Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

7071ROKHMAWAN & TATI ITU PANCASILA SUMBER HUKUM RI JELAS TELAH MENYIMPANG DARI ISLAM

Expand Messages
  • Ahmad Sudirman
    Jul 1, 2004
    • 0 Attachment
      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad@...
      ahmad.swaramuslim.net

      Stockholm, 1 Juli 2004

      Bismillaahirrahmaanirrahiim.
      Assalamu'alaikum wr wbr.


      ROKHMAWAN & TATI ITU PANCASILA SUMBER HUKUM RI JELAS TELAH MENYIMPANG DARI
      ISLAM
      Ahmad Sudirman
      Stockholm - SWEDIA.


      ROKHMAWAN & TATI LEBIH BAIK BELAJAR LAGI ISLAM DARIPADA MEMPERTAHANKAN
      SUMBER HUKUM PANCASILA RI YANG SANGAT BERTENTANGAN DENGAN APA YANG
      TERKANDUNG DALAM SURAT AL MAIDAH AYAT 44, 45, 47

      "Terimakasih atas jawaban bapak, menurut pemahaman/manhaj yg saya ikuti
      terutama dalam menafsirkan surat Al-maidah ayat 44, 45 dan 47, akan saya
      sampaikan setelah ini. Untuk menafsirkan ayat al-qur’an menurut
      pemahaman/manhaj saya maka kadang ada ayat satu dengan ayat lain yang saling
      berhubungan/menguatkan seperti yg bapak katakan, tetapi ada juga ayat yang
      satu dengan ayat yang lain saling melemahkan (maksud saya ada hukum yang di
      hapus dengan hukum baru ), ada juga ayat yang berdiri sendiri tetapi
      berhubungan dengan hadits yang shohih. Kemudian apa yang di firmankan Alloh
      dalam surat Al-maidah 44,45,47 ini tidak bisa langsung di jadikan satu
      kendati masih berurutan, untuk mentafsirkannya maka di butuhkan hadits yg
      shohih yang berhubungan dan menjelaskan ayat tersebut. Setelah saya kaji
      (pada waktu dulu) ternyata tidak mudah untuk menggolongkan mereka (fasyik,
      dlolim ) ke dalam kafir." (Rokhmawan , rokh_mawan@... , Wed, 30 Jun
      2004 19:12:56 -0700 (PDT))

      "Hallo kang Ahmad Sang Ustadz (ustadz nih..ye!!) keok.. kan dg orang Islam
      negara kami, itu baru satu belum lagi yg lain-lainnya.nah terbukti kan tanpa
      harus mengatakan Negara Islam Indonesia putra-putra indonesia tetap
      ditunjuki oleh Allah dalam kebenaran. akang aja sampe gak bisa jawab saat
      dikupas pak rohmawawan tulisan pak Husaini. Jawabannya lama gak muncul.
      kenapa... discusi sama istri ya, yg katanya tamatan Al-azhar, pintar,berani
      plus bantah. Lama juga ya ngutak ngatik cari referensi buat pembenaran.
      Ketahuankan ilmu agama Islamnya cetek. Dan coba akang lihat bahasa yg
      digunakan pak rohmawawan yg hatinya ditunjuki Allah berbeda sekali kan dg
      Husaini yg penuh emosional sama dg akang...kalo dikomentari tulisannya.
      ha..ha.. ketahuan orang GAM cuma belajar ilmu agama upil dah minta
      pembenaran ngaku-ngaku IMAM lagi. yg ditunjuk malah si Hasan Tiro. lucu
      deh..! Ketahuan kan tujuan GAM itu bukan mendirikan Islam tapi mendudukan
      Hasan Tiro dkk." (Tati, narastati@... , Wed, 30 Jun 2004 20:57:35
      -0700 (PDT))

      Baiklah saudara Rokhmawan di Solo, Jawa Tengah, Indonesia dan saudari Tati
      di Jakarta, Indonesia.

      Saudara Rokhmawan, saudara mengikuti manhaj tertentu dan ingin menafsirkan
      Surat Al Maidah Ayat 44, 45 dan 47 dengan berusaha mencari kalau ada "ayat
      satu dengan ayat lain yang saling berhubungan/menguatkan seperti yg bapak
      katakan, tetapi ada juga ayat yang satu dengan ayat yang lain saling
      melemahkan (maksud saya ada hukum yang di hapus dengan hukum baru ), ada
      juga ayat yang berdiri sendiri tetapi berhubungan dengan hadits yang
      shohih."

