paying attention terhadap orang-orang yang diperlakukan tidak adil dalam kehidupan
    Message 1 of 1 , Nov 8, 2008
    • 0 Attachment
      Saya senang atas info tambahan dari anda.
      Sayapun entah kenapa sejak kecil paying attention  terhadap orang-orang yang diperlakukan tidak adil dalam kehidupan di Dunia ini. Setelah besar saya mendapat kesempatan untuk menganalisa orang - orang kulit hitam. Hajar bundanya Ismail adalah wanita yang terdekat dengan Khaliqnya. Dia bukan saja berkulit hitam tapi juga seorang budak, berlanglang buana dari Afrika ke Asia, diperjual belikan orang kulit putih dan kulit merah. Dia memiliki nasib sebagaimana kebanyakan orang Afrika berkapal - kapal di angkut ke Amerika untuk diperjual belikan. Pada saat itu orang kulit hitam pada umumnya memiliki keyakinan bahwa mereka memang ditakdirkan tuhan sebagai budak, sementara orang kulit putih sebagai tuannya. Alhamdulillah kemudian mereka mempelajari Islam dimana sangat terkenal hadist Rasulullah yang mengatakan bahwa tidak ada beda orang kulit putih dengan orang kulit hitam disisi Allah dan juga tidak ada beda penduduk asli dengan orang ajam. Yang membedakannya hanyalah ketaqwaannya kepada Allah swt. Setelah mereka memiliki ideology yang mantap dari Rasulullah, mereka mulai melawan siapapun yang menindas mereka. Kini realitanya orang - orang Afrika lebih maju dibandingkan orang Asia. 

      Kembali kisah Bunda Hajar. Akhirnya jatuh ketangan orang Arab dan ketemu sama Ibrahim yang memiliki seorang isteri bernama Sarah. Ketika itu Jazirah Arab dikuasai seorang raja zalim. Ibrahim dan Sarah ditangkap dan ditempatkan secara berasingan. Ketika raja Zalim itu hendak memperkosa Sarah, Allah mentakdirkan tangan raja itu gemetaran dan kepayahan. Setelah raja itu meminta maaf pada Sarah tangannya pulih kembali tapi masih dia coba mengulanginya sampai tiga kali.m Akhirnya ditanyakan siapa Sarah itu sebenarnya. Akhirnya Raja tersebut masuk Islam lalu menghadiahkan seorang budak kepada Ibrahim yang bernama Hajar.

      Ibrahim memuliakan hajar, tidak memperlakukan sebagai budak sebagaimana pemilik Hajar sebelumnya. Ibrahim adalah Ibrahim. Dia adalah seorang Rasul tapi ada satuhal yang mengganjal dihatinya.  Dia takpunya anak untuk meneruskan tongkat estafetnya. Dia mengawini Hajar. Allah menganugerahi Ibrahim seorang anak melalui Hajar.  Itulah Ismail. Sarah mulai cemburu meminta Suaminya untuk memindahkan Hajar dan Ismail dari rumahnya. Ibrahim membawakan Hajar ke gunung tua yang tidak tumbuh pohon walau widuri dan tidak ada bangunan walau Jambore. Di gunung tua itu sangat menakutkan, apalagi diwaktu malamnya. Hajar menanyakan suaminya, kepada siapakah anda menitip kami?  Kepada Allah, jawabnya Ibrahim, singkat.  Hajar adalah Hajar, dia sangat percaya bahwa suaminya itu seorang Rasul Allah yang mustahil untuk berbohong.

      Seorang anak membutuhkan ayah sebagai pelindung, seorang perempuan membutuhkan suami.  Hajar sendirian, kecuali buah hatinya, Isma'il, calon wakil Tuhan diantara deretan wakil Tuhan yang lainnya. Hajar adalah Hajar. Dia yakin benar, Allah dapat menggantikan segala-galanya.


      Sebagai manusia Ideal dia membutuhkan air dalam kehidupannya. Karena itulah dia pergi ke bukit Safa, namun disana ternyata tidak ada air. Lalu dia pergi ke bukit Marwa, dan disanapun ternyata juga tidak ada air, kemudian kembali lagi ke bukit Safa. Hal ini dilakukannya pulang pergi sebanyak 7 kali, namun belum juga membawa hasil. Akhirnya sambil memohon kepada Allah kembali menemui anaknya yang sedang menangis. Ketika Hajar mendekati Isma'il, terdengarlar gemuruh suara air yang memancar dari hentakan tumit Isma'il.


