Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

FW: [masyarakat_dan_polisi] MENGANTISIPASI RUNTUHNYA NKRI (tulisan Bung Bagus S)

Expand Messages
  • POST1
    From: masyarakat_dan_polisi@yahoogroups.com [mailto:masyarakat_dan_polisi@yahoogroups.com] On Behalf Of eko darminto Sent: vrijdag 1 februari 2008 13:11 To:
    Message 1 of 1 , Feb 1 12:07 AM
    • 0 Attachment

       

       

      From: masyarakat_dan_polisi@yahoogroups.com [mailto:masyarakat_dan_polisi@yahoogroups.com] On Behalf Of eko darminto
      Sent: vrijdag 1 februari 2008 13:11
      To: dpr-ri; gosip-politik; masyarakat_dan_polisi Moderator; pantau-komunitas; kajian_strategis
      Subject: [masyarakat_dan_polisi] MENGANTISIPASI RUNTUHNYA NKRI (tulisan Bung Bagus S)

       

      Teman-teman seperjuangan terlampir dibawah ini adalah
      tulisan Bung Bagus Satriyanto, yang saya terima hari
      ini.

      Semoga Tulisannya dapat menjadi pencerahan , sebagai
      bahan diskusi untuk bergerak.

      Terima Kasih

      Eko Darminto

      MENGANTISIPASI RUNTUHNYA NKRI

      Judul diatas tulisan seolah terasa agitatif akan
      tetapi inilah keresahan bathin saya dan kemungkinan
      juga anda . Keresahaan bathin saya ini sesungguhnya
      sudah berlangsung sejak tahun 1974, namun puncaknya
      terjadi Februari 2005, ketika saya mendengar cerita
      sahabat lama saya seorang tokoh Pemuda Muslim , yang
      kebetulan selamat dari Musibah Tsunami yang terjadi di
      Aceh dan Nias pada tanggal 26 Desember 2004. Sahabat
      saya dari Aceh tersebut bercerita , ditengah ia harus
      menolong saudara-saudaranya yang tertimpa musibah,
      untuk sekedar menghibur dirinya sahabat saya tersebut
      dengan bangga mengatakan pada salah seorang anggota
      LSM ASING yang berkulit putih yang kebetulan non
      muslim , bahwa Aceh adalah serambi Mekah, bahwa Umat
      Islam di Aceh sangat taat pada agamanya, oleh
      karenanya adalah sangat wajar ditengah banyaknya
      bangunan yang runtuh , ambruk terkena musibah ,
      bangunan Masjid banyak yang utuh tidak terkena dampak
      musibah Tsunami, mendengar hal tersebut apa
      tanggapan si anggota LSM ASING tersebut ia
      membenarkan sebagian dari pendapat sahabat saya
      tersebut, akan tetapi ia juga menolak sebagian
      pendapatnya, pendapat yang lain dari si Anggota LSM
      ASING tersebut mengatakan bahwa “ Tuhannya orang Islam
      Kejam yang di selamatkan hanya Masjid bukan orang
      nya”. Mungkin karena situasi pada saat itu tidak
      memungkinkan akhirnya sahabat saya tersebut tersenyum
      kecut dan pergi meninggalkan si anggota LSM ASING
      .Ketika ia bertemu saya menceritakan hal tersebut di
      bulan Februari 2005, untuk mengembalikan semangat
      sahabat saya tersebut, saya hanya mengatakan bahwa Di
      balik Musibah Tsunami, pasti ada Hikmah dan dibalik
      Hikmah kalau kita mau merenung pasti ada potensi yang
      menghasilkan Barokah dari ALLOH swt, kalau soal
      tuduhan si anggota LSM ASING tersebut bahwa Tuhannya
      orang Islam kejam hal tersebut tidak mendasar banyak
      Musibah dr ALLOH swt contohnya : tenggelamnya Umat
      Nabi Nuh, Nabi Luth, Nabi Musa, Pompey di Yunani,
      Perang Salib, pecahnya nya Jerman Timur dan Jerman
      Barat yang kemudian bersatu lagi, Pecah nya
      Yugoslavia, bubarnya Uni Soviet ( karena manusia
      adalah bagian kecil dari Alam , perang juga saya
      anggap bencana Alam yang digerakkan oleh ALLOH swt )
