Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [Oil&Gas] (Process Safety) QRA dan inputs dr study-study nya

Expand Messages
  • Akh. Munawir
    Mas Darmawan, Sharing dikit nih. Sedari sekolah kemudian kuliah saya lebih suka belajar dari banyak Contoh Soal dengan Penyelesaiannya, dalam belajar teori
    Message 1 of 12 , Feb 1, 2010
    View Source
    • 0 Attachment
      Mas Darmawan,
       
      Sharing dikit nih.
      Sedari sekolah kemudian kuliah saya lebih suka belajar dari banyak Contoh Soal dengan Penyelesaiannya, dalam belajar teori biasanya hanya saya baca sekilas saja kemudian langsung ke contoh soal dan jika ragu dengan flow hitungan/penyelesaian maka saya akan balik lagi ke halaman depan untuk membaca teorinya tsb dari iterasi-iterasi kegiatan itulah saya biasa mendapatkan kesimpulan dan philosophy dari Teori + Applikasinya.
      Di masa kuliah saya di Teknik Elektro dulu, saya senang dengan structure tulisah buku-buku dari Schaum yang dipublished oleh Mc. Graw Hill yang memberikan banyak contoh soal dari berbagai case beserta penyelesaian yang mudah dipahami.
       
      Jika diperkenankan saya usul supaya content dan susunan buku QRA'nya bisa mirip-mirp/typical dengan buku-buku dari Schaum.
      Ini usulan yang bersifat individual taste yang mungkin bisa berbeda dari orang lain, tetapi mudah-mudahan bisa mewakili selera mayoritas.
      Untuk teori dan aplikasi QRA, saya yakin anda lebih jago dan lebih berpengalaman. 

      Salam,
      A Munawir
       
      2010/2/1 Crootth Crootth <yangfana_adalahwaktu@...>
       

      Terima kasih Mas Munawir yang rajin membaca...
       
      Mohon ditambah lagi pertanyaannya agar makin melengkapi edisi pertama buku saya...
       
      Tidak akan mungkin satu buku memuaskan keinginan semua pembaca, entah dari wordingnya, lay outnya, kelengkapan isi atau kedalaman materinya...
       
      karenanya mohon kiranya jika memang masih banyak yang perlu dipertanyakan mengenai QRA, silah ditulis di milis ini
       
      Rgrds
      DAM

      --- On Fri, 1/29/10, Akh. Munawir <amunawir@...> wrote:

      From: Akh. Munawir <amunawir@...>

      Subject: Re: [Oil&Gas] (Process Safety) QRA dan inputs dr study-study nya
      To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
      Date: Friday, January 29, 2010, 3:09 AM

       
      Mas Darmawan yang baik,
       
      Sangat membanggakan ada orang Indonesia yang mampu menyusun buku tentang QRA dan di dalam "Marine Risk Assessment" diprepared oleh DNV terkutip kalimat :

      Quantitative risk analysis (QRA) is one of the most sophisticated techniques of risk assessment, but should only be used where it gives a clear benefit.

      Mungkin penting juga dibahas dalam buku tsb, benefit apa yang pantas didapat sehingga QRA perlu dipilih untuk dikerjakan.
      Pertanyaan akan lebih banyak muncul setelah buku direlease dan dibaca untuk itu mohon nama saya dimasukan dalam urutan atas pemesan buku tsb karena sudah tidak sabar.
      Terima kasih.
       
      Salam,
      A Munawir
      2010/1/28 Crootth Crootth <yangfana_adalahwakt u@...>

       
      Insyaallah saya juga akan menjelaskan hal ini dalam buku QRA saya, saya justru butuh banyak masukan, hal hal apa saja sih yang ingin ditanyakan orang mengenai QRA?
       
