Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [PPDI] Konspirasi Iblis MUI dengan SBY yang Bersarung Islam versus Manuver Politik FKM.

Expand Messages
  • Laksa Marda
    Sayang seribu kali sayang, maksud hati ingin menganalisa kebobrokan beberapa oknum pemerintah NKRI, tapi penulis sendiri mengotori analisanya dengan kata-kata
    Message 1 of 2 , Nov 5, 2001
      Sayang seribu kali sayang, maksud hati ingin menganalisa kebobrokan beberapa oknum pemerintah NKRI, tapi penulis sendiri mengotori analisanya dengan kata-kata kotor yang jauh dari adab kesopanan umum. Belum lagi kalau kita menilainya dengan menggunakan kaca mata Agama.
      Mangapa dalam suatu analisa yang mengulas masalah politik, urusan toilet dan kebun binatang ikut dibawa-bawa?
      Agama mana yang mengajarkan seperti ini?

      Akhirnya bukannya simpati yang diperoleh, malah kita jadi berkesimpulan bahwa yang menulis ternyata juga tidak lebih baik dari yang dikritik. Bobrok juga.

      Siapa yang mau baca tulisan kacau dan kotor serta jorok yang ginian?
      Apa lagi mau mempercayainya?

      Ditunggu posting lainnya yang lebih baik dan berbobot.

      Salam ,

      Marda

      >>> maluku@... 03-Nov-01 11:16:52 >>>


      From: "Joshua Latupatti" ">joshualatupatti@...

      To: ">apakabar@...

      Subject: MENDEBAT SUSILO BAMBANG YUDOYONO CS.
      Date: Thu, 01 Nov 2001
      11:17:17 +0000

      MENDEBAT "SUSILO BAMBANG YUDOYONO" C

      -----------------------------------------------------------------------

      Salam Sejahtera!

      Saudara-saudara sebangsa,
      Kita tantunya masih ingat, bagaimana SUSILO
      BAMBANG YU-
      DOYONO atau SUBAYU (singkatan depan) atau LOBANGNO

      (singkatan belakang), pada posisi yang sama sepereti sekarang ini,

      memberikan laporan bahwa "dalam beberapa bulan, jumlah Mes-
      jid yang
      rusak di Maluku(saja), melebihi jumlah Mesjid yang ada
      di Maluku dan Maluku
      Utara, sebelum kerusuhan"! Artinya,
      jumlah mesjid yang ada di Maluku saat
      ini haruslah "minus bebe-
      rapa ratus buah"!? Laki-laki bekas prajurid yang
      berubuh tinggi
      besar ini, ternyata memiliki "otak dan hati" yang jauh lebih
      kecil
      dari ukuran manusia normal! Yang menonjol dari orang ini ada-
      lah
      "sifat tak punya malu" atau "sifat muka tebal" yang lebih dari
      ukuran
      tubuhnya, sehingga dia kembali berbicara tentang Maluku
      yang dihianatinya
      dulu, sebagai Menkopolsoskam! Apa katanya
      sekarang tentang Maluku? Mari kita
      lihat!


      SOURCE: MEDIA INDONESIA : DATE: 2001-10-30
      Menko Polsoskam: Hadapi
      Separatis Pemerintah Ambil Tindakan Hukum
      JAKARTA (Media) - Menko Polsoskam
      Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, BILA
      ada gerakan separatis di Maluku
      yang dimotori Front Kedulatan Maluku (FKM),
      Pemerintah akan segera mengambil
      tindakan hukum .

      JOSHUA:
      Kalau saya katakan, "BILA Susilo Bambang Yudoyono berdusta,

      lidahnya harus dikerat", apa yang anda pikirkan? "JIKA Susilo
      Bambang
      Yudoyono menipu, hidungnya harus dipangkas", apa
      yang ada di dalam kepala
      anda? Yang "kritis" tentu akan berta-
      nya, "Apakah sudah TERBUKTI bahwa
      Susilo Bambang Yudo-
      yono berdusta dan menipu?" Sebaliknya, mereka yang
      "tidak kri-
      tis" akan menerima kata BILA dan JIKA dari saya sebagai suatu

      "kenyataan", atau paling tidak, "sesuatu yang perlu dicurigai", ka-
      rena
      seringnya saya mengulang-ulang kedua kalimat berbau "an-
      dai-andai"
      tersebut! Saya akan dikecam sebagai "pendusta", "tu-
      kang hasut", dll., oleh
      mereka yang kritis! Sama halnya, karena
      saya adalah orang yang kritis, saya
      katakan bahwa si Susilo Bam-
      bang Yudoyono adalah seorang menteri "pendusta"
      dan "tukang
      hasut"!

