Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN......

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    http://www.dataphone.se/~ahmad ahmad@dataphone.se Stockholm, 1 Oktober 2006. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr wbr. ORANG YANG MENCOBA MELIHAT
    Message 1 of 1 , Oct 1, 2006
    • 0 Attachment
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...

      Stockholm, 1 Oktober 2006.

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.


      ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN AHMAD SUDIRMAN
      DARI SUDUT ROMATOR.
      Ahmad Sudirman
      Stockholm - SWEDIA.


      SEDIKIT MENGUPAS ORANG YANG MENCOBA MELIHAT KEDUDUKAN GAM DIHUBUNGKAN DENGAN
      AHMAD SUDIRMAN DARI SUDUT ROMATOR.

      “Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman
      itu tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan,
      maka kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi
      keselamatan perjuangan. Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya
      paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada
      persoalan peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan,
      dimana kami tidak bisa kompromi sama sekali. Setelah tidak ada hubungan
      dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai mempropagandakan solusi otonomi untuk
      Aceh tetapi saya tidak pernah membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar,
      dan selama ia tidak mengganggu jalannya perjuangan kami. Tetapi setelah dia
      menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan
      mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai
      dikait2kan.” (Yusuf Daud, norsborg_sweden@... , 83.251.20.204, 30
      september 2006 23:34:41)

      Terimakasih saudara Yusuf Daud alias saudara Paya Bujok di ROMATOR AB
      [62.95.3.43] Mekanisk verkstad, Bandhagen, Stockholm, Swedia.

      Setelah membaca pernyataan yang disampaikan oleh saudara Yusuf Daud kepada
      saudara Muhammad al Qubra yang didalamnya menyinggung Ahmad Sudirman,
      ternyata ditemukan beberapa masalah yang perlu diluruskan demi kebenaran
      jalannya jalur hasil cerita yang dipaparkan oleh saudara Yusuf Daud
      tersebut.

      Dimana saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa Ahmad Sudirman “menyusup ke dalam
      kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM mainstream” dan mulailah ia
      membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama saya pun mulai dikait2kan.”

      Nah, dari apa yang dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud tersebut adalah penuh
      dengan hasil dorongan subjektifitasnya saja. Mengapa ?

      Karena, kalau Ahmad Sudirman telah menggali, mempelajari, mendalami,
      menganalisa dan menyimpulkan sejarah Acheh dihubungkan dengan jalur proses
      pertumbuhan dan perkembangan RI, kemudian dengan dasar fakta dan bukti
      pengetahuan dan sejarah tersebut Ahmad Sudirman menyatakan sikap penyokongan
      dan pendukungan penuh kepada perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan
      Muhammad di Tiro, maka sikap dan tindakan politik Ahmad Sudirman tersebut
      adalah bukan sikap dan tindakan politik penyusupan kedalam GAM yang dipimpin
      oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Selanjutnya pimpinan tinggi GAM dibawah
      pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah mengetahui dari sejak pertama
      kali mereka menginjakkan kakinya di bumi Swedia. Pimpinan tinggi GAM
      mengenal siapa Ahmad Sudirman dan Ahmad Sudirman juga mengenal siapa mereka.

      Jadi, kalau dukungan dan sokongan penuh Ahmad Sudirman yang diberikan kepada
      pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya itu
      adalah bukan merupakan sikap dan tindakan Ahmad Sudirman yang ”menyusup ke
      dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah GAM mainstream” seperti yang
      dikemukakan oleh saudara Yusuf Daud, melainkan sikap dan tindakan politik
      yang terbuka secara umum dari pihak Ahmad Sudirman.

      Nah, kalau dari pihak saudara Yusuf Daud cs merasa dan berpikir bahwa dengan
      adanya sikap dan tindakan politik penyokongan penuh dari Ahmad Sudirman
      kepada pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dianggap
      sebagai suatu usaha penyusupan kedalam kelompok GAM, maka perasaan dan
      pikiran saudara Yusuf Daud cs itu masih berada ditingkat kulit-politik-nya
      saja.