      Mari silahkan di list pertanyaannya. ..monggo
       
      Agar apa yang nanti saya sampaikan sesuai dengan yang dibutuhkan
       
      Best regards
      DAM

      --- On Thu, 1/28/10, Dirman Artib <dir.art@gmail. com> wrote:

      From: Dirman Artib <dir.art@gmail. com>
      Subject: [Oil&Gas] (oil&gas)(HSE) QRA dan inputs dr study-study nya
      To: migas_indonesia@ yahoogroups. com
      Date: Thursday, January 28, 2010, 2:09 AM

       
      QRA fokus kepada Major Accident Event atau Major Hazard, yaitu (UK -SCR):
      • Fire explosion or release oif dangerous substances
      • Instability of structure/installat ion
      • Collision of helicopters or ships with the installations
      • Failure to provide life support system to divers/underwater personnel
      • Any other event of activities involving death or serious injury to five number personnel or above
      Kita ketahui bahwa proses untuk meng-eksekusi  proses QRA memerlukan informasi-informasi sebagai inputs, dan juga penetapan outputs-outputs.
      Inputs informasi contohnya adalah hasil-hasil study seperti :
      •  FEHA (Fire Explosion and Hazard Analysis)
      • EERA (Escape Evacuation and Rescue Analysis)
      • ESSA (Escape Systems and Survivability Analysis)
      • Other hazard analysis
      • (Ada lagi gak?....tolong masukan tambahan)
      Outputs-outputs yang biasanya dituju adalah informasi kualitatif berupa :
       
      • IRPA (Individual Risk per Annum)
      • Group Risk F-N Curve
      • PLL (Potential Loss of Life)
      • LSIR (Location Specific Individual Risk)
      • (Ada lagi gak ?, ....tolong masukan tambahan)
      Mohon pencerahan dari pendekar-pendekar Technical Safety atau Process Safety atau Occupational Safety atau Safety Engineer, atau siapa saja yang punya pengetahuan, tentang :
       
      1. Apakah dalam sequence dari proses aktivitas QRA bahwa safety-safety study harus lebih dulu dilakukan ?
       
      2. Dalam sebuah fasilitas migas beserta karakteristik dan tipe platform/structure, bagaimana cara menentukan output-outputs yang akan dituju dari sebuah QRA ? IRPA, PLL, LSIR dan apalagi ?
       
      3. Apakah makna dari sebuah angka misalnya Risk untuk Process = 5.26E-05  pada IRPA ? Besar resiko 5.26 untuk 100.000 aktivitas ?
       
      4. Apakah makna sebuah angka misalnya Risk untuk Process = 8.83E-03 (0.883) pada PLL ? Besar resiko adalah 8.83 untuk 1.000 aktivitas ?
       
      5. Selain daripada consequence modelling terhadap "Hydrocarbon Release- ignited, unignited HC vapaour, liquid HC) , ", apakah ada yang lain pada sebuah fasilitas migas ?
       
      6. Apakah ada hubungan antara consequence modelling dengan tipe-tipe umum, karateristik platform/structure (jacket, semi-sub, TLP, SPAR, FPSO) dengan consequence modelling yang harus ditetapkan ?
       
      7. Bagaimana cara menetapkan/menghitu ng Leak Frequency HC ?
       
      8. Bagaimana cara menetapkan/menghitu ng Ignited Event Frequency ? Baik immediate ignition maupun delayed ignition ?
       
      (Mudah-mudahan diskusi akan lebih panjang dari basic/definitions of HAZID, HAZOP dan JSA sebelumnya)
       
      Salam,
       
      d'Art.
       
       




    • Pandhu Lakshana
      Mas DAM, Mudah-mudahan nanti bukunya bergenre QRA for dummy , jadi saya bisa ikut mengambil manfa atnya... Salah satu yg saya harapkan, ya dg case study spt
      Message 2 of 12 , Feb 1, 2010
      View Source
      • 0 Attachment
        Mas DAM,

        Mudah-mudahan nanti bukunya bergenre "QRA for dummy", jadi saya bisa ikut mengambil manfa'atnya...
        Salah satu yg saya harapkan, ya dg case study spt yg disampaikan mas Munawir ini. Jadi kira-kira ada semacam "worked examples" untuk QRA procedure-nya. Ga' usah detil-detil juga ngga' papa, tapi kita yg baca bisa "get a feel" dg apa yg sudah dioutline pada pembahasan.

