Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Siaran Press: RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK

Expand Messages
  • Acheh Watch
    KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK (Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic) Secretariats: New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
    Message 1 of 6 , Sep 21 6:31 AM
    • 0 Attachment

      KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK
      (Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic)

      Secretariats:
      New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
      Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532
      E-mail: committee@freeacheh .info
      Website: http://www.freeache h.info

      Siaran Press
      ------------ -----

      RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK

      Assalamualaikum Wr. Wb.
      Salam Sejahtra

      Bangsa Acheh yang mulia.

      Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini akan diterima Allah SWT.

      Sudah sekian bulan Komite tidak mengeluarkan pernyataan kehadapan bangsa kami sekalian, namun itu tidak berarti bahwa Komite telah tiada atau mundur,
      sekali lagi kami tegaskan tidak ada kata mundur bagi komite yang didirikan sebagai tumpuan terakhir bangsa Acheh melawan pendudukan Indonesia. Komite untuk saat ini masih terus berusaha menambah anggota, membenahi organizational dan membangun sumber ekonomi untuk kekuatan perjuangan kita di masa mendatang. Perlu diketahui bahwa untuk membangun kembali sebuah platform perjuangan di tengah euphoria sebagian dari rakyat kita dan mereka yang mengaku para bekas pejuang dan sedang menikmati "pemberian" Indonesia, adalah bukan perkara mudah. Ditambah lagi dengan perasaan kecewa sejumlah besar di antara kita terhadap sikap GAM oligarkhi dan para penjual bangsa di masa lalu.

      Komite menyadari di mana keberadaan Komite untuk saat ini bahkan untuk beberapa waktu ke depan masih tidak diperhitungkan, akan tetapi seluruh anggota Komite percaya cepat atau lambat kekuatan ini tak akan terbendung lagi.

      Bangsa kami sekalian, kelompok GAM oligarkhi, para pendukung perjanjian Helsinki dan Pemerintahan Viceroy Irwandi tengah serius memberi berbagai harapan baru kehadapan bangsa Acheh. Menurut mereka dengan menabur janji dan harapan, bangsa Acheh akan terlelap dan terus mendukung kekuatan status quo di Acheh. Komite mengingatkan kepada kelompok tersebut bahwasanya strategi mereka adalah suatu kesalahan fatal, karena rakyat sudah melihat perbuatan mereka di masa lalu dan masa kini, dan sesungguhnya mereka sedang melangkah ke arah kenistaan.

      GAM oligarkhi pimpinan Malek Mahmud sudah mulai kehilangan idea dan populariti, usaha mereka untuk terus menutupi kondisi sebenar tentang kesehatan pendiri revolusi DR. Hasan Tiro, kami khawatirkan akan segera berakhir. Demikian pula dengan pemerintahan viceroy Irwandi, yang tidak menunjukkan progress berarti dan mulai terperangkap dengan keterbatasan perjanjian Helsinki dan Perundangan otonomi pemberian Jakarta. Persoalan moral yang sangat parah juga menimpa sebagian dari staff pemerintahannya.

      Kejadian Salahuddin Al Fata, salah seorang delegasi dagang Acheh yang juga dalam struktur komisi perdagangan Acheh international, tertangkap di New York saat mencairkan check dengan jumlah jutaan US Dollars. Meskipun media mengabarkan dia tertipu sindikat scammer internet, namun banyak kesimpulan yang dapat ditarik dari peristiwa ini. Pertama, jika ia benar tertipu, maka viceroy Irwandi telah mengangkat salah satu staff-nya yang tidak memiliki keahlian dan daya intellektual sama sekali untuk bekerja dalam sebuah administrasi, terlebih dalam sebuah lobi perdagangan yang sangat memerlukan sekuriti yang kuat untuk sebuah investasi. Di sisi lain, ini menjadi sangat memalukan bagi nama Acheh di mana seorang yang mengaku wakil mereka terlibat perjudian karena terkait dengan lotre yang melanggar syariah. Seterusnya, peristiwa tersebut juga membuktikan ketiadaan moral para staff pemerintah viceroy Irwandi, betapa saudara Salahuddin Al Fata sangat mudah tergoda dengan kekayaan tidak kira halal atau haram.

