Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Megawati dengan 4 tujuan ke Aceh

Expand Messages
  • Ambon
    Suara Karya Presiden Ke Aceh Dengan 4 Tujuan Kamis, 6 September 2001 JAKARTA (Suara Karya): Kunjungan Presiden Megawati ke Aceh menetapkan 4 tujuan. Oleh
    Message 1 of 1 , Sep 5, 2001
    • 0 Attachment
      Suara Karya
      Presiden Ke Aceh Dengan 4 Tujuan
      Kamis, 6 September 2001


      JAKARTA (Suara Karya): Kunjungan Presiden Megawati ke Aceh menetapkan 4 tujuan. Oleh karena itu Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada masyarakat untuk memahami tujuan kunjungan presiden ke Aceh tanggal 8 September mendatang.

          "Jangan terkecoh dengan komentar yang menyangkut tempat, lamanya kunjungan di Aceh, dan dengan siapa presiden bertemu. Tapi harus pahami betul empat tujuan ini," pintanya usai bertemu presiden di Istana Merdeka, kemarin.

          Sebab, kunjungan presiden kali ini bukan satu-satunya kunjungan dan bukan satu-satunya forum untuk membahas soal Aceh. Ada empat hal yang melatarbelakangi keberangkatan presiden ke Aceh. Pertama, presiden ingin mendapatkan gambaran yang pasti tentang perkembangan di Aceh. "Beliau mengharapkan laporan gubernur tentang implementasi Inpres No 4/2001, khususnya aspek diluar keamanan seperti politik, ekonomi, sosial, hukum, dan komunikasi," tambahnya. Presiden juga mengharapkan laporan pimpinan kepolisian dan TNI yang berada di Aceh."Dari laporan komperhensif itu diharapkan presiden dapat memahami benar apa yang sudah dicapai dan belum, serta tantangan dan hambatan dalam implementasi Inpres No 4," ucapnya.

          Kedua, untuk menyampaikan kebijakan pemerintah pusat kepada masyarakat Aceh sehubungan diberlakukan UU Nanggroe Aceh Darusalam. Selain itu juga akan dijelaskan tentang penyelesaian, penyempurnaan serta revisi Inpres No 4 sesuai dengan hasil evaluasi pemerintah pusat, dan pemerintah daerah maupun rekomendasi dari masyarakat Aceh.

          Tujuan ketiga, melakukan silaturahmi dan berdialog langsung dengan masyarakat Aceh."Presiden akan mendengarkan rekomendasi, harapan, saran bahkan kritik dari masyarakat Aceh sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian masalah Aceh," jelas Bambang.

          Keempat, presiden akan memberikan arahan-arahan kepada gubernur dan unsur TNI/Polri yang ada di Aceh sehingga diperoleh cara penyelesaian masalah Aceh yang lebih efektif.

          Menyinggung teknis pengamanan yang akan dilakukan, Kapolri Jendral Pol Suroyo Bimantoro mengatakan seperti biasanya pihaknya akan bersikap tegas jika ada gerombolan yang coba-coba mengacaukan rencana kedatangan presiden ke Aceh." Artinya, kalau gerombolan bersenjata yang coba mengacau, ya kita hadapi dengan senjata," ucapnya usai bertemu presiden, kemarin.

          Mekanismenya sendiri menurut Bimantoro akan dilakukan oleh tim gabungan dari TNI dan Polri. Namun sejauh ini tidak akan ada penambahan jumlah pasukan."Kita akan antisipasi semua kemungkinan berkaitan dengan kunjungan tersebut," tambahnya.

          Selama ini pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp 400 miliar untuk anggaran pendidikan di Aceh, tetapi akibat faktor keamanan yang belum kondusif di sebagian daerah itu, maka sampai sekarang penyerapan dana tersebut baru mencapai 20 persen.

          Menko Kesra HM Yusuf Kalla di Jakarta, Rabu (5/9) mentakan, apa pun yang akan dikerjakan di Aceh akan sangat tergantung pada masalah keamanan. Sehingga, jika ada lima kabupaten di Aceh yang aman, maka pembangunan sektor pendidikan hanya akan dipercepat pada kelima daerah tersebut. Tetapi lima kabupaten lainnya yang rawan maka terpaksa harus menunggu sampai keadaan membaik.

          Khusus bangunan-bangunan sekolah yang dibakar beberapa waktu lalu, katanya, segera akan segera diperbaiki. Biaya untuk itu sudah dikirim sejak pekan lalu dan perbaikannya akan ditangani melalui program Bakti TNI sehingga diharapkan bisa kembali beroperasi dalam tiga bulan mendatang. "Yang terbakar itu kita sudah anggarkan semuanya harus beroperasi selama tiga bulan diperbaiki dengan bakti tentara. Uang sudah dikirim sejak minggu lalu sehingga tinggal menunggu pelaksanaannya oleh Bakti TNI," ungkapnya.

          Sekarang, kata Yusuf, proses belajar-mengajar di Aceh tetap berjalan. Hanya saja, akibat keterbatasan sarana, maka para siswa terpaksa dibagi dalam dua shift, pagi dan sore. Pembangunan di Aceh, menurut dia, memang sangat bergantung pada masalah keamanan. Sebab itu, masalah Aceh bukan lagi masalah antara GAM dengan pemerintah pusat, melainkan sudah merupakan masalah GAM dengan rakyat Aceh sendiri. (I-1/A-8)
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.