Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [IACSF] BRA: Memanipulasi Ayat Suci

Expand Messages
  • husaini daud
    Teurimeng geunaseh Al Mubarrak. Kalheuh lon batja. BRR njan nakeuh seumalu peumate bak mulieng geutanjoe njeng teungeh timoh. Lonkira adak bakmulieng ka rajek
    Message 1 of 1 , Jan 31, 2007
    • 0 Attachment
      Teurimeng geunaseh Al Mubarrak. Kalheuh lon batja. BRR njan nakeuh seumalu peumate bak mulieng geutanjoe njeng teungeh timoh. Lonkira adak bakmulieng ka rajek pih djeuet keu mate peulom manteng tjut-tjut. Saleuem keu sjedara bandum disinan.

      Taufik Al Mubarak <taufik_pidie@...> wrote:
      jroh-jroh, nyan baro ureung Acheh...
      buka website SIRA
      www.sirareferendum. org untuk informasi tentang Acheh
       
      saleum dame

      husaini daud <husaini54daud@ yahoo.com> wrote:
      Mengapa tidak ada bantahan dari pihak kita di Acheh.  Terima kasih Tgk Hendra Budian.
       


      hendra budian <civilian_peace@ yahoo.com> wrote:
      BRA:
      Memanipulasi Ayat Suci
      Dan MoU Helsinki


      •Osi

      Azwar Abubakar (Wakil Gubernur) hingga Yusni Sabi (Kepala BRA) tetap bersikeras bantuan yang diberikan pada para korban konflik sebagai diyat. Mengapa dana reintegrasi bersikeras disebut diyat?

      “Barang siapa yang membunuh manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia. Dan barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah ia telah memelihara kehidupan seluruh manusia.” (Al-Maidah: 32).

      ““Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu qisas berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh, orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa dari saudaranya hendaknya (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik dan hendak (yang diberi maaf) membayar diyat kepada yang memaafkan dengan cara yang baik pula. Yang demikian itu merupakan keringanan dari Tuhan-Mu dan rahmat.” (Al-Baqarah: 178)

      Betapa pentingnya manusia di sisi Tuhan. Bila seseorang membunuh orang lain—sekalipun atas nama negara—sama halnya dengan membunuh seluruh manusia. Namun, seseorang yang memelihara kehidupan manusia lainnya, maka sama halnya dengan ia memelihara seluruh manusia. Inilah konvensi hak azasi manusia.

      Namun Perang Acheh selama 3 dasawarsa telah banyak membunuh manusia, khususnya warga sipil yang merupakan pihak yang tak membunuh manusia lainnya jika kita meminjam katagori Ayat Suci tersebut. Apakah kaum serdadu, gerilyawan maupun milisia yang dibentuk oleh kaum serdadu itu termasuk kaum yang “seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia?”

      Tidak ada opini ulama untuk menegaskan itu, sekalipun perang itu telah berlalu. Juga tidak ada penilaian ulama soal penggunaan istilah diyat untuk bantuan pada korban konflik. Bahkan BRA masih saja menggunakan istilah Qur’ani itu dalam memberikan bantuan menurut MoU Helsinki.
      Aksi diyat mulai berkembang di Acheh, sejak penandatanganan perjanjian RI-GAM pada tahun 2000, yang dikenal sebagai Jeda Kemanusiaan. “Sejak Wagub Azwar Abubakar yang juga sebagai ketua satkorlak menginisiasi proses ini,” kata Hendra Budian dari Acheh Judicial Monitoring Institute mencoba mengingatkan.

      Penggunaan istilah diyat mencuat ketika ada masalah potong-memotong bantuan itu. Tahun 2002, Pemerintah Pusat menyalurkan bantuan untuk keluarga korban konflik yang meninggal akibat tindakan kekerasan yang melanggar HAM. Wagub, Azwar Abubakar sebagai koordinator penyaluran itu di masa Darurat Militer (DM).