      Ternyata keberhasilan muncul setelah usaha dan do'a dipadukan. Hal inilah diantara sekian banyak ilmu yang terdapat dalam pertunjukan Akbar ini (Haji) yang perlu digaris bawahi oleh kaum Muslimin dijaman sekarang ini sepertinya Islam agama cemerlang namun sudah Dekaden. Di jaman era Globalisasi ataupun abad Melinium, memang masih banyak orang-orang yang mampu menghafal Quran, masih banyak orang-orang yang mampu menterjemahkan Quran ke dalam bahasa mereka sendiri, selain orang-orang yang "Mother Tongue" nya memang bahasa Arab, dimana Qur-an diturunkan. Namun kesemuanya itu belum apa-apa. Mereka adalah nol nol yang menga-nga."Bagaikan buih di lautan" bak kata Rasul. Persoalannya, Qur-an itu tidak mampu ditangkap maksudnya kecuali orang-orang yang bersih "A'qidahnya" dari perangkap-perangkap Syirik, baik secara syar'i maupun secara filosofis (QS.56;79) 


      aceh804ja

      Hajar adalah Hajar. Diantara manusia dia adalah seorang perempuan, diantara perempuan-perempuan dia adalah seorang budak, diantara budak-budak dia adalah berkulit hitam lagi, namun tak seorang pun walau rasul, kuburannya berada di samping ka'bah, pelambang Allah dipermukaan bumi. Bangunan setengah lingkaran itu benar-benar menghadap ka'bah (afala ta'kilun, afala yatazakkarun ) dalam Baitullah itu hanya Allah dan Hajar. Awahai Hajar, kendati pun engkau dipandang hina oleh basyar-basyar di dunia ini, namun engkau sangat mulia di sisi Allah. Ketika kupu-kupu putih menhapiri nyala lilin, ketika paru jama'ah haji memasuki masjidil haram, hendaklah mereka berfikir sebagai mana pesan Allah yang diulang berkali-kali dalm Al-qurannulkarim. "afala ta'kilun, afala yatazakkarun" mengapa hanya Allah dan Hajar yang ada di rumah Allah itu ? siapakan Hajar itu ? kenapa hanya dia yang menghadap Allah di rumah Allah itu, Tuhannya kaum du'afa bagaimanakah dia dalam perjalanan hidupnya ?. Kendati pun dalam pandangan basyar-basyar bahwa orang-orang cacat, seperti pincang, buta, tuli, kulit hitam, tidak cantik, tidak bagus body-nya, miskin, kurus dan kekurangan fisik lainnya itu hina, namun Allah mengajarkan orang-orang mukmin agar jangan menilai dari segi kukurang fisik dan materi, nmaun yang penting adalah ketaqwaannya, keteguhan imannya, kemantapan aqidahnya/idiologinya dan kecemerlangan pikirannya.


      Hajar adalah hajar, tak seorang pun walau Rasul kuburannya berdampingan dengan ka'abah. Antara ka'bah dengan kuburan hajar ada lorong yang dapat di laluinya namun Allah, tuhannya kaum dhu'afa tidak membenarkan memasuki lorong tersebut saat melakukan tawaf, Allah menginginkan manusia agar dalam melakukan tawaf kedua-duanya Allah dan hajar harus ikut di lingkari, ditawafi. Allah mengajarkan kita agar mau berfikir tentang pribadi manusia yang satu ini, kendati pun di hina oleh basyar-basyar namun sangat mulia di sisinya. Dia adalah muhajjir teladani .


