Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: Bls: [Oil&Gas] nanya pesangon karyawan yang meninggal Dunia

Expand Messages
  • pungki purnadi
    Dear rekan Raiza, Yang namanya pesangon bagi pekerja, biasanya selalu mengacu kepada peraturan, baik itu adalah peraturan perusahaan ataupun keputusan menteri
    Message 1 of 5 , May 24, 2008
      Dear rekan Raiza,

      Yang namanya pesangon bagi pekerja, biasanya selalu mengacu kepada peraturan, baik itu adalah peraturan perusahaan ataupun keputusan menteri atau sampai dengan Undang-undang negara.

      Dalam kasus pekerja meninggal dunia, harus dilihat terlebih dahulu meninggal nya dalam konteks apa. Apakah meninggal karena kecelakaan kerja atau akibat kerja atau meninggal alami ?

      Semua kasus meninggal diatas, biasanya diatur dan merefer kepada aturan yang berlaku. Disatu sisi lain ada santunan dari Jamsostek yang disesuaikan dengan upah terkahir ybs.

      Untuk meninggal karena kecelakaan kerja sudah pasti mendapatkan uang santunan yang sangat besar dan hal ini diatur dalam peraturan perusahaan. Biasanya besarannya di industri migas bisa mencapai 72x gaji. Ini pun dibayarkan klewat asuransi (dahulu lewat asuransi Tugu).

      Bila meninggal akibat kerja, maka harus ada laporan history dari medical si pekerja dan juga semacam analisa dari dokter yang menangani si pekerja sebelum meninggal. Untuk kasus ini, juga biasanya diatur dalam peraturan perusahaan. Biasanya besaran uang santunan tidak sebesar seperti meninggal karena kecelakaan kerja. Inipun biasanya dibayarkan lewat asuransi.

      Kasus terakhir adalah meninggal alami, yang biasanya juga diatur tersendiri dalam peraturan perusahaan dan biasanya juga besarannya sangat kecil karena dianggap hanya uang bantuan atau uang duka saja. Jadi tegantung kebijakan dan kerelaan management perusahaan. Syukur kalau si pekerja diasuransikan oleh perusahaan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan kematian.

      Jadi dari istilah nya pesangon sebenarnya kurang tepat, karena bila pekerja meninggal dunia yang didapatkan adalah uang santunan dan uang duka saja.

      Demikian sedikit penjelasannya.
      Pungki


      bimasakti armada <bimasakti_armada@...> wrote:
      Saya coba share juga ya
      Untuk kematian akan mendapatkan dana kematian dari Asuransi bukan dari perusahaan
      Di perusahaan saya ada Perusahaan Asuransi yang bekerjasama dengan perusahaan meliputi Kecelakaan kerja, diluar kerja dan Kematian
      Di indonesia dana asuransi ini biasanya dipotong dari pendapatan gaji, tergantung ada perusahaan yang membantu 30% dari angsuran tiap2 bulannya seperti perusahaan PMA saya dulu
      Besarnya dana kematian sudah fix tidak seperti kecelakaan kerja yang tergantung pada disability-nya
      Nah yang mendapatkan dana kematian itu adalah Ahli waris yang sudah tercantum pada ijazah asuransi yang sudah ditandatangai karyawan biasanya Istri dan anak2, tapi tidak menutup kemungkinan juga keluarga karyawan jika karyawan sudah menentukannya pada ijazah asuransi
      Diperusahaan saya sekarang karna memang Negara bebas Pajak Karyawan tidak dikenakan deposit asuransi atau angsuran bulanan jadi bebas
      Jika terjadi kematian dana itu harus sudah diterima oleh ahli waris sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia
      Sebagai catatan: dana asuransi kematian biasannya lebih besar 3 kali lipat besar dari asuransi kecelakaan kerja maksimum

