Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Transkrip Berita Siaran Jumat Pagi, 1 Desember 2006. Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB)

Expand Messages
  • husaini daud
    Transkrip Berita Siaran Pagi AS dan Israel Terus Berproganda Menekan Proyek Nuklir Iran Upaya dua negara bersekutu, yaitu AS dan Zionis Israel, untuk menekan
    Message 1 of 1 , Dec 1, 2006
       
      Transkrip Berita Siaran Pagi
       
       
       
      AS dan Israel Terus Berproganda Menekan Proyek Nuklir Iran
       
      Upaya dua negara bersekutu, yaitu AS dan Zionis Israel, untuk menekan proyek nuklir sipil Iran masih terus berlangsung. Dalam berbagai kesempatan, para pejabat AS dan Zionis mengemukakan pandangan mereka terkait proyek nuklir Teheran.
       
      Presiden AS, George W. Bush, dalam konferensi persnya di Amman, Jordania, Kamis kemarin, saat sedang membahas instabilitas di Irak, menyinggung proyek nuklir Iran dengan mengatakan bahwa AS lewat kerjasamanya dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat internasional, akan terus melanjutkan upaya penyampaian pesan kepada Iran, bahwa jika Teheran tidak juga menghentikan proyek nuklirnya, negara itu akan dikucilkan dari pergaulan internasional. Bush juga mengklaim secara tidak langsung bahwa saat ini, Iran sedang berhadap-hadapan dengan dunia internasional. Pernyataan Bush itu dikemukakan ketika di antara negara-negara anggota tetap DK PBB plus Jerman sendiri tidak pernah bisa dicapai kesepakatan mengenai sikap yang harus diambil terhadap proyek nuklir Iran.
       
      Sementara itu, Deputi PM Israel, Shimon Peretz, dalam sebuah pidato yang disampaikan di Universitas Yale, AS, menyeru seluruh masyarakat dunia untuk bersama-sama menekan Iran agar negara itu menghentikan proyek nuklirnya. Peretz juga dalam kesempatan itu menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak khawatir dengan kemungkinan opsi serangan militer kepada Iran jika memang hal itu diperlukan guna menghentikan proyek nuklir Teheran.
       
       
      Hezbollah: Demonstrasi Akan Terus Digelar Hingga Siniora Mundur
       
      Demonstrasi akbar menentang pemerintahan Fouad Siniora yang akan digelar hari ini di Beirut akan terus digalang hingga jatuhnya kekuasaan Siniora serta terbentuknya pemerintahan nasional bersatu. Demikian disampaikan Nawar As-Saheli, anggota Parlemen Lebanon yang berasal dari Fraksi Hezbollah, dalam wawancaranya Kamis kemarin dengan Televisi Al-Arabia. Sebagaimana diberitakan sebemumnya, para tokoh politik yang tergabung ke dalam kelompok bernama “8 Maret”, Kamis kemarin menyeru seluruh elemen masyarakat Lebanon agar bergabung dalam aksi demo akbar itu.
       
      Sekjen Hezbollah, Sayid Hasan Nasrallah, dalam keterangannya mengatakan bahwa Siniora telah gagal menjalankan pemerintahan yang mengabdi kepada kepentingan nasional Lebanon. Menurut Nasrallah, setelah berlalu lebih dari satu tahun masa pemerintahannya, Siniora bukan hanya gagal menyelesaikan berbagai permasalahan internal Lebanon, ia bahkan memunculkan berbagai permasalahan baru bagi Lebanon di bidang politik, ekonomi, dan keamanan. Ditegaskannya bahwa semua upaya politik seperti dialog dan lobi-lobi membentur jalan buntu. Untuk itu, pihaknya tidak punya cara lain kecuali mengerahkan massa dalam aksi demo akbar damai hari Jumat.
       
       
      Bush Akan Pertahankan Keberadaan Tentara AS di Irak
       
      Presiden AS, George W. Bush, menyatakan akan tetap menempatkan tentaranya di Irak hingga berakhirnya masa tugas mereka. Hal itu dikemukakannya dalam konferensi pers bersama PM Irak, Nouri Al Maliki, di Amman, Jordania, Kamis kemarin. Tanpa menyebutkan kapan masa berakhirnya tugas tentara AS itu, Bush mengatakan bahwa tentaranya bertugas untuk menegakkan demokrasi di Negeri 1001 Malam itu.
      Saat ditanya para wartawan tentang kontradiksi antara pernyataan para pejabat AS dengan fakta ketidakamanan di Irak, dan juga protes-protes meluas masyarakat internasional terhadap kinerja tentara AS dalam menciptakan keamanan di Irak, Bush malah menuduh Iran sebagai biang ketidakamanan itu dengan mengatakan bahwa Teheran telah mencampuri urusan internal Irak.
       
