Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

Re: [Oil&Gas] Listrik 60Hz atau 50

Expand Messages
  • ardi soma
    Mas Jo, 3 % adalah untuk nilai 50 atau 60 nya kalau untuk motor ac, jika jika peralatan 50 hz dan suply 60, maka kita harus memainkan tegangan suplly untu
    Message 1 of 15 , Nov 1, 2008
    View Source
    • 0 Attachment
      Mas Jo,

      3 % adalah untuk nilai 50 atau 60 nya

      kalau untuk motor ac, jika jika peralatan 50 hz dan suply 60, maka kita harus memainkan tegangan suplly untu memenuhi 50 hz nya,
      berarti kita memainkan putaran nya mas..
      ada tabel yg menggamba kan, jika motor 50 hz maka putaran nya sekian, seprti yg di tulis oleh mas sebelm saya..
      nanti sya cba attach table nya

      itu saja mas..
      ( maklum nih, masih blajar)

      --- On Sat, 11/1/08, Djohan <djohan.bingito@...> wrote:
      From: Djohan <djohan.bingito@...>
      Subject: Re: [Oil&Gas] Listrik 60Hz atau 50
      To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
      Date: Saturday, November 1, 2008, 12:55 PM

      punten Mas Ardi,

      peralatan 50Hz yang disupply dengan 60Hz kan melebihi 3%? kelebihan 20%

      malah.

      apa bukan karena peralatannya beroperasi dengan arus DC, maka efek 50 atau

      60 Hz frekwensi tidak ada, karena sudah melewati adaptor.

      tetapi bagaimana dengan motor AC misalnya?

      salam
      Djohan
    • berlian syako
      wah lagi rame bahas frekwensi nich. Saya pengen coba menganalisa fenomena frekwensi ini dari sudut ilmu power engineering sebagaimana bidang keilmuan saya.
      Message 2 of 15 , Nov 1, 2008
      View Source
      • 0 Attachment
        wah lagi rame bahas frekwensi nich.
        Saya pengen coba menganalisa fenomena frekwensi ini dari sudut ilmu power engineering sebagaimana bidang keilmuan saya.
        berbicara mengenai frekwensi tidak lepas dari analisa dari pembangkit listrik/generator, karena sumbernya dari situ. Bagi yg non electrical yg masih kurang faham apa itu frekwensi saya coba kasih gambaran disini. Frekwensi sebenarnya adalah karakteristik dari tegangan yg dihasilkan oleh generator. jadi kalau dikatakan frekwensi 50 hz, maksudnya tegangan yg dihasilkan suatu generator berubah-ubah nilainya terhadap waktu, nilainya berubah secara berulang ulang sebanyak 50 cycle setiap detiknya. jadi tegangan dari nilai nol ke nilai maksimum (+) kemudian nol lagi dan kemudian ke nilai maksimum tetapi arahnya berbalik (-) dan kemudian nol lagi dst (kalau digambarkan secara grafik akan membentuk gelombang sinusoidal) dan ini terjadi dalam waktu yg cepat sekali, 50 cycle dalam satu detik. Jadi kalau kita perhatikan beban listrik seperti lampu, sebenarnya sudah berulang kali tegangan nya hilang (alias nol) tapi karena terjadi dalam waktu yg sangat cepat maka
        lampu tsb tetap hidup. Jadi kalau kita amati fenomena ini dan mencoba bereksperimen, coba kita buat seandainya kalau frekwensinya rendah, kita ambil yg conservative misalnya 1 hz, apa yg terjadi maka setiap satu detik tegangan akan hilang dan barulah kelihatan lampu akan hidup mati secara berulang2 seperti lampu flip flop. 
        dari analisa diatas kita bisa tarik kesimpulan bahwa untuk kestabilan beban listrik dibutuhkan frekwensi yg tinggi supaya tegangan menjadi benar2 halus (tidak terasa hidup matinya).
        Nah sekarang timbul pertanyaan kenapa 50 hz atau 60 hz kenapa gak dibuat saja yg tinggi sekalian 100 hz atau 1000 hz biar benar2 halus. 
        untuk memahami ini terpaksa kita harus menelusuri analisa sampai ke generatornya. tegangan yg berfrekwensi ini yg biasa disebut juga tegangan bolak balik (alternating current) atau VAC, frekwensinya sebanding dengan putaran generator. Secara formula N = 120f/P
        N = putaran (rpm)
        f = frekwensi (hz)
        P = jumlah kutub generator, umumnya P = 4
        dengan menggunakan rumus diatas, untuk menghasilkan frekwensi 50 hz maka generator harus diputar dengan putaran N = 1500 rpm, dan untuk menghasilkan frekwensi 60 hz maka generator perlu diputar dengan putaran 1800 rpm, jadi semakin kencang kita putar generatornya semakin besarlah frekwensinya. Nah setelah itu apa masalahnya? kenapa gak kita putar saja generatornya dengan putaran super kencang biar menghasilkan frekwensi yg besar sehingga tegangan benar2 halus.
        Kalau kita ingin memutar generator maka kita membutuhkan turbine, semakin tinggi putaran yg kita inginkan maka semakin besarlah daya turbin yg dibutuhkan, dan selanjutnya semakin besarlah energi yg dibutuhkan untuk memutar turbin. kalau sumber energinya uap maka makin banyaklah uap yg dibutuhkan, dan makin besar jumlah bahan bakar yg dibutuhkan, dst dst.
        para produsen generator maupun turbine tentunya mempunyai batasan dan tentunya setelah para produsen bereksperimen puluhan tahun dengan mempertimbangkan segala sudut teknis maka dibuatlah standard yg 50 hz dan 60 hz itu, yg tentunya dinilai cukup effective untuk kestabilan beban dan effisien dari sisi teknis maupun ekonomis. Eropah menggunakan 50 hz dan Amerika menggunakan 60 hz. Setelah adanya standarisasi maka semua peralatan listrik di design mengikuti ketentuan ini. Jadi logikanya kalau 50 hz atau 60 hz saja sudah mampu membuat lampu tidak kelihatan kedap kedip untuk apalagi dibuat frekwensi lebih tinggi yg akan memerlukan turbine super kencang dan sumber energi lebih banyak sehingga tidak efisien.
        baik tegangan maupun frekwensi dari generator bisa berubah2 besarnya berdasarkan range dari beban nol ke beban penuh. sering kita temui spesifikasi menyebutkan tegangan plus minus 10% dan frekwensi plus minus 5%. Ini artinya sistim supplai listrik/generator harus di design pada saat beban penuh tegangan tidak turun melebihi 10% dan pada saat beban nol tegangan tidak naik melebihi 10%. Begitu juga dengan frekwensi. 
        kembali ke pertanyaan teman2 sebagaimana email yg saya baca, yaitu mengenai beban2 IT yg shutdown karena berubahnya frekwensi, dan apa efek airconditioner, HVAC terhadap frekwensi supply, sampai ada yg menyebutkan beda frekwensi antara 50 sampai 60 hz efeknya menggunung he..he..
        beban IT seperti server dan komputer biasanya disupply dari UPS, dan didalam UPS ada perangkat elektronik yg namanya inverter yg dibatasi frekwensinya plus minus 2.5%. Apabila terjadi perubahan frekwensi dikarenakan kwalitas supply yg jelek melewati plus minus 2.5% maka perangkat elektronik lainnya yg namanya static switch akan berpindah ke posisi by-pass (kalau UPS dilengkapi fasilitas bypass). Pada posisi bypass beban akan disupply melalui supply normal, itulah sebabnya begitu normal supply putus (listrik mati) maka beban2 IT tsb langsung mati karena disupply tidak melalui batere yg ada di UPS tetapi disupply bypass. Kalau tingkat perubahan frekwensi seperti ini sudah sangat sering maka harus ada power quality improvement dari pihak perusahaan listrik (saya tidak membahas lebih lanjut karena bisa panjang bahasannya mengenai power quality).
        Selanjutnya mengenai beban berputar seperti motor/HVAC atau AirCond. Apakah ada efeknya menggunakan frekwensi supply yg berbeda dari standard frekwensi  yg tertera di AirCond.  Misalkan motor di design untuk frekwensi 50 hz dan digunakan pada tegangan supply dengan frekwensi 60 hz. Mari kita lihat formula ini: XL = 2.π.f.L
        XL = Reaktansi Induktif (ohm)
        f = frekwensi (hz)
        L = induktansi (henry)
        Dari rumus tersebut terlihat nilai reaktansinya naik kalau frekwensinya lebih besar. 
        Contoh kasus: sebuah Aircond 500 watt, 220 volt, 50 hz, pf: 0.8 (pf = power factor atau cosø)
        XL= 2.π.50.L = 100πL (ohm) apabila frekwensi supply 50 hz
        XL=2.π.60.L = 120πL (ohm) apabila frekwensi supply 60 hz
        Total daya yg diserap oleh beban AC bisa di analisa dengan formula segitiga daya:
        Total daya (VA) = P + jQ
        atau VA = Sqrt(P2 + Q2)
        P = Daya aktif = 500 watt
        Q = daya reaktif (dalam Var) yg besarnya tergantung reaktansi XL
        Dari formula diatas dan segitiga daya (saya tdk bisa gambarkan segitiga dayanya disini tapi bagi discipline electrical bisa membayangkannya) dapat dilihat semakin besar reaktansi XL maka semakin besar total daya nyata yg diserap. Semakin besar XL semakin jelek factor daya nya (normal factor daya 0.8 sampai 0.95), makin mendekati factor daya 1 makin bagus.
        Jadi bisa kita lihat bahwa perubahan frekwensi ada pengaruhnya juga dengan perubahan factor daya yg berpengaruh terhadap daya tahan dari beban listrik.. Kalau dikatakan efeknya menggunung antara 50 hz dan 60 hz sebagaimana dikatakan rekan kita sebenarnya tidaklah demikian, karena beban listrik mempunyai daya tahan terhadap waktu. Misalnya apabila AC di design oleh manufacture dengan frekwensi 50 hz maka pemilihan kumparan baik resistansi dan reaktansinya di test dengan daya tahan tsb misalnya bisa berfungsi dengan baik sampai 5 tahun.  Dan bila disupply dengan frekwensi 60 hz misalnya bisa berfungsi dengan baik sampai 4 tahun (ini cuma umpama).  Kumparan atau konduktor yg memiliki ketahanan arus (ampacity = 20 ampere), apabila di aliri operating current 5 ampere tentulah beda ketahanannya apabila kumparan atau konduktor tsb dialiri operating current 10 ampere, semakin besar arus semakin besar dissipasi panas yg dihasilkan di kumparan/konduktor sehingga
        isolasi konduktor melumer terhadap waktu. Jadi untuk mengatasi ini pihak manufacturer cukup memilih material kumparan/konduktor yg meiliki ampacity yg cukup untuk mengatasi penurunan (aging) sehingga bisa bertahan sampai umur life time yg memuaskan (dalam hal ini pihak manufacturer bisa mengatakan bahwa produknya bisa 50 hz maupun 60 hz karena memang materialnya sudah dipilih sedemikian rupa). 
        Jadi kesimpulannya perbedaan frekwensi supply 50 hz dan 60 hz untuk umumnya beban2 listrik bisa dikatakan tidak begitu significant efeknya untuk beban2 tertentu seperti AC, Laptop, dll, kalaupun dilihat dari ketahanan (lifetime) karena pihak manufacturer sudah memperhitungkn itu, untuk memastikan produknya bisa dipakai 50 hz/60 hz.
        Tapi untuk industry seperti oil & gas, disarankan memberlakukan spec yg ketat, misalnya kalau sistim supply nya 60 hz jangan lah kita beli motor yg didesign 50 hz, karena di industry kita ingin semua sistim bekerja perfect dan akurat sehingga menjamin tingkat reabilitas 100%. (Stop sampai disini karena kalau dibahas terus bisa panjang analisanya/reliability analysis, perlu research and development dan experiment he..he..).
        Demikian analisa saya mengenai fenomena frekwensi, saran dan kritik sangat diharapkan apabila ada analisa atau pandangan teman2 lainnya yg lebih baik untuk improve pengetahuan dibidang sistim kelistrikan.
        Regards,
         
