Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

BASYAR ADALAH BASYAR, ENGKAU PENGISAP DARAH KAUM DHU'AFA, ENGKAU ANJING ATAU SERUIGALA

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Engkau anjing, serigala, tikus dan domba Engkau pengisap darah manusia Hidupmu penuh durjana Licik seperti anjing Rakus bagaikan serigala Serakah, tamak
    Message 1 of 1 , Oct 7, 2007
    • 0 Attachment
      Engkau anjing, serigala, tikus dan domba
      Engkau pengisap darah manusia
      Hidupmu penuh durjana
      Licik seperti anjing
      Rakus bagaikan serigala
      Serakah, tamak seperti tikus
      Menghambakan diri, tak berdaya macam domba
      (Cuplikan dari Puisi Mata Air Islam)
      ----- Original Message ----
      From: Anwar Ali <anwar_acheh@...>
      To: oposisi-list@yahoogroups.com; mimbarbebas@egroups.com; Lantak@yahoogroups.com; politikmahasiswa@yahoogroups.com; fundamentalis@...; kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com; achehnews@yahoogroups.com; PPDI@yahoogroups.com
      Sent: Sunday, October 7, 2007 1:55:51 PM
      Subject: [kuasa_rakyatmiskin] Re: [acehkita] Warga Deyah Kutaraja Desak BRR Ganti Rumah Asbes

      "SELAMAT BERHARI RAYA"
       
      Begitu gampangnya Nurdin Hasan menanggapi kritikan Akhirudin Mahjuddin. Dikiranya segampang itu tanggung jawabnya dihadapan manusia suatu saat nanti apalagi dihadapan Allah swt. Kegampangan dalam benaknya juga diperlihatkan ketika dia menutup kalimatnyanya: "Seulamat uroe raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin".  Dia itu tidak sedang mengucapkan selamat kepada saudara Akhirudin Mahjuddin tapi kepada hari rayanya seperti layaknya orang non Moslem mengucapkan selamat pagi (good morning), selamat sore (good afternoon), selamat senja (good evening), selamat malam (good night), Sementara orang Islam mengucapkan selamat kepada orangnya bukan kepada non manusia. Salam Islam juga merupakan do'a kepada sesamanya, bukan kepada nama hari atau objek lainnya. 
       
      Itu memang persoalan nomor"27", kendatipun memang ada baiknya untuk kita luruskan tapi yang sangat prinsipil disini persoalan meminta maaf lahirbathin.  Inilah yang dikatakan basa-basi, bukan sungguhan atau benaran.
       
      Orang-orang yang benar imannya dan berideology Islam sejati pantang membelokkan persoalan yang serius dan prinsipil kepada basa-basi. Sesungguhnya lembaga yang namanya BRR menurut kacamata ideology Islam Sejati adalah lembaga dhalim di Acheh yang tinggkat kedhalimannya sejajar dengan penjajahan. Nurdin Hasan terlibat di dalamnya hingga perlu kita sorot sebagai sampel dari sekian banyak orang yang bersatupadu dalam lembaga tersebut untuk menikmati hasil korbannya sekian banyak orang Acheh yang mati dan juga yang masih hidup, tetap menerima perlakuan zalim atas hak-hak mereka.
       
      Mohon maaf seperti itu adalah omong kosong. Persoalan minta maaf kepada manusia dan Allah bukan persoalan basa basi. Disinilah dapat kita pahami bahwa Islam yang terperangkap dalam system Taghut khususnya Hindunesia dan system-system Taghut lain pada umumnya, kehilangan esensinya. Akibatnya memicu orang non Moslem keliru dalam melihat Islam.
       
      Hari ini kondisi di Acheh masih seperti dulu kalau tidak kita katakan lebih rujam daripada dulu menjangkut ekonomi rakyatnya. Orang ramai asik mengucapkan selamat hari raya dan mengharapkan Acheh selalu damai, walau damai dipasung. Sepertinya mereka tidak memahami apa artinya kita asik berhari raya sementara saudara kita masih didhalimi di bawah tenda darurat, didalam rumah yang berdesakdesakan, di rumah asbes yang sedang dikritisi  Akhirudin Mahjuddin.
       
