Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Transkrip Berita Siaran Ahad Malam, 3 Desember 2006

Expand Messages
  • husaini daud
    Transkrip Berita Siaran Ahad Malam, 3 Desember 2006 Ahmadinejad: AS dan Israel Tidak Akan Kekal Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, berkenaan dengan usaha para
    Message 1 of 1 , Dec 3, 2006
    • 0 Attachment
      Transkrip Berita Siaran Ahad Malam, 3 Desember 2006
       
       
       
      Ahmadinejad: AS dan Israel Tidak Akan Kekal
       
      Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, berkenaan dengan usaha para konspirator untuk menumpas perjuangan rakyat Irak, berkata, "AS dan rezim zionis akan hancur dan bangsa Iraklah yang akan menang dan tegak dengan kokoh."
       
      Dalam wawancara dengan TV Al-Iraqiyyah di Tehran, Presiden RII mengatakan bahwa musuh-musuh bangsa Irak berusaha menciptakan perpecahan di antara Syiah dan Sunnah Irak, akan tetapi semua konspirasi ini tidak akan membuahkan hasil, karena mereka tidak mengenal rakyat dengan baik sehingga mereka selalu membuat kesalahan perhitungan berkenaan dengan bangsa ini.
       
      Wawancara wartawan utusan TV Al-Iraqiyyah dengan Ahmadinejad dilakukan pada saat kunjungan Jalal Talebani, Presiden Irak ke Iran, dan disiarkan oleh TV ini Sabtu malam.
       
       
      Teheran Akan Melanjutkan Aktifitas Nuklirnya
       
      Jubir Deplu RII menekankan bahwa Iran akan melanjutkan semua aktifitas nuklir sipilnya dan bahwa perundingan dalam kerangka peraturan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) adalah satu-satunya jalan penyelesaian kasus nuklir Iran.
       
      Wartawan IRIB bagian luar negeri melaporkan, Sayid Muhammad Ali Huseini, Jubir Deplu Iran, dalam konferensi pers mingguannya, hari ini, mengatakan, tidak ada perubahan sikap Rusia berkenaan dengan kasus nuklir Iran; dan Rusia akan berusaha mengurangi tekanan embargo-embargo terhadap Iran, dan Iran pun menyatakan kepuasaannya terhadap sikap Rusia ini.
       
      Di bagian lain dari konferensinya ini, Huseini menyebut kehadiran pasukan penjajah di Irak sebagai penyebab utama ketidakamanan di negara ini, dan mengatakan bahwa selama tidak terjadi perubahan dalam perilaku AS, maka masalah-masalah di kawasan ini tidak akan terselesaikan.
       
      Huseini juga menegaskan, melihat sejarah panjang peradaban dan kebudayaannya, maka bangsa Irak akan mampu menciptakan kehidupan damai diantara semua kelompok dan etnis yang ada. Seraya menyinggung pengiriman surat Presiden iran kepada rakyat AS, Huseini berkata, tujuan pengiriman surat tersebut ialah menjelaskan berbagai kesalahan pemerintah AS, dan menekankan pembenahannya, serta menggariskan suatu pandangan yang benar tentang amsa depan hubungan berbagai bangsa di dunia.
       
      Berkenaan dengan memuncaknya protes rakyat terhadap pemerintah Lebanon, Huseini menegaskan, Iran selalu menekankan persatuan nasional dan perundingan diantara berbagai kelompok Lebanon. Diharapkan masalah-masalah Lebanon akan terselesaikan dengan baik, dan dengan kehendak rakyat Lebanon sendiri, tanpa campur tangan pihak-pihak asing.
       
      Seraya menekankan kembali keyakinan tentang masih hidupnya empat diplomat Iran yang diculik di Lebanon, Huseini menegaskan adanya saksi-saksi yang mengatakan bahwa mereka itu disekap di penjara-penjara rezim zionis.
       
      Di bagian lain dari konferensi ini, Jubir Deplu Iran menyebut ancaman rezim zionis terhadap negara-negara lain, sebagai perang urat saraf, yang muncul dari kondisi kacau di dalam rezim ini setelah kekalahan besar dalam perang melawan para pejuang Hizbullah Lebanon.
      Huseini juga memberitakan pelaksanaan konferensi ilmiyah penelitian Holokaust di Tehran, dan berkata, sejumlah pakar akan diundang untuk menghadiri konferensi ini, dan saat ini sudah ada sejumlah makalah yang diterima.
       
