Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

AFALAM TAKUUNU TA'QILUUN? (APAKAH KAMU TIDAK BERFIKIR?)

Expand Messages
  • husaini daud
    Komentar anda ini sangat okey Arbi Payapo bagaikan orang berfalsafah saja nampaknya. Yang jelas komentarnya mengundang orang untuk berpikir. Terlkepas benar
    Message 1 of 2 , Feb 6, 2007
    • 0 Attachment
      Komentar anda ini sangat okey Arbi Payapo bagaikan orang berfalsafah saja nampaknya. Yang jelas komentarnya mengundang orang untuk berpikir. Terlkepas benar tidaknya komentar itu kalau sudah mengundang orang untuk berpikir pastinya mengandung nilai plusnya. Bukankah Allah berkali - kali menganjurkan kita manusia agar berfikir?  Misalnya dalam suarah Yasin: "Alam a' had ilaikum yaa bani aadam allaa ta'budusy syaithaan, innahu lakum a'duwwum mubin. Waani' buduunii, haaza shiraathum mustaqiim. Walaqad adhalla minkkum jibillang katsira, afalam takuunuu ta'qiluun? (QS, 36 : 60 - 62). Artinya secara bebas: Bukankah sudah kukatakan padamu wahai anak adam supaya kamu tidak tunduk patuh kepada syaithan? Sesungguhnya syaithan itu musuh kamu yang nyata. Tundukpatuhlah kepadaKu, inilah jalan selurus-lurusnya. Betapa banyak sudah manusia yang rugi karenanya, apakah kamu tidak berfikir? (QS. Yaasin, 36 : 60 - 62).
       
      Ketika kita mau berfikir kita tidak terfokus hanya pada yang tersurat saja, tapi juga pada yang tersirat. Ketika kita melihat gunung, bukan hanya rimbunan pepohonan yang nampak indah dibenak kita, tapi juga terbayang disanalah bermukimnya segala jenis makhluk Allah yang membutuhkan perlindungannya, bahkan lebih jauh dalam lagi: Oh ya Allah andaikata Engkau tidak menjadikan gunung kemanakah kaum dhuafa berlindung untuk membela dirinya ketika diserang kaum mutaqabbirun?
       
      Ketika kita melihat komputer, tidak hanya kita memanfaatkannya untuk menimba ilmu dan menulis tapi juga berfikir betapa rumitnya ciptaan manusia yang satu ini, lalu kita terus berfikir, oh betapa agungnya Allah yang telah menciptakan otak manusia hingga mampu menciptakan komputer dan berbagai tekhnology tinggi lainnya. Lalu hati kecil kita mengatakan pantaslah kita dimintakan Allah untuk berterima kasih kepadanya (bersyukur)dengan selalu mengingatNya ketika kita beraktivity. Terlebih lagi ketika kita menulis, apakah Allah redha terhadap tulisanku ini?   Bukankah Allah meminta agar kita mempertanggung jawabkannya dihadapan Allah kelak tentang apa yang telah kita tulis itu?
       
      Dari itu pantaskah kita bercanda ketika menanggapi tulisan kawan sementara sebahagian saudara kita larut dalam penderitaan sepanjang hari dan malam di tenda-tenda darurat? Pernahkah kita membayangkan andaikata kita sendiri yang mendekam selama dua tahun dan bahkan masih juga belum ada ketentuan kapan penderitaan kita berakhir di tenda itu?
       
      Tidak perlukah buat kita untuk melupakan segala perbedaan yang dapat menjejaskan penderitaan kaum dhu'afa diseluruh Acheh Raya?   Justru itu pengkianat itu tidaklah dilihat dari kacamata yang kalah atau yang menang tetapi dari Kaca mata Pemilik Dunia ini sendiri yang objektif, yaitu Allah subhanahu wata'ala.  Aamin yaa Rabbal 'aalamin. Salaamun 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
       