        Spt juga sudah disinggung sebelumnya, mungkin nanti bisa dibahas "cara cepat" bagaimana menentukan asumsi/ rule set yg tepat untuk permodelan. Kapan menggunakan asumsi yg generik/ konservatif dan kapan asumsi itu sebaiknya diasses sesuai dg kondisi yg lebih relevan dg hal yg dianalisa. Dan bagaimana pros dan cons dari keduanya.

        Oh iya, kalo dalam email mas Dirman nyebutnya EERA (Escape Evacuation and Rescue Analysis), bbrp praktisi juga menyebutnya dg ETRERA ( Escape, temporary Refuge, Evacuation and Rescue Analysis). Ada tambahan Temporary Refuge. Kira-kira kenapa kok beda ya ? Ada penekanan khusus untuk muster point-nya dimana hal-hal yg berkaitan dg aksesibilitas, structure dari muster point, dan physical protection. Tapi bukannya di EERA juga harusnya hal ini juga dianalisa ? Atau cuma beda terminologi aja ?
        Itu salah satu contoh, mungkin annti ada terminologi lain yg terkesan kontradiktif, tapi filosofi dan penerapannya sama. Mudah-mudahan hal2 spt ini bisa dimasukan ke dalam bukunya mas DAM juga.

        salam
        -Pandu

        2010/2/1 Akh. Munawir <amunawir@...>
         

        Mas Darmawan,
         
        Sharing dikit nih.
        Sedari sekolah kemudian kuliah saya lebih suka belajar dari banyak Contoh Soal dengan Penyelesaiannya, dalam belajar teori biasanya hanya saya baca sekilas saja kemudian langsung ke contoh soal dan jika ragu dengan flow hitungan/penyelesaian maka saya akan balik lagi ke halaman depan untuk membaca teorinya tsb dari iterasi-iterasi kegiatan itulah saya biasa mendapatkan kesimpulan dan philosophy dari Teori + Applikasinya.
        Di masa kuliah saya di Teknik Elektro dulu, saya senang dengan structure tulisah buku-buku dari Schaum yang dipublished oleh Mc. Graw Hill yang memberikan banyak contoh soal dari berbagai case beserta penyelesaian yang mudah dipahami.
         
        Jika diperkenankan saya usul supaya content dan susunan buku QRA'nya bisa mirip-mirp/typical dengan buku-buku dari Schaum.
        Ini usulan yang bersifat individual taste yang mungkin bisa berbeda dari orang lain, tetapi mudah-mudahan bisa mewakili selera mayoritas.
        Untuk teori dan aplikasi QRA, saya yakin anda lebih jago dan lebih berpengalaman. 

        Salam,
        A Munawir
      • yudi putera
        Om Garonk nambahin pertanyaan yah buat buku nya, mungkin bisa dimasukan ke buku jilid pertama atau bisa dijilid-jilid berikutnya. Biar engga bosan bacanya,
        Message 3 of 12 , Feb 1, 2010
        View Source
        • 0 Attachment
          Om Garonk nambahin pertanyaan yah buat buku nya, mungkin bisa dimasukan ke buku jilid pertama atau bisa dijilid-jilid berikutnya. Biar engga bosan bacanya, pertanyaannya pake gaya bercerita saya..(tapi ini pengalaman pribadi loh..)

          1. So what gitu loh????

          pada jaman dahulu kala.. PT. XYZ suatu perusahan offshore oil and gas dari eropa sana yang beroperasi di Indonesia diminta oleh kantor pusatnya untuk membuat safety case. Nah karena fasilitasnya sudah tahap operasi, jadinya yang dibuat yah operation safety case. Maka dipanggillah konsultan untuk membuat operation safety casenya. Hasilnya : Bab I nya adalah Facility Description, Bab II nya adalah HES Management System Description dan Bab III nya Formal Safety Assessment. Nah di Formal Safety Assessmen ini dilakukan berbagai Hazard Identification, Risk Analaysis, QRA nya dan ALARP study..hasilnya..didapatkan lah nilai IRPA,PLL dan TRIFnya..Dan tertawalah para Manajemen di PT.XYZ...telp disambungkan ke kantor pusat.."HALLO SIR!! YES SIR..NOW WE CAN DEMONSTRATE TO ALL STAKE HOLDER THAT WE ARE OPERATING OUR FACILITY AT THE LEVEL OF ACCEPTABLE AND TOLERABLE RISK!!! HA...HA..HA..." Lalu sangking bangganya..di kantor  direksi dipampang satu tanda pengumuman seperti ini. "We at PT. XZY consider it tolerable to kill 6.5 worker per 10,000 years"

