Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

[0009] Re: TANGGAPAN TEGUH SERI IV (BAG 1)

Expand Messages
  • Yohannes
    Lanjutan .... On 10/07/2008 at 5:09 PM Nafiri Yahshua wrote: Koordinasi Anak Kalimat [Coordination of clauses]. Dalam bahasa Yunani
    Message 1 of 1 , Aug 31, 2008
    • 0 Attachment

      Lanjutan ....

      On 10/07/2008 at 5:09 PM "Nafiri Yahshua" <nafyah_min@...> wrote:

      Koordinasi Anak Kalimat [Coordination of clauses]. Dalam bahasa Yunani klasik, kalimat biasanya terdiri dari salah satu kata kerja pokok dan kata kerja lainnya dibawahnya dalam bentuk anak kalimat keterangan atau jenis lainnya.

      Yohannes:
      Terlalu gampang Anda mengatur struktur kalimat Yunani seperti itu. Ada dua jenis kalimat Yunani yaitu kalimat lengkap dan kalimat tidak lengkap. Kalimat lengkap terdiri dari dua unsur yaitu subyek dan predikat, sedangkan kalimat tidak lengkap hanya mengandung satu unsur saja seperti interjeksi (kalimat seru), judul, vokatif (sapaan, panggilan).

      Kalimat lengkap pula terdiri atas tiga jenis: sederhana, gabungan, atau kompleks. Dalam kalimat lengkap sederhana, subyek dan predikat hanya muncul satu kali. Kalimat lengkap gabungan atau kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat lengkap sederhana yang dihubungkan dengan konjungsi KAI, ALLA, GAR, DE, DIO, dan seterusnya. Kalimat lengkap kompleks dapat diibaratkan dengan kalimat majemuk bertingkat dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari kalimat induk berikut anak kalimat.

      Teguh:
      Di sisi lain, bahasa Ibrani cenderung meletakkan kata kerja satu demi satu, menggabungkan mereka bersama dalam kata penghubung sederhana [bahasa Ibrani, “waw”, "dan”]. Ini yang dikenal dengan sebutan parataxis, dari kata paratasso, “saya meletakkan satu persatu”.

      Yohannes:
      Gabungan kata kerja seperti itu hanyalah salah satu parataxis dalam bahasa Yunani. Parataxis dibatasi pada dua kalimat independen (bukan hanya kata kerja) sisi demi sisi tetapi dengan satu pikiran. Parataxis berarti "koordinasi", bandingkan dengan hupotaxis (dari hupotassô) yang berarti "subordinasi". Parataxis Yunani yang biasa digunakan adalah KAI, TE ... KAI, EUTHUS ... KAI, DE, dan masih banyak lagi.

      Khusus tentang konjungsi KAI. Konjungsi ini digunakan dalam tiga cara: [1] sebagai kopulatif; [2] dengan makna "juga" yaitu bukan saja kopulatif tetapi juga emphatic, peningkatan, penambahan; dan [3] digabungkan dengan partikel lain dengan makna tertentu seperti KAI DE, DE KAI, ALLA KAI, EAN DE KAI, EI KAI, KAI GAR, dan seterusnya.

      Yang Anda jelaskan di atas adalah KAI sebagai kopulatif. Konjungsi itu bukan saja menggabungkan kata tetapi dengan penerapan yang jauh lebih kompleks.

      Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. (Matius 3:10, TB-LAI)
      êdê de kai hê axinê pros tên rhizan tôn dendrôn keitai pan oun dendron mê poioun karpon kalon ekkoptetai kai eis pur balletai

      Ada tiga jenis konjungsi di atas yaitu DE, KAI, dan OUN, sedangkan di awal kalimat ada gabungan konjungsi DE KAI. Tanya, apakah pola seperti itu dikenal dalam bahasa Ibrani? Demikian juga ayat ini:

      bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. (Lukas 12:7, TB-LAI)
      alla kai hai trikhes tês kephalês humôn pasai êrithmêntai mê oun phobeisthe pollôn strouthiôn diapherete

      Teguh:
      Dalam bahasa Yunani koine, susunan demikian tidak lazim. Dan hal ini telah terlebih dahulu dijelaskan kemunculannya yang kerap dalam Kitab Perjanjian Baru. Namun kemunculan secara tetap kata "dan” [Yunani, “kai”] dalam Kitab Besorah/Injil merupakan pemaksaan yang berlebihan [overstraining] dalam tulisan bahasa Yunani. Dalam Besorah/Injil, jenis demikian merupakan karakteristik menonjol dalam Markus, yang merupakan contoh tunggal dari panjangnya kalimat dalam bahasa Yunani dengan kata penghubung bersusun [subordinating participles] [Band. Mark 5:25-27].

      Yohannes:
      Saya kutip ayat yang Anda maksud itu dan saya tandai konjungsi dimaksud dengan warna berbeda.

      Markus 5:25-27
      1. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

        kai gunê tis ousa en rhusei haimatos etê dôdeka
      2. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

        kai polla pathousa hupo pollôn iatrôn kai dapanêsasa ta par heautês panta kai mêden ôphelêtheisa alla mallon eis to kheiron elthousa
      3. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

        akousasa peri tou iêsou elthousa en tô okhlô opisthen êpsato tou himatiou autou

      Ternyata tidak semua menggunakan konjungsi KAI, malah ada konjungsi ALLA, sedangkan ayat terakhir justru tidak menggunakan konsungsi KAI sama sekali.