      hsndwsp,-
       

      arbi payapo <arbi.payapo@...> wrote:
      Di dunia ini memang susah susah membedakan antara "Mafia" dengan "Bukan Mafia", "Anak Muda" dengan "Bandit", "Pahalawan" dengan "Pengkhianat" . Antara Pahlawan dan Pengkhianat itu Relatif. Kita sering susah membedakan antara Pahlawan dan Pengkhianat. Soeharto pernah menjadi Pahlawan di Indonesia bahkan disebut "Bapak Pembangunan", dll. Tapi sekarang ?
      Di Aceh kadangkala GAM dianggap Pahlawan, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa GAM juga pernah dianggap bukan Pahlawan di Aceh, sampai harus "lari" ke hutan, keluar negeri, dll.
      Kita sering tidak punya pendirian, rakyat kecil terkadang tergantung kemana arah angin. Tidak bisa dipungkiri di Indonesia rakyat pernah "memuja" Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, SBY, dll sebagai Pahlawan mereka. Begitu juga di Aceh kadang rakyat menganggap TNI/Polri yang Pahlawan, dilain waktu GAM lah yang menjadi "Tumpuan Harapan" dan Pahlawan. Dalam GAM sendiri dulu Dr. Husaini yang dielu-elu sebagai Pahlawan, kadang Malik, Zaini, Cs yang Pahlawan, bahkan Arjuna dan Amri bin Abdul Wahab juga pernah menjadi idola dan pujaan rakyat Aceh, dll.
      Kini Irwandi-Nazar, cs yang menjadi Pahlawan dimata rakyat Aceh. Hal ini terbukti dimana kelompok mereka mendulang suara yang sangat signifikan dalan Pilkada Aceh. Apakah mereka akan jadi Pahlawan sejati ?
      Sekali lagi kita memang sulit membedakan antara Pahlawan dan Pengkhianat. Biasanya Pemenang-lah yang dianggap Pahlawan, karena mereka bisa memutarbalik fakta dengan berbagai fasilitas dan media yang ada, seperti membuat Buku Putih dan sebagainya. Sedangkan yang Kalah sering dianggap Pengkhianat atau Pecundang, mereka tidak punya sarana dan media, biasanya berbagai "media" juga tidak berpihak kepada yang kalah, walaupun dulu sebagai "Tim Sukses"nya. Pihak yang kalah mempunyai kesempatan yang sangat kecil untuk film "G 30 S/PKI", dll.
      Biasanya yang dianggap Pahlawan adalah Pihak yang Menang sedangkan yang Kalah akan dianggap Pengkhianat. Tapi yang jelas tidak benar Pemenang itu Pahlawan dan yang Kalah adalah Pengkhianat, tapi alangkah rakyat akan lebih bahagia apabila Pemenanglah yang Pahlawan, tapi ingat biasanya di film-film "Anak Muda" lah yang tersenyum di akhir film.
      SIAPAKAH PAHLAWAN SEJATI ???????????? ????????
       
       
      On 2/6/07, Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote:
      Pemilihan Kepala Daerah Otonomi (Pilkadao) sudah berlalu. Konon katanya merupakan pemilihan yang bersejarah di Acheh dimana pihak yang kalah dan yang menang sama-sama diharuskan untuk menciptakan keamanan demi kemajuan Acheh dimasa yang akan datang.  Ironisnya pihak yang menang itu melalui websit SIRA Referendum memuntahkan suatu gagasan yang sungguh tidak terpuji.
       
      Mengapa mereka mempublikasikan dialog yang tendensius terhadap keberadaan Staf Kepemimpinan Acheh Mardeka di Swedia itu seolah-olah mereka itu "pencuri Sorban Wali Negara"?. Mengapa pihak pelaku bias itu menuduh 5 orang pemimpin yang berada di Swedia itu sebagai "Mafia Politik"?   Hasil wawancara Teuku Fahmi dari Tabloid SUWA dengan Teungku Abu Wahab membawa dampak yang cukup rejam bagi persatuan GAM dimasa yang akan datang, demikian juga hasil wawancara wartawan Sirareferendum T. Zulfahmi BTM dengan Tgk Harun.
       
