Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Tahanan GAM Disambut Tangisan

Expand Messages
  • " Seulawah Agam "
    http://jkt1.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/08/tgl/31/time/222011/idnews/433119/idkanal/10 Kamis,
    Message 1 of 1 , Aug 31, 2005
    • 0 Attachment
       
      Kamis, 01 Sept 2005,
      Tahanan GAM Disambut Tangisan
      MENGHARUKAN: Teuku Kamaruzzaman membopong istrinya, Cut Maidar, yang pingsan setelah bertemu dirinya di Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, kemarin.


      BANDA ACEH - Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) kemarin berbeda dari biasanya. Sejak pagi ratusan pengunjung berdesakan. Mereka menjemput anggota GAM yang selama ini ditahan di berbagai lembaga pemasyarakatan di Pulau Jawa.

      Sekitar pukul 12.20 WIB, pesawat komersil Garuda Indonesia yang membawa tahanan politik itu mendarat. Satu per satu penumpangnya turun. Di antara mereka terdapat mantan juru runding GAM. Mereka adalah Muhammad Usman Lampoh Awe, Nashiruddin bin Ahmed, Teuku Kamaruzzaman, serta Amni bin Ahmad Marzuki. Juga Ketua Sentra Informasi Referendum Aceh (SIRA) Mohammad Nazar.

      Begitu menginjakkan kaki di bandara, para pentolan GAM tersebut sujud syukur. Lampoh Awe, yang paling tua, matanya tampak berkaca-kaca. Melihat pemandangan itu, para istri dan kerabat yang sudah menunggunya juga terharu. Cut Maidar, istri Kamaruzzaman, tak kuasa menahan linangan air mata. Sejenak kemudian dia jatuh pingsan.

      Di bandara, para mantan tahanan politik itu mendapat sambutan luar biasa. Tampak Sekda NAD Thantawi Ishak, Ketua DPRD Said Fuad Zakaria, ulama Aceh, Abu Daud Zamzami, serta anggota Aceh Monitoring Mission (AMM).

      Usai upacara penyambutan, mereka dibawa ke Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, untuk dipertemukan dengan anggota keluarga. Setelah itu mereka diantar pulang ke rumah masing-masing dengan angkutan yang telah disiapkan.

      "Saya sangat senang bisa bertemu lagi dengan keluarga. Kami tidak ingin berpisah lagi. Kami akan hidup bersama dan bekerja lagi," ujar Ramli, salah seorang anggota GAM dari Lamno, Aceh Jaya.

      Salah seorang mantan juru runding GAM, Muhammad Usman Lampoh Awe, meminta semua pihak untuk bisa mendukung proses perdamaian di Aceh. "Kita sudah menetapkan untuk tidak lagi berpikir kemerdekaan. Itu hanya sebuah jembatan menuju kemakmuran rakyat Aceh. Jika tujuan sudah tercapai, jembatan tinggal di belakang," ujarnya.

      Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM T. Darwin mengatakan, napi GAM yang mendapat amnesti 1.424 orang. Rinciannya, 958 ditahan di Aceh dan 466 ditahan di Jawa.

      Lima yang ditahan di Jawa tidak ikut pulang ke Aceh. Mereka adalah Putih bin Daud dan Harus bin Husein, yang masih harus mendekam di bui karena tersandung kasus narkoba. Yuliar alias Zulkarnain melanjutkan pendidikan. Dua lainya meninggal akibat sakit, yaitu Teungku Taharuddin dan Mariadi. (das/jpnn)


      Start your day with Yahoo! - make it your home page
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.