Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Baju Baru...

Expand Messages
  • abusisia
    Abu sudah lama tidak pernah ganti baju baru...Bukan tidak mau tapi abu tidak pernah punya pilihan. Ketika abu HARUS pergi ke sawah..Abu tidak punya pilihan
    Message 1 of 1 , Mar 1, 2008
    • 0 Attachment
      Abu sudah lama tidak pernah ganti baju baru...Bukan tidak mau tapi
      abu tidak pernah punya pilihan. Ketika abu HARUS pergi ke sawah..Abu
      tidak punya pilihan lagi, selain memang harus mengganti baju.
      Kenapa...?. Tanya cucu abu.
      Abu hanya menjawab ...tunggu.....

      "Abu pergi kesawah..?" Pertnayaan baru lagi dari cucu abu. "Ya.
      HARUS". "Kenapa...?". Abu jengkel juga dengan pertanyaan yang
      bertubi tubi ini. Tapi nanmpaknya Abu tidak kehilangan kesabarannya.
      Abu coba untuk menjawab dengan baik.

      "Hari ini hujan cukup..tidak seperti bulan bulan dan tahun tahun
      kemarin", Abu membuka bicara. "Jika kita lewatkan masa ini, maka
      kita tidak akan pernah melihat sawah kita kuning dengan padi dan
      hijau dengan kacang kacangan". "Jika tidak maka sebaliknya kita akan
      menyaksikan rumput rumput dan benalu yang menyesaki tanah dan
      menggerogoti semua simpanan pupuk di sawah kita". Cucu abu nampak
      tekun mendengarkan jawaban Abu, walau sepertinya tanda tanya masih
      ada dimatanya.

      "Tidak perlu kuwatir, abu kira hujan tidak hanya turun pada bulan
      ini saja, tapi akan tetap berterusan". Cucu Abu mulai berbinar
      matanya. Keyakinan kata kata Abu membuat hatinya ikut yakin.
      "Cuma saja.kamu harus ingat..bahwa setiap hujan bukan saja
      mendatangkan kebaikan tetapi kadang kala mendatangkan bencana yang
      tidak kita sangka sangka". Abu mengingatkan.

      "Jadi apa hubungannya dengan ganti baju". Tanya cucu abu. "Baju
      adalah sesuatu yg menjaga kita dari panas dan dingin, baju juga
      menunjukkan identitas kita". "Jika saat ini abu pakai baju kantor ke
      sawah, atau baju rumah ke sawah, baju abu akan dihargai sebagai baju
      sawah, dan pasti identitas abu susah untuk dikenali lagi". Cucu abu
      menggoyang goyangkan kepalanya, tanda mengerti. Wajah abu cerah
      seketika, tiada kerisauan hatinya. Cucunya sudah mulai besar dan
      dewasa. Abu yakin. Baju yang dikenakannya kini tidak mengaburkan
      cita citanya agar dapat dikenali oleh anak cucunya kelak.

      "Besarlah cucuku dengan baju barumu tapi cita citamu tetaplah cita
      citamu dulu. Dalam cita citamu adalah tujuan hidup dan semua nilai
      sejarah dan masa lalu dan masa depanmu". Abu mengusap kepala cucunya
      yang lelap disampimg pembaringan. Abu sudahpun mengantuk menutup
      dengan harap, semoga matahari tetap bersinar menumbuhkan butir butir
      padi yang ditaburkan dalam hamparan sawah yang luas membentang."

      Abu terlelap dengan doa (BimsmikaAllahumma ahya wa amut wailakal
      masir)

      Wassalam
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.