      Semoga membantu

      Salam
      Bimasakti

      ----- Pesan Asli ----
      Dari: heru suprapto <heru_49@...>
      Kepada: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
      Terkirim: Sabtu, 24 Mei, 2008 09:19:50
      Topik: Re: [Oil&Gas] nanya pesangon karyawan yang meninggal Dunia

      mBak/mas Raiza
      Saya sebenarnya gak tahu banyak soal ini cuma pengin sharing saja.
      Setahu saya yang dapat pesangon itu mereka yang perusahaannya mengalami kesulitan atau membuat kesalahan prosedur sehingga terpaksa mem phk karyawannya. Sebaliknya yang karyawannya ingin cabut ya dipersilahkan tapi perusahaan tidak punya kewajiban memberi pesangon. Mungkin saja memberi bantuan tapi tidak wajib. Untuk yang meninggal saya kira masuk dikatagori ini tapi ya silahkan tanya yang lebih berkompeten soal ini. Terima kasih.

      ----- Original Message ----
      From: raiza_ndut <raiza_ndut@yahoo. com>
      To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
      Sent: Saturday, May 24, 2008 10:45:58 AM
      Subject: [Oil&Gas] nanya pesangon karyawan yang meninggal Dunia

      Dear Guys....

      Di tepat kerja saya ada salah satu karyawan yang meninggal dunia.
      apakah karyawan meninggal itu ada hak nya untuk mendapatkan
      pesangon...? , kalau ada di undang2 no brp...?, karena dari pihak
      keluarga meminta hak pesangon nya sedangkan hak2 yang lainnya sudah di
      penuhi

      Salam hormat

      Raiza

      [Non-text portions of this message have been removed]

      ________________________________________________________
      Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

      [Non-text portions of this message have been removed]






      ---------------------------------
      Tired of visiting multiple sites for showtimes?
      Yahoo! Movies is all you need


      [Non-text portions of this message have been removed]
    • heru suprapto
      Comment mas Pungki inilah yang benar dan jelas. Buat rekan lain commentnya pisahkan dong antara pesangon dan santunan biar gak jadi rancu. Karena ini sudah
      Message 2 of 5 , May 24, 2008
        Comment mas Pungki inilah yang benar dan jelas. Buat rekan lain commentnya pisahkan dong antara pesangon dan santunan biar gak jadi rancu. Karena ini sudah cukup jelas ya sudah kita akhiri saja case ini sampai disini. Terima kasih.


        ----- Original Message ----
        From: pungki purnadi <purnadipungki@...>
        To: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
        Sent: Sunday, May 25, 2008 10:28:21 AM
        Subject: Re: Bls: [Oil&Gas] nanya pesangon karyawan yang meninggal Dunia


        Dear rekan Raiza,

        Yang namanya pesangon bagi pekerja, biasanya selalu mengacu kepada peraturan, baik itu adalah peraturan perusahaan ataupun keputusan menteri atau sampai dengan Undang-undang negara.

        Dalam kasus pekerja meninggal dunia, harus dilihat terlebih dahulu meninggal nya dalam konteks apa. Apakah meninggal karena kecelakaan kerja atau akibat kerja atau meninggal alami ?

        Semua kasus meninggal diatas, biasanya diatur dan merefer kepada aturan yang berlaku. Disatu sisi lain ada santunan dari Jamsostek yang disesuaikan dengan upah terkahir ybs.

        Untuk meninggal karena kecelakaan kerja sudah pasti mendapatkan uang santunan yang sangat besar dan hal ini diatur dalam peraturan perusahaan. Biasanya besarannya di industri migas bisa mencapai 72x gaji. Ini pun dibayarkan klewat asuransi (dahulu lewat asuransi Tugu).

        Bila meninggal akibat kerja, maka harus ada laporan history dari medical si pekerja dan juga semacam analisa dari dokter yang menangani si pekerja sebelum meninggal. Untuk kasus ini, juga biasanya diatur dalam peraturan perusahaan. Biasanya besaran uang santunan tidak sebesar seperti meninggal karena kecelakaan kerja. Inipun biasanya dibayarkan lewat asuransi.