      Akan tetapi, sebagaimana dilaporkan AFP, PM Nouri Al-Maliki dalam konferensi pers itu langsung membantah pernyataan Bush. Ia mengatakan, “Saya sangat ingin berbicara secara khusus mengenai tuduhan keterlibatan Iran dalam masalah keamanan Irak itu. Tuduhan itu harus didasarkan pada data-data yang valid, bukan hanya didasarkan informasi dan isu yang tidak benar. Dengan negara-negara tetangga, kami memiliki hubungan persahabatan yang baik. Bahkan dalam waktu dekat kami akan bekerja sama dengan mereka dalam rangka mengakhiri krisis yang menimpa negara kami.”
       
      Di bagian lain keterangannya, Al Maliki mengatakan bahwa meskipun menjadi korban perang, Irak tidak akan pernah jatuh ke dalam kekuasaan pihak asing, dan negara ini juga tidak akan menjadi tempat aman bagi kaum teroris.
       
      Sebelum keberangkatannya ke Jordania, Al Maliki secara terang-terangan mengatakan bahwa ia sebenarnya enggan memenuhi undangan ke Amman untuk kemudian bertemu dengan Bush.
       
       
      Terorisme Terus Mengganas di Irak, 20 Orang Tewas
       
      Aksi terorisme masih terus mengganas di Irak. Sepanjang Kamis kemarin, jumlah warga, petugas keamanan, dan pejabat Irak yang tewas dalam berbagai aksi terorisme itu mencapai 20 orang.  Sebagaimana dikutip AFP, sumber-sumber keamanan di Irak memberitakan, ke-20 orang itu tewas dalam aksi-aksi kekerasan di An-Najibiah, Basrah, Al-Yarmuk, Miqdadiah, Al-Mosayyab, dan Distrik A-Hayy di Baghdad. Di antara korban aksi kekerasan itu terdapat nama Wakil Kepala Urusan Waqaf Basrah, Naser Ketani.
       
      Selain berita tentang korban tewas akibat aksi-aksi kekerasan, sumber-sumber Iran juga memberitakan ditemukannya lagi sembilan jenazah tak dikenal di kawasan As-Soweirah, selatan Bagdad.
       
       
      Mantan Ketua Pengadilan Banding Inggris: Bush Penjahat Perang
       
      Seorang praktisi hukum terkenal Inggris, Lord Johan Stein, mengatakan bahwa segala kebijakan konfrontatif yang diambil Presiden AS, George W. Bush terkait berbagai persoalan keamanan dunia sudah cukup sebagai bukti untuk menyebutnya sebagai seorang penjahat perang, dan dengan demikian ia bisa diseret ke pengadilan. Menurut IRNA, hal itu disampaikan Stein di depan sidang tahunan Pusat Pengacara Inggris.
       
      Johan Stein yang juga adalah matan Ketua Pengadilan Banding Inggris, dalam keterangannya menjelaskan, di antara hal-hal yang secara hukum bisa dijadikan landasan untuk menyeret Bush ke pangadilan adalah keberadaan Penjara Guantanamo di Teluk Kuba serta penculikan dan interogasi para penentang kebijakan AS dengan menggunakan penerbangan rahasia para petugas Dinas Rahasia AS (CIA). Kedua hal ini adalah contoh nyata dari pelanggaran terhadap hukum-hukum internasional.
       
       
      Pengadilan Federal: Bush Tidak Berhak Menuduh Siapapun Sebagai Teroris
       
      Pengadilan Federal AS dalam sebuah keputusan pengadilan setebal 45 halaman  menyatakan bahwa sejak saat ini, Presiden Bush tidak berhak menuduh orang atau kelompok tertentu sebagai teroris. Wartawan IRIB melaporkan, dalam keputusan itu dituliskan bahwa argumen yang dikemukakan Bush saat menuduh orang-orang atau kelompok tertentu sebagai teroris sangat lemah sekaligus kabur.
       