      Keputusan Irwandi untuk tidak mengakui Salahuddin dalam rombongan resminya adalah tidak dapat diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang ketua dagang internasional Acheh tidak menjadi anggota resmi delegasi sebuah misi dagang.

      Dengan demikian, saudara sebangsa, jangan terlalu percaya dan berharap dari keadaan sekarang, persiapkan kekuatan ekonomi dan politik untuk melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Dan yakinlah sebagian besar yang dijanjikan baik oleh GAM oligarkhi maupun pemerintah otonomi adalah strategi pembodohan ke atas bangsa Acheh, karena mereka telah menjadi kolaborator bersama dengan kekuasaan pendudukan Indonesia.

      Demikian Siaran Press

      New York, 20 September 2007

      Eddy L Suheri
      jurubicara



      Check it out! Windows Live Spaces is here! It�s easy to create your own personal Web site.
    • omar puteh
      Omar Putéh menulis: - Eddy itu orang apa ya? Kata-kata orang, Eddy itu penyingkatan dari kata nama Edward, benarkah? Jadi kalau katanya dia itu orang
      Message 2 of 6 , Sep 21 4:27 PM
      • 0 Attachment
        Omar Putéh menulis:
         
        - Eddy itu orang apa ya?  Kata-kata orang, Eddy itu penyingkatan dari kata nama Edward, benarkah?  Jadi kalau katanya dia itu orang Achèh, kok makai nama orang Barat ya?  Nama Suher(y) itu, biasanya diambil pakai oleh orang Mandailing?  Di Kampung Laksana Banda Achèh ada teman saya, dari mandailing bernama: Suher(y)  Nasution dan di Malaysia, kawan saya, juga asal mandailing yang pernah 2 tahun bersama Tengku Abu Daud Beureu-éh,juga bernamakan Suher(y) Batubara, tetapi kedua mereka tidak pernah mau menempel nama Eddy atau Edward didepan nama Suher(y)-nya itu.
         
        - Ataukah Eddy atau Edward sebagai suatu perlambang kepada orang Achèh bahwa dia sudah tidak bodoh lagi.  Bagaimana dengan bengkel atau "Sekolah Bodoh Alauddin Ziyadovic Umarov", yang dikelola oleh anggota-anggota dari Komite Persiapan Achèh Merdeka di Heleførs, Norsborg, Swedia?
         
        Kapan si Eddy L. Suher(y) ini peranah tahu apa itu ideology perjuangan GAM?  Anak ingusan!!!
         
        Omar Putéh,
        Norway.
         
          
         
         Acheh Watch <achehwatch@...> wrote:
        KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK
        (Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic)

        Secretariats:
        New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
        Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532
        E-mail: committee@freeacheh .info
        Website: http://www.freeache h.info

        Siaran Press
        ------------ -----

        RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK

        Assalamualaikum Wr. Wb.
        Salam Sejahtra

        Bangsa Acheh yang mulia.

        Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini akan diterima Allah SWT.

        Sudah sekian bulan Komite tidak mengeluarkan pernyataan kehadapan bangsa kami sekalian, namun itu tidak berarti bahwa Komite telah tiada atau mundur,
        sekali lagi kami tegaskan tidak ada kata mundur bagi komite yang didirikan sebagai tumpuan terakhir bangsa Acheh melawan pendudukan Indonesia. Komite untuk saat ini masih terus berusaha menambah anggota, membenahi organizational dan membangun sumber ekonomi untuk kekuatan perjuangan kita di masa mendatang. Perlu diketahui bahwa untuk membangun kembali sebuah platform perjuangan di tengah euphoria sebagian dari rakyat kita dan mereka yang mengaku para bekas pejuang dan sedang menikmati "pemberian" Indonesia, adalah bukan perkara mudah. Ditambah lagi dengan perasaan kecewa sejumlah besar di antara kita terhadap sikap GAM oligarkhi dan para penjual bangsa di masa lalu.

