Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.
 

Re: [nasional-list] AW: [GELORA45] Menag: Indonesia Negara Relijius, Bukan Negara Sekuler

Expand Messages
  • Marco45665 .
    *RALAT : * *Sambungan dan perbaikan (terburu terkirim sebelum selesai ditulis)* Ulangan dari posting terdahulu. Yang menjadi pokok dan hal yang Prinsipil
    Message 1 of 1 , Nov 29, 2014
      RALAT : 
      Sambungan dan perbaikan  (terburu terkirim sebelum selesai ditulis)

      Ulangan dari posting terdahulu.

      Yang menjadi pokok dan hal yang Prinsipil ialah :

      1. APA SEBNARANYA FUNGSI di KTP itu sendiri dan mengapa Harus ada KTP ?

      2. APA SEBENARANYA FUNGSI KOLOM AGA  di KTP itu. ?

      3. APA EFFEKTNYA KOLOM AGAMA tsb dalam Kaitannya dng FUNGSI KTP itu 
           sendiri ?
      4. APA AKIBATNYA bagi Si PEMEGANG KTP jika KOLOM AGAMA  tersebut 
          DIKOSONGKAN.... ?

      5. BAGAIMANA SIKAP dan ALASAN PARA ULAMA , FPI dan kaum MUSLIM YANG 
           PRO KOLOM AGAMA ... jika melihat , menyaksikan dan atau  ketika men- check up        bhw Kolom Aga,a tsb Kosong ....?
          ( Harap dijawab dengan jelas dan langsung  pertanyaan2 tsb  termasuk 
           ALASANNYA - tanpa mutar2 dan men-cari2 Alasan yang tidak ada huungannya atau
           yang sama sekali  Tidak ada sangkut pautnya  }dng Pertanyaan tsb diatas .)

      6. BAGAIMANA SIKAP dan  sekali gus ALASAN MENTERI DALAM NEGERI , 
          DPR- RI dan BIN ( Badan Integent Indonesia) YANG PRO KOLOM AGAMA ITU  ...
          jika kemudian melihat , menyaksikan dan atau  ketika memeriksa > bhw Kolom
          Agama tsb Kosong ....? BAGAIMANA  dan APA YANG TERPIKIR DIBENAK 
          BAPAK2 DARI KETIGA LEMBAGA TSB ...?
          DAN BAGIAMANA AKIBATNYA / termasuk AKIBAT HUKUM  dan dari SEGI 
          HAM / terhadap Si PEMEGANG atau Si PEMILIK KTP terkait yang TIDAK
          MENGISI KOLOM KTPNYA ..? 
          ( Harap dijawab dengan jelas dan langsung  pertanyaan2 tsb  termasuk 
           ALASANNYA - tanpa mutar2 dan men-cari2 Alasan yang tidak ada huungannya atau
           yang sama sekali  Tidak ada sangkut pautnya  }dng Pertanyaan tsb diatas .)

      NOTE;

       > Mohon agar Lembaga2 Resmi Negara tsb diatas SECARA TERTULIS menyatakannya di MEDIA2 CETAK dan MEDIA INTERNET tentang  JAWABAN MEREKA  atas PERTANYAAN2NYA  serta  SIKAP dan ALASAN2 HUKUM  NYA ,demikian pula dengan SIKAP dan ALASAN  serta AKIBAT NYA  terhadap Pemilik KTP terkait yang MENGOSONGKAN ATAU TRIDAK MENGISI KOLOM AGAMA TSB ... 

      ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

      TAMBAHAN BERITA sebagai illustrasi asat KOLOM Agama di KTP

      http://www.gatra.com/hukum-1/102974-pendiri-demokrat-malu-sutan-tak-bayar-utang-rp-7,5-m.html

      Pendiri Demokrat Malu Sutan Tak Bayar Utang Rp 7,5 M

      INI figur Manusia Pejabat PD yang paling KONYOL > Sutan Bhatoegana, yang tidak membayar utang kepada pemilik Mal Tom ang Plaza (Topaz), Bahtiar Salim sebesar Rp 7,5 milyar. ...udah ghitu juah sebelumnya - pernah terlibat dalam Kasus Korupsi  [ Skandal Al Q'oran bersama "Ex -Menteri AGAMA"  > SURYADHARMA  ALIE ( PKS ) ] / Figur 2 pejabat "TInggi" yang sama RENDAH MUTUNYA - RENDAH PULA MORAL dan MORILNYA  dan yang sama2 berkecimpung di BIDANG AGAMA sambil menyalah-gunakan AGAMA  dan bahkan menjual AGAMA ISLAM
      sebagai Kegiatan commercial- nya .....