      Di bagian lain keputusan pengadilan itu disebutkan juga bahwa laporan yang disampaikan Bush yang dikenal dengan nama “Laporan 24 September” terkait peristiwa teroris 11 September sebagai laporan yang tidak bernilai sekaligus menyalahi logika.
       
       
      Majalah Time Ungkap Sejumlah Kesalahan Fatal Bush di Timteng
       
      Majalah terkemuka AS, Time, dalam laporan terbarunya menurunkan ulasan mengenai sejumlah kesalahan fatal yang dibuat oleh Presiden AS, George W. Bush, dalam masalah Timur Tengah hingga mendorong timbulnya tragedi di kawasan ini. Disebutkan oleh Time, kesalahan-kesalahan fatal Bush itu di antaranya adalah ketidakpedulian terhadap orang-orang Palestina, invasi ke Irak, penilaian yang salah terhadap Iran, serta upaya untuk mendiskreditkan kaum muslimin.
       
      Ditambahkan oleh Time bahwa di saat Bush sedang melakukan lawatannya ke Jordania, sekutu AS di Timur Tengah memiliki kesamaan pendapat bahwa situasi di kawasan ini jauh lebih buruk dibandingkan enam tahun lalu, yaitu sebelum Bush menjadi penguasa di Gedung Putih.
       
       
       
      Transkrip Berita Siaran Kamis Malam, 30 November 2006
       
       
       
      Kelompok 5+1 Susun Draft Resolusi Baru untuk Iran
       
      Berita penyusunan draft resolusi baru anti-Iran oleh sejumlah kelompok 5+1 menjadi topik paling hangat yang diberitakan media massa internasional. Seperti dilansir Kantor Berita Mehr, Koran New York Times edisi Rabu 29 November menulis, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, AS, dan Cina, merilis draft resolusi baru guna mendesak Iran untuk menghentikan seluruh aktivitas nuklirnya. Draft resolusi tersebut dinilai lebih lunak daripada resolusi sebelumnya. Sumber tadi menambahkan, mekanisme penyusunan draft resolusi itu dilakukan sedemikian rupa sehingga menghindari munculnya friksi dalam kelompok 5+1.
       
      Meski belum ada laporan mengenai isi resolusi tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Perancis, Jean Baptist Mattei, dalam konferensi persnya mengatakan, secara keseluruhan isi dari draft resolusi tersebut masih menyangkut program nuklir Iran dan rudal balistik. Mattei menambahkan, draft resolusi itu disusun oleh troika Eropa dan diserahkan kepada Rusia, Cina, dan AS. Meski demikian, ia mengimbau kelompok 5+1 untuk tetap berhati-hati dan resolusi tersebut tidak akan diserahkan kepada Dewan Keamanan PBB sebelum situasi yang cukup kondusif. Berbeda dengan resolusi sebelumnya, troika Eropa berupaya mengakomodasi seluruh pendapat kelompok 5+1 khususnya dari pihak Rusia dan Cina.
       
      Perkembangan lainnya tentang sengketa nuklir Iran adalah laporan Kantor Berita Ria Novosti yang berbasis di Rusia, bahwa kerjasama pengayaan uranium kolektif antara Moskow dan Teheran berjalan sesuai rencana. Ketua Badan Energi Atom Rusia, Sergei Kiriyenko mengatakan, setiap negara berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk kepentingan damai. Di lain pihak, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Muhammad Ali Hosseini, menegaskan bahwa Iran tidak memiliki program nuklir rahasia dan Iran sudah bersikap transparan sesuai ketentuan internasional yang ada. Pernyataan itu dikemukakan Hosseini dalam rangka mengomentari pernyataan Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Muhammad ElBaredei, bahwa masih ada sejumlah masalah dalam program nuklir Iran yang masih belum jelas.
       
       
      Hezbollah Ancam Kerahkan Massa Jika Perundingan Tak Mempan
       
      Anggota senior gerakan Hezbollah Lebanon, Syeikh Hedr Nuruddin menyatakan, warga Lebanon sudah siap menggelar aksi unjuk rasa guna mengulingkan pemerintahan saat ini yang bergantung pada pihak asing. Dalam wawancaranya dengan Televisi Al Alam,  Nuruddin menuding pemerintah Lebanon mengekor kebijakan Barat seraya mengatakan, kelompok oposisi akan menggelar demonstrasi anti-pemerintah di berbagai kota yang akan diikuti ratusan ribu warga.
       