        Kasus terakhir adalah meninggal alami, yang biasanya juga diatur tersendiri dalam peraturan perusahaan dan biasanya juga besarannya sangat kecil karena dianggap hanya uang bantuan atau uang duka saja. Jadi tegantung kebijakan dan kerelaan management perusahaan. Syukur kalau si pekerja diasuransikan oleh perusahaan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan kematian.

        Jadi dari istilah nya pesangon sebenarnya kurang tepat, karena bila pekerja meninggal dunia yang didapatkan adalah uang santunan dan uang duka saja.

        Demikian sedikit penjelasannya.
        Pungki


        bimasakti armada <bimasakti_armada@ yahoo.co. id> wrote:
        Saya coba share juga ya
        Untuk kematian akan mendapatkan dana kematian dari Asuransi bukan dari perusahaan
        Di perusahaan saya ada Perusahaan Asuransi yang bekerjasama dengan perusahaan meliputi Kecelakaan kerja, diluar kerja dan Kematian
        Di indonesia dana asuransi ini biasanya dipotong dari pendapatan gaji, tergantung ada perusahaan yang membantu 30% dari angsuran tiap2 bulannya seperti perusahaan PMA saya dulu
        Besarnya dana kematian sudah fix tidak seperti kecelakaan kerja yang tergantung pada disability-nya
        Nah yang mendapatkan dana kematian itu adalah Ahli waris yang sudah tercantum pada ijazah asuransi yang sudah ditandatangai karyawan biasanya Istri dan anak2, tapi tidak menutup kemungkinan juga keluarga karyawan jika karyawan sudah menentukannya pada ijazah asuransi
        Diperusahaan saya sekarang karna memang Negara bebas Pajak Karyawan tidak dikenakan deposit asuransi atau angsuran bulanan jadi bebas
        Jika terjadi kematian dana itu harus sudah diterima oleh ahli waris sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia
        Sebagai catatan: dana asuransi kematian biasannya lebih besar 3 kali lipat besar dari asuransi kecelakaan kerja maksimum

        Semoga membantu

        Salam
        Bimasakti

        ----- Pesan Asli ----
        Dari: heru suprapto <heru_49@yahoo. com>
        Kepada: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
        Terkirim: Sabtu, 24 Mei, 2008 09:19:50
        Topik: Re: [Oil&Gas] nanya pesangon karyawan yang meninggal Dunia

        mBak/mas Raiza
        Saya sebenarnya gak tahu banyak soal ini cuma pengin sharing saja.
        Setahu saya yang dapat pesangon itu mereka yang perusahaannya mengalami kesulitan atau membuat kesalahan prosedur sehingga terpaksa mem phk karyawannya. Sebaliknya yang karyawannya ingin cabut ya dipersilahkan tapi perusahaan tidak punya kewajiban memberi pesangon. Mungkin saja memberi bantuan tapi tidak wajib. Untuk yang meninggal saya kira masuk dikatagori ini tapi ya silahkan tanya yang lebih berkompeten soal ini. Terima kasih.

        ----- Original Message ----
        From: raiza_ndut <raiza_ndut@ yahoo. com>
        To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
        Sent: Saturday, May 24, 2008 10:45:58 AM
        Subject: [Oil&Gas] nanya pesangon karyawan yang meninggal Dunia

        Dear Guys....

