Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [IACSF] Re: [kuasa_rakyatmiskin] Aliansi Masyarakat Adili Soeharto dan Kroninya

Expand Messages
  • Ali Al Asytar
    Begini tuan Jiwa tak bertuan. Memang saya perlu memberikan penjelasan ketika tuan belum mengerti persoalan hina-menghina,caci-mencaci dan bahkan
    Message 1 of 2 , Aug 1, 2007
    • 0 Attachment
      Begini tuan Jiwa tak bertuan.
      Memang saya perlu memberikan penjelasan ketika tuan belum mengerti persoalan hina-menghina,caci-mencaci dan bahkan perang-memerangi.
      Tuan ini siapa sebenarnya. Kalau dipanggil  Bunga perisik, nama tumbuh-tumbuhan. Kalau dipanggil Jiwa tak bertuan bagaikan menghina dimana itu merupakan rokh yang bergentayangan. Ketika tuan menanyakan Alauddin kemana, sepertinya anda bahagian dari Awaluddin. Justru itu sebelum saya jawab tulisan tuan, tolong jelaskan identitas anda yang sebenarnya agar saya tidak sedang berbicara dengan tumbuh-tumbuhan atau rokh yang sedang bergentayangan. Demikian tuan yang tidak berjiwa.
      alsytr,-

      ----- Original Message ----
      From: bunga persik <jiwa_tak_bertuan@...>
      To: IACSF@yahoogroups.com
      Sent: Wednesday, August 1, 2007 4:11:58 AM
      Subject: Re: [IACSF] Re: [kuasa_rakyatmiskin] Aliansi Masyarakat Adili Soeharto dan Kroninya

      begini tuan Ali Al Asytar!
       
      saya sepakat bila kita ngomong tentang menghantam kezaliman untuk membela kaum duafa, ngomong tentang kemanusiaan. ..
      dan saya sepakat untuk mendukung walau datang dari pihak manapun..
      namun yang pertama harus diluruskan adalah, setiap pihak yang tersebut diatas adalah setiap orang (juga termasuk didalamnya tuan Alauddin, Marxist, Komunis, Yahudi, Berkedok Islam, dlsb).
      yang kedua adalah, tentu saja tentang menghantam kezaliman. apakah kita bisa menzalimi orang yang melakukan kezaliman? kalau ya, bukankah kita termasuk orang yang zalim (melakukan kezaliman juga)?
      yang ketiga adalah tentang kemanusiaan yang tuan Ali sebutkan sebelumnya. saya tidak tau dimana letak sisi kemanusiaan dengan menyalahkan hak berbicara orang yang lain?
      yang keempat adalah persoalan hina-menghina. apakah persoalan akan selesai dengan membalas hinaan? perlukah kita meludah orang yang meludah kita? bukankah kita termasuk golongan orang yang zalim? (dan ini belum dapat diartikan sebagai hinaan, mungkin bisa dianggap pendapat seseorang tentang sesuatu yang berbeda dengan kita)
       
      itu saja dari saya...
      mungkin kalau kita 'mendengarkan' lebih banyak, banyak pula yang kita dapat untuk tahu.
       
      Bunga
       

      Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote:
      Begini jiwa tak bertuan!
       
      Ketika kita berbicara persoalan sosial, kita berbicara persoalan kemanusiaan. Dalam hal ini setiap gagasan menghantam kezaliman untuk membela kaum dhu'afa kita patut mendukung walau datang dari pihak manapun. Adapun serangan Al Qubra terhadap Alauddin Umarov disebabkan dia itu Marxis tapi berkedok Islam. Ketika kita menjelaskan posisi orang-orang yang bersatupadu dalam system Taghut yang hipokrit, dia itu menghina tulisan Al Qubra secara tidak wajar. Sementara dia mengaku tidak suka hina-menghina. Justru itulah saya hantam sikap kehipokritannya.

      bunga persik <jiwa_tak_bertuan@ yahoo.com> wrote:
      Umar Said itu komunis lho... katanya kemaren anti komunis...

      husaini daud <husaini54daud@ yahoo.com> wrote:
      Saya salut kepada A Umar Said setiap membaca tulisannya yang mudah dicerna. Benar sekali apa yang ditulis oleh A Umar Said itu. Saya sangat mendukungnya. Tinggallagi saya juga merenungkan sedalam-dalamnya bagaimana caranya agar tujuan A Umar Said yang berarti juga sebagai keluhan kaum du'afa di seluruh nusantara Melanesia itu tak terkecuali bangsa Acheh - Sumatra, West Papua dan bangsa-bangsa lainnya di kepulauan melanesia ini yang terimbas sepakterjang Suharto cs.
       