      Ditambahkannya bahwa demonstrasi akbar itu akan diumumkan jika krisis politik negara ini tidak dapat diselesaikan melalui perundingan.
       
      Sementara itu, Ketua Gerakan Kebebasan Patriotik Kristen Lebanon yang beraliansi dengan Hezbollah, Michelle Aoun, kemarin malam menyatakan, demonstrasi itu tidak akan digelar hingga dua hari mendatang sampai adanya perundingan damai yang diharapkan dapat menyelesaikan krisis politik Lebanon.
       
       
      Militer Lebanon Kerahkan Pasukan Menjelang Demonstrasi
       
      Panglima Militer Lebanon, Michelle Sulaiman, menekankan pentingnya upaya menjaga stabilitas dan keamanan negara. Sebagaimana dilaporkan wartawan IRIB, Sulaiman juga menyiagakan seluruh personilnya untuk menjaga keamanan dan kebebasan negara. Menurutnya, kondisi saat ini di Lebanon menyerupai situasi pada masa perang saudara tahun 1975. Saat ini tentara Lebanon telah disiagakan di berbagai kota untuk mengantisipasi munculnya kerusuhan pada saat digelarnya aksi demonstrasi warga dalam rangka menentang pemerintahan PM Lebanon, Fuad Siniora.
       
       
      Rice Adakan Pertemuan dengan Olmert dan Abbas
       
      Bersamaan dengan kunjungan Presiden AS George W. Bush, ke Jordania, Menlu AS, Condolezza Rice, juga mengadakan pertemuan dengan pejabat Palestina dan Israel. Associated Press melaporkan,  pertemuan Rice dengan PM Israel, Ehud Olmert, dan Pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, akan dilakukan secara terpisah masing-masing di Baitul Maqdis dan Jericho.
       
      Menurut keterangan para pejabat tinggi AS, kunjungan Rice itu bertujuan untuk memulai kembali perundingan damai antara Palestina dan Israel. Penasehat Menlu AS, David Satterfield mengatakan, Palestina harus membentuk pemerintahan yang dapat berinteraksi dan mengakui Rezim Zionis Israel. Sebab itu, AS berharap Mahmoud Abbas dapat merealisasikannya tanpa kehadiran Gerakah Perjuangan Islam Palestina (Hamas).
       
       
      Warga AS Khawatrikan Gangguan Mental Para Veteran Perang Irak
       
      Jumlah tentara AS di luar negeri yang menderita berbagai macam gangguan mental meningkat tajam. Sejumlah media massa AS menyebutkan, tercatat 65 ribu tentara AS yang bertugas di luar negeri menderita gangguan mental. Angka ini terus meningkat bersamaan dengan meningkatnya jumlah tentara AS yang tewas di Irak dan Afghanistan. Data yang ada menyebutkan, para serdadu AS yang dipulangkan dari tempat tugas mereka di luar negeri itu karena gangguan jiwa, juga menyebabkan gangguan mental di tengah warga AS.
       
      Televisi Fox News melaporkan, selain puluhan ribu tentara AS yang menderita depresi, terdapat data-data lain yang cukup mengkhawatirkan. 35 ribu tentara AS dinyatakan menderita penyakit pernafasan, 56 ribu personil bermasalah dengan pencernaan, 25 ribu terjangkit penyakit kulit, dan 25 ribu personil lainnya menderita penyakit jantung. Televisi NBC juga melaporkan bahwa para anak dari 16 ribu perempuan yang bekerja di militer AS, menderita gangguan mental. Laporan lainnya menyebutkan, lebih dari 10 ribu tentara AS penentang perang Irak dan Afghanistan melakukan desersi dan lebih dari 1.000 di antaranya mengambil suaka di Kanada. Adapun sisanya masih belum diketahui nasib mereka.
       
      Jurnal medis Inggris, The Lancet mengkonfirmasikan bahwa sampai saat ini, pemerintah Inggris telah memberikan layanan rehabilitasi mental kepada lebih dari 2.000 personil militer negara ini yang bertugas di Irak. Kementerian Pertahanan AS dan Inggris menginstruksikan para pejabat tinggi dan dokter militer masing-masing untuk mencari solusi guna mencegah meningkatnya aksi desersi dan angka penderita gangguan mental.
       