      Kemudian, saudara Yusuf Daud menyatakan bahwa ”setelah terjadi beberapa
      “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu tidak seperti yang di sangka2,
      tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka kami memutuskan untuk tidak
      berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan perjuangan. Peristiwa2 yang
      saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan disini, kecuali Ahmad Sudirman
      sendiri menghendakinya.”.

      Nah, kalau memang ada beberapa ”peristiwa” penting seperti yang disebutkan
      oleh saudara Yusuf Daud yang dijadikan alasan untuk memutuskan hubungan
      Yusuf Daud cs dengan pihak Ahmad Sudirman, maka dipersilahkan untuk
      dikemukakan dengan jelas dan terperinci di mimbar bebas ini agar supaya bisa
      diklarifikasikan kebenaran ”peristiwa” penting tersebut dan agar supaya para
      pembaca di mimbar bebas ini mengetahui secara jelas dan benar.

      Seterusnya, saudara Yusuf Daud menuliskan: ”Ahmad Sudirman mulai
      mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah
      membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu
      jalannya perjuangan kami.”

      Nah, apa yang ditulis oleh saudara Yusuf Daud itu adalah diambil dari hasil
      analisa saudara Usman Harun di Jorpeland, Rogaland, Norway yang telah
      dijawab oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan ”Mereka hanya menafsirkan
      tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja” (
      http://www.dataphone.se/~ahmad/060815.htm ). Dimana dasar pemikiran yang
      menjadi pernyataan saudara Yusuf Daud tersebut juga adalah setelah ia
      membaca tulisan Ahmad Sudirman tentang ”Penyelesaian Aceh ditinjau dari UUM”
      ( http://www.dataphone.se/~ahmad/990728.htm ) yang ditulis 7 tahun yang
      lalu. Dan Ahmad Sudirman telah memberikan tanggapan dan jawaban atas hasil
      pemikiran saudara Yusuf daud tersebut dalam tulisan ”Mereka hanya
      menafsirkan tulisan-tulisan Ahmad Sudirman ditingkat kulitnya saja”.

      Selanjutnya, memang pada tahun 1990-an beberapa kali Ahmad Sudirman diundang
      oleh pihak Yusuf Daud cs untuk datang menghadiri ”maulid Nabi atau pertemuan
      dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi”. Ahmad Sudirman datang menghadiri
      acara-acara tersebut adalah sebagai tamu dan pendengar saja, walaupun
      sekali-kali ada sedikit pembicaraan dan sedikit diskusi, tetapi tidak ada
      yang istimewa dalam pertemuan atau acara tersebut.

      Kemudian, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan tentang pernyataan yang
      disampaikan oleh pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka itu
      bukan berarti Ahmad Sudirman memulai ”perang” terhadap pihak Yusuf Daud cs,
      melainkan Ahmad Sudirman memberikan tanggapan berdasarkan hasil galian,
      pemahaman, analisa dan kesimpulan Ahmad Sudirman tentang pernyataan PERMAS
      dan Komite Free Acheh Democratic.

      Nah kalau pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic menganggap bahwa
      tanggapan Ahmad Sudirman tersebut bertentangan dengan garis politik dari
      pihak PERMAS dan Komite Free Acheh Democratic, maka dipersilahkan untuk
      membantahnya secara jelas dan terbuka agar supaya bangsa dan semua rakyat
      Acheh mengetahui secara gamblang dan benar.

      Ahmad Sudirman sangat senang sekali kalau ada dari pihak PERMAS dan Komite
      Free Acheh Democratic yang memberikan tanggapannya secara terbuka atas apa
      yang disampaikan oleh Ahmad Sudirman tersebut. Jadi, dalam masalah diskusi
      dan perdebatan yang terbuka ini adalah bukan dengan tujuan saling memusuhi,
      melainkan untuk mencari titik-titik yang bisa dijadikan garis lurus bersama.
      Tetapi, kalau pihak saudara Yusuf Daud menganggap bahwa tanggapan yang
      disampaikan oleh Ahmad Sudirman itu sebagai suatu sikap ke arah ”perang”,
      maka anggapan tersebut adalah anggapan yang dangkal dan sempit saja.

      Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman menulis seperti yang dinyatakan oleh
      saudara Yusuf Daud bahwa "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi
      permas "akan dijerat" adalah itu bukan suatu ancaman, melainkan kalau ada
      pihak yang menulis secara terbuka yang isinya fitnah dan penghinaan pribadi,
      misalnya seperti yang ditulis oleh Paya Bujok bahwa Ahmad Sudirman mengambil
      binik orang, Ahmad Sudirman kawin dengan janda tua, Ahmad Sudirman mencuri
      data dari komputer punya orang, maka tindakan orang tersebut adalah tindakan
      pidana penghinaan dan fitnah pribadi (bukan politik) yang bisa dijerat oleh
      pihak yang berwenang di Swedia. Kemudian soal PERMAS, kalau memang
      organisasi ini tidak didaftarkan secara resmi sebagai organisasi politik dan
      diakui resmi sebagai organisasi yang berasas dan bertujuan politik, kemudian
      dipakai alat untuk tindakan dan perjuangan politik yang melibatkan negara
      lain, maka sudah pasti akan terkena jeratan hukum di negara tersebut,
      misalnya di Swedia.

      Seterusnya soal MoU Helsinki. Ahmad Sudirman mendukung perjanjian yang
      dijalankan oleh pihak GAM dan pemerintah RI yang dituangkan dalam MoU
      Helsinki 15 Agustus 2005. Dimana MoU tersebut menurut Ahmad Sudirman adalah
      sebagai salah satu alat bagi pihak GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan
      Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk mencapai tujuan penentuan nasib sendiri.

      Nah, kalau saudara Yusuf Daud cs bersama PERMAS dan Komite Free Acheh
      Democratic tidak menerima MoU Helsinki, maka itu adalah hak politik saudara
      Yusuf Daud cs. Tidak ada paksaan dalam hal ini. Lagi pula saudara Yusuf Daud
      dan PERMAS serta Komite Free Acheh Democratic tidak ada memiliki hubungan
      secara lembaga atau institusi politik dengan GAM dibawah pimpinan Teungku
      Hasan Muhammad di Tiro. Saudara Yusuf Daud cs secara kelembagaan politik
      adalah berada diluar GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

      Jadi kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan terhadap mereka yang
      menentang MoU Helsinki, maka itu bukan berarti Ahmad Sudirman
      ”menjahannamkan secara agresif siapa saja, siapa saja, yang tidak sesuai
      dengan pikirannya atau mengkritisi MoU” seperti yang ditulis oleh saudara
      Yusuf Daud, melainkan tanggapan Ahmad Sudirman itu adalah merupakan
      tanggapan politik dan hukum dilihat dari sudut isi MoU Helsinki hasil
      kesepakatan politik antara pihak GAM dan pemerintah RI.

      Selanjutnya lagi, kalau Ahmad Sudirman menyatakan bahwa saudara Yusuf Daud
      adalah secara fakta dan bukti hukum pengguna nama Paya Bujok dengan email
      bujok_paya@... adalah memang benar secara hukum karena ada bukti
      hukumnya. Jadi, dalam hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi atau dibantah
      lagi. Hanya yang masih perlu pembuktian adalah masih adanya orang selain
      dari saudara Yusuf Daud yang memakai nama Paya Bujok dan email
      bujok_paya@... dengan password yang sama untuk dipakai menyebarkan
      tulisan-tulisan yang isinya tidak senonoh, seperti saudara Paya Bujok
      Telianet [195.252.42.4] dan terakhir ini saudara Paya Bujok Verizon
      [68.237.19.134]. Dimana ketiga orang ini tidak akan mungkin bisa membaca
      emailnya lewat Yahoo.com kalau mereka bertiga tidak memiliki password yang
      sama, karena mereka bertiga memiliki email adres yang sama yaitu
      bujok_paya@... yang hanya bisa diterima, dibuka dan dibaca melalui
      Yahoo.com yang diperlukan password dan username yang sama. Dan mereka yang
      memakai nama Paya Pujok dan email bujok_paya@... yang isinya penuh
      fitnah dan penghinaan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik
      dan hukum. Dimana fitnah dan penghinaan pribadi inilah yang bisa dijerat
      oleh hukum di Swedia. Bukan masalah perbedaan pandangan atau pikiran politik
      yang bisa dijerat oleh hukum di Swedia, melainkan adanya fitnah dan
      penghinaan pribadi yang bisa divonis hukum dalam pengadilan di Swedia.