      SOURCE: MEDIA INDONESIA : DATE: 2001-10-30
      Soesilo mengemukakan hal itu
      dalam acara peluncuran buku hasil kerjasama MUI
      dan Yayasan Pustaka Umat
      berjudul Merajut Damai di Maluku diselenggarakan di
      Hotel Milenium.

      JOSHUA:
      Melihat sepak-terjang MUI sebagai "tukang hasut" dan "pemeras

      berdali halal-haram", saya pikir, Susilo Bambang Yudoyono telah

      memperoleh "partner yang setara"! Karena komentar si Susilo
      Bambang
      Yudoyono ini dikemukakan di dalam acara peluncuran
      bukunya MUI, saya bisa
      pastikan bahwa isi buku itu tidak jauh
      dari pernyataan si Susilo Bambang
      Yudoyono! Anehnya, MUI
      menggunakan judul "Merajut Damai", sedangkan si
      Susilo Bam-
      bang Yudoyono "mencari masalah", dengan melemparkan tuduh-

      an terselubung, yang dijiwai oleh isi buku karya MUI! Kontra-
      diksi ini
      hanya dapat dipahami jika kita bisa melihat bahwa MUI
      menggunakan Susilo
      Bambang Yudoyono untuk memperkiat ha-
      sutan mereka, sementara Susilo Bambang
      Yudoyono membon-
      ceng MUI untuk menutupi impotensi Polsoskam-nya! Maksud

      saya begini. MUI sedang mencoba "mengalihkan dosa dan keja
      hatan
      mereka", sebagai "perancang dan pelaksana kerusuhan di
      Ambon/Maluku", kepada
      warga Kristen Maluku, melalui tuduh-
      an "Separatis Kristen RMS", sementara
      "Dunia" tahu persis bah-
      wa RMS terdiri dari Muslim dan Kristen Maluku, yang
      terikat di
      dalam Persaudaraan Pela-Gandong! Di dalam usaha untuk men-

      dustai dan menghasut begitu banyak orang tentang RMS, MUI
      melihat
      kehadiran FKM sebagai "pucuk dicinta, ulam tiba", yang
      harus dijadikan
      "kambing penebus dosa" mereka! Sementara
      kelicikan si Susilo Bambang
      Yudoyono akan kita bahas pada ba-
      gian berikut, anda bisa menelanjangi
      kejahatan MUI (dan MUI-
      Maluku, tentunya), dengan bertanya:

      "MENGAPA MUI MERESTUI SEORANG PERWIRA AKTIF
      POLRI, LETKOL (POL). R.
      HASANUSSI, UNTUK MENJADI
      KETUA MUI-MALUKU, BEBERAPA LAMA SEBELUM KE

      RUSUHAN PECAH, YANG MERUPAKAN SATU-SATUNYA
      KETUA MUI DAERAH YANG BUKAN
      ULAMA, DI SEPAN
      JANG SEJARAH BERDIRINYA MUI?"

      SOURCE: MEDIA INDONESIA : DATE: 2001-10-30
      "Kalau memang ada gerakan
      separatisme di Maluku yang dimotori oleh Front
      Kedaulatan Maluku (FKM)
      pemerintah akan mengambil tindakan hukum terhadap
      tindakan tersebut," ujar
      Susilo.

      JOSHUA:
      Di sinilah latak "kemunafikan" si Susilo Bambang Yudoyono, se-

      kaligus "kemunafikan Pemerintah NKRI", yang "tidak punya nya-
      li" untuk
      memisahkan manusia dari iblis, lalu menggunakan FKM
      sebagai alasan tuduhan
      idiot mereka tentang "gerakan separatis",
      sementara RMS telah membuat mereka
      impoten untuk membukti-
      kan bahwa RMS-lah yang memberontak, dan bukan RI
      yang men-
      jadi agresor, perampok Kemerdekaan Maluku "yang sah"! Oleh

      sebab itu, si "licik murahan" Susilo Bambang Yudoyono, hanya
      mampu
      memakai istilah BILA dan KALAU, untuk memanipulasi
      pikiran umat!

      Di sinilah pula, tubuh besar si Susilo Bambang Yudoyono, yang
      bekas
      Jenderal dan Menkopolsoskam, terlihat seperti seonggok
      daging lembek dan
      membusuk, yang bergulir ke sana-sini sambil
      meninggalkan bekas berbau busuk,
      karena terlalu pengecut untuk
      mendebat FKM tentang "keabsahan Kemerdekaan
      RMS"!

