Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

20377GUBERNUR ACEH TERHARU SAAT MENGHORMATI BENDERA MERAH PUTIH

Expand Messages
  • Acheh Watch
    Aug 18, 2010
      Wed, Aug 18th 2010, 11:52

      Gubernur Terharu Saat Pidato di Depan Veteran


      Peringatan HUT RI di Aceh
      Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Selasa 17 Agustus 2010 bertindak sebagai inspektur upacara HUT ke-65 Kemerdekaan RI di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. Dari kiri ke kanan, Gubernur Irwandi Yusuf, Wagub Muhammad Nazar, Pangdam IM Mayjen TNI Hambali Hanafiah, dan Kapolda Irjen Pol Fajar Prihantoro memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.SERAMBI/BEDU
       
      BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf sempat terharu saat berpidato pada temu ramah di depan veteran, keluarga veteran, kawaveri, warakawuri, dan purnawirawan TNI/Polri di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa (17/8).  “Bagi masyarakat Aceh, HUT ke-65 RI punya makna tersendiri. Sebelum Aceh damai pada 15 Agustus 2005, perayaan HUT RI di Aceh tak bisa dilakukan. Kalau pun dilaksanakan, seperti di Banda Aceh dalam keadaan penuh waspada,” kata Irwandi dalam pidato tanpa teks.

      Irwandi sempat terdiam sesaat, kemudian dengan suara terpatah-patah dia melanjutkan pembicaraan. Dikatakannya, sebelum Aceh damai, belum empat bulan setelah peringatan HUT RI, GAM juga memperingati HUT tandingan, yaitu Milad GAM setiap 4 Desember. Peringatan itu pun banyak memakan korban. Maka dari itu, kemerdekaan yang telah kita rasakan saat ini patut kita syukuri. Sedangkan yang sudah terjadi sebelumnya adalah takdir untuk Aceh, sehingga Aceh kini memperoleh kedamaian,” kata Irwandi.

      Selanjutnya, Irwandi meminta izin kepada Pangdam IM Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapolda Aceh Irjen Pol Fajar Prihantoro, dan Kajati Aceh Halili Toha. Kepada Unsur Muspida Aceh yang duduk di barisan depan itu, Irwandi mengungkapkan bahwa sebagian veteran Aceh kembali melanjutkan perjuangan saat pemberontakan DI-TII bergejolak di Aceh tahun 50-an, dan terakhir bergabung dalam perjuangan GAM.

      “Ini semua dilakukan karena mereka menilai Aceh ketika itu belum mendapatkan kemerdekaan yang paripurna. Maka dari itu, hari ini kita semua menyadari bagaimana kemerdekaan itu diperjuangkan. HUT ke-65 RI sungguh sangat berarti bagi generasi penerus bangsa. Kita semua bertanggungjawab dan harus memiliki komitmen moral untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan,” kata Irwandi disambut tepuk tangan seisi ruangan.

      Beri penghargaan
      Irwandi menambahkan, atas jasa yang telah diberikan para pejuang sebelumnya, maka Pemerintah Aceh berhak memberi penghargaan dan bingkisan. “Bingkisan tersebut harus dimaknai sebagai sebuah ketulusan dari anak cucu atas apa yang telah bapak-bapak dan ibu-ibu berikan kepada negeri ini,” ucap Irwandi.

      Irwandi juga mengatakan, pemerintah menyerahkan Satya Lencana kepada pegawai negeri sipil di Aceh yang telah setia, jujur, disiplin, dan cakap dalam mengabdi secara terus menerus selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun. Sehingga para PNS ini bisa dijadikan teladan oleh pihak lain.

      Kemudian, mantan Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah ini berseloroh, “Sebetulnya pada momen ini saya juga berhak mendapat dua penghargaan, pertama sebagai veteran, dan kedua penghargaan sebagai PNS karena telah mengabdi mengajar selama 26 tahun. Lagi-lagi hadirin bertepuk tangan.

