Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

PEMERINTAH RI & DPR RI KEBAKARAN JENGGOT KARENA KELICIKAN PELAKSANAAN PERJANJIAN

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    http://www.dataphone.se/~ahmad ahmad@dataphone.se Stockholm, 1 April 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu alaikum wr wbr. PEMERINTAH RI & DPR RI
    Message 1 of 1 , Mar 31, 2006
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...

      Stockholm, 1 April 2006

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.


      PEMERINTAH RI & DPR RI KEBAKARAN JENGGOT KARENA KELICIKAN PELAKSANAAN
      PERJANJIAN NEW YORK 15 AGUSTUS 1962 TERBONGKAR.
      Ahmad Sudirman
      Stockholm - SWEDIA.


      PIHAK PEMERINTAH RI & DPR RI KEBAKARAN JENGGOT KARENA KELICIKAN PELAKSANAAN
      PERJANJIAN NEW YORK 15 AGUSTUS 1962 TELAH TERBONGKAR.

      "Suaka politik yang di berikan Australia membuat bangsa Indonesia kebakaran
      jenggot. Kongres Amerika press Australia, untuk memberi suaka, bangsa siapa
      yang mau melawan. Yang lebih parah lagi masyarakat muslim juga ikut-ikutan
      kebakaran jenggot. Jadi muslim juga ikut mendorong kebokbrokan bangsa
      Indonesia. Suaka telah di berikan, lah kok mau apa lagi? Cepat atau lambat
      pasti Papua merdeka. Salam buat rekan-rekan pejuang Papua merdeka di mana
      saja mereka berada" (Helmut Kmur, helmut_kmur2002@... , Fri, 31 Mar
      2006 21:47:53 -0800 (PST))

      Helmut Kmur di Papua Barat,

      Saudara Helmut, yang kebakaran jenggot adalah pihak Pemerintah Indonesia,
      DPR RI dan para pendukung unitaris RI-Jawa-Yogya. Dimana mereka itu berusaha
      setengah mati untuk menutupi fakta, bukti, sejarah dan hukum yang sebenarnya
      tentang sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Papua Barat
      dihubungkan dengan sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan
      RI-Jawa-Yogya.

      Dan tentu saja, para pendukung unitaris RI-Jawa-Yogya itu termasuk
      didalamnya orang-orang yang menamakan dirinya muslim, tetapi telah terkena
      racun mematikan sejarah Papua made in Soekarno dan Soeharto yang salah
      kaprah itu.

      Nah, kalau dihubungkan dengan Pemerintah Australia pada tanggal 23 Maret
      2006 memberikan temporary protection visa (TVP) bagi 42 dari 43 rakyat Papua
      setelah mereka selama tiga bulan tinggal di Pulau Natal (Christmas Island)
      untuk mendapatkan perlindungan politik dari pihak Pemerintah Australia, itu
      adalah hak dan kewajiban Pemerintah Australia untuk memberikan perlindungan
      politik berdasarkan dasar hukum internasional Konvensi Geneva 28 Juli 1951
      tentang pengungsi.

      Sudah berapa ribu bangsa Papua Barat yang telah diberikan perlindungan
      politik oleh negara-negara di dunia, termasuk juga bangsa Papua yang diberi
      perlindungan politik oleh pemerintah Swedia sampai detik sekarang ini,
      tetapi mengapa itu pihak pemerintah Indonesia, DPR RI dan para pendukung
      kelompok unitaris RI-Jawa-Yogya waktu itu pada diam?

      Karena persoalan yang sebenarnya adalah bukan masalah pemberian temporary
      protection visa (TVP) oleh pihak pemerintah Australia, melainkan yang
      menjadi akar utama masalah Papua ini adalah karena makin terbongkarnya usaha
      licik dan penipuan yang dilakukan oleh pihak pemerintah Indonesia dalam
      hubungannya dengan pelaksanaan Perjanjian New York 15 Agustus 1962 yang
      tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama baik oleh pihak
      Belanda, Amerika Serikat, Indonesia ataupun PBB. Tentang penipuan
      pelaksanaan Perjanjian New York 15 Agustus 1962 dalam hal pepera atau
      penentuan pendapat rakyat atau referendum atau act of free choice seluruh
      bangsa Papua Barat bisa dilihat dan dibaca dalam tulisan "Bangsa Papua
      menuntut self-determination berdasarkan Perjanjian New York 15 Agustus 1962"
      ( www.dataphone.se/~ahmad/050809a.htm )