        Komite menyadari di mana keberadaan Komite untuk saat ini bahkan untuk beberapa waktu ke depan masih tidak diperhitungkan, akan tetapi seluruh anggota Komite percaya cepat atau lambat kekuatan ini tak akan terbendung lagi.

        Bangsa kami sekalian, kelompok GAM oligarkhi, para pendukung perjanjian Helsinki dan Pemerintahan Viceroy Irwandi tengah serius memberi berbagai harapan baru kehadapan bangsa Acheh. Menurut mereka dengan menabur janji dan harapan, bangsa Acheh akan terlelap dan terus mendukung kekuatan status quo di Acheh. Komite mengingatkan kepada kelompok tersebut bahwasanya strategi mereka adalah suatu kesalahan fatal, karena rakyat sudah melihat perbuatan mereka di masa lalu dan masa kini, dan sesungguhnya mereka sedang melangkah ke arah kenistaan.

        GAM oligarkhi pimpinan Malek Mahmud sudah mulai kehilangan idea dan populariti, usaha mereka untuk terus menutupi kondisi sebenar tentang kesehatan pendiri revolusi DR. Hasan Tiro, kami khawatirkan akan segera berakhir. Demikian pula dengan pemerintahan viceroy Irwandi, yang tidak menunjukkan progress berarti dan mulai terperangkap dengan keterbatasan perjanjian Helsinki dan Perundangan otonomi pemberian Jakarta. Persoalan moral yang sangat parah juga menimpa sebagian dari staff pemerintahannya.

        Kejadian Salahuddin Al Fata, salah seorang delegasi dagang Acheh yang juga dalam struktur komisi perdagangan Acheh international, tertangkap di New York saat mencairkan check dengan jumlah jutaan US Dollars. Meskipun media mengabarkan dia tertipu sindikat scammer internet, namun banyak kesimpulan yang dapat ditarik dari peristiwa ini. Pertama, jika ia benar tertipu, maka viceroy Irwandi telah mengangkat salah satu staff-nya yang tidak memiliki keahlian dan daya intellektual sama sekali untuk bekerja dalam sebuah administrasi, terlebih dalam sebuah lobi perdagangan yang sangat memerlukan sekuriti yang kuat untuk sebuah investasi. Di sisi lain, ini menjadi sangat memalukan bagi nama Acheh di mana seorang yang mengaku wakil mereka terlibat perjudian karena terkait dengan lotre yang melanggar syariah. Seterusnya, peristiwa tersebut juga membuktikan ketiadaan moral para staff pemerintah viceroy Irwandi, betapa saudara Salahuddin Al Fata sangat mudah tergoda dengan kekayaan tidak kira halal atau haram.

        Keputusan Irwandi untuk tidak mengakui Salahuddin dalam rombongan resminya adalah tidak dapat diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang ketua dagang internasional Acheh tidak menjadi anggota resmi delegasi sebuah misi dagang.

        Dengan demikian, saudara sebangsa, jangan terlalu percaya dan berharap dari keadaan sekarang, persiapkan kekuatan ekonomi dan politik untuk melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Dan yakinlah sebagian besar yang dijanjikan baik oleh GAM oligarkhi maupun pemerintah otonomi adalah strategi pembodohan ke atas bangsa Acheh, karena mereka telah menjadi kolaborator bersama dengan kekuasaan pendudukan Indonesia.

        Demikian Siaran Press

        New York, 20 September 2007

        Eddy L Suheri
        jurubicara


        Check it out! Windows Live Spaces is here! It’s easy to create your own personal Web site.


        Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.

      • Paya Bujok
        Omar Puteh itu siapa ya?. Mengapa li paya selalu mencari biawak dan babi hutan? Razali Abbdullah, dinamakan dengan nama demikian sebagai Li paya, sudah
        Message 3 of 6 , Sep 22 6:31 AM
        • 0 Attachment
          Omar Puteh itu siapa ya?.
           