        Berlian Syako
        Lead Electrical Engineer
        Escravos Export System Project - Chevron Nigeria Ltd
        mobile: +234 8020686259 (Nigeria)
        mobile: +62 81381542487 (Indonesia)
        email: berliansyako@... (personal)
        email: berlian.syako@... (office)
         
        Field Offshore Design Engineering (FODE) Ltd
        Block 24, Erastus Akingbola Street
        Lekki Phase 1, Lagos, Nigeria
        Tel: 234 1 271-8608, 8609 ext:129
        Fax: 234 1 271-8610
        http: //www.fode-ltd.com


        --- On Sat, 11/1/08, Djohan <djohan.bingito@...> wrote:

        From: Djohan <djohan.bingito@...>
        Subject: Re: [Oil&Gas] Listrik 60Hz atau 50
        To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
        Date: Saturday, November 1, 2008, 5:55 AM






        punten Mas Ardi,
        peralatan 50Hz yang disupply dengan 60Hz kan melebihi 3%? kelebihan 20%
        malah.
        apa bukan karena peralatannya beroperasi dengan arus DC, maka efek 50 atau
        60 Hz frekwensi tidak ada, karena sudah melewati adaptor.
        tetapi bagaimana dengan motor AC misalnya?

        --
        salam
        Djohan

        On 10/31/08, ardi soma <ardi_soma@yahoo. com> wrote:
        >
        > Ada nya perbedaan yang terjadi antar 50 Hz dan 60 Haz itu ga masalah,
        > yang penting dia tidak melebihi frequency tolerance nya lebih kurang 3 % (
        > IEEE standar, pag. 23).
        >
        > kelebihan dari 3 % itu yg tidak boleh. kenapa dia bisa lebih dari 3 %?
        > itu bersumber dari sumber electric nya sendiri. semisal generator nya Over
        > speed, atau load changes, swithboard meter error, atau drift, dan bahkan
        > environment ( temperature, humidity, vibration, dll).
        >
        > So, ketika anda punya stabilizer, rata2 UPS selain sebagai power back up,
        > juag sebagai stabilizer, itu ga masalah..
        >
        > nah ketika terjadi kelebihan dari toleransi itu, atau drop tegangan atau
        > tegangan lebih, saya yakin, breakernya akan kerja dan memutuskan aliran
        > listrik..
        > So ga usah ragu dgn 50 / 60 Hz
        >
        > Rgds
        > AS
        >
        >
        > --- On Fri, 10/31/08, Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@Gmail. com<rovicky%40Gmail. com>>
        > wrote:
        > From: Rovicky Dwi Putrohari <rovicky@Gmail. com <rovicky%40Gmail. com>>
        > Subject: Re: [Oil&Gas] Listrik 60Hz atau 50H
        > To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com <Migas_Indonesia% 40yahoogroups. com>
        > Date: Friday, October 31, 2008, 10:48 AM
        >
        > Kalau aku sebagai pelanggan (50 hz atau 60 hz) manapun ndak masalah
        >
        > yang penting stabil. Naik turunnya voltage dan berubahnya frekuensi
        >
        > ini yang mengganggu. Sering terjadi 'trip'. Kalau PC dirumah jadi
        >
        > sering ter-reset ketika terjadi perubahan.
        >
        > Yang lebih menyusahkan (lagi ini kata kawan yang kerja IT). Sedikitnya
        >
        > protes atau keluhan soal electricity ini sering melenakan di KL.
        >
        > Banyak gedung di KL yang tidak memiliki power BackUp. Kalau tak ade
        >
        > api (maksudte listrik mati) semua susah lah. Ini terasa ketika terjadi
        >
        > Black Out beberapa tahun lalu. Saya sendiri tinggal di Ukay Height
        >
        > yang katanya kawasan elit (tapi kuno) sering mengalami mati listrik
        >
        > kalau hujan deres. Dan kayaknya mati listrik sudah biasa, dan ga ada
        >
        > protes rame sprt di Jakarta.
        >
        > Lah di Jakarta banyak protes, akhire yang laris malah penjual generator. :)
        >
        > Saya sebenernya pingin tahu apa akibatnya bila alat dioperasikan
        >
        > dengan voltage dan frequency berbeda atau berubah ?
        >
        > RDP
        > Messages in this topic
        > <http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ message/69408; _ylc=X3oDMTM2aGN hYTRsBF9TAzk3MzU 5NzE0BGdycElkAzM 4NjI5MTcEZ3Jwc3B JZAMxNzA1MDgzMzQ xBG1zZ0lkAzY5NDY 3BHNlYwNmdHIEc2x rA3Z0cGMEc3RpbWU DMTIyNTQ5NjA3MQR 0cGNJZAM2OTQwOA- ->
        > (7) Reply (via web post)
        > <http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ post;_ylc= X3oDMTJxaGxkajZ2 BF9TAzk3MzU5NzE0 BGdycElkAzM4NjI5 MTcEZ3Jwc3BJZAMx NzA1MDgzMzQxBG1z Z0lkAzY5NDY3BHNl YwNmdHIEc2xrA3Jw bHkEc3RpbWUDMTIy NTQ5NjA3MQ- -?act=reply& messageNum= 69467>|
        > Start a new topic
        > <http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ post;_ylc= X3oDMTJlY2Zma2Y3 BF9TAzk3MzU5NzE0 BGdycElkAzM4NjI5 MTcEZ3Jwc3BJZAMx NzA1MDgzMzQxBHNl YwNmdHIEc2xrA250 cGMEc3RpbWUDMTIy NTQ5NjA3MQ- ->
        > Messages<http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ messages; _ylc=X3oDMTJlZms xZmJtBF9TAzk3MzU 5NzE0BGdycElkAzM 4NjI5MTcEZ3Jwc3B JZAMxNzA1MDgzMzQ xBHNlYwNmdHIEc2x rA21zZ3MEc3RpbWU DMTIyNTQ5NjA3MQ- ->|