      Berkenaan dengan lawatan Erdugan, PM Turki ke Tehran, Jubir Deplu Iran berkata, Iran dan Turki memiliki berbagai peluang yang baik untuk kerjasama, dan keduanya memiliki kapasitas yang sesuai. Kedua negara juga memiliki kekhawatiran yang sama tentang kondisi Irak, yang muncul akibat kehadiran pasukan penjajah. Erdugan tiba di Tehran kemarin malam.
       
       
      Sia-sia Menunggu Pengesahan Resolusi Embargo Atas Iran di DK
       
      Wakil AS di IAEA mengakui bahwa menunggu pengesahan resolusi embargo atas Iran di DK PBB adalah perbuatan sia-sia.
       
      Menurut laporan situs internet US News, Gregory Schulte, Wakil AS tersebut, seraya menyinggung ketidakberhasilan upaya AS untuk menyatukan pendapat kelompok 5+1 terhadap Iran, menegaskan, meski semua upaya tersebut tidak membuahkan hasil, namun AS masih saja berharap DK mengesahkan resolusi embargo terhadap Iran.
       
      Wakil AS di IAEA ini menambahkan, meski menghadapi tekanan-tekanan diplomatik dalam program nuklirnya, Iran tetap melangkah ke depan dengan sangat mantap.
      Perselisihan tentang cara-cara menangani masalah nuklir Iran, membuat sidang kelompok 5+1 berkali-kali tertunda atau tidak membawa hasil.
       
      Sergei Lavrov, Menlu Rusia, berkata, konferensi segi enam berkenaan dengan masalah nuklir Iran, yang menurut rencana dilakukan kemarin, akan dilaksanakan Selasa pekan ini, karena berlanjutnya perbedaan pandang diantara para anggota.
       
       
      Shimon Peretz: Perpecahan, Strategi Baru Kami di Iran
       
      Rezim zionis yang selama ini gagal melancarkan berbagai konspirasinya terhadap Iran, mengatakan bahwa penciptaan kerusuhan dan kekacauan di Iran merupakan strtegi baru yang akan dilancarkan di Iran.
       
      Fox News melaporkan, Simon Peretz, Wakil PM Israel, mengatakan, propaganda negatif harus disiarkan dalam bahasa Persia untuk warga Iran, sehingga warga Iran akan terpengaruh olehnya.
       
      Berkenaan dengan apa yang akan dilakukan oleh AS terhadap Iran, Peres mengatakan, gedung putih harus memperhatikan pilihan strategi menciptakan perpecahan di tengah rakyat dan para pejabat Iran ini.
       
      Sementara itu, seraya mengakui ketidakmampuan memperoleh informasi mengenai Iran, Deplu AS mengajukan rancangan yang mereka namai RIGA, untuk mengontrol dan menciptakan perubahan politik di Iran.
       
      Di masa perang dingin dan putusnya hubungan diplomatik antara Moskow dan Washington, AS mendirikan markas-markas di Riga, ibu kota Latvia, untuk memperoleh berbagai informasi mengenai Uni Soviet.
       
      Menurut koran New York Times, Nicolas Burns, Wakil Menlu AS, mengatakan, "Untuk mengulangi pengalaman Riga, akan dibuka sebuah kantor di Dubai dan sebuah meja di Washington, untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan orang-orang Iran, sehingga kami akan dapat meningkatkan pengetahuan kami tentang negara ini."
       
      Menurut koran ini, Dubai telah berubah menjadi markas utama bagi para peneliti dan pengamat masalah Iran, dan berbagai lembaga, kelompok peneliti, demikian pula para oposan Iran, telah menggelar berbagai konferensi di negara ini.
       
       
      Para Tokoh Politik Mesir Kritik Statemen Terakhir Mubarak
       
      Salah seorang pemimpin salah satu partai politik oposisi pemerintah Mesir, mengkritik stetmen-stetmen terakhir Husni Mubarak, Presiden Mesir, berkenaan dengan krisis Lebanon, dan menyebutnya sejalan dengan ancaman-ancaman AS dan Inggris. Amin Iskandar, tokoh politik tersebut, menambahkan, kesamaan stetmen-stetmen Mubarak dengan ancaman-ancaman Washington dan London serta Paris, berkenaan dengan kondisi saat ini di Lebanon, tidak terlalu mengherankan bagi siapa pun yang mengamati kondisi kawasan ini dengan baik. Karena Presiden Mesir selalu ebrsikeras mengikuti politik-politik AS.
       
