Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Draf damai di peringkat akhir

Expand Messages
  • eddy yukisna
    Draf damai di peringkat akhir JAKARTA 6 Julai - Draf perjanjian damai di antara kerajaan Indonesia dan pemberontak Aceh kini berada pada peringkat akhir dan
    Message 1 of 3 , Jul 7, 2005

      Draf damai di peringkat akhir

      JAKARTA 6 Julai - Draf perjanjian damai di antara kerajaan Indonesia dan pemberontak Aceh kini berada pada peringkat akhir dan akan dibentangkan pada mesyuarat pusingan kelima kedua-dua pihak di Finland Julai ini.

      Dalam dialog tidak rasmi yang mendapat sokongan kuat kerajaan, Naib Presiden, Yusuf Kalla berkata, rundingan pada minggu depan dijangka membuahkan hasil.

      ``Insya-Allah pada 12 Julai 2005 akan diadakan rundingan damai pusingan kelima bagi membincangkan draf memorandum perjanjian yang telah dicadangkan sejak mesyuarat pusingan pertama hingga keempat,'' kata Yusuf kepada para pemberita.

      Pada masa yang sama, tentera Indonesia membayangkan bahawa ia akan mematuhi sebarang keputusan kerajaan walau pun pada peringkat awal agak keberatan untuk berundur dari wilayah Aceh.

      Yusuf yang dipetik oleh agensi berita Antara berkata, draf perjanjian yang dihasilkan dengan kerjasama pengantara Finland jika dipersetujui bakal membuka laluan kepada perdamaian.

      ``Jika ia diluluskan, maka kami pasti boleh mengadakan mesyuarat rasmi,'' ujarnya.

      Para pegawai Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka telah memulakan dialog awal tahun ini selepas tragedi tsunami pada 26 Disember yang mengorbankan lebih 131,000 nyawa.

      Rundingan awal kedua-dua pihak pada 2003 telah mengalami kegagalan yang menyebabkan kerajaan Indonesia melancarkan tindakan ketenteraan besar-besaran. - AFP



      Tgk di tiro <tgk_maat@...> wrote:
      Kalau masalah korupsi di nangroe Atjeh Darussalam juga di kenakan hukum cambuk, Dari Guburnur NAD sampai ke kecik kampung di seluruh NAD kenak Cambuk.

      Sebab korupsi adalah sudah menjadi budaya penjajahan RI yang telah mereka anud kan bertahun2, dan itu sudah menjadi darah daging kepada mereka yang berkerja dalam pemerintahan RI. 


      Ambon <sea@...> wrote:
       
       

      Potong Tangan bagi Pencuri Dinilai Belum Tepat untuk Diterapkan

       

      Banda Aceh, Kompas - Harapan masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam agar qanun (peraturan daerah) tentang korupsi segera disusun dan ditetapkan belum mendapat tanggapan dari Pemerintah Provinsi NAD. Sampai sekarang belum ada pembahasan soal qanun.

      Hal itu diakui Kepala Dinas Syariat Islam Pemprov NAD Dr Alyasa Abubakar, Rabu (6/7). ”Semuanya kan harus dilalui satu per satu,” katanya. Menurut dia, pemprov masih menunggu masukan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) untuk membahas qanun korupsi. Masukan itu sangat penting karena secara eksplisit Al Quran tidak mengatur tentang korupsi.

      Dalam waktu dekat Pemprov NAD akan berkonsentrasi menyusun qanun tentang pencurian setelah ada masukan dari MPU. ”Untuk mendeskripsikan semua hal yang berkaitan dengan pencurian, MPU harus hati-hati agar apa penafsiran dari Al Quran tidak salah,” katanya.

      Menanggapi lambatnya respons pemerintah soal qanun tentang korupsi, Dekan Fakultas Syariah IAIN Ar Raniry Banda Aceh Hamid Sarong mengatakan, itu akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat pada pemerintah.

      Sarong menyayangkan, kini di masyarakat NAD berkembang perasaan diperlakukan tidak adil atau diskriminatif dalam penerapan syariat Islam. Karena, qanun yang telah ditetapkan baru qanun tentang perjudian, minuman keras, dan mesum—ketiga pelanggaran yang biasanya dilakukan masyarakat kecil dan tidak berdampak negatif terhadap masyarakat luas.

      Sementara qanun tentang pelanggaran yang biasa dilakukan kalangan pejabat, seperti korupsi, belum dibahas. ”Untuk memberikan teladan, qanun itulah yang harus terlebih dahulu dikeluarkan,” tambah Sarong.

      Menanggapi permintaan masyarakat agar ada sebuah qanun yang memberi hukuman potong tangan bagi koruptor dan pencuri, Sarong mengatakan, hal itu belum tepat untuk kondisi NAD.

      Potong tangan seperti tertuang dalam Al quran, katanya, memiliki konteks berbeda, yaitu berlaku bagi suatu negara di mana masyarakatnya memiliki banyak kesempatan memperoleh pekerjaan. Di NAD sendiri, saat ini tingkat pengangguran sangat tinggi dan kondisi masyarakatnya jauh dari sejahtera.

      Alyasa mengatakan, wacana hukuman potong tangan bagi pencuri masih akan dibahas MPU. Berdasarkan Al Quran, potong tangan dapat dilakukan pada seseorang yang memang berprofesi sebagai pencuri dan memiliki kesempatan luas memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara lain. Bagi mereka yang mencuri karena kelaparan, hukumannya lebih ringan. (REI)



      ----------------------------------------------------------------------
                             TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
      ----------------------------------------------------------------------
      Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

      -untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@...

      **************************************************************
      -Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
      **************************************************************
      FOR THE LATEST NEWS link to us: http://ppdi.cjb.net/
                                http://groups.yahoo.com/group/PPDI/messages



      Yahoo! Messenger NEW - crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail

      ----------------------------------------------------------------------
                             TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
      ----------------------------------------------------------------------
      Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

      -untuk membuat posting kirimkan ke: PPDi@...

      **************************************************************
      -Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: PPDi-subscribe@egroups.com
      **************************************************************
      FOR THE LATEST NEWS link to us: http://ppdi.cjb.net/
                                http://groups.yahoo.com/group/PPDI/messages



      Do you Yahoo!?
      Try Yahoo! Photomail Beta: Send up to 300 photos in one email!
    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.