        > Files<http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ files;_ylc= X3oDMTJmcnEwcmVu BF9TAzk3MzU5NzE0 BGdycElkAzM4NjI5 MTcEZ3Jwc3BJZAMx NzA1MDgzMzQxBHNl YwNmdHIEc2xrA2Zp bGVzBHN0aW1lAzEy MjU0OTYwNzE->|
        > Photos<http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ photos;_ylc= X3oDMTJlZDJkbGVq BF9TAzk3MzU5NzE0 BGdycElkAzM4NjI5 MTcEZ3Jwc3BJZAMx NzA1MDgzMzQxBHNl YwNmdHIEc2xrA3Bo b3QEc3RpbWUDMTIy NTQ5NjA3MQ- ->|
        > Links<http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ links;_ylc= X3oDMTJmODBnOGI5 BF9TAzk3MzU5NzE0 BGdycElkAzM4NjI5 MTcEZ3Jwc3BJZAMx NzA1MDgzMzQxBHNl YwNmdHIEc2xrA2xp bmtzBHN0aW1lAzEy MjU0OTYwNzE->|
        > Polls<http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ polls;_ylc= X3oDMTJmdGpmc2w4 BF9TAzk3MzU5NzE0 BGdycElkAzM4NjI5 MTcEZ3Jwc3BJZAMx NzA1MDgzMzQxBHNl YwNmdHIEc2xrA3Bv bGxzBHN0aW1lAzEy MjU0OTYwNzE->
        > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
        > Portal Industri : http://www.migas- indonesia. com
        > No E-mail (Web) : Migas_Indonesia- nomail@yahoogrou ps.com
        > Daily Digest : Migas_Indonesia- digest@yahoogrou ps.com
        > Individual Mail : Migas_Indonesia- normal@yahoogrou ps.com
        > Administrator : Migas_Indonesia- owner@yahoogroup s.com
        > Mirror : http://groups. google.com/ group/Migas- Indonesia- Google
        > HAPUS BAGIAN EMAIL YANG TIDAK DIPERLUKAN SEWAKTU REPLY
        > PENGIRIMAN ATTACHMENT KE MILIS HARUS MELEWATI ADMINISTRATOR
        > ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
        > MARKETPLACE
        > ------------ --------- ---------
        > From kitchen basics to easy recipes - join the Group from Kraft Foods
        > <http://us.ard. yahoo.com/ SIG=13rlkphfu/ M=493064. 12016295. 13271503. 10835568/ D=groups/ S=1705083341: MKP1/Y=YAHOO/ EXP=1225503271/ L=/B=_8M4QELaX9U -/J=122549607179 3161/A=5530388/ R=0/SIG=11nuutla s/*http:/ /explore. yahoo.com/ groups/kraftmeal smadesimple/>
        > [image: Yahoo! Groups]<http://groups. yahoo.com/ ;_ylc=X3oDMTJkNm JjZWkyBF9TAzk3Mz U5NzE0BGdycElkAz M4NjI5MTcEZ3Jwc3 BJZAMxNzA1MDgzMz QxBHNlYwNmdHIEc2 xrA2dmcARzdGltZQ MxMjI1NDk2MDcx>
        > Change settings via the Web<http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ join;_ylc= X3oDMTJmY29lZ2Z0 BF9TAzk3MzU5NzE0 BGdycElkAzM4NjI5 MTcEZ3Jwc3BJZAMx NzA1MDgzMzQxBHNl YwNmdHIEc2xrA3N0 bmdzBHN0aW1lAzEy MjU0OTYwNzE->(Yahoo! ID required)
        > Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest<Migas_Indonesia- digest@yahoogrou ps.com?subject=Email+ Delivery: +Digest>| Switch
        > format to Traditional<Migas_Indonesia- traditional@ yahoogroups. com?subject=Change+ Delivery+ Format:+Traditio nal>
        > Visit Your Group
        > <http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia; _ylc=X3oDMTJkZDZ kM2ZrBF9TAzk3MzU 5NzE0BGdycElkAzM 4NjI5MTcEZ3Jwc3B JZAMxNzA1MDgzMzQ xBHNlYwNmdHIEc2x rA2hwZgRzdGltZQM xMjI1NDk2MDcx>|
        > Yahoo! Groups Terms of Use <http://docs. yahoo.com/ info/terms/>| Unsubscribe
        > <Migas_Indonesia- unsubscribe@ yahoogroups. com?subject=>
        > Recent Activity
        >
        > - 38
        > New Members<http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia/ members;_ ylc=X3oDMTJmdWk0 ZTBnBF9TAzk3MzU5 NzE0BGdycElkAzM4 NjI5MTcEZ3Jwc3BJ ZAMxNzA1MDgzMzQx BHNlYwN2dGwEc2xr A3ZtYnJzBHN0aW1l AzEyMjU0OTYwNzE->
        >
        > Visit Your Group
        > <http://groups. yahoo.com/ group/Migas_ Indonesia; _ylc=X3oDMTJla2s wN2R1BF9TAzk3MzU 5NzE0BGdycElkAzM 4NjI5MTcEZ3Jwc3B JZAMxNzA1MDgzMzQ xBHNlYwN2dGwEc2x rA3ZnaHAEc3RpbWU DMTIyNTQ5NjA3MQ- ->
        > Yahoo! Finance
        >
        > It's Now Personal<http://us.ard. yahoo.com/ SIG=13oun7m4a/ M=493064. 12016257. 12445664. 8674578/D= groups/S= 1705083341: NC/Y=YAHOO/ EXP=1225503271/ L=/B=AMQ4QELaX9U -/J=122549607179 3161/A=4507179/ R=0/SIG=12de4rsk k/*http:/ /us.rd.yahoo. com/evt=50284/ *http://finance. yahoo.com/ personal- finance>
        >
        > Guides, news,
        >
        > advice & more.
        > Check out the
        >
        > Y! Groups blog<http://us.ard. yahoo.com/ SIG=13os8ilfl/ M=493064. 12016258. 12582637. 8674578/D= groups/S= 1705083341: NC/Y=YAHOO/ EXP=1225503271/ L=/B=AcQ4QELaX9U -/J=122549607179 3161/A=5191952/ R=0/SIG=112mhte3 e/*http:/ /www.ygroupsblog .com/blog/>
        >
        > Stay up to speed
        >
        > on all things Groups!
        > 10 Day Club
        >
        > on Yahoo! Groups<http://us.ard. yahoo.com/ SIG=13ovtns15/ M=493064. 12016283. 12445687. 8674578/D= groups/S= 1705083341: NC/Y=YAHOO/ EXP=1225503271/ L=/B=AsQ4QELaX9U -/J=122549607179 3161/A=5202316/ R=0/SIG=11aijbgh b/*http:/ /new.groups. yahoo.com/ allbrangroup>
        >
        > Share the benefits
        >
        > of a high fiber diet.
        > .
        >
        >
        >