      Dalam menjelaskan alasan aksi Mubarak menuduh sejumlah negara mencampuri urusan internal Lebanon, Iskandar mengaitkan pandangan Husni Mubarak ini dengan pandangan AS. Ia mengatakan, dengan langkah-langkah seperti ini, Washington berusaha menyembunyikan peran rezim zionis dan negara-negara pendukungnya dalam menciptakan berbagai kehancuran dan kekacauan di kawasan.
       
      Seraya menyinggung tujuan As dalam melindungi kepentingan-kepentingannya, Amin Iskandar menambahkan, sama sekali tidak logis bahwa rezim-rezim Arab mendukung kepentingan-kepentingan Washington, sementara AS tidak pernah memperhatikan kepentingan-kepentingan negara-negara Arab ini.
       
       
      Warga Dunia Yakin bahwa Pemerintah Seniora Bakal Terguling
       
      Hasil-hasil sebuah poling menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen warga dunia meyakini bahwa Fuad Seniora, PM Lebanon, akan jatuh menghadapi aksi demo rakyat negara ini, dan pemerintahannya akan gulung tikar. Berdasarkan poling jaringan TV AlJazeera, dari total 1000 peserta poling, 64,4 persen meyakini bahwa pada akhirnya pemerintah Lebanon akan bertekuk lutut di depan tuntutan rakyatnya.
       
      Kemarin, Sabtu, Seniora menekankan, bahwa selama memiliki dukungnan dari parlemen, maka pemerintahannya akan tetap menjalankan aktifitasnya.
      Michel Aoun, Ketua Partai Gerakan Kemerdekaan Nasional (Free Patriotic Movement), dalam aksi demo jutaan warga Lebanon, Jumat lalu, di Beirut, berkata, tujuan sayap oposisi ialah mengeluarkan pemerintah dari monopoli.
       
      Jenderal Aoun berkata, sikap pemerintah yang semena-mena dan ketergantungannya yang berlebihan kepada Barat, merupakan faktor utama yang mendorong berkumpulnya jutaan warga Lebanon ini. Seraya menekankan menyingkirnya pemerintahan Seniora, Aoun menegaskan bahwa sebuah pemerintahan yang didukung oleh rakyatnya, tidak akan pernah memerlukan dukungan pihak asing.
       
       
      Anggota Parlemen Palestina Menekankan Pembentukan Pemerintahan
       
      Qeis Abdul Karim, seorang anggota Parlemen Palestina menyatakan, satu-satunya cara untuk menghindarkan bangsa Palestina dari perpecahan dan perang bersaudara ialah pembentukan pemerintahan nasional bersatu. Dalam wawancara khusus dengan Televisi Al-Alam, Abdul Karim mengatakan, “Bangsa Palestina yakin satu-satunya cara penyelesaian kemelut bangsa ini adalah pembentukan pemerintahan nasional bersatu serta pemberian jatah departemen-departemen pemerintah secara adil kepada berbagai kelompok perjuangan Palestina.”
       
      Abdul Karim yang juga menjabat sebagai Ketua fraksi Al-Badil di Parlemen Palestina menekankan pentingnya pengambilan segala keputusan secara bersama, agar bangsa dapat keluar dari krisis yang mendera. Ia juga menambahkan, jika Parlemen dan Ketua Otoritas Palestina bisa menyepakati pelaksanaan pemilu yang dipercepat, maka sebagian problema dan kesulitan bangsa ini dapat terselesaikan.
       
      Abdul Karim juga menyatakan bahwa saat ini ada ketidakjelasan pembagian tugas antara antara Ketua Otorita dan pemerintahan Palestina.
       
       
      Lagi, Sembilan Orang Terbunuh di Barat Baghdad
       
      Dalam serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan pendudukan AS di kawasan barat Baghdad, 9 orang warga Irak gugur syahid. Menurut laporan AFP, Komando Militer AS hari Ahad melansir statemen yang menyatakan bahwa dalam serangan mortir udara militer AS terhadap sebuah gedung yang terletak di pemukiman “Karamah” antara Baghdad dan Falujah, 9 warga Irak di antaranya 4 wanita dan seorang anak kecil tewas.
       
