Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Proyek BRR Tidak ada Koordinasi

Expand Messages
  • Sunny
    http://www.serambinews.com/old/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=45222&rubrik=8&kategori=2&topik=45 01/04/2008 09:37 WIB Proyek BRR Tidak ada Koordinasi KUALA
    Message 1 of 1 , Apr 1, 2008
    • 0 Attachment
       
      01/04/2008 09:37 WIB

       
      Proyek BRR Tidak ada Koordinasi

      KUALA SIMPANG - Sebagian besar pelaksanaan proyek bantuan dari Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR NAD B Nias) untuk Aceh Tamiang khususnya pada Dinas Pendidikan tidak dikoordinasikan dengan pemerintah setempat sehingga mereka tidak dapat mengawasi kualitas proyek.

      Direktur Aceh Foundation Community and Education ( AFCE) NAD, Izzuddin kepada Serambi Minggu (30/3) menyebutkan, hasil riset pengalihan dan pengelolaan asset BRR tentang pelayanan dasar public pada bidang pendidikan dan kesehatan di Aceh Tamiang selama seminggu, 17 25 Maret.

      AFCE menemukan rekanan BRR tidak melakukan koordinasi dengan satker setempat dalam melaksanakan pembangunan proyek fisik bantuan dari BRR, sehingga Dinas Pendidikan, tidak mengetahui jika BRR ada melaksanakan pembangunan sekolah di Tamiang.

      Selain itu, Satker juga tidak memiliki dokumen berkaitan dengan proyek tersebut sehingga tidak dapat mengawasi kualitas pembangunan sekolah. Karena tidak ada koordinasi, ketika proyek tersebut dipermasalahkan, warga mempertanyakan kepada dinas. Jangankan pemerintah, warga di sekitar lokasi yang dibangun proyek tersebut juga tidak mengetahui jika sekolah yang dibangun bantuan BRR,” ujar Koordinator Riset, Masrizal SPd.

      Dampaknya, warga menilai BRR tidak transparan, tertutup terhadap berbagai pelaksanaan proyek. Padahal rekanan pelaksana yang mengerjakan proyek tidak melakukan koordinasi dengan Pemkab Aceh Tamiang.

      Umumnya bantuan fisik yang AFCE riset bersumber dari APBN melalui BRR, “karena uang yang ada di BRR merupakan uang rakyat seharusnya bentuk transparansi lebih diutamakan sehingga professional BRR tidak hanya di kantoran namun juga terjadi di lapangan,”ujar Izzuddin.

      Selain tanpa koordinasi, AFCE juga menemukan beberapa proyek yang tidak sesuai dengan standar bangunan sehingga ada bangunan fisik yang rusak padahal proyek tersebut baru setahun dikerjakan.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.