      Rumah asbes itu merupakan "konspirasi jahatnya Abu Rizal Bakrie" untuk membunuh bangsa Acheh secara pelan tapi pasti. Abu Rizakl Bakrie adalah menteri dalam system Taghut Hindunesia. Begitu berkuasanya dia untuk membunuh bangsa yang tidak sejalan dengan system keopura-puraannya. Hal ini juga dapat kita saksikan bagaimana tidak berdayanya rakyatjelata di Situbondo dan sekitarnyauntuk memprotes ketimpangan perusahaan ngebor hingga mengundang musibah "lumpur Panas", dimana Abu Rizal Bakrie memiliki sahamnya yang terbesar kalau tidak kita katakan miliknya, yang dibangun dengan modal dari "perampasan harta rakyat" tapi mendapat legitimate dari atasannya.
       
      Bayangkan demikian jahatnya mentri-mentri Hindunesia.  Mereka masih berkuasa sampai sekarang, kendatipun tuannya (baca Suharto, koruptor nomor wahit) sudah hengkang dari istananya. Lalu kita bertanya, adakah orang-orang dungu yang mau menerima untuk bersatupadu dalam bingkai Taghut Hindunesia? 
        
      Tuan-tuan yang sedang berkuasa dalam Taghut Hindubnesia sebagaimana tuan Abu Rizal Bakrie memang sudah buta matahatinya disebabkan sudah begitu lama bersekongkol dalam menjauhkan kaum dhuafa dari pembendaharaan dunia dan statusnya sama dengan Firaun, Karun, Hamman dan Bal'amblour (nauzubillahi min zalik) tapi yang kita sesalkan adalah orang-orang seperti Nurdin Hasan yang sedang di soroti saudara Akhiruddin Mahyuddin, semoga Allah meneguhkan pendiriannya dan memasukkannya dalam gatagori "penyeru-penyeru kebenaran", aamin ya Rabbal 'alamin.
       
      Baarakallahu li walakum
      (Anwar Acheh)
       
       
       
      Nurdin Hasan <nurdhien@yahoo. com> wrote: Salut juga untuk Udin... Salut juga untuk semua kawan2 yang terus mengkritik BRR. Pokoknya salut dech untuk semuanya yang telah mengingatkan saya karena bekerja di BRR.

      Seulamat uroe raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

      Saleuem





      ----- Original Message ----
      From: akhirudin mahjuddin
      To: acehkita@yahoogroup s.com
      Sent: Friday, October 5, 2007 11:30:32 AM
      Subject: Re: [acehkita] Warga Deyah Kutaraja Desak BRR Ganti Rumah Asbes

      Salam Antikorupsi

      Ruarrr biasa untuk Nurdin Hasan, salut!!!
      Logika berpikir bang nurdin semakin mengikuti arus
      zaman, sekali lagi salut.

      Kenapa waarga tidak menolak, tentu karena warga tidak
      tau bahwa asbes(tos) itu berbahaya, jangankan warga
      korban yang sudah tak betah hidup di shelter (barak),
      saya aja tidak tau kalau itu berbahaya.
      Nurdin Hasan perlu tau, saya baru tau itu berbahaya
      ketika saya membaca memorandum deputi perumahan bahwa
      dalam rehab rekons BRR tidak boleh menggunakan bahan
      material dari asbes (termasuk rumah NGO/Lembaga Donor/
      atau yang lainnya, ditambah lagi hasil penelitian
      ilmiah yang kita bisa akses di berbagai sumber di
      Internet.