      SOURCE: MEDIA INDONESIA : DATE: 2001-10-30
      Masalah gerakan separatis itu
      dikemukakan Gubernur Maluku Saleh Latuconsina,
      bahwa gerakan FKM itu
      ditandai dengan pengibaran bendera RMS.

      JOSHUA:
      Si "sontong" Latuconsina ini juga tidak jauh berbeda dengan si

      Susilo Bambang Yudoyono, Di Syamsuddin dan Amien Rais! Ge-
      lar
      Doktor-nya lebih berharga di dalam WC daripada di Maluku!!!
      FKM mengibarkan
      Bendera RMS, adalah fakta! FKM dapat di-
      tuduh melakukan tindakan "
      separatis", jika RMS memang adalah
      "gerakan separatis"! Masalahnya adalah,
      apakah si "sontong"
      Latuconsina ini bisa MEMBUKTIKANNYA atau tidak!? Pakai

      nalar seorang Doktor untuk itu, jika mampu, sebelum gelar itu be-

      nar-benar menjadi kotoran!

      SOURCE: MEDIA INDONESIA : DATE: 2001-10-30
      Sementara Saleh Latuconsina
      menyatakan, bahwa saat ini dari pihak Kristen
      telah meminta agar dilakukan
      penarikan terhadap Laksar Jihad, karena
      organisasi tersebut dianggap telah
      mengancam komunitas Kristen di Maluku.
      "Padahal Laksar Jihad datang karena
      ada konflik," kata Saleh.

      JOSHUA:
      Coba anda katakan, apakah saya salah kalau mengatakan bahwa

      "Doktornya si sontong Latuconsina ini sudah menjadi kotoran"?!
      Sebagai
      PDSD-Maluku, si "sontong" Latuconsina ini seharusnya
      "mengisolir" Maluku
      dari unsur luar Maluku yang akhirnya meng
      akibatkan eskalasi kerusuhan di
      Maluku! Sekarang, dia malahan
      mempersalahkan warga Kristen yang menuntut
      diusirnya "laskar
      biadab beriman" itu dari Maluku, untuk menutupi impotensi
      PDS-
      D-Maluku-nya! "laskar biadab beriman" itu mengancam seluruh

      komunitas di Maluku, karena Muslim Maluku yang menentang ke
      biadaban
      mereka, juga akan disembelih! Muslim Maluku hanya
      bisa "membisu dan pasrah",
      kalau tidak sudi mendukung mereka,
      agar dia dan keluarganya selamat!
      Bagaimana Muslim Maluku
      bisa bangkit dan lepas dari kungkungan "laskar
      biadab beriman",
      jika Maluku memiliki seorang Muslim "sontong" sebagai
      Guber-
      nur? (bagi yang belum tahu, 'sontong' itu = cumi-cumi, yang ke-

      tika menghadapi masalah, mengeluarkan tintanya untuk menga-
      burkan air
      disekitarnya, lalu menghilang)

      Mengapa si si "sontong" Latuconsina ini mengeluarkan maklumat
      untuk
      melarang kegiatan FKM? Salah satu alasannya adalah ka-
      rena FKM merupakan
      ancaman yang meresahkan kedua komuni-
      tas di Maluku! Padalah, FKM lahir pada
      tanggal 18/12/2000, ka-
      rena kerusuhan yang berkepanjangan, termasuk
      dihalalkannya ke-
      datangan "laskar biadab beriman" tersebut! FKM melihat
      bahwa sementara Pemerintah NKRI tidak bersih, dimana banyak oknum

      politisi, milter dan polisi, ikut mempunyai andil di dalam merusuh
      kan
      Maluku, dan membiarkan "laskar terkutuk" yang datang dari
      luar Maluku
      menjadi "kaki-tangan" mereka, seakan * akan NKRI
      SEDANG MENINDAS MALUKU!
      Karena itulah, tidak ada pi-
      lihan lain untuk membawa damai kembali ke
      Maluku , kecuali de-
      ngan mengembalikan KEDAULATAN Maluku di Maluku! Hal

      ini bertepatan dengan KENYATAAN, bahwa Maluku pernah pu-
      nya Kemerdekaan
      yang SAH, tetapi DIRAMPOK oleh RI, yang
      dengan licik kembali menuduh Maluku
      sebagai Pemberontak,
      dan lalu MENGURAS Kekayaan Maluku ke Jakarta! Sekarang

      saya bertanya, atas dasar kemanusiaan, apakah FKM bersalah?
      Ose memang
      batul-batul setang tarampa Saleh Latuconsina!

