Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

6582Penjelasan Pemprop Maluku Utara Tentang Bendera China Yang Sempat Berkibar

Expand Messages
  • itbtscgrmlxjtojgll7fhr4al32tpx7cddzthm5z
    Nov 28, 2016
      Penjelasan Pemprop Maluku Utara Tentang Bendera China Yang Sempat Berkibar
      Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan, pengibaran bendera Republik Rakyat China (RRC) dengan bendera Merah Putih saat peletakan batu pertama pembangunan smelter PT Wanatiara Persada terjadi semata-mata karena kesalahan komunikasi.

      Kabag Pemberitaan, Biro Humas dan Protokoler Pemprov Malut, Rahwan Suamba ketika dihubungi,  saat itu ada tiga bendara RI, RRC dan bendera perusahaan dikibarkan di lokasi Pelabuhan Jeti Saguh, saat perusahaan akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan smelter tersebut.

      "Kala itu, para wartawan yang datang bersama rombongan untuk melakukan peliputan pembangunan smelter di Pulau Obi melihat bendera RRC yang berada di samping bendera Merah Putih, sehingga terjadi miskomunikasi," katanya.

      Oleh karena itu, lanjutnya, bendera RRC itu pun diturunkan sebelum kegiatan peletakan batu pertama dilaksanakan.

      Menurut Rahwan, pengibaran dua bendera itu karena ada kerja sama Provinsi Malut dengan Provinsi Guangzhou, ketika pada kegiatan tersebut diwakili Sekda Guangzhou Wu Zhi Bin bersama Atase Perdagangan RRC.

      Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI nomor 41 tahun 1958 tentang penggunaan bendera kebangsaan asing dalam pasal 1 ayat 3 menyebutkan, bendera kebangsaan asing dapat pula digunakan pada kesempatan-kesempatan lain dengan izin kepala daerah, jika pada kesempatan itu bendera kebangsaan asing layak digunakan seperti pada pertemuan internasional.

      "Bahkan, penggunaan bendera kebangsaan asing yang dilakukan itu di tempat-tempat dimana diadakan pertemuan pada kesempatan tersebut," katanya.



      Sumber: http://regional.kompas.com/read/2016/11/28/07383691/bendera.china.sempat.berkibar.di.maluku.utara.ini.komentar.pemprov