      Persoalan korupsi yang saya teropong itu sungguh sangat menggurita. Dihati kaum dhu'afa  memang persoalan ekonomi merupakan persoalan basic bagi mareka untuk meraih kebutuhan-kebutuhan hidup lainnya. Akibat kezaliman para koruptor secara sistematis menjauhkan para kaum dhu'afa dari pembendaharaan dunia, menyebabkan mereka terbengkalai dalam segala aspek kehidupannya. Mereka tak mampu menggapai pendidikan agar mereka setara dengan manusia lain di dunia akibat kezaliman penguasanya. Harapan mereka adalah pada orang-orang yang memiliki komitment tinggi untuk melepaskan mereka dari belenggu yang menimpa kuduk-kuduk mereka.
       
      Nampaknya para pembela kaum dhu'afa tidak cukup kuat untuk menghadapi krono-kroni Suharto yang masih berakar dalam system Taghut Indonesia yang Hipokrit itu. Dengan kata lain "penyakit" korupsi itu sangat kronis dan sudah mencapai klimaksnya bagaikan penyakit HVS yang sampai sekarang belum ditemui obat yang ampuh untuk mengobatinya, hingga para "dokter" terpaksa menunggu "kematiannya" , disebabkan tak berdaya.  Satusatunya Alternatif bagi "dokter" adalah  berdaya upaya untuk menganalisa apa sesunbgguhnya penyebab penyakit "HVS" tersebut, bukan berdaya upaya untuk menyembuhkan pasien yang sudah terlanjur "basah" itu..
       
      Penyebab segalanya itu menurut hemat saya adalah systemnya yang tidak benar. Buktinya semenjak Suharto naik tahta sampai hari ini tahta dikuasai Yudhoyono yang juga kroninya dan Kalla sebagai kroni nomor wahidnya, kaum dhu'afa tetap saja dalam keadaan menderita.  Justru itu mustahil "orang sakit" kita harapkan untuk diobati oleh "dokter" yang sakit. Justru kesadaran rakyat jelata diakar rumputlah yang memiliki kemungkinan untuk meluluhlantakkan "penyakit" yang menggurita itu. Persoalannya adakah sosok pemimpin kaum dhu'afa yang muncul disana? Kalau tidak ya terpaksa tunggu kiamat sajalah untuk menghukum semua basyar-basyar itu.
       
      Salam buat anda sekeluarga di Prancis.
      Tabek buat A Umar Said yang brilliant
      hsndwsp
                                                                       di
                                                                 Ujung Dunia
       


      Umar Said <kontak@club- internet. fr> wrote:
      Tulisan ini juga disajikan dalam website
       