          Minggu berganti..bulan berganti.. Safety Case Report yang tebalnya aujubilah itu..tersimpan manis di lemari sang Direktur, HES Manager dan Operation Manager...

          1 tahun kemudian datanglah si Robert (Corporate HES Manager) ke Indonesia, sambil ngopi-ngopi di starbuck...dia nanya sama si Joni (PT. XYZ HES Manager)..

          Robert : "well Joni...it was a year since you can demonstrate that you are in the ALARP level..are you still there now?".
          Jony : "oh..ya..ya.. we still there..the 6.5 1.E-4 right?!".
          Robert : " Good..good prof it to me!"
          Jony: "eh..ah...anu..eh... (bingung mode)...eh..should we invite consultant to do another Formal Safety Assessment sir?!!
          Robert : WHAT???

          Jadi Om Dhar..kalau sudah dapet IRPA & PLL nya..terus apa artinya bagi operation,maintenance dan departement lainnya? apa pengaruhnya bagi program dan aktifitas hari-hari mereka?? So what gitu loh?? ...gimana memaintain nilai IRPA nya supaya engga berubah atau tambah besar??

          II. Au ah..gelap ???

          PT.AAA, akan membangun FPSO di Indonesia..karena perusahaan besar dan berbau-bau eropa dalam phase Detail Engineeringnya di buat lah Design Safety Case..untuk menunjukan bahwa risk FPSO yang di design telah berada di ALARP level....

          setelah itu mulailah mereka mempersiapkan maintenance strategy dan program dari Maintenance dan Inspectionnya yang akan digunakan nanti diphase operasi.. biar canggih dilakukanlah RBI dan RCM study..diundang lah konsultan besar yang sudah beribu-ribu kali membuat safety Case (+ sebagai IVB nya), Ribuan QRA Study, Ratusan RBI dan RCM study... .PT. JKMN. Pada saat yang telah ditentukan...diadakan kick off meeting tentunya...

          Larry (Project Manager PT.AAA) : "Ok Gentlemen, as you can see we have the Design Safety Case, the QRA show us that the average IRPA is..5.7E.10-5, we have also the Safety Critical Element (SCE) and its performance standards (PS), your college in PT. JKM did the verification on those...Now we want you to develop the RBI and RCM program for each SCE"

          Untung (Project Manager RBI&RCM PT.JKM) : hah?? (bingung mode), terus nyolek gue.." yud.. apa hubungannya QRA, SCE,PS sama RBI dan RCM project kita???

          Yudi (OJT) : au..ah..gelap...

          jadi Om Dhar...kalau tidak dibuku pertama mungkin dibuku berikutnya...coba bawa QRA ke bahasa yang lebih membumi..apa sih gunanya QRA untuk pekerjaan hari-hari teman-teman di ofshore sana?

          B. Regards

          Yudi


          2010/2/1 Pandhu Lakshana <pandhual@...>
           

          Mas DAM,

          Mudah-mudahan nanti bukunya bergenre "QRA for dummy", jadi saya bisa ikut mengambil manfa'atnya...
          Salah satu yg saya harapkan, ya dg case study spt yg disampaikan mas Munawir ini. Jadi kira-kira ada semacam "worked examples" untuk QRA procedure-nya. Ga' usah detil-detil juga ngga' papa, tapi kita yg baca bisa "get a feel" dg apa yg sudah dioutline pada pembahasan.