           
          Mengapa li paya selalu mencari biawak dan babi hutan?           
           
                      Razali Abbdullah, dinamakan dengan nama demikian sebagai Li paya, sudah jelaslah, karena dia itu di lahir kan dalam paya meulingou, waktu mamak nya mencari daun kangkung untuk makanan siangnya.
           
                      Li paya, dikatakan sebagai li muruwa paya meulinggou, karena ceritanya, sejak kecil  li paya sudah biasa keluar masuk paya meulinggou untuk mencari  biawak, selain mencari biawak li paya juga memburu babi hutan di dalam paya ter sebut, hasil buruan nya di jual ke langsa dari hasil itu lah li paya @ li muruwa. Menghidupi keluarga nya. Selain tak punya kelebihan yang lain li pya@ li muruwa  ini tak di sukai teman teman karena bau badan nya seperti bau biawak.
           
                      Suatu hari li paya@ li Muruwa ini kedatangan  kawannya dari lain kecamatan mengunjungi nya. Karena kawan nya itu sama profesi dengan nya dan ahli dalam menguliti biawak , maka di ajak lah kawan nya itu masuk paya mencari biawak, tampa terduga duga lipaya@ li muruwa dan kawan nya terserempak sekawanan babi hutan, babi hutan lari puntang panting karena tidak menyangka li paya@ li  muruwa ada di situ. Kawan li paya@ li muruwa takut bukan kepalang , sehingga bergetarlah seluruh tubuh nya. Li pya @ li muruwa ketawa ter bahak bahak melihat kawan nya itu, lalu kawan nya itu ber tanya sama li paya@ li muruwa, kenapa babi hutan begitu takut sama kamu? Li paya@ li muruwa menjawab sebab kakek saya keturunan mereka, tengok telinga saya kan sama dengan mereka seraya li muruwa menunjukkan daun telinga yang ka teu gloeng.
           
                 Setelah   li paya@ li muruwa  ketangkap tangan mencuri kambing di kampung nya lari lah li paya@ li muruwa ini ke Malaysia, di sana li paya@ li muruwa ini melanjut profesi nya menguliti biawak dari Damansara sampai ke Gombak, dan di jual sama toke cina di sana.  setiap hari hanya biawak dan ular piton yang di cari nya. Karena terlalu pandai nya li paya@ li muruwa ini menangkap biawak di malaysia banyak peternak ayam di sana aman di buat nya,  khabar ke ahlian li paya@ li muruwa menangkap biawak sampai lah kelinga agung saat itu, suatu hari li paya@ li muruwa ini di undang ke istana sultan. Lalu agung me anugerah kan bintang ke hormatan ahli biawak untuk li paya@ li muruwa ini.
           
                             Tak lama berselang toke nya itu memberikan li paya@li muruwa se buah tas hitam dari kulit biawak yang dia kuliti. Tas hitam itu lah yang selalu di bawa nya ke mana mana dan di dalam selalu ada bintang kehormatan tersebut dan se buah buku dengan judul  ANAK KU IKUTILAH JEJAK AYAH MU. Yang di karang nya sendiri, isi buku tersebut adalah cara menangkap biawak ban berburu babi hutan. Konon nya buku tersebut akan di serah kan untuk anak nya sebagai pusaka untuk melanjut profesinya .
                             dia ini sebaik saja balik dari kerja nya, sudah tidak bisa lagi melihat baju nya, yang penuh lumpur dan kotar waktu bergumul dengan biawak,seolah-olah baju itu bukan bajunya.  Sebagaimana pengalaman nya li paya@li muruwa  melihat kearah mana-mana tempurung krang-krang kosong, atau mana lobang-lobang ternganga-melompong, yang bertaburan disepanjang tepian pantai landai.  Disebutkan demikian, setelah li paya@li muruwa ber hasil menangkap banyak biawak dalam lobang lobang seperti itu,
           
          Mengenai penamaannya sebagai Omar puteh, itu datangnya dari sesiapa yang suka menakut-nakuti anak anak kecil yang nakal dan suka gembeng-menangis, karena melihat style-nya yang selalu berkepit dengan tas kecilnya, walau kemanapun dia berjingkrak, sekalipun merayap masuk ke jamban.
           