        Di tepat kerja saya ada salah satu karyawan yang meninggal dunia.
        apakah karyawan meninggal itu ada hak nya untuk mendapatkan
        pesangon...? , kalau ada di undang2 no brp...?, karena dari pihak
        keluarga meminta hak pesangon nya sedangkan hak2 yang lainnya sudah di
        penuhi

        Salam hormat

        Raiza

        [Non-text portions of this message have been removed]

        ____________ _________ _________ _________ _________ ________
        Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers yahoo.com/

        [Non-text portions of this message have been removed]

        ------------ --------- --------- ---
        Tired of visiting multiple sites for showtimes?
        Yahoo! Movies is all you need

        [Non-text portions of this message have been removed]






        [Non-text portions of this message have been removed]
      • ndut aja
        Ok Pak Pungki sebenarnya kejadiannya begini pak... Pada saat itu (alm) change crew dapat kbr dari kampung bahwa ada saudara nya yg meninggal dia minta izin
        Message 3 of 5 , May 24, 2008
          Ok Pak Pungki
          sebenarnya kejadiannya begini pak...
          Pada saat itu (alm) change crew dapat kbr dari kampung bahwa ada saudara nya yg meninggal dia minta izin untuk plg sampai di jln mobil yg mereka kemudikan mengalami kecelakaan akhir nya dia Meninggal pada saat itu kira2 2 week santunan dan hak2 alm kami bayarkan nah baru sekarang dia minta pesangon karena kebetulan pada maret 2008 ini Rig kami habis kontrak atas dasar inilah keluarga menuntut pesangon.

          Demikian kronologisnya pak pungki

          salam hormat

          Raiza

          pungki purnadi <purnadipungki@...> wrote: Dear rekan Raiza,

          Yang namanya pesangon bagi pekerja, biasanya selalu mengacu kepada peraturan, baik itu adalah peraturan perusahaan ataupun keputusan menteri atau sampai dengan Undang-undang negara.

          Dalam kasus pekerja meninggal dunia, harus dilihat terlebih dahulu meninggal nya dalam konteks apa. Apakah meninggal karena kecelakaan kerja atau akibat kerja atau meninggal alami ?

          Semua kasus meninggal diatas, biasanya diatur dan merefer kepada aturan yang berlaku. Disatu sisi lain ada santunan dari Jamsostek yang disesuaikan dengan upah terkahir ybs.

          Untuk meninggal karena kecelakaan kerja sudah pasti mendapatkan uang santunan yang sangat besar dan hal ini diatur dalam peraturan perusahaan. Biasanya besarannya di industri migas bisa mencapai 72x gaji. Ini pun dibayarkan klewat asuransi (dahulu lewat asuransi Tugu).

          Bila meninggal akibat kerja, maka harus ada laporan history dari medical si pekerja dan juga semacam analisa dari dokter yang menangani si pekerja sebelum meninggal. Untuk kasus ini, juga biasanya diatur dalam peraturan perusahaan. Biasanya besaran uang santunan tidak sebesar seperti meninggal karena kecelakaan kerja. Inipun biasanya dibayarkan lewat asuransi.

          Kasus terakhir adalah meninggal alami, yang biasanya juga diatur tersendiri dalam peraturan perusahaan dan biasanya juga besarannya sangat kecil karena dianggap hanya uang bantuan atau uang duka saja. Jadi tegantung kebijakan dan kerelaan management perusahaan. Syukur kalau si pekerja diasuransikan oleh perusahaan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan santunan kematian.

          Jadi dari istilah nya pesangon sebenarnya kurang tepat, karena bila pekerja meninggal dunia yang didapatkan adalah uang santunan dan uang duka saja.

          Demikian sedikit penjelasannya.
          Pungki
        • Zulkifli Taher
          Ada beberapa langkah yang bisa dilalui yaitu: 1. Silahkan merujuk kepada Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sedang berlaku. PKB ini
          Message 4 of 5 , May 25, 2008
            Ada beberapa langkah yang bisa dilalui yaitu:
             
            1. Silahkan merujuk kepada Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang sedang berlaku. PKB ini biasanya disusun dan dirundingkan antara pemilik perusahaan yang diwakili manajemen perusahaan dengan pihak pekerja yang biasanya diwakili oleh Serikat Pekerja. 
             
            2. Kalau hal tersebut belum tercantum di dalam PKB, silahkan merujuk kepada peraturan pemerintah tentang tentang ketenaga kerjaan. Kalau tidak salah nomornya yang terbaru adalah nomor 13 tapi tahunya saya lupa.
             