      Catatan A. Umar Said

      Aliansi Masyarakat Adili

      Soeharto dan Kroninya

      Akhir-akhir ini banyak di antara kita yang membaca berita di koran dan majalah Indonesia, atau mendengar dari televisi, tentang akan dibukanya perkara Soeharto dalam sidang pengadilan negeri Jakarta berkaitan dengan dugaan bahwa berbagai yayasan Soeharto telah disalahgunakan untuk mengumpulkan  - dengan cara-cara licik dan licin sekali ! – harta haram dalam jumlah yang besar sekali. Di samping itu, kita juga sering membaca atau mendengar berita tentang akan diperiksanya berbagai kasus Tommy Soeharto. Berita-berita ini menunjukkan, untuk kesekian kalinya, bahwa masalah korupsi (dan pelanggaran HAM!!!) Soeharto beserta keluarganya masih tetap merupakan masalah besar nasional yang perlu diselesaikan secara tuntas.
      Oleh karena itu, adalah menarik sekali berita yang disiarkan Media Indonesia (25 Juli 2007) yang berbunyi antara lain sebagai berikut :  “Mantan presiden Soeharto dilaporkan ke Bareskrim Polri, Rabu (25/7), oleh Petisi 50, TPDI dan sejumlah LSM yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adili Soeharto dan Kroninya.Dalam laporan ke polisi itu, Soeharto diduga telah melakukan kejahatan jabatan untuk memperkaya dirinya, keluarga dan kroninya. Sehingga, Soeharto melanggar hukum Pasal 12 UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.
      “Pelapor itu di antaranya Judilherry Justam dari Presidium Komite Waspada Orde Baru, Christianus Siner Key Timu dari Petisi 50, Henry Hutabarat dan Petrus Selestinus dari TPDI, dan lainnya.Menurut Judilherry, mantan presiden Soeharto telah menerbitkan 528 keppres (keputusan presiden) sejak 1993-1998, dan 79 keppres di antaranya adalah keppres bermasalah. Dari 79 keppres itu, ada 30 keppres yang bertujuan menguntungkan dirinya, keluarganya dan kroninya.
      "Apalagi jika dihitung keppres sebelum tahun 1993, maka akan lebih banyak lagi keppres bermasalah dan menguntungkan dia, keluarganya dan kroninya. Contohnya, keppres cengkeh dan Timor (mobil nasional)," ujar Judilherry. Ia mengatakan pengaduan ini bertujuan agar Soeharto diadili. "Karena selama ini, dia tidak pernah diadili. Soeharto adalah satu-satunya diktator di dunia yang tidak pernah diadili dan masih duduk enak," katanya.
      “Menurut dia, kalaupun nanti Soeharto diadili dan dinyatakan bersalah serta mendapat pengampunan atau amnesti, hal itu tidak menjadi masalah. "Yang penting, dia diadili," tegas Judilherry.Sementar a itu, Christianus Siner Key Timu dari Petisi 50, menyatakan bahwa keppres itu antara lain Keppres No 3/1996, tentang pembentukan dana bantuan presiden bagi penyelenggaraan kredit usaha keluarga sejahtera.Keppres ini dilanjutkan Keppres 21/1996 tentang penyediaan dana bagi penyelenggaraan kredit usaha keluarga sejahtera dengan memerintahkan pelaksanaan pencairan dana itu untuk dipindahkan ke rekening Yayasan Dana Sejahtera Mandiri di BNI 46.Yayasan ini adalah salah satu yayasan yang terafiliasi dengan Presiden Soeharto sebagai pribadi.
      “Selain itu, Keppres 42/1996 tentang pembuatan mobil nasional untuk mendukung proyek mobil milik Hutomo Mandala Putra."Juga keppres 57/1993, fasilitas bebas bea masuk sedan impor, yang menguntungkan Siti Hardiyanti Rukmana yang memasok mobil mewah untuk taksi. Juga Keppres 93/1996 tentang bantuan pinjaman untuk PT Kiani Kertas milik Mohamad Bob Hasan, sebesar Rp250 miliar dari Dana Reboisasi. Dan keppres lainnya. (kutipan berita Media Indonesia selesai)
      Dilihat dari berbagai segi dan dari jangka jauh, agaknya aksi yang dilancarkan oleh  Aliansi Masyarakat Adili Soeharto dan Kroninya seperti tersebut di atas mempunyai arti penting sekali, ketika masalah Soeharto masih terkatung-katung juga dan “tidak pasti juntrungnya”, meskipun sudah banyak sekali tuntutan untuk diadilinya Soeharto disuarakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Seperti sama-sama kita ingat, tuntutan diadilinya Soeharto ini sudah dikumandangkan sejak ia dipaksa turun dari jabatannya sebagai presiden RI oleh gerakan generasi muda (terutama mahasiswa) dalam tahun 1998. Juga MPR sudah mengambil keputusan yang “memerintahkan” diperiksanya Soeharto. Di samping itu banyak golongan masyarakat juga telah melancarkan aksi-aksi dan membentuk berbagai gerakan atau komite untuk menuntut diadilinya Soeharto, namun sampai sekarang ia masih  tetap belum bisa diadili juga !