      Saya sedih melihat statemen Nurdin Hasan, bisa jadi
      dia sudah tidak peka (sensitive) lagi karena dia sudah
      betah berada di gedung BRR.
      Janganlah kita menjadikan manusia Aceh(korban) menjadi
      korban untuk kedua kalinya, mereka 15-20 tahun kedepan
      harus menanggung derita berupa kanker paru-paru dan
      akhirnya mati, bukankah ini yang disebut Genocide.

      Pertanyaannya aku kembalikan ke Nurdin Hasan, gimana
      kalau abang yang tinggal di Deyah Rayah dan warga di
      gedung BRR?

      Dan dari pertemuan BRR yang diwakili oleh Wisnu
      (direktur perumahan), Mukminan (DPRK Banda Aceh),
      Warga (Pak Geuchik) dan Ruslan Abdul Gani (Regional I)
      sejak agustus sudah menyepakati berupa MOU untuk
      segera mengganti rumah dari bahan material asbestos.
      Tapi hingga saat ini belum terealisasi, dan belakangan
      statemen Deputi perumahan bahwa rumah deyah rayah tak
      akan diganti/rehab, warga disuruh menerima apa adanya
      karena itu merupakan rumah bantuan. Saya mencurigai
      BRR tak berani karena itu adalah rumah yang dibangun
      oleg Bakrie Group yang pemilik sahamnya adalah menteri
      yang berkuasa saat ini. jadi ketidak inginan BRR
      mengganti karena taku sama Abu Rizal Bakrie.

      Masa kita harus menerima bantuan kalau kita sudah tau
      racun. jadi tindakan memaksa warga deyah rayah
      menghuni rumah asbes adalah kejahatan kemanusian. Kami
      dengan warga akan tetap melakukan perlawanan sampai
      rumah diganti.

      Perlu dketahui rumah berbahan asbes juga dibangun oleh
      Budha Ztu chi, Mamamia dan ada satu lembaga lainnya
      lagi.

      Jadi sekali lagi penghormatan saya dan salut saya ke
      Nurdin Hasan.

      Akhiruddin

      Sungguh Terlalu!!!!

      --- Nurdin Hasan wrote:

      > Nolaknya kok sekarang ya bang Murizal??? Kenapa gak
      > dilakukan saat rumah itu belum dibangun. Biasanya
      > kan ada musyawarah antara penerima rumah (warga)
      > dengan donator ???
      >
      > Saleuem,
      >
      >
      >
      >
      >
      > ----- Original Message ----
      > From: Mr Murizal
      > To: acehkita@yahoogroup s.com;
      > Tanahrencong@ googlegroups. com;
      > IACSF@yahoogroups. com; forbesdamai@ googlegroups. com
      > Sent: Thursday, October 4, 2007 11:15:06 PM
      > Subject: [acehkita] Warga Deyah Kutaraja Desak BRR
      > Ganti Rumah Asbes
      >
      >
      >
      > Kamis, 4 Oktober 2007
      >
      > Warga Desak BRR Ganti Rumah Asbes
      >
      > Banda Aceh, acehmagazine. com
      > Warga Desa Deyah Raya Kecamatan Syiah Kuala,
      Banda
      > Aceh menolak rumah bantuan dari PT Bakrie Brothers
      > Group. Pasalnya, sekitar 250 rumah tersebut dibangun
      > dengan menggunakan bahan asbes dan berbahaya bagi
      > kehidupan.
      >
      >
      > "Warga menghargai bantuan itu, namun tidak
      > menggunakan bahan yang bisa menyebabkan warga
      > menderita kanker. Asbes termasuk bahan yang tidak
      > ramah lingkungan,” jelas Koodinator Koalisi Advokasi
      > Tolak Bahan Asbes untuk Bahan Rumah Bantuan Korban
      > Tsunami Aceh-Nias, Ambo Bugis kepada wartawan, Kamis
      > (4/10). Penolakan ini telah dikomunikasikan ke
      > berbagai pihak, sebagai jalan penerang menuju
      > mediasi yang baik kepada pihak BRR Aceh-Nias, PT.
      > Bakrie Brothers Group selaku donator, Dewan
      > Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh dan Wakil Gubernur
      > Aceh.
      > Ambo menjelaskan, Bahwa kecenderungan para pihak
      > yang dikomunikasikan menyetujui pendapat
      warga dan
      > tim advokasi, telah menghasilkan sebuah MOU Bersama
      > tiga pihak yakni BRR NAD-Nias, DPR Kota Banda Aceh
      > dan Warga Desa Deyah Raya, yang secara jelas
      > menyebutkan solusi penyelesaian kasus di atas adalah
      > penggantian rumah.
      > “Faktanya sampai hari ini implementasi MOU Bersama
      > belum diterjemahkan ke bentuk nyata seperti
      > penggantian rumah asbes ke rumah yang lebih layak
      > huni sebagaimana yang didapatkan korban tsunami
      > lainnya,” jelasnya.
      > Lebih lanjut Ambo menerangkan, hasil musyawarah
      > warga Desa Deyah Raya dan Tim Advokasi Koalisi Anti
      > Asbes pada haris selasa (2/10) mendesak BRR NAD-Nias
      > agar segera menyelesaikan dan mengimplementasikan
      > MOU Bersama yang telah disetujui sebelumnya, jika
      > itu tidak sanggup dilakukan lembaga BRR Aceh-Nias
      > harus membuat keputusan tertulis mempersilahkan
      > serta tidak
      menghalang-halangi lembaga atau donor
      > lain yang ingin membantu membangun rumah bagi korban
      > tsunami dan gempa bumi di Desa Deyah Raya.
      > ”Kami memberikan waktu sampai dengan seminggu pasca
      > lebaran menjawab tuntutan kami. Jika ini tidak juga
      > digubris, kami akan mengajukan persoalan kebohongan
      > dan pengingkaran tanggungjawab (MOU) ini ke meja
      > hukum, dan kami tidak akan bosan-bosannya melakukan
      > demostrasi ke lembaga BRR NAD-Nias setiap saat,
      > dengan kekuatan yang terus kami besarkan baik jumlah
      > maupun totalitas radikalnya,” ancamnya. [rel/jamal]
      >
      > http://www.acehmaga zine.com/ index.php?
      > action=HotNews& no=arf880
      >
      > ------------ --------- --------- ---
      >
      > Real people. Real questions. Real answers. Share
      > what you know.
      >
      > [Non-text portions of this message have been
      > removed]
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      >
      ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
      > Be a better Heartthrob. Get better relationship
      > answers from someone who knows. Yahoo! Answers -
      > Check it out.
      >
      http://answers. yahoo.com/ dir/?link= list&sid= 396545433
      >
      > [Non-text portions of this message have been
      > removed]
      >
      >
      >
      >
      > Yahoo! Groups Links
      >
      >
      >
      >
      >

      ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
      Got a little couch potato?
      Check out fun summer activities for kids.
      http://search. yahoo.com/ search?fr= oni_on_mail& p=summer+ activities+ for+kids& cs=bz




      ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________ _________
      Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today! http://surveylink. yahoo.com/ gmrs/yahoo_ panel_invite. asp?a=7



      [Non-text portions of this message have been removed]




      Yahoo! Groups Links

      <*> To visit your group on the web, go to:
      http://groups. yahoo.com/ group/acehkita/

      <*> Your email settings:
      Individual Email | Traditional

      <*> To change settings online go to:
      http://groups. yahoo.com/ group/acehkita/ join
      (Yahoo! ID required)

      <*> To change settings via email:
      mailto:acehkita- digest@yahoogrou ps.com
      mailto:acehkita- fullfeatured@ yahoogroups. com

      <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
      acehkita-unsubscrib e@yahoogroups. com

      <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
      http://docs. yahoo.com/ info/terms/




      Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass http://no.mail. yahoo.com




      Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.