      SOURCE: MEDIA INDONESIA : DATE: 2001-10-30
      Lebih lanjut dikatakannya,
      untuk jangka panjang, pemerintah melihat bahwa
      ada tiga upaya yang dapat
      dilakukan untuk menyelesaikan masalah di Maluku.
      Pertama adalah menghentikan
      kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.
      Kedua, melakukan rekonstruksi
      sosial, dan ketiga melakukan rekonsiliasi
      antar umat.

      JOSHUA:
      Lihat, bagaiman si kutu besar, Susilo Bambang Yudoyono, kini

      berbicara tentang "penghentian kekerasan", sementara jarinya
      menunjuk ke
      FKM, padahal FKM belum pernah membunuh satu
      ekor kambing dungu-pun! Si
      Susilo Bambang Yudoyono berbi-
      cara tentang "rekonstruksi sosial", padahal
      FKM belum pernah
      menjarah, merampok dan mengintimidasi orang atas nama
      Allah!
      Si Susilo Bambang Yudoyono sesumbar tentang "rekonsiliasi an-
      tar
      umat", padahal FKM justeru berjuang untuk Maluku, Kristen
      dan Islam (jika
      tidak,'Umar Santi' tidak akan sudi menjadi Ketua
      FKM regional Eropah)!

      Siapa sebenranya "iblis pembawa kekerasan, perusak struktur bu-
      daya
      Persaudaraan Pela-Gandong, dan penentang rekonsiliasi, de-
      mi nama Allah"?
      IBLIS itu adalah "laskar biadab beriman" yang
      ditunjang oleh MUI (majelis
      Urusan Iblis) dan iblis-iblis politik
      serta iblis-iblis militer / polisi,
      seperti Amine Rais, Hamjah Haj,
      Wiranto, Djadja Suparman, Suaidi
      Marasabessy, Sudi Silalahi,
      Suroyo Bimantoro, Firman Gani, Edi Darnadi, dan
      tidak keting-
      galan, si kutu besar, Susilo Bambang Yudoyono, dll! Enyahkan

      saja "laskar biadab beriman" itu dari Maluku, maka Damai akan
      sudi untuk
      kembali ke Maluku, sebab Damai berasal dari Tuhan!

      Saat ini, si "Al Dustadz Jarah", Jaffar Umar Thalib bin Yaman,
      sedang
      meyebarkan "dakwah iblis"-nya di Ambon sini, agar sega
      la kejahadan
      akhlaknya tetap meracuni kedua umat beragama di
      Maluku! Lihat ini!

      SOURCE: UN RESOURCE CENTER AMBON; DATE: 2001-10-27
      Unofficial summary of
      local press articles Wed Thurs, 24-25 October 2001
      Siwalima, 24
      October 2001, p1
      * Ja'far calls for war in Ambon
      The commander of Laskar
      Jihad Ja'far Umar Thalib called for a war against
      the followers of Southeast
      Maluku Republic (RMS) who are mostly are
      Christians during his tablig akbar
      (sermon) at the Al-Fatah mosque yesterday
      (23/10). He also regrets that the
      Government of Indonesia have protected the
      independence movement such as the
      RMS, and never paid attention to Muslims.
      In his speech, Ja'far also accused
      the Governor of Maluku, Saleh Latuconsina
      of breaking up the unity of
      Muslims in Maluku by establishing a new
      organization, the Maluku Muslims
      Coordination Agency (BIMM) aside from MUI
      Maluku

      JOSHUA:
      Bagaimana mungkin si "Arab bahlul, lulusan Taliban dan penjilat

      Osama 'setan teror' Laden, bisa menjadi "pahlawan nasional Indo-
      nesia"?
      Jika anda masuk ke dalam "lingkaran iblis" yang berpu-
      sat di MUI, anda akan
      melihat alur tuduh-menuduh yang simpang-
      siur, sehingga membutakan anda
      terhadap mana atau siapa yang
      benar dan mana atau siapa yang salah!
      Lingkaran iblis yang me-
      nyesatkan!!!

      SOURCE: MEDIA INDONESIA : DATE: 2001-10-30
      Selanjutnya SBY menegaskan,
      bahwa beliau tidak setuju jika pertentangan ini
      dinilai sebagai akibat
      koflik dua agama, tetapi konflik antar umat.