      Kalau dalam tulisan sebelumnya pernah disinggung saudara Yahya dan saudara
      Anwar yang menurut saudara Yusuf Daud adalah keduanya adik ipar saudara
      Yusuf Daud, maka dipersilahkan kepada saudara Yahya dan saudara Anwar dengan
      terbuka menyatakan diri bahwa tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan
      memakai email bujok_paya@... . Dan pernyataan ini pernah Ahmad
      Sudirman juga kemukakan dalam tulisan sebelum ini, tetapi sampai detik
      sekarang ini tidak pernah ada tanggapan dan jawaban yang jelas dan pasti
      dari saudara Yahya dan Anwar ini kepada pihak Ahmad Sudirman. Kalau memang
      mereka berdua tidak pernah memakai nama Paya Bujok dan email
      bujok_paya@... , maka tidak perlu mereka takut untuk menyatakan secara
      terbuka di mimbar bebas ini. Misalnya contohnya saudara Yusuf Daud yang
      telah menyatakan dirinya secara terbuka bahwa ia adalah pemakai nama Paya
      Bujok dan pengguna email bujok_paya@... .

      Terakhir, dengan telah diluruskannya apa yang telah disampaikan oleh sadara
      Yusuf Daud tersebut, diharapkan para pembaca di mimbar bebas ini memperoleh
      gambaran yang jelas dan terang dimana kedudukan Ahmad Sudirman dan dimana
      kedudukan saudara Yusuf Daud. Sehingga akan memberikan gambaran yang jelas
      tentang perjuangan GAM dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro
      dikaitkan dengan pihak Ahmad Sudirman dan pihak saudara Yusuf Daud serta
      pihak PERMAS juga Komite Free Acheh Democratic.

      Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
      ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
      untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
      Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
      di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

      Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
      memohon petunjuk, amin *.*

      Wassalam.

      Ahmad Sudirman

      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...
      ----------

      Received: from [83.251.20.204] by web26710.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Sat,
      30 Sep 2006 23:34:41 CEST
      Fran: Yusuf Daud norsborg_sweden@...
      Svarsadress: Lantak@yahoogroups.com
      Skickat: den 30 september 2006 23:34:41
      Till: acsa@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com, wafo@yahoogroups.com,
      IACSF@yahoogroups.com, Lantak@yahoogroups.com
      Amne: [Lantak] SV: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

      Muhammad al qubra atau Husaini Daud?

      Saya tidak tahu kalau Husaini sudah pernah berjumpa dengan Ahmad Sudirman
      atau kenal dengan tulisan2 via emailnya saja.

      Saya kenal baik dengan Ahmad Sudirman dan isterinya, pernah ke rumah saya,
      pernah kami undang ke Menasah Aceh beberapa kali ketika ada kenduri2 maulid
      Nabi atau pertemuan dengan orang2 Melayu Pattani dan Sulawesi. Saya kenal
      juga beberapa kawan Ahmad Sudirman yang se ide dengan nya, dimana menurut
      mereka indonesia merupakan sebuah negara Islam yang terbesar di dunia, dan…
      memecah belah indonesia itu sama dengan menghancurkan Islam - lebih kurang
      seperti yang ditulis Ahmad Sudirman dalam homepage nya.

      Tetapi setelah terjadi beberapa “peristiwa” penting bahwa Ahmad Sudirman itu
      tidak seperti yang di sangka2, tidak bisa dipercayai dalam perjuangan, maka
      kami memutuskan untuk tidak berhubungan dengan nya lagi demi keselamatan
      perjuangan. Peristiwa2 yang saya sebut diatas tidak perlu saya paparkan
      disini, kecuali Ahmad Sudirman sendiri menghendakinya. Tidak ada persoalan
      peribadi dengan beliau itu, semuanya berkisar dengan perjuangan, dimana kami
      tidak bisa kompromi sama sekali.