        [Non-text portions of this message have been removed]


















        [Non-text portions of this message have been removed]
      • andreas hutagalung
        Pak Budhi yang terhormat, dan rekan-rekan milis migas. Maaf kalau komentar saya terlalu singkat , karena saya sangat awam ttg electrical, tapi memang bagus
        Message 3 of 15 , Nov 1, 2008
        View Source
        • 0 Attachment
          Pak Budhi yang terhormat, dan rekan-rekan milis migas.

          Maaf kalau komentar saya terlalu singkat , karena saya sangat awam ttg electrical, tapi memang bagus nian tulisan pak Berlian ini sehingga saya yang awam saja bisa sedikit mengerti (dasar filosofinya kuat).

          saya tertarik dengan kalimat

          1.

          "para produsen generator maupun turbine tentunya mempunyai batasan dan tentunya setelah para produsen bereksperimen puluhan tahun dengan mempertimbangkan segala sudut teknis maka dibuatlah standard yg 50 hz dan 60 hz itu, yg tentunya dinilai cukup effective untuk kestabilan beban dan effisien dari sisi teknis maupun ekonomis"


          2.

          "Jadi logikanya kalau 50 hz atau 60 hz saja sudah mampu membuat lampu tidak kelihatan kedap kedip " untuk apalagi dibuat frekwensi lebih tinggi yg akan memerlukan turbine super kencang dan sumber energi lebih banyak sehingga tidak efisien.

          dari dua kutipan kalimat tersebut

          saya mohon pencerahan nya ni
          kalau misalnya teknologi turbin zaman sekarang sudah bisa super kencang dan efisiensi totak turbine nya pun besar, apakah karena standarisasi frekwensi yang sudah ada di industri (50 Hz dan 60 Hz) tersebut sehingga output turbine ke generator harus dibatasi?


          terimakasih...


          -gaLung's-


          ----- Original Message -----
          From: berlian syako
          To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
          Sent: Saturday, November 01, 2008 2:52 PM
          Subject: Re: [Oil&Gas] (elekt) Fenomena Frekwensi (was:Listrik 60Hz atau 50)