      Jelas, kalau saudara Rokhmawan membaca dan mencari dari awal sampai akhir
      seluruh surat dan ayat Al-Qur'an, yang semisal surat Al Maidah ayat 44, 45,
      dan 47, tidak akan saudara temukan. Atau ayat lain yang melemahkan atau
      menghilangkan surat Al Maidah ayat 44, 45, dan 45, jelas saudara Rokhmawan
      tidak akan menemukannya.

      Karena itu saudara Rokhmawan, mau mencari ayat apa lagi dan hadist apa lagi,
      kalau memang itu Surat Al Maidah Ayat 44, 45 dan 47 sudah jelas merupakan
      dasar hukum yang telah ditetapkan oleh Allah SWT secara tegas. "Barang siapa
      yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka
      itu adalah orang-orang yang kafir" (QS,5: 44). "Barang siapa yang tidak
      memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah
      orang-orang yang zhalim" (QS, 5: 45). "Barang siapa yang tidak memutuskan
      perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah
      orang-orang yang fasik" (QS, 5: 47).

      Dimana karena tidak ada satu ayat pun yang menerangkan kelemahan atau
      menghilangkan ayat 44, 45, dan 45 surat Al Maidah itu, maka sebagaimana yang
      ditafsirkan oleh Hasbi Ash Shiddieqy "syari'at orang dahulu, apabila
      diterangkan oleh Al-Qur'an secara membenarkan dan tidak memansukhkan, maka
      menjadi juga syari'at bagi kita. Dan seluruh ulama berhujjah dengan ayat
      ini." (Al-Bayaan, Bag. 1, hal. 412).

      Jadi jelas, saudara Rokhmawan, itu syariat yang telah ditetapkan kepada
      orang-orang Yahudi ayat 44, 45 dan kepada orang-orang pengikut injil ayat
      47, karena oleh Al Qur'an telah dibenarkan dan tidak dimansukhkan, maka itu
      dasar hukum ayat 44, 45 dan 45 surat Al Maidah menjadi juga syariat bagi
      ummat Islam.

      Nah sekarang di Negara RI yang dasar hukumnya bersumberkan kepada pancasila
      yang non Islam, maka jelas, kalau dilihat dari sudut Islam, para pimpinan
      Negara RI dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid dan
      Megawati sekarang ini kalau mereka tidak memutuskan perkara menurut apa yang
      diturunkan Allah yakni Al Qur'an, maka menurut surat Al-Maidah ayat 44, 45,
      dan 47 adalah mereka itu kafir, zhalim dan fasik. Tidak ada tawar menawar
      lagi, saudara Rokhmawan dan saudari Tati.

      Tetapi, kalau dilihat dari sudut sumber hukum pancasila, jelas, apapun
      keputusan perkara yang diambil oleh Soekarno, Soeharto, BJ Habibie,
      Abdurrahman Wahid dan Megawati tidak akan dikatakan kafir, zhalim dan fasik.
      Karena itu dasar pengambilan keputusan mereka adalah diambil dari dasar
      hukum Negara RI yang bersumberkan pada pancasila.

      Nah, kalau saudara Rokhmawan, masih juga ingin mengutak-atik itu ayat 44,
      45, dan 47 surat Al Maidah dengan tujuan untuk membantah perkataan kafir,
      zhalim dan fasik bagi orang-orang yang tidak memutuskan perkara menurut apa
      yang diturunkan Allah yakni Al Qur'an, sampai kapanpun tidak akan menemukan
      jawabannya. Mengapa ? Karena itu ayat 44, 45, dan 47 surat Al Maidah adalah
      Allah SWT yang telah menetapkan secara jelas dan gamblang, tidak perlu lagi
      dicari hadist-hadist lain untuk menguatkannya atau membantahnya.

      Jadi, dengan dasar hukum surat Al Maidah ayat 44, 45, dan 47 inilah yang
      menjadi titik tolak bagi siapapun, atau barang siapa, artinya disini tidak
      hanya bagi orang Islam saja, ataupun orang yahudi ataupun orang nasrani,
      kalau mereka tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah,
      maka mereka itu adalah dinamakan kafir, zhalim dan fasik.

      Dan sekali lagi, kalau dilihat dari sudut Islam, maka para pimpinan Negara
      RI yang dasar hukum negaranya bersumberkan kepada pancasila, dari mulai
      Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid sampai Megawati tidak
      memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu
      dinamakan kafir, zhalim dan fasik.

      Tetapi, sekali lagi, kalau dilihat dari sudut pancasila, apapun yang
      diputuskan oleh para pimpinan Negara RI yang dasar hukum negaranya
      bersumberkan kepada pancasila, dari mulai Soekarno, Soeharto, BJ Habibie,
      Abdurrahman Wahid sampai Megawati, jelas tidak ada sangkut pautnya dengan
      Islam. Dan tidak dikenakan dasar hukum ayat 44, 45, dan 47 surat Al Maidah.