      Yang perlu kita ingat bahwa di Akhirat kelak hanya dua macam saja kulitnya manusia. Yang pertama kulit putih berseri - seri walaupun mereka itu hitam kulitnya di Dunia. Mereka itu dipersilakan Allah untuk memasuki surganya dan kekal selama - lamanya. Yang kedua hitam muram kulitnya walaupun di Dunia kulitnya putih atau kuning sekalipun. Mereka itu diseret Malaikat yang bengis ke dalam Neraka dan kekal selama -lamanya. (Na'uzubillahi min zalik) 


      Jadi tidak ada manusia yang dibakar dulu, kemudian dimasukkan dalam Surga. Itu adalah keterangan di hadist palsu. Hadist palsu inilah yang diyakini manusia Hindunesia hingga mereka tidak segan - segan melakukan kedhaliman terhadap bangsa Acheh -Sumatra dan West Papua. Mereka mengira walaupun dimasukkan Allah dalam neraka, kan dimasukkan juga dalam Surga akhirnya? Mereak mengira sama dengan hukum negara taghuti, akan dilepaskan dari penjara setelah menjalani masa yang telah difoniskan para hakim yang tidak adil. Sebagian manusia Indonesia lainnya mengira setelah berbuat dhalim terhadap bangsa West Papua dan Acheh -Sumatra, dapat diampuni Allah dengan melaksanakan Hajji di Saudi Arabia. Memang rasulullah mengatakan bahwa para jamaah hajji akan menjadi seperti kertas putih (baca diampuni dosanya). Itu memang benar Bunyi Hadist Rasulullah tapi dosa yang bagaimana, kemunian bagaimana 'Aqidahnya benar - benar menuhankan Allah atau dimulut saja berkomat - kamit dengan kalimat "Lailaha illa Allah" sementara dalam kehidupan sehari - hari mereka menuhankan atasan. Indonesia itu adalah negara sekuler. Al - Qur-an mereka tempatkan dibawah Pancasila. Mereka tidak tunduk patuh kepada apa yang dikatakan Allah dalam Qur-an. Mereka tidak beriman dengan ayat 2 dari Surah Al Baqarah. Mereka telah menyulap ayat tersebut dari "Hudaqllinnas" (pedoman bagi manusia) kepada "Lilqari" (baca untuk dibaca-baca doang). Justru utulah mereka membesar-besarkan acara musabaqah setahun sekali. Qur-an diperlombakan macam olah raga Olimpiade, betapa ngerinya sontoloyo - sontoloyo itu.


      (alasytar, Acheh - Sumatra)




      From: HINU E. SAYONO <hsayono@...>
      To: Pembebasan_Papua@yahoogroups.com
      Cc: Rumah Kita Bersama <rumahkitabersama@yahoogroups.com>
      Sent: Saturday, November 8, 2008 3:43:09 AM
      Subject: Re: [PEMBEBASAN PAPUA] Re: [acehkita] KEMENANGAN OBAMA

      Maaf, ikutan.
       
      Memang penduduk asli benua AS adalah Indian.
       
      Itu adalah masa jauh sebelum emigran dari Eropa, termasuk ekspedisi Colombus, datang ke AS.
       
      Suku-suku Indian diadu-domba dan dihabisi oleh para pendatang yang 'go West'.
       
      Saya pernah datang pada acara Perkemahan Besar Indian Amerika Utara (AS dan Mexico) di negara bagian Iowa, ketika menghadiri satu diskusi di Sioux City, Iowa. 
       
      Mereka berbadan besar, berkulit merah, ganteng dan cakep.
      Dan...... sangat ramah.
       
      Ketika itu musim dingin.
      Kedinginan dan rasa lapar menggangguku.
       
      Karena memakai bajiubatik, sebagai tanda rasa hormatku kepada penduduk asli benua tersebut, mereka tertarik dengan motif dan warna baju batik yang kupakai.
       
      Salah seorang kepala suku, yang berbadan besar dan tinggi - mengenakan hiasan bulu-bulu di kepalanya, mendatangiku dan bertanya 'Kau Indian dari mana?' Maklum saja lah perawakanku dan kulitku yang sawo matang mirip dengan Indian dari Amerika Selatan.
       
      'Wah, maaf, Chief, saya bukan Indian, saya dari Indonesia, satu negeri nun jauh disana. Tetapi saya mengenal hal-ihwal Indian, karena saya tertarik kepada peradabannya yang tinggi'.
       
      Pengakuanku itu justru 'mencelakakan' diriku.
      Aku diminta bergabung untuk menari-nari mengelilingi api unggun. Itu merupakan cara mereka untuk menghormati tamu.
       