          wah lagi rame bahas frekwensi nich.
          Saya pengen coba menganalisa fenomena frekwensi ini dari sudut ilmu power engineering sebagaimana bidang keilmuan saya.
          berbicara mengenai frekwensi tidak lepas dari analisa dari pembangkit listrik/generator, karena sumbernya dari situ. Bagi yg non electrical yg masih kurang faham apa itu frekwensi saya coba kasih gambaran disini. Frekwensi sebenarnya adalah karakteristik dari tegangan yg dihasilkan oleh generator. jadi kalau dikatakan frekwensi 50 hz, maksudnya tegangan yg dihasilkan suatu generator berubah-ubah nilainya terhadap waktu, nilainya berubah secara berulang ulang sebanyak 50 cycle setiap detiknya. jadi tegangan dari nilai nol ke nilai maksimum (+) kemudian nol lagi dan kemudian ke nilai maksimum tetapi arahnya berbalik (-) dan kemudian nol lagi dst (kalau digambarkan secara grafik akan membentuk gelombang sinusoidal) dan ini terjadi dalam waktu yg cepat sekali, 50 cycle dalam satu detik. Jadi kalau kita perhatikan beban listrik seperti lampu, sebenarnya sudah berulang kali tegangan nya hilang (alias nol) tapi karena terjadi dalam waktu yg sangat cepat maka
          lampu tsb tetap hidup. Jadi kalau kita amati fenomena ini dan mencoba bereksperimen, coba kita buat seandainya kalau frekwensinya rendah, kita ambil yg conservative misalnya 1 hz, apa yg terjadi maka setiap satu detik tegangan akan hilang dan barulah kelihatan lampu akan hidup mati secara berulang2 seperti lampu flip flop.
          dari analisa diatas kita bisa tarik kesimpulan bahwa untuk kestabilan beban listrik dibutuhkan frekwensi yg tinggi supaya tegangan menjadi benar2 halus (tidak terasa hidup matinya).
          Nah sekarang timbul pertanyaan kenapa 50 hz atau 60 hz kenapa gak dibuat saja yg tinggi sekalian 100 hz atau 1000 hz biar benar2 halus.
          untuk memahami ini terpaksa kita harus menelusuri analisa sampai ke generatornya. tegangan yg berfrekwensi ini yg biasa disebut juga tegangan bolak balik (alternating current) atau VAC, frekwensinya sebanding dengan putaran generator. Secara formula N = 120f/P
          N = putaran (rpm)
          f = frekwensi (hz)
          P = jumlah kutub generator, umumnya P = 4
          dengan menggunakan rumus diatas, untuk menghasilkan frekwensi 50 hz maka generator harus diputar dengan putaran N = 1500 rpm, dan untuk menghasilkan frekwensi 60 hz maka generator perlu diputar dengan putaran 1800 rpm, jadi semakin kencang kita putar generatornya semakin besarlah frekwensinya. Nah setelah itu apa masalahnya? kenapa gak kita putar saja generatornya dengan putaran super kencang biar menghasilkan frekwensi yg besar sehingga tegangan benar2 halus.
          Kalau kita ingin memutar generator maka kita membutuhkan turbine, semakin tinggi putaran yg kita inginkan maka semakin besarlah daya turbin yg dibutuhkan, dan selanjutnya semakin besarlah energi yg dibutuhkan untuk memutar turbin. kalau sumber energinya uap maka makin banyaklah uap yg dibutuhkan, dan makin besar jumlah bahan bakar yg dibutuhkan, dst dst.
          para produsen generator maupun turbine tentunya mempunyai batasan dan tentunya setelah para produsen bereksperimen puluhan tahun dengan mempertimbangkan segala sudut teknis maka dibuatlah standard yg 50 hz dan 60 hz itu, yg tentunya dinilai cukup effective untuk kestabilan beban dan effisien dari sisi teknis maupun ekonomis. Eropah menggunakan 50 hz dan Amerika menggunakan 60 hz. Setelah adanya standarisasi maka semua peralatan listrik di design mengikuti ketentuan ini. Jadi logikanya kalau 50 hz atau 60 hz saja sudah mampu membuat lampu tidak kelihatan kedap kedip untuk apalagi dibuat frekwensi lebih tinggi yg akan memerlukan turbine super kencang dan sumber energi lebih banyak sehingga tidak efisien.
          baik tegangan maupun frekwensi dari generator bisa berubah2 besarnya berdasarkan range dari beban nol ke beban penuh. sering kita temui spesifikasi menyebutkan tegangan plus minus 10% dan frekwensi plus minus 5%. Ini artinya sistim supplai listrik/generator harus di design pada saat beban penuh tegangan tidak turun melebihi 10% dan pada saat beban nol tegangan tidak naik melebihi 10%. Begitu juga dengan frekwensi.
          kembali ke pertanyaan teman2 sebagaimana email yg saya baca, yaitu mengenai beban2 IT yg shutdown karena berubahnya frekwensi, dan apa efek airconditioner, HVAC terhadap frekwensi supply, sampai ada yg menyebutkan beda frekwensi antara 50 sampai 60 hz efeknya menggunung he..he..
          beban IT seperti server dan komputer biasanya disupply dari UPS, dan didalam UPS ada perangkat elektronik yg namanya inverter yg dibatasi frekwensinya plus minus 2.5%. Apabila terjadi perubahan frekwensi dikarenakan kwalitas supply yg jelek melewati plus minus 2.5% maka perangkat elektronik lainnya yg namanya static switch akan berpindah ke posisi by-pass (kalau UPS dilengkapi fasilitas bypass). Pada posisi bypass beban akan disupply melalui supply normal, itulah sebabnya begitu normal supply putus (listrik mati) maka beban2 IT tsb langsung mati karena disupply tidak melalui batere yg ada di UPS tetapi disupply bypass. Kalau tingkat perubahan frekwensi seperti ini sudah sangat sering maka harus ada power quality improvement dari pihak perusahaan listrik (saya tidak membahas lebih lanjut karena bisa panjang bahasannya mengenai power quality).
          Selanjutnya mengenai beban berputar seperti motor/HVAC atau AirCond. Apakah ada efeknya menggunakan frekwensi supply yg berbeda dari standard frekwensi yg tertera di AirCond. Misalkan motor di design untuk frekwensi 50 hz dan digunakan pada tegangan supply dengan frekwensi 60 hz. Mari kita lihat formula ini: XL = 2.π.f.L
          XL = Reaktansi Induktif (ohm)
          f = frekwensi (hz)
          L = induktansi (henry)
          Dari rumus tersebut terlihat nilai reaktansinya naik kalau frekwensinya lebih besar.
          Contoh kasus: sebuah Aircond 500 watt, 220 volt, 50 hz, pf: 0.8 (pf = power factor atau cosø)
          XL= 2.π.50.L = 100πL (ohm) apabila frekwensi supply 50 hz
          XL=2.π.60.L = 120πL (ohm) apabila frekwensi supply 60 hz
          Total daya yg diserap oleh beban AC bisa di analisa dengan formula segitiga daya:
          Total daya (VA) = P + jQ
          atau VA = Sqrt(P2 + Q2)
          P = Daya aktif = 500 watt
          Q = daya reaktif (dalam Var) yg besarnya tergantung reaktansi XL
          Dari formula diatas dan segitiga daya (saya tdk bisa gambarkan segitiga dayanya disini tapi bagi discipline electrical bisa membayangkannya) dapat dilihat semakin besar reaktansi XL maka semakin besar total daya nyata yg diserap. Semakin besar XL semakin jelek factor daya nya (normal factor daya 0.8 sampai 0.95), makin mendekati factor daya 1 makin bagus.
          Jadi bisa kita lihat bahwa perubahan frekwensi ada pengaruhnya juga dengan perubahan factor daya yg berpengaruh terhadap daya tahan dari beban listrik.. Kalau dikatakan efeknya menggunung antara 50 hz dan 60 hz sebagaimana dikatakan rekan kita sebenarnya tidaklah demikian, karena beban listrik mempunyai daya tahan terhadap waktu. Misalnya apabila AC di design oleh manufacture dengan frekwensi 50 hz maka pemilihan kumparan baik resistansi dan reaktansinya di test dengan daya tahan tsb misalnya bisa berfungsi dengan baik sampai 5 tahun. Dan bila disupply dengan frekwensi 60 hz misalnya bisa berfungsi dengan baik sampai 4 tahun (ini cuma umpama). Kumparan atau konduktor yg memiliki ketahanan arus (ampacity = 20 ampere), apabila di aliri operating current 5 ampere tentulah beda ketahanannya apabila kumparan atau konduktor tsb dialiri operating current 10 ampere, semakin besar arus semakin besar dissipasi panas yg dihasilkan di kumparan/konduktor sehingga
          isolasi konduktor melumer terhadap waktu. Jadi untuk mengatasi ini pihak manufacturer cukup memilih material kumparan/konduktor yg meiliki ampacity yg cukup untuk mengatasi penurunan (aging) sehingga bisa bertahan sampai umur life time yg memuaskan (dalam hal ini pihak manufacturer bisa mengatakan bahwa produknya bisa 50 hz maupun 60 hz karena memang materialnya sudah dipilih sedemikian rupa).
          Jadi kesimpulannya perbedaan frekwensi supply 50 hz dan 60 hz untuk umumnya beban2 listrik bisa dikatakan tidak begitu significant efeknya untuk beban2 tertentu seperti AC, Laptop, dll, kalaupun dilihat dari ketahanan (lifetime) karena pihak manufacturer sudah memperhitungkn itu, untuk memastikan produknya bisa dipakai 50 hz/60 hz.
          Tapi untuk industry seperti oil & gas, disarankan memberlakukan spec yg ketat, misalnya kalau sistim supply nya 60 hz jangan lah kita beli motor yg didesign 50 hz, karena di industry kita ingin semua sistim bekerja perfect dan akurat sehingga menjamin tingkat reabilitas 100%. (Stop sampai disini karena kalau dibahas terus bisa panjang analisanya/reliability analysis, perlu research and development dan experiment he..he..).
          Demikian analisa saya mengenai fenomena frekwensi, saran dan kritik sangat diharapkan apabila ada analisa atau pandangan teman2 lainnya yg lebih baik untuk improve pengetahuan dibidang sistim kelistrikan.
          Regards,