          Spt juga sudah disinggung sebelumnya, mungkin nanti bisa dibahas "cara cepat" bagaimana menentukan asumsi/ rule set yg tepat untuk permodelan. Kapan menggunakan asumsi yg generik/ konservatif dan kapan asumsi itu sebaiknya diasses sesuai dg kondisi yg lebih relevan dg hal yg dianalisa. Dan bagaimana pros dan cons dari keduanya.

          Oh iya, kalo dalam email mas Dirman nyebutnya EERA (Escape Evacuation and Rescue Analysis), bbrp praktisi juga menyebutnya dg ETRERA ( Escape, temporary Refuge, Evacuation and Rescue Analysis). Ada tambahan Temporary Refuge. Kira-kira kenapa kok beda ya ? Ada penekanan khusus untuk muster point-nya dimana hal-hal yg berkaitan dg aksesibilitas, structure dari muster point, dan physical protection. Tapi bukannya di EERA juga harusnya hal ini juga dianalisa ? Atau cuma beda terminologi aja ?
          Itu salah satu contoh, mungkin annti ada terminologi lain yg terkesan kontradiktif, tapi filosofi dan penerapannya sama. Mudah-mudahan hal2 spt ini bisa dimasukan ke dalam bukunya mas DAM juga.

          salam
          -Pandu

          2010/2/1 Akh. Munawir <amunawir@...>

           

          Mas Darmawan,
           
          Sharing dikit nih.
          Sedari sekolah kemudian kuliah saya lebih suka belajar dari banyak Contoh Soal dengan Penyelesaiannya, dalam belajar teori biasanya hanya saya baca sekilas saja kemudian langsung ke contoh soal dan jika ragu dengan flow hitungan/penyelesaian maka saya akan balik lagi ke halaman depan untuk membaca teorinya tsb dari iterasi-iterasi kegiatan itulah saya biasa mendapatkan kesimpulan dan philosophy dari Teori + Applikasinya.
          Di masa kuliah saya di Teknik Elektro dulu, saya senang dengan structure tulisah buku-buku dari Schaum yang dipublished oleh Mc. Graw Hill yang memberikan banyak contoh soal dari berbagai case beserta penyelesaian yang mudah dipahami.
           
          Jika diperkenankan saya usul supaya content dan susunan buku QRA'nya bisa mirip-mirp/typical dengan buku-buku dari Schaum.
          Ini usulan yang bersifat individual taste yang mungkin bisa berbeda dari orang lain, tetapi mudah-mudahan bisa mewakili selera mayoritas.
          Untuk teori dan aplikasi QRA, saya yakin anda lebih jago dan lebih berpengalaman. 

          Salam,
          A Munawir

        • Admin Migas
          Mantap ceritanya, dan terjadi juga di tempat saya bekerja dulu. Solusinya diadakan workshop mengenai Continuous Rsk Reduction yang dihadiri oleh seluruh
          Message 4 of 12 , Feb 1, 2010
          View Source
          • 0 Attachment
            Mantap ceritanya, dan terjadi juga di tempat saya bekerja dulu. Solusinya diadakan workshop mengenai Continuous Rsk Reduction yang dihadiri oleh seluruh Offshore Installation Manager (OIM). Di workshop ini kita mengidentifikasikan semua risk yang ada di platform, tentunya berdasarkan database lengkap dari hasil QRA, HAZID, HAZOP, dll plus beberapa aktivitas proyek yang sudah atau akan dilakukan. Hasilnya disosialisasikan ke seluruh pekerja. Mudah-mudahan nggak tambah bingung :)
             
            Salam,
            Budhi S.
            ----- Original Message -----
            Sent: Monday, February 01, 2010 11:15 PM
            Subject: Re: [Oil&Gas] (Process Safety) QRA dan inputs dr study-study nya

            Om Garonk nambahin pertanyaan yah buat buku nya, mungkin bisa dimasukan ke buku jilid pertama atau bisa dijilid-jilid berikutnya. Biar engga bosan bacanya, pertanyaannya pake gaya bercerita saya..(tapi ini pengalaman pribadi loh..)

