Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Anggota GAM Disebut-sebut Banting Harga Daging

Expand Messages
  • Bataliyoen 12
    http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=33 Rabu, 5 Oktober 2005, 13:24 WIB BBM Naik, Harga Daging Turun Anggota GAM Disebut-sebut Banting Harga
    Message 1 of 3 , Oct 5, 2005
    • 0 Attachment
       
      Rabu, 5 Oktober 2005, 13:24 WIB
      BBM Naik, Harga Daging Turun
      Anggota GAM Disebut-sebut Banting Harga

       

      Langsa, acehkita.com. Harga daging sapi pada hari meugang kali ini menurun dratis. Untuk daging kelas satu dijual seharga Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan daging kelas dua dijual seharga Rp 25.000 per kilo. Padahal, sebelum harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, daging sapi dijual Rp 50.000 per kilo.

      Turunnya harga daging sapi kali ini mengherankan para pedagang. Selain karena faktor kenaikan harga BBM, di hari meugang biasanya permintaan melonjak. Sebelumnya, para pedagang mengira, harga daging sapi akan mencapai Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per kilo. 

      Karena itu, di pasar Langsa, pada pagi hari, daging sapi sempat dijual seharga Rp 70.000 per kilogram. Tapi karena sepi pembeli, para pedagang kemudian menurunkan harganya menjadi Rp 50.000 per kilo. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, daging sapi tersebut dijual dengan harga Rp 30.000 dan 25.000 per kilo.

      Turunnya harga daging pada meugang kali ini menurut warga disebabkan banyaknya pedagang daging sapi musiman dan sepinya pembeli. “Karena dagingnya masih banyak, sedangkan yang membeli sedikit, jadi harganya turun,” ungkap Pasaribu, seorang warga.

      Jumlah pedagang daging sapi musiman di Kota Langsa tahun ini memang lebih banyak dari dua tahun sebelumnya. Pantauan acehkita.com di satu lokasi penjualan daging di Pasar Kota Langsa, terdapat seratusan orang pedagang daging sapi musiman. Di Kecamatan Langsa Barat dan Langsa Timur juga terdapat beberapa titik lokasi penjualan daging sapi untuk meugang. Jumlah mereka mencapai lima puluh orang yang tersebar di beberapa desa di kecamatan setempat.

      Beberapa pedagang mengatakan, turunnya harga daging pada meugang kali ini karena para pedangan musiman itu sengaja menjual dengan harga yang bisa terjangkau warga miskin. Bahkan disebut-disebut, tindakan ini umumnya dilakukan oleh para pedagang dari mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka yang berasal dari Peureulak (Aceh Timur) dan Aceh Tamiang.

      “Memang sengaja dijual murah agar terjangkau oleh warga miskin dan anak yatim,” kata Pak Usman seorang pedagang musiman dari Desa Matang Setui, Langsa Timur. [ivo]


      Yahoo! for Good
      Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
    • Bataliyoen 12
      http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=33 Rabu, 5 Oktober 2005, 13:24 WIB BBM Naik, Harga Daging Turun Anggota GAM Disebut-sebut Banting Harga
      Message 2 of 3 , Oct 5, 2005
      • 0 Attachment
         
        Rabu, 5 Oktober 2005, 13:24 WIB
        BBM Naik, Harga Daging Turun
        Anggota GAM Disebut-sebut Banting Harga

         

        Langsa, acehkita.com. Harga daging sapi pada hari meugang kali ini menurun dratis. Untuk daging kelas satu dijual seharga Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan daging kelas dua dijual seharga Rp 25.000 per kilo. Padahal, sebelum harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, daging sapi dijual Rp 50.000 per kilo.

        Turunnya harga daging sapi kali ini mengherankan para pedagang. Selain karena faktor kenaikan harga BBM, di hari meugang biasanya permintaan melonjak. Sebelumnya, para pedagang mengira, harga daging sapi akan mencapai Rp 70.000 sampai Rp 80.000 per kilo. 

        Karena itu, di pasar Langsa, pada pagi hari, daging sapi sempat dijual seharga Rp 70.000 per kilogram. Tapi karena sepi pembeli, para pedagang kemudian menurunkan harganya menjadi Rp 50.000 per kilo. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, daging sapi tersebut dijual dengan harga Rp 30.000 dan 25.000 per kilo.

        Turunnya harga daging pada meugang kali ini menurut warga disebabkan banyaknya pedagang daging sapi musiman dan sepinya pembeli. “Karena dagingnya masih banyak, sedangkan yang membeli sedikit, jadi harganya turun,” ungkap Pasaribu, seorang warga.

        Jumlah pedagang daging sapi musiman di Kota Langsa tahun ini memang lebih banyak dari dua tahun sebelumnya. Pantauan acehkita.com di satu lokasi penjualan daging di Pasar Kota Langsa, terdapat seratusan orang pedagang daging sapi musiman. Di Kecamatan Langsa Barat dan Langsa Timur juga terdapat beberapa titik lokasi penjualan daging sapi untuk meugang. Jumlah mereka mencapai lima puluh orang yang tersebar di beberapa desa di kecamatan setempat.

        Beberapa pedagang mengatakan, turunnya harga daging pada meugang kali ini karena para pedangan musiman itu sengaja menjual dengan harga yang bisa terjangkau warga miskin. Bahkan disebut-disebut, tindakan ini umumnya dilakukan oleh para pedagang dari mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka yang berasal dari Peureulak (Aceh Timur) dan Aceh Tamiang.

        “Memang sengaja dijual murah agar terjangkau oleh warga miskin dan anak yatim,” kata Pak Usman seorang pedagang musiman dari Desa Matang Setui, Langsa Timur. [ivo]


        Yahoo! for Good
        Click here to donate to the Hurricane Katrina relief effort.
      Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.