      Setelah tidak ada hubungan dengan kami lagi, Ahmad Sudirman mulai
      mempropagandakan solusi otonomi untuk Aceh tetapi saya tidak pernah
      membantahnya, itu hak dia sebagai orang luar, dan selama ia tidak mengganggu
      jalannya perjuangan kami.

      Tetapi setelah dia menyusup ke dalam kelompok GAM satu lagi, katakanlah ”GAM
      mainstream” dan mulailah ia membobardir kami dengan tulisan2 nya dan nama
      saya pun mulai dikait2kan.

      Kamu Husaini harus ingat, Ahmad Sudirman yang memulai "perang" ini,
      mengcounter tulisan2 pribadi kami, termasuk pernyataan2 PERMAS dan Komite
      Free Acheh Democratic, yang orang Aceh sendiri yang berseberangan dengan
      kami jarang membantahnya; Ahmad Sudirman yang mula2 dan berkali kali
      menggunakan kata2 "polisi Swedia akan meringkus mereka", organisasi permas
      "akan dijerat" dls sebelum orang lain menggunakan kata2 yang sama; dan dalam
      kaitan dengan MoU, Ahmad Sudirman yang sering menjahannamkan secara agresif
      siapa saja, siapa saja, yang tidak sesuai dengan pikirannya atau
      mengkritisi MoU.

      Secara pribadi saya tidak pernah berdiskusi dengan Ahmad Sudirman, sebab
      tidak ada yang bisa didiskusikan. Kadang2 ketika nama saya terus dibawa
      bawa, sejumlah email dikatakan milik saya, dan tulisan2 yang dibawah
      standard dikatakan saya berada dibelakangnya, maka perlu diluruskan dan
      diklarifikasikan.

      Sekarang Ahmad Sudirman sudah tahu bahwa email paya_bujok pernah saya pakai
      atau mungkin saya sendiri pemilik email paya_bujok yang sekarang dipakai
      orang lain? Ini kita serahkan kepadan Ahmad Sudirman untuk menyelidiknya.

      Kamu jangan terburu-buru menuduh orang tanpa bukti. Untuk menghadapi Ahmad
      Sudirman saya cukup bukti dan argumen, tidak harus memaki-maki, apa lagi
      mengancam. Kamu Husaini tidak akan bisa membuktikan kalau saya, Yusuf Daud,
      pernah mengancam orang. Tapi saya bisa membuktikan yang Ustaz kamu telah
      berkali kali mengancam saya. Kalau kamu memang orang yang jeli,….. lihat,
      teliti dan pelajari percakapan email saya (bukan diskusi) dengan Ahmad
      Sudirman dalam seminggu ini. Apa yang terjadi???

      Semua orang yang normal dan tidak buta bisa melihat bahwa Ahmad Sudirman
      menuduh dan bertubi tubi mengancam saya untuk dipengadilankan. Reaksi saya:
      silakan, paparkan buktinya – itu saja, bukan? Sekali sekali saya tegur kalau
      saya lihat Ahmad Sudirman sudah ngaur dan salah tebak, apa lagi bulan puasa:
      email dari Amerika dibilang dari ”Fittja-Norsborg”, orang2 yang tidak pernah
      tinggal di Stockholm pun dibilang dari ”Fittja-Norsborg” dst. Husaini, siapa
      yang harus tobat dibulan suci ini???

      Husaini, baca baik baik tulisan Ahmad Sudirman yang dikirim tiga hari yang
      lalu: begitu optimis dan meyakinkan, bukan?
      “...artinya (email bujok_paya) bukan hanya dipakai oleh saudara Yusuf Daud,
      tetapi juga oleh sindikat atau bisa juga disebut keluarga dekat saudara
      Yusuf Daud seperti saudara Anwar dan saudara Yahya.Jadi, ketika saudara
      Yusuf Daud sedang sibuk bekerja di perusahaan mekanik ROMATOR AB yang
      terletak di sekitar daerah Bandhagen, Sockholm, maka saudara Yusuf Daud cs
      seperti saudara Anwar dan saudara Yahya siap memakai email
      bujok_paya@... dengan menyambungkan internetnya ke server Telianet
      untuk bermain di sekitar PPDI dan di arena International Aceh Civil Society
      Forum”