      KONKLUSI 

      >>JadI Apa artinya menurut MUI DAN FPI itu KOLOM AGAMA (islam) DI KTP ..?
           ( Untuk menunjukkan bahwa Kalian itu semuanya CEDERUNG  MURTAD dan
           KAFIR kendatipun dikolom AGAMA DI KTP tertulis : ISLAM ...? )
      >> Jadi DIMANA LETAK ALASAN HUKUM dari diwajibkannya atau dengan 
            dipaksakan- nya KEHADIRAN KOLEM AGAMA di KTP  ? (tanpa tergantung di
            ISI atau TIDAKNYA  !!    - JADI soal Kehadiran KOLOM AGAMA itu sendiri > tanpa
            melihat ISI KOLOMNYA itu sendiri )  
      >>  APA PULA FUNGSINYA KOLOM AGAM tsb didalam KTP ...?

      2014-11-29 16:01 GMT+01:00 Marco45665 . <comoprima45@...>:
      Yang menjadi pokok dan hal yang Prinsipil ialah :

      1. APA SEBNARANYA FUNGSI di KTP itu sendiri dan mengapa Harus ada KTP ?

      2APA SEBENARANYA FUNGSI KOLOM AGA  di KTP itu. ?

      3. APA EFFEKTNYA KOLOM AGAMA tsb dalam Kaitannya dng FUNGSI KTP itu 
           sendiri ?
      4. APA AKIBATNYA bagi Si PEMEGANG KTP jika KOLO, AGAMANYA 
           DIKOSONGKAN.... ?
      5. BAGAIMANA SIKAP dan ALASAN dari SIKAP  PARA ULAMA , FPI dan kaum 
          MUSLIM YANG PROKOLOM AGAMA ... jika



      On 29 November 2014 at 08:29, tarigan gunawan gunawantarigan@... [nasional-list] <nasional-list@yahoogroups.com> wrote:
       

      bagi yang tidak beragama atau yang tidak mau mencantumkan agamanya, kosongkan saja kolom itu, almarhum Gus Dur bilang "Gitu aja kok repot".


      On Saturday, November 29, 2014 2:39 AM, "roeslan roeslan12@... [nasional-list]" <nasional-list@yahoogroups.com> wrote:


       
      Refleksi : Sejak kapan Indonesia menjadi Negara Religius ???. Rupanya Mentri agama Lukman Hakim Saifuddin  masih belum dapat memahami hakakat NKRI yang berediologi Pancasila 1 Juni 1945 sebagai dasar negara, adalah bukan negara Religius. Oleh para pendiri negara, nilai, ciri khas dan karakter itu dirumuskan secara pandangan hidup dan perpektif kehidupan berbangsa yang bersifat religious. Jadi yang bersifat religious itu bangsa Indonesia, bukan negaranya (NKRI). Sebagai negara NKRI bersifat sekuler, yang beredeologi Pancasila 1 Juni 1945. Jadi yang mengatur kehidupan NKRI itu adalah konstitusi negara yaitu Pancasila 1 juni 1945, dan UUD 45, bukan religius. NKRI tidak memusuhi agama, tetapi memisahkan diri dari keagamaan didalam menangani masalah-masalah keduniaan.
      Jika pak mentri Agama mengatakan bahwa NKRI itu adalah negara Religius itu namanya pak Mentri agama Lukman Hakim Saifuddin  sudah keblinger, ini berbahaya karena bisa membahayakan keutuhan NKRI.
       
      Roeslan.
       
       
       
      Von: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com]
      Gesendet: Freitag, 28. November 2014 11:10
      An: Undisclosed-Recipient:;
      Betreff: [GELORA45] Menag: Indonesia Negara Relijius, Bukan Negara Sekuler
       
       
       
       
      Nasional

      Menag: Indonesia Negara Relijius, Bukan Negara Sekuler

      Rabu, 13 Agustus 2014 - 20:49 WIB
       
      Das Bild wurde vom Absender entfernt. Menag: Indonesia Negara Relijius, Bukan Negara Sekuler
      Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

       

      Hidayatullah.com–Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Indonesia bukanlah negara Islam, tetapi juga bukan pula negara sekuler.
      Pernyataan Menag ini disampaikan saat memberi sambutan dalam halal bi halal Idul Fitri 1435 Hijriyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Ballroom HotelDas Bild wurde vom Absender entfernt. Sultan, Jakarta (12/8/2014) malam.
      “Indonesia bukan negara yang secara formal negara Islam. Indonesia juga bukan negara sekuler yang memisahkan kehidupan bernegara dengan kehidupan agama,” kataDas Bild wurde vom Absender entfernt. Menag.
      Sejak dahulu, lanjut Menag, Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung nilai-nilai relijius. Dalam konstitusi juga disebutkan Indonesia menjamin kehidupan beragama.
      Untuk itu jika ada pihak-pihak yang menginginkan Indonesia sekuler, kataDas Bild wurde vom Absender entfernt. Menag, maka ini sejatinya perilaku melanggar konstitusi.
      “Agama dan negara tidak bisa dipisahkan. Agama perlu dikontrol negara, negara juga demikian perlu dikontrol agama,” tegasnya.*
      Rep: Ibnu Syafaat
      Editor: Syaiful Irwan




    Your message has been successfully submitted and would be delivered to recipients shortly.