      Pemakaian kata KAI secara berlebih-lebihan adalah biasa dalam bahasa Yunani, silakan bandingkan dengan tulisan non-Alkitab di bawah ini yang ditulis oleh Plato dalam artikel "Republic", halaman 327.

      kai oligo husteron ho te Polemarchos heke kai Adeimantos ho tou Glaukonos adelphos kai Nikeratos ho Nikiou kai alloi tines hos apo tes pompes.

      Teguh:
      Contoh khas gaya markus dapat ditemukan dalam Markus 10:33-34 sbb: “kata-Nya: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan [kai] Putra Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan [kai] ahli-ahli Torah dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan [kai] mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, dan [kai] Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan [kai] dibunuh, dan [kai] sesudah tiga hari Ia akan bangkit." Di sini kita melihat gaya bahasa Yunani yang khas, mungkin, barangkali, telah di subordinasi oleh salah satu atau lebih anak kalimat dengan menggunakan kata penghubung atau anak kalimat penghubung [relative clauses].

      Yohannes:
      Untuk mengetahui apakah kalimat Yunani itu merupakan kalimat lengkap sederhana, gabungan, atau majemuk, silakan perhatikan subyeknya, dan untuk mengetahui apakah memiliki subordinasi, perhatikan pula apakah kalimat itu memiliki relatif pronomina seperti HOS.

      Struktur kalimat dalam Markus 10:33-34 bukanlah kalimat majemuk yang memiliki subordinasi atau anak kalimat, melainkan beberapa kalimat sederhana yang dihubungkan dengan konjungsi KAI, dan itu hal yang lazim dalam bahasa Yunani, tidak mutlak mencerminkan karakter Semitik.

      Markus 10:33-34, saya penggal menurut subyek dan predikat.

      • hoti (bahwa) idou (sesungguhnya)
      • anabainomen (kita naik/mendaki) eis (ke [dalam]) hierosoluma (Yerusalem)
      • kai
      • ho huios (Anak) tou anthrôpou (Manusia) paradothêsetai (Dia akan diserahkan) tois arkhiereusin ([kepada] imam-imam kepala) kai (dan) tois grammateusin ([kepada] ahli-ahli Taurat)
      • kai
      • katakrinousin (mereka akan menghakimi) auton (-Nya) thanatô ([kepada] maut)
      • kai
      • paradôsousin (mereka akan menyerahkan) auton (-Nya) tois ethnesin ([kepada] bangsa-bangsa)
      • kai
      • empaixousin (mereka akan mengolok-olok) autô (-Nya)
      • kai
      • mastigôsousin (mereka akan meludahi) auton (-Nya)
      • kai
      • emptusousin (mereka akan menyesah) autô (-Nya)
      • kai
      • apoktenousin (mereka akan membunuh) auton (-Nya)
      • kai
      • tê tritê (ketiga) hêmera (hari) anastêsetai (Dia akan bangkit [sendiri])

      Subyek utama adalah ho huios tou anthrôpou, "Anak Manusia" sedangkan para imam kepala dan ahli-ahli Taurat yang pada mulanya sebagai obyek menjadi subyek kalimat berikutnya, bukan kalimat bertingkat. Subyek kalimat berikutnya tanpa menggunakan pronomina melainkan menyatu dalam verba orang ketiga jamak yang disusun secara paralel, bukan bertingkat. Konjungsi KAI dalam Markus 10:33-34 termasuk kategori kopulatif kontinuatif, menandai suatu tindakan yang bersambung. Pemakaian seperti ini pun dapat dijumpai dalam ayat-ayat lain, misalnya:

      Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: (Lukas 2:25-28, TB-LAI)
      kai idou ên anthrôpos en hierousalêm hô onoma sumeôn kai ho anthrôpos houtos dikaios kai eulabês prosdekhomenos paraklêsin tou israêl kai pneuma hagion ên ep auton kai ên autô kekhrêmatismenon hupo tou pneumatos tou hagiou mê idein thanaton prin ê idê ton khriston kuriou kai êlthen en tô pneumati eis to hieron kai en tô eisagagein tous goneis to paidion iêsoun tou poiêsai autous kata to eithismenon tou nomou peri autou kai autos edexato auto eis tas agkalas autou kai eulogêsen ton theon kai eipen

      Hal serupa -- pemakaian KAI secara berturut-turut -- dapat dijumpai dalam tulisan klasik Yunani non-Alkitab tanpa perlu saya kutip lagi karena kita toh tidak membahas tulisan Yunani non-Alkitab?

      Teguh:
      Beberapa terjemahan seperti KJV dan RSV mencerminkan corak Semitik dan memunculkan corak yang janggal [stylistically awkward] tersebut dalam bahasa Inggris. Namun terjemahan bahasa Inggris lainnya yang mengakui idiom-idiom Semitik tersebut, melakukan restrukturisasi terhadap pelanggaran tata bahasa [restructure the gramar slaightly] untuk menghasilkan terjemahan yang lebih diterima dalam bahasa Inggris [band. Terjemahan GNB, NIV, JB, NEB]. [Cat: Persoalan parataxis sebagai indikasi latar belakang Semitik, dibicarakan secara panjang lebar dalam artikel J.B. Lightfoot mengenai Corak Khas Besorah/Injil Yokhanan {Style of John' Gospel} dalam situs ini, www.bible-researcher.com]

      Yohannes:
      Saya tanggapi di mail berikutnya.

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.