      Tindakan Aliansi Masyarakat Adili Soeharto dan Kroninya untuk melaporkan kepada Bareskim Polri berbagai kejahatan Soeharto karena  menyalahgunakan jabatannya untuk memperkaya diri dan keluarganya bisa juga diartikan sebagai desakan atau dukungan kepada Kejaksaan Agung untuk meneruskan pemeriksaan terhadapnya.
      Dikerahkan 100 pengacara untuk bela Soeharto
      Sebab, nampaknya, fihak Soeharto (beserta pembela dan pendukung-pendukung setianya) dewasa ini sedang melakukan bermacam-macam manuvre untuk menghadapi kemungkinan disidangkannya perkaranya di pengadilan. Menurut Bangka Pos 14  Juli 2007,  sebanyak 100 pengacara sudah disiapkan oleh Yayasan Supersemar  untuk membela Soeharto  dalam perkara penyalahgunaan dana yayasan tersebut.
      Berita ini menarik sekali. Sebab, bukan main, dan betul-betul tidak tanggung-tanggung! Seratus pengacara dikerahkan! Kiranya, di dunia sekarang ini jarang terjadi hal semacam itu! Bahkan, mungkin belum pernah terjadi!  Kalau betul 100 pengacara sedang disiapkan untuk mrembela Soeharto, hal ini bisa mempunyai berbagai arti di belakangnya.
      Pertama, fihak Soeharto ingin menimbulkan kesan bahwa kasusnya dibela oleh banyak ahli hukum, dan karenanya tuduhan atau tuntutan pada dirinya adalah salah atau lemah. Kedua, pengerahan 100 pengacara ini dimaksudkan untuk menakut-nakuti atau menggoyahkan 12 jaksa senior yang sudah ditugaskan Kejaksaan Agung untuk menangani kasus penyelewengan dana yayasan ini. Ketiga, bahwa Soeharto,walaupun sudah “lengser” dari jabatannya, tetapi masih punya “kekuatan” yang tidak kecil.
      Pengerahan 100 pengacara itu juga menunjukkan bahwa Soeharto (dan keluarganya) masih mempunyai cadangan dana yang besar sekali, yang bisa digunakan untuk menangkis atau mematahkan segala tuntutan terhadapnya. Walaupun bisa diduga bahwa sudah banyak sekali “beaya” yang sudah dikeluarkan  (sejak ia turun dari jabatannya) guna “menyelamatkan diri” dari segala macam tuntutan dan juga untuk mempertahankan “nama baiknya”, tetapi karena harta haram yang pernah dikumpulkannya adalah besar sekali, maka ia (dan keluarganya) masih bisa berbuat macam-macam dengan mudahnya.
      Dari  dana haram yang besar sekali.itulah keluarga Soeharto  bisa membayar para pengacara “besar” atau para pembela yang “mahal” , “membeli”  para polisi atau jaksa, menyuap para hakim atau pejabat-pejabat penting di berbagai eselon dan  bidang, termasuk personalia di bidang opini publik atau komunikasi.  Itulah sebabnya, mengapa berbagai usaha untuk mengadili Soeharto masih tetap belum berhasil sampai sekarang.
      Soeharto kelihatan segar-bugar
      Dari sudut inilah nampak bahwa aksi Aliansi Masyarakat Adili Soeharto dan Kroniya mempunyai arti yang penting. Apalagi, dengan kenyataan bahwa Soeharto (pada tanggal 26 Juli 2007 ) telah bisa menerima kunjungan mantan PM Singapura Lee Kwan Yu, dan bicara-bicara selama setengah jam di rumahnya di Jalan Cendana, maka dalih diajukan oleh para dokter bahwa ia tidak bisa disidangkan karena kesehatannya, sekarang alasan itu bisa dipertanyakan kebenarannya. Sebab, dalam fotonya bersama Lee Kwan Yu nampak sekali bahwa Soeharto tersenyum lebar-lebar yang menunjukkan bahwa ia dalam keadaan segar-bugar.
      Dalam kaitan ini, adalah menarik sekali pendapat pengacara terkenal Adnan Buyung Nasution yang menurut Suara Merdeka (17 Juli 2007) menyatakan sebagai berikut : “ Keterangan dokter mengenai kesehatan mantan presiden Soeharto yang menyatakan tidak cakap atau sakit, harus dibandingkan dengan keterangan dari dokter luar negeri. "Apa betul catatan kesehatan dari dokter Indonesia sudah betul-betul akurat. Kenapa tidak diambil pandangan dokter dari luar negeri," kata praktisi hukum dan anggota Pertimbangan Presiden bidang hukum Adnan Buyung Nasution, di Jakarta, Senin (16/7).