      Biarkan itu para pimpinan RI berjingkrak-jingkrak dengan dasar hukum Negara
      RI yang bersumberkan pada pancasila. Dan mereka hanya melihat dari sudut
      sumber hukum pancasila, bukan dari sudut sumber hukum Islam.

      Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
      ahmad@... agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
      untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
      Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
      di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

      Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
      memohon petunjuk, amin *.*

      Wassalam.

      Ahmad Sudirman

      http://www.dataphone.se/~ahmad
      ahmad.swaramuslim.net
      ahmad@...
      ----------

      Date: Wed, 30 Jun 2004 19:12:56 -0700 (PDT)
      From: rohma wawan <rokh_mawan@...>
      Subject: Dengarkanlah Dulu....
      To: ahmad@...
      Cc: om_puteh@..., narastati@..., JKamrasyid@...,
      dityaaceh_2003@..., yuhe1st@..., mr_dharminta@...,
      habearifin@..., editor@..., suparmo@...,
      siliwangi27@..., sea@..., solopos@...,
      Padmanaba@..., kompas@..., mitro@...,
      yusrahabib21@..., husaini54daud@...

      Assalaamu’alaimu Wr.Wb

      Terimakasih atas jawaban bapak, menurut pemahaman/manhaj yg saya ikuti
      terutama dalam menafsirkan surat Al-maidah ayat 44,45 dan 47, akan saya
      sampaikan setelah ini. Untuk menafsirkan ayat al-qur’an menurut
      pemahaman/manhaj saya maka kadang ada ayat satu dengan ayat lain yang saling
      berhubungan/menguatkan seperti yg bapak katakan, tetapi ada juga ayat yang
      satu dengan ayat yang lain saling melemahkan (maksud saya ada hukum yang di
      hapus dengan hukum baru ), ada juga ayat yang berdiri sendiri tetapi
      berhubungan dengan hadits yang shohih.

      Kemudian apa yang di firmankan Alloh dalam surat Al-maidah 44,45,47 ini
      tidak bisa langsung di jadikan satu kendati masih berurutan, untuk
      mentafsirkannya maka di butuhkan hadits yg shohih yang berhubungan dan
      menjelaskan ayat tersebut.

      Setelah saya kaji (pada waktu dulu) ternyata tidak mudah untuk menggolongkan
      mereka (fasyik, dlolim ) ke dalam kafir.

      Ini harus melihat tingkat kekufurannya, walaupun begitu kita tidak boleh
      langsung Mengataka orang Islam si fulan bin fulan adalah kafir ( kecuali
      kalau mereka benar-benar beragama non-islam). Yang berhak mengatakan orang
      islam fasyik, dlolim itu kafir adala Alloh SWT. Kefasyikan, kedloliman tidak
      hanya menyangkut hal-hal yang dlohir saja ( missal orang menghukumi pezinah
      dengan kurungan penjara dll ) tetapi kefasikan dan kedloliman ini juga
      menyangkut hal-hal yang batin missal kita tahu bahwasanya sholat jumat itu
      wajib bagi laki-laki tetapi ada juga orang yang
      kadang-kadang masih meninggalkannya, kita mengetahui pahalanya sholat
      berjamaah di masjid tapi kita sering/meninggalkannya ( ini termasuk
      mendlolimi diri sendiri ).

      Bahkan Rosululloh SAW pernah bersabda “kedloliman, kemaksyiatan, kemunafikan
      yang terbesar adalah orang mendengar suara adzan tetapi tidak segera
      mendatanginya “. Rosululloh juga bersabda “ Apabila di kumandangkan suara
      adzan maka segeralah ke masjid kecuali orang yang ada udlur”. Lalu para
      sahabat bertanya apa udlurnya yaaa Rosululloh ? Rosulullohpun bersabda “
      udlurnya adalah sakit dan ketakutan “. Menurut saya pribadi yang di namakan
      sakit adalah sakit keras dan yg di namakan ketakutan seperti dalam
      peperangan, perjalanan”.

      Padahal kenyataannya pada zaman sekarang banyak sekali orang yang berbuat
      dlolim ataupun fasyik ( seperti mencuri, berzinah, minum khomer dll). Nah
      apakah dengan mudahnya kita langsung mengatakan mereka kafir ( Naudzubillahi
      Min Dzalik). Dan yang lebih dahsyat lagi adalah mereka ( Husaini Daud dan
      kader Adah Djaelani Tirtapraja dll ) menghukumi kekafiran hanya di lihat
      dari segi Hukum had, rajam. Ini suatu kekeliruan yang besar. Apalagi seperti
      yang di tulis Bapak Husaini “ Secara filosofis orang-orang seperti Sukarno,
      Suharto, Habibi, Gusdur, megawati, SBY, Wiranto dan lain-lain serta semua
      pengikut mereka adalah kafir dan tidak salah juga kalau kita katakan
      orang-orang dhalim atau fasiq. Namun secara syar-`i mereka semua
      adalah munafiq”.