          Berlian Syako
          Lead Electrical Engineer
          Escravos Export System Project - Chevron Nigeria Ltd
          mobile: +234 8020686259 (Nigeria)
          mobile: +62 81381542487 (Indonesia)
          email: berliansyako@... (personal)
          email: berlian.syako@... (office)

          Field Offshore Design Engineering (FODE) Ltd
          Block 24, Erastus Akingbola Street
          Lekki Phase 1, Lagos, Nigeria
          Tel: 234 1 271-8608, 8609 ext:129
          Fax: 234 1 271-8610
          http: //www.fode-ltd.com
        • Budi Priyono
          ... Nah, jadi kesimpulannya kan kembali ke design spec manufacture. Kalau sudah didesign bisa 50/60, ya aman2 aja kan. Tapi kalau manufacture tidak menggaransi
          Message 4 of 15 , Nov 1, 2008
          View Source
          • 0 Attachment
            2008/11/1 berlian syako <berliansyako@...>:
            > Jadi kesimpulannya perbedaan frekwensi supply 50 hz dan 60 hz untuk umumnya
            > beban2 listrik bisa dikatakan tidak begitu significant efeknya untuk beban2
            > tertentu seperti AC, Laptop, dll, kalaupun dilihat dari ketahanan (lifetime)
            > karena pihak manufacturer sudah memperhitungkn itu, untuk memastikan
            > produknya bisa dipakai 50 hz/60 hz.

            Nah, jadi kesimpulannya kan kembali ke design spec manufacture. Kalau
            sudah didesign bisa 50/60, ya aman2 aja kan. Tapi kalau manufacture
            tidak menggaransi bisa beroperasi di 50&60, tentunya ada efeknya. Mau
            gundukan, bukit ato gunung pasti ada efeknya. Besarnya efek itu bisa
            ditentukan oleh kemampuan material beban, besar beban dll.


            > Tapi untuk industry seperti oil & gas, disarankan memberlakukan spec yg
            > ketat, misalnya kalau sistim supply nya 60 hz jangan lah kita beli motor yg
            > didesign 50 hz, karena di industry kita ingin semua sistim bekerja perfect
            > dan akurat sehingga menjamin tingkat reabilitas 100%. (Stop sampai disini
            > karena kalau dibahas terus bisa panjang analisanya/reliability analysis,
            > perlu research and development dan experiment he..he..).
            > Demikian analisa saya mengenai fenomena frekwensi, saran dan kritik sangat
            > diharapkan apabila ada analisa atau pandangan teman2 lainnya yg lebih baik
            > untuk improve pengetahuan dibidang sistim kelistrikan.

            Setuju.
          • yoyo
            waduh.... terimakasih atas masukan2 dan sharing knowledge dari rekans semua, wawasan saya mengenai frekuensi sudah lebih terbuka sekarang (waloupun masih harus
            Message 5 of 15 , Nov 1, 2008
            View Source
            • 0 Attachment
              waduh....
              terimakasih atas masukan2 dan sharing knowledge dari rekans semua,
              wawasan saya mengenai frekuensi sudah lebih terbuka sekarang
              (waloupun masih harus banyak belajar).......

              sekali lagi terimakasih

              jabat erat
              -inyo-
              ________________________________________________
              > original msg dihapus............................
            • Sadikin, Indera
              luar biasa pak berlian syako. tulisannya sangat jelas dan menarik. thanks pak. begini nih teman diskusi yang enak. kalau cuma bilang: pokoknya ikut spek,
              Message 6 of 15 , Nov 2, 2008
              View Source
              • 0 Attachment
                luar biasa pak berlian syako. tulisannya sangat jelas dan menarik. thanks
                pak. begini nih teman diskusi yang enak. kalau cuma bilang: pokoknya ikut
                spek, pokoknya gini, pokoknya gitu... gimana kita mau tambah pintar? hehehe