      Statemen ini mengatakan, setelah melakukan aksi tersebut, pasukan militer AS lalu memblokade dua rumah dan menculik 3 orang dari penghuni rumah-rumah tersebut. Sementara laporan lainnya menyebutkan, sebuah bom meledak pagi hari tadi di jalan yang dilalui konvoi militer Inggris di Bashrah yang mengakibatkan terlukanya 3 mahasiswa. Peledakan tersebut tidak melukai pasukan Inggris.
       
       
      Jumlah Wakil Partai Syiah Bahrain di Parlemen Menjadi 18 Orang
       
      Anggota partai terbesar Syiah Bahrain di Parlemen negara ini mencapai 18 orang. Menurut laporanIRNA, dengan menangnya dua kandidat anggota Dewan Persatuan Nasional Islam, partai politik terbesar Syiah di Bahrain, pada putaran kedua pemilu Parlemen negara ini yang digelar Sabtu kemarin, maka jumlah para wakil partai politik ini dari total 40 anggota negara ini menjadi 18 orang.
       
      Abdul Aziz Ibil, dengan memperoleh 68 persen suara dan Sayid Makki Al-Wedaa'iy, dengan memperoleh 58 persen suara, di putaran kedua pemilu Parlemen Bahrain, menyisihkan 16 kandidat lain, dan bergabung dengan 16 orang temannya separtai yang telah naik di putaran pertama.
       
       
      Korut Tawarkan Monopoli Tambang Uranium kepada Rusia
       
      Korea Utara menyampaikan usulan baru kepada Rusia bahwa jika Moskow memberikan dukungan penuh kepada Korea Utara dalam Perundingan Segi Enam, Pyongyang akan memberikan hak kepada Rusia untuk memonopoli pertambangan uranium yang ada di Korea Utara. Demikian dilaporkan oleh Koran Tokyo Shimbun edisi hari ini.
      Rusia sudah memulai perundingan dengan Korea Utara terkait pertambangan energi itu sejak tahun 2002 lalu. Rencananya, bahan baku uranium yang diimpor dari Korea Utara itu akan diperkaya dan kemudian dijual kepada Cina dan Vietnam dalam bentuk bahan bakar nuklir.
       
       
       
      Transkrip Berita Siaran Ahad Pagi, 3 Desember 2006
       
      Negara Timteng Inginkan Solusi Damai Soal Nuklir Iran
      Meski ada upaya dari AS dan negara-negara Barat untuk mengesankan bahaya program nuklir Iran, negara-negara di kawasan Timur Tengah menyatakan tidak risau dengan aktivitas nuklir Iran yang bertujuan damai. Kuwait yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan sidang ketiga para Menteri Luar Negeri enam negara Teluk Persia plus Mesir dan Jordania (kelompok 6+2) hari Sabtu menyatakan, semua anggota kelompok 6+2 menghendaki penyelesaian isu nuklir Iran secara damai.
      Menteri Urusan Sosial yang juga menjabat Deputi Menteri Luar Negeri Kuwait, Syekh Sabah AlKhaled Al Sabah dalam jumpa pers mengatakan, "Negara-negara Arab sepakat untuk menghindari cara-cara radikal dalam menyelesaikan isu nuklir Iran dengan tetap mengedepankan solusi damai."
      Ditambahkannya, para peserta sidang mengimbau Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bersama kelompok 5+1 untuk meningkatkan upaya bagi menyelesaikan kontroversi nuklir Iran secara damai.
       
      Tuntutan 'Siniora Mundur' Makin Santer
      Aksi demo besar-besaran yang diikuti oleh ratusan ribu pendukung kelompok oposisi Lebanon masih terus berlangsung. Kantor berita IRNA melaporkan bahwa jumlah peserta demonstrasi untuk menjatuhkan pemerintahan Perdana Menteri Fouad Siniora ini semakin meningkat. Dengan berkumpul di dekat kantor PM, mereka meneriakkan slogan-slogan dan menuntut pembubaran pemerintahan pimpinan Siniora.
      Berbagai sumber memperkirakan jumlah para pengunjuk rasa di hari kedua mencapai dua juta orang.
      Para pemimpin sejumlah partai oposisi Lebanon dalam orasinya di depan demonstran menegaskan tuntutan pembubaran pemerintahan Siniora yang dituduh korup dan boneka Barat. Demonstrasi akbar yang digelar sejak hari Jum'at ini diprakarsai oleh kelompok oposisi 8 Maret yang terdiri dari Hezbollah, Gerakan Amal, Partai Gerakan Patriotik Bebas, dan beberapa partai lainnya.
       