            1. So what gitu loh????

            pada jaman dahulu kala.. PT. XYZ suatu perusahan offshore oil and gas dari eropa sana yang beroperasi di Indonesia diminta oleh kantor pusatnya untuk membuat safety case. Nah karena fasilitasnya sudah tahap operasi, jadinya yang dibuat yah operation safety case. Maka dipanggillah konsultan untuk membuat operation safety casenya. Hasilnya : Bab I nya adalah Facility Description, Bab II nya adalah HES Management System Description dan Bab III nya Formal Safety Assessment. Nah di Formal Safety Assessmen ini dilakukan berbagai Hazard Identification, Risk Analaysis, QRA nya dan ALARP study..hasilnya..didapatkan lah nilai IRPA,PLL dan TRIFnya..Dan tertawalah para Manajemen di PT.XYZ...telp disambungkan ke kantor pusat.."HALLO SIR!! YES SIR..NOW WE CAN DEMONSTRATE TO ALL STAKE HOLDER THAT WE ARE OPERATING OUR FACILITY AT THE LEVEL OF ACCEPTABLE AND TOLERABLE RISK!!! HA...HA..HA..." Lalu sangking bangganya..di kantor  direksi dipampang satu tanda pengumuman seperti ini. "We at PT. XZY consider it tolerable to kill 6.5 worker per 10,000 years"

            Minggu berganti..bulan berganti.. Safety Case Report yang tebalnya aujubilah itu..tersimpan manis di lemari sang Direktur, HES Manager dan Operation Manager...

            1 tahun kemudian datanglah si Robert (Corporate HES Manager) ke Indonesia, sambil ngopi-ngopi di starbuck...dia nanya sama si Joni (PT. XYZ HES Manager)..

            Robert : "well Joni...it was a year since you can demonstrate that you are in the ALARP level..are you still there now?".
            Jony : "oh..ya..ya.. we still there..the 6.5 1.E-4 right?!".
            Robert : " Good..good prof it to me!"
            Jony: "eh..ah...anu..eh... (bingung mode)...eh..should we invite consultant to do another Formal Safety Assessment sir?!!
            Robert : WHAT???

            Jadi Om Dhar..kalau sudah dapet IRPA & PLL nya..terus apa artinya bagi operation,maintenance dan departement lainnya? apa pengaruhnya bagi program dan aktifitas hari-hari mereka?? So what gitu loh?? ...gimana memaintain nilai IRPA nya supaya engga berubah atau tambah besar??

            II. Au ah..gelap ???

            PT.AAA, akan membangun FPSO di Indonesia..karena perusahaan besar dan berbau-bau eropa dalam phase Detail Engineeringnya di buat lah Design Safety Case..untuk menunjukan bahwa risk FPSO yang di design telah berada di ALARP level....

            setelah itu mulailah mereka mempersiapkan maintenance strategy dan program dari Maintenance dan Inspectionnya yang akan digunakan nanti diphase operasi.. biar canggih dilakukanlah RBI dan RCM study..diundang lah konsultan besar yang sudah beribu-ribu kali membuat safety Case (+ sebagai IVB nya), Ribuan QRA Study, Ratusan RBI dan RCM study... .PT. JKMN. Pada saat yang telah ditentukan...diadakan kick off meeting tentunya...

            Larry (Project Manager PT.AAA) : "Ok Gentlemen, as you can see we have the Design Safety Case, the QRA show us that the average IRPA is..5.7E.10-5, we have also the Safety Critical Element (SCE) and its performance standards (PS), your college in PT. JKM did the verification on those...Now we want you to develop the RBI and RCM program for each SCE"

            Untung (Project Manager RBI&RCM PT.JKM) : hah?? (bingung mode), terus nyolek gue.." yud.. apa hubungannya QRA, SCE,PS sama RBI dan RCM project kita???

            Yudi (OJT) : au..ah..gelap...

            jadi Om Dhar...kalau tidak dibuku pertama mungkin dibuku berikutnya...coba bawa QRA ke bahasa yang lebih membumi..apa sih gunanya QRA untuk pekerjaan hari-hari teman-teman di ofshore sana?

            B. Regards

            Yudi
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.