            3. Yang paling cepat dan praktis adalah datang saja dan konsultasi dengan Bapak-bapak dari kantor Depnaker di wilayah bersangkutan. Pengalaman saya, mereka sangat terbuka dan kooperatif dalam memberikan penjelasan. Datanglah kebagian yang tepat.
             
            Demikian saran saya, lebih dan kurang mohon maaf.
             
            Wassalam,
            ZT 

             
            On 5/24/08, bimasakti armada <bimasakti_armada@...> wrote:

            Saya coba share juga ya
            Untuk kematian akan mendapatkan dana kematian dari Asuransi bukan dari perusahaan
            Di perusahaan saya ada Perusahaan Asuransi yang bekerjasama dengan perusahaan meliputi Kecelakaan kerja, diluar kerja dan Kematian
            Di indonesia dana asuransi ini biasanya dipotong dari pendapatan gaji, tergantung ada perusahaan yang membantu 30% dari angsuran tiap2 bulannya seperti perusahaan PMA saya dulu
            Besarnya dana kematian sudah fix tidak seperti kecelakaan kerja yang tergantung pada disability-nya
            Nah yang mendapatkan dana kematian itu adalah Ahli waris yang sudah tercantum pada ijazah asuransi yang sudah ditandatangai karyawan biasanya Istri dan anak2, tapi tidak menutup kemungkinan juga keluarga karyawan jika karyawan sudah menentukannya pada ijazah asuransi
            Diperusahaan saya sekarang karna memang Negara bebas Pajak Karyawan tidak dikenakan deposit asuransi atau angsuran bulanan jadi bebas
            Jika terjadi kematian dana itu harus sudah diterima oleh ahli waris sebelum jenazah diterbangkan ke Indonesia
            Sebagai catatan: dana asuransi kematian biasannya lebih besar 3 kali lipat besar dari asuransi kecelakaan kerja maksimum

            Semoga membantu

            Salam
            Bimasakti

            ----- Pesan Asli ----
            Dari: heru suprapto <heru_49@...>
            Kepada: Migas_Indonesia@yahoogroups.com
            Terkirim: Sabtu, 24 Mei, 2008 09:19:50
            Topik: Re: [Oil&Gas] nanya pesangon karyawan yang meninggal Dunia

            mBak/mas Raiza
            Saya sebenarnya gak tahu banyak soal ini cuma pengin sharing saja.
            Setahu saya yang dapat pesangon itu mereka yang perusahaannya mengalami kesulitan atau membuat kesalahan prosedur sehingga terpaksa mem phk karyawannya. Sebaliknya yang karyawannya ingin cabut ya dipersilahkan tapi perusahaan tidak punya kewajiban memberi pesangon. Mungkin saja memberi bantuan tapi tidak wajib. Untuk yang meninggal saya kira masuk dikatagori ini tapi ya silahkan tanya yang lebih berkompeten soal ini. Terima kasih.

            ----- Original Message ----
            From: raiza_ndut <raiza_ndut@yahoo. com>
            To: Migas_Indonesia@ yahoogroups. com
            Sent: Saturday, May 24, 2008 10:45:58 AM
            Subject: [Oil&Gas] nanya pesangon karyawan yang meninggal Dunia

            Dear Guys....

            Di tepat kerja saya ada salah satu karyawan yang meninggal dunia.
            apakah karyawan meninggal itu ada hak nya untuk mendapatkan
            pesangon...? , kalau ada di undang2 no brp...?, karena dari pihak
            keluarga meminta hak pesangon nya sedangkan hak2 yang lainnya sudah di
            penuhi

            Salam hormat

            Raiza

            [Non-text portions of this message have been removed]

            ________________________________________________________
            Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

            [Non-text portions of this message have been removed]




            --
            Zulkifli Taher
            Berharap selalu bersyukur
          Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.