      Amr Mousa Imbau Lebanon Tetap Bersatu
      Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Mousa mengungkapkan dukungannya kepada persatuan nasional Lebanon. Di hadapan para wartawan, Amr Mousa mengaku khawatir dengan perkembangan krisis politik di Lebanon sekaligus mengajak para elit politik di negara itu untuk berunding demi mengakhiri krisis dan untuk menjamin kepentingan nasional Lebanon.
      Dengan mengatakan bahwa persatuan dan kemufakatan nasional adalah asas kuat bagi Lebanon, Mousa mengajak seluruh pemimpin dunia Arab untuk membantu menyelesaikan krisis politik di negara itu.
      Amr Mousa dijadwalkan akan berkunjung ke Beirut hari ini untuk bertemu dan mengadakan pembicaraan dengan sejumlah tokoh politik Lebanon.
       
      Hamas Sesalkan Kegagalan Perundingan
      Juru Bicara Gerakan Perjuangan Islam Palestina Hamas Fauzi Barhum mengecam sikap Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang menghentikan perundingan Hamas dan Fatah untuk membentuk pemerintahan persatuan nasional. Dalam wawancara exclusive-nya dengan televisi Al Alam, Fauzi Barhum menyesalkan sikap PLO tersebut dan menyatakan, PLO tidak mewakili bangsa Palestina karena Hamas, Jihad Islam dan sejumlah faksi perjuangan Palestina lainnya tidak menjadi bagian di dalamnya.
      Barhum menambahkan, AS, Uni Eropa, dan Rezim Zionis Israel telah menghukum bangsa Palestina dengan embargo dan memutuskan aliran bantuan kepada bangsa ini hanya karena mereka memberikan suara kepada Hamas dalam pemilu lalu.
       
      Baghdad Berdarah, 91 Orang Tewas
      Rentetan ledakan bom di ibukota Irak Baghdad menewaskan sedikitnya 91 orang. Televisi Al Alam melaporkan, tiga bom mobil Sabtu sore meledak di Baghdad menewaskan 91 orang dan melukai puluhan lainnya. Ledakan beruntun itu juga menghancurkan puluhan rumah, komplek pertokoan dan kendaraan.
      Aksi peledakan yang dilakukan oleh kelompok teroris ini terjadi di Baghdad yang keamanannya berada di bawah kontrol pasukan AS.
      Masih di Baghdad, AFP yang mengutip keterangan polisi Irak melaporkan, lima tentara Irak tewas ketika sekelompok penyerang gelap memberondong mereka dengan senapan hari Sabtu. Insiden penembakan itu terjadi di pos tentara Taji, Baghdad utara. Serangan lain oleh para penembak gelap terjadi Baghdad barat yang menewaskan seorang polisi dan melukai dua lainnya, juga di wilayah Baghdad timur yang menewaskan seorang perwira polisi. Di kota AlKhalis, para teroris menembak mati empat orang. Sementara 15 orang dilaporkan cedera dalam sebuah serangan mortir di barat dan utara Baghdad.
       
      Polisi Temukan 54 Jenazah di Baghdad
      Polisi Irak mengumumkan telah menemukan 54 jenazah di berbagai wilayah kota Baghdad. Kantor berita AFP melaporkan, ke-54 jenazah itu ditemukan dalam 24 jam terakhir. Dari kondisinya terungkap mereka tewas setelah ditembak oleh penyerang tak dikenal. Laporan ini juga menambahkan bahwa di tubuh mayoritas korban terlihat luka bekas siksaan.
      Menurut berbagai pihak, tentara AS terlibat dalam membentuk dan mengkoordinir kelompok teroris yang kian merajalela di Irak.
       