       
      Bebaskan Satu Menteri, Israel Tangkap 43 Warga Palestina
       
      Rezim Zionis Israel membebaskan Manteri Perumahan dan Kerja Palestina, Abdurrahman Zaidan. Seperti dilaporkan Kantor Berita Jerman DPA, Zaidan diculik oleh para serdadu Zionis dari rumahnya dan kemarin dibebaskan dengan alasan tidak terbukti bersalah. Sumber-sumber pemerintahan Palestina melaporkan, menyusul pembebasan Zaidan, pasukan Zionis hari ini menyerang kota Jenin, Nablus, Bethlehem, Ramallah, dan Al-Khalil, di Tepi Barat Sungai Jordan.
       
      Dalam serangan tersebut tentara Israel menangkap sembilan warga Palestina dungan tuduhan telah bekerjasama dengan kelompok perjuangan. Dengan demikian, jumlah warga Palestina yang ditangkap serdadu Zionis dalam 24 jam terakhir, mencapai 43 orang.
       
       
      Carter: Para Politisi AS Takkan Berani Kritik Israel
       
      Mantan Presiden AS, Jimmy Carter menyatakan, para pejabat tinggi AS tidak akan berani mengkritik atau menasehati Israel meskipun dalam mimpi. Carter dalam wawancaranya dengan sebuah jurnal terbitan Italia mengatakan, tidak ada seorang anggota Kongres AS pun yang bermimpi dapat berbicara soal penarikan mundur pasukan Israel dari wilayah Palestina atau tentang perubahan kebijakan Tel Aviv terhadap pemerintah Otorita. Menurutnya, tak perlu diragukan lagi bahwa di AS tidak ada kritikan atau ungkapan kebencian terhadap Israel.
       
      Menyinggung pengaruh lobi Zionis dalam politik luar negeri AS, Jimmy Carter mengatakan, untuk merealisasikan tujuannya, para lobi Zionis menekan para anggota Kongres. Carter menilai kebijakan Israel di Palestina tidak akan membantu mewujudkan perdamaian di kawasan.
       
       
      Cina, Korut, AS, Sepakat Mulai Perundingan Segi Enam Secepatnya
       
      Cina, Korea Utara, dan AS, sepakat untuk memulai Perundingan Segi Enam krisis nuklir Semenanjung Korea secepatnya. Kantor Berita Xinhua melaporkan, kesepakatan tersebut diambil kemarin malam oleh para delegasi perunding Cina, Korut, dan AS. Laporan lainnya menyebutkan, Korut menyatakan akan konsisten terhadap program perlucutan senjata destruksi massal dengan syarat AS menghentikan kebijakan unilateralnya terhadap Pyong Yang.
       
      Delegasi perunding Korut, Kim Ki Gwan, dalam wawancaranya dengan Kantor Berita Yunhap menyatakan, negaranya siap melaksanakan ketentuan dalam deklarasi 19 September 2005. Dalam deklarasi itu disebutkan Korut harus menghentikan aktivitas nuklir militernya dan sebagai imbalannya Pyong Yang akan mendapatkan jaminan keamanan. Syarat lain yang dikemukakan Korut adalah pencabutan embargo ekonomi oleh AS.
       
      Menyusul kesepakatan tersebut, delegasi perunding AS, Christoper Hill, menyatakan optimismenya terhadap dimulainya Perundingan Segi Enam pada bulan Desember mendatang.
       
       
      Jepang Klaim Memiliki Teknologi Pembuatan Senjata Nuklir
       
      Jepang menyatakan memiliki teknologi produksi senjata nuklir dan UU negara ini tidak melarang kepemilikan jenis senjata tersebut. Associated Press melaporkan, Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Aso, kemarin di depan para anggota parlemen mengatakan, teknologi produksi senjata destruksi massal sudah dimiliki namun untuk sementara ini Tokyo tidak berniat memproduksi senjata tersebut. Jepang merupakan korban bom atom yang dijatuhkan pesawat bomber AS pada era Perang Dunia Kedua.
       
      Islamic Republic of Iran Broadcasting


      Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.