      jadi kalau soal kejam bukan hanya Tuhan nya orang
      Islam saja yang kejam , Tuhan mereka juga kita bisa
      anggap lebih kejam karena yang memproduksi
      senjata-senjata yang saat ini kita anggap modern
      adalah sebagian besar mereka yang kebetulan non
      muslim tergantung dari sisi mana dan kepentingan apa
      kita melihatnya.
      Kembali kesoal musibah Tsunami sampai saat ini saya
      baru menganggapnya sebuah musibah yang merupakan
      sebuah peringatan dari ALLOH swt kepada Umat Islam
      yang kebetulan mayoritas di Negara yang saat ini
      bernama Indonesia,berbagai bencana dan musibah
      sepanjang tahun 2004 sampai saat ini, belum merupakan
      laknat dari ALLOH swt, sebab kalau ALLOH SWT
      melaknatnya maka ALLOH swt ber HAK untuk
      menenggelamkan Negara ini , minimal membubarkan Negara
      ini, dan gejala kearah ini makin terasa kuat dari
      hari ke hari pasca Tsunami 2004, berbagai bencana,
      kelaparan , penyakit, benturan antar umat seagama dan
      umat beragama, benturan antar parpol baik secara
      terbuka maupun tertutup, pemerintah yang tidak mampu
      memerintah baik di Tingkat Pusat maupun Daerah dsb,
      dsb.
      Melihat peringatan-peringatan dari ALLOH swt, asalkan
      kita mau berfikir untuk memecahkan persoalan negeri
      ini secara bersama-sama dimana letak akar
      permasalahannya, pastilah ALLOH swt memberikan jalan
      keluarnya sehingga negeri ini bisa bangkit kembali
      dari keterpurukannya bahkan mungkin bisa menjadi
      Negara besar yang di Rahmati oleh Nya.
      Menurut pendapat saya letak kekhilafannya /
      kesalahannya bukan pada rakyat tetapi terletak pada
      mereka yang mengaku diri nya pemimpin dan hal ini
      terjadi bukan saat ini , tetapi sejak kita merdeka
      hamper 63 tahun yang lalu , kita tentu masih ingat
      lahirnya Maklumat X Oktober 1945 yang kemudian yang
      menyatakan bahwa Komite Nasional Indonesia Pusat
      sebelum terbentuknya MPR/DPR melakukan tugas
      legisltif. (1). Dengan demikian KNIP dari lembaga
      pembantu presiden menjadi lembaga yang sederajat
      dengan lembaga kepresidenan. Kemudian KNIP yang
      dipimpin Syahrir ini lebih berhasil lagi dalam
      mendorong Pemerintah – Wk.Presiden Hatta -- untuk
      mengeluarkan Maklumat Pemerintah tentang pendirian
      partai-partai politik 3Nopember 1945 dan pemberlakuan
      Kabinet Parlementer (14 Nopember 1945). (2) Seperti
      kita ketahui UUD 1945 menganut sistem kabinet
      presidensiil, di mana presiden memegang kekuasaan
      sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Tapi
      dengan dikeluarkannya Maklumat Wk. Presiden No.X
      Oktober 1945, yang diikuti pengumuman Peraturan
      Pemerintah bulan Nopember tentang pendirian
      partai-partai politik dan pergantian sistem
      presidensiil menjadi parlementer, maka akibatnya mulai
      saat itu , presiden tidak lagi mempunyai kekuasaan
      atau hak menentukan kebijakan jalannya pemerintahan,
      tapi hanya sebagai kepala negara yang berfungsi
      sebagai simbol atau tukang stempel. Semua kebijakan
      pemerintahan dijalankan oleh perdana menteri bersama
      kabinetnya.Hal demikian ini berlangsung terus sampai
      kemudian Bung Karno mengluarkan Dekrit 5 Juli 1959,
      yang karena kesulitan mengendalikan situasi akhirnya
      Bung Karno tumbang pada 11 Maret 1966.( berakhirnya
      era ORLA).