      Alangkah begitu mudahnya bapak husaini mengatakan orang islam yang karena
      mereka duduk dalam kerangka NKRI itu sebagai orang kafir ( Bapak Husaini
      Daud, sebelum nyawa anda di kerongkongan maka bertaubatlah kepada Alloh SWT
      ), jangan hanya karena anda ingin merdeka kemudian anda mencari dalil-dalil
      baik aqli maupun naqli untuk menguatkan pendapat anda.

      Menurut Ahlussunnah Wal Jama’ah di mana mereka orang-orang yang
      berilmu/bermanhaj lurus tidak pernah mengatakan seperti bapak Husaini Daud
      cs. Apabila di tanya mengenai hal ini ( orang-orang yg dlm kerangka NKRI )
      maka di jawabnya Wallohu’alam. Saya mau bertanya memang ilmu anda ( Bapak
      Husaini Daud cs bisa menyamai mereka bahkan lebih tinggi ). Insya Aloh tidak
      ada satupun golongan yang ilmunya bisa menandinginya dan yang jelas mereka
      di lihat dari penampilannya saja sudah menunjukkan seorang islam belum kalau
      di lihat dari segi batiniah ( hablumminalloh).

      Wallohu’alam bi showab

      Wassalam

      Rokmawan

      rokh_mawan@...
      rokh-mawan@...
      solo, jateng, Indonesia
      ----------

      Date: Wed, 30 Jun 2004 20:57:35 -0700 (PDT)
      From: tati - <narastati@...>
      Subject: Re: Dengarkanlah Dulu....
      To: ahmad@..., rohma wawan <rokh_mawan@...>,
      sadanas@...
      Cc: om_puteh@..., narastati@..., JKamrasyid@...,
      dityaaceh_2003@..., yuhe1st@..., mr_dharminta@...,
      habearifin@..., editor@..., suparmo@...,
      siliwangi27@..., sea@..., solopos@...,
      Padmanaba@..., kompas@..., mitro@...,
      yusrahabib21@..., husaini54daud@...

      Alhamdulillah, sekali lagi nih salut dengan tulisan pak rohma wawan dalam
      pengetahuan agamanya.

      hallo...kang Ahmad Sang Ustadz...(ustadz nih..ye!!) keok.. kan dg orang
      Islam negara kami, itu baru satu belum lagi yg lain-lainnya.nah terbukti kan
      tanpa harus mengatakan NEGARA ISLAM INDONESIA putra-putra indonesia tetap
      ditunjuki oleh Allah dalam kebenaran. akang aja sampe gak bisa jawab saat
      dikupas pak rohmawawan tulisan pak Husaini. Jawabannya lama gak muncul.
      kenapa... discusi sama istri ya, yg katanya tamatan Al-azhar, pintar,berani
      plus bantah. Lama juga ya ngutak ngatik cari referensi buat pembenaran.
      Ketahuankan ilmu agama Islamnya cetek. Dan coba akang lihat bahasa yg
      digunakan pak rohmawawan yg hatinya ditunjuki Allah berbeda sekali kan dg
      Husaini yg penuh emosional sama dg akang...kalo dikomentari tulisannya.
      ha..ha.. ketahuan orang GAM cuma belajar ilmu agama upil dah minta
      pembenaran ngaku-ngaku IMAM lagi. yg ditunjuk malah si Hasan Tiro. lucu
      deh..! Ketahuan kan tujuan GAM itu bukan mendirikan Islam tapi mendudukan
      Hasan Tiro dkk.

      Pak rohma wawan, tetap terus ya pak, kasih pengetahuan agama Islam yg
      Rahmatan Lil'alamin kepada sekelompok orang yg SESAT ini. demi untuk AMBISI
      mereka pake topeng ISLAM dg mengutip ayat Al-qur'an disesuaikan dg
      keinginan. Kang Ahmad...coba tuh diskusi dulu dg pak rohmawawan soal ajaran
      Islam sy mo tahu tuh sampe sejauh mana ilmu agama Islam akang. jg pandainya
      cuap-cuap dimilis ini.

      Tati
      narastati@...
      Jakarta, Indonesia
      ----------

      _________________________________________________________________
      Hitta rätt på nätet med MSN Sök http://search.msn.se/