      Maka aku berteriak-teriaklah mendendangkan satu lagu, entah apa judulnya.  
       
      'Yee, yee, yihooo, yihoo, yee, yee...yaaa.. ...yaaaa. ...' sambil menari-nari sambil menahan rasa lapar. 
       
      Setelah itu, kita antri untuk makan.
      Ibu-ibu Indian bagian konsumsi menyediakan sup daging sapi tanpa bumbu apapun. Karena lapar, semuanya saya sikat habis.
       
      Catatan tambahan :
      Ketika diskusi, saya mengenakan jeans dan baju lengan panjang.
      Ke acara Perkemahan Besar Indian Amerika Utara, saya mengenakan baju batik. Salah satu panitia diskusi, bertanya "Tadi anda mengenak baju santai, jeans dan casual shirt. Sekarang mau ke perkemahan Indian saja kok pakai baju yang bagus?'
       
      'Saya sangat menghormati bangsa Indian, Karena sejak kecil saya sudah mengenalnya melalui buku-buku karangan Karl May.
       
      salam,
      hes
       

      --- On Sat, 11/8/08, Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote:
      From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
      Subject: [PEMBEBASAN PAPUA] Re: [acehkita] KEMENANGAN OBAMA
      To: Pembebasan_Papua@ yahoogroups. com, achehnews@yahoogrou ps.com, politikmahasiswa@ yahoogroups. com, PPDI@yahoogroups. com, Komunitas_Papua@ yahoogroups. com, Lantak@yahoogroups. com, oposisi-list@ yahoogroups. com, kuasa_rakyatmiskin@ yahoogroups. com, fundamentalis@ yahoogroups. com, politikmahasiswa@ yahoogroups. com, kota_jakarta@ yahoogroups. com, GAMRMSOPM@yahoogrou ps.com
      Date: Saturday, November 8, 2008, 12:35 AM

      Setelah membaaca tulisan Dian Guci ini, sepertinya kita mendapat info baru bahwa ras merah merupakan penduduk asli negeri Pamansam tersebut. Saya sendiri belum mengetahui persis kenapa negara tersebut terkenal dengan dengan sebutan negeri paman Sam dan apakah paman Sam itu termasuk ras merah sebagai penduduk aslinya? Saya rasa tulisan Dian tersebut ada manfaatnya, minimal kita mengetahui bahwa masih ada ras yang diperlakukan secara tidak layak di AS itu, padahal merekalah yang berhak menjadi tuan di negaranya sendiri.

      Fenomena tewrsebut mengundang kita untuk renungan suci bahwa betapa rumitnya persoalan sejarah kemanusiaan paska Qabil dan Habil sebagai manusia yang membentuk permulaan sejarah kemanusiaan dimana seorang manusia yang memiliki power begitu leluasa menginjak-injak kehidupan manusia yang tidak berdaya sebagaimana diperlihatkan Qabil terhadap adiknya sendiri. Realitanya praktek kedhaliman itu berjalan terus sampai dijaman kita ini. Pendatang baru di Australia yang berkulit putih dengan leluasanya menindas penduduk asli negara Kangguru tersebut dan sampai hari ini penduduk asli masih saja diperlakukan secara tidak wajar.

      Penduduk asli West Papua yang berkulit hitampun diperloakukan sebagai setengah manusia oleh pendatang dari Jawa melalui kekuasaan Kolonialis Jawa yang berkedok Indonesia. Hasil bumi anugerah Allah buat bangsa West Papua dikeruk oleh bangsa yang yang hipokrit itu sebagai mana layaknya milik moyangnya sendiri. Bangsa Jawa yang berkedok dibalik nama Indonesia itu bukan saja menindas bangsa West Papua tapi hal yang sama dilakukan juga terhadap bangsa Acheh - Sumatra Maluku dan masih banyak lagi bangsa yang masih tertidur di Nusantara Melanesia tersebut. Ketika bangsa Jawa di jajah Belanda, mereka meminta bantuan kepada bangsa Acheh - Sumatra. Ironisnya setelah mereka mendapat pertolongan, tidak tau membalas jasa malah menindas penolongnya sebagaimana dulu Belanda menindas mereka.