           Li paya@ li muruwa, yang hanya berpengalaman kerja, sebagai pen cari biawak dan pemburu babi hutan dalam paya melinggou, kemudian pada hari ini, telah  dikenal oleh seluruh bangsa Achèh, yang ada di skandinavian  sebagai tukang fitnah yang jahat, kotor  dan tidak beradab!  Kita tunggu saja li paya ini akan kena tapak bangsa aceh karena ulah nya memfitnah.
           
          Masa li paya@li muruwa sudah sangat dekat
           
          Bersambung + 1
           
           
           

          omar puteh <om_puteh@...> wrote:
          Omar Putéh menulis:
           
          - Eddy itu orang apa ya?  Kata-kata orang, Eddy itu penyingkatan dari kata nama Edward, benarkah?  Jadi kalau katanya dia itu orang Achèh, kok makai nama orang Barat ya?  Nama Suher(y) itu, biasanya diambil pakai oleh orang Mandailing?  Di Kampung Laksana Banda Achèh ada teman saya, dari mandailing bernama: Suher(y)  Nasution dan di Malaysia, kawan saya, juga asal mandailing yang pernah 2 tahun bersama Tengku Abu Daud Beureu-éh,juga bernamakan Suher(y) Batubara, tetapi kedua mereka tidak pernah mau menempel nama Eddy atau Edward didepan nama Suher(y)-nya itu.
           
          - Ataukah Eddy atau Edward sebagai suatu perlambang kepada orang Achèh bahwa dia sudah tidak bodoh lagi.  Bagaimana dengan bengkel atau "Sekolah Bodoh Alauddin Ziyadovic Umarov", yang dikelola oleh anggota-anggota dari Komite Persiapan Achèh Merdeka di Heleførs, Norsborg, Swedia?
           
          Kapan si Eddy L. Suher(y) ini peranah tahu apa itu ideology perjuangan GAM?  Anak ingusan!!!
           
          Omar Putéh,
          Norway.
           
            
           
           Acheh Watch <achehwatch@hotmail. com> wrote:
          KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK
          (Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic)

          Secretariats:
          New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
          Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532
          E-mail: committee@freeacheh .info
          Website: http://www.freeache h.info

          Siaran Press
          ------------ -----

          RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK

          Assalamualaikum Wr. Wb.
          Salam Sejahtra

          Bangsa Acheh yang mulia.

          Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini akan diterima Allah SWT.

          Sudah sekian bulan Komite tidak mengeluarkan pernyataan kehadapan bangsa kami sekalian, namun itu tidak berarti bahwa Komite telah tiada atau mundur,
          sekali lagi kami tegaskan tidak ada kata mundur bagi komite yang didirikan sebagai tumpuan terakhir bangsa Acheh melawan pendudukan Indonesia. Komite untuk saat ini masih terus berusaha menambah anggota, membenahi organizational dan membangun sumber ekonomi untuk kekuatan perjuangan kita di masa mendatang. Perlu diketahui bahwa untuk membangun kembali sebuah platform perjuangan di tengah euphoria sebagian dari rakyat kita dan mereka yang mengaku para bekas pejuang dan sedang menikmati "pemberian" Indonesia, adalah bukan perkara mudah. Ditambah lagi dengan perasaan kecewa sejumlah besar di antara kita terhadap sikap GAM oligarkhi dan para penjual bangsa di masa lalu.

          Komite menyadari di mana keberadaan Komite untuk saat ini bahkan untuk beberapa waktu ke depan masih tidak diperhitungkan, akan tetapi seluruh anggota Komite percaya cepat atau lambat kekuatan ini tak akan terbendung lagi.