      Berbeda dengan Orde Lama kelemahan Orde Baru yang
      kelemahan mendasar dari Orde Baru adalah kegagalan nya
      dalam merangsang partisipasi Rakyat, pola Pembangunan
      yang dilakukan oleh Orde Baru hanya TOP DOWN bukan TOP
      DOWN yang merangsang BOTTOM UP, sehingga , ORDE BARU
      tidak mampu merangsang agar Rakyat bias BERDIKARI,
      ORDE BARU tidak mampu merangsang musyawarah untuk
      mufakat diantara para pemimpin Rakyat, inilah yang
      disebut Penyalahgunaan Kekuasaan dari Orde Baru yang
      kita kenal dengan sebutan Korupsi, peringatan kepada
      ORDE BARU atas penyelewengan kekuasaannya sudah
      dilakukan oleh mahasiswa sejak tahun 1971, 1974, 1977
      /78 dan puncaknya terjadi di 21 Mei 1998, dengan
      lengsernya pak Harto yang kita kenal dengan sebutan
      Reformasi.
      Apa yang terjadi setelah Reformasi , karena para
      pemimpin yang berkuasa setelah lengsernya pak Harto
      sebagian besar bukan mereka yang merintis jalannya
      Reformasi padahal syarat perubahan adalah perubahan:
      sistim, nilai dan aktor , maka saat ini keadaan
      Indonesia saat ini situasi di era ORDE LAMA
      berhimpitan dengan ORDE BARU,dalam makalahnya yang
      berjudul : KEPEMIMPINAN UNTUK KEBERDAYAAN RAKYAT yang
      disampaikan pada diskusi yang diadakan oleh BARNAS
      pada tanggal 25 Oktober 2007 secara singkat Bambang
      Hismawan dari BINA SWADAYA menggambarkan bahwa :
      • Orla : Sistem Partai dan Onderbouw
      • Orba : Sistem Proyek bagi Pembiayaan Pembangunan
      • Reformasi : 2 Sistem tersebut berlangsung
      bergandengan dari Pusat sampai daerah
      Sebagai akibatnya : Devaluasi Mata Uang Yang Sangat
      Besar 50.000.000.000 % selama 60 tahun :
      – Th. 50-an : Sanering (Gunting Sjafuddin) 50%
      – Th. 1966 : penyusutan keuangan Rp. 1000,- menjadi
      Rp. 1,- (100.000 %)
      – Th. 1967, US $ 1 = Rp.84 – Rp.100, rata-rata Rp.90;
      tahun 2007 = Rp. 9000 (10.000 %)
      – Catatan: Di Thailand, 60 tahun lalu, US $ 1 = 20
      Bath. Sekarang US $ 1 = 40 Bath (100%)

      Jadi sangat wajar kalau ketika Tsunami di Aceh 26
      Desember 2004 kemudian terjadi dialog seperti yang
      saya uraikan dipembukaan diatas, karena pada saat itu
      Negara memang sudah tanpa daya .
      Dari sudut pandang saya para pemimpin pasca
      kemerdekaan, yang diurus oleh para pemimpin saat
      itu hanya berebut kekuasaan yang intinya adalah
      saling memperebutkan Harta Pampasan Perang bukan
      menglola pampasan perang dengan baik dan sudah pasti
      yang mereka lakukan ini sudah melanggar UUD 1945 dan
      Pancasila yang mereka sudah cita-citakan sebelum
      kemerdekaan , sedangkan diera Orde Baru karena
      pampasan perang sudah habis maka langkah untuk
      membangun Negara ini adalah dengan menjaminkan
      negeri ini pada pihak lain atau dengan kata lain
      ORDE BARU menyalahgunakan UUD 45 , karena memang sudah
      dijamin pada pihak lain maka asset yang telah
      dijaminkan dan sudah terkumpul di BPPN ya diobral
      murah, karena untuk membayar pinjaman masih kurang
      dan masih harus dibayar ( obligasi rekap yang besarnya
      40 Trilliun rupiah pertahun ), maka langkah berkutnya
      adalah menjual seluruh kekayaan negeri ini istilah
      modernnya privatisasi, dan pada setiap proses
      penjaminan , penggadaian maupun penjualan karena
      perilaku sekaligus situasi ORLA dan ORBA sudah
      berhimpitan dapat diduga ada penyelewengan kekuasaan (
      korupsi).

      Dalam situasi seperti ini apa yang kita lakukan agar
      negeri ini dapat bangkit kembali serta melepaskan
      diri dari kesulitan yang kita hadapi bersama.