                IS


                2008/11/1 berlian syako <berliansyako@...>

                > wah lagi rame bahas frekwensi nich.
                > Saya pengen coba menganalisa fenomena frekwensi ini dari sudut ilmu power
                > engineering sebagaimana bidang keilmuan saya.
                > berbicara mengenai frekwensi tidak lepas dari analisa dari pembangkit
                > listrik/generator, karena sumbernya dari situ. Bagi yg non electrical yg
                > masih kurang faham apa itu frekwensi saya coba kasih gambaran disini.
                > Frekwensi sebenarnya adalah karakteristik dari tegangan yg dihasilkan oleh
                > generator. jadi kalau dikatakan frekwensi 50 hz, maksudnya tegangan yg
                > dihasilkan suatu generator berubah-ubah nilainya terhadap waktu, nilainya
                > berubah secara berulang ulang sebanyak 50 cycle setiap detiknya. jadi
                > tegangan dari nilai nol ke nilai maksimum (+) kemudian nol lagi dan kemudian
                > ke nilai maksimum tetapi arahnya berbalik (-) dan kemudian nol lagi dst
                > (kalau digambarkan secara grafik akan membentuk gelombang sinusoidal) dan
                > ini terjadi dalam waktu yg cepat sekali, 50 cycle dalam satu detik. Jadi
                > kalau kita perhatikan beban listrik seperti lampu, sebenarnya sudah berulang
                > kali tegangan nya hilang (alias nol) tapi karena terjadi dalam waktu yg
                > sangat cepat maka
                > lampu tsb tetap hidup. Jadi kalau kita amati fenomena ini dan mencoba
                > bereksperimen, coba kita buat seandainya kalau frekwensinya rendah, kita
                > ambil yg conservative misalnya 1 hz, apa yg terjadi maka setiap satu detik
                > tegangan akan hilang dan barulah kelihatan lampu akan hidup mati secara
                > berulang2 seperti lampu flip flop.
                > dari analisa diatas kita bisa tarik kesimpulan bahwa untuk kestabilan beban
                > listrik dibutuhkan frekwensi yg tinggi supaya tegangan menjadi benar2 halus
                > (tidak terasa hidup matinya).
                > Nah sekarang timbul pertanyaan kenapa 50 hz atau 60 hz kenapa gak dibuat
                > saja yg tinggi sekalian 100 hz atau 1000 hz biar benar2 halus.
                > untuk memahami ini terpaksa kita harus menelusuri analisa sampai ke
                > generatornya. tegangan yg berfrekwensi ini yg biasa disebut juga tegangan
                > bolak balik (alternating current) atau VAC, frekwensinya sebanding dengan
                > putaran generator. Secara formula N = 120f/P
                > N = putaran (rpm)
                > f = frekwensi (hz)
                > P = jumlah kutub generator, umumnya P = 4
                > dengan menggunakan rumus diatas, untuk menghasilkan frekwensi 50 hz maka
                > generator harus diputar dengan putaran N = 1500 rpm, dan untuk menghasilkan
                > frekwensi 60 hz maka generator perlu diputar dengan putaran 1800 rpm, jadi
                > semakin kencang kita putar generatornya semakin besarlah frekwensinya. Nah
                > setelah itu apa masalahnya? kenapa gak kita putar saja generatornya dengan
                > putaran super kencang biar menghasilkan frekwensi yg besar sehingga tegangan
                > benar2 halus.
                > Kalau kita ingin memutar generator maka kita membutuhkan turbine, semakin
                > tinggi putaran yg kita inginkan maka semakin besarlah daya turbin yg
                > dibutuhkan, dan selanjutnya semakin besarlah energi yg dibutuhkan untuk
                > memutar turbin. kalau sumber energinya uap maka makin banyaklah uap yg
                > dibutuhkan, dan makin besar jumlah bahan bakar yg dibutuhkan, dst dst.
                > para produsen generator maupun turbine tentunya mempunyai batasan dan
                > tentunya setelah para produsen bereksperimen puluhan tahun dengan
                > mempertimbangkan segala sudut teknis maka dibuatlah standard yg 50 hz dan 60
                > hz itu, yg tentunya dinilai cukup effective untuk kestabilan beban dan
                > effisien dari sisi teknis maupun ekonomis. Eropah menggunakan 50 hz dan
                > Amerika menggunakan 60 hz. Setelah adanya standarisasi maka semua peralatan
                > listrik di design mengikuti ketentuan ini. Jadi logikanya kalau 50 hz atau
                > 60 hz saja sudah mampu membuat lampu tidak kelihatan kedap kedip untuk
                > apalagi dibuat frekwensi lebih tinggi yg akan memerlukan turbine super
                > kencang dan sumber energi lebih banyak sehingga tidak efisien.
                > baik tegangan maupun frekwensi dari generator bisa berubah2 besarnya
                > berdasarkan range dari beban nol ke beban penuh. sering kita temui
                > spesifikasi menyebutkan tegangan plus minus 10% dan frekwensi plus minus 5%.
                > Ini artinya sistim supplai listrik/generator harus di design pada saat beban
                > penuh tegangan tidak turun melebihi 10% dan pada saat beban nol tegangan
                > tidak naik melebihi 10%. Begitu juga dengan frekwensi.
                > kembali ke pertanyaan teman2 sebagaimana email yg saya baca, yaitu mengenai
                > beban2 IT yg shutdown karena berubahnya frekwensi, dan apa efek
                > airconditioner, HVAC terhadap frekwensi supply, sampai ada yg menyebutkan
                > beda frekwensi antara 50 sampai 60 hz efeknya menggunung he..he..
                > beban IT seperti server dan komputer biasanya disupply dari UPS, dan
                > didalam UPS ada perangkat elektronik yg namanya inverter yg dibatasi
                > frekwensinya plus minus 2.5%. Apabila terjadi perubahan frekwensi
                > dikarenakan kwalitas supply yg jelek melewati plus minus 2.5% maka perangkat
                > elektronik lainnya yg namanya static switch akan berpindah ke posisi by-pass
                > (kalau UPS dilengkapi fasilitas bypass). Pada posisi bypass beban akan
                > disupply melalui supply normal, itulah sebabnya begitu normal supply putus
                > (listrik mati) maka beban2 IT tsb langsung mati karena disupply tidak
                > melalui batere yg ada di UPS tetapi disupply bypass. Kalau tingkat perubahan
                > frekwensi seperti ini sudah sangat sering maka harus ada power quality
                > improvement dari pihak perusahaan listrik (saya tidak membahas lebih lanjut
                > karena bisa panjang bahasannya mengenai power quality).
                > Selanjutnya mengenai beban berputar seperti motor/HVAC atau AirCond. Apakah
                > ada efeknya menggunakan frekwensi supply yg berbeda dari standard frekwensi
                > yg tertera di AirCond. Misalkan motor di design untuk frekwensi 50 hz dan
                > digunakan pada tegangan supply dengan frekwensi 60 hz. Mari kita lihat
                > formula ini: XL = 2.π.f.L
                > XL = Reaktansi Induktif (ohm)
                > f = frekwensi (hz)
                > L = induktansi (henry)
                > Dari rumus tersebut terlihat nilai reaktansinya naik kalau frekwensinya
                > lebih besar.
                > Contoh kasus: sebuah Aircond 500 watt, 220 volt, 50 hz, pf: 0.8 (pf = power
                > factor atau cosø)
                > XL= 2.π.50.L = 100πL (ohm) apabila frekwensi supply 50 hz
                > XL=2.π.60.L = 120πL (ohm) apabila frekwensi supply 60 hz
                > Total daya yg diserap oleh beban AC bisa di analisa dengan formula segitiga
                > daya:
                > Total daya (VA) = P + jQ
                > atau VA = Sqrt(P2 + Q2)
                > P = Daya aktif = 500 watt
                > Q = daya reaktif (dalam Var) yg besarnya tergantung reaktansi XL
                > Dari formula diatas dan segitiga daya (saya tdk bisa gambarkan segitiga
                > dayanya disini tapi bagi discipline electrical bisa membayangkannya) dapat
                > dilihat semakin besar reaktansi XL maka semakin besar total daya nyata yg
                > diserap. Semakin besar XL semakin jelek factor daya nya (normal factor daya
                > 0.8 sampai 0.95), makin mendekati factor daya 1 makin bagus.
                > Jadi bisa kita lihat bahwa perubahan frekwensi ada pengaruhnya juga dengan
                > perubahan factor daya yg berpengaruh terhadap daya tahan dari beban
                > listrik.. Kalau dikatakan efeknya menggunung antara 50 hz dan 60 hz
                > sebagaimana dikatakan rekan kita sebenarnya tidaklah demikian, karena beban
                > listrik mempunyai daya tahan terhadap waktu. Misalnya apabila AC di design
                > oleh manufacture dengan frekwensi 50 hz maka pemilihan kumparan baik
                > resistansi dan reaktansinya di test dengan daya tahan tsb misalnya bisa
                > berfungsi dengan baik sampai 5 tahun. Dan bila disupply dengan frekwensi 60
                > hz misalnya bisa berfungsi dengan baik sampai 4 tahun (ini cuma umpama).
                > Kumparan atau konduktor yg memiliki ketahanan arus (ampacity = 20 ampere),
                > apabila di aliri operating current 5 ampere tentulah beda ketahanannya
                > apabila kumparan atau konduktor tsb dialiri operating current 10 ampere,
                > semakin besar arus semakin besar dissipasi panas yg dihasilkan di
                > kumparan/konduktor sehingga
                > isolasi konduktor melumer terhadap waktu. Jadi untuk mengatasi ini pihak
                > manufacturer cukup memilih material kumparan/konduktor yg meiliki ampacity
                > yg cukup untuk mengatasi penurunan (aging) sehingga bisa bertahan sampai
                > umur life time yg memuaskan (dalam hal ini pihak manufacturer bisa
                > mengatakan bahwa produknya bisa 50 hz maupun 60 hz karena memang materialnya
                > sudah dipilih sedemikian rupa).
                > Jadi kesimpulannya perbedaan frekwensi supply 50 hz dan 60 hz untuk umumnya
                > beban2 listrik bisa dikatakan tidak begitu significant efeknya untuk beban2
                > tertentu seperti AC, Laptop, dll, kalaupun dilihat dari ketahanan (lifetime)
                > karena pihak manufacturer sudah memperhitungkn itu, untuk memastikan
                > produknya bisa dipakai 50 hz/60 hz.
                > Tapi untuk industry seperti oil & gas, disarankan memberlakukan spec yg
                > ketat, misalnya kalau sistim supply nya 60 hz jangan lah kita beli motor yg
                > didesign 50 hz, karena di industry kita ingin semua sistim bekerja perfect
                > dan akurat sehingga menjamin tingkat reabilitas 100%. (Stop sampai disini
                > karena kalau dibahas terus bisa panjang analisanya/reliability analysis,
                > perlu research and development dan experiment he..he..).
                > Demikian analisa saya mengenai fenomena frekwensi, saran dan kritik sangat
                > diharapkan apabila ada analisa atau pandangan teman2 lainnya yg lebih baik
                > untuk improve pengetahuan dibidang sistim kelistrikan.
                > Regards,
                >
                > Berlian Syako
                > Lead Electrical Engineer
                > Escravos Export System Project - Chevron Nigeria Ltd
                > mobile: +234 8020686259 (Nigeria)
                > mobile: +62 81381542487 (Indonesia)
                > email: berliansyako@... <berliansyako%40yahoo.com> (personal)
                > email: berlian.syako@... <berlian.syako%40fode-ltd.com> (office)
                >
                > Field Offshore Design Engineering (FODE) Ltd
                > Block 24, Erastus Akingbola Street
                > Lekki Phase 1, Lagos, Nigeria
                > Tel: 234 1 271-8608, 8609 ext:129
                > Fax: 234 1 271-8610
                > http: //www.fode-ltd.com
                >
                > --- On Sat, 11/1/08, Djohan <djohan.bingito@...<djohan.bingito%40gmail.com>>
                > wrote:
                >
                > From: Djohan <djohan.bingito@... <djohan.bingito%40gmail.com>>
                > Subject: Re: [Oil&Gas] Listrik 60Hz atau 50
                > To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com <Migas_Indonesia%40yahoogroups.com>
                > Date: Saturday, November 1, 2008, 5:55 AM
                >