      Luka Parah, Tentara AS Tewas di Irak
      Seorang lagi tentara AS tewas di Irak. Pusat komando militer AS di Irak dalam sebuah pernyataan resmi mengakui tewasnya seorang tentara yang menderita luka parah dalam bentrokan dengan para pejuang di provinsi Al Anbar, Irak barat. Dengan tewasnya tentara AS itu, jumlah korban tewas di pihak militer AS sejak invasi ke Irak Maret 2003 hingga kini tercatat sebanyak 2.884 orang.
      Kesulitan yang dihadapi oleh tentara AS di Irak mencuatkan ketidakpuasan di tengah rakyat negara itu terhadap kebijakan Gedung Putih di Irak.
       
      NATO Kehilangan Helikopter di Afganistan
      Sebuah helikopter milik pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hilang di Afganistan. Demikian dikatakan juru bicara pasukan multinasional di Afganistan (ISAF) seperti dilaporkan kantor berita AFP. Dikatakan bahwa helikopter tersebut hari Sabtu bergerak meninggalkan Kandahar untuk mengirimkan keperluan logistik bagi pasukan ISAF di kota Tirin, provinsi Kut. Menurut keterangan sumber ini, pasukan NATO di Afganistan terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan helikopter tersebut.
       
      Terkait Ledakan Madrid, 4 Polisi Spanyol Ditahan
      Lembaga peradilan Spanyol mengeluarkan perintah penangkapan empat polisi negara itu terkait peledakan bom Madrid tanggal 11 Maret 2004. Koran El Pais terbitan Madrid menulis, keempat oknum polisi tersebut telah ditangkap dan mendekam dalam tahanan. Mereka menghadapi tuduhan penyelundupan narkotika, penyelundupan bahan peledak, penahanan ilegal, penyusunan dakwaan palsu, dan pembeberan dokumen rahasia polisi kepada pers mengenai ledakan bom Madrid.
       
      Jembatan Ambruk, Nyawa 50 Orang Melayang di India
      Sedikitnya 50 orang dikabarkan tewas menyusul insiden ambruknya jembatan layang yang menimpa sebuah kereta api yang sedang berjalan di negara bagian Bihar India. Kantor berita IRNA melaporkan, selain merenggut nyawa 50 orang, insiden ambruknya jembatan tersebut juga melukai 17 orang.
      Berbagai sumber menyebutkan bahwa jembatan layang tersebut sudah rapuh dan tidak lagi digunakan sejak lima tahun lalu.
       
      LINTAS   WARTA
       
       
      Liga Arab dan Krisis Politik Libanon
      Krisis politik di Libanon memaksa Liga Arab untuk menunjukkan kepedulian yang besar kepada negara yang baru diperangi Israel itu. Dalam rangka ini Sekjen Liga Arab Amr Moussa hari ini berkunjung ke Libanon. Sebelum bertolak ke Libanon, di Kairo, Mesir, dia merilis statemen mengkonfirmasikan bahwa Libanon sedang meniti saat-saat yang sangat genting dan karena itu Liga Arab harus menunjukkan kepedulian ekstra.
      Suhu politik Libanon meradang setelah lima menteri Syiah dan satu menteri Kristen keluar dari kabinet Perdana Menteri Fouad Siniora. Kondisi ini lantas memburuk lagi karena pemerintahan Siniora yang dianggap sudah kehilangan legitimasi akibat keluarnya para menteri tersebut mengesahkan rencana pembentukan mahkamah internasional untuk kasus pembunuhan mantan perdana menteri Rafik Hariri.
      Pada puncaknya, pihak oposisi menggerakkan massa di Beirut untuk menghentikan pemerintahan Siniora. Ratusan ribu atau bahkan jutaan massa tumpah ke jalan-jalan dan sebagian diantaranya mengadakan konsentrasi siang malam di depan kantor perdana menteri di Beirut. Teror yang menewaskan Menteri Perindustrian Pierre Gemayel tidak menciutkan oposisi untuk menggelar demontrasi akbar.
      Demo itu hanya tertunda sekian hari setelah tewasnya menteri yang pro pemerintahan Siniora tersebut. Menurut pihak oposisi, teror Gemayel bertujuan menggagalkan demo akbar dan  merupakan konspirasi kotor yang bertujuan mencemarkan citra oposisi. Teror ini bertujuan menggalang kecurigaan terhadap pihak-pihak oposisi agar nyali mereka ciut dan kemudian menggagalkan unjuk rasa skala nasional.
      Sementara itu, di luar Libanon banyak kalangan berusaha membuat opini bahwa gejolak Libanon adalah gejolak persiteruan Sunnah-Syiah. Namun, seperti dinyatakan Direktur Perwakilan TV al-Jazeerah, Ghassan Bin Jaddu, dalam liputannya di gedung perdana menteri Libanon Sabtu malam 2 Desember, gejolak Libanon adalah gejolak politik, bukan konflik antar mazhab atau agama. Buktinya, di kubu oposisi bukan hanya ada Hizbullah yang Syiah, tetapi juga kelompok Sunni dan Kristen.
      Dan kalau hendak ditinjau secara lebih cermat lagi, akan terlihat bahwa benang merah krisis politik Libanon terletak pada pergesekan kubu 14 Maret yang pro campurtangan Barat melawan kubu 8 Maret yang kontra campurtangan Barat. Penolakan oposisi terhadap internasionalisasi pengadilan kasus teror Hariri bukanlah penolakan terhadap pengungkapan para pelakunya, melainkan penolakan terhadap kemungkinan rekayasa Barat. Karena itu, jika Liga Arab memang ingin andil dalam penyelesaikan krisis politik Libanon, organisasi ini harus memahami benang merah itu, apalagi masyarakat Arab jelas-jelas sudah lama tidak dapat mentolerir intervensi Barat, terutama AS, di Timteng.
       