      Walau Soeharto dinyatakan sakit permanen oleh dokter, kata dia, bukan berarti kasusnya dihentikan begitu saja. Namun, hanya hakim yang berhak memutuskan apakah dengan penyakitnya itu tidak bisa dituntut lagi."Saya tidak mengerti siapa yang memutuskan disini, langsung saja sakit permanen itu dianggap tidak bisa dituntut. Saya tidak sependapat dengan itu," ujar Adnan Buyung. (kutipan selesai)
      Tentang banyaknya penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Soeharto, ada baiknya diulangi lagi data-data yang diajukan oleh Aliansi Masyarakat Adili Soeharto dan Kroninya yang berbunyi sebagai berikut : “Mantan presiden Soeharto telah menerbitkan 528 keppres (keputusan presiden) sejak 1993-1998, dan 79 keppres di antaranya adalah keppres bermasalah. Dari 79 keppres itu, ada 30 keppres yang bertujuan menguntungkan dirinya, keluarganya dan kroninya. Apalagi jika dihitung keppres sebelum tahun 1993, maka akan lebih banyak lagi keppres bermasalah dan menguntungkan dia, keluarganya dan kroninya. Contohnya, keppres cengkeh dan Timor (mobil nasional),"
      Mengingat itu semua nyatalah dengan jelas sekali  bagi orang-orang yang bersikap jujur atau berfikiran waras (!)  bahwa Soeharto memang betul-betul adalah seorang yang telah mencuri kekayaan rakyat dan negara, secara rakus dan besar-besaran, dan dalam waktu yang panjang sekali, yaitu lebih dari 30 tahun!  Begitu hebatnya dan banyaknya pelanggaran- pelanggarannya di bidang HAM , politik, sosial dan ekonomi sehingga ia terkenal menjadi presiden diktator yang paling korup dan juga paling kejam di dunia.
      Jihad terhadap kejahatan-kejahatan Soeharto
      Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah atau, bahkan, sudah seharusnyalah( !) bahwa Soeharto dan keluarganya menjadi sasaran gerakan moral “jihad melawan koruptor” yang baru-baru ini dideklarasikan oleh 14 ormas Islam dan didukung oleh puluhan ormas lainnya. Kejahatan  Soeharto di bidang HAM, politik, ekonomi, sosial terhadap rakyat Indonesia adalah besar sekali. Dan sebagian terbesar dari rakyat Indonesia adalah orang-orang Muslim. Karena itu, kejahatan atau dosa Soeharto terhadap Islam juga besar sekali !
      Jadi, jihad melawan koruptor tidak cukup kalau hanya ditujukan kepada koruptor BLBI saja, tetapi juga terhadap Soeharto dan keluarganya. Jihad terhadap berbagai kejahatan Soeharto di bidang HAM dan terhadap kejahatannya di bidang korupsi ekonomi dan politik akan merupakan jihad yang mempunyai arti yang menjangkau jauh bagi perbaikan moral dan persatuan bangsa.
      Sejarah akan membuktikan di kemudian hari bahwa menghujat berbagai kejahatan Soeharto dan menuntut pertanggungan jawabnya adalah tindakan yang benar, sah, adil dan luhur. Sebab, banyak kejahatannya yang telah menyebabkan  berbagai penderitaan terhadap  begitu banyak orang (sekali lagi, yang sebagian terbesar beragama Islam pula!)  telah menunjukkan dengan jelas bahwa ia telah berdosa besar terhadap Islam.
      Dari sudut ini pulalah kita bisa melihat pentingnya tindakan Aliansi Masyarakat Adili Soeharto dan Kroninya dengan melaporkan kejahatannya kepada Bareskrim Polri, di samping gerakan moral “Jihad melawan koruptor” yang baru-baru ini dideklarasikan oleh berbagai ormas Islam. Jihad melawan korupsi yang dilancarkan oleh ormas-ormas Islam itu akan mencapai hasil-hasil yang betul-betul berarti bagi perbaikan moral bangsa kalau mencakup juga Soeharto (dan keluarganya, antara lain:  Tutut, Sigit, Bambang dan Tommy) juga 
      Sebab, puncak dari segala korupsi (atau pengumpulan kekayaan secara haram dan bathil)dan puncak dari segala pelanggaran HAM adalah apa yang dilakukan selama ini oleh Soeharto beserta keluarganya.
      Paris,  30 Juli  2007
      .


      Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
      Play Sims Stories at Yahoo! Games.


      Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more.



      Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos more.


      Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
      Visit the Yahoo! Auto Green Center.




      Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.