      Untuk lebih jelas mari kita telusuri bagimana biasnya opini mareka berdua. Dalam hal ini saya tidak mengangkat keseluruhan wawancara tersebut agar tulisan tidak terlalu panjang. Pertama kita mulai dengan Tgk  Wahab:
       
      (S): Mengapa mafia itu berhasil bermain di Pidie ?
       
      (AW): Mereka mencuri surban Yang Mulya (Wali Neugara Aceh Hasan Tiro) dan memakainya lalu menari di atas penderitaan rakyat, di atas air mata dan darah segar yang sampai kini masih menempel di dedaunan belantara Aceh. Di atas tulang kerangka tubuh   syuhada (pejuang yang mati syahid) yang masih berserakan di penjuru bumi ini. Secara keseluruhan, mereka gagal total. Mereka hanya mampu menghamburkan uang. Salah satu aksi itu dilakukan saat  di Losmen Daka. Saya sendiri diberi Rp500 ribu waktu itu. (Soal pemberian dana itu diakui sejumlah ulama yang diundang oleh H2O ke Wisma Daka, malah ada ulama yang hanya mendapatkan 300 ribu rupiah, padahal seharusnya 500 ribu, entah siapa yang memotongnya -red)
       
      (S): Bagaimana caranya supaya rakyat Aceh rela memaafkan dosa politik mafia itu?
       
      (AW): Tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, perjuangan ini telanjur berdarah-darah. Sebenarnya mafia telah bermain lama di dalam konflik Aceh. Yang berani bicara langsung ditembak saja. Bagi mafia, nyawa insan tak berarti. Artinya, sikap beginilah yang telah melahirkan Majelis Pemerintahan (MP) GAM murni yang dipecat oleh pencuri surban Wali. Wali sendiri tak pernah memecat siapapun, saya tahu karakter Wali.
       
      (S): Berapa banyak mafia perjuangan yang Abu maksud?
       
      (AW): Untuk tingkat pusat hanya lima orang saja. Di Pidie, jumlahnya dapat dihitung jari. Mereka merupakan satu keluarga pembusuk. Orang Pidie tahu tentang hal ini karena ini rahasia umum. Ini seperti penyakit kusta tulang kronis. Kalau kita mau tubuh selamat harus rela diamputasi. Maka selamatlah perjuangan Aceh. Sekarang kita baru tiba di terminal persinggahan, tapi ada yang berusaha mengaburkan pandangan Meuntroe (Menteri) Malik seolah kita sudah sampai ke tujuan.
       
      (S): Bukankah  konsilidasi dibutuhkan agar GAM tak pecah dalam partai lokal nanti?
       
      (AW): GAM tak pernah pecah di seluruh Aceh. Hanya geraknya terhalang-halangi oleh kelompok yang " peu bace-bace droe, padahai euntoek¬óBagai kucing berlagak singa". Tapi, GAM "bersih" tetap setia dan mendukung penuh Teungku Irwandi dan Muhammad Nazar. Contohnya: Yang Mulia Teungku Bahtiar Abdullah. Dia satu-satunya diplomat ulung yang disegani oleh   kawan serta ditakuti oleh  lawan. Bagi saya, dia figur tokoh internasional Aceh.
       
      Disini Tgk Wahab begitu berani menuduh Staf Kepemimpinan Wali negara Acheh Merdeka  sebagai "pencuri sorban Wali". Pantaskah seseorang yang dikatakan sebagai orang tua GAM mengeluarkan pernyataan seperti itu? Persoalan MP GAM sudah jauh tertinggal di belakang, kini mungkin saja untuk berdamai dengan mereka. Kalau dengan Hendon bersedia kita berdamai kenapa dengan mereka tidak. Kalau berdamai dengan Hendon pakai syarat, berdamai dengan MP juga tentu pakai syarat juga. Hal ini tidak memberatkan tentunya yang penting adanya sponsor atau pihak penengah. Tapi ironisnya kita malah menciptakan perpecahan lain lagi dengan tuduhan yang luar biasa keji terhadap Staf Kepemimpinan GAM di Swedia serta GAM Pidie.
       