      Sebelumnya, dalam acara temu ramah itu, panitia menyerahkan secara simbolis santunan kepada beberapa veteran dan keluarga veteran. Bantuan Rp 5 juta per orang itu diberikan kepada 70 veteran dan keluarga veteran di seluruh Aceh. Sedangkan sejumlah PNS di Aceh mendapat penghargaan Satya Lencana Satya 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.   

      Pada kesempatan itu, Darwis, seorang pewakilan veteran dan keluarga veteran dari seluruh Aceh mengucapkan terima kasih atas bantuan itu. Meski tidak dalam bentuk uang, dia berharap Pemerintah Aceh peduli terhadap veteran dan keluarga veteran, tak hanya pada perayaan 17 Agustus, tapi juga pada momentum lain, seperti pada peringatan hari pahlawan.

      Kembali jadi irup
      Acara ramah tamah itu digelar usai upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan di Lapangan Balangpadang Banda Aceh. Untuk kedua kali sejak terpilih menjadi Gubernur Aceh pada 2006, Gubernur Irwandi bertindak sebagai inspektur upacara (irup) HUT Kemerdekaan RI, sedangkan pada 2008, Irwandi sakit dan pada 2009, diundang mengikuti HUT ke-64 RI di Istana Merdeka, Jakarta.

      Kemarin, teks proklamasi dibacakan Ketua DPRA Hasbi Abdullah. Wagub Aceh Muhammad Nazar serta Unsur Muspida Aceh, seperti Mayjen TNI Hambali Hanafiah, Kapolda Irjen Pol Fajar Prihantoro, dan Kajati Halili Toha turut hadir. Dari Muspida Banda Aceh, antara lain, Wali Kota Mawardy Nurdin.

      Seluruh Unsur Muspida dan istri masing-masing, termasuk istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani juga hadir pada upacara itu maupun saat ramah tamah di Anjong Mon Mata. Sekira pukul 14.00 WIB kemarin, Gubernur Irwandi dan rombongan muspida berangkat ke Rutan Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

      Remisi
      Di Rutan Kajhu, Gubernur Irwandi menyerahkan SK remisi. Dari Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II A, Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Selasa (17/8) sebanyak 282 narapidana mendapat remisi dari Pemerintah Indonesia. SK Remisi tersebut diberikan oleh Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Dari jumlah itu 87 orang narapidana yang terkait berbagai kasus mendapat remisi. Bahkan tiga narapidana yang belakangan diketahui dua orang berasal dari LP Kajhu dan satu dari LP Lhoknga, langsung bebas. Dua mantan narapidana yang mendapat SK Remisi dari LP Kajhu itu yakni Hendri Gunawan (28) dan Ansari BM Hasan. Sementara satu orang lainnya mantan narapidana dari LP Lhoknga yang langsung bebas adalah Heriadi (23).(sal/mir)
      Tgk Hasan di Tiro: Awaknjan mandum ka pungo ! Kadjitém seumah dan teurimong peurintah bak djawa !
      Tengku Hasan di Tiro: "Ureuëng2 lagèë  lôn siribèë go leubèh got maté nibak didjadjah lé djawa !
      http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ

       Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) !
      http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related
      Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter !
      http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related

      Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ?
      http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8

      Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)!
      http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related
      Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!"
      http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related

      MoU Helsinki is worse than Special Autonomy !
      MoU Helsinki njan leubèh brôk nibak Otonomi Khusus !
      http://www.youtube.com/watch?v=HXyH-o4Ab84&feature=related

      DRAMA SEUDJARAH ATJÈH. Act-5. Scene-3. Peumandangan lam kèm Tjut Njak Dien (1) http://www.youtube.com/watch?v=2p-hnVyXO1A
       
      http://www.freeacheh.info/B/ "Sesungguhnya jika sebagian di antara kita yang dewasa ini bermegah dengan kedudukan dan kekayaan yang mereka dapatkan dari menghambakan diri kepada penjajah, adalah pribadi-pribadi yang meracuni dan melecehkan ideologi Acheh Merdeka yang beliau lahirkan, dan kepada mereka masa kehancuran akan datang yang membuat mereka lebih nista daripada kaum penjajah."

    • Show all 27 messages in this topic