      Jadi atas dasar menindas bangsa lain termasuk penolongnyalah, berdirinya negara Indonesia yang tidaktau membalas budi, membanggakan diri atas milik bangsa lain yang sama kejamnya seperti pendatang Amerika dan Australia yang kita sebutkan tadi. Renungan kita baru tiga negara, yaitu negara Pamansam, negara Kangguru dan Indonesia pura-pura. Prediksi saya hampir semua penduduk asli suatu negara mengalami nasib yang sama seperti penduduk asli AS, Australia, West Papua dan Acheh - Sumatra.

      Kalau kita renungkan terus, kenapa ini bisa terjadi?  Kenapa mereka tidak sadarkan diri berlagak wibawa diatas milik orang lain?  Ketika Indonesia berkomplik dengaqn Australia, pihak Indonesia membeberkan sejarah penindasan penduduk asli Australia. Indonesia tidak sadar bahwa mereka juga sama dhalimnya seperti pendatang Australia. Itulah yang namanya semut diseberang lautan jelas kelihatan tapi gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

      Ketika para Malaikat bertanya kena dijadikan manusia sebagai Khalifah yang berkuasa di Bumi, Allah menjawab bahwa Dia mengetahui apa yang tidak diketahui para Malaikat. Setelah Manusia berproduksi ternyata mereka terbagi kepada 2 kutup, kutup pembunuh dan korbannya (baca Habil) Bendera Qabil (baca pembunuh, penindas atau penjajah terus diwarisi sampai hari ini oleh manusia-manusia kaum mutaqabbirun. Ironisnya baik kutub Qabil maupun kutub Habil menggunakan "agama" sebagai senjatanya. Agama versi Qabil adalah Agama Habil juga yang diwarisi dari orang tuanya (baca Nabi Adam dan Hawa) Namun agama tersebut menjadi dekaden ditangan Qabil. Qabil merubah substansi agamanya sebagaimana agama yang digunakan penindas dewasa ini untuk menindas manusia - manusia kutub Habil yang senantiasa menuntut keadilan, kebebasan dan hak kemanusiaan.

      Justru itulah kita saksikan dua komunitas manusia yang masing - masing mengaku beragama Islam tapi saling bunuh - membunuh. Lalu mereka mempropokasikan bahwa itu perang saudara. Padahal tidak ada istilah perang saudara tapi komunitas hipokrit yang menggunakan agama untuk menindas kaum dhu'afa warisan Habil dimana - mana hampir diseluruh dunia. Kenapa kutub Qabil berhasil mengalahkan kutub Habil? Jawabannya adalah untuk menguji siapa diantara  manusia yang tetap mengikuti warisan Habil kendatipun harus menerima resiko yang luar biasa sebagaimana diperlihatkan Imam Hussein di Karbala, "menyirami Pohon Islam" dengan darah dan air mata. Bukankah Para pengikut Yazid bin Muawiyah juga mengaku diri beragama Islam? Islam yang bagaimana mereka ikuti?  Itulah agama Qabil yang tampil sebagai "perahu terbalik" (baca Islam palsu) yang diwarisi ulama gadiongan sebagaimana diperlihatkan Bal-am yang memihak Firaun dalam menentang Nabi Musa as. Praktek Islam palsu  dewasa in membuat para non Muslim keliru dalam melihat Islam. Mereka menyaksikan Islam itu tidak jauh berbeda dengan agama lainnya. Padahal fenomena yang mereka saksikan adalah Islam palsu bukan Islam sejati.

      (alasytar, Acheh - Sumatra.






      From: HELB <hai_otodidak@ yahoo.com>
      To: IACSF@yahoogroups. com
      Sent: Friday, November 7, 2008 6:37:12 AM
      Subject: [acehkita] KEMENANGAN OBAMA

      Kemenangan Obama,
      presiden ras lain selain kaukasoid yang pertama di Amerika Serikat,
      mengumandangkan ilusi kemenangan perjuangan persamaan hak yang sejak
      jaman baheula diperjuangkan kaum hitam. Ada juga kesan, bahwa Obama akan mengusung suara minoritas lain...

      KEMENANGAN OBAMA:
      Oleh: Dian Guci

      klik http://id.acehinsti tute.org

      [Non-text portions of this message have been removed]




    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.