      Dalam penyalurannya, Penguasa DM Endang Suwarya menerima laporan adanya pemotongan dari petugas di berbagai daerah: Kabupaten di Acheh, meliputi Kabupaten Pidie, Acheh Barat, Acheh Jaya, dan Bireuen.
      Kejadian itu ditegaskan lagi oleh Kapolda Irjen Pol Bahrumsyah, agar Wagub Azwar menyerahkan hasil temuan dari timnya kepada pihak polisi, khususnya pada Direktur Reserse. Namun, hingga saat ini, kasus itu hilang ditelan waktu.

      Reintegrasi merupakan salah satu agenda perdamaian yang disepakati dalam MoU Helsinki 2005. Bahkan bantuan untuk korban konflik menjadi bagian dari proses reintegrasi yang menjadi tanggungjawab Pemerintahan RI untuk mengalokasikan dananya yang penyalurannya melalui kewenangan Pemerintahan Acheh dalam penyalurannya.

      Dalam paruh Januari, sekitar 2.949 korban di Acheh Utara masih terus menunggu penyaluran dana diyat dari anggaran 2005. Penyaluran tersendat dan istilah diyat kembali digunakan.

      Tragisnya, dana 2,5 juta per korban itu disalurkan melalui 2 institusi pemerintah, yakni melalui Badan Perlindungan Masyarakat (Linmmas) sebesar 1 juta dan melalui Dinas Sosial (Sekarang Pemberdayaan Masyarakat dan Bina Sosial) senilai Rp1,5 juta. Kedua institusi itu pun tak terkoordinasi. Ridwan Hasyansah, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Bina Sosial, Acheh Utara, mengatakan: “Persoalan dana diyat berada di Linmas!”

      Selang minggu, keanehan itu terus menjalar. Dana diyat mencair di Kecamatan Baktiya, Acheh Utara. Kecamatan yang lebih besar jumlah korbannya justru belum cair, yakni: Kecamatan Lhoksukon (254 korban), Kecamatan Nisam (253 korban), Sawang (209 korban), dan Kecamatan Dewantara (94 korban).

      Uang yang dibagikan bukannya 2,5 juta, melainkan 3 juta rupiah. Namun, ada korban yang protes karena dana yang diterima tidak bulat lagi. Dana diyat sudah dipotong Rp. 200.000 hingga Rp 800.000 untuk pelaku yang mencairkan dana itu melalui rekening bank BPD. Bahkan dengan cara menumpangi aparat kecamatan. Siapakah mereka?

      Sejak penggunaan istilah diyat hingga mengalirnya dana ke pihak korban terjadi pelencengan. “BRA harus memberikan makna diyat itu apa? Jangan asal tempel saja,” kritik Hendra Budian, “sehingga menjadi ahistoris. Sebab tak ada istilah diyat dalam MoU Helsinki.”
      “Sebetulnya, BRA kembali ke perspektif magashid al-syari’ah dalam mendefinisikan korban kalau mau pakai konsep syariat,” usul seorang dosen IAIN yang tak mau disebut namanya. Korban adalah mereka yang terlanggar dalam 5 hal berikut: agama, jiwa, kelangsungan keturunan, akal pikiran dan harta benda. “Pelanggaran terhadap 5 hal itulah yang disebut pelanggaran HAM,” simpulnya.

      “Tampaknya ada upaya dari penggerak BRA untuk menggunakan istilah agama untuk tujuan politik impuniti. Tak ada ayat suci yang menyatakan negara bisa mengatasnamakan pelaku dalam membayarkan konpensasi kepada korban,” tegas Juanda Sekjen ACSTF. “Rujuklah pada Al-Baqarah: 178!” Tambah sarjana IAIN tersebut.