          Bangsa kami sekalian, kelompok GAM oligarkhi, para pendukung perjanjian Helsinki dan Pemerintahan Viceroy Irwandi tengah serius memberi berbagai harapan baru kehadapan bangsa Acheh. Menurut mereka dengan menabur janji dan harapan, bangsa Acheh akan terlelap dan terus mendukung kekuatan status quo di Acheh. Komite mengingatkan kepada kelompok tersebut bahwasanya strategi mereka adalah suatu kesalahan fatal, karena rakyat sudah melihat perbuatan mereka di masa lalu dan masa kini, dan sesungguhnya mereka sedang melangkah ke arah kenistaan.

          GAM oligarkhi pimpinan Malek Mahmud sudah mulai kehilangan idea dan populariti, usaha mereka untuk terus menutupi kondisi sebenar tentang kesehatan pendiri revolusi DR. Hasan Tiro, kami khawatirkan akan segera berakhir. Demikian pula dengan pemerintahan viceroy Irwandi, yang tidak menunjukkan progress berarti dan mulai terperangkap dengan keterbatasan perjanjian Helsinki dan Perundangan otonomi pemberian Jakarta. Persoalan moral yang sangat parah juga menimpa sebagian dari staff pemerintahannya.

          Kejadian Salahuddin Al Fata, salah seorang delegasi dagang Acheh yang juga dalam struktur komisi perdagangan Acheh international, tertangkap di New York saat mencairkan check dengan jumlah jutaan US Dollars. Meskipun media mengabarkan dia tertipu sindikat scammer internet, namun banyak kesimpulan yang dapat ditarik dari peristiwa ini. Pertama, jika ia benar tertipu, maka viceroy Irwandi telah mengangkat salah satu staff-nya yang tidak memiliki keahlian dan daya intellektual sama sekali untuk bekerja dalam sebuah administrasi, terlebih dalam sebuah lobi perdagangan yang sangat memerlukan sekuriti yang kuat untuk sebuah investasi. Di sisi lain, ini menjadi sangat memalukan bagi nama Acheh di mana seorang yang mengaku wakil mereka terlibat perjudian karena terkait dengan lotre yang melanggar syariah. Seterusnya, peristiwa tersebut juga membuktikan ketiadaan moral para staff pemerintah viceroy Irwandi, betapa saudara Salahuddin Al Fata sangat mudah tergoda dengan kekayaan tidak kira halal atau haram.

          Keputusan Irwandi untuk tidak mengakui Salahuddin dalam rombongan resminya adalah tidak dapat diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang ketua dagang internasional Acheh tidak menjadi anggota resmi delegasi sebuah misi dagang.

          Dengan demikian, saudara sebangsa, jangan terlalu percaya dan berharap dari keadaan sekarang, persiapkan kekuatan ekonomi dan politik untuk melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Dan yakinlah sebagian besar yang dijanjikan baik oleh GAM oligarkhi maupun pemerintah otonomi adalah strategi pembodohan ke atas bangsa Acheh, karena mereka telah menjadi kolaborator bersama dengan kekuasaan pendudukan Indonesia.

          Demikian Siaran Press

          New York, 20 September 2007

          Eddy L Suheri
          jurubicara


          Check it out! Windows Live Spaces is here! It’s easy to create your own personal Web site.


          Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.


          Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who knows.
          Yahoo! Answers - Check it out.

        • John Indiana
          LIPAYA @ LI MEURUWA SEKARANG BERADA DI NORWEGIA BERASAL DARI KEBUN BINATANG PAYA BUJOK TUNONG LANGSA To: PPDi@yahoogroups.comFrom: om_puteh@yahoo.comDate: Fri,
          Message 4 of 6 , Sep 22 4:16 PM
          • 0 Attachment

             

            LIPAYA @ LI MEURUWA

            SEKARANG BERADA DI NORWEGIA

            BERASAL DARI KEBUN BINATANG PAYA

            BUJOK TUNONG LANGSA




            To: PPDi@yahoogroups.com
            From: om_puteh@...
            Date: Fri, 21 Sep 2007 16:27:52 -0700
            Subject: Re: «PPDi» Siaran Press: RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK

            Omar Putéh menulis:
             
            - Eddy itu orang apa ya?  Kata-kata orang, Eddy itu penyingkatan dari kata nama Edward, benarkah?  Jadi kalau katanya dia itu orang Achèh, kok makai nama orang Barat ya?  Nama Suher(y) itu, biasanya diambil pakai oleh orang Mandailing?  Di Kampung Laksana Banda Achèh ada teman saya, dari mandailing bernama: Suher(y)  Nasution dan di Malaysia, kawan saya, juga asal mandailing yang pernah 2 tahun bersama Tengku Abu Daud Beureu-éh,juga bernamakan Suher(y) Batubara, tetapi kedua mereka tidak pernah mau menempel nama Eddy atau Edward didepan nama Suher(y)-nya itu.
             
            - Ataukah Eddy atau Edward sebagai suatu perlambang kepada orang Achèh bahwa dia sudah tidak bodoh lagi.  Bagaimana dengan bengkel atau "Sekolah Bodoh Alauddin Ziyadovic Umarov", yang dikelola oleh anggota-anggota dari Komite Persiapan Achèh Merdeka di Heleførs, Norsborg, Swedia?
             
            Kapan si Eddy L. Suher(y) ini peranah tahu apa itu ideology perjuangan GAM?  Anak ingusan!!!
             
            Omar Putéh,
            Norway.
             
              
             
             Acheh Watch <achehwatch@hotmail. com> wrote:
            KOMITE PERSIAPAN ACHEH MERDEKA DEMOKRATIK
            (Preparatory Committee of The Free Acheh Democratic)

            Secretariats:
            New York, United States, tel/fax +1 718 3378843
            Stockholm, Scandinavia tel + 46 739 756532
            E-mail: committee@freeacheh .info
            Website: http://www.freeache h.info

            Siaran Press
            ------------ -----

            RAKYAT ACHEH PERLU MEMAHAMI SITUASI DAN MUSLIHAT POLITIK

            Assalamualaikum Wr. Wb.
            Salam Sejahtra

            Bangsa Acheh yang mulia.

            Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini akan diterima Allah SWT.

            Sudah sekian bulan Komite tidak mengeluarkan pernyataan kehadapan bangsa kami sekalian, namun itu tidak berarti bahwa Komite telah tiada atau mundur,
            sekali lagi kami tegaskan tidak ada kata mundur bagi komite yang didirikan sebagai tumpuan terakhir bangsa Acheh melawan pendudukan Indonesia. Komite untuk saat ini masih terus berusaha menambah anggota, membenahi organizational dan membangun sumber ekonomi untuk kekuatan perjuangan kita di masa mendatang. Perlu diketahui bahwa untuk membangun kembali sebuah platform perjuangan di tengah euphoria sebagian dari rakyat kita dan mereka yang mengaku para bekas pejuang dan sedang menikmati "pemberian" Indonesia, adalah bukan perkara mudah. Ditambah lagi dengan perasaan kecewa sejumlah besar di antara kita terhadap sikap GAM oligarkhi dan para penjual bangsa di masa lalu.

            Komite menyadari di mana keberadaan Komite untuk saat ini bahkan untuk beberapa waktu ke depan masih tidak diperhitungkan, akan tetapi seluruh anggota Komite percaya cepat atau lambat kekuatan ini tak akan terbendung lagi.

            Bangsa kami sekalian, kelompok GAM oligarkhi, para pendukung perjanjian Helsinki dan Pemerintahan Viceroy Irwandi tengah serius memberi berbagai harapan baru kehadapan bangsa Acheh. Menurut mereka dengan menabur janji dan harapan, bangsa Acheh akan terlelap dan terus mendukung kekuatan status quo di Acheh. Komite mengingatkan kepada kelompok tersebut bahwasanya strategi mereka adalah suatu kesalahan fatal, karena rakyat sudah melihat perbuatan mereka di masa lalu dan masa kini, dan sesungguhnya mereka sedang melangkah ke arah kenistaan.

