Loading ...
Sorry, an error occurred while loading the content.

5787MENGUNGKAP KECURANGAN PEMILU 9 APRIL 2014

Expand Messages
  • Al Faqir Ilmi
    Apr 29, 2014
      MENGUNGKAP KECURANGAN PEMILU 9 APRIL 2014 

      BY @TrioMacan2000

      Eng ing eeng .. Kemarin sore kami diundang seorang ketua partai politik utk mendiskusikan kecurangan - kecurangan pemilu 2014. Kebetulan pada saat yang sama, PDIP melalui Hasto Kristianto dan Timses Jokowi (Andi Widjajanto cs) juga membahas kecurangan pemilu.

      Diskusi kami dengan ketua partai itu dimulai dgn satu pernyataan pembuka : apa pun hasil pemilu & pilpres, semua tergantung maunya istana. Kami sdh pernah bahas bahwa pemenang pemilu 2014 ini sebenarnya adalah SBY. Bukan PDIP, Golkar, Gerindra dst. Hasil pemilu sdh diatur. Hasil pemilu sdh direkayasa. Sdh diatur sedemikian rupa sesuai maunya SBY, Sudi Silalahi, KPU dan KPUD. Hasilnya sesuai rencana mereka. Tidak usah bicara Pilpres jika hasil pemilu tdk dieksaminasi. Tdk ada guna, krna siapa pun pemenang pilpres ditentukan oleh Istana & KPU. Istana dan KPU merekayasa agar PDIP dapat suara hanya 18%, Golkar 16%, Gerindra 12%, P Demokrat 10%, dan seterusnya. Mau buktinya?

      Bukti 1. Formulir C-1 tidak mau diserahkan PPS kepada caleg atau saksi caleg atau pemantau pemilu. Siapa yg kuasai? KPUD, Polres, Kodim

      Bukti 2 : KPU mengapus atau meniadakan layar monitor TABULASI perhitungan sementara yang pada pemilu2 sebelumnya PASTI ADA.

      Tanpa ada Layar Monitor Tabulasi Suara Sementara, rakyat tidak punya akses untuk mengetahui perhitungan suara yang sebenarnya. Layar Monitor Tabulasi Suara Sementara adalah sarana bagi rakyat utk mengetahu update perhitungan suara ril. Dari detik ke detik dst. Meski begitu, pada pemilu 2009, terbukti IT Tabulasi Suara direkayasa, dibuat "hang" selama beberapa jam, diganti dgn yg sdh direkayasa. Pada Monitor Tabulasi Suara Pemilu 2009 di Hotel Borodudur, awalnya ditampilkan adalah Tabulasi milik KPUD DKI berlambang Monas. Setelah "hang" 9 jam, diganti dgn Layar Monitor KPU yang sebenarnya namun sdh diprogram menampilkan hasil sesuai rekayasa KPU. Namun, untuk pemilu 2014 ini, TIDAK diketahui alasannya, KPU menghapus / meniadakan Penayangan Tabulasi Suara Sementara. Gila ! Anehnya, TIDAK ADA satu pihak pun yang mempertanyakan keputusan KPU yang sangat mencurigakan itu. Partai2 diam semua. Kenapa?. Karena sebagian partai yaitu : PKS, PPP, PKB, PAN, Demokrat, Gerindra, Golkar sdh sepakati koalisi sejak awal : "Koalisi Cikeas". Hasil pemilu 2014 sdh direkayasa. PAN, PKS, PPP, PKB (partai sekoci cikeas) diatur mendapatkan jumlah kursi relatif sama di DPR

      Bukti 3 : perolehan suara PKS, PKB, PPP, PAN, PPP terbukti beda jauh sekali dgn hasil survey electabilitas sebelum pemilu

      Sebelum pemilu, electabilitas partai2 itu hancur : PAN (1.7%), PKS (2.6%), PPP (3.1%), PKB (3.4%), Demokrat (4.1%), Gerindra (6.3%). Namun hasil pemilu 2014 (setelah direkayasa/diatur) : PKS 7%, PKB 9%, Demokrat 11%, PPP 7%, PAN 7.4%, Gerindra 12%. Semua naik > 100%. PAN, PKB, PPP, PKS dan PPP kami juluki sebagai Partai SEKOCI CIKEAS. Mereka dapat bantuan Cikeas dan KPU utk manipulasi hasil pemilu. Bagaimana caranya? Mudah sekali. Formulir C-1 diutak atik sebelum direkapitulasi KPUD dan disahkan dlm rapat pleno KPUD. Tdk ada kontrol

      Bukti 4 : program E KTP yang sengaja digagalkan jadi back up rekayasa hasil pemilu 2014. Berapa puluh juta suara fiktif bisa ditambahkan

      Bukti 5 : KPU terbitkan peraturan KPU bahwa siapa saja yg belum terdaftar di DPT dapat memilih asal bisa tunjukan KTP asli. Faktanya?

      Faktanya : Peraturan KPU itu tdk dilaksanakan jika ada WNI yg mau daftar susulan. Peraturan itu hanya back up manipulasi suara Pemilu. Melalui peraturan tsb, KPUD, Polres dan Kodim atau oknum2 tertentu bisa mengubah C-1 dan rekapitulasi suara sesuka hati. Tidak ada satu caleg pun atau satu partai pun yang memiliki saksi di semua TPS di satu dapil. Tdk 1 partai pun punya 517.000 saksi. Pihak yang punya kontrol terhadap C-1 hanya TNI dan Polri. Kodim2 dan Polres seluruh Indonesia dgn koramil dan polsek sbg ujung tombak

      Bukti 6: semua pelaksana Quick Count yg melakukan laporan / input data Quick Count mengalami kemacetan proses data rata2 30-45 menit

      JSI milik PDIP mengaku macet proses input data bahkan hampir 1 jam. Kenapa? Ada apa ? Kok bisa ?. Hasilnya, semua QC menunjukan prosentase perolehan suara partai peserta pemilu yang relatif sama. Seragam. Kok bisa? Aneh ! Di mana anehnya ?