      Apa yang dilakukan BRA itu, menurut Hendra, “adalah sebuah upaya penipuan korban secara konseptual, sistematis, terencana dan intensif. Bukan saja memanipulasi MoU Helsinki, tapi juga memutar konsep diyat dalam ayat suci Al-Qur’an. Dan, secara teologi telah melencengkan makna syariah melalui kuasa politiknya terhadap yang lemah.”[]

      28-1-2007 | 18:22 WIB

       
      ------------ --------- --------- ---
      Hendra Budian
      Program Director
      Acheh Judicial Monitoring Institute (AJMI)
      Jalan Ateuk Jawo No. 27 - Kampong Ateuk Dayah Tanoh
      Banda Acheh - Acheh

      Mobile: +62812 697 472 4
      Telephone: 62-651-27432
      Fax : 62-651-27432
      Email : civilian_peace@ yahoo.com , hendra.budian@ gmail.com


      ----- Original Message ----
      From: yusny saby <yusnysaby@gmail. com>
      To: IACSF@yahoogroups. com
      Sent: Tuesday, January 30, 2007 6:09:17 PM
      Subject: Re: [IACSF] Re: [aca-diaspora] Extraordinary Meeting on Achinese Delegation's Support: Urgent!!!!

      Alhamdullah, jroh that oseuha droeneuh Tgk. Lukman. Pakon uroenyan hana leumah droeneuh di Banda Aceh. Mudah-mudahan geutenyoe bumurumpok lom teuma. Kamoe that meuharap meunyona haba-haba lua lagee bhah seminar, konprensi, dan laen-laen. Insya Allah. Wassalam, Yusny Saby

      On 1/27/07, lukman thaib <cottring@yahoo. com> wrote:

      --- Cosmoscopia Club International
      <cosmoscopia@ yahoo.de> wrote:

      > Saleum Tgk. Luckman,
      >
      > geunaseh kamoe ateuh responsi dan support ateuh
      > Achinese Event kolosal nyang phon-phon di diaspora.
      >
      > Bah mangat sukses invitation keu madum delegasi
      > sigom donya , kaleuh lon kontak profesor Becker &
      > Prof. Roepke. Uroe Isnin (29.01.2007) na
      > extraordiary meeting Komite Aceh Marburg. Lam
      > meeting-nyan keumeung dikirem maklumat kilat ke
      > mandum institusi Jeurman (Uni Eropa, Indonesia,
      > Malaysia, USA, Australia, dan laen-laen) agar
      > jipermudah urosan delagasi Aceh untok hazir lam
      > Konferensi Akbar di Marburg.
      >
      > Sponsor dari Volkswagen Foundation ka jitamoeng
      > untok support ureung geutanyoe.
      >
      > Bek Tuwoe neukontak Irwandi & Nazar, SIRA, etc.
      >
      > Tgk. Abbas, bek tuwoe neukontak Atjeh Sepakat, Aceh
      > Group Jakarta, dll.
      >
      > Tgk. Machyar, bek tuwoe neukontak Atjeh Times, etc.
      >
      > Tgk. Asnawi, bek tuwoe neukontak Atjeh Union in
      > Scandinavia, etc.
      >
      > Tgk. Bachtiar, bek tuwoe neukontak Atjeh
      > Representatives in Amsterdam, Rotterdam, etc.
      >
      > Tgk. Akbar, bek Tuwoe neukontak Achinese in Paris,
      > etc.
      >
      > Tgk. Fozan, bek tuwoe neukontak Aceh Groups in Banda
      > Aceh, etc.
      >
      > Tgk. Iskandar, bek tuwoe neukontak Acheh
      > academicians in Australia, New Zealand, etc.
      >
      > Wassaleum,
      >
      > Meurah Mai
      >
      >
      >
      >
      > Cosmoscopia Club International
      >
      > Headquarter EU
      >
      >
      >
      >
      > ------------ --------- --------- ---
      > Keine Lust auf Tippen? Rufen Sie Ihre Freunde
      > einfach an.
      > Yahoo! Messenger. Jetzt installieren .

      Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com




      Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get things done faster.


      Be a PS3 game guru.
      Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.



      Taufik Al Mubarak
      chief editor of www.sirareferendum. org
      mobile: +6281377157681
      e-mail: taufik.almubarak@ gmail.com
      ____________ _________ ___
       
      Notice:
      You I advise not to work but to fight
      You I advise not to peace, but to victory
      Let your work be fight, let your peace be victory

      Looking for earth-friendly autos?
      Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.


      It's here! Your new message!
      Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.