      Kenapa Ahmad Sudirman memilih kedua adik ipar saya sebagai korbannya dan
      dimulutnya selalu dimuntahkan kata2 ”Fittja-Norsborg” walaupun email2
      tersebut bukan dari Norsborg dan walaupun orang2 yang berkenaan tidak pernah
      tinggal di Norsborg? Ini terpulang kepada pembaca untuk menafsir sendiri.
      Tapi sayang dan kasihan juga………….
      Bulan puasa, bulan suci Ramadhan, Ahmad Sudirman (Ustaz? Na’uzubillah min
      zaalik) sanggup menuduh tanpa bukti dan memfitnah orang begitu saja. Dan
      selalu menggunakan nama Allah, Bismillah...., Assalamualaikum...dan
      mengakhiri dengan memohon doa kepada Allah? Sampai2 nama Allah pun sanggup
      dimonopoli untuk menipu para pembaca….
      Husaini, siapa yang harus bertobat sekarang???
      Siapa2 yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Ahmad Sudirman,
      silakan kirim emailnya kepada saya. Mungkin masih ada tiga-empat hari lagi,
      setelah itu layanan untuk Ahmad Sudirman saya tutup buat sementara waktu.

      Mudah2an dengan sedikit penjelasan ini bisa terbuka mata mu dalam melihat
      fakta dan kebenaran.
      ----------

      Received: from [83.108.160.68] by web86906.mail.ukl.yahoo.com via HTTP; Fri,
      29 Sep 2006 21:23:17 CEST
      Fran: Muhammad al qubra acheh_karbala@...
      Svarsadress: IACSF@yahoogroups.com
      Skickat: den 29 september 2006 21:23:17
      Till: IACSF@yahoogroups.com, Lantak@yahoogroups.com
      Amne: [IACSF] ANTARA YUSUF DAUD DAN PAYA BUJOK

      Dicatatan harian saya ada beberapa email yang saya palang tidak layak untuk
      kita layani yaitu atas nama Paya Bujok, Tgk Maad, Darwis Jiniep dan
      email-email dari Tarmizi alias Puteh sarong yang puluhan banyaknya dan
      demikian juga yang lain sebagainya. Email-email ini kerap kali menggunakan
      bahasa yang sangat tidak pantas. Kali ini saya benar-benar tersentak ketika
      ada keterangan bahwa email atas nama Paya Bujok itu tidak lain Yusuf Daud
      Sendiri. Sebab saya lihat sebelumnya Yusuf Daud ini agak sopan, namun
      belakangan ini ketika berdiskusi dengan Ustaz Ahmad Sudirman ternyata juga
      menggunakan bahasa yang lazim digunakan Paya Bujok.

      Wahai Tuan Yusuf Daud sebaiknya anda bertaubat sajalah mulai bulan Ramadhan
      ini. Sesungguhnya Allah senantiasa melihat tingkah laku kita. Kita mungkin
      saja menyembunyikan nama untuk mencela orang lain buat sementara waktu,
      namun suatu saat pasti kita kan mendapat balasannya. Kemudian kita takperlu
      mengancam orang lain, Malaikat Maut saja tak pernak mengancam orang yang
      memiliki kuasa (semoga Allah mengampuni saya dari berkata seperti ini).
      Kenapa kita tidak mengambil pelajaran pada hal yang demikian?

      Saya melihat baru-baru ini ada orang yang dulunya menuduh yang bukan-bukan
      terhadap Ustaz Ahmad Sudirman, malah sekarang itu orang sudah mulai pada
      memujinya. Mudah-mudahan itu orang benar-benar sudah insaf dari
      kesalahannya. Semoga Allah melindungi hambanya yang mau bertaubat serta
      takut kepadaNya. Aamin ya Rabbal 'aalamin,-

      Muhammad Al Qubra.
      ----------
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.