                [Non-text portions of this message have been removed]
              • Furkandar Moechni
                Maaf, menambahkan, mengenai perbedaan motor listrik 50 Hz dan 60 Hz, setahu saya inti besi+air gap suatu motor sudah didesain untuk kerapatan fluksi magnetik
                Message 7 of 15 , Nov 2, 2008
                View Source
                • 0 Attachment
                  Maaf, menambahkan, mengenai perbedaan motor listrik 50 Hz dan 60 Hz,
                  setahu saya inti besi+air gap suatu motor sudah didesain untuk
                  kerapatan fluksi magnetik tertentu. Fluksi magnetik ini merupakan
                  medium transduser energi listrik menjadi energi mekanik. Hubungan
                  fluksi ini dengan listrik adalah fluksi berbanding lurus dengan arus
                  eksitasi. Hubungan fluksi ini dengan mekanik adalah Fluksi berbanding
                  lurus dengan torsi. Semakin kecil fluksi maka semakin kecil pula torsi
                  motor tsb demikian pula sebaliknya. Kerapatan fluksi magnetik tsb bila
                  melebihi desainnya akan mengakibatkan overheat dan getaran pada inti
                  besi. Nilai fluksi pada suatu motor dalam aplikasinya bisa berubah
                  tergantung pada frekuensi dan tegangan.

                  Diturunkan dari rumus tegangan induksi V = N*dfluks/dt akan didapatkan
                  V(rms) = N*2*pi*f*fluks maksimum /sqrt(2). N adalah jumlah belitan
                  pada motor dan bernilai tetap. Dengan mengambil asumsi nilai N, pi, 2
                  dan sqrt(2) adalah tetap maka rumus tsb disederhanakan menjadi V(rms)
                  = f*fluks maksimum.

                  Sebagai contoh

                  Motor didesain 220V, 60 Hz,
                  Fluks (desain) = 220/60 = 3.67 tesla. Bila motor tsb disuplai dengan
                  220V, 50Hz maka fluksi akan meningkat menjadi 4,4 tesla dan torsi
                  meningkat sebanding dengan kenaikan fluksi dengan konsekuensi inti
                  besi panas dan motor bergetar.

                  Sebaliknya bila motor didesain untuk frekuensi 50 Hz, bila
                  dipergunakan pada frekuensi 60 Hz akan mengalami penurunan torsi.

                  Untuk mendapatkan torsi yg sama pada suatu motor untuk penggunaan pada
                  frekuensi yg berbeda maka rasio V/f harus dipertahankan tetap dengan
                  tetap memperhatikan nilai tegangan V karena berkaitan dengan stress
                  tegangan pada kumparan motor. Motor yg didesain untuk 220V, 60 Hz bila
                  ingin dipergunakan pada 50 Hz maka tegangan diturunkan hingga 183
                  volt. Sebaliknya motor didesain untuk 220V, 50Hz bila dipergunakan
                  untuk 60 Hz tidak bisa dinaikkan menjadi 264 Volt karena akan
                  mengakibatkan kumparan mengalami stress berlebihan. Motor tersebut
                  tetap menggunakan tegangan 220 dengan konsekuensi torsi turun.
                  Kemungkinan penggunaaan 2 jenis frekuensi pada motor diimbangi dengan
                  penggunaan tegangan yg berbeda untuk mendapatkan performa motor yg
                  sama. Konsep rasio V/f ini dipergunakan pada VFD.

                  Mohon maaf kalo ada yg salah, sedang belajar.

                  Furqan

                  On 11/2/08, Sadikin, Indera <isadikin@...> wrote:
                  > luar biasa pak berlian syako. tulisannya sangat jelas dan menarik. thanks
                  > pak. begini nih teman diskusi yang enak. kalau cuma bilang: pokoknya ikut
                  > spek, pokoknya gini, pokoknya gitu... gimana kita mau tambah pintar? hehehe
                  >
                  > IS
                Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.