      Meuntroe Maleh dan segenap stafnya tau persis justru perjuangan GAM itu masih jauh, makanya GAM belum waktunya untuk langsung meraih kekuasaan, kecuali UUPA nya sudah sesuai dengan MoU Helsinki, tapi kenapa Tgk Wahab berbicara sebaliknya?  Belumpun pihak Hindunesia menepati janjinya Tgk Wahab sudah membela Irwandi - Nazar dan Bakhitiar secara membabi buta. Kalau kita berbicara menurut kaca mata Al Qur-an, justru masa revolusi itu tidak dapat diserahkan kepada musyawarah orang ramai, kecuali hanya Staf Revolusi saja yang patut berembuk. Rasulullah tidak pernah berembuk dengan para sahabat menyangkut pengangkatan pemimpin bawahannya, kecuali untuk strategi pertempuran.  Itu pun hanya sekali saja sebagaimana yang terjadi dalam menghadapi perang Khandag (perang Parit), dimana Rasulullah menyetujui pendapat Salman Al Faraisi agar kali itu membuat pertahanan dalam kota Madinah dengan cara menggali parit disekelilingnya. Berdasarkan bukti sejarah itu betapa bohongnya tgk Wahab itu sampai berani menuduh Rasulullah baru melaksanakan firman Allah itu setelah mendapat persetujan sahabat.
       
      Sahabat itu ramai ada yang baik dan ada yang jahat seperti Muawiyah, Amru bin Ask, Khalid bin Walid yang terlanjur dibesar-besarkan dan demikian juga sahabat-sahabat jahat lainnya. Andaikata firman Allah tidak disetujui para sahabat, apakah rasulullah tidak akan melaksanakan perintah yang terkandung dalam firman tersebut?  Betapa lugunya ini orang dalam beragama. Pastinya setiap perintah Allah itu harus dilaksanakan walaupun menurut manusia yang dhaif pikirannya seperti tgk Wahab masih dibutuhkan persetujuan para sahabat, masya Allah. Kalau kita meyakini insting Tgk Wahab ini murtad hukumnya saudara. Jangan coba-coba mempermainkan firman Allah demi membenarkan pendapat dhaifnya.
       
      Kalau kita berbicara secara demokrasipun Tgk Wahab itu keliru 180 derajat.  Secara demokrasipun kita berhak bergabung dengan PPP. Mengapa Tgk Wahab mencelanya?  Kendatipun kalau kita analisa justru PM Malik yang memiliki politik kelas tinggi, masih perlu menempuh cara seperti itu disebabkan UUPA nya belum selesai direvisi. Justru itu pula Tgk Hasbi dicalonkan sebagain wakil gubernur bukan Kepala. Apakah arif andaikata kita uraikan hal itu didepan umum secara panjang lebar?
       
      Sesungguhnya pikiran manusia itu dhaif kecuali pikiran manusia yang didasari kepada Al Qur-an dan Hadist Nabi yang benar-benar saheh. Sebagai contoh perlu saya angkat satu:
      "Diwajibkan atas kamu berperang, sedangkan berperang itu adalah suatu yang kamu benci. dan boleh jadi kamu membenci akan sesuatu , padahal ia lebih baik bagimu. dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu, padahal ia adalah mudharat bagi kamu. dan Allah mengetahui, tetapi kamu tidak mengetahui". ( Q.S, 2: 216).
       
      Saya kira cukup sekian dulu dan insya Allah akan kita lanjutkan mengenai wawancara wartawan Sirareferendum T. Zulfahmi BTM dengan Tgk Harun. Perlu saya ingatkan sebetulnya tidak layah kita publikasi persoalan intern GAM tapi realitanya demikjianlah yang dilakukan pihak yang keliru dalam memahami Revolusi dan Demokrasi. Jadi sesungguhnya merekalah yang mempublikasikan hingga saya terpaksa meluruskannya.
       
      bersambung. . . . . . .
       


      Finding fabulous fares is fun.
      Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains.



      Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.