      Kemudian, itu sebelumnya, pihak pemerintah Indonesia, DPR RI dan para
      pendukung unitaris RI-Jawa-Yogya masih sanggup menutupi sejarah jalur proses
      pertumbuhan dan perkembangan Papua Barat dihubungkan dengan jalur proses
      pertumbuhan dan perkembangan RI-Jawa-Yogya. Tetapi setelah anggota Kongres
      Amerika Serikat dalam Sidang Kongres ke 109 membicarakan Rancangan UU atau
      H.R. 2601 yang menyangkut "Foreign Relations Authorization Act, Fiscal Years
      2006 and 2007" yang didalamnya menyinggung dan membicarakan masalah Papua
      yang dituangkan dalam "4) In the New York Agreement, Indonesia formally
      recognized ``the eligibility of all adults [in Papua] . . . to participate
      in [an] act of self-determination to be carried out in accordance with
      international practice'', and pledged ``to give the people of the territory
      the opportunity to exercise freedom of choice . . . before the end of
      1969''. (5) In July and August 1969, Indonesia conducted an ``Act of Free
      Choice'', in which 1,025 selected Papuan elders voted unanimously to join
      Indonesia, in circumstances that were subject to both overt and covert forms
      of manipulation", maka barulah pihak pemerintah Indonesia, DPR RI dan para
      pendukung unitaris RI-Jawa-Yogya mengetahui dengan pasti bahwa benteng
      pertahanan Papua Barat-nya sudah hancur.

      Jadi, yang menjadi akar utama masalah kebakaran jenggotnya pihak pemerintah
      Indonesia, DPR RI dan para pendukung unitaris RI-Jawa-Yogya adalah karena
      pihak Kongres Amerika telah membongkar masalah pelaksanaan Perjanjian New
      York 15 Agustus 1962 yang menyangkut pepera atau penentuan pendapat rakyat
      atau referendum atau act of free choice seluruh bangsa Papua Barat yang
      tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama baik oleh pihak
      Belanda, Amerika Serikat, Indonesia ataupun PBB.

      Nah sekarang, dikala pihak pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar
      Negerinya Noer Hassan Wirajudha juga anggota DPR RI sedang gencar-gencarnya
      melakukan lobi dikalangan Kongres Amerika tentang Papua Barat, tiba-tiba
      muncul berita tentang Pemerintah Australia pada tanggal 23 Maret 2006
      memberikan temporary protection visa (TVP) bagi 42 dari 43 rakyat Papua
      setelah mereka selama tiga bulan tinggal di Pulau Natal (Christmas Island).

      Nah inilah sebabnya juga, mengapa itu pihak pemerintah Indonesia, DPR RI dan
      para pendukung unitaris RI-Jawa-Yogya makin kebakaran jenggot.

      Jadi sudah jelas kelihatan bahwa usaha diplomasi dan lobi dari pihak Menteri
      Luar Negeri Noer Hassan Wirajudha dalam hal Papua Barat gagal total. Karena
      lobang penutup kelicikan dan kebohongan yang menyangkut pelaksanaan
      Perjanjian New York 15 Agustus 1962 yang menyangkut pepera atau penentuan
      pendapat rakyat atau referendum atau act of free choice seluruh bangsa Papua
      Barat telah terbuka di dunia internasional.

      Nah saudara Helmut Kmur,

      Itulah alasan fakta, bukti, sejarah dan hukum mengapa pihak pemerintah
      Indonesia, DPR RI dan para pendukung unitaris RI-Jawa-Yogya kebakaran
      jenggot ketika mendengar dan membaca tentang berita Pemerintah Australia
      pada tanggal 23 Maret 2006 memberikan temporary protection visa (TVP) bagi
      42 dari 43 rakyat Papua setelah mereka selama tiga bulan tinggal di Pulau
      Natal (Christmas Island).

      Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
      ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
      untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
      Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
      di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

      Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
      memohon petunjuk, amin *.*

      Wassalam.

      Ahmad Sudirman

      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...
      ----------

      Date: Fri, 31 Mar 2006 21:47:53 -0800 (PST)
      From: helmut kmur helmut_kmur2002@...
      Subject: Re: Suaka bak orang kebakaran jenggot
      To: Ahmad Sudirman ahmad@...

      Suaka politik yang di berikan Australia membuat bangsa Indonesia kebakaran
      jenggot. Kongres Amerika press Australia, untuk memberi suaka, bangsa siapa
      yang mau melawan. Yang lebih parah lagi masyarakat muslim juga ikut-ikutan
      kebakaran jenggot. Jadi muslim juga ikut mendorong kebokbrokan bangsa
      Indonesia. Suaka telah di berikan, lah kok mau apa lagi? Cepat atau lambat
      pasti Papua merdeka. Salam buat rekan-rekan pejuang Papua merdeka di mana
      saja mereka berada.

      Best regard

      Helmut

      helmut_kmur2002@...
      Papua Barat
      ----------
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.