      JOSHUA:
      Orang pandir juga tahu bahwa "agama tidak mungkin berperang",

      Sudungu Bambong Yudobego! Pernyataan dari seorang Menteri-
      kah ini, atau
      semacam orang bodoh dan munafik? Lalu "umat"
      yang bertikai itu umat apa?
      Konflik Maluku adalah "konflik po-
      litik rekayasa Jakarta, yang bersarung
      agama"!!!

      SOURCE: MEDIA INDONESIA : DATE: 2001-10-30
      Sementara itu dari pihak
      Islam, dinyatakan Latuconsina, ada tuntutan agar
      FKM dibubarkan. Saat ini
      terdapat beberapa aktifis dari kelompok FKM yang
      telah ditahan berkaitan
      dengan aksi pengibaran bendera RMS. "Namun sampai
      sejauh ini situasi dan
      kondisi sudah termasuk baik, walaupun upaya profokasi
      masih ada."
      (CR-7/ol-2/sid)

      JOSHUA:
      Jangankan si Gubernur "sontong" Latuconsina, si Susilo Bam-

      bang Yudoyono-pun tidak akan mampu membubarkan FKM!
      Bagaimana kalian
      menyentuh FKM di Eropah dan AS? Yang
      menuntut dan yang dituntut sama-sama
      idiotnya! Si "sontong"
      Latuconsina sengaja memelintir leher orang banyak
      untuk tetap
      memandang ke arah FKM, agar "impotensi PDSD-Maluku-nya
      di
      dalam menangani masalah yang terpampang jelas di depan
      matanya yang semakin
      berkedap-kedip, bisa dilupakan orang"!
      Masalah besar yang membuat si
      "sontong" Latuconsina dan PD
      SD-nya impoten adalah seperti yang dikatakan
      Siwalima dan
      Suara Maluku di bawah ini!

      SOURCE: UN RESOURCE CENTER AMBON; DATE: 2001-10-27
      Siwalima, 24 October
      2001, p1
      * Governor must watch out for movement of Ja'far
      A member of
      Ambon City Council, Yance Wenno, SH, stated that the Governor
      must
      proactively watch every movements of Ja'far Umar Thalib while he is in

      Ambon. This is to anticipate unexpected reactions by Muslims who may be

      prompted by on his provocations. He hopes that the Governor and the staff of

      the civil emergency board exert more efforts to maintain the calm situation,

      as the people in Maluku are aware that Ja'far's presence in Ambon could

      trigger new conflict.

      Suara Maluku, 25 October 2001, p1
      * Polda must clarify status of Ja'far
      Umar Thalib
      A civil servant, Willem H, questioned the status of Ja'far Umar
      Thalib in
      Ambon, as he was under house-arrest (Tahanan Rumah) in Jakarta. He
      said the
      Maluku Police must be able to shed light on his (Ja'far) status. If
      possible
      Ja'far Umar Thalib should be taken back to police custody as
      delivered a
      slanderous speech against the Government of Maluku, the TNI, and
      the police
      at Al-Fatah mosque last Tuesday (23/10).

      JOSHUA:
      Demikianlah "paham keadilan idiotik mayoritas" yang sekarang

      lagi dimainkan oleh "orang-orang beriman" sehingga negara jadi

      morat-marit seperti ini! Karena itulah, dr. Alex Manuputty diba-
      wa ke
      Pengadilan, sedangkan para pelaku "makar beriman" seper-
      ti si "Al Dustadz
      Jarah" yang "memberlakukan hukum bar-bar,
      rajam sampai mati di dalam wilayah
      yuridis Pancasila sat di ", dan Dien
      Syamsuddin, yang "menyebar hasutan untuk
      menggeser Dasar
      Negara", bebas berkeliaran menyebar "makar beriman" mereka!

      Katanya, mereka sedang "menyalurkan aspirasi umat"! Entah
      kambing dan
      onta dari mana yang disebut umat, saya tidak tahu!
      Karena "aspirasi umat"
      ini jugalah, si Susilo Bambang Yudoyono
      harus menjadi Menteri Koordinator
      Polusi Sosial Kambing-Kam-
      bing, dengan bersikap "pengecut", "pendusta" dan
      "penghasut"!
      Bersama MUI, lengkaplah sudah "kelompok penjahad beriman"

      yang tersarung aman di dalam "hukum idiotik mayoritas"!

      Salam Sejahtera!
      JL.

      ----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.