            GAM oligarkhi pimpinan Malek Mahmud sudah mulai kehilangan idea dan populariti, usaha mereka untuk terus menutupi kondisi sebenar tentang kesehatan pendiri revolusi DR. Hasan Tiro, kami khawatirkan akan segera berakhir. Demikian pula dengan pemerintahan viceroy Irwandi, yang tidak menunjukkan progress berarti dan mulai terperangkap dengan keterbatasan perjanjian Helsinki dan Perundangan otonomi pemberian Jakarta. Persoalan moral yang sangat parah juga menimpa sebagian dari staff pemerintahannya.

            Kejadian Salahuddin Al Fata, salah seorang delegasi dagang Acheh yang juga dalam struktur komisi perdagangan Acheh international, tertangkap di New York saat mencairkan check dengan jumlah jutaan US Dollars. Meskipun media mengabarkan dia tertipu sindikat scammer internet, namun banyak kesimpulan yang dapat ditarik dari peristiwa ini. Pertama, jika ia benar tertipu, maka viceroy Irwandi telah mengangkat salah satu staff-nya yang tidak memiliki keahlian dan daya intellektual sama sekali untuk bekerja dalam sebuah administrasi, terlebih dalam sebuah lobi perdagangan yang sangat memerlukan sekuriti yang kuat untuk sebuah investasi. Di sisi lain, ini menjadi sangat memalukan bagi nama Acheh di mana seorang yang mengaku wakil mereka terlibat perjudian karena terkait dengan lotre yang melanggar syariah. Seterusnya, peristiwa tersebut juga membuktikan ketiadaan moral para staff pemerintah viceroy Irwandi, betapa saudara Salahuddin Al Fata sangat mudah tergoda dengan kekayaan tidak kira halal atau haram.

            Keputusan Irwandi untuk tidak mengakui Salahuddin dalam rombongan resminya adalah tidak dapat diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang ketua dagang internasional Acheh tidak menjadi anggota resmi delegasi sebuah misi dagang.

            Dengan demikian, saudara sebangsa, jangan terlalu percaya dan berharap dari keadaan sekarang, persiapkan kekuatan ekonomi dan politik untuk melanjutkan perjuangan yang belum selesai. Dan yakinlah sebagian besar yang dijanjikan baik oleh GAM oligarkhi maupun pemerintah otonomi adalah strategi pembodohan ke atas bangsa Acheh, karena mereka telah menjadi kolaborator bersama dengan kekuasaan pendudukan Indonesia.

            Demikian Siaran Press

            New York, 20 September 2007

            Eddy L Suheri
            jurubicara


            Check it out! Windows Live Spaces is here! It’s easy to create your own personal Web site.


            Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase.




            Skaffa nya Windows Live Messenger! Prova på!
          • M Salahuddin
            Hana haba sapeue lagoe, peue ka teungeut mandum? Soe njang ikhlas niet dan buet untok peumerdeka Nanggroe Atjeh, grak djaroe, dan bi peundapat. Bek takheun
            Message 5 of 6 , Sep 22 8:52 PM
            • 0 Attachment

              Hana haba sapeue lagoe, peue ka teungeut mandum? Soe njang ikhlas niet dan buet untok peumerdeka Nanggroe Atjeh, grak djaroe, dan bi peundapat.   Bek takheun sokongan, idea-idea njang gleh dan njang meuwawasan hana tom tadeungo, njang leupah sabe nakeuh haba-haba teumenak.  Meunjo kira-kira han ek peudong keu got, seungap, bek djeuet keu djampok, hana meukri godoh njawong gob.  Hai Nanggroe Acheh handjeuet tapeuseuleusoe ngon hai Donja 100%, hai Akherat pajah tapakoe, meuhan sia-sia.  Ya ikhwani, peue PLAN geutanjoe djinoe?  Meunan mantong, beugot-got beh!  'Alaikomsalam


              Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more.
            Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.