       
       
       
       
      Resolusi Mejalis Umum PBB Terhadap Israel
       
      Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali merilis sejumlah resolusi yang membuat para pejabat Zionis Israel kebakaran jenggot. Resolusi itu disahkan Jumat 1 Desember 2006 dengan 157 suara setuju. Suara yang menentang dan abstein masing-masing hanya  berjumlah tujuh dan 10. Resolusi itu menuntut penarikan pasukan Zionis dari seluruh wilayah pendudukan Palestina dan Dataran Tinggi Golan, Suriah. Majelis Umum PBB juga menyatakan komitmennya kepada semua ketentuan internasional menyangkut Palestina, termasuk menyangkut aspirasi pembentukan negara merdeka Palestina.
       
      Majelis Umum setiap tahun mengeluarkan beberapa resolusi anti pendudukan Israel. Di samping itu, sejak pertama kali berdiri sampai sekarang, PBB sudah mengeluarkan puluhan draf resolusi anti Israel, tetapi selalu diveto oleh AS di Dewan Keamanan. Sedangkan puluhan resolusi lainnya yang sudah disahkan ternyata tidak pernah bisa diimplementasikan. Sebabnya juga sama, yaitu tindakan destruktif AS sehingga puluhan resolusi itu hanya menjadi onggokan arsip.
       
      Ironisme ini membuat khalayak dunia lebih banyak menaruh harapan kepada Majelis Umum PBB dan memandangnya sebagai satu-satunya forum yang dapat merefeleksikan konsensus dan aspirasi dunia menyangkut masalah Palestina. Seperti yang sudah-sudah, resolusi Majelis Umum PBB kali ini juga ditentang dan dikecam oleh keras para penguasa Tel Aviv. Walaupun resolusi itu lebih menyerupai formalitas belaka karena tidak mungkin akan disertai dengan tindakan kongkret, rezim Tel Aviv tetap tak kuasa mendengar berita adanya resolusi baru yang menentang ulah Israel.
       
      Dengan wataknya yang begitu antagonik, sudah pasti tidak ada orang yang mengharapkan Israel akan menyambut resolusi dengan hati dan jiwa yang besar. Sebaliknya, semua orang tahu Israel tidak akan mematuhinya, dan bahwa AS pasti mendukung penuh sikap Israel. Karena itu, mayoritas anggota Majelis Umum selalu menyoal perilaku dan bahkan keabsahan negara Israel.
       
      Dibanding masa-masa sebelumnya, Israel sekarang sudah semakin terpojok di depan masyarakat dunia. Israel semakin sulit melancarkan propaganda untuk menjustifikasi tindakan represifnya. Menariknya, hal ini terjadi justru karena rakyat Palestina dan Libanon semakin resisten di depan Israel.
      Pada prinsipnya, keluarnya resolusi Majelis Umum PBB terhadap Israel adalah sesuatu yang positif. Namun, karena resolusi itu tak pernah disertai dengan tindakan dan aplikasi yang nyata, setiap orang tentu menganggap hal ini sebagai kenyataan buruk yang perlu diatasi dengan membenahi struktur dan undang-undang PBB.


      Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.