      Saya teringat sejarah Rasullah SAW yakni Hijrah ,
      Hijrah dari Mekah ke Madinah dari sudut pandang saya
      makna Hijrah bagi saya beliau Rasulluah SAW sengaja
      di fakirkan oleh ALLOH SWT, adapun tujuan ALLOH SWT
      meng fakirkan RASULLAH SAW agar beliau mengevaluasi,
      mereformasi , merekonstruksi, mengkonsolidasi,
      merevolusi diri dan kekuatan beliau dan para
      pengikutnya agar mampu kembali merebut kemenangan ,
      setelah beliau Rasullah SAW dan para pengikutnya di
      mampukan oleh ALLOH SWT mengevaluasi, mereformasi,
      merekostruksi , mengkonslidasi serta merevolusi diri
      dan kekuatan barulah mereka kembali dari Madinah ke
      Mekah. Apa yang dilakukan oleh Rasullah SAW dari
      sesampainya di Mekah adalah

      1.Menghancurkan seluruh berhala, mengapa berhala
      harus dihancurkan , menurut saya karena
      berhala-berhala tersebut bukan TUHAN sekaligus bukan
      Negara dan setiap berhala pasti punya pengikut.

      2.Sesampainya di Mekah beliau Rasullah SAW dan para
      pengikutnya menang perang maka pampas an perang yang
      beliau peroleh dikelola dengan baik bukan diperebutkan


      Dalam konteks Indonesia saat ini kalau mengambil
      pelajaran dari Hijrah maka yang harus dilakukan adalah
      :

      1.Tinggalkan terlebih dahulu partai-partai karena
      kalau pemimpin / calon pememimpin hanya berpikir
      merebut kekuasaan melalui partai/kelompoknya bukan
      bekerja untuk agama, rakyat dan negaranya, maka
      secara langsung maupun tidak langsung partai-partai
      mirip dengan berhala. Oleh karenanya bagi
      partai-partai politik yang kira-kira sudah merasa
      lulus menjadi peserta Pemilu 2009 jangan berfikir
      mengatur pencalonan Presiden / Wakil Presiden, DPR
      dan DPD, bagi partai-partai politik yang kira-kira
      merasa tidak dapat menjadi peserta Pemilu 2009 jangan
      hanya berfikir berganti nama dan mengurus verifikasi
      untuk ikut pemilu 2009, begitu pula dengan
      partai-partai baru dan mereka yang merasa mampu
      menjadi calon Presiden / Wakil Presiden.

      2.Bagi Para Penyelenggara Negara, supaya menghimbau
      para pemimpin dan para bekas pemimpin, pegawai dan
      atau mantan pegawai Negara, untuk mengembalikan harta
      mereka, yang diduga telah diambil oleh mereka dengan
      cara-cara melawan hukum dari negeri ini untuk
      dikembalikan pada Negara, kalau dihimbau tidak bisa
      baru kejar PAJAK PRIBADI nya karena dengan mengejar
      Pajak Pribadi mereka Insya’Alloh mereka sulit
      berkutik sebab saat ini hanya UU PAJAK lah yang mampu
      mengejar mereka yang diduga telah melakukan
      penyelewengan jabatan (diduga koruptor) disamping UU
      anti korupsi maupun perundangan lainnya , hal ini
      mirip Elliot Ness menangkap AL-CAPONE, di era
      Pemerintahan KH Abdurrahman Wahid hal ini sudah
      dilakukan namun beliau dilengserkan sehingga tidak
      maksimal dan belum terasa hasilnya bagi Rakyat .
      Mengejar mereka yang diduga korup lewat pajak pribadi
      dapat segera dilakukan terlebih pada saat ini sudah
      ada KPK dan PPATK.

      3.Khusus bagi para pemimpin umat Islam di Indonesia
      agar mendorong tumbuhnya lembaga zakat, infaq dan
      sadaqoh serta baitullmall yang terintegrasi dan
      terorganisasi secara horizontal , vertikal dan modern
      , begitu pula untuk lembaga keagaamaan non muslim
      mungkin juga punya cara mirip dengan Islam . Zakat
      dalam pandangan Islam adalah kewajiban atau pajak atau
      tax , menurut saya hal inilah yang belum tergali ,
      terkelola, terorganisir dengan baik di Indonesia .

      Dari sudut potensi, letak geografis dan
      ketatanegaraannya kita mempunya sedikitnyai 15
      kekuatan yang tidak dimiliki oleh Negara lain dengan
      demikian INSYA’ALLOH mampu bangkit kembali.

      BANGUNLAH JIWANYA, BANGUNLAH BADANNYA UNTUK INDONESIA
      RAYA.yang memperoleh Barokah dan Rahmah dari ALLOH
      SWT/ TUHAN YME.

      Salam

      Jakarta, Ahad 18 Muharam 1429 H/ 27 Januari 2008.

      Bagus Satriyanto

      __________________________________________________________
      Be a better friend, newshound, and
      know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.