      1. Mustahil hasil seluruh pelaksana QC bisa relatif sama dgn margin 0.5-1% saja pdhl sample TPS hnya 2000 = 0.0003%

      2. Dari 49 pelaksana Quick Count Pemilu tedaftar di KPU kenapa hanya 10-12 pelaksana QC yg melaporkan hasil surveynya? Mana 37 yg lain?. Mustahil dari 49 pelaksana QC yang terdaftar di KPU, 37 diantaranya BATAL melakukan QC Pemilu. Apa dibalik misteri ini? Misteri apa ini?

      Apa hubungannya 49 lembaga QC terdaftar di KPU dgn Lembaga Sandi Negara yg pernah melakukan kerjasama dgn KPU meski dibatalkan kemudian. Data apa saja yang sdh diserahkan KPU kepada Lembaga Sandi Negara? Apakah termasuk data dari lembaga pelaksana QC pemilu? Bingo !

      Bukti 7: kenapa SK KPU tentang pihak penanggungjawab IT KPU beda antara de fakto dgn nama penanggung jawab IT KPU yg tercantum di SK KPU

      Bukti 8: Perhatikan hasil pemilu di dapil2 tertentu, muncul nama baru caleg DPR terpilih dgn suara terbanyak tapi orangnya tdk dikenal

      Untuk menggeser atau membatalkan kemenangan caleg dari partai tertentu, rekap C-1 mudah dimanipulasi. Ditambahkan suara ke caleg lain. Partai2 yg dirugikan seperti PDIP, Hanura dan Nasdem dapat mendorong tim audit KPU sebelum hasil Pemilu disahkan rapat Pleno KPU. Dapat dipastikan perolehan suara partai Demokrat (dari 4% jadi 11%), PAN (1.7% menjadi 7.4%), Gerindra (6% jadi 12%), dst = PALSU

      Tidak ada guna partai2 sibuk pikirkan strategi dan habiskan uang serta energi utk pilpres 2014 jika hasil pemilu 2014 tdk dieksaminasi. Kunci/ faktor utama yg menentukan hasil pilpres adalah audit thdp hasil pemilu. Jika tidak, percuma saja pilpres krna yg menang Cikeas. Jangan terkecoh hingar bingar manuver partai2 yg sibuk bentuk koalisi. Itu tipuan belaka. Termasuk ribut2 di PPP. Hanya pengalihan isu. Fokuslah pada audit dan pemeriksaan hasil pemilu yg dilaporkan KPUD dan yg disahkan KPU. Itulah kunci utk mengetahui manipulasi pemilu. Jika KPU tidak menyediakan akses bagi partai utk menganalisa hasil perolehan suara dgn basis rekap per TPS, dipastikan ada kecurangan. Jika KPU tdk sediakan akses IT multiscreen yg bisa sajikan tampilan rekap bbrp TPS sekaligus yg jadi objek audit = pasti ada kecurangan

      Pemilu 2014 adalah pemilu teraneh dlm sejarah pemilu Indonesia. Tdk ada sosialisasi intensif &masif melalui media. Sengaja disenyapkan. Tidak ada pidato dan ajakan utk sukseskan pemilu oleh presiden, menteri2, gubernur, bupati, wakilota, KPU/KPUD. Senyap. Disengaja. Dan yang teraneh : tidak ada penayangan monitor hasil tabulasi suara pemilu sementara yg up date. Kok bisa ya? Tdk ada yg tanya kenapa. Hasil pemilu & caleg yang diloloskan dan yang tidak diloloskan tergantung pada TR (telegram rahasia) dari mabes ke mapolres/makodim hehe

      Tidak ada partai atau pihak yg mempertanyakan korupsi dan mark up jumlah EKTP yg dicetak. Tdk ada yg kaitkan dgn manipulasi hasil pemilu. Jika KPK sekarang pura2 sibuk usut korupsi EKTP, Itu hanya utk membentuk opini dan persepsi : sdh ada pihak yg mengusut korupsi EKTP. Padahal substansi masalahnya bukan pada korupsi EKTP tetapi pada mark up jumlah EKTP dan kaitannya dgn hasil pemilu yg sdh dimanipulasi

      Akibatnya kecurangan pemilu ini > pemenang pemilu bersedih, yang kalah malah bersuka cita hehe >> http://t.co/5lNC92K3sj . Itulah sebab kami berani menyimpulkan : pemenang pemilu 2014 adalah SBY dan Partai Demokrat. Telak ! > 70% hehe http://t.co/VY1ewZl24o . Statistik TIDAK PERNAH BOHONG. Maka hasil pemilu 2014 lah yang sesungguhnya sdh dimanipulasi atau bohongi rakyat http://t.co/DPEs2pdWKY. . Sebagai referensi, kami ungkap sebagian Modus Pencurangan Pemilu 2009. Silahkan Baca ! http://t.co/cOV4n4Y4nF l

      Modus pencurangan pemilu 2014 lebih sederhana, simple dan efektif. Anehnya : tidak ada yg peduli. Kenapa ya ? Kayak disirep semuanya. Hasil pilpres akan sama dgn hasil pemilu. Terserah sang Dalang. Dia hny butuh justifikasi /legitimasi OPINI saja utk wujudkan rencananya